Anda di halaman 1dari 26

Sistem Kesehatan Nasional 2011

1


STEP 7
HIPERKES
1. Apakah definisi dan ruang lingkup dari HIPERKES?
DEFINISI
Hiperkes adalah spesialisasi dalam ilmu hygiene beserta segala sesuatu prakteknya
yang dengan mengadakan penilaian kepada faktor-faktor penyebab penyakit baik
kualitatif maupun kuantitatif dalam lingkungan kerja melalui pengukuran-
pengukuran yang hasilnya digunakan untuk tindakan korektof dan upaya
pencegahan.
http://kesmasy.wordpress.com/2010/02/03/hiperkes-higiene-perusahaan-
ergonomi-dan-kesehatan/
RUANG LINGKUP :
Pengamanan bahan baku produksi dan hasil produksi
Pengamanan proses produksi
Penyesuaian alat dan tenaga kerja
Kesehatan kuratif dan preventif
o sasaran adalah lingkungan kerja yaitu sebagai upaya pencegahan
timbulnya penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan akibat
produksi perusahaan.
o bersifat teknik
Notoatmodjo, S, Prof. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-Prinsip
Dasar.Jakarta : Rineka Cipta

2. Apakah manfaat dan tujuan dari HIPERKES?
TUJUAN :
Sistem Kesehatan Nasional 2011

2


Agar masyarakat pekerja (karyawan perusahaan, pegawai negeri, petani,
nelayan, pekerja2 bebas dsb) dapat mencapai derajat kesehatan yang setinggi-
tingginya baik fisik, mental dan sosialnya.
Agar masyarakat sekitar perusahaan terlindung dari bahaya2 pengotoran oleh
bahan2 yang berasal dari perusahaan.
Agar hasil produksi perusahaan tidak membahayakan kesehatan masyarakat
konsumennya.
Agar efisiensi kerja dan daya produktivitas para karyawan meningkat dan
dengan demikian akan meningkatkan pula produksi perusahaan.
Entjang, Indan, Ilmu Kesehatan Masyarakat, 2000

MANFAAT
a. Hygiene perusahaan :
Melindungi pekerja dan masyarakat sekitar suatu perusahaan atau industri dari
bahaya-bahaya yang mungkin timbul.
Sasaran suatu kegiatan Higiene Perusahaan adalah lingkungan dengan jalan
pengukuran-pengukuran agar tahu bahaya-bahaya yang ada atau mungkin
timbul kualitatif dan kuantitatif, dan dengan pengetahuan tentang bahaya
tersebut diadakan usaha-usaha perbaikan serta pencegahan.
Sumber : Dr. sumamur P.K., M.Sc. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja.
Gunung Agung. Jakarta. 1986.

i. Pengamatan dengan pengumpulan data.
ii. Merencanakan dan melaksanakan pengawasan terhadap segala
kemungkinan gangguan kesehatan tenaga kerja dan masyarakat disekitar
perusahaan.
Sistem Kesehatan Nasional 2011

3


Sumber : dr. Dainur. Materi-materi Pokok Ilmu Kesehatan Masyarakat. Widya
Medika. Jakarta. 1992.

b. Kesehatan kerja :
i. Pencegahan dan pemberantasan penyakit-penyakit dan
kecelakaan-kecelakaan akibat kerja.
ii. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan dan gizi tenaga kerja.
iii. Perawatan dan mempertinggi efisiensi dan produktivitas tenaga
kerja.
iv. Pemberantasan kelelahan kerja dan meningkatkan kegairahan serta
kenikmatan kerja.
v. Perlindungan masyarakat sekitar suatu perusahaan agar terhindar
dari bahaya-bahaya pencemaran yang ditimbulkan oleh
perusahaan tersebut.
vi. Perlindungan masyarakat luas dari bahaya-bahaya yang mungkin
ditimbulkan oleh produk-produk perusahaan.
Sumber : Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo. Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-
prinsip Dasar. Rineka Cipta. Jakarta. 2003.

3. Apakah kebijakan pemerintah tentang hiperkes?
Undang- Undang Nomor 14 tahun 1969 tentang Ketentuan- Ketentuan Pokok
Mengenai Tenaga Kerja, yang memuat ketentuan2 pokok tentang tenaga kerja,
mengatur higiene higiene perusahaan dan kesehatan kerja sbb :
a) Tiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan, kesehatan,
kesusilaan, pemeliharaan moral kerja serta perlakuan yang sesuai dengan
martabat manusia dan moral agama (pasal 9)
b) Pemerintah membina perlindungan kerja yang mencakup :
Norma kesehatan kerja dan higiene perusahaan
Norma keselamatan kerja
Sistem Kesehatan Nasional 2011

4


Norma kerja
Pemberian ganti kerugian, perawatan dan rehabilitasi dalam hal kecelakaan kerja.

4. Apa saja aspek dalam hiperkes?
a. Pengenalan lingkungan bermanfaat guna mengetahui secara kualitatif bahaya
potensial di tempat kerja, menentukan lokasi, jenis dan metode pengujian yang
perlu dilakukan.
b. Penilaian / evaluasi lingkungan dilakukan pengukuran, pengambilan sampel dan
analisis di laboratorium. Melalui penilaian lingkungan dapat ditentukan kondisi
lingkungan kerja secara kuantitatif dan terinci, serta membandingkan hasil
pengukuran dan standar yang berlaku, sehingga dapat ditentukan perlu atau
tidaknya teknologi pengendalian, ada atau tidak korelasi kasus kecelakaan dan
penyakit akibat kerja dengan lingkungannya, serta sekaligus merupakan dokumen
data di tempat kerja.
c. Pengendalian metode teknik untuk menurunkan tingkat faktor bahaya
lingkungan sampai batas yang masih dapat ditolerir dan sekaligus pekerja.
- Pengendalian lingkungan (Environmental Control Measures)
Disain dan tata letak yang adekuat
Penghilangan atau pengurangan bahan berbahaya pada sumbernya.
Personal Control Measures)
Penggunaan alat pelindung perorangan merupakan alternatif lain untuk
melindungi pekerja dari bahaya kesehatan. Namun alat pelindung
perorangan harus sesuai dan adekuat .
Sistem Kesehatan Nasional 2011

