Anda di halaman 1dari 36

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Lipid berasal dari kata Yunani yang berarti lemak. Secara bahasa lipid
merupakan lemak, sedangkan kalau dilihat dari stukturnya, lipid merupakan
senyawa trimester yang dibentuk dari senyawa gliserol dan berbagai asam
karboksilat rantai panjang. Jadi lemak disusun dari dua jenis molekul yang lebih
kecil yaitu gliserol dan asam lemak. Lipida adalah senyawa organik yang tidak
larut dalam air tapi dapat diekstraksi dengan pelarut non polar seperti
khloroform, eter, benzena, alcohol, aseton, dan karbondisulfd. Lipid juga
merupakan kelompok senyawa beraneka ragam. Lemak dikenal merupakan salah
satu dari senyawa lipid. dapun yang termasuk senyawa lipid antara lain
kolesterol, steroid, dan terpenoid.
!ungsi biologis terpenting lipida di antaranya untuk menyimpan energi,
sebagai komponen struktural membran sel, sebagai pensinyalan molekul,
sumber bahan baku bagi biosintesis basa"basa purin serta pirimidin yang
menyusun asam nukleat, biosintesis asam amino tertentu dsb. Jenis lipid
yang paling banyak adalah lemak atau triasilgliserol, yang merupakan
bahan bakar utama bagi hampir semua organisme.
!atty acid adalah istilah umum untuk menggambarkan asam lemak,
konjugasi dan turunannya, adalah kelompok beragam molekul disintesis
oleh rantai"perpanjangan dari primer asetil"#o dengan malonyl"#o atau
kelompok methylmalonyl"#o dalam proses yang disebut sintesis asam
lemak. sam lemaknya sendiri adalah asam organik berantai panjang
yang punya $"%$ atom karbon, dan memiliki gugus karboksil tunggal dan
ekor hidrokarbon non polar yang panjang yang menyebabkan kebanyakan
lipida tidak larut dalam air dan tampak berminyak atau berlemak. sam
lemak yang umum dijumpai bersifat tidak larut dalam air tetapi dapat
terdispersi menjadi misel di dalam &a'( atau #'( encer yang mengubah
asam lemak menjadi sabun. Lipid mempunyai kelas"kelas, salah satunya
adalah asam lemak, komponen unit pembangun pada kebanyakan lipida.
)antai karbon, biasanya antara empat sampai %$ karbon panjang,
*
mungkin jenuh atau tak jenuh, dan mungkin melekat pada kelompok"
kelompok fungsional yang mengandung oksigen, halogen, nitrogen dan
belerang.
+ndonesia merupakan negara heterogen dari segi aktiftas
perindustriannya, meskipun bukan termasuk negara perindustrian di ,unia.
-erindustrian di +ndonesia mulai dari industri rumah tangga, industri dengan
beraggotakan komunitasnya saja, hingga industri global dengan berbagai
kerjasama dan cabang"cabang dari negara lain.dapun kota"kota besar di
+ndonesia yang merupakan kota industri terbesar adalah Surabaya, Sidoarjo dan
.ekasi. .eberapa perusahaan di kota tersebut merupakan cabang/ kerjasama
dari negara lain misalnya -0. #ao +ndonesia, yang salah satu hasil produksinya
adalah Sabun dan ,etergent. 0idak hanya perusahaan tersebut yang
memproduksi sabun di +ndonesia, namun juga -0. 1ings +ndonesia, -0. 2nile3er
dan lain sebagainya.-roses pembuatan Sabun dan ,etergent pada skala industri
rumah tangga atau kon3ensional memang tidak terlalu rumit, namun apabila
produksi ini dilakukan pada skala besar/ sekitar beberapa ton perhari tentulah
membutuhkan ilmu khusus untuk melakukannya.(al yang harus dilakukan pada
proses pembuatan Sabun dan ,etergent adalah persiapan raw material 4bahan
baku5, pengendalian proses, pengendalian alat, dan treatment hasil produksi.
B. Rumusan Masalah
*. 6engetahui jenis"jenis asam lemak7
%. 6engetahui sifat fsik dan kimia Lemak,Sabun dan ,etergent7
8. .agaimana kegunaan dan Lemak, Sabun dan ,etergent7
$. .agaimana -roses -embuatan ,etergent7
9. .agaimana -roses -embuatan Sabun7
C. Tujuan
*.6ahasiswa mampu mengetahui senyawa"senyawa dalam lemak.
%.6ampu memahami dan mengerti proses pembuatan Sabun dan
,eterjen.
8.6ampu mengaplikasikan proses pembuatan Sabun dan ,eterjen.
%
BAB II
PEMBAHASAN
. Lipida
lipid merupakan senyawa trimester yang dibentuk dari senyawa gliserol
dan berbagai asam karboksilat rantai panjang. Jadi lemak disusun dari dua jenis
molekul yang lebih kecil yaitu gliserol dan asam lemak.:liserol adalah sejenis
alkohol yang memiliki tiga karbon yang masing"masing mengandung sebuah
gugus hidroksil. sam lemak memiliki kerangka karbon yang panjang, umumnya
*; sampai *< atom karbon, panjangnya salah satu ujung asam lemak itu adalah
kepala yang terdiri atas suatu gugus karboksil dan gugus fungsional yang
menyebabkan molekul ini disebut asam lemak, yang berikatan dengan gugus
karboksilat itu adalah hidrokarbon panjang yang disebut ekor.
Sifat dari lemak=
a5 (idrofobik 4sulit untuk larut dalam air5.
b5 (anya larut dalam larutan non"polar seperti klorofom, eter, dan benzene.
c5 * gram lemak menghasilkan 8>.?; kjoule atau >,8 kcal.
d5 Lemak terdiri atas unsur"unsur karbon, hidrogen, dan oksigen.
..Susunan sam Lemak
sam lemak merupakan asam organik yang terdiri atas rantai
hidrokarbon lurus yang pada satu ujung mempunyai gugus karboksil
4@''(5 dan pada ujung lain gugus metil 4@(85. sam lemak alami
biasanya mempunyai rantai dengan jumlah atom karbon genap, berkisar
antara empat hingga dua puluh dua karbon.
@. Sifat !isik dan #imia Lemak
,ari rantai asam lemak didapatkan bahwa asam lemak jenuh
mempunyai rantai karbon pendek seperti asam butirat dan kaproat yang
mempunyai titik lebur rendah, ini berarti bahwa kedua asam ini berupa
zat cair pada suhu kamar sedangkan makin panjang rantai karbon
menunjukkan makin tinggi titik leburnya. sam palmitat dan stearat
berupa zat padat pada suhu kamar.
8
sam lemak tidak jenuh mempunyai titik lebur rendah. sam oleat
mempunyai rantai karbon sama panjang dengan asam stearat, tetapi
pada suhu kamar asam oleat berupa zat cair. 6akin banyak ikatan
rangkap, makin rendah titik leburnya, ini dapat dilihat pada pada titik
lebur asam linoleat yang lebih rendah dari titik lebur asam oleat.
sam butirat larut dalam air. #elarutan asam lemak dalam air berkurang
dengan bertambah panjangnya rantai karbon. sam kaproat larut sedikit
dalam air, sedangkan asam palmitat, stearat, oleat dan linoleat tidak larut
dalam air. sam linoleat mempunyai kelarutan dalam air sangat kecil.
sam lemak adalah asam lemah, jika larut dalam air molekul asam lemak
akan terionisasi sebagian dan melepaskan ion (A. ,alam hal ini p(
larutan bergantung pada konstanta keasaman dan derajat ionisasi
masing"masing asam lemak.
#lasifkasi asam lemak menurut panjang karbon dan tingkat kejenuhan
dalam lemak yang banyak terdapat di alam.
0abel *. #lasifkasi sam Lemak dan Sumber .ahan 6akanannya
&omenklatur
umum
+stilah kimia
&omeklat
ur
pendek
Sumber .ahan
6akanan
Jenuh
)antai pendek
.utirat .utanoat $=? 6entega
#aproat (eksanoat ;=? 6entega
)antai Sedang
#aprilat 'ktanoat <=? 6inyak #elapa
#aprat ,ekanoat *?=? 6inyak #elapa sawit
)antai panjang
Laurat ,odekanoat *%=? 6inyak #elapa
$
6iristatB5 0etradekanoat *$=? 6entega, 6inyak
kelapa, dan -ala
-almitat B5 (eksadekanoat *;=? Lemak hewan,
minyak tumbuhan
Stearat B5 'ktadekanoat *<=? Lemak hewan,
minyak tumbuhan
0idak jenuh
tunggal
'leat sam >"
oktadesenoat
*<=* 4n"
>5
Sebagiana besar
lemak dan minyak
terutama minyak
zaitun
0idak jenuh
:anda
'mega";
Linoleat BB5 sam >, *%"
oktadekadienoa
t
*<=% 4n"
;5 atau
omega";
6inyak jagung,
kapas, kacang
kedelai, wijen, bunga
matahari 4minyak
biji"bijian5
arakidonat sam 9, <, **,
*$"
eikosatetraenoa
t
%?=$ 4n";
atau
omega ;5
S+, 6inyak kacang
tanah 4dapat dibuat
dari asam linoleat5
'mega"8
Linolenat BB5 sam >, *%, *9"
oktadekatrienoa
t
*<=8 4n"8
atau
omega 85
6inyak kacang
kedelai, kacambah
dan gandum.
