Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan atau tulang rawan yang disebabkan oleh
rudapaksa (trauma atau tenaga fisik). Untuk memperbaiki posisi fragmen tulang pada fraktur
terbuka yang tidak dapat direposisi tapi sulit dipertahankan dan untuk memberikan hasil yang lebih
baik maka perlu dilakukan tindakan operasi ORIF (Open Rreduktion wityh Internal Fixation).
istem muskuloskeletal merupakan penun!ang bentuk tubuh dan mengurus pergerakan.
"omponen utama dari sistem muskuloskeletal adalah tulang dan !aringan ikat yang menyusun
kurang lebih #$ % berat badan dan otot menyusun kurang lebih $&%. istem ini terdiri dari tulang'
sendi' otot rangka' tendon' ligament' dan !aringan(!aringan khusus yang menghubungkan struktur(
struktur ini. ()ri*e'.+',--$ .,/$)
0ulang adalah !aringan yang paling keras diantara !aringan ikat lainnya yang terdiri
atas hampir $& % air dan bagian padat' selebihnya terdiri dari bahan mineral terutama *alsium
kurang lebih 1/ % dan bahan seluler 22%.
"e*elakaan lalu lintas sering sekali ter!adi di negara kita' khususnya di kota ini. Ratusan
orang meninggal dan luka(luka tiap tahun karena peristiwa ini. 3emang di negara ini' kasus
ke*elakaan lalu lintas sangat tinggi. "e*elakaan lalu(lintas merupakan pembunuh nomor tiga di
Indonesia' setelah penyakit !antung dan stroke. 3enurut data kepolisian Republik Indonesia 0ahun
#&&2' !umlah ke*elakaan di !alan men*apai ,2.2-- ke!adian' dengan kematian men*apai -.41$
orang' 1.,5# orang mengalami luka berat' dan 4.1-5 mengalami luka ringan. 6engan data itu' rata(
rata setiap hari' ter!adi 5& ke*elakaan lalu lintas yang menyebabkan 2& orang meninggal dunia.
+dapun di ulawesi elatan' !umlah ke*elakaan !uga *enderung meningkat di mana pada tahun
#&&, !umlah korban men*apai ,/,/ orang' tahun selan!utnya #.#// orang' #&&2 sebanyak #.1/#
orang. 0ahun #&&5' !umlah ini meningkat men!adi 2.-// orang. 0ahun #&&$ dari 7anuari sampai
eptember' !umlah korban men*apai 2.1#& orang dengan korban meninggal -&2 orang.
0rauma yang paling sering ter!adi dalam sebuah ke*elakaan adalah fraktur (patah tulang).
Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas !aringan tulang yang umumnya disebabkan
oleh tekanan atau rudapaksa. Fraktur dibagi atas fraktur terbuka' yaitu !ika patahan tulang itu
menembus kulit sehingga berhubungan dengan udara luar' dan fraktur tertutup' yaitu !ika fragmen
tulang tidak berhubungan dengan dunia luar. e*ara umum' fraktur terbuka bisa diketahui dengan
melihat adanya tulang yang menusuk kulit dari dalam' biasanya disertai perdarahan. +dapun fraktur
tertutup' bisa diketahui dengan melihat bagian yang di*urigai mengalami pembengkakan' terdapat
kelainan bentuk berupa sudut yang bisa mengarah ke samping' depan' atau belakang.
elain itu' ditemukan nyeri gerak' nyeri tekan' dan perpendekan tulang. 6alam kenyataan
sehari(hari' fraktur yang sering ter!adi adalah fraktur ekstremitas dan fraktur 8ertebra. Fraktur
ekstremitas men*akup fraktur pada tulang lengan atas' lengan bawah' tangan' tungkai atas' tungkai
bawah' dan kaki. 6ari semua !enis fraktur' fraktur tungkai atas atau la9imnya disebut fraktur femur
(tulang paha) memiliki insiden yang *ukup tinggi. Umumnya fraktur femur ter!adi pada batang
femur ,:2 tengah.
(http.::id.wikipedia.org:wiki:fraktur)
II. Rumusan 3asalah
a. +pa itu fraktur;
b. Bagaimana penanganan fraktur post orif;
*. Bagaimana merumuskan asuhan keperawatan dan inter8ensinya;
BAB II
LANDASAN TEORI
,. )engertian
Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas !aringan tulang dan atau tulang rawan yang
umumnya disebabkan oleh rudapaksa (yamsuhidayat. #&&5. 45&).
Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai !enis dan luasnya. (Brunner <
uddarth. #&&, . #2$/).
Fraktur adalah terputusnya hubungan atau kontinuitas tulang karena stress pada tulang yang
berlebihan(Luckmann and Sorensens, 1! " 11#).
Fraktur adalah patah tulang' biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik kekuatan dan sudut
dari tenaga tersebut' keadaan tulang itu sendiri' dan !aringan lunak disekitar tulang akan
menentukan apakah fraktur yang ter!adi itu lengkap atau tidak lengkap. ($rice and %ilson, 1# "
11&!).
Fraktur menurut Ras!ad (,--4 . 224) adalah hilangnya konstinuitas tulang' tulang rawan sendi'
tulang rawan epifisis' baik yang bersifat total maupun yang parsial.
Fraktur adalah patah tulang' biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik dan sudut dari
tenaga tersebut' keadaan dari tulang itu sendiri dan !aringan lunak di sekitar tulang akan
menentukan apakah fraktur yang ter!adi itu lengkap' tidak lengkap. (+ri*e' ,--$ . ,,42)
)atah tulang adalah terputusnya hubungan normal suatu tulang atau tulang rawan yang disebabkan
oleh kekerasan.(Oswari' #&&& . ,55)
Fraktur adalah terputusnya kontinuitas !aringan tulang dan atau tulang rawan yang umumnya
disebabkan oleh ruda paksa. (3ans!oer' #&&& . 5#)
Fraktur tertutup adalah bila tidak ada hubungan patah tulang dengan dunia luar. Fraktur terbuka
adalah fragmen tulang meluas melewati otot dan kulit' dimana potensial untuk ter!adi infeksi
(!amsuhida!at' ,--- . ,,24).7adi berdasarkan pengertian diatas fraktur adalah terputusnya
kontinuitas !aringan tulang dan atau tulang rawan.
#. =tiologi
,. >edera dan benturan seperti pukulan langsung' gaya meremuk' gerakan punter
mendadak' kontraksi otot ekstrim.
#. Letih karena otot tidak dapat mengabsorbsi energi seperti ber!alan kaki terlalu
!auh.
2. "elemahan tulang akibat penyakit kanker atau osteoporosis pada fraktur patologis.
3enurut Oswari =' (,--2) ? )enyebab Fraktur adalah .
,. Kekerasan langsung? "ekerasan langsung menyebabkan patah tulang pada titik
ter!adinya kekerasan. Fraktur demikian sering bersifat fraktur terbuka dengan garis patah
melintang atau miring.
#. Kekerasan tidak langsung. "ekerasan tidak langsung menyebabkan patah tulang
ditempat yang !auh dari tempat ter!adinya kekerasan. @ang patah biasanya adalah bagian yang
paling lemah dalam !alur hantaran 8ektor kekerasan.
2. Kekerasan akibat tarikan otot: )atah tulang akibat tarikan otot sangat !arang ter!adi.
"ekuatan dapat berupa pemuntiran' penekukan' penekukan dan penekanan' kombinasi dari
ketiganya' dan penarikan.
2. )atofisiologi
)atah tulang biasanya ter!adi karena benturan tubuh' !atuh atau trauma (Long' ,--1. 2$1).
Baik itu karena trauma langsung misalnya. tulang kaki terbentur bemper mobil' atau tidak langsung
misalnya. seseorang yang !atuh dengan telapak tangan menyangga. 7uga bisa karena trauma akibat
tarikan otot misalnya. patah tulang patela dan olekranon' karena otot trisep dan bisep mendadak
berkontraksi. (Oswari' #&&&. ,5/)
Fraktur dibagi men!adi fraktur terbuka dan fraktur tertutup. 0ertutup bila tidak terdapat hubungan
antara fragmen tulang dengan dunia luar. 0erbuka bila terdapat hubungan antara fragmen tulang
dengan dunia luar oleh karena perlukaan di kulit. (3ans!oer' #&&&. 251).