5


Pembatasan waktu selama pekerja terpajan terhadap zat tertentu yang
berbahaya dapat menurunkan risiko terkenanya bahaya kesehatan di
lingkungan kerja.
Kebersihan perorangan dan pakaiannya, merupakan hal yang penting, terutama
untuk para pekerja yang dalam pekerjaannya berhubungan dengan bahan kimia
serta partikel lain.
Entjang, Indan, Ilmu Kesehatan Masyarakat, 2000

5. Apa hakikat dari hiperkes?
Hakikatnya adalah
o sebagai alat untuk mencapai derajat kesehatan tenaga kerja yang setinggi-tingginya,
yang dimaksudkan untuk kesejahteraan tenaga kerja
o sebagai alat untuk meningkatkan produksi, yang berlandaskan kepada meningginya
efisiensi dan daya produktivitas faktor manusia dalam produksi
Dari situ dapat dirinci mengenai tujuan utama Higiene Perusahaan dan Kesehatan
Kerja adalah menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif.
Sumamur. 1986. Higiene Perusahaan dan Keselamatan Kerja. Gunung Agung
Jakarta
6. Apa saja usaha/program dari hiperkes?
Pencegahan dan pemberantasan penyakit2 dan kecelakaan2 akibat kerja.
Pemeliharan dan peningkatan kesehatan kerja.
Pemeliharaan dan peningkatan efisiensi dan daya produktivitas tenaga
manusia.
Pemberantasan kelelahan kerja dan peningkatan kegairahan kerja.
Sistem Kesehatan Nasional 2011

6


Pemeliharaan dan peningkatan higiene dan sanitasi perusahaan pada
umumnya seperti kebersihan ruangan2, cara pembuangan sampah/ sisa2
pengolahan dsb.
Perlindungan bagi masyarakat sekitar suatu perusahaan agar terhindar dari
pengotoran oleh bahan2 dari perusahaan yang bersangkutan.
Perlindungan masyarakat luas (konsumen) dari bahaya2 yang mungkin
ditimbulkan oleh hasil2 produksi perusahaan.
Entjang, Indan, Ilmu Kesehatan Masyarakat, 2000

7. Apa bedanya dokter perusahaan dan dokter klinik perusahaan?
DOKTER PERUSAHAAN adalah dokter yang ditunjuk atau bekerja di perusahaan serta
memimpin dan menjalankan pelayanan kesehatan bagi tenaga kerja di perusahaan yang
bersangkutan (Sumamur, 2009). Pada banyak perusahaan, berbagai peraturan pemerintah
yang mengatur tentang pelayanan kesehatan bagi tenaga kerja tidak dipatuhi, sehingga
dengan keberadaan dokter perusahaan diharapkan pelayanan kesehatan kerja sesuai
peraturan yang ada dapat dijalankan (Kuncoro, 2008).

K3
1. Apakah definisi K3 menurut ILO/WHO dan tujuan dari K3?
Tujuan :
- melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya.
- menjamin keselamatan setiap orng lain yg berada di lingkngan kerja.
- sumber produksi diperiksa dan digunakan scara aman dan efisien.

-untuk memperoleh derjatan kesehatan yg setinggi tingginya.

Sistem Kesehatan Nasional 2011

7


2. Apa faktor yang mempengaruhi dari K3?
Tujuan akhir dari kesehatan kerja adalah untuk mencapai kesehatan masyarakat
pekerja dan produktivitas kerja yang setinggi-tingginya. Untuk mencapai itu
diperlukan suatu prakondisi yang menguntungkan bagi masyarakat pekerja
tersebut. Prakondisi inilah yang penulis sebut sebagai diterminan kesehatan, kerja,
yang mencakup tiga faktor utama, yakni: beban kerja, beban tambahan akibat dari
lingkungan kerja, dan kemampuan kerja.
1. Beban kerja
Setiap pekerjaan apa pun jenisnya apakah pekerjaan tersebut memerlukan kekuatan
otot. atau pemikiran, adalah merupakan beban bagi yang melakukan. Dengan
sendirinya beban ini dapat berupa beban fisik, beban mental, ataupun beban sosial
sesuai dengan jenis pekerjaan si pelaku. Kesehatan kerja berusaha mengurangi atau
mengatur beban kerja para karyawan atau pekerja dengan cara merencanakan atau
mendesain suatu alat yang dapat mengurangi beban kerja. Misalnya alat untuk
mengangkat barang yang berat diciptakan gerobak, untuk mempercepat pekerjaan
tulis menulis diciptakan mesin ketik, untuk membantu mengurangi beban hitung-
menghitung diciptakan kalkulator atau komputer, dan sebagainya.
2. Beban tambahan
Di samping beban kerja yang harus dipikul oleh pekerja atau karyawan, pekerja
sering atau kadang-kadang memikul beban tambahan yang berupa kondisi atau
lingkungan yang tidak menguntungkan bagi pelaksanaan pekerjaan. Disebut beban
tambahan karena lingkungan tersebut mengganggu pekerjaan, dan harus diatasi
oleh pekerja atau karyawan yang bersangkutan. Beban tambahan ini dapat
dikelompokkan menjadi 5 faktor yakni:
Faktor fisik, misalnya: penerangan / pencahayaan yang tidak cukup, suhu
udara yang panas, kelembapan yang, tinggi atau rendah, suara yang bising, dan
sebagainya.
Faktor kimia, yaitu bahan-bahan kimia yang menimbulkan gangguan kerja,
misalnya: bau gas, uap atau asap, debu, dan sebagainya.
Faktor biologi, yaitu binatang atau hewan dan tumbuhan-tumbuhan yang
menyebabkan pandangan tidak enak dan mengganggu misalnya: nyamuk, lalat,
kecoa, lumut, taman yang tak teratur, dan sebagainya.
Sistem Kesehatan Nasional 2011

