Anda di halaman 1dari 22

MATA KULIAH SEMEN

PENYEDIAAN BAHAN BAKU PEMBUATAN SEMEN


Nama Kelompok
1. Indra R!k Herma"an
#. $%an M%&ammad
'. Lala(%l Nkma&
). M(a Pra*(ka
+. Mo,&ammad -a%!
.. No/(a An*a Ra&mad&an
0. Ra*1dan An%l -kr
BAB 1
Ind%*(r Semen
1.1 Pen2er(an Semen
Semen berasal dari bahasa latin cementum, dimana kata ini mula-mula
dipakai oleh bangsa Roma yang berarti bahan atau ramuan pengikat, dengan kata lain
semen dapat didefinisikan adalah suatu bahan perekat yang berbentuk serbuk halus,
bila ditambah air akan terjadi reaksi hidrasi sehingga dapat mengeras dan digunakan
sebagai pengikat (mineral glue). Semen merupakan salah satu bahan perekat yang
jika dicampur dengan air mampu mengikat bahan-bahan padat seperti pasir dan batu
menjadi suatu kesatuan kompak. Sifat pengikatan semen ditentukan oleh susunan
kimia yang dikandungnya. dapun bahan utama yang dikandung semen adalah kapur
(!a"), silikat (Si"#), alumunia (l#"$), ferro oksida (%e#"$), magnesit (&g"),
serta oksida lain dalam jumlah kecil ('ea and (esch, )*+,).
&assa jenis semen yang diisyaratkan oleh S-& adalah $,). gr/cm$, pada
kenyataannya massa jenis semen yang diproduksi berkisar antara $,,$ gr/cm$ sampai
$,#. gr/cm$. 0ariasi ini akan berpengaruh proporsi campuran semen dalam
campuran. 1engujian massa jenis ini dapat dilakukan menggunakan Le Chatelier
Flask (S-& ! $+2-*3).
1.# -%n2* Semen
%ungsi semen adalah mengikat butir-butir agregat hingga membentuk suatu
massa padat dan mengisi rongga-rongga udara di antara butir-butir agregat. 4alaupun
komposisi semen dalam beton hanya sekitar ),5, namun karena fungsinya sebagai
bahan pengikat maka peranan semen menjadi penting. Semen yang digunakan untuk
pekerjaan beton harus disesuaikan dengan rencana kekuatan dan spesifikasi teknik
yang diberikan.
1.' $en* $en* *emen
Semen mempunyai beberapa jenis, yaitu 6
1. Semen non &drolk
Semen non hidrolik tidak dapat mengikat dan mengeras di dalam air, tetapi
dapat mengeras di udara.
!ontoh6 kapur.
#. Semen &drolk
Semen hidrolik mempunyai kemampuan untuk mengikat dan
mengeras di dalam air. !ontoh6
) Semen po77olan
Semen portland po77olan adalah suatu semen hidrolis yang terdiri dari
campuran yang homogen antara semen portland dengan po7olan halus,
yang di produksi dengan menggiling klinker semen portland dan po7olan
bersama-sama, atau mencampur secara merata bubuk semen portland
dengan bubuk po7olan, atau gabungan antara menggiling dan mencampur,
dimana kadar po7olan 8 5 sampai dengan +, 5 massa semen portland
po7olan. (S9:-).-,$,#-#,,+).
&enurut S9: ).-,$,#-)*2*, .;ahan yang mempunyai sifat po7olan adalah
bahan yang mengandung sifat silica aluminium dimana bentuknya halus
dengan adanya air, maka senya<a-senya<a ini akan bereaksi secara kimia
dengan kalsium hidroksida pada suhu kamar membentuk senya<a yang
mempunyai sifat seperti semen. Semen 1ortland po7olan dapat
digolongkan menjadi # (dua) jenis yaitu sebagai berikut6
Semen portland po7olan jenis S11 yaitu semen 1ortland po7olan
yang dapat dipergunakan untuk semua tujuan pembuatan adukan beton
serta tahan sulfat sedang dan panas hidrasinya sedang.
Semen portland po7olan jenis SS1 ; yaitu semen 1ortland po7olan
yang dapat dipergunakan untuk semua adukan beton tersebut tahan sulfat
sedang dan panas hidrasi rendah.
# Semen terak
Semen terak adalah semen hidrolik yang sebagian besar terdiri dari
suatu campuran seragam serta kuat dari terak tanur kapur tinggi dan kapur
tohor. Sekitar 8,5 beratnya berasal dari terak tanur tinggi.
Semen terak dibuat melalui proses tertentu yakni penggilingan, yang
menyebabkan terak itu bersifat hidrolik, sekaligus berkurang jumlah sulfat
yang dapat merusak. -erak tersebut kemudian dikeringkan dan ditambahi
kapur tohor dengan perbandingan tertentu. Seluruh bahan dicampur dan
dihaluskan kembali menjadi butiran yang halus.
'. Semen alam