ewaktu tulang patah perdarahan biasanya ter!adi di sekitar tempat patah dan ke dalam !aringan
lunak sekitar tulang tersebut' !aringan lunak !uga biasanya mengalami kerusakan. Reaksi
peradangan biasanya timbul hebat setelah fraktur. el(sel darah putih dan sel mast berakumulasi
menyebabkan peningkatan aliran darahketempat tersebut. Fagositosis dan pembersihan sisa(sisa sel
mati dimulai. 6i tempat patah terbentuk fibrin (hematoma fraktur) dan berfungsi sebagai !ala(!ala
untuk melekatkan sel(sel baru. +kti8itas osteoblast terangsang dan terbentuk tulang baru imatur
yang disebut *allus. Bekuan fibrin direabsorbsi dan sel(sel tulang baru mengalami remodeling untuk
membentuk tulang se!ati (>orwin' #&&&. #--)
Insufisiensi pembuluh darah atau penekanan serabut saraf yang berkaitan dengan
pembengkakanyg tidak ditangani dapat menurunkan asupan darah ke ekstremitas dan
mengakibatkan kerusakan saraf perifer. Bila tidak terkontrol pembengkakan dapat mengakibatkan
peningkatan tekanan !aringan' oklusi darah total dapat berakibat anoksia !aringanyg mengakibatkan
rusaknya serabut saraf maupun !aringan otot. "omplikasi ini dinamakan sindrom kompartemen
(Brunner < suddarth' #&&#. ##4/)
5. )engobatan
)engobatan dari fraktur tertutup dapat konser8atif maupuan operatif. 0erapi konser8atif meliputi
proteksi dengan mitela atau bidai. edangkan terapi operatif terdiri dari reposisi terbuka' fiksasi
internal' reposisi tertutup dengan kontrol radiologis diikuti fiksasi interna (3ans!oer' #&&&. 254)
)ada pemasangan bidai' gips atau traksi maka dilakukan imobolisasi pada bagian yang patah.
Imobilisasi dapat menyebabkan berkurangnya kekuatan otot dan densitas tulang agak *epat ()ri*e'
,--$ . ,,-#). )asien yang harus imobilisasi setelah patah tulang akan menderita komplikasi dari
imobilisasi antara lain. adanya rasa tidak enak' iritasi kulit dan luka akibat penekanan' hilangnya
kekuatan otot. (Long' ,--1. 2/4)
"urang perawatan diri dapat ter!adi bila sebagin tubuh diimobilisasi dan mengakibatkan
berkurangnya kemampuan perawatan diri (>arpenito' ,--1. 251).
)ada reduksi terbuka fiksasi interna (ORIF) fragmen tulang dipertahankan dengan pin' sekrup'
pelat' paku. Aamun pembedahan memungkinkan ter!adinya infeksi' pembedahan itu sendiri
merupakan trauma pada !aringan lunak dan struktur yang sebelumnya tidak mengalami *idera
mungkin akan terpotong atau mengalami kerusakan selama tindakan operasi. ()ri*e' ,--$. ,,-#)
)embedahan yang dilakukan pada tulang' otot dan sendi dapat mengakibatkan nyeri yang hebat.
(Brunner < uddarth' #&&#. #2&5)
$. "lasifikasi
a. Fraktur 0ertutup (imple Fra*ture). Fraktur tertutup adalah fraktur yang
fragmen tulangnya tidak menembus kulit sehingga tempat fraktur tidak ter*emar oleh
lingkungan : tidak mempunyai hubungan dengan dunia luar
b. Fraktur 0erbuka (>ompound Fra*ture). Fraktur terbuka adalah fraktur yang
mempunyai hubungan dengan dunia luar melalui luka pada kulit dan !aringan lunak'
dapat berbentuk from within (dari dalam)' atau from without (dari luar).
*. Fraktur dengan komplikasi (>ompli*ated Fra*ture). Fraktur dengan komplikasi
adalah fraktur yang disertai dengan komplikasi' misalnya mal(union' delayed union'
non(union' dan infeksi tulang
1. 3anifestasi "linis
a. Ayeri terus menerus dan bertambah beratnya sampai fragmen tulang
diimobilisasi. pasme otot yang menyertai fraktur merupakan bentuk bidai alamiah
yang diran*ang untuk meminimalkan gerakan antar fragmen tulang.
b. 6eformitas dapat disebabkan pergeseran fragmen pada eksremitas. 6eformitas
dapat di ketahui dengan membandingkan dengan ekstremitas normal. =kstremitas
tidak dapat berfungsi dengan baik karena fungsi normal otot bergantung pada
integritas tulang tempat melengketnya obat.
*. )emendekan tulang' karena kontraksi otot yang melekat diatas dan dibawah
tempat fraktur. Fragmen sering saling melingkupi satu sama lain sampai #'$ sampai
$'$ *m
d. "repitasi yaitu pada saat ekstremitas diperiksa dengan tangan' teraba adanya
derik tulang. "repitasi yang teraba akibat gesekan antar fragmen satu dengan
lainnya.
e. )embengkakan dan perubahan warna lokal pada kulit ter!adi akibat trauma dan
perdarahan yang mengikuti fraktur. 0anda ini baru ter!adi setelah beberapa !am atau
beberapa hari setelah *edera.
