Anda di halaman 1dari 13

Radio Farmasi

BAB I
PENDAHULUAN
Sebelum kita membahas radio farmasi, sebelumnya saya akan membahas tentang atom
serta sejarah tentang pengamatan atom tersebut. Selama lebih dari 2400 tahun, para filsuf dan
ilmuwan telah mencoba meneliti tentang atom dengan menggunakan beragam percobaan dan
pengamatan. Karena atom tak dapat dlihat dan diraba maka peneliti mengamati bagaimana
materi berkelakuan. Pengamatan seperti ini pengamatan tak langsung. Sementara ilmuwan
melakukan pengamatan tak langsung mereka membangun suatu model atom. Model atom akan
diubah begitu informasi baru tentang atom berhasil dikumpulkan.
Sekarang kita beranjak ke radio farmasinya yang berkaitan dengan kedokteran nuklir. Disadari
atau tidak, ilmu dan teknologi nuklir memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan
manusia sekarang, jauh lebih besar dari sekedar sebagai sumber energi listrik yang dihasilkan
dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Hasil survei ekonomi di Amerika Serikat tahun
1992 menunjukkan bahwa, profit ekonomi yang diperoleh dari pekerjaan yang berhubungan
dengan pemanfaatan ilmu dan teknologi nuklir di bidang kesehatan, manufaktur,
penelitian,radiasi makanan, pengolahan limbah, transportasi, dan sejenisnya,mencapai 4-5 kali
lebih besar dari benefit ekonomi yang dihasilkan oleh PLTN 1).
Memasuki abad ke-21 ini peranan tersebut akan makin dominan seiring dengan kemajuan baik
dalam ilmu dan teknologi nuklir itu sendiri maupun pengaruh kemajuan bidang-bidang lain.
Karena banyak persoalan-persoalan interdisiplin yang hanya bisa dipecahkan dengan melibatkan
teknologi nuklir. Pada kesempatan ini penulis mencoba memperkenalkan suatu bidang
interdisiplin dari hasil simbiosis antara teknologi nuklir dan biologi yang kemudian melahirkan
bidang lain yang dikenal dengan kedokteran nuklir (KN). Tulisan ini hanyalah merupakan studi
literatur belaka.
Pencegahan dan pengobatan penyakit merupakan fokus utama yang lain dari kedokteran nuklir.
Beberapa penyakit yang lazim diobati dengan terapi kedokteran nuklir adalah thyroid (kelenjar
gondok), prostate cancer (kanker prostat), hyperthyroidism, cancer bone pain, polycythaemia
(kelainan sel darah merah dan kenaikan jumlah darah) dan leukemia (kenaikan jumlah sel darah
putih) serta banyak penyakit lainnya. Untuk Eropa terapi KN bahkan sudah lazim diterapkan
dalam pengobatan arthritis (radang sendi). Aplikasi secara klinis dari isotop radioaktif dimulai
tahun 1937 untuk penanganan penderita leukemia di University of California di Berkeley.