8


Faktor fisiologis, yakni peralatan kerja yang tidak sesuai dengan ukuran
tubuh atau anggota badan misalnya: meja atau kursi yang terlalu tinggi atau
pcndek.
Faktor social-psikologis, yaitu suasana kerja yang tidak harmonis misalnya:
adanya klik, gosip, cemburu, dan sebagainya.
3. Kemampuan Kerja
Kemampuan seseorang dalam melakukan pckerjaan berbeda dengan seseorang
yang lain, meskipun pendidikan dan pengalamannya sama, dan bekerja pada suatu
pekerjaan atau tugas yang sama. Perbedaan ini disebabkan karena kapasitas orang
tersebut berbeda. Kapasitas adalah kemampuan yang dibawa dari lahir oleh
seseorang yang terbatas. Artinya kemampuan tersebut dapat berkembang karena
pendidikan atau pengalaman tetapi sampai pada batas-batas tertentu saja. Jadi,
dapat diumpamakan kapasitas ini adalah suatu wadah kemampuan yang dipunyai
oleh masing-masing orang.
Kapasitas dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain: gizi dan kesehatan ibu,
genetik, dan lingkungan. Selanjutnya kapasitas ini mempengaruhi atau menentukan
kemampuan seseorang. Kemampuan seseorang dalam melakukan pekerjaan di
samping kapasitas juga dipengaruhi oleh pendidikan, pengalaman, kesehatan,
kebugaran, gizi, jenis kelamin, dan ukuran-ukuran tubuh. Kemampuan tenaga kerja
pada umumnya diukur dari keterampilannya dalam melaksanakan pekerjaan.
Semakin tinggi keterampilan yang dimiliki oleh tenaga kerja, semakin efisien badan
(anggota badan), tenaga dan pemikiran (mentalnya) dalam melaksanakan
pekerjaan. Penggunaan tenaga dan mental atau jiwa yang efisien, berarti beban
kerjanya relatif rendah. Peningkatan kemampuan tenaga kerja ini akhirnya akan
berdampak terhadap peningkatan produktivitas kerja. Program perbaikan gizi
melalui pemberian makanan tambahan bagi tenaga kerja, terutama bagi pekerja
kasar misalnya, adalah merupakan faktor yang sangat penting untuk meningkatkan
produktivitas kerja.
(Ilmu Kesehatan Masyarakat, Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo)

3. Apa ruang lingkup dari K3?
Sistem Kesehatan Nasional 2011

9


Ruang lingkup
Sebagai bagian spesifik keilmuan dalam ilmu kesehatan, kesehatan kerja lebih
menfokuskan lingkup kegiatannya pada peningkatan kualitas hidup tenaga
kerja melalui penerapan upaya kesehatan yang bertujuan untuk :
Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan pekerja
Melindungi dan mencegah pekerja dari semua gangguan kesehatan akibat
lingkungan kerja atau pekerjaannya
Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja
Menempatkan pekerja sesuai dengan kemampuan fisik, mental, dan
pendidikan atau ketrampilannya
Budiono, A.M.S., 2005. Bunga Rampai Hiperkes dan KK. Semarang : UNDIP

4. Apakah Batasan dari K3?
batasan dan ruang lingkup
Kesehatan kerja adalah merupakan bagian dari kesehatan masyarakat atau aplikasi
kesehatan masyarakat di dalam suatu masyarakat pekerja dan masyarakat
lingkungannya. Kesehatan kerja bertujuan untuk memperoleh derajat kesehatan yang
setinggi-tingginya, baik fisik, mental, dan sosial bagi masyarakat pekerja dan
masyarakat lingkungan perusahaan tersebut, melalui usaha-usaha preventif, promotif
dan kuratif terhadap penyakit-penyakit atau gangguan-gangguan kesehatan akibat
kerja atau lingkungan kerja.
Secara implisit rumusan atau batasan ini, bahwa hakikat kesehatan kerja mencakup dua
hal, yakni pertama, sebagai alat untuk mencapai derajat kesehatan tenaga kerja yang.
setinggi-tingginya. Kedua, sebagai alat untuk meningkatkan produksi, yang
berlandaskan kepada meningkatnya efisiensi dan produktivitas.
Notoatmodjo, S, Prof. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-Prinsip Dasar. Jakarta
: Rineka Cipta
5. Apa saja program2 dari K3?
Sistem Kesehatan Nasional 2011

10


1. Program pemeriksaan kesehatan pendahuluan pada calon tenaga kerja. Bertujuan
memeriksa kesehatan fisik dan mental, terutama untuk seleksi tenaga kerja yang
sesuai dengan bidang pekerjaan yang tersedia, di samping itu juga mengumpulkan
data sebagai data dasar bagi pemerintahan kesehatan berikutnya, setelah menjadi
tenaga kerja tetap di perusahaan tersebut.
2. Program pemeriksaan kesehatan berkala yang langsung dilakukan saat tenaga kerja
melakukan kegiatan pada bidang pekerjaannya. Program ini bertujuan
mengamati/supervisi berdasarkan data dasar tentang kesehatan tenaga kerja yang
bersangkutan. Dalam pengamatan tersebut, terutama diamati sikap menyal dalam
melakukan pekerjaan, dan keadaan kesehatan menyeluruh saat melakukan
pekerjaan. Tujuan utamanya adalah mengamati segala kemungkinan yang dapat
mempengaruhi kesehatan dan kelancaran pekerjaan mereka.
3. Program pengobatan jalan, perawatan, pertolongan gawat darurat dirumah sakit
dan sub unitnya lainnya.
4. Program pengembangan ketrampilan serta pengetahuan tenaga unit kesehatan
kerja, dan juga program pengembangan perangkat teknis kedokteran, dll
5. Program penyuluhan kesehatan. Merupakan program yang berintikan tindakan
pencegahan yang dapat dilakukan tenaga kerja sendiri, misalnya tata kehidupan
dan pekerjaan yang sesuia dengan kaidah kesehatan, terutama yang menyangkut
kebersihan, penggunaan alat pelindung/pengaman (helm, masker, air plug dll) yang
mampu melindungi gangguan kesehatan serta kecelakaan. Program penyuluhan
terutama diarahkan pada berbagai masalah yang ditemukan dari hasil
pengamatan/supervisi. Pelaksanaan program penyuluhan dapat dilakukan secara
masal ataupun pada saat supervisi.
(Materi-materi Pokok Ilmu Kesehatan Masyarakat, dr. Dainur)