Semen alam dihasilkan melalui pembakaran batu kapur yang
mengandung lempung pada suhu lebih rendah dari suhu pengerasan. =asil
pembakaran kemudian digiling menjadi serbuk halus. >adar silika, alumina
dan oksida besi pada serbuk cukup untuk membuatnya bergabung dengan
kalsium oksida sehingga membentuk senya<a kalsium silikat dan aluminat
yang dapat dianggap mempunyai sifat hidrolik. Semen alam yang
dihasilkan mempunyai komposisi sebagai berikut6
!a" 6 $)5 - .35
Si"# 6 ##5 - #*5
l#"$ 6 .,#5 - 2,25
%e#"$ 6 ),.5 - $,#5
&g" 6 ),.5 - #,#5
9a" 6
>#" 6
Semen alam tidak boleh digunakan di tempat yang langsung terekspos
perubahan cuaca, tetapi dapat digunakan dalam adukan beton untuk
konstruksi yang tidak memerlukan kekuatan tinggi.
). Semen por(land
Semen portland adalah bahan konstruksi yang paling banyak
digunakan dalam pekerjaan beton. Semen portland didefinisikan sebagai
semen hidrolik yang dihasilkan dengan menggiling klinker yang terdiri dari
kalsium silikat hidrolik, yang umumnya mengandung satu atau lebih.
;entuk kalsium sulfat sebagai bahan tambahan yang digiling bersama-
sama dengan bahan utamanya. 1embuatan semen portland dilaksanakan
melalui beberapa tahapan, yaitu6
1. 1enambangan di quarry
2. 1emecahan di crushing plant
3. 1enggilingan (blending)
4. 1encampuran bahan-bahan
5. 1embakaran (ciln)
6. 1enggilingan kembali hasil pembakaran
7. 1enambahan bahan tambah (gipsum)
8. 1engikatan (packing plant)
%ungsi dari semen portland adalah untuk merekatkan butir-butir agregat agar
terjadi suatu massa yang kompak dan padat, selain juga untuk mengisi rongga-
rongga di antara butiran agregat (-jokrodimuljo dan >ardiyono, )*22).
BAB #
BAHAN BAKU PEMBUATAN SEMEN
#.1 Ba&an Bak%
Semen yang diproduksi ada dua macam yaitu semen jenis "1! !rdinary
"#rtland Ce$ent% dan semen jenis 11! "#&&#land "#rtland Ce$ent%. (alam
produksi semen terdapat bahan baku utama dan bahan koreksi. ;ahan baku utama
meliputi batu kapur dan tanah liat. Sedangkan bahan koreksi meliputi pasir silica dan
pasir besi. ;ahan baku dan bahan koreksi tersebut dicampur dan diproses sehingga
menghasilkan -erak. ?ntuk memproduksi semen jenis "1! dibutuhkan pencampuran
terak dengan @ypsum. Sedangkan untuk memproduksi semen jenis 11! dibutuhkan
pencampuran -erak, @ypsum dan -rass. >arena sebagian besar produksi pabrik
berupa debu dust% dan dapat diolah kembali sehingga dapat menggurangi
pencemaran lingkungan dan menghemat sumber daya alam.
#.1.1 Ba&an Bak% U(ama
a. Ba(% Kap%r 3a34' (2,5)
(iperoleh dari tambang batu kapur milik perusahaan sendiri yang berada
tidak jauh dari lokasi pabrik.
1rosentase komposisi kandungan batu kapur sebagai berikut 6
- ;atu >apur =alus sebesar 8,5
- ;atu >apur >asar sebesar +,5
'imestone ber<arna putih. ?ntuk pembuatan semen, komposisi batu
kapur di batasi sebagai berikut 6 !a" min ., 5, &g" maA $ 5, =#" maA
)#5. -ingginya kadar &g" menyebabkan terjadinya perubahan bentuk seen
setelah terjadi pengerasan, yaitu timbulnya retak-retak.
Susunan batu batuan yang mengandung .,5 !a!"$ atau lebih sering
disebut batu kapur (gamping) atau dengan istilah Li$e 't#ne. Secara umum,
batuan kapur dibedakan atas kandungan !a!"$nya 6
a. ;atu >apur >adar -inggi ((igh )rade), yaitu batu kapur yang kadar
!a!"$ sekitar ..5 berat.
b. ;atu kapur >adar &enengah (*iddle )rade), yaitu batu kapur yang
kadar !a!"$ sekitar .,5 berat.
c. 1addle, yaitu batu kapur yang kandungan !a!"$ nya sekitar +. 5
berat.
d. (olomite, yaitu batu kapur yang kandungan !a!"$ nya sekitar +,5
berat.
?ntuk membuat semen, factor yang perlu diperhatikan adalah kandungan
&g" tinggi menyebabkan terjadinya perubahan bentuk semen setelah terjadi
pengerasan, yaitu timbulnya retak-retak atau lengkungan- lengkungan. ?ntuk
pembuatan semen, komposisi batu kapur dibatasi sebagai berikut 6 !a" min
.,5, &g" maA $5, =#" maA )#5.
Spesifikasi ;atu >apur
Sifat fisis

