Anda di halaman 1dari 19

1

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Banyaknya penggunaan alat- alat medis sekarang ini mengakibatkan
semakin dituntutnya proses desinfeksi dan sterilisasi.
1
Hal tersebut dikarenakan
alat-alat medis maupun instrumen operasi merupakan sarana yang utama bagi
penyaluran patogen atau mikroorganisme ke dalam tubuh pasien.
2

Setiap prosedur tindakan yang menggunakan alat-alat medis dapat
menyebabkan pindahnya suatu patogen ke dalam tubuh manusia. Maka diperlukan
suatu metode pembersihan mikroorganisme secara keseluruhan (bakteri spora).
ransmisi patogen pada pasien dapat dicegah dengan adanya proses cleaning!
disinfeksi dan sterilisasi alat-alat yang sesuai dengan standart serta secara
adekuat.
2
I.2 Rumusan Masalah
a. "pa definisi sterilisasi dan desinfeksi#
b. "pakah proses yang harus diker$akan sebelum dilakukan sterilisasi dan
desinfeksi#
c. "pakah metode-metode yang dapat digunakan dalam proses setrilisasi#
d. "pakah kelebihan dan kekurangan dari metode-metode tersebut#
e. Bagaimanakah cara penyimpanan alat- alat yang telah disterilisasi#
f. Bagaimana metode desinfeksi tingkat tinggi yang sering dilakukan#
g. "pa kelebihan dan kekurangan dari metode-metode tersebut#
I.3 Tujuan
Makalah ini dibuat dengan tu$uan untuk mengetahui%
&efinisi sterilisasi dan desinfeksi
'roses sebelum dilakukan sterilisasi dan disinfeksi
Metode-metode yang dapat digunakan dalam proses setrilisasi
(elebihan dan kekurangan dari metode-metode tersebut
)ara penyimpanan alat- alat yang telah disterilisasi
2
Metode disinfeksi tingkat tinggi yang sering dilakukan
(elebihan dan kekurangan dari metode-metode tersebut
I. Man!aat
Menambah pengetahuan dan *a*asan pembaca tentang desinfeksi dan
sterilisasi yang sangat penting dalam penggunaan alat-alat medis.
3
BAB II
TIN"AUAN PU#TA$A
II.1 De!%n%s% Des%n!eks% &an #ter%l%sas%
&esinfeksi merupakan suatu proses eliminasi berbagai macam
mikroorganisme patogen (tidak termasuk spora) pada ob$ek yang hidup ataupun
tidak hidup.
+
&isinfeksi dapat dilakukan dengan menggunakan metode fisik dan
kimia. 'enggunaan bahan kimia sebagai disinfeksi disebut disinfektan. &imana
tiap bahan disinfektan mempunyai perbedaan dalam membunuh mikroorganisme
patogen dan tidak ada disinfektan yang mampu membunuh semua
mikroorganisme patogen.
+
Sterilisasi adalah suatu proses dimana dapat membunuh semua bentuk
kehidupan mikroorganisme. Sterilisasi dapat dilakukan dengan cara fisik! kimia
dan fisiokimia. Bahan kimia yang digunakan dalam proses sterilisasi disebut
kemisterilian.
+
(edua proses tersebut merupakan suatu rangkaian dekontaminasi!
dimana suatu usaha untuk menyingkirkan kontaminasi organisme patogen.
II.2 Pen'u'%an
erdapat dua langkah prosedur dalam pemakaian alat medis dan operatif.
'encucian atau pembersihan merupakan langkah a*al dan merupakan hal yang
penting.
(am)ar 2.1 Pr*ses Dek*ntam%nas%.
3
4
'encucian merupakan suatu proses menghilangkannya material asing dari
suatu benda sebelum dilakukannya sebuah proses sterilisasi. erdapat dua
komponen penting dalam pencucian! yaitu menghilangkan material asing dan
cairan yang diperlukan untuk membilas. 'encucian akan menghilangkan beberapa
macam organisme di permukaan sebelum dilakukannya proses disinfeksi dan
sterilisasi.
'encucian biasanya menggunakan air! deter$en dan alat- alat untuk
membersihkan. &eter$en digunakan untuk membersihkan sisa kotoran atau
minyak yang terdapat pada alat- alat operatif.
+
II.3 Met*&e+ Met*&e #ter%l%sas%
Sterilisasi harus dilakukan untuk alat- alat! sarung tangan bedah! dan alat
lain yang kontak langsung dengan aliran darah atau $aringan normal steril. Hal ini
dapat dicapai dengan uap bertekanan tinggi (otoklaf)! pemanasan kering (o,en)!
sterilisasi kimia*i! seperti glutaraldehid atau formaldehid! dan secara fisik
(radiasi). (arena sterilisasi itu sebuah proses! bukan sebuah peristi*a tunggal!
maka seluruh komponen harus dilakukan secara benar agar hasil maksimal
sterilisasi tercapai.