6. Bagaimana urutan penyakit akibat kerja menurut ILO?
- peyakit saluran pernafasan
-peyakit kulit
-kerusakan pendengaran
-gejala pada punggung dan sendi
-kanker
-CAD
-penyakit liver
-maslah neuropsikitari
Sistem Kesehatan Nasional 2011

11


-JPV
-penyakit yg tidak diketahui penyebabnya.

Ada 3 urutan :
- penyakit akibat kerja/occupational diseases
-penyakit yg berhubungan dgan pekerjaan
- penyakit yg mengnai populasi ling kerja

7. Peraturan perundang2an yg mengatur k3 dan HIPERKES?
UU No. 14 Tahun 1969 Tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Petugas kesehatan dan
non kesehatan
UU No. 01 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan
Peraturan Menteri Kesehatan tentang higene dan sanitasi lingkungan.
Peraturan penggunaan bahan-bahan berbahayaPeraturan/persyaratan pembuangan
limbah dll.

PERATURAN KETENAGAKERJAAN
Kebijakan pemerintah ttg HIPERKES
Undang- Undang Nomor 14 tahun 1969 tentang Ketentuan- Ketentuan Pokok
Mengenai Tenaga Kerja, yang memuat ketentuan2 pokok tentang tenaga kerja,
mengatur higiene higiene perusahaan dan kesehatan kerja sbb :
c) Tiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan,
kesehatan, kesusilaan, pemeliharaan moral kerja serta perlakuan yang sesuai
dengan martabat manusia dan moral agama (pasal 9)
d) Pemerintah membina perlindungan kerja yang mencakup :
Norma kesehatan kerja dan higiene perusahaan
Norma keselamatan kerja
Sistem Kesehatan Nasional 2011

12


Norma kerja
Pemberian ganti kerugian, perawatan dan rehabilitasi dalam hal
kecelakaan kerja.
Sumamur. Higiene Perusahaan Dan Kesehatan Kerja. 1994
o Undang2 keselamatan kerja
Undang-Undang No. 1 tahun 1970 yang ruang lingkupnya berhubungan dengan
mesin, landasan tempat kerja dan lingkungan kerja, serta cara mencegah terjadinya
kecelakaan dan penyakit akibat kerja, memberikan perlindungan kepada sumber2
produksi sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Budiono S., Jusuf S., Pusparini A. BUNGA RAMPAI HIPERKES DAN KK . 2005

8. Jelaskan peran dan kewajiban dokter perusahaan mengenai hiperkes!
A. Medis

1. Program kesehatan di tempat kerja

Fungsi dasar seorang dokter sebagai seorang praktisi kesehatan adalah untuk menjalankan
program pelayanan kesehatan. Untuk seorang dokter perusahaan, ruang lingkup kerjanya
termasuk pemeriksaan kesehatan, perawatan dan rehabilitasi, serta pencegahan penyakit
umum

2. Jalin hubungan dengan tenaga kerja

Seorang dokter perusahaan juga dituntut untuk menampung keluhan tenaga kerja saat
konsultasi kesehatan dan membantu melakukan koreksi lingkungan apabila diperlukan
bersama tim dari disiplin ilmu lain.

B. Teknis Lingkungan Kerja

1. Pengukuran
Sistem Kesehatan Nasional 2011

13



Seorang dokter perusahaan juga harus memiliki pengetahuan tentang alat ukur dan
standar keadaan lingkungan, termasuk diantaranya keadaan iklim, bising, pencahayaan
dan lain-lain. Pengetahuan ini bermanfaat untuk mengetahui pengaruh lingkungan
terhadap kesehatan pekerja. Namun, seorang dokter perusahaan juga harus mengetahui
batas cakupan disiplin ilmunya dan melakukan konsultasi pada ahli higiene industri untuk
melakukan pengukuran pada keadaan yang lebih spesifik. Pengukuran dapat dilakukan
secara kualitatif dan kuantitatif.
2. Kebersihan dan Sanitasi.

Seorang dokter perusahaan dituntut untuk mengoptimalkan dan memantau kebersihan
serta sanitasi di perusahaan, termasuk di tempat kerja, kantin, WC, dan pembuangan
sampah. Selain itu, usaha kebersihan lain yang harus dilakukan termasuk pemberantasan
insekta tikus, kampanye kebersihan perorangan (personal hygiene), dan pemantauan
sistem pengolahan sisa/sampah industri.

3. Penyesuaian kemampuan fisik dan pekerjaan.

Seorang dokter perusahaan harus mampu menilai kemampuan fisik seorang pekerja dan
membuat rekomendasi untuk penyesuaian di tempat kerja pekerja tersebut. Ini dilakukan
untuk menghindari terjadinya kelelahan dan mengoptimalkan kinerja.

C. Teknis Administratif

Seorang dokter perusahaan berkewajiban untuk memenuhi tugas administratif, termasuk
diantaranya: 1. ) Pencatatan dan pelaporan medis ke instansi, 2.) Administrasi rutin bidang
kesehatan, dan 3.) Perencanaan usaha pengembangan hiperkes di perusahaan.

