Anda di halaman 1dari 15

Renungan Kristen

By : Ev.Sudiana
SENIN, 09 JANUARI 2012
renungan kristen pemuda-pemudi

STOP KOMPLAIN , BIL 14 :1-38
Barangkali manusia bisa disebut sebagai makhluk tukang complain;
Yang diberi warna rambut hitam pengennya punya rambut pirang.
Yang keriting pengen lurus sedangkan yang lurus pengen keriting.
Yang gemuk pengen lebih kurus, yang kurus pengen lebih gemuk.
Yang miskin pengen kaya raya. Yang bergelimang harta pengen hidup sederhana
asal bahagia.
Kalo hujan pengen cuaca cerah, kalo lama enggak turun hujan juga mengeluh.
Persis seperti gambaran orang Israel yang terus menerus mengeluh selama
perjalanannya menuju ke Kanaan.
Kalo dipikir-pikir, bukankah seharusnya mereka menjadi bangsa yang paling
berbahagia karena bisa melihat penyertaan Tuhan dengan cara yang ajaib setiap
hari. Mereka melihat dengan mata kepala sendiri tiang awan dan tiang api
memimpin barisan mereka. Mereka melihat laut Teberau terbelah, mencicipi roti dari
Sorga, mendapatkan air saat kehausan, makan buah korma saat kelelahan, bahkan
makan daging di tengah padang gurun! Tuhan membuat pakaian dan kasut mereka
tidak pernah rusak selama perjalanan panjang itu. Berulang kali bahkan Tuhan Allah
sendiri menemui mereka di tengah perkemahan atau di atas gunung yang ditunjuk
Tuhan. Mereka memiliki Tuhan Sang empunya langit dan bumi, bukankah itu sudah
lebih dari cukup. Tapi yang dilakukan mereka adalah persis seperti yang kita
lakukan setiap hari. Mengomel, mengeluh, menggerutu ketika sesuatu tidak berjalan
sesuai keinginan kita. Secara mata mereka melihat penyertaan Tuhan, namun tidak
mampu melihat kebaikan Tuhan.
sadarkah kita bahwa complain adalah dosa ; Menggerutu, mengeluh, protes dan
mengomel adalah bentuk pemberontakan kita atas kehendak Allah.


TINDAKAN IMAN , KEJ 22:1-19
Sebuah kelompok doa syafaat di Kansas ingin berdoa untuk meminta hujan setelah
kemarau berkepanjangan. Menariknya, saat mereka berkumpul bersama untuk
berdoa, hanya seorang gadis cilik yang datang dengan membawa payung! Inilah
teladan iman. Tuhan Yesus memberitahukan salah satu sikap doa yang berkenan di
hadapan Allah adalah dengan percaya bahwa kita telah menerimanya. Kita tidak
diperintahkan untuk menipu diri, melainkan percaya.
Orang mungkin akan menganggap kita gila. Perbuatan kita mungkin dianggap
ekstrem, namun percayalah selama kita melakukannya karena iman kita kepada
Tuhan, sesuai perintah-Nya - ...maka hal itu akan diberikan
kepadamu. Bukankah Nuh juga dianggap gila oleh orang-orang
sebangsanya, bayangkan 100 tahun Nuh membangun bahtera sebelum air bah
benar-benar dicurahkan oleh Tuhan.
Barangkali Abraham akan dianggap gila bila orang lain tahu dia akan mengorbankan
anaknya sendiri. Namun apa ucapan Abraham kepada hambanya sebelum dia
mendaki Moria. "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini
akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu."
Dan ketika Ishak menanyakan tentang dimana dombanya, maka jawab Abraham
adalah "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya,
anakku." Dan tepat seperti perkataan dan harapannya, maka Tuhan melakukannya
kepada Abraham.
Iman harus disertai tindakan. Kita tidak bisa berkata kepada Tuhan, aku percaya
pada-Mu tetapi lakukanlah dulu mujizat itu dalam hidupku - barulah aku bisa
percaya. Iman harus kita buktikan lewat sikap dan tindakan kita, mengambil langkah
untuk taat meski keadaan nampaknya masih tetap sama.
Ketika kita berdoa, bersikaplah seakan kita sudah menerimanya. Ambillah langkah
iman dan perkatakan iman kita setiap hari.