2
-fekti,itas sterilisasi membutuhkan *aktu! kontak! suhu! dan dengan
sterilisasi uap! bertekanan tinggi. -fekti,itas setiap metode sterilisasi $uga
bergantung pada empat faktor lainnya! yaitu sebagai berikut%
1. "en%s m%kr**rgan%sme ,ang a&a. Sebagian mikroorganisme sangat sulit
dibunuh! dan sebagian lainnya dapat dengan mudah dibunuh.
2. "umlah m%kr**rgan%sme ,ang a&a. .ebih mudah membunuh satu
organisme dari pada yang banyak.
3. "umlah &an "en%s mater% *rgan%k ,ang mel%n&ung% m%kr**rgan%sme
terse)ut. &arah atau $aringan yang menempel pada alat- alat yang kurang
bersih berfungsi sebagai pelindung mikroorganisme selama proses
sterilisasi.
4. "umlah retakan &an 'elah -a&a -eralatan se)aga% tem-at menem-el
m%kr**rgan%sme. Mikroorganisme berkumpul dan dilindungi oleh
5
goresan! retakan! dan celah! seperti $epitan yang bergerigi ta$am dari
cunam $aringan.
"khirnya! tanpa pembersihan yang teliti untuk membuang sisa bahan
organik yang melindungi mikroorganisme selama proses sterilisasi pada alat- alat!
tidak akan dapat men$amin tercapainya sterilisasi! *alaupun *aktu sterilisasi
diperpan$ang.
2
Metode yang biasa digunakan dalam proses sterilisasi meliputi%
a. Metode fisik
- Sterilisasi panas
- Sterilisasi filtrasi
- Sterilisasi radiasi
b. Metode kimia
A. Met*&e #ter%l%sas% Panas
'enguapan bertekanan tinggi yang menggunakan otoklaf atau pemanasan
kering dengan menggunakan o,en adalah metode sterilisasi yang paling umum
dan tersedia saat ini.
Sterilisasi uap bertekanan tinggi adalah metode sterilisasi yang efektif!
tetapi $uga paling sulit dilakukan secara benar.
/
'ada umumnya sterilisasi ini
adalah metode pilihan untuk mesterilisasi instrumen dan alat- alat lain yang
digunakan dalam berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Bila aliran listrik
bermasalah instrumen- instrumen dapat disterilisasi dengan sebuah sterilisator uap
nonelektrik dengan menggunakan minyak tanah atau bahan bakar lainnya sebagai
sumber panas.
Sterilisator panas kering (o,en) baik untuk iklim yang lembab tetapi
membutuhkan aliran listrik yang terus- menerus! menyebabkan alat ini kurang
praktis pada area terpencil (pedesaan). Selain itu! sterilisasi panas kering! dimana
perlu suhu yang lebih tinggi! hanya dapat digunakan untuk benda-benda gelas atau
logam! karena akan melelehkan bahan lainnya.
2
6
$*n&%s% #tan&ar #ter%l%sas% Panas
Sterilisasi uap (0ra,itasi)% suhu harus berada pada 1211) (22314)5 tekanan
harus berada pada pada 136 k'a (12 lbs7in8)5 23 menit untuk alat tidak
terbungkus! +3 menit untuk alat terbungkus. "tau pada suhu lebih tinggi pada
1+21) (29314)! tekanan harus berada pada +3 lbs7in85 12 menit untuk alat
terbungkus.
Biarkan semua peralatan kering sebelum diambil dari sterilisator.
)atatan% set tekanan (k'a atau lbs7in8)! mungkin berbeda tergantung $enis
sterilisator yang digunakan.
'anas (ering%
1931) (+/314) selama 1 $am (total *aktu perputaran meletakkan
instrumen di o,en! panaskan hingga 1931)! selama 1 $am dan
kemudian dinginkan 2-2.2 $am) atau
1631)(+2314) selama 2 $am (total *aktu perputaran dari +-+!2 $am).
:nstrumen steril dan instrumen lainnya harus digunakan segera kecuali
$ika%
&ibungkus dengan lapisan ganda kain katun kertas atau bahan lainnya
sebelum proses sterilisasi.
&apat disimpan dalam *adah kering dan steril berpenutup rapat.
Bahan yang digunakan untuk membungkus instrumen dan instrumen
lainnya harus berpori-pori agar uap dapat masuk tetapi beranyaman cukup ketat
untuk menghindari masuknya partikel-partikel debu dan mikroorganisme. 'aket
steril terbungkus harus tetap dalam kondisi steril sehingga paket atau *adah itu
tidak terkontaminasi. ;obek atau usang pada bungkusnya! paket men$adi basah
atau hal lainnya yang menyebabkan mikroorganisme memasuki paket atau *adah
tersebut.
