Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN KEGIATAN

LAPORAN PORTOFOLIO
SINDROM NEFROTIK PADA ANAK
Disusun oleh:
dr. SHINTA RIKIASIH S.
Pe!"i!"in# :
dr. RETNANING
INTERNSIP DOKTER INDONESIA
RS$D D%O%ONEGORO TEMANGG$NG
PERIODE %$NI &'() * %AN$ARI &'(+
HALAMAN PENGESAHAN
L,-or,n Por.o/olio
To-i0 : Sindro! Ne/ro.i0 -,d, An,0
Diajukan dan dipresentasikan dalam rangka praktik klinis dokter internship sekaligus
sebagai bagian dari persyaratan menyelesaikan Program Internsip Dokter Indonesia di
RSUD Djojonegoro Temanggung
Tel,h di-eri0s, d,n dise.u1ui -,d, .,n##,l Se-.e!"er &'()
Dokter Internsip,
dr. Shinta Rizkiasih S
Mengetahui,
Dokter Pendamping
dr. Retnaning
ii
2ORANG PORTOFOLIO
N,!, Peser., : dr. Shinta Rizkiasih S.
N,!, 3,h,n, : RSUD Djojonegoro ab. Temanggung
To-i0 : Sindrom !e"rotik pada #nak
T,n##,l 40,sus5 : $% #gustus $&'(
N,!, P,sien : #n. ! No. RM : '%)&*'
T,n##,l Presen.,si : Pend,!-in# : Dr. Retnaning
Te!-,. Presen.,si : RSUD Djojonegoro ab. Temanggung
O"1e0.i/ Presen.,si :
eilmuan + eterampilan + Penyegaran + Tinjauan Pustaka
Diagnostik Manajemen + Masalah + Istime,a
+ !eonatus + -ayi #nak + Remaja + De,asa + .ansia + -umil
+ Deskripsi / Pasien datang bersama orangtua ke poliklinik anak RSUD Temanggung karena
bengkak0bengkak pada tubuh yang mun1ul sejak sekitar 2 hari yang lalu. -engkak
diakui ibu pasien pada a,alnya mun1ul di kedua kelopak mata. -engkak tersebut
semakin memberat hingga di seluruh ,ajah, perut dan juga kaki. #kibatnya, pasien
kesulitan berjalan karena kedua kaki bengkak.
Pasien juga mengeluh adanya bintik0bintik kemerahan di perut yang mun1ul
sejak $ hari yang lalu, gatal 345, nyeri 305. -uang air ke1il 345 sedikit, ,arna kuning
keruh, -# seperti 1u1ian beras 305, nyeri saat -# 305, -# keluar pasir 305.
-uang air besar tidak ada kelainan. -atuk 345 tidak berdahak, pilek 345 sekret 1air
,arna bening, sejak $ hari yang lalu. Demam 305, na"su makan menurun 305. Pasien
belum memerisakan sakitnya dan belum minum obat untuk mengurangi keluhannya.
Pasien juga belum pernah menderita sakit serupa sebelumnya.
Pasien merupakan anak pertama dari $ bersaudara. Selama mengandung, ibu
pasien tidak mengalami keluhan6sakit tertentu, tidak minum obat0obatan. Pasien lahir
1ukup bulan, spontan dengan bantuan bidan, langsung menangis saat lahir. Ri,ayat
pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan anak0anak seusianya. Ri,ayat
imunisasi lengkap sesuai Depkes.
+ Tujuan / Menganalisa etiologi timbulnya mani"estasi klinis pada pasien.
Menentukan diagnosa yang tepat sehingga mendapatkan penanganan tepat pula.
Memberikan edukasi tentang penyakit pada pasien dan keluarga.
2,h,n 2,h,s,n : + Tinjauan Pustaka + Riset 7asus + #udit
6,r, Me!",h,s : 7 Diskusi Presentasi dan Diskusi + 80mail + Pos
D,., P,sien :
#n. ! 6 * tahun $ bulan 6
Masuk RS tanggal $% #gustus $&'(
!o. Registrasi / '%)&*'
N,!, Klini0 : 8 Telp / 0 Terda"tar sejak /0
'
D,., $.,!, un.u0 2,h,n Dis0usi :
'. Diagnosis 6 9ambaran linis /
:bser;asi edema anasarka e.1 Sindrom ne"rotik dd 9lomerulone"ritis akut
-engkak seluruh tubuh, dia,ali pada kedua kelopak mata
-uang air ke1il sedikit, ber,arna keruh
-atuk 345 dan pilek 345
-intik kemerahan dan gatal di perut
$. Ri,ayat Pengobatan /
Pasien belum pernah mengalami keluhan ini sebelumnya.
Pasien belum pernah berobat ke rumah sakit6puskesmas6dokter.
2. Ri,ayat esehatan6Penyakit/
< Pasien datang bersama orangtua ke poliklinik anak RSUD Temanggung karena bengkak0
bengkak pada tubuh yang mun1ul sejak sekitar 2 hari yang lalu. -engkak diakui ibu pasien
pada a,alnya mun1ul di kedua kelopak mata. -engkak tersebut semakin memberat hingga di
seluruh ,ajah, perut dan juga kaki. -uang air ke1il 345 sedikit, ,arna kuning keruh, nyeri
-# 305. -#- tidak ada kelainan.
< Pasien juga mengeluh adanya bintik0bintik kemerahan di perut yang mun1ul sejak $ hari yang
lalu, gatal 345, nyeri 305. -atuk 345 tidak berdahak, pilek 345 sekret 1air ,arna bening. Demam
305, na"su makan menurun 305.
(. Ri,ayat eluarga / R. Sakit Serupa / disangkal
R. =ipertensi / disangkal
R. #lergi / disangkal
R. Diabetes / disangkal
). Ri,ayat Pekerjaan / 0.
>. .ain0lain /
T,nd, 9i.,l