MENARI UNTUK TUHAN, KOL 3:23-24, MAT 5:16
Karissa Schlosser adalah seorang ice-skater yang berbeda dari yang lain. Gadis
berumur 16 tahun ini memutuskan untuk memuliakan Tuhan melalui dunianya, ice
skating. Saat meluncur di atas es, Karissa melakukannya seolah ia menari untuk
Tuhan. Dan ia memang sungguh menari untuk Tuhan. Karissa memilih seorang
pelatih Kristen yang memiliki hati yang sama seperti dirinya, untuk membuatkan
koreografi tarian yang memuliakan Tuhan.
Sejak usia 13 tahun, Karissa bahkan memutuskan untuk menari hanya dengan
diiringi lagu rohani. Ketika untuk pertama kalinya ia tampil solo, dipilihnya lagu-lagu
rohani seperti I Can Only Imagine, Who Am I?, dan You Raise Me Up. Suasana
ruangan mendadak berubah. Semua penonton merasa sangat diberkati dengan
performanya. Aku ingin semua orang tahu bahwa tarianku berbicara tentang Tuhan
Yesus
PEMUDA-PEMUDI, kita bisa memuliakan Tuhan dengan berbagai cara. Apa yang
menjadi bakat ato talenta kita bisa berbeda-beda, namun kita bisa memakainya
untuk tujuan yang sama, to glorify our Lord!
- Seperti Miriam mengambil rebana untuk menari setelah melewati Laut Merah yang
terbelah.
- Seperti gembala muda Daud dengan umban batunya.
- Seperti Salomo dengan puisi-puisinya.
- Seperti Musa dengan tongkatnya.
- Seperti Lidya dengan hasil dagang kain ungunya.
- Seperti anak kecil dengan 5 roti dan 2 ikannya.
Apapun juga yang kita miliki dan bisa kita lakukan, dapat kita pakai untuk
memuliakan nama-Nya.
Dalam hidup ini , kita selalu punya kesempatan dan diberi kesempatan untuk
memuliakan Tuhan, hingga banyak orang boleh berkata Sungguh Tuhan itu ajaib!
Tipuan Cinta, mark 10:1-9
Seorang pemuda terlibat cinta segitiga; pasti kisah cinta segitiga bakalan seru dan
menghebohkan kalau dimainkan atau ditayangkan dalamserial sinetron. Makanya,
enggak sedikit film dan novel mengangkat tema cinta segitiga yang complicated. Itu
sih kalo di film... coba kalo kita yang mengalami sendiri - pasti bakalan berderai-
derai air mata deh! Enggak ada kebahagiaan dalam cinta yang terbagi-tidak ada
kata happy ending go to married.
Pemuda pemudi, banyak wanita bersedia dimadu karena banyak alasan. Karena
merasa dialah jodohnya; berbagai alasan karena terlanjur cinta atau tidak mampu
menolak cintanya. karena merasa udah cinta mati banget, jadinya lebih baik jadi
yang kedua daripada enggak dapat sama sekali. Itulah tipuan cinta. Kita tertipu oleh
definisi cinta yang keliru. Cinta sama sekali bukan semata soal perasaan, tapi
peraturan dan kehendak Tuhan.
Tuhan melarang percabulan dan perselingkuhan. Tuhan yang menciptakankeluarga
- pernikahan sebagai bentuk kesatuan yang enggak boleh diceraikan manusia. Jadi,
kalo kita berharap agar seseorang yang kita cintai meninggalkan istri-suaminya
untuk menikahi dgn kita - itu sama dengan melawan kehendak Allah.
Pemuda-pemudi yang masih single, kita harus pandai-pandai menempatkan diri,
dalam hal pedekate dgn lawan jenis, untuk menemukan pacar yang baik, dan
kelanjutan untuk memutuskan menjadi pasangan hidup kita. Jangan terlibat cinta
segitiga- cinta yang palsu- cinta yang egois dan sangat jahat.
Cinta dalam alkitab sama sekali bukan seperti itu. Makanya, kalo ada cowok beristri-
wanita bersuami ; yang rajin curhat ama kita - watch your step! Hindari keterlibatan
pribadi dengan rumah tangga orang - sebelum kita nyesel
belakangan. Sebagai pemuda-pemudi beriman, pilihlah untuk takut akan
Tuhan daripada larut dalam emosi.

Aborsi. Maz 139 :13-16
Vina merasa bingung. Beberapa bulan lagi perutnya akan jadi sangat gendut, dan
kehamilannya tidak mungkin disembunyikan lebih lama lagi. Padahal Vina masih
SMU, tahun ini seharusnya dia akan segera lulus. Tapi gimana sekarang;
- Kalo sampai pihak sekolah tau, bukan tidak mungkin dia bakalan di DO.
- Lalu siapa yang akan bertanggung jawab atas bayi ini, Reno juga masih sama-sama
sekolah. Mereka berdua juga belum merasa siap jadi orang tua sedini ini. Aborsi!
Itulah yang muncul di pikiran Vina. Tapi Vina takut kenapa-napa, Vina juga takut
dengan dosa, bukankah aborsi sama dengan membunuh? Tapi sekarang harus
gimana???
Pemudi, beberapa cewek yang mengalami situasi seperti Vina, memilih jalan pintas
melalui aborsi. Aborsi dilakukan seolah hanya sebuah tindakan menghilangkan jejak
dan bukti. Mereka tidak menyadari apa yang akan terjadi kelak sesudahnya. Orang
yang melakukan aborsi seringkali dihantui perasaan bersalah seumur hidup mereka.
Belum lagi kalo ternyata sesudah itu Tuhan tidak lagi memberikan anugerah-Nya,
yakni anak yang lain untuk dikandung. Aborsi sama sekali bukan jalan keluar. Aborsi
adalah dosa pembunuhan yang dilarang Tuhan.
Sudah banyak orang yang melakukan aborsi karena kesalahan masa muda mereka.
Hidup dalam perzinahan hingga akhirnya menyebabkan kehamilan. Anak yang
dikandung sama sekali tidak bersalah. Anak itu sama sekali tidak haram. Hubungan
perzinahan itulah yang haram, dan tidak diperkenan Tuhan. Anak yang dihasilkan
dari hubungan diluar nikah, tetap berhak untuk hidup karena Tuhan telah
memberikan kehidupan untuk mereka.
So, kalo kamu ato temen kamu sedang dalam situasi seperti yang dialami Vina,
jangan pernah mengambil langkah aborsi! Konsultasikan dengan ortu untuk
mengambil langkah yang lebih baik. Bila memang keduanya belum siap menjadi
ortu, bayi itu bisa diberikan kepada mereka yang bersedia membesarkannya dengan
baik. Mintalah ampun kepada Tuhan atas kesalahan yang pernah terjadi. Pertobatan
adalah jalan keluar terbaik yang bisa diambil.

