Anda di halaman 1dari 42

GENERAL KNOWLEDGE

A!br0ken!! PENDAHULUAN
Bab ini akan membahas sifat latar belakang pengetahuan kita, yaitu pengetahuan yang
menginformasikan dan mempengaruhi proses-proses kognitif seperti memori dan kognisi
ruang. Kita akan membahas dua topik utama: memori semantik dan skema.
Memori semantik adalah pengetahuan terorganisir kita mengenai dunia. Kita akan
melihat empat kategori teori yang menjelaskan bagaimana semua informasi ini dapat
disimpan dalam memori semantik. Teori ini saling mempengaruhi satu sama lain, tetapi
menekankan aspek yang berbeda dari memori semantik. Misalkan Anda sedang berusaha
memutuskan apakah sebuah benda dalam toko bahan makanan adalah buah apel. Model
perbandingan ciri mengusulkan agar Anda memeriksa daftar dari ciri-ciri yang
diperlukan seperti arna, ukuran, dan bentuk untuk menentukan apakah itu apel.
!endekatan prototipe menganjurkan agar anda memutuskan apakah benda itu apel
melalui pembandingannya dengan apel yang diidealkan "idealized apple# yang paling
tipikal dari kategori itu. !endekatan eksemplar menekankan agar anda memutuskan
apakah ia apel melalui pembandingannya dengan sejumlah contoh spesifik apel yang
sangat anda kenal "seperti apel Mc$ntosh, $da %ed, dan &uji#. Ketiga teori ini memberi
perhatian mengenai keanggotaan kategori. 'i pihak lain, model-model jaringan yang
dijelaskan dalam bab ini menekankan interkoneksi di antara item-item terkait(
contohnya, sebuah apel dapat dikaitkan dengan item-item lain seperti merah,
mengandung biji, dan pear. ")ecara sepintas, anda sudah mempunyai latar belakang
tertentu mengenai model jaringan yang paling menonjol, yakni pendekatan pemprosesan
terdistribusi paralel#.
)kema dan skrip berlaku pada kelompok-kelompok pengetahuan yang lebih besar.
)kema adalah jenis pengetahuan yang digeneralisasi mengenai situasi dan peristia. )atu
jenis skema dinamakan skrip "naskah#( skrip menggambarkan rangkaian peristia yang
diperkirakan. *ontohnya, sebagian besar orang mempunyai +skrip restoran, yang
dirumuskan dengan baik, yang menspesifikasi semua peristia yang mungkin terjadi
ketika anda makan malam di restauran. )kema mempengaruhi memori anda selama
empat proses: pemilihan bahan yang ingin kita ingat, penyimpanan makna dari pesan
-erbal, penginterpretasian bahan, dan pembentukan satu representasi terpadu dalam
memori. )kema dapat menyebabkan ketidakakuratan selama tahap-tahap ini, tetapi kita
sering lebih akurat dari yang dikemukakan oleh teori skema.
1
'i baah ini akan dijelaskan sifat pengetahuan umum, memori semantik, skema, dan
teori-teori yang melatar belakanginya.
B!br0ken!! MEMORI SEMANTIK, SKEMA, DAN SCRIPT
1!br0ken!! STRUKTUR MEMORI SEMANTIK
Memori semantik merupakan pengetahuan terorganisir mengenai dunia. .al ini
berbeda dengan memori episodik yaitu memori yang memuat informasi mengenai
peristia-peristia yang terjadi pada kita. /mumnya memori semantik merujuk pada
pengetahuan atau informasi( tidak menyebut bagaimana informasi itu diperoleh.
*ontohnya: +Tegucigalpa adalah ibu kota .onduras,. )edangkan, memori episodik
menekankan kapan, di mana, atau bagaimana peristia itu terjadi. *ontohnya: +!agi ini
saya mengetahui baha Tegucigalpa adalah ibu kota .onduras,.
!ara psikolog menggunakan istilah memori semantik dalam pengertian luas dari
percakapan normal "Moss 0 Tyler, 1223#. *ontohnya, memori semantik mencakup
pengetahuan ensiklopedia "misalnya, +Martin 4uther King, 5r., lahir di Atlanta, 6eorgia#.
$a juga mencakup pengetahuan leksikal atau pengetahuan bahasa "misalnya, +Kata salju
terkait dengan kata hujan,#. )elain itu, memori semantik mencakup pengetahuan
konseptual "misalnya, +Bujur sangkar mempunyai empat sisi,#. )eperti ditunjukkan oleh
para peneliti dalam disiplin itu, memori semantik mempengaruhi sebagian besar dari
kegiatan kognitif kita. *ontohnya, bentuk memori ini diperlukan untuk memecahkan
sebuah masalah, menentukan lokasi, dan membaca kalimat "*hoben, 1227#.
Kategori dan konsep adalah komponen-komponen penting dari memori
semantik. Kategori adalah kelas objek-objek yang masuk bersama-sama. *ontohnya,
beragam objek meakili sebuah kategori perabot tertentu, semua objek ini dapat
dinamakan meja. !sikolog menggunakan istilah konsep untuk merujuk pada representasi
mental dari sebuah kategori. Misalnya, Anda mempunyai konsep +meja,, yang merujuk
pada representasi mental anda dari kategori itu. ")ecara sepintas, dalam bab ini saya
akan mengikuti tradisi dalam psikologi kognitif dalam hal penggunaan huruf miring
untuk nama-nama kata aktual, dan tanda kutipan untuk kategori dan konsep#.
Memori semantik memungkinkan kita mengkodekan objek-objek yang ada
disekitar kita, dengan menggabungkan beragam objek serupa ke dalam konsep yang
sama. !roses pengkodean ini mengurangi ruang penyimpanan, karena banyak objek
dapat disimpan dengan label yang sama. Konsep-konsep juga memungkinkan kita
2
untuk membuat inferensi ketika kita menghadapi contoh-contoh baru dari sebuah
kategori. *ontohnya, seorang anak mungkin mengetahui baha satu anggota dari
kategori +meja, mempunyai atribut +Anda dapat menempatkan benda-benda di atas.,
Ketika dia menemukan meja baru, dia membuat inferensi "biasanya secara tepat# baha
anda dapat menempatkan benda-benda di atas meja ini "8.8. )mith, 1223#. )eperti kita
catat sebelumnya, inferensi-inferensi ini memungkinkan kita untuk bergerak di luar
informasi tertentu itu, yang sangat memperluas pengetahuan kita.
!sikolog biasanya mempelajari dua jenis konsep, yaitu konsep natural merujuk
pada konsep yang terjadi dalam alam, seperti apel, harimau, dan lengan manusia dan
artifak merujuk pada objek yang telah dibentuk oleh manusia seperti meja, jaket, dan
buku. Konsep natural dan artifak disimpan dalam memori semantik.
Terdapat empat pendekatan memori semantik, yaitu model perbandingan ciri,
pendekatan prototip, pendekatan eksemplar, dan model jaringan.
a!br0ken!! Model Perbandingan Ciri
Menurut model perbandingan ciri, konsep-konsep disimpan dalam memori
menurut sebuah daftar ciri-ciri atau karakteristik yang diperlukan. Menurut )mith, dkk
"129:#:
Komponen-komponen structural dari model perbandingan ciri. !ertimbangkan
konsep kucing sejenak. Kita dapat menyusun sebuah daftar ciri yang sering rele-an pada
kucing:
a. Mempunyai bulu
b. Tidak menyukai air
c. Mempunyai empat kaki
d. Berbunyi meong
e. Mempunyai ekor
f. Mengejar tikus
!ada Tahap 1. !ertama, term subjek dan tera predikat bisa menunjukkan
kesamaan rendah dan karena itu orang dengan cepat menjaab +salah, pada pertanyaan
itu. *ontohnya, pernyataan +kucing adalah pensil, mempunyai kesamaan kecil di antara
kedua term sedemikian sehingga anda akan segera menjaab +salah., 'alam situasi
kedua, term subjek dan term predikat bisa menunjukkan kesamaan tinggi, yang
mendatangkan jaaban cepat +benar,. +Kucing adalah binatang, mendatangkan jaaban
segera +benar,. Tetapi juga term subjek dan term predikat menunjukkan kesamaan antara
3
"intermediate#, keputusan memerlukan perbandingan Tahap 7. *ontohnya, anda mungkin
membutuhkan perbandingan Tahap 7 untuk pernyataan seperti +burung adalah mamalia.,
)eperti dapat anda bayangkan, keputusan-keputusan ini membutuhkan aktu yang lebih
lama. !erhatikan demonstrasi berikut ini:
Demon!rai "#$
Te%ni% &eri'i%ai Kalima!
/ntuk masing-masing dari item di baah, jaab secepat mungkin +benar, atau +salah,.
1. Poodle adalah anjing.
7. Tupai adalah binatang
;. Bunga adalah batu
:. <ortel adalah sayuran
3. Mangga adalah buah
=. !etunia adalah pohon
9. %obin adalah burung
>. %utabaga adalah sayuran
)mith, dkk menyatakan baha ciri-ciri yang digunakan dalam model
perbandingan ciri adalah ciri-ciri penentu atau ciri-ciri khas. Ciri()iri *enen!+ adalah
ciri-ciri yang perlu untuk makna dari item. *ontohnya, ciri-ciri penentu dari seekor robin
mencakup baha ia hidup dan mempunyai bulu dan dada merah. Ciri()iri K,a adalah
ciri-ciri yang deskriptif tetapi tidak esensil. *ontohnya, ciri-ciri khas dari seekor robin
mencakup baha ia terbang, bertengger di pohon, tidak diternakkan, dan berukuran
kecil.
Riset mengenai model perbandingan ciri. Teknik -erifikasi kalimat adalah salah
satu alat utama yang digunakan untuk meneliti model perbandingan ciri. 'alam Te%ni%
&eri'i%ai %alima! orang melihat kalimat sederhana, dan mereka harus menggunakan
pengetahuan semantik mereka yang tersimpan untuk menentukan apakah kalimat itu
benar atau salah. 'emonstrasi 9.1 menunjukkan jenis-jenis item yang disajikan dalam
teknik -erifikasi kalimat. /mumnya orang sangat akurat pada tugas ini, sehingga peneliti
tidak perlu membandingkan angka kesalahan di seluruh kondisi eksperimen. Melainkan
mereka mengukur aktu-aktu reaksi. 'ua kondisi eksperimen bisa menghasilkan
aktu-aktu reaksi yang berbeda sebesar sepersepuluh detik.
)atu temuan umum dalam riset yang menggunakan teknik -erifikasi kalimat
adalah efek typicality. 'alam efek typicality, orang mencapai keputusan lebih cepat bila
4
sebuah item adalah anggota tipikal dari sebuah kategori, bukan anggota luar biasa.
*ontohnya, dalam 'emonstrasi 9.1, anda akan memutuskan dengan cepat baha ortel
adalah sayuran, tetapi anda mungkin membutujhkan aktu lama untuk memutuskan
baha rutabaga adalah sayuran. 'alam sebuah studi representatif, Kat? "12>1#
menyajikan kalimat-kalimat typicality tinggi seperti +bumi bundar, dan kalimat-kalimat
rendah seperti +tong bundar,. <aktu reaksi adalah sekitar @,; detik lebih cepat untuk
item tipikal dibanding untuk item atipikal, suatu perbedaan yang signifikan secara
statistik di antara kedua kondisi.
Model perbandingan ciri dapat menjelaskan hasil-hasil ini. *ontohnya, ortel
adalah anggota tipikal dari kategorinya, sehingga ciri-ciri ortel dan sayuran sangat
serupa. Arang-orang cepat menjaab pertanyaan +Apakah ortel merupakan sayuranB,
karena mereka hanya memerlukan pemprosesan Tahap 1 dalam model. Tetapi rutabaga
adalah contoh dari sayuran atipikal. Arang-orang memerlukan jauh lebih lama untuk
menjaab pertanyaan +Apakah rutabaga merupakan sayuranB, karena keputusan itu
memerlukan pemprosesan Tahap 7, dan juga pemprosesan Tahap 1.
%iset mengenai aspek lain dari model perbandingan ciri jelas kontradiksi dengan
model tersebut. )ecara spesifik, sebuah masalah utama dengan perbandingan ciri adalah
baha sangat sedikit dari konsep yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari dapat
ditangkap oleh sebuah daftar ciri-ciri yang perlu ".ahn 0 *hater, 1229#. *ontohya,
)loman dkk "122># meminta sejumlah mahasisa untuk membuat pertimbangkan
mengenai beberapa konsep natural "contohnya, +%obin,# dan artifak "contohnya,
+sekitar,#. 'alam studi ini, mahasisa disuruh untuk menilai apakah mereka dapat
membayangkan satu contoh dari konsep yang tidak mempunyai sebuah karakter tertentu.
'alam kenyataannya, mereka dapat membayangkan seekor %obin yang tidak terbang,
tidak makan, tidak mempunyai bulu, dan tidak mempunyai dada merahC Maka perhatikan
baha mereka tidak yakin baha suatu ciri tertentu mutlak perlu untuk dimiliki seekor
robin( berbeda dengan teori, kategori +%obin, ini tidak benar-benar mempunyai semua
ciri esensil. )loman dkk juga menemukan baha artifak tidak memiliki ciri-ciri penentu
yang esensil.
Kesimpulan mengenai perbandingan ciri. Kita telah melihat baha
perbandingan ciri dapat menjelaskan efek typicality. Tetapi riset tidak mendukung ide
baha keanggotaan kategori didasarkan pada sebuah daftar dari ciri-ciri yang perlu.
5
Masalah lainnya dengan perbandingan ciri adalah asumsinya baha ciri-ciri
indi-idual independen satu sama lain. 'alam kenyataannya, untuk konsep-konsep
natural, ciri-ciri cenderung berkorelasi. *ontohnya, objek-objek yang mempunyai daun
tidak mungkin mempunyai kaki atau bulu. 'i pihak lain, objek-objek yang mempunyai
bulu sangat mungkin mempunyai kaki. Terakhir, perbandingan ciri tidak menjelaskan
bagaimana para anggota kategori terkait satu sama lain "Barselou, 1227#.
b!br0ken!! Pende%a!an Pro!o!i*
Menurut 8leanor %osch, kita mengorganisir masing-masing kategori atas dasar
prototip, yaitu item yang diidealkan yang paling prototip dari kategori ".ampton, 1229a(
%osch, 129;#.
