Anda di halaman 1dari 5

Disusun Oleh:

Nama : Hervida Dwi Anggraeni


Kelas : VII che
Absen : 14

PEMERINTAH KOTA PROBOLINGGO


DINAS PENDIDIKAN
SMP NEGERI 4 PROBOLINGGO
Jl. Sunan Ampel No. 253 (0335) 422526
PROBOLINGGO
Tahun Ajaran 2009-2010
Tenaga Endogen dan Eksogen
 Tenaga Endogen

Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang
menyebabkan perubahan pada kulit bumi. Tenaga endogen ini sifatnya membentuk
permukaan bumi menjadi tidak rata. Mungkin saja di suatu daerah dulunya
permukaan bumi rata (datar) tetapi akibat tenaga endogen ini berubah menjadi
gunung, bukit atau pegunungan. Pada bagian lain permukaan bumi turun menjadikan
adanya lembah atau jurang. Secara umum tenaga endogen dibagi dalam tiga jenis
yaitu tektonisme, vulkanisme, dan seisme atau gempa.

Gunung adalah sebuah bentuk tanah yang


menonjol di atas wilayah sekitarnya. Sebuah
gunung biasanya lebih tinggi dan curam dari
sebuah bukit, tetapi ada kesamaaan, dan
penggunaan sering tergantung dari adat lokal.
Beberapa pejabat mendefinisikan gunung
dengan puncak lebih dari besaran tertentu;
misalnya, Ensiklopedia Britannica
membutuhkan ketinggian 2000 kaki (610 m)
agar bisa didefinisikan sebagai gunung.

Sebuah gunung biasanya terbentuk dari gerakan


tektonik lempeng, gerakan orogenik atau
gerakan epeirogenik.

Pegunungan merupakan kumpulan atau barisan gunung.

Gempa bumi adalah getaran yang terjadi permukaan bumi. Gempa bumi biasa
disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga
digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut.
Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan
yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.

Gempa bumi tektonik disebabkan oleh


perlepasan tenaga yang terjadi karena
pergeseran lempengan plat tektonik seperti
layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan
dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh
tekanan antara batuan dikenal sebagai
kecacatan tektonik. Teori dari tektonik plate
(plat tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri
dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut
dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga
berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan
terjadinya gempa tektonik.[1] Gempa bumi tektonik memang unik. Peta
penyebarannya mengikuti pola dan aturan yang khusus dan menyempit, yakni
mengikuti pola-pola pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang menyusun kerak
bumi. Dalam ilmu kebumian (geologi), kerangka teoretis tektonik lempeng
merupakan postulat untuk menjelaskan fenomena gempa bumi tektonik yang
melanda hampir seluruh kawasan, yang berdekatan dengan batas pertemuan lempeng
tektonik. Contoh gempa tektonik ialah seperti yang terjadi di Yogyakarta, Indonesia
pada Sabtu, 27 Mei 2006 dini hari, pukul 05.54 WIB,

Bukit adalah suatu wilayah bentang alam yang


memiliki permukaan tanah yang lebih tinggi dari
permukaan tanah di sekelilingnya namun dengan
ketinggian relatif rendah dibandingkan dengan
gunung. Perbukitan adalah rangkaian bukit yang
berjajar di suatu daerah yang cukup luas.

Gunung berapi atau gunung api secara


umum adalah istilah yang dapat didefinisikan
sebagai suatu sistem saluran fluida panas
(batuan dalam wujud cair atau lava) yang
memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di
bawah permukaan bumi sampai ke permukaan
bumi, termasuk endapan hasil akumulasi
material yang dikeluarkan pada saat dia
meletus.

Lebih lanjut, istilah gunung api ini juga dipakai untuk menamai fenomena
pembentukan ice volcanoes atau gunung api es dan mud volcanoes atau gunung api
lumpur. Gunung api es biasa terjadi di daerah yang mempunyai musim dingin
bersalju, sedangkan gunung api lumpur dapat kita lihat di daerah Kuwu, Purwodadi,
Jawa Tengah. Masyarakat sekitar menyebut fenomena di Kuwu tersebut dengan
istilah Bledug Kuwu

Gunung berapi terdapat di seluruh dunia, tetapi lokasi gunung berapi yang paling
dikenali adalah gunung berapi yang berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik
(Pacific Ring of Fire). Busur Cincin Api Pasifik merupakan garis bergeseknya antara
dua lempengan tektonik.