%ase 6 padat

4arna 6 putih kekuningan

>adar air 6 3-), 5 =#"

;ulk density 6 ),$ ton/m


$

Spesifik graBity 6 #,+ gr/cm


$

>andungan !a!"$ 62.-*$ 5

>andungan !a"
'o< lime 6 +, C ++ 5
=igh lime 6.)-.$ 5

>uat tekan 6 $).8 9/mm


#

Silica ratio 6 #,8,

lumina ratio 6 #..3


'i+at ki$ia ,
&engalami kalsinasi
!a!"$ D !a" E !"#
4arna batu kapur adalah putih dan akan berubah menjadi agak kecoklatan
jika terkontaminasi tanah liat atau senya<a besi. >omponen terbanyak pada
batu kapur adalah 6 !a"$, l#"$, %e#"$, Si"# dan mineral lain dengan
persentasi kecil.
5. Tana& La( #S4#.Al#4'.#H#4 ().5)
(iperoleh dari tambang -anah 'iat milik perusahaan sendiri yang
berada tidak jauh dari lokasi pabrik. ?ntuk pembuatan semen, yang
diperlukan adalah l#"$-nya, sehingga tanah liat dengan kadar l#"$ yang
tinggi sangat baik untuk bahan baku pembuatan semen. Sedangkan bila
kadar Si"#nya melebihi separuh dari jumlah l#"$ maka tanah liat itu
termasuk jelek. (i alam, tanah liat biasanya mengandung Si"# sebesar +8..
5, sehingga termasuk baik. >omponen utama clay dibentuk oleh hydr#us
alu$iniu$ silicates. Clay pada dasarnya terdiri atas berbagai Bariasi
komposisi, yang ada pada umumnya merupakan senya<a alumina silica
hydrate denga kadar =#" maks #.5 dan kadar l#"$ min )+5. -anah liat
mempunyai rumus kimia #Si"$.#=#" (kaolinite) yang pada umumnya dikenal
oleh masyarakat dengan sebutan Clay.
Spesifikasi -anah 'iat (!lay)
Sifat fisis 6
%ase 6 padat
4arna 6 coklat dan abu-abu kehitaman
>adar air 6 )2-#.5
>andungan oksida
l#"$ 6 )2-##5
Si"# 6 8,-3,5
%e#"$ 6 .-),5
;ulk density 6 ).+ ton/m$
Spesifik graBity 6 #.$8 gr/cm$
?kuran material 6 F $, mm
Silika ratio 6 #.$
lumina ratio 6 #.3
Sifat >imia 6
l#Si"3.A=#" l#"$ ESi"# E A=#"
-anah liat dibagi menjadi # kelompok 6
). -anah liat kadar tinggi dengan kadar l#"$ GH ).5
#. -anah liat kadar rendah dengan kadar l#"$ I ).5
#.1.# Ba&an Korek*6Pen%n7an2
;ahan ;aku >oreksi/1enunjang semen terbagi menjadi dua bagian yaitu pada
saat proses a<al dan pada proses pencampuran di akhir. ;ahan koreksi yang
digunakan mempunyai fungsi untuk menyeimbangkan unsur kimia yang terdapat
dalam batu kapur dan tanah liat agar memperoleh hasil sesuai kebutuhan dan jenis
dari semen yang akan dibuat. &acam-macam bahan >oreksi yang ditambahkan
adalah sebagai berikut6
1. Ba&an Bak% Korek* pada *aa( a"al prod%k*.
a. Pa*r Slka S4# (+5)
1ada umumnya prosentase silika kurang dari ),,5 karena tercampur dengan
logam-logam lainnya. ?ntuk pembuatan semen itu sendiri memerlukan kadar
2,, jika kurang dari 2,5 maka sudah tidak dapat digunakan untuk
pembuatan semen dan telah bersifat tanah liat. 1asir silika disebut juga silica
sand mempunyai kandungan Si"# yang tinggi (*, C *.5). (epositnya
berbentuk gunung C gunung pasir silika dan berkadar Si"# sekitar *,5.
Semakin murni pasir silika, maka akan semakin putih <arnanya dan biasa
disebut pasir kuarsa yang berkadar Si"# ),,5. :ni dipakai sebagai bahan
tambahan pada pembuatan semen apabila kadar S:"# nya masih rendah
Spesifikasi 1asir Silika
o Sifat fisis 6
%ase 6 padat
4arna 6 cokelat kemerahan
>adar density 6), C #. 5 =#"
>andungan Si"# 6 2, C *, 5
Spesifik grafity 6 #,$3 gr/cm$
;ulk density 6 ),+. ton/m$
?kuran material 6 F $, mm
Silika ratio 6 .,#*
lumina ratio 6 #,$3
Sifat kimia 6
;ereaksi dengan !a" membentuk garam kalsium Silika
#!a" E Si"# #!a".Si"#
b. Pa*r Be* -e4' 8)5)
>eadaan pasir besi selalu bercampur dengan Si"#, bila kadar %e"$
sampai 2, 5 sudah termasuk baik. Selama ini pasir yang dipakai antara 8, -
2, 5 %e"$. 1asir besi ini berfungsi sebagai penghantar panas dalam
pembuatan terak (clinker) dari umpan kiln, dan karena itu bersifat
menggumpal dan berat jenisnya paling tinggi dari bahan baku yang ada. 1asir
besi dengan %e#"$ (ferri oksida) sebagai kompsisi tertinggi (3,-2,5) terdapat
disepanjang pantai laut selatan pulau ja<a. 1asir besi selalu tercampur dengan
Si"# atau titan yang membahayakan produk semen. 1asir besi berfungsi juga
sebagai penghantar panas dalam pembentukan luluhan terak semen.
Spesifikasi pasir besi
Sifat fisis