eadaan umum / baik

esadaran / ?omposmentis, 8
(
@
)
M
>

-erat badan / $2,) kg

Tekanan Darah / A&6>& mm=g

!adi / *>B6menit

Crekuensi !a"as / $$B6menit


$

Suhu / 2>,(?
Pe!eri0s,,n Fisi0
epala -entuk meso1ephal, rambut ,arna hitam, mudah rontok 305, luka
305
Mata Mata 1ekung 30605, konjun1ti;a pu1at 30605, sklera ikterik 30605,
perdarahan subkonjugti;a 30605, pupil isokor dengan diameter 32
mm62 mm5, re"lek 1ahaya 34645, edema palpebra 34645, strabismus
30605
Telinga Membran timpani intak, sekret 305, darah 305, nyeri tekan mastoid
305, nyeri tekan tragus 305, tes penala/ kesan normal.
=idung !a"as 1uping hidung 305, sekret 345 1air, ,arna bening, epistaksis
305, "ungsi penghidu baik
Mulut
Tenggorokan
Sianosis 305, gusi berdarah 305, bibir kering 305, pu1at 305, lidah
kotor 305
Tonsil T$0T$, hiperemis 345, kripte melebar 305, detritus 305
Dinding posterior "aring hiperemis 345, post nasal drip 305
.eher D@P R4$ 1m, trakea di tengah, simetris, pembesaran kelenjar
tiroid 305, pembesaran lim"onodi 1er;i1al 305, leher kaku 305,
distensi ;ena0;ena leher 305
ThoraB -entuk normo1hest, simetris, pengembangan dada kanan E kiri,
retraksi inter1ostal 305, spider ne;i 305, sela iga melebar 305,
pembesaran 9- aBilla 30605
%,n.un# :
Inspeksi Iktus kordis tidak tampak
Palpasi Iktus kordis tidak kuat angkat
Perkusi -atas jantung kanan atas / SI? II linea sternalis deBtra
-atas jantung kanan ba,ah / SI? I@ linea parasternalis dekstra
-atas jantung kiri atas / SI? II linea parasternalis sinistra
-atas jantung kiri ba,ah / SI? I@ $ 1m medial linea
mediokla;i1ularis sinistra
F kon"igurasi jantung kesan tidak melebar
#uskultasi =R / *> kali6menit reguler. -unyi jantung I0II murni, intensitas
normal, reguler, bising 305, gallop 305.
Pul!o :
Inspeksi !ormo1hest, simetris, sela iga melebar 305, iga mendatar 305.
Pengembangan dada kanan E kiri, retraksi inter1ostal 305
Palpasi Simetris. Pergerakan dada kanan E kiri, "remitus raba kanan E kiri
Perkusi Sonor 6 Sonor
2
#uskultasi RR / $$ B6menit, suara dasar ;esikuler 34645, suara tambahan
,heezing 30605, ron1hi basah kasar 30605, ron1hi basah halus basal
paru 30605, krepitasi 30605
Punggung ki"osis 305, lordosis 305, skoliosis 305,
A"do!en :
Inspeksi Dinding perut lebih tinggi dari dinding thorak, distended 345,
;enektasi 305, sikatrik 305, stria 305, 1aput medusae 305
#us1ultasi Peristaltik 345 normal
Perkusi Redup di area "lank, pekak alih 345, tes undulasi 345
Palpasi !yeri tekan 305, hepar6lien tidak teraba.
9enitourinaria Ulkus 305, sekret 305, edema 305, tanda0tanda radang 305
8kstremitas #kral dingin Pitting edema
Pe!eri0s,,n L,"or,.oriu! D,r,h
(
0 0
0 0
0 0
4 4
D,/.,r Pus.,0, :
'. #latas =, Tambunan T, Trihono PP, Pardede S:. $&&). Konsensus Tatalaksana Sindrom Nefrotik
Idiopatik pada Anak. Unit erja oordinasi !e"rologi ID#I.
$. 9una,an #?. $&&>. Sindrom ne"rotik/ pathogenesis dan penatalaksanaan. Cermin Dunia
Kedokteran. ')&/ )&0)(.
2. liegman, -ehrman, Denson, Stanton. $&&%. Nelson Textbook of Pediatric 1
t!
"d. Philadelphia/
Saunders.
(. Gila G. $&&$. Sindrom ne"rotik. Dalam# $uku A%ar Nefrologi Anak. "disi ke&'. Dakarta/ -alai
Penerbit CUI. Pp/ 2A'0($>.
H,sil Pe!"el,1,r,n :
)
Pe!eri0s,,n &:;'<;() H,r#, nor!,l S,.u,n
HEMATOLOGI
=emoglobin '$.2 '(.& < 'A.& g6dl
=ematokrit 2> (& < )(
%
8ritrosit (.(2 (.)& < >.$& '&
>
6l
.eukosit >.> (.) < ''.&
'&
2
6l