2
B. Met*&e #ter%l%sas% .ara Pengua-an
'enguapan adalah sterilan yang efektif karena dua alasan. 'ertama! uap
pekat adalah sebuah <kendaraan= energi termal yang sangat efektif. >enis ini $auh
lebih efetktif untuk mengangkut energi kebahan yang akan disterilisasi daripada
7
udara panas (kering). &i dapur! kentang dapat dimasak selama beberapa menit
dalam pemasak bertekanan uap! sementara proses memasak dalam o,en udara
panas akan membutuhkan *aktu satu $am atau lebih! *alaupun o,en dinyalakan
dalam suhu yang lebih tinggi. ?ap! khususnya diba*ah tekanan! memba*a energi
termal ke kentang lebih cepat! sebaliknya udara panas lebih lambat. (edua! uap
adalah sterilan yang efektif karena lapisan luar mikroorganisme yang bersifat
protektif dan resisten dapat dilemahkan oleh uap sehingga ter$adi koagulasi.
Beberapa $enis kontaminan tertentu! khususnya yang berminyak atau berlemak!
dapat melindungi mikroorganisme dari efek uap! sehingga mengganggu proses
sterilisasi. "lasan ini yang menekankan kembali kepentingan mencuci bersih
bahan-bahan sebelum proses sterilisasi.
2
'ersyaratan
Sterilisasi uap harus memenuhi empat kondisi% kontak yang memadai!
suhu yang sangat tinggi! *aktu yang tepat! dan kelembapan yang
memadai.
(elebihan
- Merupakan metode sterilisasi yang paling sering dipakai dan efektif
- @aktu siklus sterilisasi lebih pendek daripada panas kering atau siklus
kimia.
(ekurangan
- Membutuhkan sumber panas yang terus menerus (bahan bakar kayu!
minyak tanah atau aliran listrik)
- Membutuhkan peralatan (sterilisator uap) yang harus dipelihara
dengan cermat agar tetap berfungsi dengan baik.
- Membutuhkaan ketaatan *aktu! suhu dan tekanan secara ketat.
- Sukar menghasilkan paket kering karena gangguan prosedur sering
ter$adi.
- Siklus sterilisasi yang berulang-ulang dapat menyebabkan bopeng dan
penumpulan sisi instrumen yang ta$am.
- Bahan- bahan plastik tidak tahan suhu tinggi.
.. Met*&e #ter%l%sas% &engan Panas $er%ng
8
Bila tersedia! panas kering adalah sebuah cara yang praktis untuk
sterilisasi atas $arum dan instrumen lainnya. &ian$urkan memakai sebuah o,en
kon,eksi dengan ruangan ba$a antikarat terisolasi dan rak-rak perforasi untuk
memungkinkan sirkulasi udara panas! namun sterilisasi panas kering ini akan
dapat tercapai dengan sebuah o,en sederhana! asalkan sebuah termometer
digunakan untuk memastikan suhu didalam o,en.
2
-fekti,itas dari sterilisasi panas kering ini tercapai dengan proses
konduksi panas. 'ada a*alnya! panas di absorbsi oleh permukaan luar dari sebuah
instrumen dan kemudian dikirimkan ke lapisan berikutnya. 'ada akhirnya
keseluruhan ob$ek mencapai suhu yang dibutuhkan untuk sterilisasi.
Mikroorganisme mati pada saat penghancuran protein secara lambat oleh panas
kering. 'roses sterilisasi panas kering berlangsung lebih lama sterilisasi uap!
karena kelembapan dalam proses sterilisasi uap secara pasti mempercepat
penetrasi uap dan memperpendek *aktu yang dibutuhkan untuk membunuh
mikrooganisme.
(elebihan
- Metode yang sangat efektif! seperti sterilisasi panas- kering dengan
konduksi men$angkau seluruh permukaan instrumen! bahkan untuk
instrumen yang tidak dapat dibongkar pasang.
- Bersifat protektif atas benda ta$am atau instrumen dengan sisi potong
(lebih sedikit masalah dengan penumpulan sisi potong tersebut).
- idak meninggalkan sisa kimia
- Mengurangi masalah <paket basah= di iklim lembab.
(ekurangan
- :nstrumen plastik dan karet tidak dapat disterilisasi dengan cara panas
kering karena suhu yang digunakan (1631-1931)) terlalu tinggi untuk
materi ini.
- 'anas kering memenetrasi materi secara lambat dan tidak merata
- Membutuhkan o,en dan sumber listrik secara terus- menerus.