Pacaran, 2 kor 6:14-18

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang
yang tak percaya...
Pacaran Alkitabiah nggak she??? Seringkali pertanyaan semacam ini muncul di
kalangan anak muda. Usut punya usut, ternyata yang namanya pacaran tuh nggak
ada dalam Alkitab. Bentuk hubungan pacaran seperti yang kita kenal sekarang ini
pun nggak pernah ada dalam jaman Alkitab dulu. Alkitab hanya menyebutkan
hubungan pranikah yang ada di kalangan muda waktu itu adalah bentuk hubungan
pertunangan.
Jaman emang udah berubah. Kita boleh aja mengikuti perkembangan jaman, tapi
prinsip-prinsip kebenaran tetap wajib kita pegang.
Prinsip pertama, hubungan pacaran/pranikah harus dengan tujuan menuju ke
pernikahan. Kalo kita jalan ama cowok sekedar supaya ada gandengan saat malam
minggu n ada yang antar jemput tiap saat, kita udah salah dalam prinsip pertama
ini. Jadi nggak ada istilahnya TTM=teman tapi mesra or HTS=hanya teman
saja; dalam hubungan pacaran anak-anak Tuhan. Kita harus jadi orang yang punya
tujuan pasti. Nggak sekedar ngalir n jalani hidup sesukanya.
Prinsip kedua, hubungan pacaran harus dengan orang yang seimbang. Cinta nggak
kenal perbedaan, begitu kira-kira kata orang. Tapi soal kehidupan rohani nggak bisa
begitu. Terang nggak akan pernah bisa bersatu dengan kegelapan. Pernikahan
nantinya nggak cuma sekedar hidup enak n menghasilkan anak. Kalo kita memilih
untuk menikah dengan orang yang belum lahir baru, berarti kita memilih untuk
mengatur rumah tangga kita sendiri tanpa pertolongan Tuhan. Padahal mana
mampu kita mengatasi semuanya sendiri. Tanpa Tuhan kita nggak akan bisa saling
mengasihi dengan tulus. Pernikahan akan terancam perceraian bahkan
perselingkuhan. Nggak ada perdamaian dan ikatan yang mempersatukan.
Prinsip ketiga, pacaran harus bisa jaga kekudusan. Biarpun jaman udah berubah,
tapi untuk urusan kekudusan nggak bisa ditawar-tawar lagi. Belajar jadi seperti
keluarga Nuh yang berani tampil beda di tengah-tengah angkatan yang udah rusak
hidupnya. Nah, 3 prinsip udah kita pelajari hari ini. Kalo kamu sedang dalam masa
pacaran, lakukan 3 prinsip ini supaya hubunganmu diberkati Tuhan.

Konsekuensi, pkh 12:13-14
Saya melihat ada banyak kasus yang dilakukan oleh seorang yang ternama ;
misalnya bintang terkenal, petinju terkenal, atau seorang yang sangat berpengaruh
dimasyarakat; tetapi ketika mereka melakukan pelanggaran hukum , mereka harus
menghadapi konsekwensi ; pembatalan kontrak, popularitasnya hilang atau
kewibawaannya tercoreng.
Setiap perbuatan mengandung konsekuensi. Waktu tidak bisa diputar balik, yang
ada kita harus memulai dari o lagi = cukup bte bukan!!!. Ketika kita menyesali
perbuatan kita, seringkali nasi sudah menjadi bubur. Yang bisa kita lakukan adalah
menanggung konsekuensi dari setiap perbuatan kita. Ada lagi mereka yang
melakukan kejahtan, maka ancaman hukuman penjara harus mereka hadapi.
Pemuda-pemudi , hati-hati dengan setiap tindakan kita. Apa yang kita ucapkan, apa
yang kita perbuatan tidak akan bisa kita tarik kembali. Alangkah bodohnya bila kita
melakukan hal yang akan kita sesali di kemudian hari. Alangkah konyolnya bila apa
yang telah kita perjuangkan ternyata lenyap begitu saja karena kesalahan kita
sendiri. Peribahasa mengatakan Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.
Ingatlah bahwa keluarga dan keturunan Daud harus menanggung akibat
perselingkuhannya dengan Batsyeba. Ingatlah bahwa Esau tidak bisa mendapatkan
berkat kesulungannya kembali meski ia datang dengan mencucurkan air mata.
Kalopun seandainya kita telah melakukan kesalahan fatal pada hari ini, jalanilah
konsekuensinya dengan lapang hati. Tuhan akan memberi kita kekuatan untuk
menanggung semuanya itu dalam anugerah-Nya. Yang terpenting adalah kita
kembali ke jalan Tuhan dan meninggalkan kesalahan yang pernah kita perbuat.


Pernah ngak sih ngebayanginkalo punya doi sulit
dipercaya..

1. Katakan terus terang ; Ceritakan dengan detail alasan-alasan apa yang
membuatmu sulit mempercayai dirinya, dan katakan bahwa kamu sangat
mengharapkan kejujurannya dalam hal sekecil apapun. Jangan menyembunyikan
kecurigaanmu dan diam-diam memata-matai dirinya apalagi mengecek hapenya
setiap hari, membongkar e-mailnya, bahkan sampai menggeledah isi tas dan
jaketnya. Emangnya kamu detektif? Yakinlah bahwa diskusi dengan kepala jernih
sehat ; bisa membuat kedua belah pihak mendapatkan solusi
terbaik.
2. Beri Kepercayaan; Meskipun doi sudah pernah membohongimu, berikanlah
kesempatan kepadanya untuk berubah. Berikan dorongan dan motivasi untuk
memperbaiki kepercayaan satu sama lain. Kalo kita bisa belajar mempercayai
dirinya, jangan kaget bila dia justru berubah menjadi semakin bisa diandalkan.
Hentikan menelponnya sekedar untuk mengecek dia ada dimana, sama siapa,
ngapain aja, bla.. bla.. bla.. Kalo dia bisa merasakan kepercayaan yang kamu
berikan, dengan senang hati dia yang akan SMS ato menelponmu untuk
memberitahukan kegiatannya dan dengan siapa dia pergi.
3. hadapi dengan tenang kepala dingin ; Ketika memergoki doi berbohong ; Enggak
usah bertingkah seperti orang kebakaran jenggot kali ye! Memang ngeselin kalo kita
menemukan si dia berbohong. But, jangan membesar-besarkannya tanpa ampun.
Tunjukkan sikap protes, tapi enggak perlu merembet kemana-mana. Tetap fokus
pada masalah dan dengarkan penjelasan yang dia berikan. Hindari pikiran yang
enggak-enggak dengan meragukan seluruh pernyataannya dan menganggapnya
selama ini berbohong terhadapmu. Belum tentu lagee... jadi ngak usah mencak-
mencak
4. Jadilah Teladan;Jadilah orang yang bisa dipercaya sebelum menuntut orang lain
berbuat sama. Kalau doi juga enggak bisa mempercayai kita, jelas aja dia enggak
bakalan bisa menjadi orang yang bisa kita percayai 100%.
Hubungan dengan kekasih adalah hubungan saling. Kepercayaan bisa didapat dari
sikap saling mempercayai. Satu sama lain harus rela berkorban menjadi figur
pasangan yang baik dan bisa diandalkan.



