Anda di halaman 1dari 24

gambaran pengetahuan dan sikap keluarga pasien tentang Skizofrenia

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kesehatan Jiwa menurut UU No 3 tahun 1996, merupakan suatu kondisi yang
memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari
seseorang dan perkembangan itu selaras dengan keadaan orang lain (arold l!dkk,
199"#!
Kesehatan $iwa bukan hanya tidak ada gangguan $iwa, melainkan mengandung
berbagai karakteristik yang positif yang menggambarkan keselarasan dan
keseimbangan ke$iwaan yang men%erminkan kedewasaan kepribadiannya (&osep,
'((9#!
)ki*ofrenia, waham, dan kelainan+kelainan yang berhubungan dengan psikosis
(penyakit $iwa# terdiri dari suatu kelompok sindrom klinis yang dinyatakan dengan
kelainan dalam isi dan organisasi pikiran, persepsi masukan sensori, ketegangan
emosional, identitas, kemauan, perilaku psikomotor, dan kemampuan untuk
menetapkan hubungan inter,ersonal yang memuaskan (-).+///+0, 1912#
(3ownsend,'(('#!
)ki*ofrenia terbentuk se%ara bertahap dimana keluarga maupun klien tidak
menyadari ada sesuatu yang tidak beres dalam otaknya dalam kurun waktu yang lama!
Kerusakan yang perlahan+lahan ini yang akhirnya men$adi ski*ofrenia yang tersembunyi
dan berbahaya!4e$ala yang timbul se%ara perlahan+lahan ini bisa sa$a men$adi
ski*opernia a%ute! 5eriode ski*oprenia akut gangguan yang singkat dan kuat, yang
meliputi halusinasi, penyesatan pikiran (delusi#, dan kegagalan berpikir (/yus, &osep !
'((9#!
4e$ala yang sering timbul pada ski*ofrenia menyerang se%ara tiba+tiba!
5erubahan perilaku yang sangat dramatis ter$adi dalam beberapa hari atau minggu!
)erangan yang mendadak selalu memi%u ter$adinya periode akut se%ara %epat!
6eberapa penderita mengalami gangguan seumur hidup, tapi banyak $uga yang bisa
kembali hidup se%ara normal dalam periode akut tersebut! Kebanyakan didapati bahwa
mereka diku%ilkan, menderita depresi yang hebat, dan tidak dapat berfungsi
sebagaimana layaknya orang normal dalam lingkungannya! -alam beberapa kasus,
serangan dapat meningkat men$adi apa yang disebut ski*oprenia kronis! Klien men$adi
buas, kehilangan karakter sebagai manusia dalam kehidupan sosial, tidak memiliki
moti,asi sama sekali dan tidak memiliki kepekaan tentang perasaanya sendiri (/yus,
&osep!'((9#!
.enurut 6owen,(1921# menggambarkan perkembangan ski*ofrenia sebagai
suatu perkembangan disfungsi keluarga!Konflik diantara suami istri mempengaruhi
anak! 5enanaman hal ini dalam anak akan menghasilkan keluarga yang selalu berfokus
pada ansietas, dan suatu kondisi yang lebih stabil mengakibatkan timbulnya suatu
hubungan saling mempengaruhi yang berkembang antara orang tua dan anak!
