Anda di halaman 1dari 19

RESPIRASI

LAPORAN PRAKTIKUM
Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Anatomi dan Fisiologi Manusia
Yang Dibina oleh Bapak Soewolo dan Ibu Nuning Wulandari
leh
!elompok "#$$ering %
Dwi Anggun &utri Solikha '()*"("(("+(
Man,ilatul -a.hmah '()*"("(("/)
Su.i A0u Maharani '()*"("')1'2
Tiara Dwi Nurmalita '()*"("))'/(
3irginia 4apta Dewi '()*"("(("2"
Yuslinda Annisa '()*"("))'55
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Oktober 2014
1
TOPIK RESPIRASI
TUJUAN
'6 Menentukan 7olume tidal8 7olume .adangan ekspirasi8 kapasitas 7ital8
7olume .adangan inspirasi
(6 Mengetahui $rekuensi pernapasan8 $aktor9$aktor 0ang mempengaruhi irama
pernapasan
*6 Mendapatkan kandungan :
(
dalam udara ekspirasi
ALAT BAHAN
A!"t B"#"$
Spirometer Alkohol /) ;
&ipa Tiup A<uades
!antung &lastik &henolpthalen
Buret Na= )8' M
>abu ?rlenma0er '(1 ml
Tutup labu erlenma0er
Statis
&ipa !a.a
PROSEDUR
1% Me$&'k'r Vo!'(e Per$")"*"$
Menghirup udara inspirasi normal8 kemudian menghembuskan sekuat
mungkin pada spirometer8 0ang terba.a menun@ukkan 7olume tidal dan
7olume .adangan ekspirasi6 Dilakukan seban0ak tiga kali ulangan dan
dihitung reratan0a6
Menghembuskan udara dengan ekspirasi normal8 kemudian
menghembuskan lagi udara sekuat mungkin6 Yang terba.a pada spirometer
merupakan 7olume .adangan ekspirasi6 Dilakukan seban0ak tiga kali
ulangan dan dihitung reratan0a
Mengurangi hasil langkah pertama terhadap lengkah kedua8 hasiln0a
merupakan 7olume tidal
Setelah bernapas dalam9dalam menghembuskan seban0ak mungkin udara8
hasil 0ang terba.a pada spirometer merupakan kapasitas 7ital6 Dilakukan
seban0ak tiga kali ulangan dan dihitung reratan0a
2
&engurangan hasil langkah pertama terhadap langkah keempat merupakan
7olume .adangan inspirasi
2% Ir"(" Per$")"*"$
sub0ek duduk dantai8 menghitung $rekuensi pernapasann0a dalam ' menit
sub0ek bernapas .epat selama ' menit8 setelah itu bernapas normal selama
' menit6 Menghitung $rekuensi pernapasan setelah bernapas normal per
menit
sub0ek memegang kantong plasti. sedemikian rupa sehingga mulut dan
hidung berada dalam kantong6 Sub0ek bernapas selama ( menit6
!emudian bernapas normal di luar kantong plastik6 Menghitung $rekuansi
pernapasan per menit setelah bernapas normal di luar kantong plastik
sub0ek lari di tempat 5) langkah8 setelah itu duduk dikursi8 dan dihitung
$rekuensi pernapasan per menitn0a
mengulangi langkah pertama sampai empat setiap kali selesai melakukan
kegiatan sub0ek menarik napas pan@ang8 menutup hidung8 menahan
selama mungkin sampai sub0ek hasus bernapas lagi8 di.atat waktun0a
mengulangi langkah kelima8 tetapi sub0ek menghembuskan napas
pan@ang6 Men.atat hasiln0a
+% K"$,'$&"$ -O
2
,"!"( U,"r" Ek*).r"*.