Trombosit ')$ ')& < ()& '&
2
6l
M?@ A'.2 A&.& < *%.& "l
M?= $%.A $>.& < 2>.& pH
M?=? 2(.$ 2'.& < 2%.& g6d.
KIMIA KLINIK
reatinin &.)* &.>& < '.$& mg6d.
Ureum '%.2 '&.& < )&.& mg6d.
olesterol total =)> I $&& mg6d.
#lbumin (.)= 2.A& < ).'& g6d.
!atrium (='.' '2).& < ')).& mmol6.
alium 2.)& 2.(& < ).(& mmol6.
lorida '&%.& *) < '&A mmol6.
$RIN R$TIN &:;'<;() &>;'<;()
Garna uning uning
ejernihan 0eruh jernih
-erat Denis '.&') '.&'& '.&&2 < '.&2&
p= ).) >.& (.A < %.A
.eukosit !egati" !egati" !egati"
!itrit !egati" !egati" !egati"
Protein !egati" !egati" !egati"
9lukosa !egati" !egati" !egati"
Urobilinogen !egati" !egati" !egati"
-ilirubin !egati" !egati" !egati"
Sedimen epitel !egati" !egati"
Sedimen leukosit & < ' & < ' & < > 6.P-
Sedimen eritrosit !egati" !egati" & < ' 6.P-
Silinder !egati" !egati"
ristal !egati" !egati"
Protein ualitati" &? (? !egati" < '4
SINDROM NEFROTIK PADA ANAK
'. De"inisi
Sindrom ne"rotik merupakan kumpulan gejala0gejala yang terdiri dari proteinuria massi" 3J
(& mg6m
$
.P-6jam atau K )& mg6kg6$( jam atau dipsti1k J $45, hipoalbuminemia 3L $,) g6d.5,
edema anasarka dan dapat disertai hiperkolesterolemia 3#latas et al, $&&)5.
$. 8tiologi
Se1ara klinis, etiologi sindrom ne"rotik dibagi menjadi sindrom ne"rotik primer dan
sekunder. Dikatakan sindrom ne"rotik primer oleh karena sindrom ne"rotik ini terjadi se1ara
primer akibat kelainan pada glomerulus itu sendiri tanpa ada penyebab lain. 9olongan ini paling
sering dijumpai pada anak. Sekitar *&M anak dengan sindrom ne"rotik merupakan sindrom
ne"rotik idiopatik. Sindrom ne"rotik sekunder timbul akibat suatu penyakit sistemik atau sebagai
akibat dari berbagai kausa yang nyata, seperti misalnya e"ek samping obat, penyakit metabolik,
atau in"eksi 3Gila, $&&$5.
2. Pato"isiologi
Reaksi antigen antibodi menyebabkan permeabilitas membrane basalis glomerulus
meningkat dan diikuti kebo1oran sejumlah protein 3albumin5. Tubuh kehilangan albumin lebih
dari 2,) gram6hari yang kemudian akan menyebabkan hipoalbuminemia 39una,an, $&&>5.
=ipoalbuminemia ini merupakan "aktor kun1i terjadinya edema pada sindrom ne"rotik.
=ipoalbuminemia menyebabkan penurunan tekanan onkotik plasma sehingga 1airan bergeser
dari intra;as1ular ke jaringan interstitium dan terjadi edema. Selain itu, penurunan laju "iltrasi
glomerulus akibat kerusakan ginjal akan menambah retensi natrium dan memperberat kondisi
edema 3Gila, $&&$5.
Sedangkan, adanya hiperlipidemia atau hiperkolesterolemia dipengaruhi oleh peningkatan
sintesis lipoprotein lipid distimulasi oleh penurunan albumin serum dan penurunan tekanan
onkotik 39una,an, $&&>5.
(. Mani"estasi linis
9ejala klinis yang paling sering ditemukan adalah edema yang menyeluruh dan
terdistribusi mengikuti gaya gra;itasi bumi, yang tampak pada sekitar *)M anak dengan
sindrom ne"rotik. 8dema sering ditemukan dimulai dari daerah ,ajah dan kelopak mata pada
pagi hari, yang kemudian menghilang, digantikan oleh edema di daerah pretibial pada sore
hari. 8dema bersi"at lunak, meninggalkan bekas bila ditekan 3pitting edema5 3liegman,
$&&%5.
Seiring ,aktu, edema semakin meluas, disertai dengan pembentukan asites, e"usi pleura,
>
dan edema genital. 9angguan gastrointestinal, seperti diare, sering timbul dalam perjalanan
penyakit sindrom ne"rotik 3Gila, $&&$5.
). Pemeriksaan Cisik
Pemeriksaan "isik yang dilakukan harus disertai pemeriksaan berat badan, tinggi badan,