Berhenti Masturbasi, identik orang berimajinasi kotor
zinah
1ptr 1:14-16 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu
yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi
kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah
memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.Selama ini
kita mungkin berpikir kalo masturbasi tuh hanya dilakukan oleh para cowok saja.

Banyak sekali pemuda-pemudi terikat dosa imajinasi maturbasi , hal-hal yang
nyerempet urusan seks, kecanduan ama hal-hal yang berbau pornografi, mulai dari
buku- buku syur sampe blue film segala.
Dampak Buruk Ruginya ; kita ngak bisa pura-pura suci, hati kecil kita nggak bisa
ditipu. Kita selalu akan merasa bersalah saat ngelakuin hal itu. Lalu kita jadi minder
karena merasa diri kita kotor. Selain itu, kita akan jadi malu, jijik dan benci ama diri
kita sendiri. Kebiasaan masturbasi akan membuat kita punya cara pandang yang
rendah tentang diri kita sendiri, akibatnya kita nggak akan pernah maksimal dalam
hidup ini. Kita akan selalu merasa bahwa diri kita nggak berharga-ngak tenang.
Pemuda -pemudi kebiasaan masturbasi itu harus dilepaskan, asal punya keinginan
yang kuat, kamu pasti bisa! Tips-tips berikut ini mungkin bisa bantu kamu.
Jaga Pikiran dari Fantasi Seksual, cepat alihkan pikiran kita dengan carilah banyak
kegiatan yang membuat kita nggak sempat mengkhayal dan ngebayangin hal yang
jorok dan ngeres; berdoa, baca alkitab, mengarang, ikuti kegiatan rohani gereja ,
maksimalkan.
Stop Segala Bentuk Pornografi : nonton film porno, baca buku-buku porno atau
surfing ke porn-site, harus berhenti dulu mengkonsumsi hal-hal yang berbau porno.
Habiskan banyak waktu bersama orang lain yang kita cintai dengan kegiatan yang
sehat berolah raga, nonton bersama, atau kegiatan social yang berbau rohani-
mengunjungi orang sakit, membuat ketrampilan, dlsbnya.
Jangan selalu menyendiri di kamar.
memang nggak akan ada orang yang tahu apa yang kita perbuat di tempat yang
tersembunyi. Bahkan, orang-orang yang paling dekat dengan kita pun mungkin
nggak pernah menyangka kalau sebenarnya kita punya kebiasaaan masturbasi!
Tapi kita harus inget kalau Tuhan selalu tahu apa yang kita lakukan- pikirkan. Itu
sebabnya kita perlu belajar hidup takut akan Tuhan.
Mintalah hamba Tuhan yang membimbing kamu, ceritakanlah niatmu untuk
mengakhiri kebiasaan masturbasi ini. Mereka akan selalu mengingatkanmu,
membantu kamu dan memotivasi kamu bahwa kamu pasti bisa lepas dari
kebiasaan buruk itu. Jangan merasa diri kuat. Tetaplah bergantung pada Tuhan agar
kita tidak kembali pada kebiasaan yg lama.
TERTAWA, ams 15:13
Pepatah berkata tertawa itu sehat. Alkitab pun mengatakan hati yang gembira
adalah obat. Saat ini sudah ada terapi tertawa yang bertujuan untuk kesehatan
tubuh. Secara medis, tertawa adalah kegiatan yang baik untuk kesehatan.
Saat kita tertawa terbahak-bahak, hal itu memacu endorphin, ibarat morfin alami di
dalam otak yang akan mengalir ke seluruh tubuh.
Tertawa juga menyeimbangkan serotonin dan melatonin sehingga membuat kita
bisa tidur nyenyak.
Saat kita tertawa terbahak-bahak, perut terguncang seperti dipijat sehingga aliran
darah jadi lancar dan wajah memerah alami.
Satu menit tertawa bahkan sama dengan 40 menit mengayuh sepeda.
Tertawa terbukti bisa menjadi obat alami bagi mereka yang sakit. Juga kalo kita
pengen hidup sehat, tertawa secara alami ternyata menyehatkan., adalah yang
tertawa karena bahagia. Tawa yang dihasilkan adalah reaksi kegembiraan dari
dalam.
Seiring dengan bertambahnya umur kita, tertawa bukannya jadi semakin mudah -
malahan makin sulit. Kita sulit merasa bahagia karena banyak faktor. Karena
terhimpit kekuatiran hidup, karena merasa enggak pernah puas, karena
mendendam, dsb. Jadinya, kita merasa diri enggak bahagia ato kurang bahagia.
Ditambah lagi banyaknya tekanan yang kita jumpai setiap hari, membuat kita jadi
orang yang makin hari makin pesimis.
Pemuda-pemudi Tuhan, pengen ngejalanin hidup ini dengan hepi. Kita diciptakan
bukan untuk menjadi orang-orang yang hidup tersiksa. Tuhan memberikan
keselamatan di dalam Yesus. Dia juga memberikan kelegaan dan kemerdekaan
sehingga kita bukan saja menjadi orang paling beruntung tapi juga paling
berbahagia.
Yang membuat hidup ini jadi enggak bahagia adalah dosa. Makanya, sejak kita lahir
baru di dalam Kristus, jangan lagi kompromi dengan dosa.
Hiduplah dalam ketaatan kepada Firman-Nya setiap hari. Pilihlah untuk mengucap
syukur daripada menggerutu.
Pilihlah sikap hidup yang positif daripada negatif. Pilihlah untuk hidup bahagia di
dalam Tuhan, karena kebahagiaan di dalam Kristus adalah kebahagiaan sejati.
Bersama Dia kita bisa tertawa lepas, karena kita percaya segala kebaikan berasal
dari pada-Nya.