2
D. Met*&e #ter%l%sas% &engan $%m%a
Selain penguapan tekanan tinggi atau sterilisasi panas kering sebagai
alternatif adalah sterilisasi kimia (seringkali disebut sterilisasi dingin). "pabila
9
ob$ek harus disterilisasi! sedangkan bila menggunakan uap bertekanan tinggi atau
sterilisasi panas-kering akan merusak ob$ek tersebut atau apabila peralatan tidak
tersedia (atau operasional)! maka ob$ek itu dapat disterilisasi secara kimia.
Se$umlah disinfektan tingkat tinggi akan membunuh endospora setelah
paparan berkepan$angan (13-2/ $am). &isinfektan umum yang dapat digunakan
untuk sterilisasi kimia dapat terdiri dari glutaraldehid dan formaldehid. Sterilisasi
berlangsung dengan merendamnya selama sekurang- kurangnya 13 $am dalam
larutan glutaraldehid 2-/A atau setidaknya 2/ $am dalam larutan formaldehid BA.
0lutaraldehid! seperti )ideC $arang tersedia di pasaran dan harganya sangat
mahal! tetapi larutan ini merupakan satu- satunya sterilan yang praktis untuk
instrumen tertentu! seperti laparoskop yang tidak dapat dipanaskan. Baik
gluteraldehid atau formaldehid membutuhkan penanganan khusus dan
meninggalkan sisa pada instrumen yang sudah ditangani. Dleh karena itu!
membilas dengan air yang steril adalah sebuah keharusan apabila instrumen itu
hendak di$aga dalam keadaan steril. >uga apabila tidak dibilas! sisa ini akan
mengganggu (menyebabkan lengket) bagian geser laparoskop dan $uga akan
memperkeruh lensa alat tersebut.
@alaupun lebih murah dari glutaraldehid! larutan formaldehid lebih
menyebabkan iritasi atas kulit! mata dan saluran nafas serta diklasifikasikan
sebagai potensi karsiogen.
2
"pabila mempergunakan glutaraldehid atau
formaldehid! pakailah sarung tangan untuk menghindari kontak kulit! memakai
kaca mata untuk melindungi percikan! membatasi *aktu paparan! dan gunakan
kedua Eat kimia pada area yang ber,entilasi baik.
(elebihan
- .arutan glutaraldehid dan formaldehid tidak begitu mudah
dinonaktifkan oleh materi organik.
- (edua larutan ini dapat digunakan untuk instrumen yang tidak tahan
sterilisasi panas! seperti laparoskop.
- .arutan formaldehid dapat digunakan hingga 1/ hari (ganti apabila
keruh). Sebagian glutaraldehid dapat digunakan hingga 2B hari.
(ekurangan
10
- 0lutaraldehid dan formaldehid adalah kimia*i yang menyebabkan
iritasi kulit. Dleh karena itu! seluruh peralatan yang direndam dalam
salah satu larutan itu harus sepenuhnya dibilas dengan air steril setelah
direndam.
- (arena glutaraldehid beker$a sangat baik pada suhu ruangan! sterilisasi
kima tidak di$amin berfungsi baik pada lingkungan dingin (suhu
kurang dari 231)76B14)! bahkan dengan proses perendaman yang
berkepan$angan.
- 0lutaraldehid mahal harganya.
- ?ap dari formaldehid diklasifikasikan sebagai potensial karsinogen!
dan pada dera$at yang lebih rendah glutaraldehid mengiritasi kulit!
mata dan saluran pernafasan. 'akaialah kaca mata dan sarung tangan!
batasi *aktu paparan! dan gunakan kedua Eat kimia pada area
ber,entilasi baik.
- 4ormaldehid tidak dapat dicampur dengan klorin karena memproduksi
Eat yang berbahaya (bis-klorometil-eter).
E. Met*&e #ter%l%sas% La%nn,a
#ter%l%sas% (as
'enggunaan gas formaldehid untuk membunuh mikroorganisme di
praktikan sebelum peralihan abad ini. Sterilisasi formaldehid uap temperatur
rendah dan otomatis yang digunakan untuk memproses instrumen atau plastik. &i
"merika Serikat dan se$umlah negara lain gas etilen oksida (-D) digunakan
untuk proses sterilisasi instrumen bedah yang sensitif terhadap panas dan
kelembaban seperti perangkat plastik dan instrumen yang rentan. 'roses sterilisasi
ini mempunyai kelebihan dan kekurangan! dimana salah satu kekurangannya
adalah merupakan suatu proses yang rumit dengan biaya yang lebih mahal
daripada sterilisasi uap ataupun panas kering. Selain itu -D $uga berbahaya bagi
para petugas kesehatan! klien dan lingkungan. 0as -D mengandung racun pada
tingkat moderat ketika terhirup! maka paparan regular pada le,el rendah dapat
mengakibatkan efek yang berbahaya pada manusia. (emudian! gas ini bersifat
mengiritasi mata dan selaput lendir.