Menurut pendekatan prototip, kita memutuskan apakah sebuah item masuk pada
sebuah kategori dengan membandingkan item itu dengan sebuah prototip. 5ika item
serupa dengan prototip, anda memasukkan item itu dalam kategori tersebut. *ontohnya,
anda menyimpulkan baha robin adalah seekor burung karena ia cocok dengan prototip
ideal anda untuk seekor burung. Tetapi jika item yang sedang anda nilai cukup berbeda
dari prototip, anda menempatkannya dalam kategori lain di mana ia lebih mirip dengan
prototip kategori itu.
!rototip dari sebuah kategori tidak benar-benar perlu ada ".ahn 0 *hater, 1229.
Markman, 1222#. *ontohnya, jika saya meminta anda untuk menggambarkan seekor
hean prototipikal, anda mungkin memberitahu kepada saya mengenai seekor mahluk
berkaki empat dengan bulu, ekor, dan ukuran yang masuk di antara anjing besar dan sapi
Dsesuatu yang tidak percis mirip dengan suatu mahluk di bumi. 5adi prototip adalah
contoh abstrak dan yang diidealkan.
!erhatikan baha pendekatan prototip tidak memberi perhatian pada rincian
yang membuat masing-masing item dalam sebuah kategori unik ".aberlank, 1222#.
*ontohnya, pendekatan ini tidak memberi perhatian pada fakta baha pisang
mempunyai jenis kulit yang berbeda dari jeruk atau nenas. )emua ketiga item adalah
contoh yang sangat baik dari kategori +buah,.
%osch juga menunjukkan baha anggota-anggota dari sebuah kategori berbeda
dalam hal *ro!o!-*i)all- mereka, atau sejauh mana mereka protipikal. %obin dan burung
pipit adalah burung-burung yang sangat tipikal, sementara burung unta dan penguin non
prototip. !ikirkan sebuah prototip, atau anggota yang paling tipikal, untuk sekelompok
6
tertentu mahasisa di kampus anda, barangkali mahasisa dengan jurusan tertentu. 5uga
pikirkan sebuah nonprototip "+maksud anda dia adalah jurusan seniB 'ia tidak tampak
sama sekali seperti ituC,#. )ekarang pikirkan prototip untuk professor, buah, dan
kendaraan( lalu pikirkan non prototip untuk masing-masing kategori. *ontohnya, tomat
adalah buah non prototipikal, dan ele-ator adalah kendaraan non prototipikal.
!endekatan prototip meakili sebuah perspektif yang sangat berbeda dari model
perbandingan ciri yang baru saja kita periksa. Menurut model perbandingan ciri, sebuah
item masuk pada sebuah kategori sepanjang dia memiliki ciri-ciri yang perlu dan cukup
"Markman, 1222#. Karena itu perspektif perbandingan ciri mengemukakan baha
keanggotaan kategori sangat gamblang. *ontohnya, untuk kategori +bujangan,, ciri
penentu adalah pria dan tidak menikah. Tetapi, apakah anda tidak berpikir baha saudara
sepupu anda yang pria tak menikah berusia ;7 tahun merupakan contoh yang lebih baik
dari bujangan dibanding keponakan anda yang berusia 7 tahun atau seorang pastor
Katolik yang sudah tuaB )emua ketiga orang itu memang pria dan tidak menikah, karena
itu model perbandingan ciri akan menyimpulkan baha ketiganya patut dikategorisasi
sebagai bujangan. 'i pihak lain, pendekatan prototip akan mengemukakan baha tidak
semua anggota kategori +bujangan, diciptakan sama. Melainkan, saudara sepupu anda
adalah bujangan yang lebih prototipikal dibanding keponakan anda atau pastor.
8leanor %osch dkk, dan juga peneliti lain, telah melakukan banyak studi
mengenai karakteristik prototip -prototip. %iset mereka menunjukkan baha semua
anggota kategori tidak diciptakan sama ".ampton, 1229b( <hittlesea, 1229#. Melainkan,
sebuah kategori cenderung mempunyai !r+%!+r ber!ing%a! .graded !r+)!+re/, yang
mulai dengan anggota-anggota yang paling representatif atau prototipikal dan terus
melalui anggota-anggota non prototipikal kategori itu. Marilah memeriksa beberapa
karakteristik penting dari prototip-prototip. Kemudian kita akan mengulas komponen
penting lainnya dari pendekatan prototip, yang berfokus pada tingkat-tingkat
kategorisasi.
Karakteristik prototip. !rototip berbeda dari anggota non prototipikal kategori-
kategori dalam beberapa hal. )eperti akan anda lihat, prototip mempunyai status khusus
dan diistimeakan.
; Prototip disuplai sebagai contoh dari sebuah kategori. Beberapa studi telah
menunjukkan baha orang-orang menilai sejumlah item sebagai contoh-contoh
yang lebih baik dari sebuah konsep dibanding sejumlah item lain. 'alam sebuah
7
studi, misalnya, Mer-is, *atlin, dan %osch "129=# melihat beberapa norma
kategori yang telah dikumpulkan. Eorma-norma itu telah dibentuk dengan
meminta orang-orang untuk memberikan contoh dari delapan kategori, seperti
+burung,, +buah,, +olah raga,, dan +senjata,. Mer-is, dkk meminta satu
kelompok lain orang-orang untuk memberi rating prototip untuk masing-masing
dari contoh-contoh ini. )ebuah analisis statistic menunjukkan baha item-item
yang dinilai paling prototipikal ternyata adalah item-item yang sama yang diberi
orang-orang paling sering dalam norma-norma kategori.
; Prototip berfungsi sebagai titik acuan. 'emonstrasi 9.7, yang mengillustrasikan
bagaimana prototip dapat berfungsi sebagai titik acuan. 'emosntrasi ini
didasarkan pada penelitian %osch "1293a#, di mana orang-orang melihat
pasangan-pasangan angka, arna, dan garis. /ntuk pasangan-pasangan angka,
satu anggota dari masing-masing pasangan adalah prototip-yakni, sebuah
perkalian dari 1@ yang mesti rele-an dalam sistem bilangan desimal kita
"contohnya, 1@, 3@, atau 1@@#. Anggota lainnya dari pasangan itu adalah sebuah
angka yang mempunyai ukuran kira-kira sama, tetapi bukan perkalian dari 1@
"contohnya, 11, :>, atau 1@;#. /ntuk pasangan-pasangan arna, satu anggota
adalah prototip "merah, kuning, hijau, dan biru#, dan yang lainnya adalah non
prototip "contohnya, merah keungu-unguan#. /ntuk pasangan-pasangan garis,
satu anggota adalah garis dalam posisi +standar, "tepat hori?ontal, tepat -ertical,
atau diagonal :3
o
#, dan yang lainnya adalah garis dalam posisi yang diputar 1@
@
dari salah satu posisi standar. 'alam masing-masing kasus, %osch ingin
menentukan anggota pasangan mana berfungsi sebagai titik acuan-yakni, stimulus
yang bisa digunakan untuk membandingkan anggota lain.F
.asil-hasil %osch "1293a# menunjukkan baha prototip cenderung berfungsi
sebagai titik acuan. *ontohnya, orang-prang lebih mungkin mengatakan +11 pada
dasarnya adalah 1@,, dari pada +1@ pada dasarnya adalah 11,. !eriksa jaaban
anda dalam 'emonstrasi 9.7. Apakah prototip-prototip, yang merupakan
perkalian dari 1@, terdapat kedua dalam kalimat, seolah-olah mereka adalah
standar yang digunakan untuk membandingkan semua anggota lainB
DEMONSTRASI "#0
Pro!o!i* ebagai !i!i% a)+an
!asangan-pasangan item dicantumkan di baah, diikuti dengan kalimat yang
memuat dua blanko. !ilih satu item untuk mengisi blanko pertama, dan
tempatkan item lain dalam blanko kedua. 6unakan aktu anda, coba item-item
dengan kedua cara, dan pilih cara di mana kalimat tampak paling bermakna.
8
1. "1@.11# GGGGGGGGis essentiallyGGGGGGGGGGG
7. "1@;, 1@@# GGGGGGGGsejenisHis short ofGGGGGGGG
;. ":>, 3@# GGGGGGGGkira-kiraHis roughlyGGGGGGGG
:. "1@@@, 1@@:# GGGGGGis basicallyHpd dsrnyaGGGGGGGGGG
; Prototip dinilai lebih cepat setelah priming (penyiapan). E'e% %e!eli!ian berarti
baha orang-orang merespon lebih cepat pada sebuah item jika item itu didahului
oleh satu item serupa. *ontohnya, anda akan membuat penilaian mengenai apel
lebih cepat jika anda baru saja telah melihat kata buah dibanding jika anda telah
baru saja melihat kata jerapah.
%iset menunjukkan baha ketelitian mempermudah respon pada prototip lebih
dari ia mempermudah respon pada non prototip. *ontohnya, bayangkan anda
sedang berpartisipasi dalam studi mengenai ketelitian. Tugas anda adalah menilai
pasangan-pasangan yang mempunyai arna serupa dan untuk menjaab apakah
mereka sama atau tidak. !ada beberapa kesempatan, nama arna ditunjukkan
kepada anda sebelum anda harus menilai pasangan arna-arna( ini adalah
percobaan-percobaan yang dipersiapkan "primed trial#. !ada kesempatan lain,
tidak ada nama arna diberikan kepada anda sebagai +peringatan,( ini adalah
percobaan-percobaan yang tidak dipersiapkan. %osch "1293b# mencoba setup
priming ini untuk kedua arna prototip "misalnya, arna merah yang baik dan
cemerlang# dan arna nonprototip "misalnya, merah buram#.
.asil-hasil %osch menunjukkan baha priming sangat membantu bila orang-
orang membuat penilaian mengenai arna prototipikal( mereka merespon lebih
cepat setelah percobaan-percobaan yang dipersiapkan dibanding setelah
percobaan-percobaan yang tidak dipersiapkan. Tetapi, priming sebenarnya
menghambat penilaian untuk arna-arna nontrototipikal, bahkan setelah dua
minggu latihan. 'engan kata lain, jika anda melihat kata merah, anda berharap
untuk melihat arna-arna merah yang sesungguhnya dan menyala. )ebaliknya,
jika anda melihat arna-arna merah yang gelap buram, priming tidak memberi
keuntungan.
; Prototip-prototip berbagi atribut-atribut bersama dalam sebuah kategori
kemiripan keluarga. Kemiri*an %el+arga berarti baha tidak ada atribut tunggal
sama-sama dimiliki oleh semua contoh dari sebuah konsep( tetapi masing-masing
contoh mempunyai setidaknya satu atribut yang dimiliki bersama dengan contoh
lain dari konsep itu ".ampton, 1229b( <ithlesea, 1229#. )eperti ditunjukkan oleh
filsuf <ittgenstein "123;#, sejumlah konsep sulit digambarkan dari segi ciri-ciri
penentu spesifik. *ontohnya, pertimbangkanlah konsep +permainan, "game#.
9
!ikirkanlah mengenai permainan yang anda kenal. Apa atribut tunggal yang
sama-sama mereka miliki semuaBB agaimana Monopoli serupa dengan bola -oliB
Anda mungkin merespon baha dua-duanya melibatkan kompetisi, tetapi lalu
bagaimana mengenai permainan anak-anak +Ring !round the Rosie,B )ejumlah
permainan memerlukan keahlian, tetapi yang lainnya bergantung pada nasib baik.
!erhatikan bagaimana masing-masing permainan sama-sama mempunyai
beberapa atribut dengan permainan lain, namun tidak ada atribut tunggal yang
sama-sama dimiliki oleh semua permainan.
%osch dan Mer-ie "1293# membahas peran prototip-prototip dalam kemiripan
keluarga. )ecara spesifik, mereka membahas apakah item-item yang dinilai
orang-orang sebagai paling prototipikal akan mempunyai jumlah atribut terbesar
yang dimiliki bersama anggota lain dari kategori itu. !ertama, mereka meminta
sekelompok orang untuk memberi rating-rating prototip untuk kata-kata dalam
beberapa kategori. Tabel 9.1 menunjukkan tiga dari kategori-kategori ini. /ntuk
kategori +kendaraan,, perhatikan baha mobil dinilai sebagai yang paling
prototipikal, sementara kereta luncur mempunyai rating prototip rendah.
Kemudian %osch dan Mer-is meminta satu kelompok baru orang-orang untuk
mencantumkan atribut-atribut yang dimiliki oleh masing-masing item. )ebagai
contoh, para partisipan diberitahu baha untuk kata anjing mereka akan
mencantumkan atribut-atribut seperti mempunyai empat kaki, menggonggong,
berbulu, dan sebagainya. Terakhir, dari informasi ini, para peneliti mengkalkulasi
sebuah angka yang menunjukkan berapa bagian dari atribut-atribut sebuah item
juga dimiliki oleh anggota lain dari kategori yang sama. "obil menerima skor
tinggi( seperti sebagian besar item lain pada daftar +kendaraan,, ia mempunyai
roda, bergerak hori?ontal, dan menggunakan bahan bakar. 'i pihak lain, kereta
luncur menerima skor rendah.
%osch dan Mer-is menemukan korelasi signifikan antara kedua ukuran-rating
prototip dan skor atribut-atribut yang dimiliki bersama. 'engan kata lain, sebuah item
yang sangat prototipikal, seperti +mobil,Dbiasanya mempunyai banyak atribut yang
dimiliki bersama dengan anggota kategori lain. 'i pihak lain, sebuah item yang tidak
prototipikalDseperti +kereta luncur,Dmempunyai hanya sedikit atribut yang dimiliki
bersama anggota kategori lain. 4ihat apakah hubungan ini juga berlaku untuk konsep-
konsep berikut: +!rofesi,, +film petualangan,, dan makanan ringan,.
)ebagian besar peneliti dalam memori semantik sependapat baha kategori
alami cenderung mempunyai struktur yang didasarkan pada kemiripan keluarga. Artinya,
para anggota dari sebuah kategori biasanya mempunyai sifat-sifat yang sama dengan
10
anggota lain dari sebuah kategori. Tetapi, tidak ada satu sifat yang berfungsi sebagai
kriteria yang perlu dan cukup untuk keanggotaan dalam kategori.
#ingkat-tingkat kategorisasi. )ebuah objek bisa masuk pada banyak kategori
yang berbeda-beda dan terkait. )ejumlah tingkat kategori dinamakan %a!egori !ing%a!