mengisi tabung ?rlenme0er dengan ')) ml a<uades
menambah tiap labu *91 tetes phenoptalin dan kemudian 1 tetes )6' M
Na=8 larutan men@adi berwarna merah delima8 menutup rapat kedua
labun0a
memeasukkan pipa ka.a pada salah satu labu8 meniupkan udara
pernapasan ke dalam labu melalui pipa ka.a sampai warna merah
hilang6 Men.atat waktu 0ang diperlukan
sub0ek lari ditempat 5) langkah8 menghembuskan udara ke dalam labu
sampai warna hilang6 Men.atat waktu 0ang diperlukan
melakukan titrasi dengan langkah sebagai berikutA
3
'6
Mengisi buret dengan larutan )6' M Na=8 men.atat batas 7olume
larutan
(6
Meletakkan labu ?rlenme0er berisi larutan dibawah u@ung bawah buret
dengan member landasan kertas putih
*6
Meneteskan larutan dalam buret ke dalam labu setetes demi setetes
dengan perlahan9lahan8 setiap tetes menggo0angkan labun0a
"6
Menetesi dan digo0angkan terus sambil denagan .ermat mengamati
bila ter@adi perubahan warna dari tidak berwarna men@adi merah
16
Menghentikan penetesan bila sudah Nampak ada perubahan warna8
men.atat angka batas 7olume pada buret
56
Titik eki7alensi ditentukan terletak pada pertengahan antara angka
7olume Na= saat mulai Nampak ter@adi perubahan warna dengan
satu angka sebelumn0a
/6
Menghitung 7olume ,at pentiter BNa=C 0ang terpakai sehingga
ter.apai titik eki7alen tadi
+6
Dengan pedoman ' ml )6' M Na= setara dengan ') Dmol :
(
DASAR TEORI
&ernapasan merupakan proses pertukaran gas 0ang berasal dari makhluk
hidup 0ang berasal dari makhluk hidup dengan gas 0ang ada di lingkungann0a6
Sedangkan proses perombakan bahan makanan menggunakan oksigen sehingga
diperoleh energi dan gas sisa pembakaran karbon dioksida B:
(
C disebut respirasi6
&roses respirasi 0ang menggunakan oksigen disebut @uga respirasi6 &roses
respirasi 0ang menggunakan oksigen disebut @uga respirasi aerob sedangkan
respirasi 0ang tidak membutuhkan oksigen disebut respirasi anaerob B-ahmat8
())/A '+2C6
Menurut tempat ter@adin0a pertukaran gas maka pernapasan dibedakan
men@adi ( @enis8 0aitu pernapasan luar dan pernapasan dalam6 &ernapasan luar
adalah pertukaran udara 0ang ter@adi antara udara dalam al7eolus dengan darah
dalam kapiler8 sedangkan pernapasan dalam adalah pernapasan 0ang ter@adi antara
darah dalam kapiler dengan sel9sel tubuh BYatim8 '22)A '/)C6 &eran sistem
respirasi adalah untuk mengelola pertukaran oksigen dan karbondioksida antara
udara dan darah6 Untuk melakukan pertukaran gas8 sistem kardio7askular dan
sistem respirasi harus beker@a sama6 Sistem kardio7askular bertanggung @awab
4
untuk per$usi darah melalui paru9paru sedangkan sistem pernapasan melakukan
dua $ungsi terpisah 0aitu 7entilasi dan respirasi B=andoko8 ())'A *)C
Vo!'(e ',"r" )er$")"*"$
Se.ara garis besar 7olume udara pernapasan dapat dibedakan men@adi 5 0aituA
a.Volume tidal(tidal volume)
3olume udara pernapasan BinspirasiC biasa8 0ang besarn0a 1)) .. atau 1))
ml6
b.Volume cadangan inspirasi/ udara komplementer
3olume udara 0ang masih dapat dimasukkan se.ara maksimal setelah
berna$as BinspirasiC biasa8 0ang besarn0a '1)) .. atau '1)) ml6
c.Volume cadangan ekspirasi/udara suplementer
3olume udara 0ang masih dapat dikeluarkan se.ara maksimal setelah
mengeluarkan na$as BekspirasiC biasa8 0ang besarn0a '1)) .. atau '1)) ml6
d.Volume sisa / residu
3olume udara 0ang masih tersisa dalam paru9paru setelah mengeluarkan
na$as BekspirasiC maksimal8 0ang besarn0a '))) .. atau '))) ml6
e.Kapasitas vital(vital cavasity)
3olume udara 0ang dapat dikeluarkan semaksimal mungkin setelah
melakukan inspirasi semaksimal mungkin @uga8 0ang besarn0a *1)) .. atau
*1)) ml6
Eadi8 kapasitas 7ital F 3 tidal G 3 .adangan inspirasi G 3 .adangan
ekspirasi6
f.Volume total paru-paru(total lung volume)
3olume udara 0ang dapat ditampung paru9paru semaksimal mungkin8 0ang
besarn0a "1)) .. atau "1)) ml6 BWalu0o8()')A("'C
Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita kira-kira 2 sampai 2!
persen lebih kecil daripada pria dan lebih besar lagi pada orang 0ang atletis dan
bertubuh besar daripada orang 0ang bertubuh ke.il6B%u0ton8())/A1))C
Frek'e$*. )er$")"*"$
%erakan pernapasan diatur oleh pusat pengendali di otak8 sedangkan
akti$itas sara$ pernapasan dirangsang oleh stimulus dari karbondioksida B:
(
C6
&ada umumn0a manusia mampu bernapas '1 H '+ kali tiap menitn0a6 :epat atau
lambatn0a bernapas dipengaruhi oleh beberapa $aktor8 0aituA
a6 Faktor umur
Semakin bertambah usia seseorang8 maka semakin rendah $rekuensi
pernapasann0a6
b6 Eenis kelamin
>aki9laki umumn0a bernapas lebih pelan daripada perempuan ini dikarenakan
7olume paru9paru laki9laki lebih besar daripada perempuan6 Namun kadar
(
5
0ang dibutuhkan oleh laki9laki lebih besar daripada perempuan8 itu karena
pada umumn0a liki9laki lebih ban0ak bergerak daripada perempuan6
.6 Suhu tubuh
=al ini berhubungan dengan proses metabolisme tubuh8 semakin tinggi suhu
tubuhn0a semakin tinggi pula $rekuensi pernapasann0a6
d6 &osisi tubuh
&ada saat berdiri $rekuensi pernapasan lebih besar8 karena energi 0ang
digunakan untuk menopang tubuh lebih ban0ak6 &ada posisi duduk8 $rekuensi
pernapasan lebih menurun8 karena energi 0ang digunakan untuk men0angga
tubuh merata oleh tubuh6
e6 !egiatan tubuh
rang 0ang ban0ak melakukan kegiatan $rekuensi pernapasann0a akan
meningkat karena akan lebih ban0ak memerlukan energi6 Dibandingkan
dengan orang 0ang melakukan sedikit kegiatan8 @elas $rekuensi pernapasann0a
akan lebih rendah karena lebih sedikit memerlukan energi6
BWalu0o8()')A("(C
Setelah beker@a berat seperti berlari atau olahraga8 maka la@u
pernapasan akan lebih .epat6 &ada saat menghembuskan na$as se@umlah :
(
dilepaskan6 BWalu0o8'22*A""C
DATA PRAKTIKUM RESPIRASI
1% Me$&'k'r Vo!'(e Per$"/"*"$
U!"$&"$ Vo!% t.,"! 0 1o!%
2","$&"$
re*).r"*.