Gunung berapi terdapat dalam beberapa bentuk


sepanjang masa hidupnya. Gunung berapi yang
aktif mungkin bertukar menjadi separuh aktif,
menjadi padam, sebelum akhirnya menjadi tidak
aktif atau mati. Bagaimanapun gunung berapi
mampu menjadi padam dalam waktu 610 tahun
sebelum bertukar menjadi aktif semula. Oleh itu, sukar untuk menentukan keadaan
sebenarnya sesuatu gunung berapi itu, apakah sesebuah gunung berapi itu berada
dalam keadaan padam atau telah mati.
Apabila gunung berapi meletus, magma yang terkandung di dalam kamar magmar di
bawah gunung berapi meletus keluar sebagai lahar atau lava. Selain daripada aliran
lava, kemusnahan oleh gunung berapi disebabkan melalui berbagai cara seperti
berikut:

1. Aliran lava.
2. Letusan gunung berapi.
3. Aliran lumpur.
4. Abu.
5. Kebakaran hutan.
6. Gas beracun.
7. Gelombang tsunami.
8. Gempa bumi.
 Tenaga Eksogen

Tenaga eksogen yaitu tenaga yang berasal dari luar bumi. Sifat umum tenaga
eksogen adalah merombak bentuk permukaan bumi hasil bentukan dari tenaga
endogen. Bukit atau tebing yang terbentuk hasil tenaga endogen terkikis oleh angin,
sehingga dapat mengubah bentuk permukaan bumi.

Secara umum tenaga eksogen berasal dari 3 sumber, yaitu:

* Atmosfer, yaitu perubahan suhu dan angin.


* Air yaitu bisa berupa aliran air, siraman hujan, hempasan gelombang laut, gletser,
dan sebagainya.
* Organisme yaitu berupa jasad renik, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia.

Di permukaan laut, bagian litosfer yang muncul akan mengalami penggerusan oleh
tenaga eksogen yaitu dengan jalan pelapukan, pengikisan dan pengangkutan, serta
sedimentasi. Misalnya di permukaan laut muncul bukit hasil aktivitas tektonisme
atau vulkanisme. Mula-mula bukit dihancurkannya melalui tenaga pelapukan,
kemudian puing-puing yang telah hancur diangkut oleh tenaga air, angin, gletser atau
dengan hanya grafitasi bumi. Hasil pengangkutan itu kemudian diendapkan,
ditimbun di bagian lain yang akhirnya membentuk timbunan atau hamparan bantuan
hancur dari yang kasar sampai yang halus.

Contoh lain dari tenaga eksogen adalah pengikisan pantai. Setiap saat air laut
menerjang pantai yang akibatnya tanah dan batuannya terkikis dan terbawa oleh air.
Tanah dan batuan yang dibawa air tersebut kemudian diendapkan dan menyebabkan
pantai menjadi dangkal. Di daerah pegunungan bisa juga ditemukan sebuah bukit
batu yang kian hari semakin kecil akibat tiupan angin.
Sedimentasi adalah suatu proses
pengendapan material yang ditransport oleh media
air, angin, es, atau gletser di suatu cekungan. Delta
yang terdapat di mulut-mulut sungai adalah hasil
dan proses pengendapan material-material yang
diangkut oleh air sungai, sedangkan bukit pasir
(sand dunes) yang terdapat di gurun dan di tepi
pantai adalah pengendapan dari material-material
yang diangkut oleh angin.

Gletser atau glasier atau glesyer adalah sebuah bongkahan es yang besar
yang terbentuk di atas permukaan tanah yang merupakan akumulasi endapan salju
yang membatu selama kurun waktu yang lama.
Saat ini, es abadi menutupi sekitar 10% daratan
yang ada di bumi. Meskipun banyak orang yang
mengira gletser selalu ada di daerah kutub,
sesungguhnya mereka juga bisa berada di daerah
pegunungan tinggi di seluruh benua, kecuali
Australia, bahkan juga terdapat di pegunungan
tinggi di daerah dekat khatulistiwa.

Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan


(sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya)
akibat transportasi angin, air atau es,
karakteristik hujan, creep pada tanah dan
material lain di bawah pengaruh gravitasi, atau
oleh makhluk hidup semisal hewan yang
membuat liang, dalam hal ini disebut bio-erosi.
Erosi tidak sama dengan pelapukan akibat
cuaca, yang mana merupakan proses
penghancuran mineral batuan dengan proses
kimiawi maupun fisik, atau gabungan keduanya.

Erosi sebenarnya merupakan proses alami yang mudah dikenali, namun di


kebanyakan tempat kejadian ini diperparah oleh aktivitas manusia dalam tata guna
lahan yang buruk, penggundulan hutan, kegiatan pertambangan, perkebunan dan
perladangan, kegiatan konstruksi / pembangunan yang tidak tertata dengan baik dan
pembangunan jalan. Tanah yang digunakan untuk menghasilkan tanaman pertanian
biasanya mengalami erosi yang jauh lebih besar dari tanah dengan vegetasi alaminya.
Alih fungsi hutan menjadi ladang pertanian meningkatkan erosi, karena struktur akar
tanaman hutan yang kuat mengikat tanah digantikan dengan struktur akar tanaman
pertanian yang lebih lemah. Bagaimanapun, praktek tata guna lahan yang maju dapat
membatasi erosi, menggunakan teknik semisal terrace-building, praktek konservasi
ladang dan penanaman pohon.

Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh


tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat
merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai.
Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipacu oleh
terganggunya keseimbangan alam daerah pantai tersebut.
Walaupun abrasi bisa disebabkan oleh gejala alami,
namun manusia sering disebut sebagai penyebab utama
abrasi. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya abrasi
adalah dengan penanaman hutan mangrove.