+*erordina!, yang berarti mereka adalah kategori tingkat lebih tinggi atau lebih umum.
+!erabot,, +binatang,, dan +alat, semuanya adalah contoh dari tingkat kategori
superordinat. Ka!egori !ing%a! daar cukup spesifik. +Kursi,, +anjing,, dan +obeng,
adalah contoh-contoh dari kategori tingkat dasar. Terakhir, %a!egori !ing%a! +bordina!
merujuk pada kategori tingkat lebih rendah dan lebih spesifik. +Kursi meja,, +anjing
collie,, dan +obeng !hillips, adalah contoh dari kategori subordinate.
Kategori tingkat dasar mempunyai status khusus "Biederman dkk, 1222( %osch
dkk, 129=#. /mumnya mereka lebih berguna dibanding kategori tingkat superordinat dan
kategori tingkat subordinat. Kategori tingkat dasar sangat informatif dan berguna untuk
komunikasi dalam kelompok-kelompok sosial.
; $ama-nama tingkat dasar digunakan untuk mengidentifikasi objek. %osch dkk
"129=# meminta orang-orang untuk melihat gambar-gambar dan
mengidentifikasi objek-objek( mereka menemukan baha orang-orang lebih
suka menggunakan nama-nama tingkat dasar. Tampaknya nama tingkat dasar
memberi informasi yang cukup tanpa terlalu dirinci. !eneliti lainnya telah
menunjukkan baha efek ini sebagianDtetapi tidak sepenuhnyaDdisebabkan
oleh preferensi kita untuk kata-kata yang singkat dan berfrekuensi tinggi. 4ebih
lanjut, orang menghasilkan nama-nama tingkat dasar lebih cepat dibanding
nama-nama superordinat atau subordinate. 'engan kata lain, tingkat dasar
memang mempunyai status khusus dan diistimeakan.
; !nggota-anggota kategori tingkat dasar mempunyai atribut-atribut bersama.
%osch, dkk "129=# menemukan baha orang-orang mencantumkan sejumlah
besar atribut yang dimiliki bersama oleh para anggota dari sebuah kategori
tingkat dasar. *ontohnya, untuk kategori tingkat dasar +obeng,, seseorang
mungkin mencantumkan atribut-atribut seperti mempunyai tonjolan logam,
mempunyai gagang berpunggung, dan panjangnya sekitar : sampai 1@ inci. 'i
pihak lain, orang-orang mencantumkan sangat sedikit atribut yang dimiliki
bersama oleh para anggota dari sebuah kategori tingkat superordinat, seperti,
+alat,. 4antas seberapa banyak atribut dapat anda suplay yang akan benar untuk
semua alat yang dapat anda sebutB %osch, dkk juga menemukan baha orang-
orang tidak menyediakan lebih banyak atribut untuk item-item tingkat
11
subordinat dibanding untuk item-item tingkat dasar. 4agi-lagi, ini masuk akal.
/ntuk kategori tingkat subordinat +obeng !hillips,, kita tidak dapat
menambahkan banyak atribut pada daftar yang kita bentuk untuk +obeng,.
Temuan-temuan serupa dilaporkan oleh T-ersky dan .emenay "12>:#.
; $ama-nama tingkat dasar menghasilkan efek priming. !ara anggota dari
kategori tingkat dasar yang sama memiliki bentuk umum yang sama.
*ontohnya, para anggota dari kategori +kursi, tampak kira-kira sama. Karena
itu kita akan berharap baha bila orang-orang mendengar kata kursi, mereka
akan membentuk satu citra mental yang akan mirip dengan sebagian besar kursi.
*itra mental rele-an karena %osch, dkk "129=# ingin melihat apakah priming
dengan nama-nama tingkat dasar akan membantu. 'alam sebuah -ariasi dari
teknik priming, eksperimenter memberi nama objek, dan para partisipan
memutuskan apakah dua gambar yang menyusul sama seperti satu sama lain.
*ontohnya, anda mungkin mendengar kata apel dan melihat gambar-gambar
dari dua apel yang identik. Agaknya priming efektif karena presentasi kata itu
memungkinkan anda untuk membuat citra mental dari kata ini, yang membantu
ketika anda membuat keputusan yang belakangan.
Bagaimanapun, hasil-hasil menunjukkan baha priming dengan nama-nama
tingkat dasar membantuDpartisipan membuat penilaian-penilaian yang lebih
cepat jika mereka melihat istilah tingkat dasar seperti apel sebelum menilai
apel-apel itu. Tetapi, priming dengan nama-nama superordinat "seperti buah)
tidak membantu. Tampaknya, ketika anda mendengar kata buah, anda
menciptakan sebuah representasi agak umum dari buah, bukan representasi yang
cukup spesifik untuk menyiapkan anda untuk menilai apel-apel. Ketika anda
ingin memperingatkan orang-orang baha sesuatu sedang terjadi, peringatan
mereka dengan istilah tingkat tinggiDteriakkan +KebakaranC, bukannya istilah
superordinat, +BahayaC,
; #ingkat Kategorisasi yang berbeda-beda mengaktifkan bagian yang berbeda-
beda dari otak. %iset $euro-science dengan menggunakan !8T )chan telah
memeriksa apakah istilah-istilah tingkat dasar, superordinat dan subordinat
diproses di bagian yang berbeda-beda dari otak. Kosslyn, Alpert dan Thompson
"1223# menyajikan gambar dari sebuah item, disertai dengan sebuah kata
bahasa $nggris. 'alam beberapa kasus, kata itu adalah istilah tingkat dasar
"misalnya, doll). 'alam kasus lainnya, kata itu adalah istilah superordinat
"misalnya, toy) atau istilah subordinat "misalnya, rag doll). 'alam masing-
masing kasus, para partisipan disuruh untuk menilai apakah kata itu cocok
dengan gambar yang disajikan. )ementara itu, sebuah !8T )can merekam
kegiatan otak. Kemudian para peneliti dapat membandingkan !8T scan untuk
12
istilah-istilah tingkat dasar dengan !8T scan untuk dua jenis istilah lainnya.
!erbandingan ini akan memungkinkan para peneliti untuk melihat bagian-
bagian tambahan mana dari otak diaktifkan ketika orang-orang membuat jenis-
jenis kategorisasi yang lebih canggih, di luar tingkat dasar.
.asilnya menunjukan baha istilah-istilah superordinat lebih mungkin
dibanding istilah-istilah tingkat dasar untuk mengaktifkan sebagian dari
prefrontal corteI. Bagian corteI ini memproses bahasa dan memori assossiatif,
sehingga penemuan logis. /ntuk menjaab apakah gambar doll "boneka#
memenuhi syarat sebagai toys "mainan anak-anak#, anda harus memeriksa
memori anda mengenai keanggotaan kategori. 'i pihak lain, istilah-istilah
subordinate lebih mungkin dari pada istilah-istilah tingkat dasar untuk
mengaktifkan bidang-bidang otak yang dilibatkan ketika kita menggeser
perhatian -isual.
; !ara pakar menggunakan kategori subordinate secara berbeda-beda. )ejauh ini
kita telah melihat baha orang-orang menggunakan nama-nama tingkat dasar
untuk mengidentifikasi objek-objek, baha para anggota dari kategori tingkat
dasar sama-sama memiliki atribut yang sama, dan baha nama-nama tingkat
dasar menghasilkan efek priming. Kita juga telah melihat baha nama-nama
tingkat dasar kurang mungkin dibanding nama-nama lain untuk memperoleh
pengaktifan bagian-bagian tambahan dari corteI. Tetapi sejauh ini kita hanya
mempertimbangkan kinerja orang-orang baru, orang-orang yang tidak
mempunyai keahlian dalam topik yang sedang dipelajari. %iset menunjukkan
baha kategori tingkat dasar memang bisa mempunyai status khusus jika anda
bukan ahli dalam suatu bidang. Tetapi jika anda memang mempunyai keahlian,
kategori yang lebih terspesialisasi mungkin juga mempunyai status
+diistimeakan,.
Marilah mempertimbangkan riset oleh Kathy 5ohnson dan *arolyn Mer-is
"1229#, yang mempelajari indi-idu-indi-idu dengan tingkat keahlian yang berbeda-beda
dalam pengidentifikasian burung penyanyi. 'ari rangkaian studi-studi mereka, marilah
secara khusus mengulas riset mengenai pemproduksian nama-nama untuk burung-burung
ini. 5ohnson dan Mer-is menempatkan 17 ahli tingkat lanjutan mengenai burungDyang
telah menyebabkan banyak perjalanan lapangan pengamatan burungDdan juga delapan
pakar tingkat menengah "intermediate#. )elain itu, mereka mempelajari 17 mahasisa
undergraduate yang merupakan orang baru berkenaan dengan nama-nama burung.
Kepada masing-masing partisipan ditunjukkan serangkaian foto berarna burung-
burung, dan juga item-item yang tidak rele-an seperti buah dan ikan.
13
Arang-orang baru secara seragam menyediakan istilah tingkat dasar burung,
seperti yang kita perkirakan. Ahli tingkat menengah jarang memberi istilah tingkat dasar.
Melainkan, mereka memberi istilah tingkat subordinat "seperti burung pengicau pada
33J dari percobaan dan istilah sub-subordinat "seperti burung pengicau berparuh
kuning) pada ;: dari percobaan. !akar tingkat lanjutan jarang menghasilkan istilah
tingkat dasar atau istilah tingkat subordinate. Melainkan, !ada >9J dari percobaan
mereka memberi istilah sub-subordinat.
Kesimpulan mengenai pendekatan prototif. Keuntungan dari pendekatan
prototif adalah baha ia dapat menjelaskan kemampuan kita untuk membentuk konsep-
konsep untuk kelompok-kelompok yang terstruktur secara longgar. *ontohnya, kita
dapat menciptakan sebuah konsep untuk stimuli yang hanya berbagi satu kemiripan
keluarga pada satu sama lain, seperti permainan. )eperti ditunjukkan oleh Barsalou
"1227b#, model-model prototif bekerja sangat baik bila para anggota dari kategori tidak
mempunyai satu karakteristik bersama-sama.
!endekatan prototif juga menjelaskan bagaimana kita dapat mereduksi semua
informasi mengenai beragam stimuli ke satu abstraksi yang diidealkan. Kita tidak perlu
mempertahankan sejumlah besar informasi mengenai sejumlah besar anggota kategori.
Tetapi realitasnya adalah baha kita memang sering menyimpan informasi
spesifik mengenai contoh-contoh indi-idual dari sebuah kategori ini. Karena itu model
ideal dari memori semantik perlu mencakup satu mekanisme untuk penyimpanan
informasi spesifik ini, dan juga prototif-prototif abstrak. Model prototif ideal juga harus
mengakui baha konsep-konsep dapat tidak stabil dan -ariabel.
Kekurangan dalam pendekatan prototif adalah baha ia menunjukkan baha
kategori-kategori mempunyai batas-batas kabur. Tetapi, sebagian besar orang sangat
yakin baha sejumlah kategori memang mempunyai batas-batas gamblang, bukan batas-
batas kabur "Komatsu, 122:#. *ontohnya, kita merasakan dengan kuat baha
!omeranian adalah anjing dan mesti dikategorisasi dengan anjing herder, bukan dengan
kucing !ersia berbulu lebat yang secara fisik mirip dengan mereka.
/ntuk menjelaskan kompleksitas dari konsep-konsep yang kita simpan dalam
memori semantik, sebuah teori ideal harus menjelaskan bagaimana kita kadang
menyimpan informasi spesifik mengenai anggota kategori spesifik. Teori ini juga harus
menjelaskan bagaimana konsep-konsep dapat diubah oleh factor-faktor spesifik keahlian
14
dan konteks. 4ebih lanjut, teori ideal ini harus menjelaskan intuisi kita baha kategori
kadang tampak ditentukan oleh batas-batas yang gamblang. Teori prototif dengan jelas
mempertimbangkan sejumlah fenomena seperti kemiripan keluarga.
c!br0ken!! Pende%a!an E%em*lar .The Exemplar Approach/
!endekatan ini menyatakan baha kita pertama-tama mempelajari beberapa
contoh spesifik dari sebuah konsep( kemudian kita menggolongkan masing-masing
stimulus baru dengan memutuskan seberapa dekat ia mirip dengan contoh-contoh
spesifik tersebut. Masing-masing dari contoh yang disimpan dalam memori dinamakan
e%em*lar.
%tudi representatif mengenai pendekatan eksemplar. 'emonstrasi 9.;, yang
didasarkan pada penelitian 8-an .eit dan 4aurence Barselou "122=#. !ara peneliti ini
ingin menentukan apakah pendekatan eksemplar dapat menjelaskan struktur dari
beberapa kategori superordinat, seperti kategori +binatang,. Mereka meminta mahasisa
undergraduate untuk memberi contoh pertama yang muncul ke otak untuk masing-
masing dari ketujuh kategori tingkat dasar dalam Bagian A dari 'emonstrasi 9.;.
kemudian kelompok undergraduate kedua menilai tipikalitas dari masing-masing
contoh tersebut, berkenaan dengan kategori superordinat +binatang,. Kelompok kedua
itu juga menilai ketujuh kategori tingkat dasar.
Demon!rai "#1
E%em*lar dan Ti*i%ali!a
A# /ntuk bagian pertama dari demonstrasi, ambil selembar kertas dan tuliskan angka 1
sampai 9 dalam sebuah kolom. Kemudian, di samping angka yang tepat, tuliskan contoh
pertama yang muncul ke pikiran untuk masing-masing dari kategori berikut:
1. Amfibi
7. burung "unggas#
;. $kan
:. )erangga
3. Mamalia
=. Mikroorganisme
9. %eptil
2# /ntuk Bagian kedua dari demonstrasi, lihat pada masing-masing item yang anda
lihat pada lembar kertas. Eilai seberapa tipikal masing-masing item untuk kategori
+binatang,. 6unakan skala di mana 1 K tidak tipikal sama sekali, dan 1@ K sangat tipikal.
15
*ontohnya, jika anda menulis barracuda pada daftar, berikan sebuah angka antara 1 dan
1@ untuk menunjukkan sejauh mana barracuda tipikal dari seekor binatang.
C# /ntuk bagian terakhir dari demonstrasi ini, nilai masing-masing dari ketujuh
kategori dalam Bagian A, dari segi seberapa tipikal masing-masing kategori untuk
kategori superordinat +binatang,. 6unakan skala rating yang sama seperti dalam Bagian
B.