BAB II
PEMBAHASAN

1. Definisi
Radio Farmasi atau Farmasi Nuklir adalah penggunaan prinsip dan cara-cara farmasi dan
radiokimia untuk membuat obat yang mengandung zat radioaktif (radiofarmaka) bagi keperluan
zat radioaktif (radiofarmaka) bagi keperluan diagnosa dan penyembuhan (terapi) penyakit yang
diidap pasien.
Sediaan farmasi Nuklir adalah sediaan radio isotop yang digunakan reaktor nuklir, telah
mengalami suatu pengolahan kimia (destruksi, destilasi, ekstraksi dll)an oleh manusia baik untuk
diagnose maupun terapi serta mnegalami metabolisme di dalam tubuh. Dalam definisi lain
dikatakan Sediaan radio farmasi adalah sediaan radio isotop yang didapat dari target yang telah
diradiasi dalam suatu reactor nuklir, telah mengalami
Kedokteran Nuklir menurut Society of Nuclear Medicine (SNM), kedokteran nuklir adalah
bidang keahlian dalam kedokteran yang menggunakan isotop radioaktif secara aman, tanpa sakit,
dan murah, baik untuk pencitraan maupun untuk pencegahan dan pengobatan penyakit . Jadi ada
2 fokus utama dalam kedokteran nuklir. Yang pertama adalah pencitraan organ tubuh. Pencitraan
disini unik karena bisa menggambarkan fungsi dan struktur organ tubuh sekaligus. Dengan cara
ini dapat diperoleh informasi medis tanpa melalui operasi, yang dengan cara lain mungkin tidak
bisa dilakukan,membutuhkan operasi atau biaya diagnosa yang lebih mahal. Karena kemampuan
untuk menggambarkan fungsi dan struktur organ (bukan struktur saja), maka banyak penyakit
yang bisa dideteksi lebih dini, dengan demikian pengobatannya pun menjadi lebih efektif.
2.1 Perkembangan Model Atom
Membandingkan perkembangan teori atom mulai dari teori atom Dalton hingga teori atom
Niels Bohr
Konsep atom itu dikemukakan oleh Demokritos yang tidak didukung oleh eksperimen yang
meyakinkan, sehingga tidak dapat diterima oleh beberapa ahli ilmu pengetahuan dan filsafat.
Pengembangan konsep atom-atom secara ilmiah dimulai oleh John Dalton (1805),
kemudian dilanjutkan oleh Thomson (1897), Rutherford (1911) dan disempurnakan oleh Bohr
(1914).
Hasil eksperimen yang memperkuat konsep atom ini menghasilkan gambaran mengenai
susunan partikel-partikel tersebut di dalam atom. Gambaran ini berfungsi untuk memudahkan
dalam memahami sifat-sifat kimia suatu atom
2.2 Model Atom
1. Model Atom Dalton
Jhon Dalton mengemukakan hipotesa tentang atom berdasarkan hukum kekekalan
massa (Lavoisier) dan hukum perbandingan tetap (Proust).
Teori yang diusulkan Dalton:
a. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi.
b. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom
yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda.
c. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan
sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen.
d. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari
atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan

Hipotesa Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti ada tolak
peluru.
Teori atom Dalton tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat menghantarkan listrik.
Bagaimana mungkin suatu bola pejal dapat menghantarkan listrik, padahal listrik adalah
elektron yang bergerak. Berarti ada partikel lain yang dapat menyebabkan
terjadinya daya hantar listrik.
2. Model Atom Thomson

Kelemahan dari Dalton diperbaiki oleh JJ. Thomson, eksperimen yang
dilakukannya tabung sinar kotoda. Hasil eksperimennya menyatakan ada partikel
bermuatan negatif dalam atom yang disebut elektron.
Thomson mengusulkan model atom seperti roti kismis atau kue onde-onde. Suatu
bola pejal yang permukaannya dikelilingi elektron dan partikel lain yang bermuatan
positif sehingga atom bersifat netral
3. Model Atom Rutherford

Eksperimen yang dilakukan Rutherford adalah penembakan lempeng tipis
dengan partikel alpha. Ternyata partikel itu ada yang diteruskan, dibelokkan atau
dipantulkan. Berarti di dalam atom terdapat susunan- susunan partikel bermuatan
positif dan negatif.
Hipotesa dari Rutherford adalah atom yang tersusun dari inti atom dan elektron
yang mengelilinginya. Inti atom bermuatan positif dan massa atom terpusat pada inti
atom.

Kelemahan dari Rutherford tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti
atom. Berdasarkan teori fisika, gerakan elektron mengitari inti ini disertai pemancaran
energi sehingga lama - kelamaan energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin
lama akan mendekati inti dan jatuh ke dalam inti
4. Model Atom Niels Bohr
Kelemahan dari Rutherford diperbaiki oleh Niels Bohr dengan percobaannya
menganalisa spektrum warna dari atom hidrogen yang berbentuk garis. Hipotesis Bohr :
a. Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang
bermuatan negatif di dalam suatu lintasan.
b. Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke yang lain dengan menyerap atau
memancarkan energi sehingga energi elektron atom itu tidak akan berkurang.
Jika berpindah lintasan ke lintasan yang lebih tinggi maka elektron akan menyerap
energi. Jika beralih ke lintasan yang lebih rendah maka akan memancarkan energi.