Vo!%
2","$&"$
re*).r"*.
Vo!'(e
t.,"!
K")"*.t"*
1.t"!
Vo!%
2","$&"$
.$*).r"*.
' (()) '5)) 5)) (+)) 5))
( ())) '")) 5)) (+)) +))
* (*)) '5)) /)) (/)) "))
-ata9rata ('5585/ '1**8** 5**8** (/5585/ 5))
6
2% Ir"(" Per$"/"*"$
No Per!"k'"$ Frek'e$*. )er$"/"*"$
)er (e$.t
' Sub0ek duduk santai (* kali
( Sub0ek berna$as normal setelah berna$as
.epat selama ' menit
(" kali
* Sub0ek berna$as normal setelah berna$as
selama ( menit di dalam kantong plasti.
'/ kali
" Sub0ek duduk di kursi setelah lari di
tempat seban0ak 5) langkah
+/ kali
Per!"k'"$ 3"kt' t.") )er!"k'"$
1 2 + 4
Sub0ek menahan
na$a dan
menutup hidung
setelah menarik
na$as pan@ang
' menit (/
detik
' menit (1
detik
' menit ("
detik
1"8'' detik
Sub0ek menahan
na$as setelah
menghembuskan
na$as pan@ang
(58/' detik *"8'( detik *18/* detik ("8)2 detik
+% K"$,'$&"$ -O2 ,"!"( ',"r" ek*).r"*.
L"b'
Er!e$(e4er
3"kt'
*"()".
5"r$"
(er"#
B"t"*
"5"!
1o!'(e
!"r't"$
T.t.k
Ek.1"!e$
Vo!'(e
!"r't"$
N"OH
061 M
K"$,'$&"$
-O2 ,"!"(
',"r"
Ek*).r"*.
7
#.!"$& N" OH
061 M
4"$&
ter)"k".
A BNormalC *5 detik ' ml '8/1 )8/1 ml /81 Imol
B BSub@ek
Berlari 5)
langkahC
(+ detik " ml "85 )85 ml 5 Imol
ANALISIS DATA
Me$&'k'r Vo!'(e Per$")"*"$
Berdasarkan praktikum pengukuran 7olume pernapasan 0ang telah
dilakukan dengan menggunakan respirometer untuk mengukur @umlah 7olume
tidal dan 7olume .adangan ekspirasi dengan tiga kali ulangan didapatkan data
(()) m> ulangan pertama8 ())) m> ulangan kedua8 (*)) m> ulangan ketiga8 dan
rerata adalah ('5585/ m>6 !emudian dilakukan pengukuran 7olume .adangan
ekspirasi dengan sub0ek menghembuskan udara melalui ekspirasi normal8
kemudian menghembuskan lagi udara sekuat mungkin dan dilakukan seban0ak
tiga kali ulangan diperoleh data ulangan pertama '5)) m>8 ulangan kedua '"))
m>8 dan ulangan ketiga seban0ak '5)) m>8 sehingga didapat rerata 7olume
.adangan ekspirasi dari sub0ek 0aitu sebesar '1**8**m>6 !emudian didapatkan
data 7olume tidal 0ang mana merupakan selisih antara rerata @umlah 7olume tidal
dan 7olume ekspirasi dengan rerata 7olume .adangan ekspirasi dari ketiga
ulangan 0ang telah dilakukan diperoleh data ulangan pertama dan kedua seban0ak
5)) m> dan ulangan ketiga seban0ak /)) m>8 sehingga diperoleh hasil rataan
sebesar 5**8**m> Selan@utn0a dilakukan pengukuran kapasitas 7ital dengan .ara
bernapas dalam9dalam kemudian menghembuskan seban0ak mungkin udara6
Berdasarkan praktikum 0ang dilakukan diketahui ulangan pertama dan ulangan
kedua sebesar (+)) m> dan ulangan ketiga sebesar (/)) m>8 dan diperoleh nilai
rerata kapasitas 7ital dari sub0ek sebesar (/5585/ m>6 adapun untuk mengetahui
7olume .adangan inspirasi dapat diperoleh dari selisih antara @umlah 7olume tidal
dan 7olume .adangan ekspirasi dengan @umlah 7olume kapasitas 7ital diperoleh
8
data ulangan pertama 5)) m>8 ulangan kedua +)) m>8 dan ulangan ketiga "))
m>8 sehingga didapatkan rerata 5)) m> untuk 3olume .adangan inspirasi6
Ir"(" Per$")"*"$
Berdasarkan hasil pengamatan dan gra$ik 0ang telah dibuat8 dapat
diketahui bahwa pada saat sub0ek duduk santai8 $rekuensi perna$asann0a adalah
