Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN TETAP PRAKTIKUM

INSTRUMENTASI DAN TEKNIK PENGUKURAN


BERAT JENIS ZAT CAIR DAN ZAT PADAT

Oleh:
Kelompok 2
Nama : 1. Astri Handayani (061330400290)
2. Beryl Kholif Arrahman (061330400292)
3. Dorie Kartika (061330400295)
4. Elvania Noviyanti (061330400299)
5. Irda Agustina (061330400301)
6. Nurul Agustini (061330400306)
7. Raden Ayu Wilda Anggraini
(061330400309)
Kelas : 2.KA
Jurusan : Teknik Kimia (DIII)
Dosen Pembimbing : Ir. A. Husaini, M.T

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
TAHUN AKADEMIK 2013-2014


BERAT JENIS ZAT CAIR DAN ZAT PADAT

I. TUJUAN PERCOBAAN
- Mahasiswa dapat menentukan berat jenis zat cair dengan piknometer
- Mahasiswa menentukan berat jenis zat padat dengan piknometer
- Mahasiswa mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi berat jenis zat

II. ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN
Alat yang digunakan
- Piknometer
- Beaker gelas 250 ml
- Pipet tetes
bahan yang digunakan
- Etanol 95%
- Parafine
- Aquadest

III. DASAR TEORI
Berat jenis didefinisikan sebagai massa suatu bahan per satuan volume bahan
tersebut. Bentuk persamaannya adalah :


Satuan dari berat jenis adalah kg/dm3, grm/cm3 atau grm/ml , berat jenis
mempunyai harga konstan pada suatu temperatur tertentu dan tidak bergantung pada
bahan cuplikan atau sampel.
Dikenal beberapa alat yang dapat digunakan untuk menentukan berat jenis
yaitu aerometer,piknometer dan neraca whestpal.

Penentuan berat jenis zat zat cair dengan piknometer
Berat jenis suatu zat cair dapat dihitung dengan mengukur secara langsung
berat zat cair dalam piknometer (menimbang) dan volume zat ditentukan berdasarkan
volume piknometer.




Dimana :
Berat zat cair dalam piknometer = (berat piknometer+berat zat cair-
piknometer kosong)
Volume zat cair dalam piknometer = volume piknometer
Volume piknometer ditentukan dengan menggunakan zat cair yang lain yang
telah diketahui berat jenisnya.
Volume zat padat yang bentuknya tidak beraturan dapat ditentukan secara
langsung dengan menggunakan piknometer, bila volume dan berat zat padat tersevur
diketahui berat jenisnya.
Berat jenis zat padat dengan bentuk tidak beraturan dapat ditentukan dengan :




Volume zat padat dalam piknometer = volume piknometer volume zat cair.





Berat jenis relatif (berat jenis spesifik) adalah perbandingan antara berat jenis
zat pada suhu tertentu terhadap berat jenis air pada suhu tertentu.
Contoh d 30 20 etanol adalah perbandingan antara berat jenis etanol pada 30 C
terhadap air pada suhu 20 C.
Berat jenis relatif tidak mempunyai satuan , berat jenis relatif akan sama
dengan berat jenis absolut bila sebagai pembandingnya adalah air pada suhu 4 C.
Berat jenis dapat digunakan dalam berbagai hal untuk menentukan suatu zat
antara lain:
o Menentukan kemurnian suatu zat
o Mengenal keadaan zat
o Menunjukkan kepekatan larutan
Selain karena angkanya yang mudah diingat dan mudah dipakai untuk
menghitung, maka massa jenis air dipakai perbandingan untuk rumus ke-2
menghitung massa jenis, atau yang dinamakan Massa Jenis Relatif
Rumus massa jenis relatif = Massa bahan / Massa air yang volumenya
sama.Dalam beberapa kasus, massa jenis dinyatakan sebagai specivic gravity atau
massa jenis relatif. Umumnya digunakan untuk menyatakan massa jenis beberapa zat,
seperti air dan udara.
Alat-alat yang dapat digunakan untuk menentukan berat jenis antara lain :
Piknometer
Digunakan untuk mengukur berat jenis suatu zat cair dan zat padat, kapasitas
volumenya antara 10 mL 25 mL, bagian tutup mempunyai lubang berbentuk saluran
kecil. Pengukuran harus dilakukan pada suhu tetap. Volume zat cair selalu sama
dengan volume piknometer.
Piknometer itu terdiri dari 3 bagian:
1. tutup pikno
2. lubang
3. gelas atau tabung ukur
Faktor-faktor yang mempengaruhi berat jenis suatu zat adalah :
1. Temperatur,
dimana pada suhu yang tinggi senyawa yang diukur berat jenisnya dapat menguap
sehingga dapat mempengaruhi berat jenisnya, demikian pula halnya pada suhu yang
sangat rendah dapat menyebabkan senyawa membeku sehingga sulit untuk
menghitung berat jenisnya. Oleh karena itu, digunakan suhu dimana biasanya
senyawa stabil, yaitu pada suhu 25oC (suhu kamar).
2. Massa zat,
jika zat mempunyai massa yang besar maka kemungkinan berat jenisnya juga menjadi
lebih besar.
3. Volume zat,
jika volume zat besar maka berat jenisnya akan berpengaruh tergantung pula dari
massa zat itu sendiri, dimana ukuran partikel dari zat, berat molekulnya serta
kekentalan dari suatu zat dapat mempengaruhi berat jenisnya.