!endekatan prototip menunjukan baha kategori-kategori kita hanya
mempertimbangkan item-item yang paling tipikal. 5ika usulan ini benar, maka kita dapat
lupa mengenai item-item yang kurang tipikal, dan kategori-kategori kita tidak akan
berubah secara dasar. 'alam bagian lain dari penelitian mereka, .eit dan Barselaou
"122=# berusaha menghilangkan eksemplar yang kurang tipikal dari persamaan. Korelasi
antara tipikalitas yang diprediksi dan tipikalitas actual menurun secara signifikan.
Temuan ini mempunyai sejumlah implikasi menarik. Misalkan kepada anda diajukan
pertanyaan seperti +seberapa tipikal seekor serangga, berkenaan dengan kategori
LbinatangMB, /ntuk membuat penilaian itu, anda tidak hanya memperhitungkan serangga
yang sangat prototipikal-barangkali kombinasi dari seekor lebah dan seekor lalat.
Melainkan, anda juga mencakup sejumlah informasi mengenai ulat, belalang, dan
mungkin bahkan lebah 5epang.
"embandingkan Pendekatan &ksemplar dengan Pendekatan lain. !endekatan
eksemplar mirip dengan pendekatan prototip dalam satu hal penting: /ntuk membuat
keputusan mengenai keanggotaan kategori, kita membandingkan kejadian baru yang
baru-baru ini sedang kita pertimbangkan terhadap representasi tersimpan tertentu dari
kategori itu "Marman, 1222#. 5ika kesamaan cukup kuat, kita menyimpulkan baha item
baru ini memang tidak masuk pada kategori tersebut. Tetapi, pendekatan prototip
mengatakan baha representasi tersimpan ini adalah anggota tipikal dari kategori
tersebut. 'i pihak lain, pendekatan eksemplar mengatakan baha representasi tersimpan
adalah campuran dari banyak anggota spesifik kategori tersebut.
!endekatan eksemplar menghindari satu masalah penting yang terkait dengan
pendekatan perbandingan ciri-baha orang-orang biasanya tidak dapat menciptakan
sebuah daftar dari ciri-ciri yang perlu dan memadai untuk sebuah kategori. !endekatan
eksemplar mengusulkan baha kita tidak memerlukan suatu daftar ciri, karena semua
informasi yang perlu tersimpan dalam eksemplar-eksemplar spesifik.
16
Menurut pendekatan eksemplar, orang-orang tidak perlu melakukan suatu jenis
proses abstraksi. !endekatan eksemplar mengemukakan baha penciptaan daftar
karakteristik atau penciptaan orang ideal akan memaksa anda untuk membuang data
spesifik yang berguna mengenai kasus-kasus indi-idual.
)ebagaimana yang mungkin anda bayangkan pendekatan eksemplar mungkin
lebih cocok ketika mempertimbangkan sebuah kategori yang mempunyai relatif sedikit
anggota. *ontohnya, pendekatan eksemplar mungkin beroperasi untuk kategori +buah
tropis,, kalau anda tidak kebetulan hidup di kaasan tropis dunia. 'i pihak lain,
pendekatan prototip bisa lebih cocok ketika mempertimbangkan kategori yang
mempunyai banyak anggota. *ontohnya, sebuah prototip bisa merupakan pendekatan
yang paling efisien untuk sebuah kategori besar seperti +buah, atau +binatang,.
!rah 'aru (alam Pendekatan &ksemplar. Ahli !sikologi sosial telah mulai
menerapkan pendekatan eksemplar untuk pembentukan stereotip. *ontohnya, )herman
"122=# menunjukkan baha kita tidak menyimpan representasi abstrak kelompok
tertentu, seperti kategori +profesor .itam,. Melainkan, kita menyimpan eksemplar dari
anggota-anggota kelompok, dan kita mendapatkan kembali "retrie)e# semua atau
beberapa dari eksemplar tersebut ketika kita berpikir mengenai kategori itu.
Kemungkinan lainnya adalah baha ada perbedaan-perbedaan indi-idual yang
cukup besar dalam cara orang-orang mengkategorisasi item-item. Barangkali sejumlah
orang menyimpan informasi mengenai eksemplar tertentu, terutama untuk kategori-
kategori di mana mereka mempunyai keahlian. Arang lain mungkin membentuk
kategori-kategori yang tidak mencakup informasi mengenai eksemplar spesifik. Arang-
orang ini mungkin membentuk kategori-kategori yang didasarkan pada prototip yang
lebih umum.
'alam kenyataannya pendekatan prototip dan pendekatan eksemplar bisa
berdampingan, sehingga kita tidak harus memilih satu teori dan menolak yang lainnya.
Eyatanya, satu kemungkinan adalah baha otak menggunakan pengolahan prototip dan
pengolahan eksemplar, tetapi masing-masing ditangani oleh bagian otak yang berbeda.
)ecara spesifik, bagian otak kiri bisa menyimpan prototip dan bagian otak kanan
menyimpan eksemplar. 4ebih lanjut, berbagai jenis kategori mungkin memerlukan
strategi yang berbeda-beda untuk pembentukan kategori ")mith dkk, 122>#. Arang-orang
dalam kenyataannya bisa menggunakan suatu kombinasi dari strategi prototip dan
17
strategi eksemplar ketika mereka membentuk kategori dalam kehidupan sehari-hari
"%oss 0 Martin, 1222#.
d!br0ken!! Model 3aringan .Network Models/
Model perbandingan ciri, pendekatan prototip, dan pendekatan eksemplar
semuanya menekankan apakah sebuah item masuk ke dalam sebuah kategori. .al ini
berbeda dengan teori jaringan yang kurang memperhatikan kategorisasi tetapi lebih
memperhatikan interkoneksi di antara item-item yang terkait.
)ejak 12>3, para ilmuan kognitif di !rinceton /ni-ersity telah membentuk
sekumpulan jaringan, yang didasarkan pada hubungan-hubungan di antara kata-kata
dalam bahasa $nggris "Miller, 1222#. )ejak 1222, jaringan ini yang dinamakan *ord$et
telah memasukkan 177.@@@ bentuk kata. 5aringan besar ini telah dibayangkan oleh
model-model jaringan yang paling aal, dan desain dasar dari *ord$et mempunyai
implikasi untuk semua model jaringan.
Buku ini akan membahas model jaringan yang dikembangkan oleh *ollins dan
4oftus "1293#, serta teori A*T dari Anderson "12>;, 122@#. !endekatan ini
mengemukakan baha proses-proses kognitif dapat dipahami dari segi jaringan-jaringan
yang menghubungkan unit-unit yang menyerupai neuron "Masson, 1223#.
"odel +aringan ,ollins dan -oftus. *ollins dan 4oftus "1293# mengembangkan
sebuah teori dimana makna ditunjukkan oleh jaringan-jaringan hipotetis. Model
3aringan Collin dan Lo'!+ menyatakan agar memori semantik diorganisir dari segi
struktur menyerupai jaringan, dengan banyak interkoneksi( ketika kita memanggil
informasi, akti-asi menyebar ke konsep-konsep terkait.
'alam model ini, masing-masing konsep dapat ditunjukkan sebagai sebuah
node .im*+l/, atau lokasi dalam jaringan. Masing-masing lin% .ma!a ran!ai/
menghubungkan satu node tertentu dengan node konsep lainnya. Kumpulan node dan
link membentuk satu jaringan.
Con!o, dari Seb+a, S!r+%!+r 3aringan Un!+% Kone* 4A*el5, e*er!i dalam model
6aringan Collin dan Lo'!+#
Misalkan anda mendengar kalimat +Mc$ntos adalah buah., Model ini mengusulkan
baha akti-asi akan menyebar dari +Mc$ntos, dan +Buah, ke node +apel,. !encarian
memori mencatat perpotongan kedua pola akti-asi ini. Akibatnya, kalimat +Mc$ntos
adalah buah, patut mendapatkan jaaban +Na,. Tetapi, misalkan anda mendengar
18
kalimat +apel adalah mamalia,. Akti-asi menyebar dari +apel, dan +mamalia,, tetapi
tidak ada perpotongan dapat ditemukan. Kalimat ini patut mendapatkan jaaban
+tidak,.
*ollins dan 4oftus "1293# juga mengusulkan baha link yang sering digunakan
mempunyai kekuasaan lebih besar. Akibatnya, akti-asi melakukan perjalanan lebih cepat
di antara node-node. Karena itu mudah untuk menjelaskan efek tipikalitas, di mana
orang-orang mencapai keputusan lebih cepat bila sebuah item adalah anggota tipikal dari
sebuah kategori. )ecara spesifik link antara +sayuran, dan +ortel, lebih kuat dibanding
link antara +sayuran+ dan +rutabaga,. Konsep akti-asi penyebaran adalah konsep yang
sangat kuat. 'alam kenyataannya, -ariasi--ariasi konsep ini telah diterapkan pada
bidang-bidang psikologi kognitif, di luar memori semantik "Eeath, 122>#. Tetapi, model
*ollins dan 4oftus telah digantikan oleh teori-teori yang lebih kompleks yang berusaha
menjelaskan aspek-aspek lebih luas dari pengetahuan umum. 'ua teori yang telah
menggantikan model *ollins dan 4oftus adalah teori A*T dari Anderson dan pendekatan
pemprosesan terdistribusi parallel.
Teori ACT dari Anderson. 5ohn Anderson dari *arnegie /ni-ersitas Mellon
telah membentuk serangkaian model jaringan, yang dia namakan A*T. A*T, singkatan
dari +adapti)e control of though, "control pemikiran adaptif#, berusaha menjelaskan
semua kognisi. Model-model yang telah kita pertimbangkan sejauh ini mempunyai satu
tujuan terbatas: /ntuk menjelaskan bagaimana kita mengorganisir konsep-konsep
kognitif kita. 'i pihak lain, A*T dan desain -ariasinya untuk menjelaskan memori,
pembelajaran, kognisi ruang, bahasa, penalaran, dan pengambilan keputusan.
Model A*T juga menekankan baha proses-proses kognitif kompleks kita
dapat dijelaskan melalui akumulasi sederhana dan pemantapan banyak unit kecil
pengetahuan. Ketika kita mempelajari konsep baru atau memecahkan sebuah masalah
yang menantang, kita tidak membuat lompatan-lompatan besar pemahaman. Kita juga
tidak mereorganisasi atau mengubah bidang-bidang besar pengetahuan. )ebagaimana
Anderson menjelaskan perspektifnya, +keseluruhan tidak lebih banyak dari jumlah
bagian-bagiannya, tetapi ia mempunyai banyak bagian, "Anderson, 122=#. 5elas, teori
yang berusaha menjelaskan semua dari kognisi sangat kompleks. Anderson membuat
pembedaan dasar di antara pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural.
Penge!a,+an de%lara!i' adalah pengetahuan mengenai fakta-fakta dan hal-hal "dengan
kata lain, esensi dari bab sekarang#. 'i pihak lain, *enge!a,+an *roed+ral adalah
19
pengetahuan mengenai bagaimana melakukan tindakan "Anderson 0 4ebiere, 122>#. *iri
penting ketiga dari teori Anderson adalah memori %er6a, yang merupakan bagian aktif
dari sistem memori deklaratif. Anderson mengemukakan baha memori kerja
mempunyai kapasitas terbatas "Anderson, dkk, 122=#.
A*T digunakan untuk melihat bagaimana pengetahuan deklaratif, pengetahuan
prosedural, dan memori kerja bisa berkolaborasi pada sebuah tugas kognitif tipikal
"Black, 12>:#. Misalkan anda sedang berusaha menyetel aktu pada jam digital baru
anda, dengan menggunakan brosur petunjuk. !ertama, anda mengakti-asi tujuan dari
keinginan menyetel jam( karena itu tujuan tersebut berada dalam memori kerja. Tujuan
penyetelan jam akan mengakti-asi prosedur seperti +jika tujuan adalah menyetel jam,
maka lihat brosur petunjuk,. Melihat pada brosur petunjuk akan mengakti-asi prosedur
pemprosesan bahan -erbal dan gambar-gambar dalam brosur. Kemudian anda memahami
bahan, sehingga isi brosur disimpan dalam jaringan deklaratif. 5aringan deklaratif
memuat satu kumpulkan proposisi yang saling berhubungan "misalnya, +jam mempunyai
tiga tombol,#, citra -isual "contohnya, +tombol tanggal ada di kiri,#, dan informasi
mengenai urutan peristia "contoh, +stel tanggal pertama-tama, kemudian jam, kemudian
menit, kemudian detik,#.
)ekarang kita akan berfokus pada pengetahuan deklaratif, yang bertanggung
jaab untuk memori semantik. Anderson mendesain sebuah model yang didasarkan pada
unit-unit makna yang lebih besar. Menurut Anderson "l2>3, 1223#, makna dari sebuah
kalimat dapat ditunjukkan oleh jaringan proposisional, atau pola proposisi-proposisi
yang saling berhubungan.
!roposisi adalah unit pengetahuan terkecil yang dapat dinilai benar atau salah.
*ontohnya, frase kucing putih tidak memenuhi syarat sebagai proposisi karena kita
tidak dapat mengetahui apakah ia benar atau salah tanpa kita mengetahui sesuatu lebih
banyak mengenai kucing putih. Model itu mengusulkan baha masing-masing dari
ketiga pernyataan berikut adalah proposisi:
1. )usan memberi seekor kucing kepada Maria.
7. Kucing itu putih
;. Maria adalah ketua club
Ketiga proposisi ini dapat tampak tersendiri, tetapi mereka juga dapat digabung ke dalam
sebuah kalimat, sebagai berikut:
20
)usan memberi seekor kucing putih kepada Maria yang merupakan ketua club.
3aringan *ro*oiional -ang men+n6+%%an %alima! 4S+an memberi ee%or %+)ing
*+!i, %e*ada Maria, -ang mer+*a%an %e!+a )l+b#5
Menunjukkan bagaimana kalimat ini dapat diakili oleh sebuah jaringan proposisional.