Jangan Keraskan Hati, maz 95:6-11
Ada pribahasa katakan bisa karena biasa, dirumah orang tua kami, dibiasakan
kalau habis makan cuci piring masing2, kebiasaan ini berdampak dapur mama kami
selalu rapi dan bersih.
Pada saat liburan ; seorang ponakan menginap, dirumahnya terbiasa habis makan
; piring diletakkan saja, kemudian orang tua kami memberi perintah untuk habis
makan cuci piring sendiri, karena tidak taat akibatnya ; dapur terlihat kotor dan
berantakan, karena cucian piring yang menumpuk.
Ini adalah contoh sepele dari karakter manusia yang terbentuk dari kebiasaan-
kebiasaan yang nampaknya remeh. Orang yang terbiasa menebalkan telinga akan
menjadi pribadi yang bebal dan tidak peka terhadap situasi di sekelilingnya. Orang
yang terbiasa mengabaikan nasihat akan menjadi keras kepala sampai akhir
hayatnya.
Firman Tuhan mengajarkan kepada kita untuk menjadi orang yang lembut hati,
bukan yang keras hati. Orang yang keras hati disebut sebagai orang yang bodoh.
Dan menariknya, kita bisa menjadi orang yang keras hati bukan mendadak secara
tiba-tiba. Kekerasan hati terbentuk dari proses. Ibarat kerak pada teko air yang
dibiarkan menumpuk terus menerus hingga makin tebal dari hari ke hari.
Ketika Firman Tuhan menegur kita, jangan suka mengabaikannya, pertajam
pendengaran, agar kita peka mendengar suara Tuhan. .


Bebas Intimidasi
1 sam 17:10-11 Pula kata orang Filistin itu: "Aku menantang hari ini barisan Israel;
berikanlah kepadaku seorang, supaya kami berperang seorang lawan
seorang." Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang
Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan.
Goliat dan pasukan Filistin telah berhasil mematikan nyali umat Israel. Intimidasi
yang mereka lontarkan semakin membuat pasukan Israel ketakutan. Seperti itulah
yang dilakukan Iblis kepada kita. Meski dia tidak bisa menjamah hidup anak-anak
Tuhan, namun dia bisa melontarkan omong kosong, tipuan, hasutan dan intimidasi
yang bisa melemahkan iman kita. Iblis tahu ketakutan bisa melumpuhkan manusia.
Iblis bisa mengintimidasi kita dengan masa lalu kita yang buruk sebelum
diselamatkan Kristus.
Dia juga selalu mengatakan bahwa kita enggak akan bisa hidup kudus karena tubuh
kita sudah terlanjur tercemar. Dengan intimidasi itu, banyak orang jadi menyerah
dan jatuh lagi dalam kehidupan dosa. Faktanya, Kristus telah menebus dan
menguduskan hidup kita sehingga kita patut menjaganya dengan sungguh-sungguh.
Jangan ijinkan Iblis mengalahkan kita dengan intimidasinya.
Jadilah seperti Daud yang melihat tantangan justru sebagai sebuah kesempatan
untuk mendemonstrasikan kuasa Allah. Daud bukanlah pemuda gila yang
mengantar nyawanya untuk menghadapi raksasa Goliat. Daud maju menghampiri
musuh dengan semangat untuk mengalahkannya. Dia maju dengan iman yang kuat
bahwa Allah berada di pihaknya.
Jangan Ditutupi
Dea punya masalah dengan BB. Meski setiap hari udah mandi 2 kali sehari, tapi
beberapa saat setelah mandi dan beraktifitas, selalu datang bau badan yang enggak
diharapkan itu. Dea merasa minder tiap kali bau badannya mulai muncul. Masa sih
cantik tapi bau... iiih enggak pede de! Itulah sebabnya Dea punya ide untuk membeli
splash cologne dan parfum untuk mengatasi masalahnya. But, bukannya BB jadi
hilang, yang ada justru aroma baru yang menyengat dan memabukkan. Parfum yang
wangi bercampur dengan keringat Dea menghasilkan semacam obat bius bagi
teman-temannya.
Keringat bau dan berlebih enggak bisa kita tutupi dengan semprotan parfum atau
cologne. Yang harus dilakukan Dea seharusnya adalah mengobati masalah BB nya
dulu, lalu barulah memakai wewangian. Jangan mencoba menutup bau badan
dengan minyak wangi! Begitu juga dengan masalah dalam hidup kita. Jangan
pernah menutupi masalah supaya enggak nampak dalam hidup kita. Masalah ada
untuk kita hadapi, kita pecahkan dan kita atasi, bukannya kita tutupi atau kita anggap
sepi. Kalau kita menutup-nutupi masalah yang kita miliki, cepat ato lambat kita
bakalan mencium aroma masalah lain yang lebih menyengat.
Curiga ama sang pacar? Enggak sreg dengan kata-kata yang dilontarkan ortu? Ato
bermasalah dengan keinginan daging berbuat dosa? Jangan abaikan masalahmu
itu. Kalo kita punya ganjalan hati dengan seseorang, segera saja utarakan dengan
kepala adem. Kalo kita punya masalah dalam hubungan kita dengan Tuhan, segera
duduk dan berdoa minta ampun dan jalan keluar kepada-Nya. Apapun masalah
yang muncul dalam hati kita, Tuhan pengen mendengarnya dari mulut kita sendiri
dan menolong kita mengatasinya bersama. So, jangan pernah tutupin masalahmu!