lingkar perut dan tekanan darah. #kan tampak adanya edema periorbita atau palpebra serta
edema pretibial yang bersi"at pitting edema. Pada pemeriksaan abdomen mungkin ditemukan
tanda0tanda hepatomegali akibat sintesis albumin yang meningkat. Selain itu, dapat ditemukan
as1ites, e"usi pleura, hingga edema genital (#latas et al.( $&&)).
>. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan, antara lain 3#latas et al., $&&)5/
a. Urinalisis, dan bila perlu biakan urin. =al ini dilakukan untuk menyingkirkan diagnosis
IS. -ila terjadi hematuria mikroskopik 3K$& eritrosit6.P-5 di1urigai adanya lesi
glomerular 3misal glomerulos1lerosis "okal5.
b. Protein urin kuantitati", dapat berupa urin $( jam atau rasio protein6kreatinin pada urin
pertama pagi hari, atau menggunakan dipsti1k.
1. Pemeriksaan darah, antara lain/
0 Darah tepi lengkap
0 adar albumin dan lipid6kolesterol plasma
0 adar ureum, kreatinin, serta klirens kreatinin dengan 1ara klasik atau dengan rumus
S1h,artz
0 adar komplemen ?2 bila ada ke1urigaan .upus 8ritematosus sistemik, pemerikaan
juga dapat ditambah dengan komplemen ?(, #!# 3Anti nuclear antibod)5 dan anti ds0
D!#
%. Diagnosis -anding
Diagnosis banding untuk anak dengan edema antara lain 3liegman et al., $&&%5/
0 8dema renal/ 9lomerulone"ritis akut atau kronis
0 8dema non0renal/ penyakit hepar, penyakit jantung 1ongenital
0 Penyakit autoimun 3misal, lupus erimatosus sistemik5
0 Malnutrisi protein.
A. Penatalaksanaan
-ila diagnosis sindrom ne"rotik telah ditegakkan, sebaiknya jangan tergesa0gesa memulai
terapi kortikosteroid, karena remisi spontan dapat terjadi pada )0'&M kasus 3#latas et al.,
$&&)5.
Perbaiki keadaan umum penderita
a. Diet tinggi kalori, protein normal, rendah garam, rendah lemak. Diet protein normal 3$
g6kg --6hari5 dan diet rendah garam 3'0$ g6hari5 perlu diperhatikan pada anak selama
masih menderita edema anasarka. Rujukan ke bagian gizi diperlukan untuk pengaturan
diet terutama pada pasien dengan penurunan "ungsi ginjal.
%
b. Tingkatkan kadar albumin serum, kalau perlu dengan trans"usi plasma atau albumin
konsentrat
1. -erantas in"eksi 3antibioti1 pro"ilaksis5
d. .akukan ,ork0up untuk diagnostik dan untuk men1ari komplikasi
e. -erikan terapi suporti" yang diperlukan/ Tirah baring bila ada edema anasarka.
Diuretik diberikan bila ada edema anasarka atau mengganggu akti;itas, biasanya
"urosemid ' mg6kg--6kali, bergantung pada beratnya edema dan respons pengobatan.
-ila edema re"rakter, dapat digunakan hidroklortiazid 3$)0)& mg6hari5. Selama
pengobatan diureti1 perlu dipantau kemungkinan hipokalemia, alkalosis metaboli1,
atau kehilangan 1airan intra;as1ular berat
Terapi steroid, diberikan selambat0lambatnya '( hari setelah diagnosis sindrom
ne"rotik ditegakkan, tetapi bila dalam ,aktu L'( hari terjadi perburukan keadaan, segera
berikan prednison. ISD? menganjurkan untuk memulai pengobatan inisial dengan
pemberian prednison oral dosis penuh sebesar >& mg6m$6hari atau $ mg6kg--6hari 3dosis
maksimal A& mg6hari5 selama ( minggu, untuk menginduksi remisi. emudian dilanjutkan
dengan dosis rumatan sebesar (& mg6m
$
6hari se1ara selang sehari dengan dosis tunggal
pagi hari 3setelah makan pagi5 selama ( minggu, lalu setelah itu pengobatan dihentikan.
-ila setelah pengobatan steroid dosis penuh tidak terjadi remisi, pasien dinyatakan sebagai
resisten steroid.