Cikosapentaeno
at atau C-
sam 9, <, **,
*$, *D"
eikosapentaeno
%?=9 4n"8
atau
6inyak ikan tertentu
4dapat dibuat dari
9
at omega 85 asam linolenat5
,okosaheksaen
oat atau ,(
sam $, D, *?,
*8 *;, *>"
dokosaheksaen
oat
%%=; 4n"8
atau
omega 85
S+, minyak ikan
tertentu 4dapat
dibuat dari asam
linolenat5
#eterangan =
B5 -aling banyak dialam
BB5 sam lemak esensial
,.S+&0CS+S S6 LC6#
Jalan yang tampak untuk mensintesis asam lemak berbeda sekali
dari Jalan oksidasinya. Senyawa yang digunakan untuk menambah
panjang rantai asam lemak adalah malonil"#o, yang disiintesis dari
asetil"#o. -ada hewan tingkat tinggi sintesis asam lemak terutama
terjadi dalam hati, jaringan adipose dan dalam kelenjar susu. ,i tingkat
sel pembentukan asam lemak berlangsung dalam sitosol, sebaliknya
pada oksidasi asam lemak terjadi pada mitochondria.
sam sitrat dan karbondioksida merupakan senyawa yang penting pada
biosintesis asam lemak, kemungkinan besar kedua senyawa di atas
bertindak sebagai katalisator. Setelah berakhirnya reaksi, @'% yang mula"
mula terlibat di dalamnya, tidak terdapat dalam asam lemak yang
dibentuk.
Cnzim yang mengkatalisis biosintesis asam lemak merupakan enzim
kompleks yang terdiri dari tujuh protein. 0ahapan reaksi biosintesis asam
lemak diteliti dalam laboraturium !.Lynen,S. wakil dan -.). Eagelos yang
kemudian disusun ke dalam sebuah siklus.
.erikut ini adalah tahapan dari sintesis asam lemak =
*. -engangkutan asetil"#o ke dalam sitoplasma
;
setil"#o yang terdapat dalm mitochondria berasal dari tiga sumber
yaitu= *5 dekarboksilasi asam piru3at, %5 degradasi asam amino dan 85 F"
oksidasi asam lemak. Senyawa beratom @ dua buah diatas tidak dapat
keluar menembus dinding mitochondria untuk menuju ke Sitosol tempat
berlangsungnya sintesis asam lemak . asetil"#o itu dapat keluar
mitochondria dengan Jalan mengubah senyawa tersebut menjadi asam
sitrar atau diangkut oleh karnitin. .aik asil"karnitin maupun asam sitrat
dapat menembus dinding mitochondria dan kemudian terurai lagi menjadi
bagian"bagian
%. -engubahan asetil"#o menjadi malonil"#o
Satuan yang memperpanjang rantai pada biosentesis asam lemak adalah
malonil"#o. -embentukan senyawa ini dikatalisis oleh enzim asetil"#o
karboksilase yang membutuhkan biotin, @'% dan 0-.
8. 0ransfer gugus asil ke kompeks enzim
Senyawa yang bertindak sebagai pemula rantai asam lemak adalah asetil"
#o. Senyawa aktif yang beratom @ sebanyak dua buah ini di kait oleh
@- yang selanjutnya di tempelkan ke enzim F"ketoasil"@- ssintas.
$. :ugus malonil terikat pada @-
6alonil"#o, yang dibentuk melalui reaksi karboksilasi asetil"#o,
selanjutnya di kait oleh @-.
6alonil"S"#o A(S"@- malonil"S"@-A#o"S( dengan bantuan
@-"malonil transferase
9. )eaksi kondensasi
Setelah kedua gugus yang akan bereaksi yaitu asetil dan malonil berada
pada kompleks enzim maka terjadilah reaksi kondensasi
;. )eaksi reduksi pertama
setoasetil yang masih terikat erat pada kait $G"fosfopantetein direduksi
menjadi F"hidroksibutiril HS"@- oleh enzim F"ketoasil reduktase.
D
D. ,ehidrasi
Senyawa yang terbentuk pada reaksi reduksi di atas didehidrasi pada
tahap ini. Senyawa yang terbentuk tidak jenuh pada atom @ I dan F,
ikatan gandanya adalah trans dan dinamakan asil"S"@- tak jenuh.
<. )eaksi reduksi kedua
Cnzim enoil"@- reduktase 4&,-(5 mereduksi krotonil"S"@- menjadi
butiril"S"@-. Senyawa yang masih tetap terkait pada kompleks melalui
kait $G fosfopantenin kemudian dipindahkan ke enzim sintase. 'leh karena
itu maka @- menjadi bebas dan dapat mengkait malonil"#o berikutnya.
Senyawa ini kemudian direaksikan dengan butiril"S"sintase dan
berlangsunglah siklus sintesis yang kedua melalui urutan dan mekanisme
reaksi yang sama, terjadilah siklus"siklus biosintesis berikut, sehingga
tercapai panjang asam lemak tertentu. -ada biosintesis asam palmitat
maka siklus yang dilalui ada sebanyak D kali. (asil sintesis yang terakhir
adalah palmitoil"S"@- yang dibebaskan dari @-nya melalui reaksi
hidrolisis dengan bantuan enzim tioesterase. :ugus palmitoil yang terikat
pada @- bias langsung dipindahkan pada (S"#o menjadi palmitoil H
#o dan apabila bereaksi dengan asam fosfatidat akan membentuk
fosfolipida. -ada umumnya jasad hidup mensitesis asam lemak hanya
sampai @*; saja.
C. !ungsi Lemak
!ungsi utama lemak= sebagai penyekat, bantalan dan cadangan energi.
!ungsi penyekat tampak jelas pada membran sel. Seluruh sel mahluk hidup
dibungkus oleh membran yang antara lain terdiri dari molekul"molekul lemak
yang tersusun sedemikian rupa sehingga isi sel terpisah dari dunia luar. !ungsi
penyekat tampak jelas pula pada sel"sel syaraf. .aik sel syaraf maupun serat
syaraf diliputi oleh sarung pembungkus yang disebut 6+CL+&, yang terutama
terdiri atas lemak. !ungsi sebagai bantalan tampak misalnya pada jaringan
bawah kulit, yang menebal ditempat"tempat tertentu dan juga disekitar berbagai
alat didalam rongga tubuh dan dibelakang bola mata. Lemak juga merupakan
bentuk cadangan energi bagi tubuh. Senyawa ini dibentuk bila tubuh kelebihan
<
makanan dan dipecah bila tubuh kekurangan energi. Secara kasar tampak dalam
bentuk perubahan berat badan atau dalam bentuk gemuk dan kurus.
Senyawa organik ini terdapat dalam semua sel dan berfungsi sebagai =
*. -enyimpan energi dan transpor
%. Struktur membran
8. #ulit pelindung, komponen dinding sel
$. -enyampai kimia
;.Senyawa L+pida
.eberapa senyawa lipida mempunyai akti3itas biologis yang sangat
penting dalam tubuh, diantaranya 3itamin dan hormon. ,itinjau dari sudut
nutrisi, lemak merupakan sumber kalori penting disamping berperan sebagai
pelarut berbagai 3itamin.
a. Lipid0erhidrolisis
Lipid terhidrolisis merupakan ester dari gliserol dengan suatu asam lemak atau
asam fosfat yang mengikat etanolamin atau serin
b. Steroid
Steroid merupakan senyawa turunan 4deri3at5 lipid yang tidak terhidrolisis.
Senyawa yang termasuk turunan steroid, misalnya kolesterol, ergosterol, dan
estrogen. -ada umumnya steroid berfungsi sebagai hormon. Steroid mempunyai
struktur inti. -erbedaan jenis steroid yang satu dengan steroid yang lain terletak
pada rantai samping 4cabang5 yang diikatnya.
c. 0erpenoid
Seperti halnya steroid, terpenoid juga merupakan deri3at dari lipid. Senyawa ini
umumnya terdapat pada minyak atsiri, misalnya sitral 4minyak sereh5, geraniol
4minyak mawar5, limonen 4jeruk5, dan juga sebagai 3itaJmin . .erikut ini
beberapa contoh senyawa terpena.
Secara #imia, Lemak terbagi tiga , yaitu=
*. Lemak Sederhana
Lemak jenis ini bila dihidrolisis akan menghasilkan alkohol, biasanya berupa
gliserol, serta menghasilkan asam lemak. @ontoh yang paling banak ditemukan
adalah 0riasilgliserol yang disebut juga 0rigliserida 40:5, yang ditemukan antara
lain dalam serum, dalam minyak kelapa dan dalam berbagai minya lain yang
berasal dari mahluk hidup. Yang dimaksud dengan minyak adalah lemak yang
dalam suhu ruang berada dalam bentuk cair , lemak yang dalam suhu ruang
>
masih berbentuk padat disebut lemak saja. .iasanya minyak berasal dari
tumbuhan dan lemak dari hewan. #onsistensi cair atau padat pada suhu ruang
ini biasanya ditentukan dari jumlah atom @ yang menyusun asam lemak dari 0:.
6akin panjang atom @, biasanya makin padat. ,ilain pihak, makin banyak ikatan
rangkap, konsistensi semakin cair. Lemak yang banyak mengandung ikatan
rangkap ini disebut asam lemak essensial, yang harus ada dalam makanan.
Lemak tumbuhan berupa minyak karena jumlah atom @"nya lebih pendek dan
ikatan rangkapnya relatif lebih banyak.
%. Lemak 6ajemuk
Lemak jenis ini bila dihidrolisis akan menghasilkan alkohol, asam lemak dan
senyawa lain seperti fosfat, asam amino, basa organik, sepert kolin atau betain.