/. )emeriksaan )enun!ang
Radiologi .
B(Ray dapat dilihat gambaran fraktur' deformitas dan metalikment. Cenogram:anterogram
menggambarkan arus 8as*ularisasi. >0 s*an untuk mendeteksi struktur fraktur yang kompleks.
Laboratorium .
)ada fraktur test laboratorium yang perlu diketahui . Db' hematokrit sering rendah akibat
perdarahan' la!u endap darah (L=6) meningkat bila kerusakan !aringan lunak sangat luas. )ada
masa penyembuhan >a dan ) mengikat di dalam darah
4. "omplikasi
a. 3alunion' adalah suatu keadaan dimana tulang yang patah telah sembuh dalam
posisi yang tidak pada seharusnya' membentuk sudut atau miring
b. 6elayed union adalah proses penyembuhan yang ber!alan terus tetapi dengan
ke*epatan yang lebih lambat dari keadaan normal
*. Aonunion' patah tulang yang tidak menyambung kembali.
d. >ompartment syndroma adalah suatu keadaan peningkatan takanan yang
berlebihan di dalam satu ruangan yang disebabkan perdarahan masif pada suatu
tempat.
e. ho*k ter!adi karena kehilangan banyak darah dan meningkatnya permeabilitas
kapiler yang bisa menyebabkan menurunnya oksigenasi. Ini biasanya ter!adi pada
fraktur.
f. Fat embalism syndroma' tetesan lemak masuk ke dalam pembuluh darah.
Faktor resiko ter!adinya emboli lemak ada fraktur meningkat pada laki(laki usia #&(
5& tahun' usia /& sam pai 4& fraktur tahun.
g. 0romboemboli* *ompli*astion' trombo 8ena dalam sering ter!adi pada indi8idu
yang imobiil dalam waktu yang lama karena trauma atau ketidak mampuan la9imnya
komplikasi pada perbedaan ekstremitas bawah atau trauma komplikasi paling fatal
bila ter!adi pada bedah ortopedil
h. Infeksi' istem pertahanan tubuh rusak bila ada trauma pada !aringan. )ada
trauma orthopedi* infeksi dimulai pada kulit (superfi*ial) dan masuk ke dalam. Ini
biasanya ter!adi pada kasus fraktur terbuka' tapi bisa !uga karena penggunaan bahan
lain dalam pembedahan seperti pin dan plat
i. +8as*ular ne*rosis' pada umumnya berkaitan dengan aseptika atau ne*rosis
iskemia.
!. Refleks symphathethi* dysthropy' hal ini disebabkan oleh hiperaktif sistem
saraf simpatik abnormal syndroma ini belum banyak dimengerti. 3ungkin karena
nyeri' perubahan tropik dan 8asomotor instability.
-. )enatalaksanaan
a. )enatalaksanaan konser8atif. 3erupakan penatalaksanaan non pembedahan
agar immobilisasi pada patah tulang dapat terpenuhi.
i. )roteksi (tanpa reduksi atau
immobilisasi). )roteksi fraktur terutama untuk men*egah trauma lebih lan!ut
dengan *ara memberikan sling (mitela) pada anggota gerak atas atau tongkat
pada anggota gerak bawah.
ii. Imobilisasi degan bidai eksterna
(tanpa reduksi). Biasanya menggunakan plaster of paris (gips) atau dengan
berma*am(ma*am bidai dari plasti* atau metal. 3etode ini digunakan pada
fraktur yang perlu dipertahankan posisinya dalam proses penyembuhan.
iii. Reduksi tertutup dengan
manipulasi dan imobilisasi eksterna yang menggunakan gips. Reduksi
tertutup yang diartikan manipulasi dilakukan dengan pembiusan umum dan
lo*al. Reposisi yang dilakukan melawan kekuatan ter!adinya
fraktur.penggunaan gips untuk imobilisasi merupakan alat utama pada teknik
ini.
i8. Reduksi tertutup dengan traksi
kontinu dan *ounter traksi. 0indakan ini mempunyai dua tu!uan utama' yaitu
berupa reduksi yang bertahap dan imobilisasi.
b. )enatalaksanaan pembedahan.
i. Reduksi tertutup dengan fiksasi
eksternal atau fiksasi perkutan dengan "(Eire (kawat kirs*hner)' misalnya
pada fraktur !ari.
ii. Reduksi terbuka dengan fiksasi
internal (ORIF.Open Redu*tion internal FiFation). 3erupakan tindakan
pembedahan dengan melakukan insisi pada derah fraktur' kemudian
melakukan implant pins' s*rew' wires' rods' plates dan protesa pada tulang
yang patah
Asuhan Keperawatan
Pada pasien Post Orif Feur ! Ti"ia
,. )engka!ian
I. Identitas
Aama . 0n.