Kelebihan atom Bohr adalah bahwa atom terdiri dari beberapa kulit untuktempat berpindahnya
elektron. Kelemahan model atom ini adalah: tidak dapat menjelaskan spekrum warna dari atom
berelektron banyak. Sehingga diperlukan model atom yang lebih sempurna dari model atom Bohr
3.1. PELURUHAN RADIOAKTIF
Peluruhan ialah perubahan inti atom yang tak-stabil menjadi inti atom yang lain,
atau berubahnya suatu unsur radioaktif menjadi unsur yang lain. Inti yang tidak stabil
berusaha untuk mencapai kestabilan dengan cara pembelahan spontan pemancaran
partikel , partikel dan partikel , atau penangkapan elektron
3.2. MODE PELURUHAN
Sebuah inti radioaktif dapat melakukan sejumlah reaksi peluruhan yang berbeda.
Reraksi-reaksi tersebut disarikan dalam tabel berikut ini. Sebuah inti atom dengan
muatan (nomor atom) Z dan berat atom A ditampilkan dengan (A, Z).
Mode
peluruhan
Partikel yang terlibat Inti anak
Peluruhan dengan emisi nukleon:
Peluruhan
alfa
Sebuah partikel alfa (A=4, Z=2) dipancarkan dari inti (A-4, Z-2)
Emisi proton Sebuah proton dilepaskan dari inti (A-1, Z-1)
Emisi
neutron
Sebuah neutron dilepaskan dari inti (A-1, Z)
Fisi spontan
Sebuah inti terpecah menjadi dua atau lebih atom dengan inti
yang lebih kecil disertai dengan pemancaran partikel lainnya
-
Peluruhan
cluster
Inti atom memancarkan inti lain yang lebih kecil tertentu (A
1
,
Z
1
) yang lebih besar daripada partikel alfa
(A-A
1
, Z-
Z
1
) +
(A
1
,Z
1
)
Berbagai peluruhan beta:
Peluruhan
beta
Sebuah inti memancarkan
elektron dan sebuah antineutrino || (A, Z+1)

Emisi
positron
Sebuah inti memancarkan positron dan sebuah neutrino (A, Z-1)
Tangkapan
elektron
Sebuah inti menangkap elektron yang mengorbit dan
memancarkan sebuah neutrino
(A, Z-1)
Peluruhan
beta ganda
Sebuah inti memancarkan dua elektron dan dua antineutrinos (A, Z+2)
Tangkapan Sebuah inti menyerap dua elektron yang mengorbit dan (A, Z-2)
elektron
ganda
memancarkan dua neutrino
Tangkapan
elektron
dengan emisi
positron
Sebuah inti menangkap satu elektron yang mengorbit
memancarkan satu positron dan dua neutrino
(A, Z-2)
Emisi
positron
ganda
Sebuah inti memancarkan dua positrons dan dua neutrino (A, Z-2)
Transisi antar dua keadaan pada inti yang sama:
Peluruhan
gamma
Sebuah inti yang tereksitasi melepaskan sebuah foton energi
tinggi (sinar gamma)
(A, Z)
Konversi
internal
Inti yang tereksitasi mengirim energinya pada sebuah
elektron orbital dan melepaskannya
(A, Z)
Peluruhan radioaktif berakibat pada pengurangan massa, dimana menurut hukum
relativitas khusus massa yang hilang diubah menjadi energi (pelepasan energi) sesuai
dengan persamaan E = mc
2
. Energi ini dilepaskan dalam bentuk energi kinetik dari
partikel yang dipancarkan.
3.3. Rantai peluruhan dan mode peluruhan ganda
Banyak inti radioaktif yang mempunyai mode peluruhan berbeda. Sebagai contoh
adalah Bismuth-212, yang mempunyai tiga.Inti anak yang dihasilkan dari proses
peluruhan biasanya juga tidak stabil, kadang lebih tidak stabil dari induknya. Bila
kasus ini terjadi, inti anak tadi akan meluruh lagi. Proses kejadian peluruhan berurutan
yang menghasilkan hasil akhir inti stabil, disebut rantai peluruhan.
3.4. Keberadaan dan penerapan
Menurut teori Big Bang, isotop radioaktif dari unsur teringan (H, He, dan Li)
dihasilkan tidak berapa lama setelah alam semesta terbentuk. Tetapi, inti-inti ini sangat
tidak stabil sehingga tidak ada dari ketiganya yang masih ada saat ini. Karenanya
sebagian besar inti radioaktif yang ada saat ini relatif berumur muda, yang terbentuk di
bintang (khususnya supernova) dan selama interaksi antara isotop stabil dan partikel
berenergi. Sebagai contoh, karbon-14, inti radioaktif yang mempunyai umur-paruh
hanya 5730 tahun, secara terus menerus terbentuk di atmosfer atas bumi akibat
interaksi antara sinar kosmik dan Nitrogen.
Peluruhan radioaktif telah digunakan dalam teknik perunut radioaktif, yang
digunakan untuk mengikuti perjalanan subtansi kimia di dalam sebuah sistem yang
kompleks (seperti organisme hidup misalnya). Sebuah sampel dibuat dengan atom
tidak stsbil konsentrasi tinggi. Keberadaan substansi di satu atau lebih bagian sistem
diketahui dengan mendeteksi lokasi terjadinya peluruhan.
Dengan dasar bahwa proses peluruhan radioaktif adalah proses acak (bukan proses
chaos), proses peluruhan telah digunakan dalam perangkat keras pembangkit bilangan-
acak yang merupakan perangkat dalam meperkirakan umur absolutmaterial geologis
dan bahan organik.
4.1. LAJU PELURUHAN RADIOAKTIF
Laju peluruhan, atau aktivitas, dari material radioaktif ditentukan oleh:
Konstanta:
Waktu paruh - simbol t
1 / 2
- waktu yang diperlukan sebuah material radioaktif untuk
meluruh menjadi setengah bagian dari sebelumnya.
rata-rata waktu hidup - simbol rata-rata waktu hidup (umur hidup) sebuah
material radioaktif.
Konstanta peluruhan - simbol - konstanta peluruhan berbanding terbalik dengan
waktu hidup (umur hidup).
(Perlu dicatat meskipun konstanta, mereka terkait dengan perilaku yang secara statistik
acak, dan prediksi menggunakan kontanta ini menjadi berkurang keakuratannya untuk
material dalam jumlah kecil. Tetapi, peluruhan radioaktif yang digunakan dalam
teknik penanggalan sangat handal. Teknik ini merupakan salah satu pertaruhan yang
aman dalam ilmu pengetahuan sebagaimana yang disampaikan oleh [1])
Variabel:
Aktivitas total - simbol A - jumlah peluruhan tiap detik.
Aktivitas khusus - simbol S
A
- jumlah peluruhan tiap detik per jumlah substansi.
"Jumlah substansi" dapat berupa satuan massa atau volume.)
Persamaan:
t_{1/2}=/frac{In(2)}{/lambda}=/tau In(2)
A = /frac{dN}{dt}= -/lambda N
S_Aa_O = /frac{dN}{dt}/big[_{t=0}= -1 lambda N_O
dimana a_O/ adalah jumlah awal material aktif.