(* kali per menit6 &ada saat sub0ek bernapas normal setelah bernapas .epat
selama ' menit8 $rekuensi pernapasann0a naik men@adi (" kali per menit6 &ada
saat sub0ek bernapas normal setelah bernapas selama ( menit di dalam kantong
plastik8 $rekuensi pernapasan sub0ek turun men@adi '/ kali per menit6 &ada saat
sub0ek duduk di kursi dan bernapas setelah berlari di tempat seban0ak 5)
langkah8 $rekuensi pernapasan meningkat ta@am8 hampir " kali dari $rekuensi pada
pernapasan normal8 0aitu seban0ak +/ kali per menit6 Berdasarkan hasil tersebut8
dapat diketahui bahwa semakin berat kegiatan 0ang dilakukan8 maka $rekuensi
pernapasan @uga akan semakin meningkat6 =al tersebut @uga dapat diketahui dari
gra$ik 0ang kur7an0a semakin meningkat8 meskipun sempat ada penurunan pada
saat sub0ek bernapas normal setelah bernapas selama ( menit di dalam kantong
plastik
9
frekuensi
Berdasarkan hasil pengamatan dan gra$ik 0ang telah8 dapat diketahui
bahwa pada kondisi sub0ek duduk santai8 sub0ek dapat menahan napas dan
menutup hidung setelah menarik napas pan@ang selama +/ detik6 &ada saat kondisi
sub0ek bernapas normal setelah bernapas .epat selama ' menit8 sub0ek dapat
menahan napas dan menutup hidung setelah menarik napas pan@ang selama +1
detik6 &ada saat kondisi sub0ek bernapas normal setelah bernapas selama ( menit
di dalam kantong plastik8 sub0ek dapat menahan napas dan menutup hidung
setelah menarik napas pan@ang selama +" detik6 Sedangkan pada saat kondisi
Sub0ek duduk di kursi setelah lari di tempat seban0ak 5) langkah8 sub0ek dapat
menahan napas dan menutup hidung setelah menarik napas pan@ang selama 1"8''
detik6 Berdasarkan hasil analisis tersebut8 dapat diketahui bahwa pada sub0ek8
lama sub0ek dapat menahan napas setelah inspirasi untuk tiap9tiap perlakuan
adalah hampir sama B+/8 +18 +" detikC8 terke.uali pada saat dalam kondisi Sub0ek
duduk di kursi setelah lari di tempat seban0ak 5) langkah8 karena sub0ek han0a
mampu menahan napas selama 1"8'' detik6
Berdasarkan hasil analisis data dan gra$ik 0ang sudah dibuat8 dapat
diketahui bahwa pada kondisi sub0ek duduk santai8 sub0ek dapat menahan napas
dan menutup hidung setelah menghembuskan napas pan@ang selama (58/' detik6
&ada saat kondisi sub0ek bernapas normal setelah bernapas .epat selama ' menit8
10
detik
sub0ek dapat menahan napas dan menutup hidung setelah menghembuskan napas
pan@ang selama *"8'( detik6 &ada saat kondisi sub0ek bernapas normal setelah
bernapas selama ( menit di dalam kantong plastik8 sub0ek dapat menahan napas
dan menutup hidung setelah menghembuskan napas pan@ang selama *18/* detik6
Sedangkan pada saat kondisi Sub0ek duduk di kursi setelah lari di tempat
seban0ak 5) langkah8 sub0ek dapat menahan napas dan menutup hidung setelah
menghembuskan napas pan@ang selama ("8)2 detik6
Berdasarkan hasil analisis data 0ang sudah dilakukan8 dapat diketahui
bahwa kemampuan sub0ek untuk menahan napas setelah melakukan inspirasi
lebih lama dibandingkan ketika sub0ek menahan napas setelah melakukan
ekspirasi6
K"$,'$&"$ -O
2
,"!"( U,"r" Re*).r"*.