G,!",r (. Pengobatan inisial sindrom ne"rotik menggunakan kortikosteroid
*. Prognosis
Pada umumnya sebagian besar 3A&M5 sindrom ne"rotik primer memberi respons yang baik
terhadap pengobatan a,al dengan steroid, tetapi kira0kira )&M di antaranya akan relapse
berulang dan sekitar '&M tidak memberi respons lagi dengan pengobatan steroid 3Gila,
$&&$5.
A
RANGK$MAN HASIL PEM2ELA%ARAN PORTOFOLIO
SOAP
(. Su"1e0.i/ :
Keluh,n $.,!, / bengkak di seluruh tubuh sejak 2 hari SMRS.
&. O"1e0.i/ :
,. GE%ALA KLINIS
-engkak seluruh tubuh, dia,ali pada kedua kelopak mata
-uang air ke1il sedikit, ber,arna keruh
-atuk 345 dan pilek 345
-intik kemerahan dan gatal di perut
". 9ITAL SIGN

eadaan umum / baik

esadaran / ?omposmentis, 8
(
@
)
M
>

-erat badan / $2,) kg

Tekanan Darah / A&6>& mm=g

!adi / *>B6menit

Crekuensi !a"as / $$B6menit

Suhu / 2>,(?
@. PEMERIKSAAN FISIK
8dema palpebra 34645
Tonsil T$0T$, hiperemis 345. Dinding posterior "aring hiperemis 345
#bdomen/ distensi 345, perkusi redup di area "lank, pekak alih 345, tes undulasi 345
as1ites
8dema pretibial6pitting edema 34645
d. PEMERIKSAAN PEN$N%ANG
=iperkolesterolemia 32(* mg6dl5
=ipoalbuminemia 3'.(2 g6d.5
=iponatremia 3'2&.& mmol6.5
Protein urin kualitati" $4 3N )&0$&& mg6d.5
=. Asses!en. 3penalaran klinis5 :
Pasien ini dapat ditegakkan diagnosis edema anasarka e.1 sindrom ne"rotik berdasarkan
gejala klinis dan temuan pemeriksaan yang ditemukan/
0 -engkak yang dia,ali pada kedua kelopak mata kemudian menyebar ke perut dan
kedua kaki.
0 -uang air ke1il sedikit, ber,arna keruh.
*
0 Disertai batuk dan pilek, tetapi tidak ada demam.
0 Tidak ditemukan hipertensi pada anak.
0 Pada pemeriksaan "isik ditemukan/ 8dema palpebra 34645, as1ites, dan edema
pretibial 34645
0 =iperkolesterolemia, =ipoalbuminemia, =iponatremia, Protein urin kualitati" $4,
tidak ada hematuria.
Dari beberapa poin di atas, maka de"inisi Sindroma ne"rotik terpenuhi. eluhan bengkak di
seluruh tubuh yang dibuktikan dengan pemeriksaan "isik, yaitu edema palpebra, as1ites, dan
edema pretibial 3pitting edema5. emudian hasil pemeriksaan laboratorium darah dan urin juga
turut menunjang diagnosis sindroma ne"rotik, yaitu hipoalbuminemia, hiperkolesterolemia, dan
proteinuria. Tidak adanya kondisi hipertensi, serta tidak ditemukannya hematuria pada
pemeriksaan mikroskopis urindapat menyingkirkan diagnosis banding glomerulone"ritis akut
pas1a in"eksi strepto1o11us yang sering terjadi pada anak0anak. Meskipun memang, pada
pasien ini keluhan bengkak juga disertai dengan batuk dan pilek.
Pasien anak dalam kasus ini perlu diobser;asi dan dira,at inap karena perlunya tirah
baring akibat edema anasarka yang mengganggu akti;itas 3berjalan5. Sehingga, anak perlu