2mumnya lemak majemuk mengandung listrik atau paling tidak mempunyai
pengkutuban muatan dalam molekulnya, sehingga menjadi lebih mudah
berinteraksi dengan air. Lemak 6ajemuk ini ikut menyusun membran sel dan
juga selubung sel dan serat syaraf.
8. 0urunan Lemak
Yaitu berbagai senyawa yang diperoleh dari hidrolisis atau pemecahan kedua
jenis lemak terdahulu. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah :liserol dan
berbagai alkohol lain yang ikut menyusun lemak, asam lemak, dengan ikatan
rangkap 4ikatan tak jenuh5 dan asam lemak tanpa ikatan rangkap 4jenuh5,
kolesterol dan berbagai macam senyawa steroid seperti hormon steroid 4kortisol,
prednison, estrogen, progesteron, testosteron, dan aldosteron5.
6eskipun bukan termasuk lemak, perlu juga diketahui bahwa 3itamin"3itamin ,
,, C dan # sangat memerlukan lemak untuk dapat diserap dan digunakan tubuh.
#arena 3itamin"3itamin ini tidak larut dalam air dan hanya larut dalam lemak
atau pelarut lemak.
Lipida dapat dikelompokkan menurut sifat kimia dan sifat fsiknya. .loor
membagi lipida sebagai berikut=
*. Lipida Sederhana
#elompok ini disebut juga homolipida yaitu suatu bentuk ester yang
mengandung karbon, hydrogen, dan oksigen. Jika dihidrolisis, lipida yang
termasuk ini hanya menghasilkan asam lemak dan alcohol. Lipida sederhana ini
dapat dibagi kedalam tiga golongan, yaitu=
a. Lemak, ester asam lemak dan gliserol
*?
b. Lilin, ester asam lemak
%. Lipida 6ajemuk
#elompok ini berupa ester asam lemak dengan alcohol yang mengandung
gugus lain, contohnya fosfolipida, serebrosida 4glikolipida5, sulfolipida, amino,
lipida, dan lipoprotein.
8. ,eri3at Lipida
,eri3at lipida merupakan hasil hidrolisis kelompok yang telah disebut
terdahulu. 0ermasuk ke dalam golongan ini ialah asam lemak, gliserol, steroid,
alcohol, aldehida, dan keton.
.anyak lipida yang mempunyai sifat fsik amfpatik. +stilah amfpatik yang
semula digunakan oleh (artley pada tahun *>8;, memberikan turunan
hidrokarbon yang mempunyai satu bagian 4polar5 KbersimpatiL dengan suasana
air dan satu bagian hidrokarbon 4hidrofobik5 yang tidak bersimpati dengan
suasana air.
sam lemak jarang terdapat bebas di alam tetapi terdapat sebagai ester
dalam gabungan dengan fungsi alcohol. #ita dapat membuat beberapa
penyamarataan mengenai asam lemak, walaupun ada perkecualian seperti yang
akan kita lihat.
*. sam lemak pada umumnya adalah asam monokarboksilat berantai lurus.
%. sam lemak pada umumnya mempunyai jumlah atom karbon genap.
8. sam lemak dapat dijenuhkan atau dapat mempunyai satu atau lebih ikatan
rangkap
.erdasarkan ada tidaknya ikatan rangkap, asam lemak terbagi menjadi
asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh. (ewan"hewan tingkat yang lebih
tinggi dapat mengadakan biosintesa asam"asam lemak jenuh dan yang mono tak
jenuh dari sumber"sumber lain seperti karbohidrat. sam"asam linoleat dan
linolenat dan asam"asam lemak poli tak jenuh bertingkat lebih tinggi tidak dapat
dihasilkan pada hewan bertingkat lebih tinggi dan karena itu diistilahkan asam
lemak essensial.
:aram asam lemak biasanya disebut sabun. ,aya pembersih sabun
bertumpu pada sifat amfpatrik molekul sabun. ,engan ion @aAA dan 6gAA
sabun dapat membentuk garam @a atau 6g yang mengendap. 'leh karena itu,
apabila dalam air terdapat ion"ion tersebut atau yang disebut air sadah. Sabun
mempunyai sifat dapat menurunkan tegangan permukaan air. (al ini tampak
dari timbulnya busa apabila sabun dilarutkan dalam air dan diaduk.sam lemak
tak jenuh mudah mengadakan reaksi pada ikatan rangkapnya. ,engan gas
**
hidrogen dan katalis &i dapat terjadi reaksi hidrogenasi, yaitu pemecahan ikatan
rangkap menjadi ikatan tunggal. -roses hidrogenasi ini mempunyai arti penting
karena dapat mengubah asam lemak yang cair menjadi asam lemak padat. +ni
adalah salah satu proses pada pembuatan margarin dari minyak kepala sawit.
Lemak netral disebut juga asil gliserol atau gliserida. Lemak ini merupakan
komponen utama lemak simpanan pada sel"sel hewan dan tumbuhan, terutama
pada jaringan adipose 3ertebrata. Sifat"sifat fsik lemak netral mencerminkan
susunan asam lemak dari lemak. Sebagai dalil umum adalah titik lebur suatu
asam lemak berkurang dengan bertambahnya ketidakjenuhan dan berkurangnya
bobot molekulernya.
Lemak hewan dan tumbuhan mempunyai susunan asam lemak yang
terkandung didalamnya diukur dengan bilangan iodium. .ilangan iodium adalah
banyaknya gram iodium yang dapat bereaksi dengan *?? gram asam lemak.
Jadi, makin banyak ikatan rangkap, makin besar bilangan iodium.
,engan proses hidrolisis lemak akan terurai menjadi asam lemak gliserol.
-roses ini dapat berjalan dengan menggunakan asam, basa, atau enzim tertentu.
-roses hidrolisis yang menggunakan basa menghasilkan gliserol dan garam asam
lemak atau sabun. 'leh karena itu, proses hidrolisis yang menggunakan basa
disebut proses penyabunan.
'ksidasi asam lemak tidak jenuh akan menghasilkan peroksida dan selanjutnya
akan terbentuk aldehida. +nilah yang menyebabkan terjadinya bau dan rasa yang
tak enak atau tengik. #elembapan udara, cahaya, suhu tinggi dan adanya bakteri
perusak adalah factor"faktor yang menyebabkanterjadinya ketengikan lemak.
Lilin adalah ester dari asam lemak berantai panjang dengan alcohol
monohidrat. 0erdapat sebagai pelidung kulit dan bulu, pelindung daun danbuah,
atau sebagai sekresi insekta. Lilin tak larut dalam air.
!osfolipida adalah suatu gliserida yang mengandung fosfor dalam bentuk
ester asam fosfat. !osfolipida banyak terdapat pada bakteri, jaringan
tumbuhan dan hewan. !osfolipida yang disebut fosfatidil kolin biasanya
didapat pada membran dan hanya sedikit sekali fosfolipida ini terdapat pada
lemak simpanan.
Sfngolipida merupakan lipida yang tak mengandung gliserol amfpatik,
terutama berlimpah dalam jaringan otak dan syaraf. Lipida ini diturunkan dari
sfngosin. Sfngolipida yang paling berlimpah adalah sfngomyelin yang
terdapat dalam jaringan otak dan saraf dan dalam bagian lipida darah.
*%
0erpena dan steroid adalah lipida yang tak dapat disaponifkasikan yang
berarti bahwa hidrolisis alkali tak menghasilkan sabun. Struktur umum yang
biasa bagi semua steroida adalah kerangka siklompentano perhidro
penantren. Steroid banyak terdapat di alam. ,iantaranya dalam jumlah yang
terbatas tetapi mempunyai akti3itas biologis yang penting yaitu asam
empedu, hormon seks betina dan jantan, hormon korteks adre3al dan
beberapa racun steroid yang terdapat dalam jumlah lebih banyak yakni
golongan sterol. @ontohnya kolesterol, lanosterol, ftosterol, dan mikosterol.
F. Data Pengamatan
a !elarutan lemak
Bahan uj"
Pelarut
a"r aset#n etan#l
kl#r#$#r
m
Eter
6inyak M A A A A
6argarin M A A A A
Lesitin M M A A A
#eterangan = 4A5 Larut, 4"5 0idak larut
+ndikator kelarutam = &oda pada kertas saring
% Uj" ket"&akjenuhan
Bahan Uj" Peru%ahan 'arna Has"l
6inyak merah jingga jernih AA
6argarin merah jingga keruh AAA
Lesitin merah kuning A
#eterangan = 4A5 ketidakjenuhan
( Uj" Pen)a%unan
Bahan Uj" !*H Na*H
6inyak ++++ ++++
6argarin ++ ++
Lesitin +++ +++
#eterangan = 4A5 pembentukan busa
, Uj" -l"ser#l
.ahan 2ji 0ingkat bau
6inyak AA
6argarin AAA
*8
Lesitin AA
-. !elarutan lemak
-ada tes kelarutan didapat hasil bahwa minyak, margarine, dan lesitin yang
bersifat nonpolar larut dalam pelarut aseton, etanol, eter dan kloroform karena
keempatnya merupakan pelarut organik 4nonpolar5. #ecuali Lesitin yang tidak
larut dalam pelarut aseton, hal ini dikarenakan lesitin memiliki gugus kolin
yang bermuatan positif sehingga lebih larut dalam eter dan kurang larut
dalam aseton. (al ini disebabkan eter memiliki electron bebas yang dapat
diserang oleh muatan positif dari kolin sehingga kolin lebih larut dalam
eter daripada aseton yang tidak memiliki elektron bebas.
-ada pelarut polar yaitu air, lemak domba bahan uji tidak dapat larut.