%ase 6 padat

4arna 6 hitam

;ulk density 6 ),2 ton/m


$

?kuran material 6 F., mm

>andungan %e#"$ 6 32 C *, 5
Sifat >imia
(apat bereaksi dengan l#"$ dan !a" membentuk garam kalsium
aluminat ferrit. Reaksinya sebagai ;erikut
+!a" E l#"$ E %e#"$ (!a")+.l#"$.%e#"$
1asir besi <arnanya merah berasal dari pelapukan bahan gunung berapi,
sering kali mengandung tanah liat. >adar oksida besi yang baik bila
kandungan %e#"$ 2,5
Spesifikasi !opper Slag
Sifat %isis6
%ase 6 padat
4arna 6 merah >ehitaman
?kuran &aterial 6 F ,,. mm
>andungan %e#"$ 6 .# C 8+ 5
>andungan !u" 6 ,,. C ) 5
>andungan Si"# 6 #3 C $8 5
>andungan l#"$ 6 # C 2 5
Sifat >imia 6
danya !u" maka !opper Slag dapat mengikat S"$
!u" E S"$ !uS"+
#. Ba&an Bak% Korek* pada *aa( ak&r pen,amp%ran prod%k*.
a. Ba(% 9p* 83aS4).#H#4:
;atu @ips ()ypsu$) digunakan sebagai bahan campuran pada terak
sebagai penghambat reaksi (ce$ent retarder) untuk selanjutnya digiling
pada finish mill. ;ahan ini ditambah setelah campuran bahan mentah
dibakar menjadi terak. -ujuan penambahan gips pada saat penggilingan
terak adalah untuk memperlambat pergeseran pada semen. @ips merupakan
bahan galian alam sebagai mineral calsium sulfat berbentuk hydr#us yang
disebut gypsum dan berbentuk anhydr#us yang disebut anhydrant (!aS"+).
(eposit ini mula-mula terjadi karena endapan kimia dari air laut yang
kadar garamnya tinggi. (eposit ini berasal dari deretan deposit batu kapur,
gips, anhydrant dan garam lainnya. 1eristi<a geologi yang terjadi
menyebabkan batu kapur berubah menjadi deposit karena reaksi sulfat air
laut. @ips dan anhydrant yang terjadi bersifat lunak, berbentuk butiran dan
terkadang berserat. Jika gips bercampur dengan tanah liat dan tanah lainnya
disebut gypsite.@ips digunakan untuk mencegah adanya +ulse set dan akan
memberi setting ti$e serta memberikan kekuatan tekanan pada semen.
Spesifikasi @ypsum
'i+at +isis,