7enis kelamin . Laki(laki
Umur . #/ tahun
tatus . 3enikah
+gama . Islam
)endidikan . 3+
)eker!aan . Eiraswasta
+lamat . A+6.+*eh 0enggara. 6esa )eseluk )esimbe "e*. 6eleng )okhki
0anggal masuk . , 3aret #&,#
AO. Register . &5&1#
Ruang:"amar . RB III :,4
Golongan 6arah . B
0anggal )engka!ian . # +pril #&,#
0anggal Operasi . #2 3aret #&,#
6F 3edis . Fraktur Open (L) femur H open (L) fibula
)enanggung 7awab
Aama . Ay.
Dubungan . Istri
)eker!aan . IR0
+lamat . A+6.+*eh 0enggara. 6esa )eseluk )esimbe "e*. 6eleng )okhki
II. "eluhan Utama
Ayeri' usah berakti8itas
III. Riwayat "esehatan ekarang
,. )ro8o*ati8e : )alliati8e
a. +pa penyebabnya
"e*elakaan lalu lintas pada tanggal #4 februari #&,# di "uta*ane
b. Dal(hal yang memperbaiki keadaan
)erawatan medis di RU "uta*ane
#. Iuantity : Iualitas
Bagaimana dirasakan . kaki tidak dapat digerakkan' bila digerakkan
nyeri
Bagaimana dilihat . 3obilitas pasien pada kaki belum berfungsi
2. Region . femur dan fibula tanpa metastasi
5. e8erity . sebagian akti8itas terganggu
$. 0ime . Ayeri timbul $ hari se!ak operasi selesai dan sampai selesai
IC. Riwayat "esehatan 3asa Lalu
a. )enyakit yang pernah dialami . 6emam
b. )engobatan : tindakan yang dilakukan . 3inum obat tradisional
*. )ernah dirawat : dioperasi . tidak pernah
d. Lama rawatan . (
e. +lergi . (
f. Imunisasi . (
C. Riwayat "esehatan "eluarga
a. Orang 0ua . tidak pernah ada masalah
b. audara kandung . (
*. )enyakit keturunan yang ada . (
d. +nggota keluarga yang meninggal . (
e. )enyebab meninggal . (
f. Genogram


CI. Riwayat : "eadaan )sikologis
a. Bahasa yang digunakan . Indonesia
b. )ersepsi tentang penyakit . yakin akan sembuh
*. "onsep diri .
,. Body image . pasien menyukai semua anggota tubuhnya
#. Ideal diri . pasien ingin segera pulang
2. Darga diri . tetap per*aya diri
5. )eran diri . sementara terganggu' tapi pasien yakin segera
dapat menafkahi keluarganya
$. )ersonal identity. laki J laki
d. "eadaan emosi . tabil
e. )erhatian terhadap orang lain:lawan bi*ara . fo*us dan
memperhatikan
CII. )emeriksaan fisik
a) "eadaan Umum . lemah
b) 0anda(tanda 8ital .
0empat . 21'/
o
>
06 . ,#&:/& mmDg
0B . ,1, *m
BB . $$ "g
)ols . /2 F:i
RR . #& F:i
*) )emeriksaan fisik
,. 3ata . Lengkap dan simetris
#. )alpebra . 0idak ada katarak
d) )emeriksaan muskuloskletal : ekstermitas
a. "esimetrisan otot . tidak simetris antara ekstermitas inferior kiri
dan kanan
b. )emeriksaan edema . tidak ada edema
*. "ekuatan otot . =F.+tas kanan . $$$$$
=F.+tas kiri .$$$$$
=F.Bawah kiri .$$$$$
=F.Bawah kanan .$55#,
d. "elainan pada ekstermitas . tidak ada
e) )emeriksaan neurologi
a. 0ingkat kesadaran . G> ,$' = 5' 31' C$
f) Dasil pemeriksaan penun!ang
a. Lab .
i. 0anggal ,-
maret #&,#.