4.2.WAKTU PELURUHAN
Sebagaimana yang disampaikan di atas, peluruhan dari inti tidak stabil merupakan
proses acak dan tidak mungkin untuk memperkirakan kapan sebuah atom tertentu akan
meluruh, melainkan ia dapat meluruh sewaktu waktu. Karenanya, untuk sebuah sampel
radioisotop tertentu, jumlah kejadian peluruhan dN yang akan terjadi pada selang
(interval) waktu dt adalah sebanding dengan jumlah atom yang ada sekarang. Jika N adalah
jumlah atom, maka kemungkinan (probabilitas) peluruhan ( dN/N) sebanding dengan dt:
/left(-/frac{dN}{N}/right)=/lambda /cdot dt
Masing-masing inti radioaktif meluruh dengan laju yang berbeda, masing-masing
mempunyai konstanta peluruhan sendiri (). Tanda negatif pada persamaan menunjukkan
bahwa jumlah N berkurang seiring dengan peluruhan. Penyelesaian dari persamaan
diferensial orde 1 ini adalah fungsi berikut:
N(t) = N_O e{lambda t}L/!
Fungsi di atas menggambarkan peluruhan exponensial, yang merupakan penyelesaian
pendekatan atas dasar dua alasan. Pertama, fungsi exponensial merupakan fungsi berlanjut,
tetapi kuantitas fisik N hanya dapat bernilai bilangan bulat positif. Alasan kedua, karena
persamaan ini penggambaran dari sebuah proses acak, hanya benar secara statistik. Akan
tetapi juga, dalam banyak kasus, nilai N sangat besar sehingga fungsi ini merupakan
pendekatan yang baik.
Selain konstanta peluruhan, peluruhan radioaktif sebuah material biasanya juga
dicirikan oleh rerata waktu hidup. Masing-masing atom "hidup" untuk batas waktu tertentu
sebelum ia meluruh, dan rerata waktu hidup adalah rerata aritmatika dari keseluruhan
waktu hidup atom-atom material tersebut. Rerata waktu hidup disimbolkan dengan , dan
mempunyai hubungan dengan konstanta peluruhan sebagai berikut:
/ tau = /frac{1}{/lambda}
Parameter yang lebih biasa digunakan adalah waktu paruh. Waktu paruh adalah waktu
yang diperlukan sebuah inti radioatif untuk meluruh mejadi separuh bagian dari
sebelumnya. Hubungan waktu paruh dengan konstanta peluruhan adalah sebagai berikut:
t_{1/2} = {I In2}{I lambda}
Hubungan waktu paruh dengan konstanta peluruhan menunjukkan bahwa material
dengan tingkat radioaktif yang tinggi akan cepat habis, sedang materi dengan dengan
tingkat radiasi rendah akan lama habisnya. Waktu paruh inti radioaktif sangat bervariasi,
dari mulai 10
24
tahun untuk inti hampir stabil, sampai 10
-6
detik untuk yang sangat tidak
stabil.
5. RADIOAKTIVITAS
Radioaktivitas adalah kemampuan inti atom yang tak-stabil untuk memancarkan
radiasi dan berubah menjadi inti stabil. Proses perubahan ini disebut peluruhan dan inti
atom yang tak stabil disebut radionuklida. Materi yang mengandung radionuklida disebut
zat radioaktif.
6. SATUAN RADIOAKTIVITAS
Satuan radioaktifitas pada mulanya didasarkan atas laju peluruhan 1 g radium dan
dinyatakan dalam curie (Ci).
Saat ini besaran atau kuantitas setiap nuklida radioaktif dinyatakan dalam jumlah
disintegrasi per detik ( dps ; dis s
-1
)
Satuan radioaktifitas yang umum digunakan adalah:
1.Rontgen
2.RAD(Radiation Absorbed Dose)
3.REM (Rontgen Equivalen)
4.Curie
5.Gray
1. REM
2. Satuan radioaktifitas ini digunakan untuk mengukur dosis untuk kesetaraan, ditinjau
dari sudut biologi ternyata efek radiasi pengion tidak sama. Dalam biologi radiasi
yang menyebabkan suatu perubahan dalam suatu sistem tidak hanya tergantung pada
besaran energi yang terserap saja, tetapi juga pada tergantung pada macam & kualitas
radiasi, maka penyerapan energi yang sama dari macam-macam radiasi yang
berlainan dapat menghasilkan efek biologi yang berbeda.
3. REM , satuan ini digunakan untuk mengukur efek biologi yang terjadi pada jaringan
hidup yang terkena radiasi, karena itu satuan ini disebut juga satuan biologi. Untuk
menentukan dosis radiasi dalam REM terlebih dahulu ditentukan standar kerelatifan
yang disebut dengan Relative Biological Effectiveness (RBE).