Kasih Sejati, 1 kor 13:1-10
apakah dia cocok buatku? Pertanyaan itulah yang sering kita lontarkan kalo
mempertimbangkan soal jodoh. Kita menimbang kualitas calon pacar supaya kita
enggak kecewa di kelak kemudian hari. Tapi pernahkah kita berpikir,Apakah aku
cocok buat dia? Apakah kita mempertimbangkan kualifikasi kita sendiri agar
memenuhi kebutuhan pasangan kita? Ternyata pertanyaan seperti itu jarang banget
kita pikirkan. Ternyata kita egois banget, yah? Kita beranggapan bahwa diri kita ini
udah sempurna, sedangkan cowok kita masih perlu memperbaiki diri. Kita ngakunya
sayang, tapi ternyata lebih memperhatikan apa yang kita inginkan daripada apa
yang diinginkan kekasih kita. Inikah namanya cinta?
Cinta yang sesungguhnya tentu saja enggak seperti itu. Cinta adalah memberikan
yang terbaik bagi orang yang kita kasihi, bahkan dengan pengorbanan. Cinta sejati
memikirkan kepentingan orang yang kita kasihi. Kita bahkan bersedia mengubah
keegoisan kita dengan pengertian dan penerimaan. Kita berupaya menjadi pribadi
yang lebih baik, sebagai penolong yang suportif bagi kekasih kita. Kita ingin dapat
mengerti dan memahami daripada keinginan untuk dimengerti dan dipahami.
Kalo selama ini kita masih banyak berantem karena saling menuntut untuk
dimengerti - periksa baik-baik apakah cinta yang kita berikan ataukah keegoisan
yang sedang kita banggakan? Daripada berfokus pada apa yang harus diubah oleh
pasangan kita, yuk kita belajar mengubah apa yang harus diubah dalam diri kita
sendiri dulu.
So, kalo kita bener-bener mencintai doi, tentu mulai sekarang kita akan belajar
berpikir beda. Berhentilah menuntut dan mulailah berubah. Demikian juga dengan
kasih kita kepada Tuhan. Jangan selalu menuntut Tuhan untuk ada bagi kita, tapi
renungkanlah juga kapan kita ada bagi Dia. Pikirkan cara untuk menyenangkan hati-
Nya, karena Dialah kekasih sejati kita. Apa hal-hal yang harus kita ubah dalam diri
kita agar kita membuat-Nya tersenyum? Apakah ada kebiasaan dosa yang harus
kita buang, kemalasan yang harus kita singkirkan dan tabiat enggak baik yang bisa
melukai hati-Nya? Belajar mencintai dengan cara Allah. Karena kasih itu memberi.
Forever Friend, ibr 13:5
"Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan
meninggalkan engkau."
Adikku punya group BB ; teman2 yang diinamakan FOREVER FRIEND, mereka
sering bertemu berbagi suka-duka; saat ini adikku sudah tiada, tapi teman2 masih
mengenang adikku.
Pemuda- pemudi , meski kita seolah kehilangan sebagian besar temen kita yang
dulu disekolah, dikampus, atau ditempat kerja yang lama, tapi percayalah bahwa
ada satu temen yang setia abis nemenin kita kemanapun dan kapanpun. His name
is Jesus.
Seiring berjalannya waktu, kadang-kadang teman datang dan pergi dari kehidupan
kita. Mereka mungkin enggak bisa selalu ada buat kita. But, enggak perlu sedih mulu
donk! Kalo kita ngerasa lonely, ingat kita tidak sendirian ada Tuhan Yesus , Dia
selalu ada di samping kita, tapi kita seringkali mengabaikan Nya, kita anggap Dia
ngak ada, ngak mau curhat sama Dia, kita lebih suka kirim SMS ke temen -
meskipun kadang mereka terlalu sibuk untuk membalasnya, or menelpon sohib
malem-malem pas kita lagi bete, daripada bercerita sama sahabat yg sejati yang
satu ini, belajarlah duduk mengobrol dengan-Nya, tertawa dan menangis dalam
hadirat-Nya.