#ter%l%sas% &engan #%nar Ultra/%*let
11
)ahaya ultra,iolet (?F) telah digunakan untuk membantu mendisinfeksi
udara selama lebih dari 23 tahun. Misalnya! ?F iradiasi dapat mengganggu
pemindahan infeksi di udara di lingkungan di dalam ruang tertutup dengan
kondisi hidup buruk dan $umlah manusia di dalamnya sangat padat. Secara teori
cahaya ?F intens dapat bersifat baketerisidal dan ,irusidal! dalam praktiknya
hanya disinfeksi yang terbatas atas instrumen dapat tercapai. Hal ini karena sinar
?F dapat membunuh hanya mikroorganisme yang terkena secara langsung oleh
cahaya ?F.
(ekurangan ?F lainnya adalah sebagai berikut%
- Membutuhkan sumber listrik yang besar
- (urang efekti, diarea dengan kelembapan relatif yang tinggi
- .ampu ?F membutuhkan pembersihan secara berkala agar tetap
efektif
- 'aparan terhadap ?F dapat membakar kulit dan mata
#ter%l%sas% $%m%a ,ang La%n
"sam 'arasetik (peroCyacetic acid). Sterilan ini sangat efektif terhadap
seluruh mikroorganisme! tidak dikurangi oleh bahan organik dan $uga
mendekomposisi men$adi produk yang aman. Sterilan ini biasanya
digunakan untuk mensterilisasi $enis endoskop yang berbeda.
'araformaldehid. 'olimer solid dari formaldehid ini dapat diuapkan
dengan metode panas kering pada area yang tertutup untuk mensterilisasi
ob$ek. ekhnik ini cocok untuk mensterilisasi laparoskop.
Sterilisasi gas plasma. Metode ini dapat mensterilisasi instrumen dalam
*aktu kurang dari satu $am dan hasil sampingannya tidak berbahaya.
Gamun! hali ini tidak dapat memenestrasi dengan baik dan tidak dapat
digunakan pada kertas atau kain linen. Sterilisator khusus dibutuhkan
untuk materi ini.
II. Pen,%m-anan Instrumen #ter%l
Seluruh instrumen steril harus disimpan disebuah area dan dengan cara
sedemikian rupa sehingga paket atau *adah akan terlindungi dari debu! kotoran!
kelembapan! he*an! dan serangga. "rea penyimpanan ini paling baik ditempatkan
12
bersebelahan dengan atau dihubungkan ke tempat sterilisasi berlangsung! di
sebuah area yang terpisah dan tertutup dengan akses terbatas yang digunakan
hanya untuk menyimpan bahan suplai pasien yang bersih dan steril. 'ada fasilitas
yang lebih kecil! area ini dapat berupa sebuah ruang disebelah &epartemen 'usat
Suplai (Central Supply Departement) atau pada unit operasi (operating unit).
>agalah area penyimpanan agar tetap bersih! kering! serta bebas debu dan
bebas kain tiras setelah urusan rumah tangga harian regular.
(ontrollah suhu dan kelembapan (suhu sekitar 2/1) dan kelembapan
relatif H93A) bila memungkinkan.
'aket dan *adah dengan instrumen steril (dan &) harus disimpan
dengan $arak 23-22 cm dari lantai! /2-23 cm dari langit-langit! dan 12-23
cm dari dinding luar.
>angan gunakan kardus untuk tempat penyimpanan. (ardus mengeluarkan
debu dan debris serta dapat men$adi tempat bersembunyi serangga.
Bubuhkan tanggal dan rotasikan suplai tersebut (firs in/firs out). 'roses ini
berfungsi sebagai peringatan! tetapi tidak men$amin sterilitas paket-paket
tersebut.
&istribusikan instrumen steril dan & dari area ini.
2
Masa berlakunya instrumen yang masih dianggap steril setelah proses
sterilisasi berhubungan dengan ke$adian (event related). :nstrumen tersebut harus
tetap steril hingga sesuatu menyebabkan paket atau *adah itu men$adi
terkontaminasi! akan tetapi *aktu a*al proses sterilisasi itu dilakukan bukan
merupakan faktor yang menentukan. (e$adian dapat berupa robekan atau usang di
area pembungkus tersebut! paket yang basah! atau faktor lainnya akan
memungkinkan mikroorganisme memasuki paket atau *adah tersebut. Dleh
karena itu! masa berlakunya sterilisasi bergantung pada faktor- faktor berikut ini%
(ualitas pembungkus atau *adah
Berapa kali sebuah paket dipegang sebelum digunakan.