D. Tugas Sosial

Selain tugas-tugas diatas, seorang dokter perusahaan juga memiliki peranan sosial sebagai
Health Educator atau penyuluh kesehatan. Materi yang harus disampaikan termasuk gaya
hidup sehat, gizi, dan mutu makanan. Seorang dokter perusahaan juga harus mampu
berfungsi sebagai Health Counsellor (Komunikator) yang menjembatani hubungan antara
pekerja dengan pihak manajerial perusahaan dalam bidang kesehatan. Seorang dokter
Sistem Kesehatan Nasional 2011

14


perusahaan juga sering dilibatkan dalam tugas kepanitiaan/tim, seperti P2K3, P3K atau
Regu Pemadam Kebakaran.

Permen No. Per-03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja, Pasal 2.

KECELAKAAN KERJA
1. Apa saja macam-macam kecelakaan kerja?
Diklasifikasikan berdasarkan 4 macam penggolongan yakni :
a. Klasifikasi menurut jenis kecelakaan :
Terjatuh
Tertimpa benda
Tertumbuk atau terkena benda2
Terjepit oleh benda
Gerakan2 melebihi kemampuan
Pengaruh suhu tinggi
Terkena arus listrik
Kontak bahan2 berbahaya atau radiasi
b. Klasifikasi menurut penyebab :
Mesin, misalnya mesin pembangkit tenaga listrik, mesin penggergaji kayu,dsb
Alat angkut, alat angkut darat, udara, dan alat angkut air
Peralatan lain, misalnya : dapur pembakar dan pemanas, instalasi pendingin,
alat2 listrik, dsb
Bahan2, zat2, dan radiasi misalnya bahan peledak, gas, zat2 kimia,dsb
Lingkungan kerja (diluar bangunan, di dalam bangunan dan di bawah tanah)
Penyebab lain yg belum masuk tsb diatas
Sistem Kesehatan Nasional 2011

15


c. Klasifikasi menurut sifat luka atau kelainan :
Patah tulang
Dislokasi (keseleo)
Regang otot (urat)
Memar dan luka dalam yg lain
Amputasi
Luka di permukaan
Gegar dan remuk
Luka bakar
Keracunan2 mendadak
Pengaruh radiasi
Lain2
d. Klasifikasi menurut letak kelainan atau luka di tubuh :
Kepala
Leher
Badan
Anggota atas
Anggota bawah
Banyak tempat
Letak lain yg tdk termasuk dlm klasifikasi tsb
(SOEKIDJO, IKM)

2. Apa pengertian kecelakaan kerja?
kejadian yang tidak terduga akibat dri pekerjaan itu sendri, ada 2 faktor, faktor fisik
dan faktor dari pekerjaan itu sendri.

Sistem Kesehatan Nasional 2011

16



3. Apa tujuan program,sasaran utama dari keselamatan kerja?
TUJUAN
Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan pekerja
Melindungi dan mencegah pekerja dari semua gangguan kesehatan
akibat lingkungan kerja atau pekerjaannya
Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja
Menempatkan pekerja sesuai dengan kemampuan fisik, mental, dan
pendidikan atau ketrampilannya
Budiono, A.M.S., 2005. Bunga Rampai Hiperkes dan KK. Semarang : UNDIP
Melindungi hak keselamatan tenaga kerja dalam/selama melakukan
pekerjaan untuk kesejahteraan hidup serta peningkatan produksi dan
produktivitas nasional
Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja
Memelihara sumber produksi serta menggunakan dengan amat dan
berdayaguna (efisien)
(Dr.Dainur.1995.Materi-materi Pokok Ilmu Kesehatan Masyarakat)
SASARAN UTAMA
Sasaran-sasaran utama keselamatan kerja adalah tempat kerja, yang padanya :
a. Dibuat, dicoba, dipakai atau dipergunakan mesin, pesawat, alat, perkakas, peralatan
atau instalasi yang berbahaya atau dapat menimbulkan kecelakaan, kebakaran atau
peledakan.
b. Dibuat, diolah, dipakai, dipergunakan, diperdagangkan, diangkut atau disimpan
bahan atau barang yang dapat meledak, mudah terbakar, menggigit, beracun,
menimbulkan infeksi, bersuhu tinggi.
Sistem Kesehatan Nasional 2011

17


c. Dikerjakan pembangunan, perbaikan, perawatan, pembersihan atau pembongkaran
rumah, gedung atau bangunan lainnya termasuk bangunan pengairan, saluran atau
terowongan di bawah tanah dan sebagainya atau dilakukan pekerjaan persiapan.
d. Dilakukan usaha pertanian, perkebunan, pembukaan hutan, pengerjaan hutan,
pengolahan kayu atau hasil hutan lainnya, peternakan, perikanan dan lapangan
kesehatan.
e. Dilakukan usaha pertambangan dan pengolahan emas, perak, logam atau bijih
logam lainnya, batu-batuan, gas, minyak atau mineral lainnya, baik di permukaan
atau di dalam bumi, maupun di dasar perairan.
f. Dilakukan pengangkutan barang, binatang atau manusia, baik di daratan melalui
terowongan, dipermukaan air, dalam air maupun udara.
g. Dikerjakan bongkar muat barang muatan di kapal, perahu, dermaga, dok, stasiun
atau gudang.
h. Dilakukan penyelaman, pengambilan benda dan pekerjaan lain di dalam air.
i. Dilakukan pekerjaan di bawah tekanan udara atau suhu yang tinggi atau rendah.
j. Dilakukan pekerjaaan yang mengandung bahaya tertimbun tanah, kejatuhan,
terkena pelantingan benda, terjatuh atau terperosok, hanyut atau terpelanting.
k. Dilakukan pekerjaan dalam tangki, sumur, atau lobang.
l. Terdapat atau menyebar suhu, kelembaban, debu, kotoran, api, asap, uap, gas,
hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara atau getaran.
m. Dilakukan pembuangan atau pemusnahan sampah atau limbah.
n. Dilakukan pendidikan atau pembinaan, percobaan, penyelidikan atau riset yang
menggunakan alat teknis.
Sistem Kesehatan Nasional 2011