#elarutan suatu zat dalam suatu pelarut ditentukan oleh banyak hal, antara lain
adalah sifat kepolaran zat dan pelarutnya.
2mumnya zat yang polar dapat larut dalam pelarut yang bersifat polar,
namun tidak dapat larut dalam pelarut nonpolar. .egitu juga sebaliknya. (al ini
dikarenakan adanya momen dipol pada zat atau pelarut sehingga dapat
berikatan dan berinteraksi dengan sesamanya. Sedangkan pada pelarut nonpolar
tidak memiliki momen dipol, sehingga tidak bisa berinteraksi dengan zat yang
polar, jadi tidak dapat larut.
-ada tes bercak lemak, adanya bercak transparan pada kertas saring
menandakan adanya lemak pada zat tersebut. -ada zat dalam pelarut eter
terdapat bercak karena bahan uji telah larut sehingga terbawa pada saat
penetesan dan dapat membuat bercak pada kertas.
H. Uj" ket"&akjenuhan
-ercobaan ini dilakukan untuk menyatakan adanya ikatan tak jenuh
dalam suatu lemak.
)eaksi yang terjadi adalah reaksi adisi oleh iodium. +odium akan memutus
ikatan rangkap yang terdapat molekul zat, kemudian iodium tersebut akan
menggantikan posisi dari ikatan rangkap tersebut melalui reaksi adisi
sehingga jumlah ikatan rangkap dalam molekul zat akan berkurang atau
menjadi tidak ada sama sekali 4jika teradisi semuanya oleh iodium5.
,engan adanya reaksi ini, maka warna larutan iodium akan hilang. 6inyak
mengandung triasil gliserol dengan <?"<9 N asam lemak jenuh. sam
lemak utama yang terdapat dalam minyak adalah asam laurat dan asam
miristat 4merupakan asam lemak dengan bobot molekul rendah dan
*$
memiliki bilangan penyabunan yang tinggi5. Selain itu, minyak kelapa juga
mengandung asam kaprilat, asam kaprat, dan asam oleat.6argarin
merupakan salah satu produk makanan konsumsi sehari"hari yang dibuat
dengan menggunakan bahan baku lemak nabati. 6argarin dibuat melalui
proses
hidrogenasi asam lemak tak jenuh yang bersumber dari tanaman.
6argarin adalah emulsi air dalam minyak yang berbentuk padat.
-ada hasil percobaan, minyak, margarin dan lesitin memberikan
hasil positif yaitu dengan hilangnya warna larutan iodium. 6inyak
menghasilkan warna jingga jernih, margarin menghasilkan warna jingga
keruh, dan lesitin menghasilkan warna kuning. (al itu berarti pada ketiga
zat itu, terdapat ikatan tak jenuh 4ikatan rangkap5 sehingga dengan
penambahan larutan iodium, terjadi reaksi adisi yang menyebabkan
hilangnya warna larutan iod. +katan tak jenuh yang terdapat dalam
margarin lebih banyak daripada ikatan tak jenuh dalam lesitin dan minyak
4ikatan tak jenuh dalam margarin O minyak kelapa O lesitin5. (al tersebut
dapat disimpulkan dari intensitas warna yang terbentuk 4jingga keruh O
jingga jernih O kuning5.
I. Uj" Pen)a%unan
sam lemak bila bergabung dengan alkali 4#'(/&a'(5 akan
membentuk sabun, yang berfungsi sebagai emuglator.
-ada percobaan ketiga ini diamati pada ketiga bahan uji, dengan
adanya pemanasan dan penambahan alkali 4#'(/&a'(5 maka senyawa
lemak akan membentuk gliserol dan sabun atau garam asam lemak.
-roses ini lebih dikenal dengan nama saponifkasi.
-erbandingan jumlah busa 4indikasi terbentuknya sabun5 pada
penambahan #'( daan penambahan &a'( adalah sama. Lesitin
menghasilkan busa paling banyak, kedua minyak dan yang terakhir
margarine. (al ini dikarenakan kedua alkali tersebut merupakan basa
kuat.
Sedangkan untuk jumlah busa paling tinggi terdapat pada minyak,
asam lemak utama yang terdapat dalam minyak adalah asam laurat dan
*9
asam miristat 4merupakan asam lemak dengan bobot molekul rendah dan
memiliki bilangan penyabunan yang tinggi5
.. Uj" -l"ser#l
Jika gliserol dipanaskan dengan kalium bisulfate, dehidrasi akan
terjadi dan akrolein aldehid yang terbentuk memiliki karekteristik bau.
,apat dilihat dari data pengamatan bahwa margarin memiliki
tingkat bau yang paling tinggi dibandingkan lesitin dan minyak, hal ini
bisa disebabkan karena margarine memiliki tingkat ketidakjenuhan paling
tinggi dibandingan minyak dan lesitin.

A. Sejarah Pem%uatan Sa%un &an Detergen.
Sabun sendiri sebenarnya tidak pernah ditemukan, tetapi terus dikembangkan
dari campuran mentah basa dan lemak. -ada abad pertama, -liny, sang
pencetus menjelaskan proses pembuatan sabun, hingga pada abad ke"*8, sabun
diproduksi secara industri. Sampai awal abad ke"*<, sabun diyakini campuran
lemak dan basa secara mekanisP hingga @he3ruel, ahli kimia -erancis,
menunjukkan bahwa pembuatan sabun sepenuhnya melibatkan reaksi kimia.
,omeier menemukan bahwa gliserin dapat diperoleh dari proses saponifkasi.
Leblanc juga menemukan bahwa natrium karbonat dapat diproduksi dengan
harga yang murah dari natrium klorida. .ahan mentah yang semakin menipis
pada -, + menyebabkan Jerman mengembangkan Ksabun sintetikL atau detergen
yang terbuat dari rantai pendek alkil naphtalene sulfonates sebagai wetting
agent yang baik. -ada tahun *>%?"an dan *>8?"an, rantai pendek penyusun
detergen dikembangkan menjadi rantai panjang alkohol sulfat dan pada tahun
*>9?"an dikembangkan menjadi senyawa rantai bercabang. Selama tahun *>;?"
an, syarat biodegradability menjadi penting untuk diperhatikan sehingga
senyawa penyusun detergen kembali ke rantai panjang tidak bercabang karena
rantai tidak bercabang dapat dengan mudah diuraikan.
/. Detergen
,etergen berbeda dengan sabun dalam kerjanya pada air sadah. Sabun
membentuk senyawa tidak larut dengan ion air sadah 4@a dan 6g5 yang
*;
menyebabkan endapan dan mengurangi busa dan cleaning actionnya. ,etergen
bereaksi dengan ion air sadah yang hasil produknya larut atau terdispersi secara
koloid dalam air.
,etergen dibagi dalam $ kelompok utama, yaitu anionik, kationik, nonionik dan
amfoterik. #elompok terbesarnya adalah anionik yang biasanya adalah garam
natrium dari sulfonat 4organik sulfat5.
-engotor dapat dihilangkan melalui proses pembasahan, pengemulsian,
pendispersian dan atau pelarutan noda oleh cleaning agent. 6olekul detergen
yang berkelompok dalam air dinamakan micelles. .agian hidrokarbon dari
molekul detergen berkelompok dengan micelles dinamakan hidrofobik 4tidak
suka air5 sedangkan bagian polar berada di luar micelles dinamakan hidroflik
4suka air5. Senyawa yang tidak dapat larut dalam air kemudian terlarut ke dalam
bagian tengah micelles yang ditarik oleh grup hidrokarbon. -roses ini dinamakan
solubilisasi.
,ewasa ini, komposisi detergen diubah ke komposisi yang lebih ramah
lingkungan. (al ini dikarenakan detergen memiliki fosfat yang menyebabkan
eutrofkasi dalam air alam..ahan aktif detergen adalah surfaktan. #ebanyakan
menggunakan bahan inorganik, seperti oleum, caustic soda, natrium fosfat dan
additi3es yang 8N dari detergen.
A. Surfaktan
Surfaktan adalah bahan yang dapat meningkatkan sifat rambatan suatu
cairan pada suatu objek. Sifat zat seperti ini dimanfaatkan untuk menurunkan
tegangan permukaan suatu cairan atau pada larutan dimana antara dua larutan
memiliki efek interfacial tension.Surfaktant anionik atau garam dari sulfonat atau
sulfat berantai panjang dari &atrium 4 )S'
8
"
&a
A
dan )'S'
8
"
&a
A
5 yang berasal
dari p Halkilbenzena sulfonat dengan gugus alkil yang sangat bercabang
disintesis dengan polimerisasi propilena dan dilekatkan pada cincin benzena
dengan reaksi alkilasi !riedel H @raft Sulfonasi, yang disusul dengan pengolahan
dengan basa.
-roses pencucian meliputi =
*. ,engan membasahi kotoran dan permukaan kotoran yang ingin dicuci
dengan larutan detergen
%. 6emindah kotoran dari permukaan
*D
8. 6emelihara kotoran pada larutan stabil
,alam air cucian, detergen mempunyai wetting agent yang dapat
mempermudah menembus ke serat pakaian dan mengangkat kotoran. Setiap
molekul larutan pencuci dapat dianggap sebagai rantai panjang. 2jung rantainya
adalah hidrofobik dan ujung yang lainnya adalah hidroflik. .agian hidrofobik
bekerja menyelubungi dan mengikat noda. -ada waktu yang bersamaan, bagian
hidroflik dari detergen berikatan dengan air sehingga noda dapat terangkat dari
serat pakaian mengikuti aliran air.