)eperti dapat kita lihat, masing-masing dari ketiga proposisi dalam kalimat diakili oleh
satu node, dan link diakili oleh tanda panah. !erhatikan juga baha jaringan
proposisional meakili hubungan-hubungan penting dalam ketiga proposisi, tetapi tidak
susunan kata-kata persis. !roposisi-proposisi abstrak( tidak meakili satu kumpulan
tertentu.
kemudian Anderson mengemukakan baha masing-masing dari konsep-konsep dalam
proposisi dapat juga diakili oleh sebuah jaringan. 6ambar 9.: menggambarkan hanya
sebagian kecil dari representasi kata kucing dalam memori. *obalah membayangkan
akan tampak seperti apa jaringan proposisional dalam gambar 9.; jika masing-masing
dari konsep dalam jaringan akan diganti dengan sebuah jaringan yang diperluas yang
menunjukkan kekayaan makna-makna yang telah anda peroleh. 5elas, jaringan-jaringan
ini perlu dikomplikasi untuk meakili secara akurat sejumlah hubungan yang kita punya
untuk masing-masing item dalam memori semantik "Miller, 1222#.
Pem*roean !erdi!rib+i *arallel
/ntuk masing-masing dari kedua tugas di baah, baca kumpulkan petunjuk "isyarat#,
dan kemudian tebak secepat mungkin hal apa yang sedang digambarkan.
#ugas !
1!br0ken!! $tu adalah jeruk.
2!br0ken!! $a tumbuh di baah tanah.
3!br0ken!! $a adalah sayuran.
4!br0ken!! Kelinci secara karakteristik menyerupai item ini.
#ugas '
1!br0ken!! Eamanya mulai dengan huruf p.
2!br0ken!! $a menempati halaman gudang ternak
3!br0ken!! $a biasanya berarna kuning
4!br0ken!! $a berbunyi +oing-oing,
21

)ebelum anda membaca lebih 'emonstrasi 9.:, yang menggambarkan beberapa
ciri dari pendekatan !'!. *obalah Masing-masing dari isyarat dalam Tugas A dari
'emonstrasi 9.: barangkali mengingatkan anda mengenai beberapa calon yang mungkin.
Mungkin kita memikirkan jaaban yang benar setelah beberapa isyarat, sekalipun uraian
tidak lengkap. Tetapi perhatikan baha anda tidak melakukan pemeriksaan lengkap
terhadap semua objek jeruk sebelum memulai pemeriksaan kedua terhadap semua objek
di baah tanah, kemudian semua sayuran, kemudian semua item yang didukung kelinci.
'engan kata lain, anda tidak melakukan *en)arian erial untuk ortel, dengan
memproses masing-masing atribut pada satu aktu. )edangkan kita menggunakan
*en)arian *arallel, untuk semua atribut secara serentak. Kata parallel direfleksikan
dalam nama pemprosesan terdistribusi parallel. 'i pihak lain, pendekatan !'!
mengemukakan baha banyak proses kognitif terjadi secara parallel.
Memori kita juga dapat menangani dengan cukup baik, sekali pun salah satu
dari isyarat tidak benar ")hanks, 1229#. *ontohnya, dalam Tugas B anda memeriksa
mahluk yang tinggal di halaman gudang ternak yang menghasilkan "bunyi# oing-oing
yang namanya mulai dengan p. Kata pig "babi# muncul, terlepas dari isyarat yang
menyesatkan mengenai arna kuning. )ama halnya, jika seseorang menggambarkan
teman sekelas dari )aratoga )prins yang merupakan pria tinggi dalam kursus
perkembangan anak anda, anda dapat mengidentifikasi sisa yang tepat, sekalipun dia
dari !oughkeepsie.
5ames Mc*lelland adalah salah satu dari pengembang utama pendekatan !'!.
Mc*lelland "12>1# menggambarkan bagaimana pengetahuan kita mengenai sekelompok
orang bisa disimpan melalui hubungan-hubungan yang mengaitkan orang-orang ini
dengan karakteristik pribadi mereka. *ontohnya menggambarkan anggota dari dua
komplotan penjahat kelas teri, 5ets dan )harks. Kita akan menggunakan satu contoh
yang lebih sederhana dan agaknya lebih terbiasa yang mencirikan lima mahasisa. Tabel
9.7 mencantumkan para mahasisa ini, bersama dengan jurusan mereka, jumlah tahun di
perguruan tinggi, dan orientasi politik mereka. 6ambar 9.3 menunjukkan bagaimana
informasi ini dapat ditunjukkan dalam bentuk jaringan. !erhatikan baha gambar
meakili hanya sebagian dari jumlah orang-orang yang mungkin dikenal seorang
mahasisa dan juga sebagian dari karakteristik yang terkait dengan masing-masing
orang. *obalah membayangkan seberapa besar lembar kertas yang akan anda butuhkan
22
untuk menunjukkan semua orang yang anda kenal, bersama dengan semua karakteristik
yang anda anggap rele-an. Menurut pendekatan !'!, karakteristik masing-masing
indi-idual dihubungkan dalam jaringan yang saling berhubungan. 5ika hubungan-
hubungan di antara karakteristik-karakteristik ditentukan dengan baik melalui praktek
ekstensif, maka satu isyarat yang tepat memungkinkan anda untuk menempatkan
karakteristik dari satu orang tertentu "Mc*lelland, 1223( Mc*lelland, %umelhar, dan
.inton, 12>=( %umelhart dkk, 12>=#.
Bayangkan baha anda ingin menempatkan karakteristik %oberto, yang
merupakan satu-satunya %oberto dalam sistem itu. 5ika anda meng-enter sistem dengan
nama %oberto, anda dapat menemukan baha dia adalah jurusan psikologi, senior, dan
liberal secara politik. Tetapi, seperti kita catat sebelumnya, beberapa isyarat lebih efektif
dibanding yang lain. 5ika anda meng-enter sistem dengan karakteristik jurusan psikologi,
pencarian anda kabur, karena anda akan menempatkan dua namaDMarti dan %oberto.
)atu keuntungan dari model !'! adalah baha itu memungkinkan kita untuk
menjelaskan bagaimana memori manusia dapat membantu kita ketika sejumlah
informasi hilang. )ecara spesifik, orang-orang dapat Membuat generaliai *on!an,
dengan menarik inferensi mengenai informasi umum yang tidak pernah mereka pelajari
pertama-tama "Mc*lelland, 1223#.
Model !'! mengemukakan baha kita tidak hanya me-retrie-e sebuah memori
dalam cara yang sama di mana kita mungkin me-retrie-e buku dari perpustakaan.
Melainkan, kita merekonstruksi sebuah memori, dan memori itu kadang mencakup
informasi yang tidak tepat "Mc*lelland, 1222#.
6eneralisasi spontan memungkinkan kita untuk membuat inferensi mengenai
sebuah kategori "contohnya, kategori +mahasisa teknik,#. Model-model !'! juga
memungkinkan kita untuk mengisi informasi yang hilang mengenai orang tertentu atau
objek tertentu dengan membuat tebakan terbaik( kita dapat membuat *en+n6+%an
de'a+l! berdasarkan informasi dari orang-orang atau objek-objek serupa. *ontohnya,
misalkan anda bertemu dengan *hristina, yang kebetulan mahasisa teknik. )eseorang
bertanya mengenai pilihan-pilihan politik *hristina, tetapi anda tidak pernah membahas
politik dengan dia. !ertanyaan ini akan mengakti-asi informasi mengenai kecenderungan
politik insinyur lain. Berdasarkan penunjukan default, anda akan menjaab baha dia
barangkali konser-atif.
23
Tetapi perhatikan baha generalisasi spontan dan penunjukan default dapat
menghasilkan kesalahan. *ontohnya, *hristina mungkin benar-benar ketua dari cabang
)osialis 'emokratik Amerika di /ni-ersitas anda.
)ejauh ini, ulasan kita mengenai pemprosesan terdistribusi paralel telah konkrit
dan gamblang. 'alam kenyataannya, teori itu sangat kompleks, canggih, dan abstrak.
Karakteristik terpenting dari pendekatan !'! mencakup:
1!br0ken!! !roses-proses kognitif didasarkan pada operasi parallel, bukan
operasi serial. Karena itu, banyak pola akti-asi mungkin berlangsung secara
simultan.
2!br0ken!! !engetahuan disimpan dalam assosiasi hubungan-hubungan di antara
unit-unit dasar. !erhatikan baha pandangan ini sangat berbeda dari ide akal
sehat baha semua informasi yang anda ketahui mengenai orang atau objek
tertentu tersimpan dalam satu lokasi spesifik dalam otak. 'alam kenyataannya,
istilah pemprosesan terdistribusi menunjukkan baha pengetahuan terdistribusi
di banyak lokasi ")hanks, 1229#.
3!br0ken!! )ebuah jaringan memuat unit-unit atau node-node dasar menyerupai
neuron, yang dihubungkan "connected# bersama-sama sehingga satu unit tertentu
mempunyai banyak link pada unit lain "karena itu nama alterlatif untuk teori
koneksionisme). !ara teoritisi !'! mengemukakan baha semua proses kognitif
dapat dijelaskan melalui akti-asi jaringan-jaringan ini "Markman, 1222#.
4!br0ken!! .ubungan di antara unit-unit menyerupai neuron menentukan seberapa
banyak akti-asi yang dapat dileatkan oleh satu unit pada unit lainnya
"Mc*lelland, 1222#.
5!br0ken!! Ketika sebuah unit mencapai tingkat akti-asi kritis, ia bisa
mempengaruhi unit lain, dengan merangsangnya "jika bobot hubungan positif#
atau dengan menghalanginya "jika bobot hubungan negatif#. !erhatikan baha
desain ini mirip dengan perangsangan dan penghalangan neuron dalam otak
manusia "Markman, 1222#. )etiap peristia baru mengubah kekuatan hubungan-
hubungan di antara unit-unit yang rele-an dengan menyesuaikan bobot
hubungan. Akibatnya, anda mungkin merespon secara berbeda saat berikutnya
anda mengalami peristia yang serupa. *ontohnya, alaupun anda telah
membaca mengenai pendekatan !'!, anda telah mengubah kekuatan hubungan-
hubungan di antara pendekatan nama !'! dan istilah-istilah seperti dapat
ditangani isi dan generalisasi spontan. <aktu berikutnya anda menemukan
istilah pendekatan !'!, semua istilah terkait ini kemungkinan diakti-asi.
5aringan neural didesain secara spesifik untuk +belajar dari pengalaman, ".ahn
dan *hater, 1229#.
24
6!br0ken!! Kadang kita mempunyai memori parsial untuk sejumlah informasi,
bukan memori lengkap dan sempurna. Kemampuan otak untuk memberi memori
parsial dinamakan grateful degradation "degradasi lunak# "Baddle, 1229#.
!ara teoritisi mengemukakan baha pendekatan !'! bekerja lebih baik untuk
beberapa jenis tugas kognitif dibanding untuk yang lainnya. )ebagaimana yang mungkin
anda perkirakan, pemprosesan terdistribusi paralel bekerja lebih baik untuk tugas-tugas
untuk beberapa proses yang beroperasi pada aktu yang sama, seperti dalam pengakuan
"rekognisi# pola, kategorisasi, dan pencarian memori. Tetapi, tugas-tugas kognitif lainnya
menuntut pemprosesan serial. !enggunaan bahasa, pemecahan masalah, dan penalaran
tugas-tugas kognitif.
!endekatan !'! ini mencakup pengenalan objek, pembelajaran objek dan
memori untuk posisi serial. !endekatan !'! juga telah digunakan untuk menjelaskan
gangguan kognitif, seperti masalah pembacaan yang dialami oleh orang-orang pengidap
dysleIia ")eidenberg, 122;#, kesulitan kognitif yang ditemukan pada orang-orang
pengidap schi?ophrenia "*ohen 0 )er-an-)chreiber, 1227#, dan defisit memori yang
terkait dengan penyakit Al?heimer "Tippett dkk, 1223#.
!ara peneliti yakin baha pendekatan !'! bekerja cukup baik untuk tugas-
tugas memori tertentu, seperti perolehan dari memori sebuah item untuk mana kita
mempunyai hanya informasi parsial. Tetapi, model-model !'! mungkin bukan cara yang
paling tepat untuk menunjukkan informasi leksikal. )elain itu, model-model ini belum
dapat memberi penjelasan yang memuaskan untuk memori episode tunggal kita.
!endekatan !'! juga mengalami kesulitan menjelaskan pelupaan cepat informasi yang
dipelajari dengan sangat baik yang terjadi ketika kita mempelajari informasi tambahan.
Model ini juga tidak dapat menjelaskan kemampuan kita untuk mengingat bahan lebih
aal ketika ia telah digantikan oleh bahan yang lebih belakangan.
2!br0ken!! SKEMA DAN SKRIP
)ejauh ini pembahasan kita mengenai pengetahuan umum telah berfokus pada
kata, konsep, dan kadang kalimat. Tetapi, proses kognitif kita juga menangani unit-unit
pengetahuan yang jauh lebih besar. *ontohnya, pengetahuan kita mencakup informasi
mengenai situasi biasa, peristia, dan +paket, lain dari hal-hal yang kita ketahui.
!engetahuan yang digeneralisasi mengenai situasi atau peristia ini dinamakan %ema#
*ontohnya, anda mempunyai skema untuk interior dari sebuah store hardare. $a mesti
25
mempunyai kunci $nggris, kaleng cat, pipa, dan bola lampu-tetapi bukan buku psikologi,
-ideo tape opera, atau nuke ulang tahun.
Teori-teori skema terutama membantu ketika psikolog berusaha menjelaskan
bagaimana orang-orang memproses situasi dan peristia kompleks. Marilah pertama-
tama mempertimbangkan informasi latar belakang mengenai skema dan satu titik terkait
yang dinamakan script. Kita akan mempertimbanagkan beberapa bidang penting
penelitian.
0#$ La!ar 2ela%ang S%ema dan S)ri*!
Teori skema mengemukakan baha orang-orang mengkodekan, dalam memori
mereka, informasi +generik, mengenai suatu situasi. Kemudian mereka menggunakan
informasi ini untuk memahami dan mengingat contoh-contoh baru dari skema. )ecara
spesifik, skema memandu pengenalan dan pemahaman kita mengenai contoh-contoh
baru dengan memberi harapan atau perkiraan mengenai apa yang akan terjadi. Karena
itu skema mengekploitasi pemprosesan dari atas ke baah "top-don#, sebuah prinsip
proses-proses kognitif yang ditekankan dalam Tema 3. )kema juga memungkinkan kita
untuk memprediksi apa yang akan terjadi dalam suatu situasi baru. 'alam sebagian
besar, prediksi-prediksi ini akan benar. )kema adalah ,e+ri!i) atau aturan umum yang
biasanya akurat.