18


o. Dibangkitkan, diubah, dikumpulkan, disimpan, dibagi-bagikan atau disalurkan
listrik, gas, minyak atau air.
p. Dilakukan pekerjan-pekerjaan yang lain yang berbahaya.
Sumber : dr. sumamur P.K., M.Sc. keselamatan kerja dan pencegahan kecelakaan

4. Apa saja penyakit dari kecelakaan kerja?
Menurut peraturan Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi No. 01/1981 tentang
Kewajiban Melaporkan Penyakit Akibat Kerja tercantum 30 jenis penyakit, sedang
Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 22/1993 tentang Penyakit yang Timbul
Karena Hubungan Kerja memuat jenis penyakit yang sama ditambah : penyakit yang
disebabkan bahan kimia lainnya termasuk bahan obat. Daftar selengkapnya :
Pneumokoniosis yang disebabkan debu mineral.
Penyakit paru dan saluran pernapasan yang disebabkan oleh debu logam keras.
Penyakit paru dan saluran pernapasan yang disebabkan oleh debu kapas, vlas,
henep, dan sisal.
Asma akibat kerja yang disebabkan oleh penyebab sensitasi dan zat perangsang
yang dikenal yang berada dalam proses pekerjaan.
Alveolitis allergika yang disebabkan oleh faktor dari luar sebagai akibat
penghirupan debu organik.
Penyakit yang disebabkan oleh berilium.
Penyakit yang disebabkan oleh kadmium.
Penyakit yang disebabkan oleh fosfor.
Penyakit yang disebabkan oleh krom.
Penyakit yang disebabkan oleh mangan.
Penyakit yang disebabkan oleh arsen.
Penyakit yang disebabkan oleh raksa.
Penyakit yang disebabkan oleh timbal.
Penyakit yang disebabkan oleh fluor.
Penyakit yang disebabkan oleh karbon disulfida.
Sistem Kesehatan Nasional 2011

19


Penyakit yang disebabkan oleh deriva halogen.
Penyakit yang disebabkan oleh benzena.
Penyakit yang disebabkan oleh derivat nitro dan amina dari benzena.
Penyakit yang disebabkan oleh nitrogliserin.
Penyakit yang disebabkan oleh alkohol, glikol / keton.
Penyakit yang disebabkan oleh gas / uap penyebab asfiksia.
Kelainan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan.
Penyakit yang disebabkan oleh getaran mekanik.
Penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dalam udara yang bertekanan tinggi.
Penyakit yang disebabkan oleh radiasi elektromagnetik dan mengion.
Penyakit kulit (dermatosis) yang disebabkan oleh penyebab fisik, kimiawi /
biologik.
Kanker kulit epitelioma primer yang disebabkan oleh ter, pic, bitumen, minyak
mineral, antrasena.
Kanker paru yang disebabkan oleh asbes.
Penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri / parasit yang didapat dalam
suatu pekerjaan yang memiliki resiko kontaminasi khusus.
Penyakit yang disebabkan oleh suhu tinggi / rendah / panas radiasi / kelembaban
udara tinggi.
Penyakit yang disebabkan oleh bahan kimia lainnya termasuk bahan obat.

5. Bagaimana cara pencegahan penyakit akibat kecelakaan kerja?
upaya dan pencegahan
o Substitusi
Yaitu dengan mengganti bahan-bahan yang berbahaya dengan bahan-bahan yang
kurang atau tidak berbahaya, tanpa mengurangi hasil pekerjaan maupun mutunya
o Isolasi
Yaitu dengan mengisolir (menyendirikan) proses-proses yang berbahaya dalam
perusahaan.Misalnya menyendirikan mesin-mesin yang sangat gemuruh, atau
proses-proses yang menghasilkan gas atau uap yang berbahaya.
Sistem Kesehatan Nasional 2011

20


o Ventilasi umum
Yaitu dengan mengalirkan udara sebanyak perhitungan ruangan kerja, agar kadar
bahan-bahan yang berbahaya oleh pemasukan udara ini akan lebih rendah dari
nilai ambang batasnya
o Ventilasi keluar setempat
Yaitu dengan menghisap udara dari suatu ruang kerja agar bahan-bahan yang
berbahaya dihisap dan dialirkan keluar. Sebelum dibuang ke udara bebas agar tidak
membahayakan masyarakat, udara yang akan dibuang ini harus diolah terlebih
dahulu.
o Mempergunakan alat pelindung perseorangan
Para karyawan dilengkapi dengan alat pelindung sesuai dengan jenis pekerjaannya.
Misalnya: masker, kacamata, sarung tangan, sepatu, topi, dll
o Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja
Para karyawan atau calon karyawan diperiksa kesehatannya (fisik dan psikis) agar
penempatannya sesuai dengan jenis pekerjaan yang dipegangnya secara optimal
o Penerangan atau penjelasan sebelum kerja
Kepada para karyawan diberikan penerangan/penjelasan sebelum kerja agar
mereka mengetahui, mengerti dan mematuhi peraturan-peraturan serta agar lebih
berhati-hati
o Pemeriksaan kesehatan ulangan pada para karyawan secara berkala
Pada waktu-waktu tertentu secara berkala dilakukan pemeriksaan ulangan untuk
mengetahui adanya penyakit-penyakit akibat kerja pada tingkat awal agar
pengobatan dapat segera
o Pendidikan tentang kesehatan dan keselamatan kerja
Para karyawan diberikan pendidikan kesehatan dan keselamatan kerja secara
kontinyu dan teratur agar tetap waspada dalam menjalankan pekerjaannya
Sumamur. 1986. Higiene Perusahaan dan Keselamatan Kerja. Gunung Agung Jakarta
o Pencegahan kecelakaan akibat kerja
Sistem Kesehatan Nasional 2011