Berani Mencoba, 1sam 17:8
Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud
berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu.
Siapa yang bersedia maju ke depan untuk mencoba? pertanyaan semacam ini
seringkali kita dengar di sekolah, di ruang kuliah, atau di lokasi training. Guru, dosen
ato mentor biasanya mencari sukarelawan yang mau mencoba hal baru yang
mereka ajarkan. Anehnya, enggak semua orang antusias untuk mencoba. Kenapa
ya? Sebagian besar menjawab enggak pede, takut salah, malu diliat orang, males,
dsb. Apakah kamu termasuk salah seorang diantaranya?
Berani mencoba sebenarnya merupakan modal untuk meraih keberhasilan. Kalo kita
selalu dibayang-bayangi perasaan takut salah, tentu seumur hidup kita enggak akan
pernah berani mencoba. Bukankah setiap hal di dunia ini selalu mengandung risiko?
Enggak ada satu hal pun yang bisa kita lakukan tanpa risiko gagal. Semua orang,
sehebat apapun dirinya, pastilah berisiko untuk gagal. Namun, kegagalan bukanlah
untuk ditakuti melainkan diatasi. Orang yang tidak pernah membuat kesalahan justru
adalah orang yang tidak pernah mencapai apapun.
Saat murid-murid melihat Yesus berjalan di atas air, hanya Petrus yang berani
berinisiatif untuk meminta,Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-
Mu berjalan di atas air. Akhirnya hanya Petrus jugalah yang pernah merasakan
serunya berjalan di atas lautan. Meskipun akhirnya Petrus cuma sebentar doank
berjalan di atas air lalu hampir tenggelam, tapi terbukti Tuhan enggak
membiarkannya begitu saja. Tangan Tuhan segera meraih dan menyelamatkannya.
Tuhan aja menghargai antusiasme Petrus yang mau mencoba.
Yesus bahkan tidak memarahinya dengan omelan panjang, ketika dia menemui
kegagalan. Dia hanya menegur Petrus agar percaya. Kita bisa meneladani
keberanian Petrus kali ini. Jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba melakukan
hal-hal besar yang bisa membuat kita lebih maju! Selama kita melakukan hal yang
benar, percayalah bahwa Tuhan akan memampukan kita melakukannya.
The Wedding
Karla menerima undangan yang disodorkan Mimi dengan senyum kecut. Mungkin
enggak ada yang memperhatikan perubahan raut wajahnya setiap kali menerima
dan membaca wedding invitation dari teman-temannya. Sejak lulus kuliah ampe
sekarang ini hampir semua temen-temen ceweknya satu per satu menikah. Dalam
hati Karla enggak bisa memungkiri bahwa kekuatiran mulai menghinggapi dirinya.
Bayang-bayang bakalan jadi perawan tua seumur hidup, sendirian dan kesepian
ampe akhir hayat. Oh God, gue enggak mau ngejomblo begini terus.
Terbayang di benak Karla, saat kondangan nanti semua teman akan
menanyainya,"Kapan nyusul? Mana pacarmu?..." Mungkin mereka memang
perhatian terhadap dirinya, atau mereka sedang menghinanya secara tersamar,
seolah menggaris bawahi bahwa being single tuh berarti something wrong.
Kesannya ibarat barang enggak laku-laku, tanpa seorang pun yang melirik apalagi
tertarik.
Apakah kamu juga sedang dihinggapi pikiran seperti Karla? Kuatir dengan status
lajang yang enggak jelas kapan berakhirnya. Girls, being single is not a wrong thing!
Kita enggak perlu merasa malu dan merasa ada yang kurang ketika kita belum
menemukan pasangan hidup. Jangan gara-gara takut dibilang enggak laku maka
kita asal-asalan memilih teman hidup. Kalo emang saat ini kita belum bertemu
dengan orang yang tepat, belajarlah untuk bersabar. Tuhan tahu kok kebutuhan kita
tepat pada waktunya.
Menikah adalah keputusan yang sangat penting dalam kehidupan kita. Jangan
melakukannya sekedar karena enggak tahan dengan gunjingan masyarakat, kerabat
ato bahkan temen-temen kita. Lihatlah dirimu sebagai seorang yang berharga di
mata Allah. Tuhan menghendaki kita bersatu dengan orang yang sepadan.
Percayalah bahwa soon or later kamu akan bertemu dengan pria yang mengasihi
Tuhan dan mengasihimu juga. Just be patient!


Berawal dari Doa, mat 14:23 Luk 6:12
Alkitab banyak sekali mencatat peristiwa-peristiwa ajaib yang berawal dari
doa. Kesembuhan secara mujizat terjadi ketika Abraham berdoa bagi Abimelekh.
Kej. 20:17 Tulah datang dan berhenti ketika Musa menaikkan doa kepada Allah Kel.
8:30 Seorang anak dilahirkan dari rahim perempuan yang mandul, saat dia
berdoa dan ketika dewasa anaknya menjadi seorang nabi besar Israel.
1Sam.1:10 Daniel dan kawan-kawannya bisa tetap berdiri dalam dapur
api saat mereka tetap
berdoa. J
uga di masa modern inipun, sejarah mencatat berbagai kebangunan rohani besar-
besaran terjadi diawali dari doa. Doa adalah sebuah awal terjadinya sesuatu yang
besar.
Sayangnya, generasi sekarang ini justru cenderung menyepelekan arti penting dan
kuasa doa. Kita enggak menyadari betapa dahsyatnya kuasa doa sehingga kita
menyia-nyiakan kesempatan untuk berdoa. Maka enggak heran di gereja-gereja,
para pendoa syafaat biasanya adalah orang-orang tua dan ibu-ibu rumah tangga
yang udah lanjut usia. Anak muda enggak tertarik dengan doa, karena kesannya
seperti kegiatan yang membosankan dan kurang tantangan. Kita juga malas berdoa
berlama-lama secara pribadi karena kita ngerasa diri sebagai anak muda yang
energik dan produktif. Kita mengira berdoa adalah sebuah kegiatan yang kurang
produktif.
Pemuda-pemudi, betapa kelirunya pendapat kita selama ini. Doa adalah awal
sebuah mujizat. Doa adalah kegiatan yang sangat produktif karena melalui doa kita
mengijinkan Roh Allah yang maha kuasa bekerja secara luar biasa dalam hidup kita.
Lihatlah betapa banyaknya kesempatan yang telah terbuang selama ini karena kita
malas berdoa. Bayangkan betapa banyaknya mujizat yang sebenarnya bisa terjadi,
seandainya kita melibatkan Allah dalam kegiatan kita sehari-hari. Tuhan Yesus
sudah memberikan teladan kepada kita akan arti penting doa. Tuhan Yesus aja
berdoa setiap hari secara rutin. Sesibuk apapun diri-Nya, Ia tetap memprioritaskan
doa setiap hari. Itu sebabnya setiap hari merupakan hari penuh mujizat bagi Yesus.
Akankah kita juga rindu merasakan hal seperti itu setiap hari? Awali harimu dengan
doa supaya hari-harimu penuh dengan mujizat. Berdoalah!
Harga yang harus di Bayar
1 ptr 1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama
seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat
Kalo kita pengen mendapatkan hal yang baik, harus ada harga yang harus dibayar.
Pengen tampil ke kantor dalam keadaan cantik dan segar? Mau enggak mau kita
harus rela bangun pagi untuk ngeblow rambut, bermake-up dan memadu padankan
busana kerja yang chic. Pengen betis tampak lebih ramping? Mungkin kita perlu
merelakan kaki pegel karena memakai high heels. Pengen berprestasi di kampus?
Berapa banyak waktu yang harus kita habiskan di dalam perpustakaan sementara
mahasiswa lainnya pada nongkrong di kantin. Pengen bisa beli laptop idaman?
Untuk beberapa bulan mungkin kita perlu mengencangkan ikat pinggang demi
mengerem pengeluaran dan menabung. Bahkan keselamatan yang kita nikmati
dalam Kristus pun punya harga bayar yang teramat mahal, yakni senilai darah
Putera Allah sendiri.
Semakin tinggi nilai yang ingin kita raih, semakin tinggi pula harga yang harus kita
bayar untuk mendapatkannya. Sayangnya, enggak semua manusia menyadari
hukum yang simpel ini. Lebih banyak orang mendambakan sesuatu yang indah dan
bernilai, tapi enggak mau bersusah payah memperolehnya. Contohnya neh, semua
orang pasti pengen punya perut rata. Tapi berapa banyak orang yang mau sit-up
setiap bangun pagi demi mendapatkannya? Kita pengennya enggak perlu olah raga
ato pun diet, tapi bisa mendapatkan tubuh sehat dan ideal. Kita pengen menerima
kenaikan gaji tapi enggak mau kerja ekstra dan memberi kontribusi lebih pada
perusahaan.
Pemuda-pemudi , berapa banyak keinginan kita enggak seimbang dengan usaha
yang kita kerjakan setiap hari? Pepatah bilang bagai pungguk merindukan rembulan.
Berapa lama lagi kita masih ingin terus dalam kondisi seperti ini? Ubahlah usaha kita
agar impian kita bisa kita raih. Tuhan pasti menolong orang yang sungguh-sungguh
berupaya dalam kehendak-Nya.

