Anda di halaman 1dari 6

PROTOKOL

No. 001/2014


STUDI BIOEKIVALENSI DUA FORMULA TABLET AMLODIPINE BESYLATE
(Norvask) DAN TABLET AMLODIPINE (Lopiten) PRODUK PT. GUARDIAN
PHARMATAMA


Diajukan oleh:
Laboratorium Q-Lab
Fakultas Farmasi Universitas Pancasila







Disponsori oleh:
PT. Guardian Pharmatama











Jakarta, Oktober 2014



Judul
STUDI BIOEKIVALENSI DUA FORMULA TABLET AMLODIPINE BESYLATE
(Norvask) DAN TABLET AMLODIPINE (Lopiten) PRODUK PT. GUARDIAN
PHARMATAMA




Nomor Protokol
No. 001/2014



Sponsor
Nama : PT. Guardian Pharmatama
Alamat : Jakarta



Tempat Penelitian
Nama : Laboratorium Pengujian Q-Lab Fakultas Farmasi Universitas Pancasila
Alamat : Jl. Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12640




Personil
Peneliti Utama : Trisna Farida, S.Farm, Apt
Peneliti Pendamping : Linda Erlina, S.Farm, Apt
Eithis Hia, S.Farm, Apt
Analis : Cynthia Eka, S.Farm, Apt
Gusrita Ayu, S.Farm, Apt
Dokter Penanggung Jawab : Dr. Nia Septiani







Tanggal Pelaksanaan
Oktober-Desember 2014


LEMBAR PENGESAHAN
Sponsor


Purwoko Putra Santoso
Direktur Utama
PT. Guardian Pharmatama
Tanggal : 1 Oktober 2014


Peneliti Utama



Trisna Farida, S.Farm, Apt
Tanggal : 1 Oktober 2013


Peneliti Pendamping



Linda Erlina, S.Farm, Apt Eithis Hia, S.Farm, Apt
Tanggal : 1 Oktober 2014 Tanggal : 1 Oktober 2014

Dokter Penanggungjawab





Dr. Nia Septiani
Tanggal : 1 Oktober 2014
Pendahuluan
Amlodipine besylate adalah garam besylate amlodipine, a long-acting calcium channel
blocker. Amlodipine besylate (CAS 111470-99-6) secara kimiawi digambarkan sebagai (RS)
3-etil-5-metil-2-(2-aminoethoxymethyl) -4 (2-klorofenil) -1,4-dihidro-6-metil-3,5-piridin
karboksilat benzenesulpho-nate. Rumus empiris amlodipine besilte :




Amlodipine merupakan dihidropiridin generasi kedua antagonis kalsium. Hal ini digunakan
sebagai anti-hipertensi dan agen anti-angina pektoris. Amlodipine adalah kalsium
dihidropiridin antagonis (atau kalsium channel blocker-) yang menghambat trans membran
masuknya kalsium ion ke otot polos pembuluh darah dan otot jantung. Data eksperimen
menunjukkan bahwa amlodipine mengikat kedua dihidropiridin mengikat
nondihydropyridine. Proses kontraktil dari otot jantung dan otot polos pembuluh darah
tergantung pada gerakan ion kalsium ekstraseluler ke dalam sel tersebut melalui spesifik
saluran ion. Amlodipine menghambat ion kalsium masuknya seluruh membran sel ini secara
selektif, dengan efek lebih besar pada sel otot pembuluh darah halus dibandingkan pada sel
otot jantung. Amlodipine adalah arteri perifer vasodilator yang bekerja pada otot polos
pembuluh darah menyebabkan penurunan perifer resistensi pembuluh darah dan akibatnya
penurunan darah tekanan.
Efek samping yang paling umum yang disebabkan oleh Ca-channel antagonis, terutama
hydropyridines, adalah pusing, hipotensi, sakit kepala, flushing, dan edema pergelangan kaki.
Secara umum, pengobatan dengan amlodipine adalah ditoleransi dengan baik pada dosis
hingga 10 mg per hari. Kebanyakan reaksi negatif yang dilaporkan selama terapi yang
keparahan ringan atau sedang.
Setelah pemberian oral, amlodipine secara perlahan AB- diserap. Konsentrasi puncak plasma
tercapai antara 6 dan 12 jam. Obat tersebut memiliki bioavailabilitas oral tinggi (approxima
64-90%) yang tidak berubah dengan adanya makanan. Amlodipine adalah luas (sekitar 90%)
dikonversikan ke metabolit aktif melalui metabolisme hati dengan 10% orang tua senyawa
dan 60% dari metabolit diekskresikan dalam urin.

TUJUAN
Tujuan dari penelitian ini adalah
- Untuk adalah untuk menunjukkan bahwa ketersediaan hayati dari formulasi yang
sedang diselidiki adalah serupa.
- Untuk mengetahui amlodipine dengan dua formulasi yang berbeda memiliki
farmakokinetik dan bioavailabilitas.