#lasifkasi surfaktan =
*.hydrofobik merupakan hidrokarbon dengan jumlah < hingga *< atom
karbon yang berbentuk lurus ataupun bercabang. da juga benzene
yang mengganti ikatan atom karbon tersebut, contohnya @
*%
(
%9
",
@
>
(
*>
.@
;
(
$
".
%.hydroflik dapat berupa anionik, contohnya H'S'
$
"
atau S'
8
%"
P
kationik, contohnya H&4@(
8
5
8
A
atau @
9
(
9
&
A
P atau nonionik H
4'@(
%
@(
%
5
n
'(. -ada senyawa anionik, senyawa yang paling banyak
dipakai adalah linear alkylbenzene sulfonate 4LS5 dari minyak bumi
dan alkyl sulfates dari lemak hewan dan tumbuhan. nionik dan
kationik tidak cocok untuk sabun. #ondensasi etilen oksida dari fatty
alkohol adalah contoh non"ionik surfaktan. &on"ionik lebih efektif dari
anionik dalam mengangkat kotoran pada temperatur yang lebih rendah
untuk serat kain.
Rantai Lurus Alkil Benzen
n"lkana dipisahkan dari kerosin dengan mengadsropsinya menggunakan
saringan molekular. lkana bercabang dan siklik mempunyai diameter cross"
sectional yang lebih besar dari rantai lurus sehingga memungkinkan pemisahan
menggunakan saringan. 6etode pemisahan senyawa parafn dari rantai alkana
bercabang dan rantai siklik yang bereaksi dengan urea atau thiourea. 2rea akan
bereaksi dengan rantai lurus hidrokarbon 4QD atom karbon5 untuk memberikan
crystalline adduct yang dipisahkan dengan fltrasi. -engadukan dapat diperoleh
dengan memanaskan air pada <? sampai >?
?
@. Sebaliknya, thiourea akan
bereaksi dengan rantai hidrokarbon bercabang tetapi tidak akan membentuk
*<
adduct dengan rantai lurus atau aromatik. -arafn yang terpisah diubah menjadi
benzene alkylates atau diretakkan untuk menghasilkan I"olefin.
'lefin rantai lurus dihasilkan dari dehidrogenasi parafin, polimerisasi etilen ke I"
olefn menggunakan katalis aluminum trietil 4katalis pada proses perombakan
lemak Riegler5, meretakkan lilin parafn atau dengan dehidrohalogenasi alkil
halida. I"'lefin atau alkana halida dapat digunakan untuk alkylate benzena
melalui reaksi !riedel"@rafts dengan memperkerjakan asam hidroSuorik atau
aluminum Sorida sebagai katalis.

B. Fatty Alcohol
-embuatan fatty alkohol = -rosedur katalis Riegler untuk mengubah I"olefin
menjadi fatty alkohol dan proses hidrogenasi metil ester adalah metode penting
untuk menyiapkan fatty alkohol.
!atty alkohol dibuat dari golongan organometallic yang memiliki panjang rantai
karbon berkisar antara ; sampai %? karbon. -roses alfol digunakan oleh @onoco
dimulai dengan mereaksikan logam aluminium, hidrogen, dan etilen pada
tekanan tinggi untuk memproduksi aluminium trietil. Senyawa ini kemudian
dipolimerisasikan dengan etilen ke bentuk alumunium alkil. #emudian dioksidasi
dengan udara untuk membentuk alumunium alkoTides. Saat pemurnian,
alkoTides dihidrolisis dengan %8"%;N asam sulfat untuk memproduksi bahan
mentah dan utama, alkohol rantai lurus. #emudian dinetralisasikan dengan
&a'(, dicuci dengan air dan dipisahkan dengan fraksinasi. Setiap grup etil dari
aluminium trietil dapat ditambahkan etilena untuk membentuk aluminium trialkil
dari $ hingga *; atom karbon per grup alkil.
C. Suds Regulator
dalah zat tambahan untuk membuat kerja surfaktan efektif pada mesin
pencuci pakaian
D. Builders
#ompleks fosfat, seperti natrium tripolifosfat banyak digunakan karena
dapat mencegah menempelnya kembali noda dari air cucian ke serat kain.
*>
-olifosfat mempunyai aksi sinergis dengan surfaktan sehingga meningkatkan
efektiftas dalam proses pembersihan dan mengurangi biaya keseluruhan.
-eningkatan cepat produksi detergen dikarenakan penggunaan polifosfat.
Selama tahun *>;?"an, pertumbuhan alga dan eutrofkasi di danau berhubungan
dengan adanya fosfat di detergen sehingga banyak negara menganjurkan zat
pengganti fosfat. Senyawa yang pertama kali disarankan untuk mengganti fosfat
adalah nitrilotriacetic acid 4&05, tetapi senyawa tersebut dinyatakan karsinogen
pada tahun *>D?. .uilders lainnya aalah sitrat, karbonat, dan silikat.
-engganti fosfat terbaru yang menjanjikan adalah zeolit. ,i tahun *><%, *8;
kt/tahun zeolit digunakan sebagai builders detergen. ,i tahun *><?, builder
mengandung 9?N fosfat, *%N zeolit, *8N silikat, *%N karbonat, serta &0 dan
sitrat masing"masing %N.
E. Aditif
-enghambat korosi, seperti natrium silikat melindungi logam dan alat pencuci
dari kerja detergen dan air. #arboksimetil selulosa digunakan sebagai
antiredeposition. -enghilang noda, contohnya benzotriazole bekerja bersama
penghambar korosi untuk melindungi logam seperti stainless steel. Rat untuk
membuat serat kain lebih bercahaya adalah pewarna Suorescent karena memiliki
kemampuan untuk mengubah sinar ultra3iolet ke cahaya tampak. Bluings
meningkatkan putihnya kain dengan menangkal kencenderungan kain untuk
menjadi kuning secara alami. gen antimikroba meliputi carbanilides,
salicylanilides, dan kationik. 0ype pemutih peroTygen 4sejenis enzym5 digunakan
untuk menguraikan kotoran dan membuat partikel kotoran tersebut lebih mudah
untuk terangkat dari serat pakaian.
F. Pr#ses 0em%uatan &etergent
. Fatty Alcohol Sulfonation
* )eaksi utama
)"@(
%
'( A S'
8
.(
%
' )G'S'
8
( A (
%
' ( U "8%9 sampai "89? kj/kg
% )eaksi sekunder
)"@(
%
'( A )G"@(
%
"'S'
8
( V )"@(
%
"'"@(
%
"'"@(
%
")G A(
%
S'
$
)G"@(
%
"@(
%
'( A S'
8
V )G"@(U@(
%
A (
%
S'
$
%?
)"@(
%
'( A S'
8
V )@(' A (
%
' A S'
%
)"@(
%
'( A %S'
8
V )@''( A (
%
' A %S'
%
Susunan proses pembuatan detergen adalah sebagai berikut=
*. Sulfonation"sulfation
lkilbenzen yang dimasukkan ke dalam sulfonator dengan penambahan
sejumlah oleum, menggunakan dominant !ath "rinci"le 4yang ditunjukanpada
gambar %>.<5 untuk mengontrol panas pada proses sulfonasi dan menjaga
temperature tetap pada 99
?
@. di dalam campuran sulfonasidimasukkan fatty
tallow alcohol dan oleum. Semuanya dipompa menuju sulfater, beroperasi juga
dalam dominant !ath "rinci"le untuk menjaga suhu agar tetap pada kisaran 9?
?

hingga 99
?
@, pembuatan ini campuran dari surfactant.
#. $etralization
-roduk hasil dari sulfonasi"sulfasi dinetralisasi dengan larutan &a'( dibawah
temperature yang terkontrol untuk menjaga Suiditas bubur surfaktan. Surfaktan
dimasukkan dalam penyimpanan.
.ubur surfaktan, sodium tripolipospat , dan bermacam"macam bahan aditif
masuk ke dalam crutcher. Sejumlah air dipindahkan, dan pasta campuran ini
menebal oleh tripolipospat yang terhidrasi.
&a
9
-
8
'
*?
A ;(
%
' V &a
9
-
8
'
*?
.;(
%
'
Sodium tripolipospat sodium tripolipospat heTahydrate
@ampuran ini dipompa ke u""er story, dimana campuran ini disemprotkan
dibawah tekanan tinggi ke dalam high s"ray tower setinggi %$m, melawan udara
panas dari tungku api. .utiran kering ini adalah bentuk yang dapat diterima,
ukuran dan densitas yang sesuai dapat dibentuk. .utiran yang sudah dikeringkan
di alirkan ke u""er story lagi melalui lift yang dapat mendinginkan mereka dari
**9
?
@ dan menstabilkan butiran. .utiran ini dipisahkan dalam goncangan,
dilapisi, diharumkan dan menuju pengemasan.
A. Bahan Penurun Tegangan Permukaan.
%*
.ahan ini berfungsi untuk menurunkan tegangan permukaan larutan dan
memegang peranan penting dalam proses pencucian . .ahan ini menimbulkan
busa dalam air. Jenis bahan penurun tegangan permukaan yang dipakai
menentukan jenis detergen yaitu =
*. ,eterjen jenis keras
,eterjen jenis keras sukar diuraikan oleh mikroorganisme meskipun
bahan tersebut dibuang. kibatnya zat tersebut masih aktif dan jenis
inilah yang menyebabkan pencemaran air. @ontohnya adalah lkil
.enzena Sulfonat 4.S5. Senyawa .S dapat dibuat dengan mereaksikan
lkil .enzena dengan .elerang 0rioksida, sam Sulfat pekat atau 'leum.