Db . ,2.$&
0rombosit . $41
=ritrosit . 5.51
+L0 Dati . 5/
ii. 0anggal #&
maret #&,#
Db . ,2
0rombosit . $&4
=ritrosit . 5.2&
iii. 0anggal #2
maret #&,#
Db . 4./&
=ritrosit . #.-$
i8. 0anggal #$
maret #&,#
Db . ,&.,&
=ritrosit . 5.#&
b. Radiologi
i. Foto
kontras knee !oint +):L tanggal ,- maret #&,#
3etafisis proFimal os tibia sudah terbentuk *allus di fraktur.
6ispla*ement fraKmen distal ke posterior.
ii. 0anggal #2
maret #&,#
ObliKue *omplet metafisis proFimal os fibula dengan displa*ement
fragmen distal ke medial.
0idak ada lesi litik dan balstik terpasang fiFasi eksternal di region
*ruris kiri.
0idak ada dislokasi
g) )enatalaksanaan dan terapi
a. ICF6 RL #& gtt:i
b. Ranitidine $& mg:,# !am
*. "eterola* 2&mg:4 !am
d. >eftriaFone ,g:,# !am
e. 0rasfusi bila Db turun.
CIII. 6iagnose keperawatan
a. Ayeri berhubungan dengan terputusnya !aringan tulang' gerakan fragmen tulang'
dan *edera pada !aringan' alat traksi:immobilisasi' stress' ansietas
b. "erusakan 3obilitas Fisik Berhubungan dengan "erusakan Rangka
Aeusomuskuler 0rauma'resiko
2. Inter8ensi "eperawatan
,. Ayeri berhubungan dengan terputusnya !aringan tulang' gerakan fragmen tulang' dan *edera
pada !aringan' alat traksi:immobilisasi' stress' ansietas
Inter8ensi Rasional
"a!i lokasi' intensitas dan tipe nyeri
Imobilisasi bagian yang sakit
0inggikan dan dukung ekstremitas yang
terkena
6orong menggunakan teknik mana!emen
relaksasi
Berikan obat analgetik sesuai indikasi
Untuk menentukan tindakan
keperawatan yang tepat
Untuk mempertahankan posisi
fungsional tulang
Untuk memperlan*ar arus balik 8ena
+gar klien rileks
Untuk mengurangi nyeri
#. "erusakan 3obilitas Fisik Berhubungan dengan "erusakan Rangka Aeusomuskuler
Inter8ensi Rasional
+mbulasi
3obilitas endi penggunaan pergerakan
tubuh aktif
perubahan posisi memindahkan pasienatau
bagian tubuh
3eningkatkan dan membantu ber!alan
untuk mempertahankan atau memperbaiki
fungsi tubuh
untuk mempertahankan atau memperbaiki
fleksibilitas sendi
untuk memberikan kenyamanan'
menurunkan resiko kerusakan kulit
mendukung integritas kulit dan
meningkatkan penyembuhan.
Implementasi .
Dari , s:d 2.
)ukul ,/.&&
3engka!i keadaan umum pasien . keadaan umum lemah' akelauhan umum nyeri
)ukul ,/.#&
3engka!i nyeri . lokasi di daerah sendi femur proksimal sampai daerah gips
Intensitas nyeri . 2
3engan!urkan pasien untuk mendengar musi*a yang disukai
)ukul ,/.5&
Dari ketiga
)asien kehilangan alat musi*
3engan!urkan pasien menarik nafas dalam (nyeri masih sedikit terasa)
)ukul ,4.&&
3emberi diet 3B pasien
)ukul ,-.&&
3embantu pasien miki miki
DAFTAR PUSTAKA
http.::*opyaskep.wordpress.*om:#&,&:,,:&5:asuhan(keperawatan(klien(dengan(fraktur:
http.::okditiar.wordpress.*om:#&,&:&1:#-:laporan(pendahuluan(fraktur(orif:
http.::*opyaskep.*o.**:asuhan(keperawatan(klien(dengan(fraktur(terbuka(dan(tertutup:
http.::ryan(groho.blogspot.*om:#&,,:&,:asuhan(keperawatan(pada(pasien(dengan.html
http.::*opyaskep.wordpress.*om:#&,&:,,:&5:asuhan(keperawatan(klien(dengan(fraktur:
http.::www.skripsi(kti.*o.**:#&,,:&,:asuhan(keperawatan(klien(fraktur.html
http.::www.trino8al.web.id:#&,&:&5:fraktur(antebra*hii.html