Metode
A. Subyek dan Desain Studi
Studi ini dilakukan di Laboratorium Pengujian Q-Lab Fakultas Farmasi Universitas
Pancasila dan dilakukan sesuai dengan Deklarasi Helsinki dan Pedoman Praktek Klinis dan
dalam perjanjian dengan Komite Etik lokal. Studi Protokol di review dan disetujui Komite
Medis Penelitian Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia. Desain studi yang digunakan
adalah studi random, single blind (investigator blind) studi cross over, dan 2 sekuens
dengan 2 minggu periode washout.
Dalam studi cross over, subjek ini diberikan obat uji (T) dan obat referensi (R),
dalam sekuens berbeda (TR atau RT). Preparasi test dari Lopiten (10 mg tablet amlodipine,
nomor batch T061109,manufacturer: PT Guardian Pharmatama, Jakarta, Indonesia).
Formulasi referensi (Norvask) diperoleh dari farmasi lokal.
B. Subyek
Dua belas sehat pria dewasa dan relawan perempuan berusia antara 20-40 tahun, berat badan
dalam kisaran normal (BMI = 18,67-23,15 kg / m2), tekanan darah dalam kisaran normal
(110- 130 mmHg sistolik untuk, dan 70-90 mmHg untuk diastolik darah tekanan), denyut
nadi antara 72-80 bpm, dan telah menandatangani informed consent dilibatkan dalam
penelitian tersebut.
Dua belas relawan pria dan wanita dewasa menandatangani informed consent dilibatkan
dalam penelitian tersebut.

Kriteria Inklusi
1. pria sehat dan relawan perempuan yang ditentukan oleh
pengkajian skrining.
2 Usia 18 - 55 tahun termasuk kriteria inklusi.
3 Sebuah indeks massa tubuh dalam kisaran 18-25.
4. Mampu berpartisipasi, berkomunikasi dengan baik dengan para peneliti
dan bersedia untuk memberikan informed consent.
5. Tanda-tanda vital (setelah 10 menit istirahat) harus berada dalam
rentang sebagai berikut:
- Tekanan darah sistolik: 110-135 mm Hg
- Tekanan darah diastolik: 75-90 mm Hg
- Denyut nadi: 60-80 bpm
Kriteria Eksklusi
- Sukarelawan yang menderita penyakit gagal ginjal akut tidak dilibatkan dalam studi ini.
- Penderita kardiovaskular, gagal ginjal, gagal hati, dehidrasi dan peminum alkohol, koma
diabetik, ketoasidosis, infark miokardial, keadaan penyakit kronik akut yang berkaitan
dengan hipoksia jaringan, keadaan yang berhubungan dengan asidosis laktat seprti syok,
insufisiensi pulmonar, riwayat asidosis laktat.
- Umur 18-55 tahun.
- Sukarelawan tidak mengkonsumsi alkohol
- Pria dan wanita pada usia subur
- Sukarelawan bukan wanita hamil dan menyusui
- Kriteria sehat berdasarkan uji laboratorium klinis yang baku (hematologi rutin, fungsi
hati, fungsi ginjal, gula darah, dan urinalisis), riwayat penyakit, dan pemeriksaan fisik.
- Tidak mempunyai riwayat ketergantungan pada alkohol atau penyalahgunaan obat.
Parameter Farmakokinetik
Pharmacokinetic Parameters of Amlodipine After 10 mg Amlodipine Single Dose
Administration of Test and Reference Product in 12 Volunteers

Parameter Mean ratio (90% CI)
AUCt 95.50 (86.49 - 105.44)
AUCinf 96.68 (89.38 - 104.58)
Cmax 97.89 s(86.12 - 111.09)

Statistical Comparison of Pharmacokinetic Parameters of Amlodipine After 10 mg
Amlodipine Single Dose Administration of Test and Reference Product in 12 Volunteers
Parameter Test product Reference product
(Lopiten) (Norvask)
Cmax (ng.mL-1) 1.79 (0.47) 8.0 (5.0 15.0)
tmax (h) 78.04 (24.01) 95.83 (25.95)
AUCt (ng.h.mL-1) 51.69 (17.49) 1.86 (0.58)
AUCinf(ng.h.mL-1) 7.0 (5.0-12.0) 79.57 (18.57)
t (h) 97.25 (19.33) 52.44 (10.77)

Kesimpulan
Disimpulkan bahwa amlodipine besylate tablet setara dengan 10 mg tablet amlodipine
(Lopiten) yang diproduksi oleh PT Wali Pharmatama adalah bioekuivalen dengan yang
dihasilkan oleh inovator (Norvask).