21


Perlu dibina keakhlian higiene perusahaan dan kesehtan kerja dengan Lembaga
Nasional Higienen Perusahaan dan Kesehatan Kerja sebagai nukleus keakhlian
Perlu dibina keakhlian tenaga kesehatan pada tingkat perusahaan dan perlu
ditingkatkan pengerahan tenaga-tenaga kesehatan ke dalam sektor produksi. Serta
perlu dibina pula para tekhnisi yang bersangkutan dengan proses produksi dengan
diberikan skill tambahan tentang human engineering
Perlu diusahakan pendidikan dan training kepada pengusaha dan buruh tentang
pentingnya kesehatan produksi dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja
sebagai sarana kearah kenikmatan dan kesejahtaraan bangsa.
Perlu dikembangkannya applied research yang dapat memenukan karakteristika-
karakteristika manusia Indonesia, misal saja tentang waktu kerjadan istirahat, gizi,
dan produktivitas, daerah-daerah nikmat kerja dan produktivitas kerja optimal, dll.
Keakhlian keakhlian dalam hiperkes harus selalu dapat dimanfaatkan oleh setiap
sektor produksi manakala sewaktu-waktu diperlukan nasehat-nasehat sesuai
kebutuhan
Pembinaan lapangan kesehatan dalam produksi nin memerlukan kerja sama yang
sebaik-baiknya diantara Depertemen Kesehatan, Departemen Tenaga Kerja,
Departeman Perindustrian, Departemen Pertaian, Departemen Pertambangan agar
diperoleh manfaat yang sebesar-besarnya.
Dr. Sumamur P.K., M.Sc. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Gunung Agung.
Jakarta. 1986.

ERGONOMI
1. Apa pengertian dan metode dari ergonomi?
PENGERTIAN:
Bagaimana mengatur kerja agar tenaga kerja dapat melakukan pekerjaannya
dengan rasa aman, selamat, efisien , efektif dan produktif , disamping juga rasa
nyaman serta terhindar dari bahaya yang mungkin timbul ditempat kerja.
Bunga Rampai, hiperkes & kk, edisi kedua (revisi), undip, th 2005
METODE ;
1. Diagnosis dapat dilakukan melalui wawancara dengan pekerja, inspeksi
tempat kerja penilaian fisik pekerjaan, uji pencahayaan, checklist dan
Sistem Kesehatan Nasional 2011

22


penngukuran lingkungan kerja lainnya. Variasinya akan sangat luas dari yang
sederhana sampai kompleks.
2. Treatment, pemecahan masalah, tergantung data dasar pada saat diagnosis.
Kadang sangat sederhana seperti merubah posisi meubel, letak pencahayaan
atau jendela yang sesuai. Membeli furniture sesuai dengan demensi fisik pekerja
atau pengobatan fisik daan psikiatrik.

Follow-up, dengan evaluasi yang subyektif atau objektif setelah treatmen,
subjektif misalnya dengan menanyakan kenyamanan, bagian badan yang sakit,
nyeri bahu dan siku, keletihan, sa\kit kepala dan lain-lain. Secara objektif
misalnya dengan parameter produk yang ditolak, absensi sakit, angka
kecelakaan dan lain-lain.
Dr. Sumamur P.K., M.Sc. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Gunung
Agung. Jakarta. 1986.

2. Apakah ruang lingkup dari ergonomi?
Ergonomi fisik; berkaitan dengan anatomi tubuh manusia, anthropometri,
karakteristik fisiologi dan biomekanika yang berhubungan dengan aktivitas
fisik
Ergonomi kognitif; brrkaitan dengan proses mental manusia, termasuk
didalamnya; persepsi,ingatan, dan reaksi sebagai akibat dari interaksi
manusia terhadap pemakaian elemen system
Ergonomi organisasi ; berkaitan dengan optimalisasi system sosioteknik,
termasuk struktur organisasi, kebijakan dan proses
Ergonomi lingkungan; berkaitan dengan pencahayaan, temperature,
kebisingan dan getaran

3. Bagaimana penerapan dari ergonomi?
Sistem Kesehatan Nasional 2011

23


a. Sikap tubuh dalam pekerjaan sangat dipengaruhi oleh bentuk, susunan,
ukuran, dan penempatan mesin-mesin , penempatan alat-alat petunjuk,
cara-cara harus melayani mesin(macam gerak, arah dan kekuatan)
b. Untuk normalisasi ukuran mesin dan alat-alat industri harus diambil
ukuran terbesar sebagai dasar serta diatur dengan suatu cara , sehingga
ukuran tersebut dapat dikecilkan dan dapat dilayani oleh tenaga kerja yang
lebih kecil contoh:kursi dapat dinaik turunkan , tempat duduk yang dapat
distel maju mundur dll
c. Ukuran-ukuran antropemetri terpenting seperti dasar ukuran-ukuran dan
penempatan alat-alat industri:
d. Ukuran ukuran kerja
Sumamur, Higiene Perusahaan Dan Kesehatan Kerja.

4. Apakah tujuan dari penerapan ergonomi?
Tujuan utama Ergonomi
Memaksimalkan efisiensi karyawan.
Memperbaiki kesehatan dan keselamatan kerja.
Menganjurkan agar bekerja aman, nyaman, dan bersemangat.
Memaksimalkan bentuk (performance) kerja yang meyakinkan.
(ERGONOMI MANUSIA, PERALATAN DAN LINGKUNGAN, Dr. Gempur Santoso,
Drs., M.Kes)
Bagaimana mengatur kerja agar tenaga kerja dapat melakukan pekerjaannya
dengan rasa aman, selamat, efisien , efektif dan produktif , disamping juga rasa
nyaman serta terhindar dari bahaya yang mungkin timbul ditempat kerja.
Bunga Rampai, hiperkes & kk, edisi kedua (revisi), undip, th 2005
5. Apa prinsip dari ergonomi?
Sistem Kesehatan Nasional 2011