&ada praktikum pertama 0aitu meniup larutan berwarna kemerahan 0ang
berada di tabung elenme0er 0ang sudah diberi larutan phenoptalin dan Na=
pada saat keadaan normal8 hingga berwarna putih membutuhkan waktu seban0ak
*5 detik6 Selan@utn0a dititrasi dengan larutan Na= sampai warna larutan pada
tabung elenme0er kembali ke awal6 Batas awal 7olume larutan Na= )8' M
berada pada angka ' ml6 3olume larutan Na= )8' M 0ang terpakai seban0ak
)8/1 ml dan titik eki7alenn0a '8/16 Untuk men.ari kandungan :( dalam udara
ekspirasi8 ban0akn0a ml 7olume larutan Na= )8' M 0ang terpakai dikalikan ')
Imol sehingga didapatkan /81 Imol6
&raktikum selan@utn0a sama seperti 0ang pertama tetapi diberi perlakuan
dahulu pada sub0ek6 Sub0ek harus berlari 5) langkah terlebih dahulu sebelum
meniup larutan berwarna kemerahan 0ang berada di tabung elenme0er6 Waktu
0ang didapatkan sampai warna kemerahan hilang 0aitu (+ detik6 Selan@utn0a
dititrasi dengan larutan Na= sampai warna larutan pada tabung elenme0er
kembali ke awal6 Batas awal 7olume larutan Na= )8' M berada pada angka "
ml6 3olume larutan Na= )8' M 0ang terpakai seban0ak )85 ml dan titik
eki7alenn0a "85 ml6 Untuk men.ari kandungan :( dalam udara ekspirasi8
ban0akn0a ml 7olume larutan Na= )8' M 0ang terpakai dikalikan ') Imol
11
sehingga didapatkan 5 Imol6 Dari hasil diatas dapat diambil kesimpulan
sementara bahwa $rekuensi perna$asan dipengaruhi oleh $aktor akti$itas6
%ra$ik !andungan :
(
dalam udara ?kspirasi
12
PEMBAHASAN
Me$&'k'r Vo!'(e Per$")"*"$
&ertukaran gas antara atmos$er8 darah8 dan sel9sel disebut respirasi6 Tiga
proses dasar terlibat dalam respirasi6 &roses pertama 7entilasi paru8 atau berna$as8
adalah inspirasi Baliran masukC dan ekspirasi Baliran keluarC udara antara atmos$er
dan paru6 &roses kedua dan ketiga melibatkan pertukaran gas di dalam tubuh6
&roses kedua respirasi eksternal atau respirasi paru adalah pertukaran gas antara
paru dan darah6 &roses ketiga respirasi internal atau respirasi @aringan adalah
pertukaran gas antara darah dan sel9sel tubuh BSoewolo8 dkk8 ())*C6
Selama proses bernapas normal8 kira9kira 1)) ml udara bergerak ke saluran
pernapasan dalam setiap inspirasi8 dan @umlah 0ang sama bergerak keluar dalam
setiap ekspirasi6 Sekitar *1) ml 7olume tidal men.apai al7eoli8 dan '1) ml tetap
berada di hidung8 $aring8 trakhea8 dan bronkhi 0ang disebut dengan 7olume udara
mati6 Saat melakukan pernapasan dengan sangat kuat8 maka udara 0ang mampu
dihisap lebih dari 1)) ml6 !elebihan udara 0ang dihirup tersebut disebut dengan
7olume .adangan inspiratori6 Sedangkan ketika melakukan inspirasi normal dan
kemudian melakukan ekspirasi sekuat9kuatn0a8 maka '()) ml udara akan
terdorong keluar8 7olume udara ini disebut dengan 7olume .adangan ekspiratori6
Setelah 7olume udara .adangan ekspiratori dihembuskan8 se@umlah udara masih
tetap berada dalam paru9paru8 karena adan0a tekanan intrapleural lebih rendah
sehingga udara 0ang tinggal ini dipakai untuk mempertahankan agar al7eoli tetap
sedikit menggembung8 udara ini disebut dengan udara residu BSoewolo8 dkk8
())*C6
!apasitas paru dapat dihitung dengan men@umlahkan berbagai 7olume paru6
!apasitas inspirasi adalah kemampuan total inspirasi paru8 0aitu @umlah 7olume
tidal dengan 7olume .adangan inspirasi B*5)) mlC6 !apasitas $ungsional residu
adalah @umlah residu dengan 7olume residu dengan 7olume .adangan inspirasi
dengan 7olume tidal dan 7olume .adangan ekspirasi B"+)) mlC6 Akhirn0a
kapasitas total paru adalah se@umlah 7olume B5))) mlC BBasoeki8 dkk8 ()))C6
13
Berdasarkan hasil praktikum dengan sub0ek perempuan8 diperoleh rata9rata
7olume .adangan ekspirasi sebesar '1**8** ml8 dan rata9rata 7olume .adangan
inspirasi sebesar 5)) ml8 dengan rata9rata 7olume tidal sebesar 5**8** ml6 =asil
0ang diperoleh berbeda @auh dengan teori 0ang ada8 hal tersebut dapat disebabkan
karena beberapa $aktor8 seperti umur8 @enis kelamin dan berat badan tiap indi7idu6
Selain itu8 kesehatan atau kondisi sub0ek @uga berpengaruh terhadap hasil 0ang
diperoleh6
Ir"(" Per$")"*"$
&ada saat sub0ek duduk santai8 sub0ek dapat bernapas (* kali per menit6
Sedangkan setelah melakukan kegiatan olahraga 0aitu berlari di tempat selama 5)
langkah8 $rekuensi pernapasan sub0ek bertambah men@adi +/ kali6 =al tersebut
ter@adi karena adan0a suatu mekanisme untuk men0esuaikan usaha respirasi
terhadap tuntutan metabolik6 Menurut Soewolo B())*C8 Irama dasar respirasi
dikendalikan oleh sistem sara$ dalam medula dan pons6 Ukuran rongga dada
dipengaruhi oleh otot pernapasan6 tot9otot ini berkontraksi dan berelaksasi
sebagai respons impuls sara$ 0ang ditransmisi kepadan0a dari pusat di otak6 Area
pen0ampai impuls sara$ ke otot pernapasan terletak bilateral dalam bentuk