Berapa banyak orang yang telah memegang paket tersebut
"pakah paket itu disimpan pada rak terbuka atau tertutup.
(ondisi area penyimpanan (misal% kelembapan dan kebersihan)! dan
13
'enggunaan penutup debu plastik dan metode penyegelan.
2

Sebagian besar paket terkontaminasi sebagai akibat langsung dari
penanganan atau penyimpanan yang berulang- ulang atau kurang tepat. 'astikan
instrumen tetap steril hingga anda membutuhkannya%
Mencegah ke$adian yang dapat mengkontaminasi paket steril!
Melindunginya dengan menempatkannya dalam bungkus penutup plastik
(kantong).
Sebelum menggunakan instrumen steril tertentu! lihat paketnya apakah
pembungkusnya masih utuh! segel tidak rusak! bersih! dan kering (dan tidak ada
bekas air)! lalu dapat dipastikan instrumen itu steril tanpa perlu mengetahui kapan
sterilnya.
6
&i sebagian fasilitas pelayanan kesehatan dimana penggantian suplai
dibatasi dan kain yang digunakan untuk membungkus berkualitas buruk! maka
*aktu sebagai faktor yang membatasi $uga berfungsi sebagai batas keselamatan.
"pabila bungkus (kantong) plastik tidak tersedia untuk instrumen yang
disterilisasi itu! pembatasan untuk masa berlaku spesifik (misalnya 1 bulan) dapat
merupakan sebuah keputusan yang logis sepan$ang pak tersebut tetap kering dan
utuh.
2

II.0 Des%n!eks% T%ngkat T%ngg%
Sterilisasi merupakan metode yang paling aman dan efektif dalam
pemrosesan alat! tetapi peralatan sterilisasi sering tidak tersedia. &alam keadaan
demikian & merupakan alternatif yang dapat diterima. 'roses & membunuh
semua mikroorganisme (termasuk bakteri ,egetatif! tuberkulosis! ragi dan ,irus)
kecuali beberapa endospora bakterial. 'roses & dapat dilakukan dengan
merebus dalam air! mengukus (dengan uap panas)! atau merendam alat dalam
disinfektan kimia*i. "gar efektif! semua langkah dalam setiap metode perlu
dipantau dengan seksama.
2
A. E!ekt%/%tas Ua- Panas
?mumnya semua bakteri ,egetatif akan mati pada uap panas 631- 921)
dalam 13 menit. Firus hepatitis B! salah satu ,irus yang sukar dibunuh dapat
diinakti,asi dalam 13 menit $ika dipanaskan pada suhu B31). Sebaliknya!
*alaupun banyak $enis spora mati $ika direbus pada II.21) selama 12-23 menit!
14
spora klostridium tetani tahan panas dan dapat bertahan *alaupun direbus sampai
I31).
2
B. Pere)usan &an Pengukusan
'erebusan atau pengukusan menggunakan panas untuk membunuh
mikroorganisme. 'engukusan mempunyai beberapa keunggulan terhadap merebus
untuk proses akhir sarung tangan dan alat-alat lain seperti kanula plastik dan
semprit. )ara ini mengurangi perusakan dan lebih efektif bila ditin$au dari segi
biaya. @alaupun perebusan dan pengukusan sama- sama mudah dilakukan!
pengeringan sarung tangan yang direbus tidak praktis karena kontaminasi susah
dicegah. &engan pengukusan sarung tangan tidak perlu dikeringkan di luar karena
ini tetap berada dalam kukusan! sehingga kemungkinan terkontaminasi kurang.
(euntungan %
- Murah
- Mudah dia$arkan pada petugas kesehatan
- idak memerlukan bahan kimia*i atau larutan khusus
- Sumber panas (pemasak atau dandang) tersedia dimana-mana.
(elebihan %
- @aktu pemrosesan harus diatur dengan seksama. Sekali mulai tidak
boleh menambahkan air atau alat-alat lain.
- Db$ek tidak dapat dipak sebelum di &! sehingga kemungkinan
kontaminasi men$adi lebih besar.
- Sumber minyak diperlukan.
2
). Des%n!eks% T%ngkat T%ngg% &engan Bahan $%m%a
&esinfektan yang sering digunakan yaitu klorin! glutaraldehid!
formaldehid! dan peroksid secara rutin digunakan sebagai disinfektan tingkat
tinggi. Bahan- bahan kimia*i ini dapat mencapai & $ika benda- benda yang
didisinfeksi dibersihkan dulu sebelum direndam. 'emilihan disinfektan tingkat
tinggi didasarkan pada sifat- sifat benda yang akan didisinfeksi! daerah yang
digunakan dan petugas yang trampil dalam tindakan ini.