24


Prinsip ergonomi dalam perancangan tempat kerja agar efisien
a. Sikap tubuh dalam melakukan pekerjaan sangat dipengaruhi oleh bentuk, susunan,
ukuran, dan penempatan mesin-mesin, penempatan alat-alat petunjuk,cara-cara
harus melayani mesin (macam gerak, arah, kekuatan,dsb.)
b. Untuk normalisasi ukuran mesin atau peralatan kerja harus diambil ukuran
terbesar sebagai dasar, serta diatur denagn cara tertentu, shg ukuran tersebut dapat
dikecilkan atau dibesarkan/ dilebarkan. Misalnya: tempat duduk yang dapat
dinaikturunkan dan dimajukan / diundurkan.
c. Ukuran-ukuran antropometri yang dapat dijadikan dasar untuk penempatan alat-
alat kerja al :
a. Berdiri : tinggi badan ,tinggi bahu, tinggi saku, tinggi pinggul,panjang lengan.
b. Duduk : tinggi duduk, panjang lengan atas , panjang lengan bawah, jarak lekuk
lutut.
d. Pada pekerjaan tangan yang dilakukan dengan berdiri , tinggi kerja sebaiknya 5-
10 cm dibawah tinggi siku.
e. Dari segi otot , sikap duduk ayng paling baikadalah sedikit membungkuk.
Sedangkan dari sudut tulang dianjurkan duduk tegak, agar punggung tidak
bungkuk dan otot perut tidak lemas.
f. Tempat duduk yang baik :
i. Tinggi dataran duduk dapat diatur dengan papan kaki yang sesuai dengan tinggi
lutut, sedangkan paha dalam keadaan datar.
ii. Lebar papan duduk tidak kurang dari 35 cm
iii. Papan tolak punggung tingginya dapat diatur dan menekan pada punggung.
g. Arah pengliahtan untuk pekerjaan berdiri adalah 23-37 derajat kebawah,
sedangkan untuk pekerjaan duduk arag penglihatan antara 32-44 derajat
kebawah.Arah penglihatan ini sesuai dengan sikap kepala istirahat.
h. Kemampuan beban fisik maksimal oleh ILO ditentukan sebesar 50 kg.
i. Kemampuan seseorang bekerja adalah 8-10 jam per hari. Lebih dari itu efisiensi
dan kualitas kerja menurun.
(IKM, Soekidjo Notoatmodjo)

TOKSIKOLOGI
1. Jelaskan Pengertian dari toksikologi?
Sistem Kesehatan Nasional 2011

25


Toksikologi merupakan ilmu yang mempelajari pengaruh merugikan suatu
zat/bahan kimia pada organism hidup atau ilmu tentang racun. Toksikologi industri
membahas tentang berbagai bahan beracun yang digunakan diolah atau dihasilkan
oleh industry.
2. Sebutkan Jenis jenis dari toksikologi industri!
Klasifikasi
Berdasarkan sifat fisiknya dikenal :
a. Gas : tidak berbentuk, mengisi ruangan pada suhu dan tekanan normal, tidak
terlihat, tidak berbau pada konsentrasi rendah, dan dapat berubah.
b. Uap : bentuk gas dari zat yg dalam keadaan biasa berujud cair atau padat, tidak
terlihat dan berdifusi keseluruh ruangan.
c. Debu : partikel zat padat yg terjadi oleh karena kekuatan alami atau mekanis.
d. Kabut : titik cairan halus di udara yg terjadi akibat kondensasi bentuk uap atau
dari tingkat pemecahan zat cair atau menjadi tingkat dispersi, melalui cara
tertentu.
e. Fume : partikel zat padat yang terjadi oleh kondensasi bentuk gas, biasanya
setelah penguapan benda padat yang dipijarkan.
f. Asap : partikel zat karbon yang berukuran kurang dari 0,5 mikron, sebagai
akibat pembakaran tidak sempurna bahan yang mengandung karbon.
g. Awan : partikel cair sebagai hasil kondensasi fase gas. Ukuran partikelnya antara
0,1 1 mikron.
Sifat sifat fisik zat dapat pula digolongkan menjadi padat ( padat biasa, fume, asap,
debu ), cair ( cair biasa, awan, kabut ), dan gas ( uap, gas ).
Sedang bahan kimia di udara menurut sifatnya dapat dibedakan menjadi :
a. Bahan bersifat partikel : debu, awan, fume, kabut.
b. Bahan bersifat non partikel gas, uap
Terhadap tubuh bahan bahan kimia tersebut digolongkan dalam klasifikasi
fisiologis sebagai berikut :
a. Bahan partikel yg bersifat : perangsang ( kapas, sabun, bubuk beras ), toksik (
Pb, As, Mn ), fibrosis ( kwarts, asbes ), allergen ( tepung sari, kapas ),
menimbulkan demam ( fume, Zn O ), Inert ( aluminium, kapas ).
Sistem Kesehatan Nasional 2011

26


b. Bahan non partikel yg bersifat : Asfiksian ( metan, helium ), perangsang (
amoniak, Hel, H2S ), racun organik, organik ( TEL, As H3 ), Mudah menguap yg :
berefek anesthesi ( Trichloroetilen ), merusak alat dalam ( C C14 ), merusak
darah ( benzene ), merusak saraf ( Parathion ).
Menurut lama terjadinya pemajanan :
a. Akut, contoh : kecelakaan kerja/keracunan mendadak
b. Subkronik, contoh : proses kerja dengan bahan kimia selama 1 tahun/lebih
c. Kronik, contoh : bekerja untuk
Bunga Rampai, hiperkes & kk, edisi kedua (revisi), undip, th 2005

3. Sebutkan Sumber dari toksikologi industri!
i. Chemical toxicant ( bahan2 kimia)
ii. Biological Toxicant (makhluk hidup)
iii. Bacterial Toxicant (bakteri)
iv. Botanical toxicant (tumbuh-tumbuhan)
Sumber: Kerjasama Program Magister Ilmu Kesehatan Lingkungan UNDIP & PT.
Pupuk Kalimantan Timur.
STEP 4 Mapping



Peningkatan derajat
keselamatan pekerja dan
Follow up
Perusahaan/industri
higiene
UU kebijakan tenaga
kerja
Kecelakaan kerja
pekerja
PAK
hiperkes
Ergonomi toksikologi K3
diagnosis treatment