%ase 6 1adat

4arna 6 1utih kotor

>adar air 6 ),5 =#"

;ulk density 6 ),+, ton/m


$

?kuran material 6 I $, mm
'i+at ki$ia,
&engalami pelepasan hidrat
!aS"+.#=#" !aS"+. ,,.=#" E ),.=#" E 8* >J
@ypsum dapat diperoleh dari alam atau sintetis. @ypsum di alam
terdapat dalam batuan sedimen kalsium sulfat yang banyak terdapat di
danau atau ka<ah gunung. @ypsum ber<arna putih berbentuk kristal.
%ungsi gypsum adalah memperlambat proses pengerasan semen.
?ntuk menghasilkan !rdinary "#rtland Ce$ent ("1!) atau semen
abu-abu dibutuhkan +5 gypsum yang dicampur dengan *85 teran/klinker
5. Tra** 8S4#; Al#4'; -e#4'; H#4; 3a4; M24:
-rass merupakan hasil pelapukan endapan Bulkanik sebagian besar
mengandung silica, besi dan alumina dengan ikatan gugus oksida. Sifat dari
-rass meliputi <arna 6 putih kemerahan, kecoklatan, kehitaman, kelabu,
kekuning-kuningan, coklat tua, coklat muda, abu-abu. (alam keadaan
sendiri tidak mempunyai sifat mengeras, bila ditambah kapur tohor dan air
akan memiliki masa seperti semen dan tidak larut dalam air. =al ini
disebabkan karena senya<a silica aktif dan senya<a alumina reaktif dengan
reaksi 6
#l#"$.#Si"# E 3!a("=)# ---H $!a"#.Si"#.=#" E #(#!a".l#"$.Si"#.
#=#")
&engerasnya semen po77oland lebih lambat dari 1ortland meskipun
kekuatannya bertambah terus -rass tahan terhadap agregat alkalin, nilai
penyusutan dan pemuaian kecil, kelulusan air kecil (kedap air), tahan
terhadap asam tanah maupun air laut, sifat lentur tidak mudah retak.
BAB '
PR4SES PENYEDIAAN BAHAN BAKU
Secara umum, tahapan proses produksi semen dibagi ke dalam beberapa tahap 6
1enambangan dan 1enyediaan ;ahan ;aku (?nit *ining)
1engeringan dan 1enggilingan ;ahan ;aku (?nit -a. *ill)
1embakaran -a. *eal dan 1endinginan Clinker (?nit /urning)
1enggilingan khir (?nit Finish *ill)
1engantongan Semen (?nit "acking)
'.1 Penam5an2an dan Pen1edaan Ba&an Bak% 8Un( Mining:
;ahan baku utama yang digunakan dalam proses pembuatan semen adalah
batu kapur (li$est#ne) dan tanah liat (sandy clay), sedangkan pasir silika dan pasir
besi merupakan bahan baku korektif dan gypsu$ sebagai bahan baku aditif.
'.1.1 Penam5an2an Ba&an Bak%
;ahan baku utama berupa batu kapur ditambang sendiri di bukit
kromong. -ambang ini terdiri dari lima area penambangan atau 0uarry
,;,!,( dan K. 1embongkarannya dengan cara pengerukan atau peledakan.
>arena batu kapur memiliki kekerasan yang tinggi, maka diperlukan
peledakan untuk melepaskan batuan induknya. Selain itu peledakan dilakukan
agar batu kapur yang didapat lebih banyak. (alam penambangan baahan baku
perlu dilakukan perencanaan sistem penambangan, perencanaan ini dapat
meliputi perencanaan Luarry, perencanaan produksi , perencanaan alat
tambang. %aktor C faktor penentu dalam sistem penambangan 6
'okasi yang akan digali
(engan memperhatikan yang telah disyaratkan maka dapat lah ditentukan
perencanaan penambangannya, daerah mana yang akan digali dan daerah
mana yang harus ditinggalkan atau disingkirkan.
rah kemajuan penammbangan
(engan tetap memperhatikan lokasi yang akan digali, penambangan dimulai
dari lapisan deposit paling atas kemudian turun ke jenjang maksimal 8 m
sampai batas akhir penambahan. Selain itu kualitas yang ditentukan oleh
laboratorium dan kuantitas yang bisa dicapai menjadi acuan dalam memulai
penambangan.
'.1.1.1 Pelak*anaan Penam5an2an Ba(% Kap%r
1enambangan batu kapur dilakukan dengan sistem side hyle
type dan #pen pit type. (eposit batu japur yang terdapat di lokasi
penambangna di -uban merupakan suatu perbukitan sehingga cara
#pen hit lebih sering digunakan. 1enambangan terbuka
dimaksudkan sebagai penambangan yang dilakukan dalam ruang
terbuka di permukaan tanah. 1enambangan ini dilakukan dengan
sistem berteras (benching syste$). /ench dibuat menyusuri bukit
dan berjarak sekitar ., m dari titik puncak acuan. -inggi bench
sekitar 8 m dengan lebar # m. ;atu kapur yang dibutuhkan
idealnya memiliki komposisi (5 berat) !a!"$ 2+ C *# 5 dan
=#" maksimum )#5. >egiatan penambangan batu kapur melalui
beberapa tahap sebagai berikut 6
'.1.1.1.1 Pen1apan Daera& Penam5an2an
a. Clearing 8pem5er*&an:
(ilakukan pembersihan dengan menghilangkan lapisan tanah M
$, cm dengan menggunakan bulldo7er.
5. S(rppn2
1engupasan tanah bagian atas (top soil) sampai permukaan
bukit yang berkapur. &aksud dari pengupasan adalah agar
lapisan yang tidak dimanfaatkan dibersihkan dari batu kapur,
karena dapat mengurangi proses kandungan kapur.
,. Pen1apan $alan Prod%k*
(ibuat untuk transport bahan galian dari front penambangan.
d. Pen1apan S%mp 8penamp%n2 ar:
1ada penambangan pit type dibuat sump sehingga se<aktu
musim hujan, air akan ditampung untuk dipompa keluar.
(engan demikian bahan baku yang akan digali tidak akan
tergenang air.
e. Drana*e
'.1.1.1.# 4pera* Penam5an2an
a. Drilling 8pen2e5oran:
>egiatan pemboran ini dimaksudkan untuk membuat
lobang tembak, dimana dalam lobang tembak dimasukkan
bahan peledak dengan kedalam lubang * - )$ m, diameter
lubang $,. - .,. m, sudut kemiringan hori7ontal dan Bertical
masing-masing $,.
o
dan 3,
o
.