retikular batang otak8 inilah 0ang disebut pusat pernapasan6 Sehingga8 untuk
men@awab tuntutan tubuh8 irama pernapasan ini bisa diubah6 &ada kondisi sub0ek
bernapas normal setelah bernapas .epat selama ' menit8 $rekuensi pernapasan
lebih .epat daripada ketika berada dalam kondisi normal8 karena ketika bernapas
.epat8 hal tersebut berarti ter@adi dera@ad 7entilasi 0ang tinggi6 Menurut Soewolo
B())*C8 selama dera@ad 7entilasi tinggi diduga impuls dari "edullary #hytmicity
$rea menggiatkan area eJpiratori6 Telah diketahui bahwa "edullary #hytmicity
$rea ber$ungsi untuk mengendalikan irama dasar respirasi6 Sehingga8 ketika area
eJpiratori digiatkan8 impuls 0ang dialirkan melalui area eJpiratori men0ebabkan
otot9otot inter.ostalis internal dan abdominalis berkontraksi 0ang men0usutkan
7olume rongga dada6 =al tersebut 0ang membuat irama pernapasan pada sub0ek
0ang bernapas normal setelah bernapas .epat selama ' menit men@adi .epat6 &ada
saat sub0ek bernapas normal setelah bernapas selama ( menit di dalam kantong
plastik8 $rekuensi pernapasann0a lebih sedikit daripada ketika bernapas dengan
14
santai8 0aitu han0a '/ kali per menit6 &adahal8 setelah bernapas selama ( menit di
kantong plastik8 seharusn0a $rekuensi pernapasan sub0ek men@adi .epat karena
ketika bernapas di kantong plastik8 gas oksigen 0ang dibutuhkan selama bernapas
di dalam kantong plastik kurang memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh8
sehingga ketika bernapas normal setelah bernapas di dalam kantong plastik8
seharusn0a sub0ek meningkatkan irama pernapasann0a untuk men.ukupi
kebutuhan oksigen dalam tubuhn0a untuk melakukan metabolisme6 Telah
diketahui sebelumn0a bahwa untuk untuk memenuhi tuntutan metabolik tubuh8
harus ada suatu mekanisme respirasi6 Dalam hal ini8 mekanisme respirasi
seharusn0a diper.epat6
Selain "edullary #hytmicity $rea8 ada @uga %neumota&ic $rea dan
$pneustic $rea 0ang mengendalikan irama pernapasan6 %neumota&ic $rea terus9
menerus mentransmisi impuls penghambat ke area inspiratori6 Impuls tersebut
membatasi inspirasi sehingga memudahkan ekspirasi6 Sedangkan $pneustic $rea
bertugas men0ampaikan impuls ke area inspiratori 0ang menggiatkann0a dan
memperpan@ang inspirasi8 sehingga menghambat ekspirasi BSoewolo8 ())*C6
Berdasarkan hal tersebut8 dapat dipahami bahwa ketika inspirasi8 $pneustic $rea
0ang beker@a maksimal8 sedangakn pada saat ekspirasi8 %neumota&ic $rea 0ang
beker@a maksimal6
Setelah melakukan kegiatan pada masing9masing perlakuan BSub0ek
duduk santai8 Sub0ek bernapas normal setelah bernapas .epat selama ' menit8
Sub0ek bernapas normal setelah bernapas selama ( menit di dalam kantong
plastik8 dan Sub0ek duduk di kursi setelah lari di tempat seban0ak 5) langkahC8
sub0ek kemudian menahan napas setelah melakukan inspirasi pan@ang dan
menahan napas setelah melakukan ekspirasi pan@ang6 =al tersebut menun@ukkan
bahwa irama dalam melakukan pernapasan dapat diubah6 =al tersebut sesuai
dengan pendapat Soewolo B())*C bahwa kita dapat berkehendak tidak bernapas
selama waktu singkat6 !ehendak tersebut tentu sa@a melalui kontrol neural pusat
respiratori 0ang saling berhubungan dengan korteks serebralis6 Namun8 kendali
sadar dalam menahan napas tersebut ada batasn0a8 dimana kita sekuat tenaga
ingin menahan napas dalam waktu lama8 namun kadar :
(
0ang dibentuk dalam
darah sudah maksimal8 maka se.ara otomatis kita akan melakukan inspirasi
kembali6 =al tersebut menun@ukkan bahwa $aktor 0ang mempengaruhi irama
15
pernapasan adalah adan0a perubahan kadar oksigen dan karbondioksida dalam
darah6 &roses inspirasi dan ekspirasi dipengaruhi oleh refleks inflasi atau refleks
'ering-(reuer6 &ada dinding bronkhi dan bronkhioli seluruh paru9paru terdapat
reseptor regang6 Bila reseptor ini meregang berlebihan8 impuls disampaikan
sepan@ang sara$ 7agus menu@u area inspiratori dan apneusti. area6 Dalam
menanggapi8 area inspiratori dan apneusti. area dihambat dari penggiatan area
inspiratori6 Akibatn0a8 ekspirasi dapat berlangsung6 !arena udara meninggalkan
paru selama ekspirasi 8 paru mengempis dan reseptor regang tidak dirangsang lagi6
Dengan demikian8 area inspiratori dan apneusti. area tidak dihambat lagi 8 dan
mulailah inspirasi baru BSoewolo8 ())*C6
Berdasarkan analisis data8 dapat diketahui bahwa kemampuan menahan
napas setelah melakukan inspirasi pan@ang lebih lama dibandingkan kemampuan
menahan napas setelah melakukan ekspirasi6 =al tersebut menun@ukkan bahwa
pada saat menahan napas setelah melakukan inspirasi pan@ang8 :
(
0ang dibentuk
di dalam darah masih belum ban0ak sehingga dapat menahan napas lebih lama8
dibandingkan ketika menahan napas setelah ekspirasi pan@ang6
K"$,'$&"$ -O
2
,"!"( U,"r" Re*).r"*.