(euntungan dan kerugian menggunakan & adalah%
- .arutan klorin bereaksi cepat! sangat efektif terhadap HBF! H)F! dan
H:F7":&S! serta murah dan mudah didapat.
15
- (erugian utamanya adalah larutan klorin J3!2A dapat merusak logam. Gamun
alat-alat satainless steel dapat aman di-& dalam larutan klorin 3!1A dengan
merendamnya selama 23 menit. ?ntuk &! larutan klorin 3!1A dibuat dengan
air matang! lakukan penyaringan bila air keruh. Sebelum direndam! benda-
benda harus dibersihkan dan dikeringkan.
Masalah korosi dapat dikurangi $ika benda-benda tersebut dibilas dengan
air matang dan dikeringkan segera. @alaupun larutan klorin untuk & dapat
berubah $ika tidak tertutup atau disimpan dalam container transparan! larutan &
hanya perlu dibuat $ika larutan tersebut sudah keruh.
4ormaldehid (BA) $uga murah dan tersedia dimana-mana! merupakan
desinfektan tingkat tinggi yang efektif! tetapi baunya sangat merangsang dan
bersifat sangat iritatif dan berpotensi menyebabkan karsinogen. Hati-hati se*aktu
mencampur dan menggunakan larutan formaldehid agar ada perlindungan pada
petugas dan pasien dari dampaknya. >angan diencerkan dengan air yang
mengandung klorin! karena dapat mengeluarkan gas yang berbahaya (bis-
klorometil-eter). 'etugas harus memakai sarung tangan untuk mencegah kontak
kulit dan melindungi mata dari cipratan dan uap! membatasi *aktu paparan serta
menggunakan larutan ini hanya pada ,entilasi baik.
0lutaraldehid kurang iritatif dibanding formsldehid! tetapi staf dan klien
perlu dilindungi dari uapnya se*aktu mencampur dan menggunakan larutan ini.
'akailah sarung tangan! pelindung mata! batasi *aktu paparan dan hanya gunakan
ditempat dengan ,entilasi baik.
Hidrogen peroksida (H
2
D
2
) yang dilarutkan dalam larutan 6A! tersedian
dimana-mana dan lebih murah daripada desinfektan kimia lainnya. .arutan H
2
D
2
+A digunakan sebagai antiseptik! tetapi tidak dapat digunakan sebagai
desinfektan. (erugian utamanya adalah sangat korosif! $angan digunakan untuk
desinfektan tembaga! aluminium! seng atau kin. Dleh karena itu dapat kehilangan
kemampuannya oleh paparan panas dan sinar matahari. .arutan ini harus
disimpan di tempat yang dingin dan gelap. @HD tidak merekomendasikan H
2
D
2 di
daerah panas (tropis) karena ketidakstabilannya dalam lingkungan panas dan
terang.
16
Alk*h*l &an %*&*!*r
@alaupun alkohol dan iodofor murah dan tersedia dimana-mana! bahan ini
tidak dapat digolongkan dengan desinfektan tingkat inggi. "lkohol tidak dapat
membunuh dan menghambat beberapa ,irus. Spesies pseudomonas dapat
berkembang dalam iodofor. Bahan kimia ini hanya digunakan $ika desinfektan ang
diuraikan diatas tidak tersedia.
Langkah+langkah -a&a DTT &engan )ahan k%m%a1%2
- &ekontaminasi alat-alat dan benda-benda lain yang terkontaminasi darah
dan duh tubuh! bersihkan dan keringkan sebelum ditempatkan dalam larutan
desinfektan.
- )emplungkan semua benda dalam &
- (ocok selama 23 menit
- 'indahkan alat-alat dengan mengggunakan cunam atau sarung tangan &
atau steril.
- Bersihkan dengan air matang +C dan keringkan diudara.
- Segera setelah dipakai atau disimpan dalam kontainer. Kang kering dan telah
di &.
Pen,%m-anan D%s%n!ektan
&isinfektan kimia*i harus disimpan di tempat yang gelap dan dingin.
>angan disimpan di ba*ah cahaya matahari atau panas yang berlebihan
Pem)uangan $*nta%ner $%m%a Ha)%s Paka%
(ontainer kaca dapat dicuci dengan sabun! dibilas! dikeringkan! dan
digunakan kembali. "lternatif lain kontainer kaca dapat dibilas (paling
sedikit tiga kali) dengan air kemudian dikubur.
2
(ontainer plastik yang digunakan untuk bahan-bahan toksik seperti
glutaraldehid atau formaldehid harus dibilas tiga kali dengan air! lalu
dikubur atau dibakar.