1eralatan yang dipakai untuk
pemboran ada beberapa macam, yaitu
1rill *aster
&erk :ngersoll Rand type -+ ;=/-+ =1 dengan
diameter bor 8 inchi.
Cra.ler -#ck 1rill
&erk %uruka<a type 1!R #,, dengan diameter mata
bor $ inchi. &erk :ngersoll Rand type !& $.) dengan
diameter mata bor $ dan . inchi.
b. Blasting 8peledakan:
(ilakukan dengan sistem berjenjang (bench syste$)
sehingga area yang akan diledakan memenuhi syarat
keamanan, dengan tinggi jenjang rata-rata 2 meter. ;ahan
peledak yang digunakan adalah dinamit dan 9%"
(mmonium 9itrat %uel "il) dengan perbandingan # 6 ).
9%" merupakan campuran ammonium nitrat dengan solar
dengan perbandingan *.,.5 6 +,. 5. Sebagai pemicu
digunakan detonator listrik dan p#.er gel.
1eralatan-peralatan yang digunakan untuk peledakan
adalah 6
;lasting machine (mesin peledak)
;lasting ohmmeter (alat ukur daya peledak)
?ntuk menghindari kecelakaan akibat percikan dan lontaran
batuan yang diledakkan, maka di sekitar lokasi peledakan
diberi pengamatan.
c. Penggalian
1engangkutan atau pengambilan material untuk ditempatkan ke
alat transportasi dan diteruskan ke penimbunan. 1eralatan yang
digunakan adalah 'oader, <heel loader, dan po<er shorel.
L#ading (pemuatan) dan (auling (pengangkutan)
1emuatan batu kapur hasil penghancuran dengan menggunakan
2hell l#ader merk Caterpillar type *22 ; dengan kapasitas
angkut sebesar .-), m
$
yang selanjutnya diangkut dengan
du$p truck yang sebagian besar bermerk Caterpillar type 38*
! dengan kapasitas sekitar $, ton menuju crusher.
d. Penimbunan
;atu kapur yang sudah ditimbun didalam limestone storage,
maka dilakukan pembagian 7ona. 1embagian 7ona ini
dimaksudkan untuk membedakan kualitas dari batu kapur baik
kandungan air, !a!"$, kandungan !a" maupun &g". 1ada
penimbunan peralatan yang digunakan adalah traBelling
tripper.
'.1.1.# Pelak*anaan Penam5an2an Tana& La(
!ara penambangan hampir sama dengan batu kapur, hanya
saja tidak menggunakan drilling dan blasting. 1enambangan
akan terus dilakukan sampai ketinggian tanah tidak kurang
dari , m dari permukaan air laut. dapun langkah
penambangan sebagai berikut 6
!leaning and stripping
'angkah ini merupakan langkah pembersihan kotoran dan
tumbuhan yang ada diatas lapisan tanah liat. 1embersihan
dilakukan dengan pembabatan dan pengupasan dengan
buldoser.
(rigging (pengerukan)
dalah tahap pengambilan tanah liat dari Luarry, dengan cara
digali atau dikeruk, dengan menggunakan back hoe atau truk
loader.
'oading and -ransporting
dalah proses pemindahan dan pengangkutan tanah liat
dengan front soBel dan dump truk dari daerah tambang
menuju storage clay berkapasitas +3,,, ton yang lokasinya
dekat dengan unit crusher.
(umping
dalah menjatuhkan material tanah liat dari clay storage ke
hopper crusher dengan menggunakan truk loader.
'.1.# Pro*e* 3r%*&n2
>egiatan ini bertujuan untuk mereduksi ukuran batuan menjadi suatu
produk yang dapat diterima oleh ra. $ill di "lant (diharapkan lebih kecil
dari 2, mm dan maksimal 8 cm). lat yang digunakan adalah adalah 6
3$pact crusher dengan kapasitas )#,, ton/jam