DAFTAR ISTILAH

Elektron
Partikel dasar penyusun atom, bermuatan positif dan terdapat pada kulit atom
Proton
Partikel dasar penyusun atom, bermuatan positif dan terdapat pada inti atom
Neutron
Partikel dasar penyusun atom, bersifat netral dan terdapat dalam inti atom bersama dengan proton
Inti atom
Bagian padat dari atom, berada dipusat aton dan bermuatan positif
Nomor atom (Z)
Jumlah proton dalam inti, merupakan ciri khas bagi setiap unsur
Nomor massa (A)
Jumlah proton + neutron yang membentuk massa atom karena massa elektron sangat kecil
sehingga boleh di abaikan
Isotop
Atom-atom dari unsur yang sama, tetapi berbeda massa atomnya karena perbedaan jumlah
neutron
Konfigurasi elektron
Penyebaran elektron pada kulit atom
Elektron valensi
Elektron pada kulit terluar yang berperan besar pada reaksi kimia
Orbital
Ruang di sekitar inti tempat kebolehjadian menemukan elektron. Tiap orbital mempunyai
bentuk dan tingkat energi tertentu
Model atom
Gambaran rekaan mengenai struktur atom, karena atom yang sebenarnya tidak dapat dilihat
dengan mata dengan bantuan alat perbesaran yang sekuat apapun
Isoton
Atom-atom dari unsur yang jumlah neutronnya sama
Isobar
Atom-atom dari unsur yang massa atomnya sama
Kulit
Kumpulan dari satu atau lebih orbital yang tingkat energinya sama atau hampir sama