&roses pernapasan sangat penting untuk dapat mensuplai oksigen ke
semua @aringan tubuh dan untuk mengeluarkan karbondioksida 0ang dihasilkan
oleh darah melalui paru9paru BBrian dalam =ermawati8 Tanpa tahunC6 =embusan
napas keluar BekspirasiC disebabkan mengkerutn0a paru9paru dan dinding 0ang
mengikuti pengembangan6 Tekanan udara 0ang meningkat di dalam dada
memaksa gas9gas keluar dari paru9paru6 =al tersebut terutama ter@adi tanpa upa0a
otot tetapi dapat dibantu oleh hembusan napas 0ang kuat B=ermawati8 Tanpa
tahunC6 !enaikkan :
(
@uga akan menaikkan hidrogen8 dan setiap penurunan :
(
pun akan menurunkan hidrogen6 &engaruh hidrogenlah 0ang terutama mengubah
ke.epatan respirasi bila dibandingkan molekul :
(
6 Stimulasi area kemosensiti$
dan kemoreseptor men0ebabkan area inspiratori men@adi sangat akti$ dan
ke.epatan respirasi meningkat6 !enaikkan ke.epatan respirasi ini disebut
hiper7entilasi 0ang memungkinkan tubuh menegeluarkan :
(
lebih ban0ak
sampai p:
(
kembali normal6 Tekanan :
(
darah dalam keadaan normal adalah
") mm=g BSoewolo8 dkk68 ())*C6
16
Untuk mengetahui @umlah karbondioksida 0ang di keluarkan ketika
ekspirasi8 dapat dilakukan per.obaan seperti ini6 Air kran ditambahkan dengan
indikator phenolptealin dan Na=6 -eaksi dari ketiga bahan tersebut akan
menghasilkan warna keuguan6 Warna ungu 0ang di timbulkan memudahkan
pengamat dalam proses penghentian peniupan maupun pada saat titrasi8 sehingga
dapat diketahui @umlah karbondioksida 0ang dikeluarkan oleh sub0ek 0ang
diamati6 &enggunaan larutan Na= bertu@uan untuk men0erap atau mengikat :
(
bebas 0ang dihembuskan dari ekspirasi sub@ek6 )atrium hidroksida BNa=C @uga
dikenal sebagai soda kaustik atau sodium hidroksida merupakan @enis basa logam
kaustik6 Seperti dalam &raset0a8 dkk8 BTanpa tahunC bahwa Na= bersi$at lembab
.air dan se.ara spontan men0erap karbon dioksida dari udara bebas6 Na= @uga
sangat larut dalam air dan akan melepaskan kalor ketika dilarutkan dalam air6
leh sebab itu dari proses titrasi maka diperoleh 7olume Na= 0ang mengikat
:
(
0ang di keluarkan oleh sub0ek6
Dari per.obaan 0ang telah dilakukan saat titrasi dapat diketahui @umlah
:
(
0ang dikeluarkan sub0ek dalam kondisi normal adalah /81 Imol dan saat
berakti7itas adalah 5 Imol6 Sedangkan ketika peniupan :
(
oleh sub0ek melalui
sedotan di ukur dengan satuan detik BwaktuC6 Warna ungu 0ang ditiup oleh sub0ek
dalam kondisi normal membutuhkan waktu 0ang lebih lama untuk men@ernihkan
larutan6 Sedangkan ketika sub0ek melakukan akti7itas8 proses pen@ernihan larutan
lebih .epat6 =al ini diakibatkann oleh adan0a pengaruh akti7itas atau gerak otot
terhadap @umlah :
(
0ang dihasilkan oleh seseorang6 Dalam modul &engukuran
Molekul :
(
BTanpa tahunC men0ebutkan bahwa8 setelah beker@a berat8 seperti
berlari atau olah raga8 maka la@u perna$asan akan lebih .epat6 &ada saat
menghembuskan na$as8 se@umlah :
(
dilepaskan6
Dari pen@elasan diatas dapat diketahui bahwa waktu 0ang diperlukan
untuk men@ernihkan larutan BNa=8 %henolptealin8 dan air kranC terkait dengan
@umlah Na= 0ang mengikat :
(
bebas di dalam tabung8 0aitu semakin ban0ak
:
(
0ang dikeluarkan oleh seseorang8 semakin sedikit waktu 0ang dibutuhkan