mendapat terapi diureti1 untuk mengurangi kondisi edema yang terjadi. Selama pengobatan
diureti1 perlu pemantauan kemungkinan hipokalemia, alkalosis metaboli1, atau kehilangan
1airan intra;as1ular berat. Selain itu, pera,atan di rumah sakit juga bertujuan untuk pengaturan
diet yang sangat penting pada kasus ini. Diet protein normal 3$ g6kg --6hari5 dan diet rendah
garam 3'0$ g6hari5 perlu diperhatikan pada anak selama masih menderita edema anasarka.
Selain itu, kondisi hipoalbuminemia 3'.(2 g6dl5 yang dialami anak dalam kasus ini juga perlu
mendapatkan penanganan khusus dengan in"use albumin konsentrat.
Sambil melakukan perbaikan kondisi umum pasien anak tersebut, terapi dengan steroid
dapat dimulai. Terapi dengan prednison diberikan selambat0lambatnya '( hari setelah
diagnosis sindrom ne"rotik ditegakkan. Pengobatan inisial prednisone 3$ mg6kg--6hari5
diberikan selama ( minggu untuk menginduksi remisi, lalu dilanjutkan dosis rumatan selama (
minggu pula. Selain terapi steroid, beberapa kasus sindrom ne"rotik pada anak juga
memerlukan antibiotik pro"ilaksis karena penderita S! 1enderung mudah terin"eksi, misal
selulitis dan peritonitis.
). Pl,n :
Di,#nosis Ker1, : 8dema anasarka e.1 Sindrom !e"rotik
'&
Tonsilo"aringitis akut
Ter,-i :
I@CD D)M ) tpm makro
Pembatasan intake 1airan A&& 116hari
Inj. ?e"triaBon >)& mg6'$ jam
Inj. Ranitidine &,) 116'$ jam
Inj. Curosemide ') mg6'$ jam
Per oral/
Prednisone ) mg ( < 2 < 2
#mbroBol sirup 2 B 1th '
Pendidi0,n :
Tujuan edukasi pada pasien sindrom ne"rotik dan keluarga /
Mengenal perjalanan penyakit dan pengobatan.
Melaksanakan pengobatan yang maksimal.
Men1apai akti;itas yang optimal serta mengurangi tingkat kekambuhan.
Se1ara umum bahan edukasi yang harus diberikan adalah /
Pengetahuan dasar tentang sindrom ne"rotik dan penyebabnya.
?ara pen1egahan perburukan penyakit serta berbagai pengobatan yang diberikan.
Tentang pola makan dan minum yang perlu diperhatikan selama anak masih
mengalami bengkak.
#njuran untuk tetap rutin kontrol ke poliklinik anak RS selama pengobatan steroid.
''
Konsul.,si d,n Ru1u0,n :
Pasien ini sebenarnya memerlukan konsultasi ke bagian Rehabilitasi
Medik6Cisioterapi untuk dilakukan terapi reposisi partikal 3seperti Manue;er 8pley5.
'$
Ke#i,.,n Periode H,sil A,n# Dih,r,-0,n
Collo, up Setiap hari Perbaikan keadaan umum
pasien
!asihat Setiap kali kunjungan ualitas hidup pasien membaik
FOLLO3 $P
&: A#us.us &'() &< A#us.us &'() &> A#us.us &'() =' A#us.us &'()
Su"Ae0.i/ -engkak 345, -atuk 345,
Pilek 345, Demam 345
-engkak 345, -atuk 345,
Pilek 305, Demam 305
-engkak 3O5, -atuk 345,
Pilek 305, Demam 305
-engkak 3O5, -atuk 345,
Pilek 305, Demam 305
O"1e0.i/ @ital sign /
0 TD / A&6>&
0 ! / *> B6mnt
0 RR / $$ B6mnt
0 T / 2A.$? 3$$.&&5