1#uble sha+t ha$$er crusher dengan kapasitas 3.,, ton/jam
4a. crusher dengan kapasitas $. ton/jam
c. 't#rage (penyimpanan) dan C#n5eying (pengiriman)
;atu kapur yang sudah dihancurkan lalu dikumpulkan sesuai dengan
jenis dan oksidanya. 1engiriman batu kapur ke plant dari lokasi 0uarry
( yang berjarak sekitar .,. >m dilakukan dengan memakai alat angkut
jenis l#ng distance c#n5ey#r yang terdiri dari 6
/elt c#n5ey#r (1# system, kapasitas #,,, ton/jam
/elt c#n5ey#r (1),# system, kapasitas #.,, ton/jam
'.1.#.1 Ba(% Kap%r
;atu kapur hasil peledakan yang mempunyai ukuran yang lebih besar
dari ) m
$
dilakukan penghancuran untuk mempermudah pengangkutan
dengan menggunakan r#ck breaker (e6ca5at#r yang ujungnya diganti
dengan ha$$er). (iameter maksimum batu kapur yang dapat
dihancurkan oleh crusher batu kapur adalah )#,, mm, maka batuan hasil
ledakan yang memiliki diameter lebih besar dari )#,, mm perlu
dihancurkan dengan alat pemecah, yaitu r#ck breaker.
;atu kapur yang sudah ditampung dalam storage dibutuhkan
pengecilan ukuran (si&e reducti#n) dengan cara penggilingan
menggunakan li$est#ne crusher agar batu kapur dapat dimanfaatkan
untuk proses lebih lanjut. -ipe li$est#ne crusher yang digunakan di
pabrik -uban adalah hammer mill crusher.
1roses 1enyiapan bahan baku terdiri dari $ tahap proses utama yaitu 6
). 1roses lir ;atu >apur (limestone)
#. 1roses lir -anah 'iat (!lay)
$. 1roses lir 'imestone !lay &iA
1roses penyiapan bahan baku tersebut diatas dimulai dari penyiapan
bahan baku utama yaitu batu kapur berukuran diameter maksimum )#,,
A )#,, mm dengan kandungan air )25 diambil dari storage, kemudian
diangkut dengan menggunakan (ump -ruck ditumpahkan kedalam
=opper berkapasitas 3. ton. kibat adanya graBitasi, batu kapur jatuh
diatas 4obbler feeder yang berfungsi sebagai penyaring (ayakan) dan
pengumpan batu kapur ke crusher. ?ntuk batu kapur yang lolos dari
ayakan 4obbler %eeder jatuh kedalam ;elt !onBeyer untuk dicampur
dengan bahan baku lain, sedangkan batu kapur yang mempunyai
diameter H*, mm, kemudian akan diumpankan 4obbler %eeder kedalam
'imestone !rusher untuk dihancurkan dengan 8 buah =ammer &ill
yang mempunyai kapasitas 3,, ton/jam menjadi bongkahan lebih halus
dengan diameter I *, mm, kemudian dijatuhkan kedalam ;elt !onBeyer
yang sama. !ampuran batu kapur ini diba<a ke ;elt !onBeyer menuju
ke penampungan, Surge ;in, yang berkapasitas 2,, ton. ;atu kapur dari
Surge ;in diumpankan ke ;elt !onBeyer untuk dicampur dengan tanah
liat hasil produk !lay !utter membentuk limestone clay miA,
selanjutnya miA diba<a menuju secondary crusher untuk dihancurkan
kembali.
'.1.#.# Tana& La(
1roses penyiapan bahan baku lain yaitu tanah liat dimulai dari
pengambilan tanah liat dengan moisture #2 5 dari !lay Storage,
kemudian diba<a dump truck untuk ditumpahkan ke =opper,
selanjutnya tanah liat berdiameter I .,, mm diumpankan oleh =opper
ke ppron !onBeyor untuk diba<a ke !lay !utter.
!ampuran batu kapur dan tanah liat (limestone clay miA) diba<a ;elt