)kema kadang dapat menyesatkan kita, dan membuat kita salah. Tetapi
kesalahan-kesalahan ini biasanya masuk akal dalam kerangka skema itu. Konsisten
dengan Tema 7, proses-proses kognitif kita umumnya akurat, dan kesalahan-kesalahan
kita biasanya rasional.
Konsep skema telah mempunyai sejarah panjang dalam psikologi. *ontohnya,
karya !iaget dalam 127@-an meneliti skema-skema pada bayi, dan Bartlett "12;7#
menguji memori untuk skema pada orang deasa. )kema tidak popular selama era
beha-ioris, karena menekankan proses-proses kognitif yang tidak terlihat. Tetapi, pakar
psikologi kognitif telah melakukan banyak studi mengenai topik ini, sehingga skema
adalah istilah standar dalam psikologi kognitif kontemporer "Breer, 1222#.
)atu jenis umum skema adalah script. )cript adalah rangkaian sederhana dan
terstruktur dengan baik dari peristia-peristia yang terkait dengan satu kegiatan yang
sangat dikenal "Anderson 0 *onay, 122;( )hank dan Abelson, 1223#. $stilah-istilah
skema dan script sering digunakan secara saling bertukar. Tetapi, script sesungguhnya
26
adalah istilah yang lebih sempit, dengan merujuk pada serangkaian peristia yang terjadi
selama satu periode aktu.
!ertimbangkan satu script tipikal, yang menggambarkan rangkaian standar
peristia-peristia yang mungkin diperkirakan seorang konsumen dalam sebuah
restaurant "Abelson, 12>1( )chank dan Abelson, 1299#. +)cript restaurant, mencakup
peristia-peristia seperti duduk, melihat menu, memakan makanan, dan membayar
rekening. Kita juga dapat mempunyai script untuk pengunjungan ruang praktek dokter
gigi, untuk bagaimana sebuah pertemuan dean harus dilakukan dan bahkan untuk
peristia-peristia yang tidak mempunyai hasil yang kita harapkan. Banyak dari
pendidikan aal kita terdiri dari pembelajaran scripts yang diharapkan untuk kita ikuti
dalam kultur kita ")chank 0 Abelson, 1223#.
)ekarang marilah mempertimbangkan beberapa riset yang telah dilakukan
mengenai script. Kita akan mulai dengan melihat bagaimana dua factor mempengaruhi
pengingatan script. Kemudian kita akan bergerak dari kategori spesifik script ke kategori
lebih umum skema-skema. Terutama, kita akan menjajaki bagaimana skema beroperasi
dalam memori selama proses pemilihan, abstraksi, interpretasi, dan integrasi. Tetapi
sebelum anda membaca lebih lanjut, cobalah 'emonstrasi 9.3 kita akan membahas
implikasinya sejenak.
Si'a! )ri*!
)etelah melakukan ini, dia menemukan artikel. Kemudian dia berjalan melalui
pintu dan mengambil sebuah permen dari sakunya. Berikutnya, dia mendapatkan
sejumlah perubahan dan melihat orang yang dia kenal. Kemudian 5oe menemukan
sebuah mesin dia menyadari baha dia telah mengalami sakit kepala ringan. )etelah dia
menjajarkan yang asli, 5oe memasukkan koin dan mendorong tombol. Kemudian, 5oe
telah meng-copy potongan kertas itu.
)ekarang kembalilah ke daftar istilah-istilah baru untuk bab 9. 4ihat pada
kolom pertama istilah-istilah dan tuliskan definisi untuk sebanyak mungkin dari istilah-
istilah ini yang anda ketahui, dengan menghabiskan sekitar lima menit pada tugas itu.
Kemudian lihat pada paragraph yang berlabel :instruksi lebih lanjut untuk 'emonstrasi
9.3,, yang tampak di bagian baah dari 'emonstrasi 9.=

0#0 7a%!or('a%!or -ang Ter%ai! dengan Penginga!an S)ri*!
27
Kita mencatat baha satu kategori skema adalah script. Karakteristik penting
dari script adalah baha script menggambarkan suatu rangkaian peristia. Akibatnya
setiap script mempunyai satu urutan tipikal dan linier. %iset yang dilakukan mengenai
script memperlihatkan baha kita mengingat sebuah script secara lebih akurat jika script
telah diidentifikasi sebelumnya. %iset juga memperlihatkan baha orang-orang
umumnya gagal mengapresiasi kesamaan di antara scripts terkait.
.dentifikasi script. Trafimo dan <yer "122;# menemukan baha kita dapat
mengingat unsur-unsur dalam sebuah script secara jauh lebih akurat jika script itu
diidentifikasi secara jelas pada permulaan sebuah uraian. !ara peneliti ini
mengembangkan empat script, yang masing-masing menggambarkan satu rangkaian
biasa tindakan-tindakan: Meng-copy selembar kertas, menguangkan sebuah cek,
membuat teh, dan menaiki kendaraan subay. Beberapa rincian yang tidak rele-an pada
script "seperti mengambil sebuah permen dari saku# juga ditambahkan. 'alam beberapa
kasus, peristia pengidentifikasian script disajikan pertama. 'alam kasus lainnya,
peristia pengidentifikasian script disajikan belakangan, seperti dalam kalimat mengenai
peng-copy-an potongan kertas dalam 'emonstrasi 9.3.
)etelah membaca semua keempat uraian, para partisipan diberi tugas pengisian
lima menit, yang mensyaratkan pengingatan nama-nama dari negara-negara bagian A)
dan ibu kotanya. Kemudian mereka diminta untuk mengingat peristia-peristia dari
keempat uraian asli. .asil-hasil untuk paragraph yang memuat enam peristia yang
terkait dengan script "seperti dalam demonstrasi n9.3# menunjukkan baha partisipan
mengingat 7;J dari peristia-peristia tersebut ketika peristia pengidentifikasian
script telah disajikan pertama-tama. 'i pihak lain, mereka mengingat hanya 1@J ketika
peristia pengidentifikasian script telah disajikan terakhir. )eperti mungkin anda
perkirakan, peristia dalam satu rangkaian jauh lebih mudah diingat jika anda dapat
mengapresiasiDdari permulaan sekaliDbaha peristia-peristia ini semuanya adalah
bagian dari sebuah script standar. 'engan jenis informasi latar belakang ini, masing-
masing peristia dalam rangkaian logis.
"engapresiasi Kesamaan %cripts #erkait. )cript adalah abstraksi, prototip dari
serangkaian peristia yang sama-sama mempunyai satu kesamaan pokok. Apakah orang-
orang dalam mengapresiasi satu tingkat abstraksi yang bahkan lebih canggihB Artinya,
apakah mereka dapat melihat kemiripan di antara dua jenis script yang mempunyai jenis-
jenis motif dan hasil yang serupaB
28
*olleen )eifert dkk "12>=# memeriksa episode-episode yang serupa secara
tematis. *ontohnya, satu episode terjadi dalam situasi akademik. $tu berkenaan dengan
'r. !opoff, yang mengetahui baha mahasisanya Mike tidak senang dengan fasilitas
riset. Ketika 'r. !opoff mengetahui baha Mike telah diterima pada sebuah uni-ersitas
saingan, dia cepat menaarkan kepada Mike peralatan riset yang sangat banyak. Tetapi,
pada saat itu, Mike telah memutuskan untuk beralih. 8pisode kedua terjadi dalam situasi
romantis. !hil dan sekretarisnya jatuh cinta, tetapi !hil terus menunda untuk meminta dia
menikah. )ementara itu, sekretaris itu jatuh cinta dengan seorang akuntan. Ketika !hiol
mengetahui itu, dia meminangnya. Tetapi, pada saat itu, dia dan akuntan tersebut sudah
sedang membuat rencana bulan madu. !erhatikan baha kedua bagian cerita ini
mempunyai tema yang sangat mirip.
)eifert dkk menggunakan teknik priming yang digambarkan sebelumnya dalam
bab ini. Mereka ingin menemukan apakah para partisipan akan mengenali sebuah
kalimat ujian secara lebih cepat jika kalimat itu telah didahului dengan kalimat priming
dari cerita yang serupa secara tematis. 5ika partisipan mempunyai aktu reaksi yang
lebih cepat setelah stimulus priming, maka kita dapat menyimpulkan baha mereka
menganggap stimulus priming dan stimulus ujian terkait secara konseptual.
Tetapi, hasil-hasil dari studi menunjukkan baha aktu respon untuk sebuah
kalimat ujian dipermudah oleh kalimat priming hanya jika partisipan telah didesak untuk
memberi perhatian pada tema-tema berkurang dalam cerita yang sedang mereka baca.
Kalau tidak, orang-orang tidak tampak membuat hubungan di antara kedua cerita.
Tampaknya orang-orang tidak secara spontan mendeteksi kesamaan abstrak dalam
scripts. 'alam bab 1@, kita juga akan melihat baha orang-orang tidak secara spontan
mendeteksi kesamaan-kesamaan abstrak di antara soal-soal matematika.
)ekarang setelah kita sudah memeriksa jenis skema yang dikenal sebagai script,
marilah berpaling pada kategori skema-skema yang lebih umum dan meneliti bagaimana
mereka beroperasi dalam beberapa tahap memori ".alba 0 .asher 12>;, $ntraub dkk,
122>#. )eperti akan anda lihat skema-skema penting selama kelima komponen memori
ini:
1. )elama pemilihan bahan yang akan diingat(
7. 'alam perluasan batas "ketika anda menyimpan suatu adegan dalam memori#(
;. )elama abstraksi "ketika anda menyimpan makna, tetapi tidak rincian spesifik dari
bahan
:. )elama interpretasi "ketika anda membuat inferensi mengenai bahan#( dan
29
3. )elama integrasi "ketika anda membentuk satu representasi memori dari bahan#.
0#1 S%ema dan Sele%i Memori
%iset mengenai skema dan pemilihan memori telah menghasilkan temuan-
temuan kontradiktif. Kadang orang mengingat bahan paling baik bila konsisten dengan
sebuah skema( kadang mereka mengingat bahan paling baik bila tidak konsisten dengan
skema. Marilah pertama-tama mempertimbanagkan satu studi klasik yang mendukung
memori yang konsisten dengan skema.
"emori yang ditingkatkan untuk 'ahan yang Konsisten dengan %kema.
*obalah 'emonstrasi 9.= ketika anda mempunyai kesempatan. 'emonstrasi ini
didasarkan pada sebuah studi oleh Breer dan Treyens "12>1#. !ara penulis ini meminta
partisipan dalam studi mereka untuk menunggu, satu pada satu aktu, di ruang yang
digambarkan dalam demonstrasi. )etiap kali, eksperimen menjelaskan baha ini adalah
kantornya, dan dia perlu memeriksa laboratorium untuk melihat apakah partisipan
sebelumnya telah menyelesaikan eksperimen. )etelah ;3 detik, eksperimenter meminta
partisipan untuk pindah ke ruang sebelah. 'i sini, setiap orang diberi test mengejutkan:
ingat segala sesuatu dalam ruangan di mana anda telah menunggu.
.asilnya menunjukkan baha orang-orang sangat mungkin mengingat objek-
objek yang konsisten dengan +skema kantor,Dhampir setiap orang mengingat meja,
kursi di dekat meja, dan dinding. Tetapi hanya sedikit yang mengingat botol anggur dan
teko kopi, dan hanya satu mengingat keranjang picnic. $tem-item ini tidak konsisten
dengan skema kantor. )elain itu, sejumlah orang +mengingat+ item-item yang tidak ada
di ruangan tersebut( contohnya, sembilan mengatakan mereka mengingat buku-buku,
alaupun tidak ada yang telah terlihat. !ensuplaian item-item yang konsisten dengan
skema ini merupakan kesalahan rekonstruksi yang menarik.
S%ema dan Memori
)etelah membaca instruksi-instruksi ini, tutup mereka dan sisa teks dalam
demonstrasi ini sehingga hanya gambar yang terlihat. )ajikan gambar kepada seorang
teman, dengan instruksi,, lihat gambar kantor psikolog ini sejenak., )etengah menit
kemudian tutup buku dan tanya teman anda untuk mencantumkan segala sesuatu yang
ada dalam ruangan itu.
30
'alam kasus studi Breer dan Treyen, orang-orang mengingat informasi yang
konsisten dengan: skema kantor,, tetapi perhatikan baha orang-orang tidak menyadari
baha mereka akan diminta untuk mengingat item,-item itu( dengan kata lain, tugas
tersebut melibatkan *embela6aran %ebe!+lan# Kondisi pembelajaran kebetulan bisa
mendorong kita untuk lebih sembarangan "casual# mengenai pemprosesan objek-objek
yang kita lihat. Akibatnya, kita mungkin mengingat objek-objek secara lebih akurat
ketika mereka cocok dengan perkiraan-perkiraan kita.
"emori yang ditingkatkan untuk 'ahan /ang #idak Konsisten 'engan )kema.
)eperti yang mungkin anda bayangkan, kita kadang menunjukkan ingatan yang lebih
baik untuk bahan yang melanggar perkiraan kita. Arang-orang terutama mungkin
mengingat bahan yang tidak konsisten dengan skema bila bahan itu semarak, dan bila ia
mengganggu skema yang sedang berlangsung. *ontohnya, 'a-idson "122:# menyuruh
partisipan untuk membaca beragam cerita, dengan menggambarkan skema-skema
terkenal seperti +pergi ke bioskop., .asil-hasil menunjukkan baha orang-orang
terutama mungkin mengingat peristia yang menginterupsi cerita yang normal dan
diperkirakan. *ontohnya, satu cerita menggambarkan anita bernama )arah, yang pergi
ke bioskop. !ara partisipan sangat mungkin mengingat sebuah kalimat yang tidak
konsisten dengan skema, seperti +seorang anak berlari-lari di dalam bioskop dan
membenturkan kepala ke )arah., 'i pihak lain, mereka kurang mungkin mengingat
kalimat yang konsisten dengan skema, seperti +penjaga pintu menyobek karcis setengah
dan memberi kepada mereka potongan karcis,. )ecara sepintas, sebelum anda membaca
lebih lanjut, cobalah demonstrasi 9.9 dan 9.>.
Memori Un!+% Ob6e%
4ihat objek di baah dengan sangat hati-hati. Kemudian lihat halaman 791, prOcis di
atas empat persegi, di mana anda akan menemukan instruksi lebih lanjut untuk
demonstrasi ini.