)eaksi ini menghasilkan lkil .enzena Sulfonat. Jika dipakai ,odekil
.enzena maka persamaan reaksinya adalah
@;(9@*%(%9 A S'8 @;($@*%(%9S'8(
4,odekil .enzena Sulfonat5
)eaksi selanjutnya adalah netralisasi dengan &a'( sehingga dihasilkan
&atrium ,odekil .enzena Sulfonat
%. ,eterjen jenis lunak
,eterjen jenis lunak mudah diuraikan oleh mikroorganisme,
sehingga tidak aktif lagi setelah dipakai. @ontohnya adalah Lauril Sulfat
atau Lauril lkil Sulfonat 4LS5. Senyawa LS dapat dibuat dengan
mereaksikan Lauril lkohol dengan asam Sulfat pekat menghasilkan asam
Lauril Sulfat dengan reaksi=
@*%(%9'( A (%S'$ @*%(%9'S'8( A (%'
sam Lauril Sulfat yang terjadi dinetralisasikan dengan larutan &a'(
sehingga dihasilkan &atrium Lauril Sulfat.
walnya deterjen dikenal sebagai pembersih pakaian, namun kini meluas
dalam bentuk produk"produk seperti=
*. -ersonal cleaning product, sebagai produk pembersih diri seperti
sampo, sabun cuci tangan, dll.
%. Laundry, sebagai pencuci pakaian, merupakan produk deterjen yang
paling populer di masyarakat.
8. ,ishwashing product, sebagai pencuci alat"alat rumah tangga baik
untuk penggunaan manual maupun mesin pencuci piring.
%%
$. (ousehold cleaner, sebagai pembersih rumah seperti pembersih lantai,
pembersih bahan"bahan porselen, plastik, metal, gelas, dll.
,eterjen dapat dibuat dengan mereaksikan asam alkil sulfonat atau asam
alkil benzensulfonat dengan suatu basa. .erikut ini reaksi"reaksi kimia
yang menghasilkan deterjen=
)antai
karbon
4gugus
alkil, )5
pada
struktur di atas dapat berupa rantai lurus maupun rantai bercabang.
)antai alkil yang digunakan sebaiknya tidak bercabang karena rantai alkil
yang bercabang sulit untuk diuraikan oleh mikrooganisme. kibatnya
dapat menimbulkan polusi berupa buih di sungai dan danau. 'leh karena
itu, sejak tahun *>;9 digunakan alkil benzensulfonat yang tidak
bercabang.
Salah satu
bahan
pembuatan deterjen adalah asam sulfonat yang memiliki molekul berantai
panjang dengan jumlah atom karbon *% "*< atom tiap molekulnya.
,eterjen pertama kali disintesis pada tahun *>$?"an berupa garam
natrium dari alkil hidrogen sulfat. Senyawa ini didapat dari reaksi antara
%8
alkohol berantai panjang dengan asam sulfat yang kemudian dinetralkan
dengan basa. lkohol berantai panjang dapat dibuat dengan reaksi
hidrogenasi lemak dan minyak.
Salah satu contoh deterjen yang memiliki kualitas yang baik adalah
natrium lauril sulfat. ,eterjen yang umum digunakan saat ini adalah alkil
benzenasulfonat berantai lurus. -roses pembuatannya meliputi tiga
tahapan. 0ahap pertama adalah reaksi antara alkena rantai lurus dengan
jumlah atom karbon *$ dengan benzena dan katalis l@l8 atau (!
sehingga membentuk alkil benzena. )eaksi ini sangat umum dan biasa
dikenal dengan reaksi !riedel @raft. 0ahap selanjutnya melibatkan reaksi
sulfonasi yaitu alkil benzena yang dihasilkan dari tahap pertama
direaksikan dengan asam sulfat sehingga dihasilkan asam alkil
benzenasulfonat. 0ahap terakhir adalah penetralan asam alkil
benzenasulfonat dengan suatu basa misalnya &a'( sehingga dihasilkan
garam natrium alkil benzenasulfonat atau deterjen.
.erikut ini adalah reaksi pada tiap tahapan proses pembuatan deterjen=
Rat
lain
yang terkandung dalam deterjen antara lain builder, fller dan aditif.
.uilder memiliki fungsi untuk membantu efsiensi surfaktan dalam proses
pembersihan kotoran. Salah satu kemampuan builder yang penting adalah
menyingkirkan ion yang menyebabkan kesadahan air dan mencegah ion
tersebut berinteraksi dengan surfaktan. (al ini diperlukan untuk menjaga
efekti3itas proses pencucian. Secara umum builder meningkatkan
alkalinitas cairan sehingga dapat pula berfungsi sebagai alkali. .eberapa
contoh builder yang banyak digunakan adalah sebagai berikut=
*. Reolit
Reolit 4&a%'T.l%'8y.Si'%z.p(%'5 berfungsi sebagai builder penukar ion.
Reolit yang banyak digunakan adalah zeolit dengan tipe . +on natrium
%$
yang terkandung di dalam zeolit akan dilepaskan oleh kristal zeolit dan
digantikan dengan ion kalsium dari air sadah. (al ini akan menyebabkan
penurunan kesadahan dari air pencuci.
%. @lay
@lay seperti juga kaolin, montmorilonit, dan bentonit dapat digunakan
sebagai builder. &amun, clay memiliki efekti3itas pelunakkan air yang
lebih rendah dibandingkan zeolit tipe . 0etapi penggunaan clay sebagai
builder memiliki nilai tambah lain. 6isalnya clay montmorilonit yang dapat
juga berfungsi sebagai komponen pelembut. #omponen ini akan diserap
dan diflter ke dalam pakaian selama proses pencucian dan pembilasan.
8. &itrilotriacetic acid
Senyawa &itrilotriacetic acid &4@(%@''(58 atau biasa disebut &0 ini
merupakan salah satu builder yang kuat. Senyawa ini merupakan tipe
builder organik. &amun, penggunaaannya memiliki efek samping pada
kesehatan dan lingkungan.
$. :aram &etral
&atrium sulfat dan natrium klorida merupakan garam"garam netral yang
dapat digunakan sebagai builder. &atrium sulfat juga dapat menurunkan
@ritical 6icelle @oncentration 4@6@5 dari surfaktan organik sehingga
konsentrasi pencucian efektif dapat tercapai.
.ahan lain yang terkandung dalam deterjen adalah fller. .ahan ini
merupakan bahan tambahan yang tidak memiliki kemampuan untuk
meningkatkan daya cuci, tetapi dapat meningkatkan kuantitas deterjen,
contohnya adalah natrium sulfat.
ditif organik dalam deterjen juga dapat ditambahkan untuk
meningkatkan daya cuci. -eningkatan yang dimaksud meliputi hal"hal di
bawah ini=
a. 6enurunkan pengendapan kembali kotoran.
b. 6eningkatkan efek whiteness dan brightness.
c. 6eningkatkan kemudahan terlepasnya kotoran.
d. 6enurunkan atau menigkatkan pembusaan seperti yang
diinginkan.
e. 6enaikkan tingkat kelarutan deterjen. Jika deterjen semakin larut,
%9
maka fungsi pencucian juga meningkat.
f. 6enaikkan daya dorong terhadap logam"logam.
g. 6enurunkan injury 4misalnya iritasi pada kulit manusia, barang
atau kain, dan mesin5.
.eberapa aditif organik yang dapat digunakan dalam deterjen adalah=
*. &a"@6@
&atrium @arboTyl 6ethyl @ellulose berfungsi sebagai agen anti"redeposisi
yang paling umum digunakan pada kain katun. &amun, senyawa ini tidak
berfungsi baik pada serat sintetis.
%. .lueing gent
.lueing agent memiliki fungsi untuk memberi kesan biru pada kain putih
sehingga kain akan terlihat semakin putih. Selain itu, blueing agent juga
dapat memberi kesan warna yang lembut.
8. !luorescent
!luorescent merupakan agen pemutih yang pertama kali digunakan pada
deterjen pada tahun *>$?. .ahan ini dapat menyerap radiasi ultra3iolet
dan mengemisi sebagian energi radiasi tersebut sebagai sinar"sinar biru
yang tampak. #onsentrasi aditif harus diperhatikan dalam penggunaannya
karena jika konsentrasi aditif yang digunakan salah, Suorescent tidak akan
memberikan efek absorbsi sinar ultra3iolet.
$. -roteolytic enzyme
-roteolytic enzyme banyak digunakan pada formula deterjen. 0ujuan
penggunaannya adalah untuk mendegradasi bercak"bercak pada substrat
yang dapat didegradasi oleh enzim. -enggunaan aditif ini membutuhkan
waktu lebih lama daripada aditif lainnya karena merupakan produk
bioteknologi. Cnzim"enzim yang dapat digunakan sebagai aditif antara lain
enzim amilase, trigliserida, dan lipase.
9. .leaching agent
.leaching agent anorganik yang banyak digunakan dalam deterjen adalah
natrium perborat. -ada temperatur pencucian yang tinggi yaitu sekitar
D?H<?o@. Senyawa ini akan memucatkan 4efek bleaching5 bercak"bercak
seperti bercak wine dan buah"buahan secara efektif. &amun sebelum
dibuang air sisa cucian harus didinginkan hingga temperatur di bawah
%;
9?o@ agar bisa lebih ramah lingkungan. .leaching agent organik yang
biasa digunakan adalah 0C, 40etra cetyl Cthylene ,iamine5. Senyawa
ini efektif digunakan pada temperatur pencucian 9?";?o@.