!onBeyor menuju Secondary !rusher untuk dihancurkan kembali
menjadi partikel dengan diameter , 8, mm, hal ini dilakukan untuk
menanggulangi terbentuknya gumpalan-gumpalan material miA yang
besar akibat campuran batu kapur dan tanah liat. 1roduk dari Secondary
!rusher diba<a ;elt !onBeyor menuju ke limestone !lay &iA Storage
untuk disimpan dalam bentuk pile (gundukan) sekaligus dipreblending.
Sebagai alat pembentuk pile digunakan -ripper yang mencurahkan miA
sesuai limit target, dimana satu pile berkapasitas .,.,,, ton tetapi
biasanya hanya diisi +..,,, ton. 1embentukan pile ini diharapkan agar
campuran batu kapur dengan tanah liat lebih homogen. 1ile miA yang
berada dalam storage di reclaiming dengan scrapper Reclaimer untuk
dimasukkan kedalam &iA ;in berkapasitas #., ton untuk ditampung.
Scrapper Reclaimer terdiri atas =arro< berupa batang segitiga besi
dilengkapi paku-paku besar sebagai penggaruk pile, serta pelat-pelat
baja yang dapat mengambil miA yang rontok akibat =arro< untuk
kemudian diba<a oleh ;elt !onBeyor menuju &iA ;in. ;ahan baku
koreksi, yaitu batu kapur koreksi jenis high grade dengan diameter I*,
mm dari !onical 1ile berkapasitas 3#,, ton diumpankan dari =opper ke
'imestone ;in berkapasitas 8, ton, sedangkan pasir besi dan pasir silica
menggunakan 'oader dari "pen Storage dimasukkn ke dalam =opper
yang kapasitasnya 3. ton secara bergantian, lalu ditampung ke ;in
masing C masing dengan kapasitas )., ton.
'.1.' Perala(an Yan2 d2%nakan
a. Lme*(one 3r%*&er
%ungsi 6 lat pemecah batu kapur dari ukuran umpa maAimum )#,,
mm A )#,, mm menjadi ukuran 3. mm tidak boleh lebih dari .5.
Spesifikasi 6
-ipe line stone crusher yang digunakan di pabrik -uban adalah type 9on-
!log =ammermill model 3#3,. >apasitas terpasang masing-masing 3,,
&-1=.
&aterial 6 batu kapur dengan kadar air maA )25 (dry basis)
>apasitas "utput 6 #A3,, ton/jam (dry basis)
>onsumsi 1o<er 6 #.) k<h/ton semen
>onsumsi po<er crushing sendiri 6 ).+ k<h/ton semen
;agian-bagian 6
Hopper
&erupakan tempat penampung material (batu kapur) dari dump truck
sebelum di crushing di hammer mill yang diba<ahnya terdapat <obler
feeder. =ooper ini berkapasitas 3. &-
<o55ler -eeder
lat ini berfungsi sebagai pemba<a material ke hammer mill serta
berfungsi juga sebagai penyaring material. 4obbler feeder terdiri dari
4obbler ;ar yang berjumlah )* buah dengan pite $)2 mm dan lebar
)6.#+ mm. 4obbler feeder digerakan motor (! dengan daya 3. =1 dan
putaran 2., rpm. ;erkapasitas 3,, &-1=.
Hammer mll
&erupakan pemecah batu kapur yang telah disaring <obbler feeder.
?kuran produk yaitu 3.-),, mm. =ammer mill ini berjumlah 8 buah.
&asing-masing hammer mill mempunyai berat #,, kg dengan kecepatan
putar ).,, rpm.
5. 3la1 3%((er
&erupakan alat pemotong tanah liat
,. Se,ondar1 3r%*&er
&erupakan suatu peralatan yang berfungsi sebagai pemecah kedua
campuran batu kapur dan tanah liat dengan tujuan agar material miA
tidak terjadi gumpalan yang besar lagi.
d. Trpper
Sebagai alat pencurah material dan untuk membuat pile di storage batu
miA dari produk crusher.