8dema palpebra 34645
#s1ites 345
8dema pretibial 34645
@ital sign /
0 TD / A&6>&
0 ! / AA B6mnt
0 RR / $$ B6mnt
0 T / 2>.(?
8dema palpebra 34645
#s1ites 345
8dema pretibial 34645
@ital sign /
0 TD / A&6>&
0 ! / *( B6mnt
0 RR / $( B6mnt
0 T / 2>.A?
8dema palpebra 30605
#s1ites 345
8dema pretibial 34645
@ital sign /
0 TD / A&6>&
0 ! / *$ B6mnt
0 RR / $& B6mnt
0 T / 2%.$?
8dema palpebra 30605
#s1ites 345
8dema pretibial 34645
Asses!en. Sindrom !e"rotik
Tonsilo"aringitis akut
Sindrom !e"rotik
Tonsilo"aringitis akut
Sindrom !e"rotik
Tonsilo"aringitis akut
Sindrom !e"rotik
Tonsilo"aringitis akut
Ter,-i 0 I@CD D)M ) tpm makro
0 Inj. ?e"triaBon $ B >)& mg
0 Inj. Ranitidine $ B P amp
0 Inj. Curosemide $ B ') mg
Peroral/
0 Prednisone ) mg ( < 2 < 2
0 #mbroBol sirup 2 B 1th '
0 Parasetamol 2 B $)& mg 3k6p5
0 I@CD D)M ) tpm makro
0 Trans"usi #lbumin '&& 11
0 Inj. ?e"triaBon $ B >)& mg
0 Inj. Ranitidine $ B P amp
0 Inj. Curosemide $ B ') mg
Peroral/
0 Prednisone ) mg ( < 2 < 2
0 #mbroBol sirup 2 B 1th '
0 Parasetamol 2 B $)& mg 3k6p5
0 I@CD D)M ) tpm makro
0 Inj. ?e"triaBon $ B >)& mg
0 Inj. Ranitidine $ B P amp
0 Inj. Curosemide $ B ') mg
Peroral/
0 Prednisone ) mg ( < 2 < 2
0 ?odein tablet 2 B '& mg
0 Parasetamol 2 B $)& mg 3k6p5
0 #mbroBol sirup 2 B 1th '
0 @itamin -pleB 2 B '
0 I@CD D)M ) tpm makro
0 Inj. ?e"triaBon $ B >)& mg
0 Inj. Ranitidine $ B P amp
0 Inj. Curosemide 2 B ') mg
Peroral/
0 Prednisone ) mg ( < 2 < 2
0 ?odein tablet 2 B '& mg
0 Parasetamol 2 B $)& mg 3k6p5
0 #mbroBol sirup 2 B 1th '
0 @itamin -pleB 2 B '
Pl,nnin# #,asi keadaan umum, balan1e
1airan dan TT@
#,asi keadaan umum, balan1e
1airan dan TT@
#,asi keadaan umum, balan1e
1airan dan TT@
#,asi keadaan umum, balan1e
1airan dan TT@
'2
FOLLO3 $P
=( A#us.us &'() ( Se-.e!"er &'() & Se-.e!"er &'() = Se-.e!"er &'()
Su"Ae0.i/ -engkak 3O5, -atuk 345,
Pilek 305, Demam 305
-engkak 3O5, -atuk 345,
Pilek 305, Demam 305
-engkak 3O5, -atuk 345,
Pilek 305, Demam 305
-engkak 3O5, -atuk 345,
Pilek 305, Demam 305
O"1e0.i/ @ital sign /
0 TD / A&6>&
0 ! / AA B6mnt
0 RR / $$ B6mnt
0 T / 2>.&?
8dema palpebra 30605
#s1ites 3O5
8dema pretibial 34645
@ital sign /
0 TD / A&6>&
0 ! / *& B6mnt
0 RR / $$ B6mnt
0 T / 2>.)?
8dema palpebra 30605
#s1ites 3O5
8dema pretibial 34645
@ital sign /
0 TD / A&6>&
0 ! / *$ B6mnt
0 RR / $(B6mnt
0 T / 2>.%?
8dema palpebra 30605
#s1ites 3O5
8dema pretibial 3O6O5
@ital sign /
0 TD / A&6>&
0 ! / AA B6mnt
0 RR / $$ B6mnt