Memori Kon!r+%!i'
%ojahn dan !ettigre "1227# melakukan sebuah meta-analisis terhadap riset
mengenai memori dan skema. )ebagian besar studi yang dicakup dalam meta-analisis
tampak memerlukan *embela6aran enga6a in!en!ional learning/, yakni situasi di mana
orang-orang menyadari baha mereka akan diminta untuk mengingat item-item itu.
Ketika memori dinilai dari segi ingatanDdalam studi 'a-idsonDorang-orang
31
kemungkinan mengingat bahan yang tidak konsisten dengan skema secara lebih baik
dibanding bahan yang konsisten dengan skema. Ketika memori dinilai dari segi
pengakuan dan hasil-hasil telah dikoreksi untuk penebakan, bahan yang tidak konsisten
dengan skema masih didukung. Tetapi, ketika memori dinilai dari segi pengenalan dan
hasil-hasil telah tidak dikoreksi untuk penebakan, bahan yang konsisten dengan skema
didukung. 'engan kata lain, jika anda tidak dapat mengingat apakah anda telah melihat
sebuah kalimat pada sebuah tes pengenalan mengenai skema film, anda lebih mungkin
menebak baha anda melihat kalimat mengenai penjaga pintu menyobek tiket dari pada
kalimat yang melanggar skema, seperti contoh kita mengenai anak yang bertubrukan
dengan anita itu.
Kenapa kita mesti sering mengingat bahan yang tidak konsisten dengan skema
sedemikian akuratB )atu penjelasan yang masuk akal adalah baha kita sangat mungkin
mengingat bahan yang menarik perhatian dan memerlukan lebih banyak usaha untuk
memprosesnya. 'engan pemprosesan mendalam dan yang membutuhkan usaha, kita
akan mengingat bahan luar biasa itu.
%tatus %ekarang (ari %kema dan Pemilihan "emori. $ronisnya, kita tidak dapat
menentukan suatu skema yang jelas untuk riset mengenai topik penting iniC Agaknya kita
tampak mengingat bahan yang konsisten dengan skema secara lebih akurat jika tugas
menggunakan pembelajaran insidentil atau jika memori dinilai melalui pengenalanD
tanpa koreksi untuk penebakan. Tetapi dalam sebagian besar kasus pembelajaran sengaja,
bahan yang tidak konsisten dengan skema tampak lebih mudah diingat.
0#8 S%ema dan Perl+aan 2a!a
)ekarang luangkan sejenak untuk memeriksa objek-objek yang anda gambar
untuk 'emonstrasi 9.9, dan bandingkan sketsa anda dengan foto asli. Apakah sketsa
anda mencakup pinggir baah dari tutup tong sampahDyang tidak ada dalam foto asliB
Apakah sketsa anda menunjukkan lebih banyak latar belakang yang mengitari masing-
masing tong sampah, termasuk bagian atas dari pagar piketB 5ika demikian, anda telah
menunjukkan perluasan batas. Perl+aan 2a!a merujuk pada kecenderungan untuk
mengingat telah melihat sebagian besar dari sebuah pemandangan dibanding yang
sesungguhnya ditunjukkan. Kita mempunyai skema untuk pemandangan yang
digambarkan dalam 'emonstrasi 9.9, yang akan kita namakan +pemandangan area
sampah halaman >., !erhatikan baha topik-topik lain dalam diskusi skema-skema ini
32
-erbal( tetapi dalam perluasan batas bahan -isual. )kema-skema kita masih membantu
kita mengisi bahan yang hilang selama tugas memori.
&enomena perluasan batas telah dikaji oleh .elene $ntraub dkk. *ontohnya,
$ntraub dan Berkoits "122=# menunjukkan kepada mahasisa serangkaian slide
seperti foto pemandangan sampah dalam 'emonstrasi 9.9. Masing-masing slide
ditunjukkan secara singkat, selama 13 detik atau kurang. )egera setelah itu, mereka
disuruh untuk menggambar dari foto orsinil. !ara partisipan secara konsisten
menghasilkan sebuah sketsa yang memperluas batas-batas di luar pemandangan yang
disajikan dalam foto asli. Akibatnya mereka menunjukkan lebih banyak dari latar
belakang yang mengitari gambar sentral, dan mereka juga menggambarkan sebuah
gambar lengkap, bukan gambar parsial.
Menurut $ntraub dkk "122>#, kita memahami sebuah foto dengan mengakti-asi
skema perceptual. )kema ini menonjolkan sebuah gambar sentral lengkap dalam foto,
dan juga mencakup representasi mental dari informasi -isual yang prOcis di luar batas-
batas foto. $ntraub dkk mengemukakan baha kita juga menggunakan skema-skema
perceptual ketika kita melihat pada pemandangan-pemandangan dunia nyata. *ontohnya,
lihat dari buku anda sekarang dan pertahankan kepala anda diam secara sempurna.
%etina anda mendaftar sebuah panorama yang agak besar dari stimulus-stimulus -isual.
)ekarang tutup mata anda dan cobalah mengingat pemandangan tepat yang anda lihat.
!roses-proses kognitif anda barangkali menggambarkan gambar-gambar sentral lengkap,
bukan gambar-gambar parsial. )elain itu, proses kognitif anda barangkali memperluas
pemandangan bahkan lebih jauh untuk mencakup bahan yang sebenarnya tidak anda
lihat.
!erhatikan bagaimana skema beroperasi dalam perluasan batas-batas.
Berdasarkan perkiraan-perkiraan kita, kita menciptakan skema Pskema perceptual yang
meluas di luar pinggir foto dan di luar lingkup retina kita. )ecara sepintas, fenomena
perluasan batas mempunyai implikasi penting untuk kesaksian saksi mata, sebuah topik
yang dibahas dalam bab :. )aksi mata mungkin mengingat telah melihat bagian-bagian
ajah dari seorang tersangka yang sebenarnya tidak terlihat pada pemandangan
kejahatan itu "&oley 0 &oley, 122>#.
0#9 S%ema dan Ab!ra%i Memori
33
Abstraksi merupakan proses memori yang menyimpan arti sebuah pesan tanpa
menyimpan kata-kata pasti dan struktur tata bahasa. )ebagai contoh, anda bisa
mengingat banyak informasi tentang konsep kemirippan keluarga tanpa mengingat satu
kalimat dalam bentuk aslinya. !ada bab :, kita melihat baha orang kadang memiliki
ingatan terhadap kata demi kata atau memori -erbatim. )ebagai contoh, seorang actor
professional mampu menceritakan secara tepat setiap kata dari karya )hakespeare.
Kebanyakan memori -erbatim kita jauh dari spektakuler beberapa menit setelah
penerimaan dihadirkan ")ach, 12=9#. Bagaimanapun kita cenderung mengingat intisari
dari pemahaman general dengan tingkat akurasi yang impresif. Mari kita pertimbangkan
dua pendekatan terhadap abstraksi yaitu pendekatan konstruktif dan pendekatan
pragmatis.
1!br0ken!! Pende%a!an Kon!r+%!i'
Bransford dan &ranks meminta pada partisipan dalam penelitiannya untuk
mendengarkan kalimat-kalimat dari beberapa cerita yang berbeda, lalu mereka diberikan
test pengenalan yang didalamnya dimasukkan kalimat-kalimat baru, banyak diantaranya
merupakan kombinasi kalimat-kalimat sebelumnya meskipun begitu mereka yakin
baha mereka telah melihat kalimat-kalimat itu sebelumnya, kesalahan seperti ini
disebut false alarm. 'alam penelitian mengenai memori, false alarm terjadi ketika orang
mengingat sesuatu yang tidak secara original hadir.
!enelitian Bransford dan &ranks menunjukan baha false alarm kemungkinan
besar untuk kalimat kompleks yang konsisten dengan skema asli. )ebagai contoh +!ohon
tinggi di halaman depan menaungi orang yang sedang merokok dengan pipa
cangklongnya, sebagai pembanding fals alarm kecil kemungkinannya untuk kalimat
sederhana seperti +Kucing itu ketakutan, lagipula mereka tidak membuat false alarm
untuk kalimat yang merusak makna dari kalimat sebelumnya P sebagai contoh, +kucing
yang ketakutan yang memecahkan jendela beranda memanjat pohon,. !enelitian ini
akhir-akhir ini dilakukan ulang oleh .olmes dan rekan-rekannya "122>#.
!ada percobaan pertamanya para peserta +mengingat, kalimat-kalimat yang
sebenarnya merupakan kombinsi dari kalimat yang asli. 0alse alarm lebih
memungkinkan untuk kalimat yang lebih kompleks. !enelitian ini juga menanyakan pada
para partisipan untuk mengukur sejauh mana kepercayaan diri yang mereka dapat
sebenarnya ketika mendengar setiap kalimat tersebut. !ara partisipan pada dasarnya lebih
percaya diri terhadap kalimat yang kompleks dibandingkan dengan kalimat yang asli.
34
.olmes dan peneliti lainnya juga mengulang penelitian mereka dengan satu
perbedaan penting. 'alam susunan standar, para partisipan menjaab pertanyaan yang
berhubungan dengan ilmu semantic seperti yang telah anda lakukan pada percobaan 9.>.
bagaimanapun dalam penelitian berikutnya para partisipan diinstruksikan untuk
menghitung jumlah huruf pada kata terakhir dari kalimat "sebagai contoh kata porch
untuk kalimat yang pertama di percobaan 9.># dengan proses instruksi yang dangkal ini,
false alarm secara signifikan tercatat berkurang. %upanya proses semantic yang
mendalam lebih memungkinkan dibandingkan proses yang mendalam untuk mendorong
kita untuk menggabungkan informasi yang berkaitan dengan tujuan untuk membentuk
sebuah cerita yang utuh.
Bransford dan &ranks "1291# mengajukan sebuah model konstruktif memori
untuk materi prosa. Berdasarkan model konstruktif memori manusia menggabungkan
kalimat-kalimat pribadinya dengan tujuan untuk membangun ide yang lebih besar. Aleh
karena itu mereka berpikir baha mereka telah melihat kalimat yang kompleks karena
mereka telah menggabungkan berbagai jenis fakta di dalam memori. )ekali kalimat-
kalimat itu tergabung di dalam memori, kita tidak bisa menguraikannya ke dalam
bentuknya yang asli dan mengingat komponen -erbatim. !enelitian yang dilakukan oleh
.olmes dan rekan-rekan "122># menunjukkan baha kita sangat mungkin untuk
menggabungkan informasi ketika kita memperhatikan kepada makna dari sebuah materi.
)ebagai catatan baha pandangan memori konstruktif menekankan pada
keaktifan alami dari proses kognitif, sejalan dengan tema 1 dari buku ini, kalimat-
kalimat tidak secara pasif memasuki memori, dimana tersimpan secara terpisah. Bahkan
kita mencoba mempertimbangkan kalimat-kalimat lain yang sepertinya memiliki
hubungan antara satu dengan yang lain. Kita mengkombinasikan kalimat-kalimat itu
menjadi cerita yang masuk akal, menggabungkan beberapa bagian menjadi satu.
Memori konstruktif juga menggambarkan tema 7 alaupun memori secara
umum akurat, kesalahan pada proses kognitif dapat sering terdeteksi secara umum
merupakan strategi yang berguna di kehidupan nyata. )ebuah heuristic yang berguna
menggabungkan kalimat-kalimat menjadi satu. Bagaimanapun juga proses heuristic ini
mampu menuntun kita untuk tersesat apabila digunakan secara tidak tepat. Karena
ternyata para partisipan dalam penelitian Bransford dan &ranks "1291# menggunakan
strategi memori konstruktif yang berguna dalam kehidupan nyata tetapi tidak tepat
digunakan dalam penelitian tentang tes memori -erbatim.
35
2!br0ken!! Pende%a!an Pragma!i
Murphy dan )hapiro "122:# telah mengembangkan cara pandang yang berbeda
terhadap memori kalimat, yang mereka sebut dengan cara pandang pragmatis terhadap
teks memori. *ara pandang memori pragmatis mengungkapkan baha manusia sampai
pada tingkat menganalisa teks yang paling rele-an, penting atau yang menonjol yang
diberikan oleh tujuan mereka "h.>9# dengan kata lain, manusia bisa secara strategis
mengontrol perhatian mereka, dalam kehidupan sehari-hari kita sadar baha kita harus
memperhatikan arti secara umum sebuah cerita. )ebagai sebuah konsekuensi kita
mengingat kembali intisarinya secara akurat namun mengabaikan kalimat-kalimatnya,
bagaimanapun juga jika kita menyadari baha kita harus memperhatikan kata-kata dari
kalimat secara tepat, maka memori -erbatim akan sangat akurat. )ebagai catatan baha
pandangan pragmatis dari sebuah memori teks agak serupa dengan beberapa penelitian
yang telah kita diskusikan pada bab :, dalam hubungannya dengan pengkodean khusus,
secara khusus ketika seseorang terfokus pada bunyi dari kata pada saat pengkodean,
mereka bisa mengingat memori akustik , ketika mereka terfokus pada arti, mereka bisa
mengingat informasi semantik "Bransford et al., 1292( Mosco-itch 0 *raik, 129=#.
'alam salah satu percobaannya Murphy dan )aphiro "122:# meminta para
partisipan untuk memperhatikan pada kata-kata yang spesifik dalam sebuah kalimat, para
partisipan ini tidak dapat akurat mengenali kata yang tepat pada test sebelumnya, sebagai
perbandingan mereka tidak salah mempercayai, mereka telah melihat sinonimnya.
!ada percobaan yang lain Murphy dan )hapiro "122:# berspekulasi baha
manusia sangat memungkinkan memperhatikan pada kata-kata yang spesifik dalam
sebuah kalimat apabila kata-katanya bagian dari kritikan atau hinaan. keseluruhan
pandangan pragmatis kata-kata sangat berperan ketika anda merasa terhina, dalam
penelitian ini para peserta membaca salah satu dari dua surat yang kiranya ditulis oleh
seorang perempuan muda bernama )amantha, salah satu surat seharusnya ditulis untuk
sepupunya !aul, bercerita tentang bayi barunya dan pakaian lembutnya juga termasuk
beberapa kalimat-kalimat netral seperti +Tidak pernah terpikirkan olehku menjadi ibu
dalam usia yang begitu muda5 "h. 21# surat yang lain ditulis )amantha untuk kekasihnya
Arthur, sepuluh kalimat yang netral di surat lembutnya kepada sepupunya paul sekarang
tampak sarkastik jelas kata-katanya sangat identik, sebagai contoh kalimat , Tidak
pernah terpikirkan olehku menjadi ibu dalam usia yang begitu muda, sekarang
dihubungkan dengan kebiasaan Arthur yang kekanak-kanakan.