IV. Prosedur Percobaan
4.1 Penentuan Volume Piknometer
- Menimbang piknometer kosong bersih dan kering a gram
- Mengisi piknometer dengan aquadest pada suhu 18 C yang telah diketahui
berat jenis
- Menimbang piknometer yang berisi aquadest tepat pada suhu 20 C b gram
- Menghitung berat aquadest pada suhu 20 C (b-a) gram
-



- Volume aquadest = volume piknometer
4.2 Penentuan Berat Jenis Zat Cair dengan Piknometer
- Menimbang piknometer kosong, bersih dan kering yang telah ditentukan
volumenya, c gram
- Mengisi piknometer dengan zat cair pada suhu 18 C
- Menimbang piknometer yang berisi zat cair pada suhu 20 C, d gram
- Berat zat cair , (d-c) gram
-



4.3 Penentuan Berat Jenis Zat Padat dengan Piknometer
- Menimbang piknometer kosong dan bersih yang telah diketahui volumenya
e gram
- Mengisi piknometer dengan zat padat sampai separuh dari piknometer
- Menimbang piknometer yang berisi zat padat f gram
- Menimbang ke dalam piknometer yang berisi zat padat dengan zat cair pada
suhu 18 C yang telah diketahui berat jenisnya
- Menimbang piknometer berisi zat padat dan zat cair tepat pada suhu 20 C , g
gram
- Berat zat padat = (f-e) gram
-



-



V. Data Pengamatan
Penentuan Volume Piknometer
- Berat piknometer kosong = 33,0562 gram
- Berat piknometer + aquadest = 57,4356 gram
- Berat aquadest (pada 30
o
C) = 24,3794 gram
- Volume aquadest= volume piknometer = 24,423 ml
Penentuan Berat Jenis Zat Cair (etanol 95%) dengan piknometer
- Berat piknometer kosong = 33,0562 gram
- Berat piknometer + zat cair (20
o
C) = 52,2301 gram
- Berat zat cair (pada 10
o
C) = 19,2734 gram
- Berat jenis zat cair (pada 20
o
C) = 0,789 gram/ml
Penentuan berat jenis zat cair (minyak goreng) dengan piknometer
- Berat piknometer kosong = 33,0562 gram
- Berat piknometer + zat cair (20
o
C) = 55,6042 gram
- Berat zat cair (pada 10
o
C) = 22,548 gram
- Berat jenis zat cair (pada 20
o
C) = 0,923 gram/ml
Penentuan berat jenis zat padat (pasir kuarsa) dengan piknometer
- Berat piknometer kosong = 33,0562 gram
- Berat piknometer + zat padat = 42,2191 gram
- Berat piknometer + zat padat + zat cair = 62,8738 gram
- Berat zat padat = 9,1629 gram
- Berat zat cair (pada 10
o
C) = 20,6547 gram
- Volume zat cair = 20,6918 ml
- Volume zat padat = 3,7512 ml
- Berat jenis zat padat = 2,455 gr/ml

VI. PERHITUNGAN
Penentuan volume piknometer


-
( )









Penentuan Berat Jenis Zat Cair (etanol 95%)

( )
33,0562 gram

()
()












%

Penentuan Berat Jenis Zat Cair (minyak goreng)
( ) g



( )













Penentuan berat jeniz zat padat (pasir kuarsa)

( )



( )
(
42,2191 gram











20,6918 ml

( )


















VII. PERTANYAAN
- Mengapa pada penentuan berat jenis zat padat dengan menggunakan
piknometer harus ditambahkan zat cair yang telah diketahui berat jenisnya ?
Jawab :
Karena dengan menggunakan zat cair yang telah diketahui berat jenis zat
cairnya maka volume zat cair tersebut dapat diketahui. Dengan dapat
diketahuinya volume zat cair tersebut maka volume padatan juga dapat
diketahui dengan menggunakan rumus diatas. Apabila volume zat padat
sudah diketahui maka berat jenisnya juga dapat dicari.
