TUHAN MENJAGAKU, maz 12:7-8
Saat kupikirkan kebaikan-Mu tak pernah ku kekurangan. Dan saat kurenungkan
kesetiaan-Mu, esok kan kujelang tanpa keraguan surya kan terus ada...JANJIMU
SEPERTI FAJAR PAGI HARI . Janji Tuhan enggak pernah sekalipun lalai ditepati-
Nya. Itu sebabnya Tuhan Yesus berkata,Pandanglah burung-burung di langit, yang
tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung,
namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi
burung-burung itu? Kalo terhadap seekor burung aja Tuhan setia memelihara,
apalagi kepada kita.
Janji Tuhan dalam hidup kita senantiasa ditepati-Nya. Tuhan tidak pernah lalai, lupa,
apalagi mengingkari perkataan-Nya. Kita enggak punya alasan untuk meragukan
Tuhan. Persoalannya justru terletak pada diri kita sendiri. Apakah kita mempercayai
kuasa Tuhan ataukah kita lebih suka mengandalkan manusia dan kekuatan diri kita
sendiri. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa orang yang mengandalkan Tuhan
akan senantiasa diberkati.
Yang perlu kita lakukan agar janji-janji Tuhan digenapi dalam hidup kita adalah:
pahami janji-Nya makanya kita perlu belajar Firman-Nya setiap hari, lakukan
perintah-Nya dan percayalah sepenuh hati. Karena Allah tidak bisa membatalkan
janji-Nya.








Roh Kudus yang akan menolong kita berdoa , mat 7:7-
11
Ketika Kamu berdoa kepada Tuhan, tapi enggak tau apa yang harus kamu minta.
Masalah terasa begitu berat, tapi kamu enggak tau haruskah kamu minta kekuatan
untuk menanggung masalah itu atau haruskah kamu minta Tuhan melepaskanmu
dari beban masalah itu. Makanya Dia memberikan kepada kita Roh Penolong, yaitu
Roh Kudus yang adalah Allah sendiri. Roh Kudus siap menolong kita dalam doa-doa
kita.
Persoalannya, seringkali kita justru merasa enggan menyerahkan kehendak diri kita
sendiri kepada kehendak Roh Kudus. Kita takut kalo pilihan Roh Kudus itu, kurang
baik, kurang cocok, ato kurang menyenangkan buat kita. Padahal kalo dipikir-pikir,
bukankah Tuhan kita aja lebih tahu yang terbaik buat kita, seperti doa Tuhan Yesus
"Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya,
jadilah kehendak-Mu!" Mat. 26:42. Yesus sadar bahwa sebagai manusia, Ia
seharusnya menyerahkan kehendak manusiawi-Nya kepada kehendak Bapa.
Pemuda pemudi , Roh Kudus adalah Penolong bagi kita yang senantiasa tau yang
terbaik buat kita. Kita enggak perlu takut salah dalam berdoa selama kita menjaga
hati kita untuk percaya seutuhnya kepada Tuhan. Kalo seorang bapak aja enggak
mungkin memberikan ular kepada anaknya yang meminta roti, apalagi Bapa kita
yang di Sorga. Tuhan memberikan Roh Kudus untuk menolong kita berdoa,
sehingga kita bisa menerima berkat terbaik dari-Nya.
Roh Kudus siap membantu kita dalam kelemahan kita, kita hanya perlu membuka
pintu hati kita untuk percaya bahwa Tuhan mendengarkan doa kita dan telah
menyediakan jawaban doa yang terbaik buat kita.