36
Memory pernah di coba pada test pengenalan test dimana didalamnya lima
kalimat asli, lima -ersi penafsiran kalimat-kalimat tersebut dengan sedikit bentuk yang
berbeda "sebagai contoh, +Aku tak pernah berpikir akan jadi seorang ibu di usia yang
semuda ini,# dan empat kalimat yang tidak berkaitan. Tabel 9.; menunjukkan hasilnya.
)eperti yang bisa anda lihat orang jarang membuat kesalahan dengan secara salah
mengenali kalimat-kalimat yang tidak saling berkaitan. Bagaimanapun juga, secara
benar mereka akan lebih sering mengenali "+hits,# kalimat-kalimat sarkastik
dibandingkan kalimat lembut dari segi penafsirannya. Ketika kita membandingkan secara
keseluruhan tingkat akurasi untuk dua -ersi tersebut "dengan mengurangi false alarm
dari respon-respon yang benar# kita melihat baha orang lebih akurat dalam memori
-erbatim untuk -ersi sarkastik ":;J# dibandingkan dengan -ersi yang lembut "19J#.
Mungkin kita semua secara khusus sensiti-e terhadap materi yang mengancam secara
emosional, sehingga kita berusaha untuk mengingat kembali kata-kata dengan benar dari
setiap kalimat tersebut.
)tatus Terkini dari )kema dan Abstraksi Memori
Beberapa pakar lebih cenderung menggunakan pendekatan konstruktif dalam
abstraksi memori, sedangkan yang lain lebih memilih pendekatan pragmatis.
Bagaimanapun juga kedua pendekatan itu cukup kompatibel. )ecara spesifik di dalam
banyak kasus kita menggabungkan informasi dari kalimat indi-idual yang dapat kita
bangun dalam skema besar, khususnya ketika situasi menyarankan baha kata-kata yang
tepat tidak krusial. Bagaimanapun juga di kasus yang lain kita tahu baha yang spesifik
juga penting, dan akhirnya kita juga mengalokasikan perhatian ekstra untuk kata-kata yg
tepat. )eorang actor berlatih untuk sebuah karya atau dua orang yang saling bertikai akan
membutuhkan lebih dari sekedar inti dari pesan -erbal.
2.6; S%ema dan In'ereni Memori
'alam banyak kasus, orang menambahkan pengetahuan umumnya dalam materi
yang mereka jumpai dan mereka mengingat baha informasi ini pernah hadir dalam
materi aslinya. 'engan demikian mengingat kembali bisa termasuk inferensi atau
interpretasi logis dan kesimpulan yang tidak pernah merupakan bagian dari materi
stimulus aslinya, mari kita pertimbangkan penelitian klasik pada topic ini, sebaik
implikasi dari sebuah iklan.
37
Penelitian klasik mengenai inferensi !enelitian pada bidang ini dimulai dengan
penelitian )ir &rederick Bartlett "12;7#, seorang peneliti memori yang menggunakan
materi bahasa natural. )eperti telah disebutkan sebelumnya teori dan tehniknya
menandakan pendekatan kontemporer psikologi kognitif. )edangkan 8bbinghaus
"1>>3H121;# menyukai kata-kata omong kosong, Bartlett yakin aspek yang paling
menarik dari memori adalah interaksi yang kompleks antara pengetahuan dasar dari para
partisipan dalam sebuah percobaan dengan materi yang dihadirkan selama percobaan.
Khususnya dia berpendapat baha ketertarikan yang unik dari setiap indi-idu dan
pengalaman pribadi bisa membentuk konten sebuah memori.
Bartlett "12;7# dalam seri penelitiannya yang cukup terkenal, dia
memerintahkan kepada murid-murid inggris untuk membaca cerita Amerika yang
berjudul +!ertempuran !ara .antu, mereka kemudian diperintahkan untuk mengingat
kembali cerita 13 menit kemudian. Bartlett menemukan baha para peserta diajak untuk
mengabaikan materi yang tidak masuk akal dari cara pandang murid-murid $nggris
"sebagai contoh, bagian kisah yang menceritakan hantu yang menyerang soseorang yang
tidak merasakan sakit# mereka juga diarahkan untuk membentuk kisah ke dalam bentuk
yang lebih familiar, lebih mirip kisah dongeng $nggris. Bartlett juga memerintahkan para
partisipan penelitiannya untuk mengingat kembali kisahnya, setelah jeda beberapa hari.
'ia melaporkan baha seiring berjalannya aktu setelah mendengarkan kisah aslinya,
kisah yang di recalled membaa lebih banyak unsur dari pengetahuan sebelumnya dan
sedikit informasi dari cerita aslinya .
Bransford dan Kaan-kaan "1297# menyajikan lebih banyak bukti mengenai
penggabungan pengetahuan sebelumnya dengan informasi dari stimulus. $lmuan ini
meneliti bagaimana orang membangun model mental berdasarkan deskripsi -erbal.
)ebuah topic yang kami pertimbangkan pada akhir bab =. Mereka memberikan kepada
para peserta kalimat seperti + tiga ekor kura-kura beristirahat di atas kayu yang
mengapung dan ikan-ikan berenang di baahnya, kemudian para peserta menerima test
pengenalan yang berisi kalimat seperti +tiga ekor kura-kura beristirahat di atas kayu yang
mengapung dan ikan-ikan berenang di baahnya, sebagai catatan pada kalimat ini
diakhiri dengan +it, dan bukan dengan,them,tapi ini merupakan inferensi yang masuk
akal dari kalimat yang pertama. !engetahuan kita dalam relasi spasial mengatakan baha
kura-kura ada di kayu dan ikan ada di baahnya , lalu ikannya pasti berada di baah
kayu.
38
.asil dari penelitian ini menunjukkan baha orang yang pernah melihat kalimat
yang pertama sering dilaporkan baha meraka mengenali kalimat yang kedua. Bransford
dan rekan-rekannya "1297# menjelaskan baha orang melihat kalimat yang pertama, dan
mereka membangun suatu ide dengan menggabungkan kalimat tersebut dengan apa yang
mereka ketahui tentang dunia. .asilnya, mereka percaya baha mereka telah melihat
secara logis kalimat yang konsisten yang tidak pernah disajikan sebelumnya.
!enelitian Brandsford dan rekan-rekannya mendemonstrasikan latar belakang
pengetahuan dapat menyesatkan seseorang, menyebabkan mereka menggunakan
sistematis error dan LmengingatM inferensi yang tidak semestinya. 'alam kehidupan
sehari-hari, bagaimanapun, latar belakang informasi biasanya membantu cerita. *erita
sederhana telah jelas, struktur regular " )chank 0 Abelson, 1223#. Arang menjadi
familiar dengan struktur dasar cerita dari pengalaman mereka sebelumnya dalam budaya
mereka. Mereka menggunakan struktur ini untuk memilah cerita baru yang mereka
dengar. )ekali lagi, ketika latar belakang informasi konsisten dengan materi stimulus,
latar belakang informasi ini akan sangat membantu.
Implikasi untuk Iklan .Implications for Advertising/ Materi dalam skema dan
interpretasi memori dapat digunakan untuk iklan. )eharusnya iklan mengatakan, +8mpat
dari lima dokter merekomendasikan obat merk 6onif., Mungkin anda cukup dapat
menyimpulkan, oleh karena itu, empat dari lima dokter juga akan merekomendasikan
obat merk 6onif, meskipun iklan tidak mengatakan demikian.
!enelitian menyarankan orang yang membaca iklan mungkin langsung
menyimpulkan, LmengingatM inferensi yang tidak selalu sesuai dengan yang dijanjikan.
.arris dan rekan-rekan "12>2# meminta mahasisa untuk membaca cerita yang berisi
beberapa slogan iklan. Beberapa slogan dibuat secara gamblang "misalnya, +Tylenol
menyebuhkan flu,#. )logan lainnya hanya tersirat, "misalnya +Tylenol melaan flu,#.
!ada tugas pilihan ganda yang diikuti, orang yang melihat iklan yang tersirat "implied
claim )ersion# seringkali dipilih daripada iklan yang gamblang "direct claim )ersion#.
Anda dapat mengetahui mengapa hasil tersebut menyarankan baha konsumen harus
berhati-hati. Apabila iklan tmenyiratkan baha suatu produk tertentu memiliki sifat yang
luar biasa, pastikan baha anda tidak langsung mengambil kesimpulan yang tidak tepat.
Anda cenderung LmengingatM inferensi tersebut daripada informasi yang sebenarnya.
)etelah membaca mengenai kecenderungan manusia menarik kesimpulan yang
tidak semestinya, mungkin anda menyimpulkan baha orang pasti menarik kesimpulan
39
berdasarkan kesimpulan dari pengalaman sehari-hari. Eamun, membuat kesimpulan
bukan proses yang ajib "Alba 0 .asher, 12>;( <ynn 0 4ogie, 122>#. Beberapa
peneliti menemukan baha inferensi hanya terjadi pada situasi yang terbatas dan
mungkin lebih sering terjadi di laboratorium daripada di kehidupan yang sebenarnya.
&aktanya, orang sering mengingat materi dengan akurat, sama seperti pada aal
dipresentasikan. !enelitian lanjutan harus menangani masalah kapan memori itu
semantic dan kapan ketika itu akurat. 'alam banyak kasus, kemudian, skema dapat
mempengaruhi inferensi dalam memori. Bagaimanapun, konsisten dengan Tema 7,
memori lebih sering akurat.
0#" S%ema dan In!egrai dalam Memori
!roses akhir dalam pembentukan memori adalah integrasi. Teori skema
berpendapat baha satu, representasi yang terintegrasi dibuat dalam memori dari
informasi yang dipilih pada fase pertama, pada fase berikutnya diabstraksi, dan
diinterpretasikan "dengan bantuan latar belakang pengetahuan# pada fase selanjutnya.
&aktanya, beberapa peneliti berpendapat baha skema memberikan efek yang lebih kuat
selama integrasi dan fase pengambilan daripada selama fase memori sebelumnya
"Bloom, 12>>( Kardash dkk., 12>>#. )ekali lagi, bagaimanapun, skema tidak selalu dapat
digunakan. )eperti yang telah kita lihat, skema integrasi yang konsisten lebih mungkin
ketika LrecallM ditunda dan ketika orang melakukan yang lain, tugas simultan selama me-
recall.
Integrasi dan ecall !ang Tertunda )ejumlah penelitian menunjukkan baha latar
belakang pengetahuan tidak berpengaruh terhadap LrecallM jika LrecallM itu diuji dengan
segera setelah materi dipelajari. Eamun, setelah tertunda cukup lama, materi yang telah
terintegrasi dengan skema yang ada( LrecallM sekarang telah diubah. )ebagai contoh,
.aris dan rekan-rekan "12>2# meminta mahasisa di Kansas untuk membaca sebuah
cerita yang sesuai dengan tradisi budaya Amerika dan Meksiko. )ebuah cerita yang
meakili tentang perencanaan tanggal dalam budaya tradisional Meksiko termasuk
sebuah kalimat tentang saudara laki-laki kakak perempuan yang menyertai pasangannya
sebagai pendamping( -ersi Amerika tidak ada pendamping. Ketika me-recall cerita diuji
;@ menit setelah membaca materi, sisa tidak menunjukkan kecenderungan untuk
mengubah skema cerita orang Meksiko ke arah yang sesuai dengan skema orang
Amerika. )etelah ditunda selama 7 hari, namun, sisa telah mengubah sejumlah detail
cerita.
40
)eperti .aris dan rekan-rekannya "12>># tunjukkan, skema tentang budaya dapat
mempengaruhi pemahaman aal dari cerita tentang perbedaan budaya. Bagaimanapun,
sebagai sumber tambahan penting dari distorsi budaya yang terjadi selama Lrecall1
tertunda.
Integrasi dan Kapasitas Memori Ter"atas !enelitian mengesankan skema lebih
mungkin untuk mempengaruhi integrasi memori ketika kapasitas memori tegang selama
LrecallM( skema mungkin tidak berpengaruh ketika orang melakukan tugas yang relati-e
sederhana. )herman dan Bassenoff "1222# meminta seseorang untuk membaca ;@ daftar
karakteristik, digambarkan sebagai suatu daftar eksperimen "daftar 1#. Kemudian mereka
membaca daftar karakteristik yang kedua yang telah digambarkan sebagai ciri seorang
pria yang bernama Bob .amilton "daftar 7#. )ebagian partisipan diberitahu baha Bob
adalah seorang yang berkepala plontos( sebagian mengatakan baha ia seorang pendeta.
'ari 1@ karakteristik pada masing-masing daftar menggambarkan yang ramah, 1@
menggambarkan tidak ramah, dan 1@ lainnya mengatakan netral.
Keesokan harinya, masing-masing item dari dua daftar disajikan lagi, ditambah
;@ item yang baru. !artisipan diminta untuk mengenali karakteristik mana yang
sebelumnya berkaitan dengan Bob. )elama tes memori ini, sebagian partisipan hanya
melakukan tes pengenalan. Eamun, sebagian diberi tambahan, tugas simultan.
Khususnya, mereka diminta untuk menahan delapan digit angka dalam memori sambil
mengerjakan tugas pengenalan.
)herman dan Bassenof kemudian menganalisa item dari daftar 1 yang
partisipannya keliru menghubungkan dengan Bob. "hanya item dari daftar 7 dapat secara
tepat menghubungkan dengan Bob#. .asilnya menunjukkan baha partisipan yang
hanya melakukan tugas pengenalan tidak dapat menunjukkan skema memori yang
konsisten untuk item dari daftar 1. Tetapi, partisipan yang melakukan tugas simultan
menunjukkan skema memori yang konsisten untuk item dari daftar 1. )ecara spesifik,
mereka mungkin menerapkan item tidak ramah dari daftar ke berkepala plontos dan item
ramah ke pendeta.
)eringkali orang mengintegrasikan materi dalam memori. Tetapi, Alba dan
.asher "12>;# mengambil bukti eksperimen yang gagal mendemonstrasikan integrasi.
!ada banyak kasus, orang menyimpan dalam beberapa memori secara terpisah, unit yang
tidak terintegrasi dari original stimulus yang kompleks.
41

42