Pem)uangan Bahan+Bahan $%m%a Ha)%s Paka%
Buang dalam sistem pembuangan umum! misalnya melalui @)! siram
dengan air secukupnya. Sampah cair dapat dibuang melalui saluran khusus.
17
Mencegah cipratan bilas toilet atau saluran pembuangan dengan hati-hati
menggunakan air untuk menghilangkan residu sampah tersebut.
Bahan+ Bahan ,ang T%&ak Da-at D%gunakan #e)aga% D%s%n!ektan
Berbagai macam larutan antiseptik tidak tepat $ika digunakn sebagai
disinfektan. @alaupun antiseptik (kadang disebut disinfektan kulit) adekuat untuk
membersihkan kulit sebelum prosedur pembedahan! mereka tidak tepat untuk
mendisinfeksi alat-alat dan sarung tangan! karena tidak benar-benar membunuh
bakteri! ,irus atau endospora.
Ant%se-t%k ,ang t%&ak &a-at &%gunakan se)aga% &%s%n!ektan2
&eri,at- deri,at akridin (misalnya% gentian ,iolet aau kristal ,iolet)
Setrimide (misal )eta,lon)
Setrimide dengan klorheksidin glukonat (Sa,lon)
)hlorinated lime dan asam borak (misal % -usol)
(lorheksidin glukonat (misal% Hibiscrub! Hibitane)
(loroksilenol (misal% &ettol)
Heksaklorofen (misal% 'hisoheC)
Mercury compounds (toksik! tidak dian$urkan sebagai antiseptik
ataupundisinfektan).
.arutan merkuri (seperti mercury lauriel) meskipun sebagai disinfektan
tingkat rendah dapat menyebabkan kelainan pada bayi dan sangat toksik untuk
digunakan sebagai disinfektan atau antiseptik. Beberapa produk yang biasa
digunakan sebagai bahan disinfektaan adalah fenol 1-2A (fenol)! asam karbol 2A
(.ysol) dan benEalkonium klorid! aLuaternary ammonium compound (Mephiran).
:ni adalah disinfeksi tingkat rendah yang hanya bisa digunakan untuk
dekontaminasi permukaan (lantai dan dinding).
2
18
BAB III
PENUTUP
3.1 $es%m-ulan
Banyaknya penggunaan alat- alat medis sekarang ini mengakibatkan
semakin dituntutnya proses desinfeksi dan sterilisasi.
1
Hal tersebut dikarenakan
alat-alat medis maupun instrumen operasi merupakan sarana yang utama bagi
penyaluran patogen atau mikroorganisme ke dalam tubuh pasien.
2
&isinfeksi merupakan suatu proses eliminasi berbagai macam
mikroorganisme patogen (tidak termasuk spora) pada ob$ek yang hidup ataupun
tidak hidup.
+
&isinfeksi dapat dilakukan dengan menggunakan metode fisik dan
kimia. Sterilisasi adalah suatu proses dimana dapat membunuh semua bentuk
kehidupan mikroorganisme. Sterilisasi dapat dilakukan dengan cara fisik! kimia
dan fisiokimia.

(edua proses tersebut merupakan suatu rangkaian dekontaminasi!
dimana suatu usaha untuk menyingkirkan kontaminasi organisme patogen.
-fekti,itas sterilisasi membutuhkan *aktu! kontak! suhu! dan dengan
sterilisasi uap! bertekanan tinggi. -fekti,itas setiap metode sterilisasi $uga
bergantung pada empat faktor lainnya! yaitu $enis mikroorganisme! $umlah
mikroorganisme! $umlah dan $enis materi organik yang melindungi
mikroorganisme tersebut! serta $umlah retakan dan celah pada peralatan sebagai
tempat menempel mikroorganisme.
Setiap metode sterilisasi mempunyai kekurangan dan kelebihan pada
masing-masing instrumen. Begitu pula dalam proses disinfeksi tingkat tinggi yang
merupakan alternatif yang dapat diterima apabila tidak terdapat alat sterilisasi.
2
3.2 #aran
Saran yang dapat diberikan dalam makalah ini adalah%
Sebelum melakukan proses sterilisasi harus didahului dengan proses
pencucian yang digunakan untuk menghilangkan kotoran dan material
asing.
19
'enggunaan metode sterilisasi disesuaikan dengan bentuk dan macam
instrumen yang akan dilakukan proses sterilisasi! karena tidak setiap
instrumen tahan terhadap panas.
'ada kondisi tertentu (tempat terpencil) apabila tidak didapatkan alat
sterilisator bisa digunakan proses desinfeksi tingkat tinggi dengan
memperhatikan metode ataupun disinfektan yang akan digunakan.
Beberapa macam disinfektan mempunyai kerugian sebagai karsinogenik
dan bersifat sehingga universal precaution harus tetap diperhatikan.