VIII. ANALISA DATA
Pada praktikum kali ini kami melakukan percobaan yaitu penentuan berat jenis
zat padat dan zat cair . Percobaan penentuan berat jenis ini menggunakan alat piknometer
. Dibutuhkan ketelitian dan kehati-hatian yang tinggi dalam melakukan percobaan ini,
yakni penggunaan alat dan serta membaca harga penimbangan pada neraca analitik
kemudian tidak boleh ada udara tang masuk kedalam neraca . kemudian perlu
diperhatikan selama penimbangan saat mencatat harga atau nilai yang terbaca pada
timbangan harus benar-benar nilai yang konstan (tidak berubah) butuh kesabaran yang
tinggi, salah membaca harga atau nilai pada timbangan maka akan mempengaruhi nilai
pada perhitungan. Berdasarkan prinsip hukum archimedes setiap benda yang dicelupkan
ke dalam suatu cairan akan mengalami gaya angkat yang besarnya sama dengan berat zat
cair yang dipindahkan.
Berat jenis suatu zat massa suatu zat persatuan volume. Volume suatu zat
berbanding terbalik dengan berat jenis. Semakin besar volume suatu zat , maka berat jenis
semakin kecil, sedangkan massa suatu zat berbandin lurus dengan berat jenis, semakin
besar massa suatu zat maka semakin besar berat jenis suatu zat.
Pada praktikum ini penentuan berat jenis zat manggunakan atau mencari berat
jenis etanol 95% , berat jenis minyak goreng, berat jenis pasir kuarsa. Pada penentuan
berat jenis pertama-tama kita mengukur volume piknometer yang mendapatkan hasil
berat piknometer kosong= 33,0562 gram , berat aquadest = 24,3794 gram dan volume
piknometer = 24,423 ml .
Sedangkan pada penentuan piknometer kedua menentukan berat jenis zat cair
(etanol) didapatkan hasil berat zat cair (etanol) = 19,2739 gram dan berat jenis etanol =
0,789 gram/ml sedangkan teoritisnya 0,789 gram/ml juga.
Pada berat jenis minyak goreng di dapat data berat zat cir (minyak goreng) =
22,548 gram dan berat jenis nya 0,923 gram/ml dan teoritisnya sebesar 0,908 gram/ml
sedangkan berat jenis pasir kuarsadi dapat 2,455 gram/ml dan teoritisnya 2,65 gram/ml.



IX. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
- Berat jenis suatu zat merupakan perbandingan berat zat tersebut terhadap
volumenya, semakin kecil volume benda maka berat jenis benda tersebut akan
semakin besar dan sebaliknya, berat jenis bergantung pada massa benda dan
volume.
- Berat jenis zat cair serta % kesalahan
Etanol 95% = 0,789 gram/ml
% kesalahan = 0 %
Minyak goreng =0,923 gram/ml
% kesalahan = 1,625 %
- Berat jenis zat padat serta % kesalahan
Pasir kuarsa = 2,455 gram/ml
% kesalahan = 7,35%
- Dalam percobaan ini yang berhasil sempurna adalah berat jenis etanol 95%,
sedangkan yang lain mengalami kesalahan atau ketidaktepatan kemungkinan
dikarenakan kurang teliti.

X. DAFTAR PUSTAKA
Tim Laboratorium Instrumentasi dan Teknik Pengukuran. 2014. Penuntun
Praktikum Instrumentasi dan Teknik Pengukuran .Palembang :POLSRI
2012. Berat Jenis Zat Cair dan Zat Padat.
http://jakaoktasanovajaka.blogspot.com/2012/02/berat-jenis-zat-cair-dan-
zat-padatip.html. Diakses pada tanggal 10 Mei 2014.
2011. Laporan Praktikum Berat Jenis.
http://winonalappy.wordpress.com/2011/10/18/laporan-praktikum-berat-
jenis/ . Diakses pada tanggal 10 Mei 2014.



XI. GAMBAR ALAT
Neraca Aanalitik Pipet Tetes Corong





Spatula Piknometer