Anda di halaman 1dari 4

TUGAS

Sistem-sistem Pertanian

SISTEM PERTANIAN MASA DEPAN


LEISA
(Low-External-Input and Sustainable Agriculture)

Oleh:

REZKI ARHAM AR
G211 06 008

JURUSAN ILMU TANAH


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2009
SISTEM PERTANIAN MASA DEPAN
LEISA
(Low-External-Input and Sustainable Agriculture)

Sistem pertanian yang dikembangkan selama beberapa dekade yang lalu


telah memberikan kontribusi besar pada penghapusan kelaparan dan peningkatan
standar hidup. Namun, pemanfaatan input luar (misalnya penggunaan pestisida,
pupuk buatan, dst.) secara besar-besaran telah mengakibatkan kerusakan
lingkungan dan sumber daya yang tidak bisa diperbarui. Maka menjadi sangat
relevan seruan untuk mengembangkan pertanian yang ekologis dan berkelanjutan
untuk masa depan.
Konsep Pertanian Berkelanjutan dengan Input Luar Rendah (Low-
External-Input and Sustainable Agriculture - LEISA) dan Pengembangan
Teknologi Partisipatif. LEISA adalah pertanian yang mengoptimalkan
pemanfaatan sumber daya alam dan manusia yang tersedia di tempat (seperti
tanah, air, tumbuhan, tanaman, dan hewan lokal serta tenaga manusia,
pengetahuan, dan keterampilan) dan yang secara ekonomis layak, mantap secara
ekologis, disesuaikan menurut budaya dan adil secara sosial. Pemanfaatkan input
luar tidak dikesampingkan namun hanya sebagai pelengkap pemanfaatan sumber
daya lokal.
Sistem LEISA
LEISA menurut Reijntjes et al. (1999) dan Plucknert dan Winkelmann
(1995) tidak bertujuan untuk mencapai produksi maksimal dalam jangka pendek,
melainkan untuk mencapai tingkat produksi yang stabil dan memadai dalam
jangka panjang. Sistem ini mengacu pada ciri-ciri :
1. Berusaha mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal dengan
mengkombinasikan berbagai komponen sistem usaha tani (tanaman, hewan,
tanah, air, iklim dan manusia) sehingga saling melengkapi dan memberikan
efek sinergi yang besar,
2. Berusaha mencari cara pemanfaatan input luar hanya bila diperlukan untuk
melengkapi unsur-unsur yang kurang dalam ekosistem dan meningkatkan
sumber daya biologi, fisik dan manusia. Dalam memanfaatkan input luar
ditekankan pada maksimalisasi daur ulang dan minimalisasi kerusakan
lingkungan
Prinsip-prinsip dasar ekologi pada LEISA berdasarkan Reijntjes et al.
(1999) dikelompokkan sebagai berikut:
1. Menjamin kondisi tanah yang mendukung pertumbuhan tanaman, khususnya
dengan mengelola bahan organik dan meningkatkan kehidupan dalam tanah.
2. Mengoptimalkan ketersediaan dan menyeimbangkan arus unsur hara,
khususnya melalui pengikatan nitrogen, pemompaan unsur hara, dan
pemanfaatan pupuk luar sebagai pelengkap.
3. Meminimalkan kerugian sebagai akibat radiasi matahari, udara dan air dengan
pengelolaan iklim mikro, pengeloaan air dan pengendalian erosi.
4. Meminimalkan serangan hama dan penyakit terhadap tanaman dan hewan
melalui pencegahan dan perlakuan yang aman.
5. Saling melengkapi dan sinergis dalam penggunaan sumber daya genetik yang
mencakup penggabungan dalam sistem pertanian terpadu dengan tingkat
keanekaragaman fungsional yang tinggi.
Perwujudan pertanian ideal semacam itu akan dipercepat dengan
partisipasi bersama antara ilmuwan dan petani. Ilmuwan menyumbangkan hasil
pengkajian dan penelitian yang relevan untuk pelaksanaan sistem tersebut, dan
petani mengembangkan pengalaman yang dinilai efektif. Selama ini banyak petani
yang melakukan kegiatan usaha tani tertentu yang mungkin tidak mereka pahami
aspek ilmiahnya, namun secara turun temurun dilakukan karena menunjukkan
hasil yang efektif. Petani dan ilmuwan harus bekerja sama agar pengalaman
praktis dan pemahaman ilmiah dapat dipadukan sehingga diharapkan
efektivitasnya meningkat. Misalnya, salah satu kebiasaan petani mengendalikan
gulma dengan memberi mulsa menggunakan organ-organ tumbuhan tertentu
sebenarnya merupakan aplikasi dari mekanisme fisiologi tumbuhan, yaitu
alelopati, yang mempunyai peluang besar untuk dikembangkan melalui penelitian.

1. Biological Agriculture
Berdasarkan ilmu aliran energi melalui tanaman dan sistem tanah,
pertanian biologis menyediakan kerangka pengelolaan tanah yang sehat uintuk
pertanian berkelanjutan. Hasilnya adalah mengurangi ketergantungan pada pupuk
kimia dan pestisida, penurunan gulma, penyakit dan hama serangga, dengan
peningkatan hasil panen dan nilai gizi.
2. Pertanian Organik
• Manusia kesehatan dan penyakit secara langsung terkait dengan gizi.
• Nutrisi berasal dari pertanian dan hanya pertanian.
• Konvensional (kimia atau organik) pertanian mencuri kualitas hidup kita
melalui kanker, Parkinson, penyakit jantung, demensia, dll.
• Konvensional pertanian adalah mengurangi dan melemahkan generasi
berikutnya melalui kanker, autism, ADHD, dll
• Makanan berkualitas rendah secara perlahan kelaparan kita nutrisi penting
yang perlu kita sehat, bersemangat, dan hidup penuh potensi genetik kita.
• Terbaru serangan terhadap kualitas makanan kita, lingkungan dan
kesehatan tanaman GMO.
• Pertanian harus semua tentang kesehatan.
• Petani benar-benar memegang di tangan mereka kesehatan, kesejahteraan
dan umur panjang dari sesama manusia.
1. Low Input Agriculture
Low Input Agriculture pada umumnya dipraktekkan di wilayah miskin,
bermasalah, dengan lingkungan fisik serta infrastruktur yang kurang berkembang
sehingga tidak memungkinkan pemanfaatan input luar secara luas. Dalam sistem
LEIA yang berfungsi baik, tumbuhan dan hewan tidak hanya memiliki fungsi
produktif melainkan juga fungsi ekologis, yaitu menghasilkan bahan organik,
memompa hara, mengendalikan erosi dan sebagainya sehingga menjamin
ketersediaan input dalam. Tetapi fungsi ekologis ini sering lebih rendah dari yang
seharusnya karena manusia mengambil bagian produksi dari ekosistem tersebut.
Akibatnya produksi tanaman menurun, dan untuk mengimbanginya petani
mengeksploitasi lahan mereka sampai melampui kapasitas lahan.