untuk men@ernihkan larutan BNa=8 %henolptealin8 dan air kranC8 dan semakin
sedikit 7olume Na= 0ang dibutuhkan dalam titrasi6 Sebalikn0a semakin sedikit
:
(
0ang dikeluarkan oleh seseorang8 semakin ban0ak waktu 0ang di perlukan
17
untuk men@ernihkan larutan BNa=8 %henolptealin8 dan air kranC8 dan semakin
ban0ak 7olume Na= 0ang dibutuhkan dalam titrasi6 Eadi8 waktu 0ang
dibutuhkan dalam pen@ernihan berbanding lurus dengan 7olume Na= 0ang
dibutuhkan dalam titrasi6
&raktikum ini .ukup baik untuk u@i @umlah :
(
seseorang serta u@i untuk
membandingkan perlakuan Bnormal dan berakti7itasC dengan aturan 0aitu8
praktikum dilakukan dengan teliti8 .ekat dan diperhatikan setiap langkahn0a8 serta
menghindarkan adan0a kontak langsung larutan dengan udara bebas6 Selain itu
kondisi sub0ek @uga dapat men@adi $aktor perbedaan @umlah :
(
seperti8 umur8
@enis kelamin8 berat tubuh8 suhu tubuh8 posisi tubuh8 dan kegiatan tubuh B>estari8
()'*C6
KESIMPULAN
'6 -ata9rata 7olume .adangan ekspirasi sebesar '1**8** ml8 dan rata9rata 7olume
.adangan inspirasi sebesar 5)) ml8 dengan rata9rata 7olume tidal sebesar
5**8** ml6 =asil 0ang diperoleh berbeda @auh dengan teori 0ang ada8 hal
tersebut dapat disebabkan karena beberapa $aktor8 seperti umur8 @enis kelamin
dan berat badan tiap indi7idu6
(6 Frekuensi pernapasan sub0ek pada saat duduk santai seban0ak (* kali8 pada
saat bernapas normal setelah bernapas .epat selama ' menit seban0ak (" kali8
pada saat bernapas normal setelah bernapas selama ( menit di dalam kantong
plastik seban0ak '/ kali8 dan pada saat duduk di kursi setelah lari di tempat
seban0ak 5) langkah seban0ak +/ kali6 Faktor9$aktor 0ang memengaruhi
irama pernapasan adalah kegiatan 0ang dilakukan8 otot9otot pernapasan 0ang
selan@utn0a memengaruhi ukuran rongga dada8 dan :
(
0ang dibentuk dalam
darah6
*6 !andungan :
(
pada kondisi normal adalah /81 Imol dan saat berakti7itas
adalah 5 Imol6 !ondisi ini dipengaruhi oleh umur8 @enis kelamin8 berat tubuh8
suhu tubuh8 posisi tubuh8 dan kegiatan tubuh seseorang6
DAFTAR PUSTAKA
18
Anonim6 %engukuran "olekul *+ BonlineC8 diakses tanggal '' ktober ()'"
Basoeki8 Soed@onoK dkk6 ()))6 %etun,uk %raktikum $natomi dan -isiologi
"anusia6 MalangA Uni7ersitas Negeri Malang6
%u0ton8 Arthur : dan Eohn 6 ?6 =all 6 ())/6 (uku $,ar -isiologi Kedokteran .disi
//6 Eakarta A ?%:
=andoko6 ())'6 0istem %ernapasan "anusia6 EakartaA ?sis
=ermawati6 Tanpa tahun6 0istem %ernapasan "anusia %ada Kondisi BnlineC8
httpA##$ile6upi6edu#Direktori#F&MI&A#EU-6L&?ND6LBI>%I#'2/))**''
22/)((9=?-NAWATI#FI>?L'"6pd$8 diakses tanggal '' ktober ()'"
>estari8 Dina &u@i6 ()'*6 1aporan %raktikum (iologi 0istem #espirasi BonlineC8
diakses tanggal '' ktober ()'"
&raset0a8 Andhika8 dkk6 Tanpa tahun6 %engaruh Konsentrasi )aoh 2erhadap
Kandungan 3as *o BonlineC8 diakses tanggal '' ktober ()'"
-ahmat6 ())/6 (iologi 4niversitas6 EakartaA %ramedia6
Soewolo6 ())*. -isiologi "anusia6 MalangA Uni7ersitas Negeri Malang6
Walu0o8Eoko 6'22*6%etun,uk %raktikum (iologi 4mum6Eember A une@
Walu0o8Eoko dkk6()'*6%etun,uk %raktikum (iologi 5asar6 Eember A une@
Yatim8 Wildan6 '22)6 (iologi "odern 'istologi6 BandungA Tarsito6
19