;. !oam )egulator
!oam regulator seperti amin oksida, alkanolamida, dan betain digunakan
untuk menghasilkan busa sehingga aditif ini umumnya digunakan pada
cairan pencuci tangan dan sampo. .usa dapat meratakan deterjen
dengan lebih baik saat digunakan, misalnya saat mencuci rambut atau
menggosok gigi.
D. 'rganic seWuestering
ditif ini berfungsi untuk memisahkan ion logam dari bath liWuid.
.eberapa aditif yang berfungsi sebagai organic seWuestering adalah C,0
dan nitrilotriacetic acid.
Secara umum fungsi dari zat"zat yang terkandung dalam deterjen adalah=
a. sam dan alkali
#andungan asam dapat memudahkan pelepasan endapan mineral,
contohnya asam asetat dan asam sitrat. lkali dapat melawan kotoran
berlemak dan berminyak, contohnya amonia.
b. gen antimikroba
#eberadaan agen antimikroba ini dapat membantu dalam membasmi
mikroorganisme, contoh agen antimikroba adalah minyak pinus, trikloban,
triklosan.
c. gen antideposisi
gen anti deposisi berperan untuk mencegah pembentukan kembali
kotoran yang telah terangkat, contoh agen antideposisi adalah
karboksimetil selulosa, plietilena glikol, natrium silikat.
d. -engelantang
-engelantang dapat menghilangkan noda dengan cara memutihkan dan
mencerahkan pakaian, contoh pengelantang adalah natrium hipoklorit
4chlorine bleach5, natrium perbonat 4colie safe bleach5.
e. nti sadah
nti sadah berguna untuk mengatasi kesadahan air. Yang dimaksud air
sadah 4air keras5 adalah jenis air yang mengandung ion"ion tertentu yang
%D
dapat menurunkan kinerja surfaktan. ion"ion yang biasa terkandung
dalam air sadah biasanya ion @a%A, 6g%A, S'$%" dan (@'8". @ontoh zat
anti sadah adalah natrium karbonat, natriumtripolifosfat.
f. -enghambat korosi
#andungan bahan ini dapat melindungi komponen"komponen logam
seperti pada perabotan masak dari perkaratan, contoh penghambat korosi
adalah natrium silikat.
g. Cnzim
Cnzim merupakan biokatalisator yang dapat mempercepat laju suatu
reaksi yang terjadi pada organisme. ,alam hal ini enzim dapat
mempercepat proses penghancuran noda"noda tertentu, misalnya getah.
@ontoh enzim yang biasa digunakan adalah protease dan selulose.
h. gen pelembut kain
Rat ini dapat melembutkan kain dan mengendalikan listrik statis.
@ontohnya adalah senyawa golongan amonuim kuartener.
i. -engharum
-engharum dapat menyembunyikan bau"bau dan menjadikan bahan lebih
segar dan tentunya wangi.
j. -encerah optik
Rat ini dapat membuat bahan tampak lebih cemerlang dengan mengubah
cahaya kuning atau cahaya ultra ungu yang tidak kelihatan menjadi warna
kebiruan dan keputihan. @ontoh pencerah optik adalah stilbena disulfanat.
k. -engawet
-engawet dapat melindungi produk dari oksidasi dan hilangnya warna
serta serangan bakteri. @ontohnya adalah hidroksitoluena butilat, C,0.
l. -elarut
-elarut digunakan agar semua bahan terlarut dalam cairan, contohnya etil
alkohol, propilena glikol.
m. gen pengendali dadih
Rat ini berfungsi untuk mengendalikan jumlah dadih dan mencegah
terbentuknya kerak, contohnya adalah alkanolamida.
%<
Sa%un
Sabun merupakan zat yang jika bereaksi dengan air sadah akan
membentuk endapan. Sabun terbentuk dari garam sodium atau potassium dari
asam karboksilat panjang 4seperti asam stearat, asam oleat atau palmitat dan
asam myristat5 sebagai hasil hidrolisis terhadap minyak atau lemak oleh basa
4&a'( atau #'(5. Sabun berfungsi sebagai emulgator terhadap kotoran, minyak
dan oli sehingga kotoran"kotoran ini mudah terlepas dan terbawa melalui
pembilasan dengan air. Sifat sabun ini menjadi kurang berfungsi apabila air
untuk pencuci atau pembilasnya bersifat sadah.
-ada prinsipnya sabun dibuat dengan cara mereaksikan asam lemak dan
alkali sehingga terjadi reaksi penyabunan
)eaksi pertama =
Lemak A &a'( (idrolisa mendidih :liserol A
sam lemak
" )eaksi kedua =
8)@''( A &a'( -enyabunan )@''&a A (%'
A. Raw Material (bahan baku pembuatan sabun)
%>
.ahan dasar sabun adalah minyak/ lemak dan &a'( 4soda kaustik5 dan #'(
dengan bahan tambahan berupa pengharum, pewarna, bahan pengisi dan lain"
lain. Lemak merupakan komponen utama dalam pembuatan sabun. Lemak ini
mengandung campuran gliserida yang didapat dari lemak padat yang diberi
pemanasan. Lemak padat dirombak dengan dipanaskan, yang setelah itu
membentuk lapisan diatas permukaan air sehingga dapat diambil dengan
mudah. Lemak ini biasanya dicampur dengan minyak kelapa di ketel sabun atau
penghidrolisis untuk meningkatkan kelarutan sabun tersebut. ,alam pembuatan
sabun, fatty grases 4X %?N5 adalah bahan baku yang paling penting setelah
lemak. Lemak greases dapat didapatkan dari babi dan hewan domestik dimana
bahan ini penting sebagai sumber gliserin dari asam karboksilat.
-enambahan minyak kelapa pada pembuatan sabun sangatlah penting. Sabun
dengan bahan dasar minyak kelapa bertekstur kuat dan terlihat lebih mengkilat.
6inyak kelapa sebagian besar mengandung gliserida dari asam laurtat dan asam
myristat.
.ahan baku pembuatan sabun sangat banyak konsumennya, terutama soda
kausatik, garam, soda ash, dan kausatik potassium, begitu pula sodium silikat,
sodium bikarbonat, dan trisodium pospat.
.ahan anorganik yang ditambahkan pada pembuatan sabun disebut Builders.
0etrasodium piropospat dan sodium 0ripolipospat merupakan bahan tambahan
pada sabun yang dinamakan .uilders.
B. Proses produksi sabun
0eknologi pembuatan sabun semakin berkembang. @omputer mengontrol
otomatisasi pabrik dalam saponifkasi continuous oleh &a'( dan lemak, untuk
berproduksi dalam waktu % jam sama dengan pembuatan sabun secara
keseluruhan 4lebih dari 8?? t/ day5 debuat dengan %"9 hari dengan metode
traditional !atch.
-rosedur ini melibatkan proses perombakan secara kontinyu, atau hidrolisis yang
dapat ditunjukkan pada tabel berikut ini.
0allow A (ydrolysis 4splitting fats5 V tallow fatty acid
0allow fatty acid A &a'( V sodium salt
8?
0allow of fatty acid A .uilders, etc V soap
Setelah terjadi pemisahan gliserin, asam karboksilat dinetralisasikan menjadi
sabun. -roses kimia dasar dalam pembuatan sabun disebut saponifkasi, dengan
reaksi sebagai berikut=
8&a'( A 4@
*D
(
89
@''(5
8
@
8
(
9
8@
*D
(
89
@''&a A @
8
(
9
4'(5
8
@austic soda gliseril stearat sodium stearat gliserin
-rosedur ini untuk merombak atau menghidrolisis lemak dan kemudian setelah
terpisah dari gliserin, asam lemak dinetralisasikan dengan larutan soda kaustik=
4@
*D
(
89
@''5
8
@
8
(
9
A 8(
%
' V 8@
*D
(
89
@''( A@
8
(
9
4'(5
8
@
*D
(
89
@''( A &a'( V @
*D
(
89
@''&a A (
%
'
.iasanya lemak dan minyak dijual tidak terkomposisi gliserin dari asam lemak
satu pun, tetapi dalam bentuk campuran. &amun demikian, beberapa asam
lemak dengan kemurnian >?N atau lebih dapat ditempuh dengan proses yang
khusus.
Selanjutnya, perombakan secara countercurrent lemak ini dikondisikan dalam
keadaan 3acuum untuk mencegah terjadinya oksidasi selama proses. +ni terisi
dari bawah dari menara hidrolisis yang berbentuk seperti palung dengan
kecepatan yang terkontrol yang akan memecah lemak menjadi tetesan tetesan.
6enara mempunyai ukuran dengan tinggi %? meter dan berdiameter ;? cm,
dirancang dengan bahan stailess steel tipe 8*;.#omposisi asam lemak dari
perombakan tergantung pada lemak atau minyak yang dimasukkan. -ada
umumnya yang digunakan untuk produksi asam lemak meliputi lemak hewani,
minyak kelapa, palm, biji kapas dan minyak kedelai. -roses lama yang banyak
digunakan adalah "anning dan "ressing. -roses kristalisasi fraksional ini terbatas
pada campuran asam lemak dimana yang siap untuk dipadatkan seperti 0allow
!atty cid. Lelehan asam lemak mengalir ke panic, didinginkan, dibungkus
dengan kain goni, dan ditekan. -engekstrakan ini dapat direalisasikan pada
penghasilan minyak merah 4umumnya oleic acid 5 dari padatan asam stearat.
0otal angka penekanan dapat mengindikasikan kemurnian produk. 2ntuk
memisahkan asam lemak dari rantai panjang yang berbeda dapat ditempuh
dengan cara distilasi, %acuum distillation adalah yang umum digunakan.