0 T / 2>.&?
8dema palpebra 30605
#s1ites 3O5
8dema pretibial 3O6O5
Asses!en. Sindrom !e"rotik
Tonsilo"aringitis akut
Sindrom !e"rotik
Tonsilo"aringitis akut
Sindrom !e"rotik
Tonsilo"aringitis akut
Sindrom !e"rotik
Tonsilo"aringitis akut
Ter,-i 0 I@CD D)M ) tpm makro
0 Inj. ?e"triaBon $ B >)& mg
0 Inj. Ranitidine $ B P amp
0 Inj. Curosemide 2 B ') mg
Peroral/
0 Prednisone ) mg ( < 2 < 2
0 ?odein tablet 2 B '& mg
0 Parasetamol 2 B $)& mg 3k6p5
0 #mbroBol sirup 2 B 1th '
0 @itamin -pleB 2 B '
0 I@CD #8! 2# '& tpm
0 Inj. ?e"triaBon $ B >)& mg
0 Inj. Ranitidine $ B P amp
0 Inj. Curosemide 2 B $& mg
Peroral/
0 Prednisone ) mg ( < 2 < 2
0 I!= tablet ' B $&& mg
0 ?odein tablet 2 B '& mg
0 SR tablet 2 B P
0 @itamin -pleB 2 B '
0 Parasetamol 2 B $)& mg 3k6p5
0 #mbroBol sirup stop
0 I@CD #8! 2# '& tpm
0 Inj. ?e"triaBon $ B >)& mg
0 Inj. Ranitidine $ B P amp
0 Inj. Curosemide 2 B $& mg
Peroral/
0 Prednisone ) mg ( < 2 < 2
0 I!= tablet ' B $&& mg
0 ?odein tablet 2 B '& mg
0 SR tablet 2 B P
0 @itamin -pleB 2 B '
0 Parasetamol 2 B $)& mg 3k6p5
0 I@CD #8! 2# '& tpm
0 Inj. ?e"triaBon $ B >)& mg
0 Inj. Ranitidine $ B P amp
0 Inj. Curosemide 2 B $& mg
Peroral/
0 Prednisone ) mg ( < 2 < 2
0 I!= tablet ' B $&& mg
0 ?odein tablet 2 B '& mg
0 SR tablet 2 B P
0 @itamin -pleB 2 B '
0 Parasetamol 2 B $)& mg 3k6p5
Pl,nnin#
#,asi keadaan umum, balan1e
1airan dan TT@
#,asi keadaan umum, balan1e
1airan dan TT@
#,asi keadaan umum, balan1e
1airan dan TT@
#,asi keadaan umum, balan1e
1airan dan TT@
'(
FOLLO3 $P
) Se-.e!"er &'() + Se-.e!"er &'()
Su"Ae0.i/ -engkak 305, -atuk 305,
Pilek 305, Demam 305
-engkak 305, -atuk 305,
Pilek 305, Demam 305
O"1e0.i/ @ital sign /
0 TD / A&6>&
0 ! / *( B6mnt
0 RR / $& B6mnt
0 T / 2>.$?
8dema palpebra 30605
#s1ites 305
8dema pretibial 30605
@ital sign /
0 TD / A&6>&
0 ! / AA B6mnt
0 RR / $$ B6mnt
0 T / 2>.&?
8dema palpebra 30605
#s1ites 305
8dema pretibial 30605
Asses!en. Sindrom !e"rotik
Tonsilo"aringitis akut
Sindrom !e"rotik
Tonsilo"aringitis akut
Ter,-i 0 I@CD #8! 2# '& tpm
0 Inj. ?e"triaBon $ B >)& mg
0 Inj. Ranitidine $ B P amp
0 Inj. Curosemide 2 B $& mg
Peroral/
0 Prednisone ) mg ( < 2 < 2
0 I!= tablet ' B $&& mg
0 ?odein tablet 2 B '& mg
0 SR tablet 2 B P
0 @itamin -pleB 2 B '
0 Parasetamol 2 B $)& mg 3k6p5
Terapi Pulang/
0 Prednisone ) mg ( < 2 < 2
0 I!= tablet ' B $&& mg
0 SR tablet 2 B P
0 @itamin -pleB 2 B '
Pl,nnin#
#,asi keadaan umum, balan1e
1airan dan TT@
-.P.
')