8*
,ibawah ini merupakan susunan prinsip pembuatan sabun padat=
a5 -engangkutan lemak dan minyak.
b5 -engangkutan dan pembuatan soda kaustik.
c5 -encanpuran katalis, Rn', dengan leburan lemak dan pemanasan pada tanki
pencampur.
d5 Lemak panas dan katalis masuk ke dalam menara hidrolisis melalui bagian
bawah.
e5 -erombakan lemak terjadi secara countercurrent di dalam hydrolyzer pada
suhu %9?
?
@ dan tekana $,* 6-a. butiran lemak akan naik ke atas berlawanan
dengan fase cairnya.
f5 !asa cairnya 4(
%
'5 akan melarutkan rombakan gliserin 4X*%N5, jatuh ke
bawah dan terpisah.
g5 #emudian fasa gliserin"air di uapkan dan dimurnikan. ,idapatkan gliserin.
h5 !asa asam lemak yang keluar dari bagian atas hydrolizer dikeringkan dalam
&ash tank menggunakan cahaya kilasan dan dipanaskan dengan cepat.
i5 ,i dalam high'%acuum still( asam lemak didistilasi dari bawah.
j5 Sabun di bentuk dengan melanjutkan penetralisasian menggunakan 9?N
soda kaustik dalam miTer"neutralizer dengan kecepatan tinggi.
k5 Sabun murni ini dibebaskan pada suhu >8
o
@ kedalam tanki pencampuran
dengan digoncangkan secara perlahan untuk keluar dari penetralisasian.
-ada saat ini sabun murni dapat dianalisis= ?.??% hingga ?.*? N &a'(, ?.8
hingga ?.;N &a@l, dan X8?N (
%
'. sabun murni ini dapat diolah, dipotong
atau dikeringkan, tergantung pada permintaan produk. ,iagram alir pada
gambir %>.8 menggambarkan proses)nishing sabun padat.
l5 -roses )nishing ini dapat di detailakan= tekanan yang dilakukan pada sabun
murni mencapai 8.9 6-a, dan sabun dipanaskan pada suhu %??
o
@ dalam
steam eTchanger dengan tekan tinggi. Sabun panas ini, dilepaskan pada
tanki yang bertekanan atmosfer, dimana dikeringkan 4hingga mencapai %?
N5 karena larutan sabun dapat terbentuk diatas titik didihnya pada tekanan
atmosfer. -ada hubungan ini, pasta sabun dicampur dengan udara dalam
8%
mesin, dimana sabun juga didinginkan oleh sirkulasi air laut, yang kemudian
keluar dari *?9
o
@ menjadi ;9
o
@. -ada temperatur ini, sabun dilanjutkan
dengan pemotongan dengan ukuran sabun padat. Lalu segera didinginkan,
dicap, dan dibungkus dengan operasi mesin. -roses ini berlangsung selama ;
jam.
Beberapa Senyawa Analgesik dan Antipiretik
1. Prostaglandin
Prostaglandin merupakan lipida yang dibangun oleh 20 atom karbon pembentuk rantai
utamanya. Prostaglandin merupakan lipida yang mengandung gugus hidroksil (OH) di posisi
atom C nomor 11 dan C nomor 15, dan memiliki ikatan rangkap pada atom C no 1, lihat
!ambar 1".#.
Prostaglandin dihasilkan
oleh $aringan yang
sedang terluka atau sakit
yang disintesis dari asam
lemak tak $enuh rantai pan$ang yaitu asam arakidonat. %ehadiran obat penghilang rasa sakit
seperti aspirin dapat menghambat proses pembentukan molekul ini. Proses pembentukan
prostaglandin dari asam arakidonat, ditun$ukkan oleh persamaan reaksi di ba&ah ini.
Proses pembentukan
Prostaglandin dari
asam arakidonat
%. spirin
spirin 4asam asetil salisilat5 yang merupakan salah satu turunan dari
fenol morohidris ialah fenol dengan satu gugus hidroksil yang berikatan pada inti
aromatisnya. !enol tidak dapat didestilasi dalam air secara memuaskan. oleh
karena itu, asetilasi berlangsung baik pada anhidrida asam asetat dengan
adanya penambahan sedikit asam mineral yang berfungsi sebagai katalis
88
Cster dapat terbentuk salah satunya dengan cara mereaksikan alkohol dengan
anhidrida asam. ,alam hal ini asam salisilat berperan sebagai alkohol karena
mempunyai gugus H'( , sedangkan anhidrida asam asetat tentu saja sebagai
anhidrida asam. Cster yang terbentuk adalah asam asetil salisilat 4aspirin5.
:ugus asetil 4@(
8
@'"5 berasal dari anhidrida asam asetat, sedangkan gugus )"
nya berasal dari asam salisilat 4pada gambar di atas gugus ) ada di dalam
kotak5. (asil samping reaksi ini adalah asam asetat.
Langkah selanjutnya adalah penambahan asam sulfat pekat yang berfungsi
sebgai zat penghidrasi. 0elah disebutkan di atas bahwa hasil samping dari reaksi
asam salisilat dan anhidrida asam asetat adalah asam asetat. (asil samping ini
akan terhidrasi membentuk anhidrida asam asetat. nhidrida asam asetat akan
kembali bereaksi dengan asam salisilat membentuk aspirin dan tentu saja
dengan hasil samping berupa asam asetat.kegunaan aspirin secara umum
adalah sebagai obat pengurang rasa sakit 4analgesik5 dan penurun panas
4antipiretik5.
2ntuk pemurniannya, aspirin tak murni kemudian ditambahi larutan &a(@'8.
)eaksinya adalah sebagai berikut=
8.-rostasiklin
-rostasiklin dihasilkan endotel sebagai respons adanya stress yang berat dan
hipoksia. -rostasiklin meningkatkan c6- pada otot polos dan trombosit. &' dan
prostasiklin secara sinergistik menghambat agregasi trombosit sehingga dengan
adanya kedua zat ini terjadilah penghambatan akti3asi trombosit secara
maksimal.
8. Leukotriene
8$
Leukotrien adalah molekul lemak dari sistem kekebalan tubuh yang berkontribusi
terhadap peradangan pada alergi rhinitis dan asma.Leukotriene
antagonis digunakan untuk mengobati penyakit ini. Leukotrien secara alami
diproduksi eicosanoid mediator lipid . Leukotrien menggunakan kedua sinyal
autokrin dan parakrin sinyal untuk mengatur tubuh respon. Leukotrien diproduksi
dalam tubuh dari asam arakidonat oleh enzim 9 "lipoTygenase . produksi mereka
biasanya menyertai produksi histamin . Leukotrien diproduksi dalam sel
menyampaikan sinyal yang bertindak baik di sel memproduksi mereka 4 isyarat
autokrin 5 atau pada sel tetangga 4parakrin isyarat 5 untuk mengatur respon
imun.
.en"s
@ontoh leukotrienes adalah L0
$,
L0.
$,
L0@
$,
L0,
$,
L0C
$,
dan L0!
$.
L0@$ , L0,$ dan L0C$ sering disebut leuk#tr"en ()ste"n)l karena kehadiran
asam amino sistein dalam struktur mereka. .ersama"sama, leukotrien cysteinyl
make up "reaksi anaflaksis substansi lambat 4S)S"5.da juga didalilkan adanya
L0:$, suatu metabolit dari L0C$ di mana bagian cysteinyl telah teroksidasi
menjadi asam"alfa"keto 4yaitu, sistein telah digantikan oleh piru3at a5. Sangat
sedikit yang diketahui tentang leukotriene putatif.
BAB III
PENUTUP
A.!es"m0ulan
Lipid larut dalam pelarut organik yang bersifat nonpolar.
Lemak memiliki ikatan tak jenuh, dan pada percobaan ini, margarine
yang memiliki tingkat ketidakjenuhan paling tinggi.
sam lemak bila bergabung dengan alkali 4#'(/&a'(5 dapat
membentuk sabun.
0ingkat bau paling tinggi pada uji gliserol terdapat pada margarine, hal ini
dapat disebabkan karena tingkat ketidakjenuhan senyawa lemak tersebut.
-embuatan detergen dan sabun pada skala industri merupakan gabungan
dari ilmu"ilmu eTact sebegitu rupa, dan memerlukan alat"alat yang perlu
pengendalian khusus dan mempunyai spesifkasi tertentu.
-ada proses pembuatan detergen, yang pertma kali dilakukan adalah
dengan pembuatan surfaktan.
-ada proses pembuatan sabun, raw material 4bahan baku5 yang digunakan
adalah lemak, basa kausatik 4&a'( atau #'(5, dan katalis.
89
DAFTAR PUSTA!A
-oedjiadi, nna dan !.6. 0itin Supriyanti. %??>. ,S)",S) .+'#'6+. Jakarta=
2ni3ersitas +ndonesia.
nn. K2ji"#arbohidratL. Y'&L+&CZ. http=//www.scribd.com/doc/$8%$<;;;/Laporan"
-raktikum".iokimia"Lipid = )abu, %9 Juni %?**.
1indiaryani, Sistiana. %?**. 6odul -raktikum .iokimia. Sukabumi = 2ni3ersitas
6uhammadiyah Sukabumi
ustin, :eorge 0. *><$. Shre3eGs @hemical -rocess +ndustries. Singapore=
6c:raw"(ill +nternational .ook @ompany.
+Wbal, hmad. %??>. -embuatan sabun cair. http=//www.riset.com .
8;