Keluarga merupakan unit paling dekat dengan penderita, dan merupakan
7perawat utama7 bagi penderita! Keluarga berperan dalam menentukan %ara atau
perawatan yang diperlukan penderita di rumah! Keberhasilan perawat di rumah sakit
akan sia+sia $ika tidak di teruskan di rumah yang kemudian mengakibatkan penderita
harus dirawat kembali (kambuh#! 5eran serta keluarga se$ak awal perawatan di rumah
sakit akan meningkatkan kemampuan keluarga merawat penderita di rumah sehingga
kemungkinan kambuh dapat di %egah! -ari beberapa penelitian menun$ukan bahwa
salah satu faktor penyebab ter$adinya kekambuhan penderita ski*ofrenia adalah
kurangnya peran serta keluarga dalam perawatan terhadap anggota keluarga yang
menderita penyakit tersebut! )alah satu penyebabnya adalah karena keluarga yang
tidak tahu %ara menanggani perilaku penderita di rumah! Keluarga $arang mengikuti
perawatan penderita karena $arang mengun$ungi penderita di rumah sakit, dan tim
kesehatan di rumah sakit $uga $arang melibatkan keluarga (8nn K, dalam skripsi
Nurdiana, '((2#
-engan peningkatan $umlah kun$ungan rawat $alan mengalami kenaikan
sebesar ',("9 dari tahun ketahun maka pihak dari rumah sakit $iwa pro,insi pun telah
melakukan berbagai upaya dalam meme%ahkan permasalahan, misalnya dengan
sumber daya manusia ()-.#! 3elah mengikuti pelatihan se%ara instansi terkait yang
diberikan oleh pemerintah, meningkatkan mutu pelayanan kesehatan (-epartemen 0/,
$ambi '((1#
6erdasarkan data yang diperoleh dari 0umah )akit Jiwa pro,insi Jambi bahwa
penderita gangguan ski*oprenia pada tahun '((1 ber$umlah 3!'3( klien, sedangkan
pada tahun '((9 ber$umlah '!1(( klien, dan pada tahun '(1( ber$umlah "123 klien,
-engan kun$ungan pasien ski*ofrenia yang berobat di Unit 0awat Jalan 0umah )akit
Jiwa 5ro,insi Jambi dari bulan Januari : .aret '(11 sebanyak 1;(; klien !
.enurut asil penelitian 3rii ('((2# yang menyatakan bahwa sebagian besar
("1,;9# sikap reponden kurang baik terhadap perawatan pasien ski*ofrenia oleh
keluarga dirumah, dari hasil u$i statisti% $uga menun$ukan ada hubungan yang bermakna
antara sikap dengan perawatan pasien ski*ofrenia dirumah! asil penelitian ini
diperkuat oleh teori notoatmod$o ('((3# sikap adalah sebagai pengalaman yang
dihasilkan melalui pan%a indera, setiap orang mempunyai sikap yang berbeda
meskipun mengamati ob$ek yang sama, perubahan+perubahan perilaku dalam diri
seseorang dapat diketahui melalui sikap!
6erdasarkan sur,ei awal dan wawan%ara pada keluarga pasien yang berobat
di Unit 0awat Jalan 0umah )akit Jiwa 5ro,insi Jambi pada tanggal ' .ei '(11, dari "
keluarga pasien didapatkan data bahwa 3 keluarga pasien mengetahui bagaimana %ara
menyikapi pasien ski*oprenia! ' dari " keluarga pasien belum mengetahui masalah
yang ter$adi terhadap pasien ski*ofrenia, karena keluarga $arang mengikuti atau
mendapatkan proses keperawatan penderita untuk di rumah! 6erdasarkan uraian
tersebut peneliti tertarik untuk meneliti gambaran pengetahuan dan sikap keluarga
pasien tentang ski*ofrenia yang berobat di Unit 0awat Jalan 0umah )akit Jiwa 5ro,insi
Jambi '(11!
B. Rumusan Masalah
6erdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan permasalahan penelitian ini
adalah bagaimana gambaran pengetahuan dan sikap keluarga pasien tentang
)ki*ofrenia yang berobat -i Unit 0awat Jalan 0umah )akit Jiwa 5ro,insi Jambi 3ahun
'(11!
C. Tujuan Penelitian
1! 3u$uan Umum
Untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap keluarga pasien tentang
)ki*ofrenia yang berobat di Unit 0awat Jalan 0umah )akit Jiwa 5ro,insi Jambi 3ahun
'(11!
'! 3u$uan Khusus
a! -iketahuinya gambaran pengetahuan keluarga pasien tentang )ki*ofrenia yang berobat
di Unit 0awat Jalan 0umah )akit Jiwa 5ro,insi Jambi tahun '(11!
b! -iketahuinya gambaran sikap keluarga pasien tentang )ki*ofrenia yang berobat di Unit
0awat Jalan 0umah )akit Jiwa 5ro,insi Jambi tahun '(11!
D. Manfaat Penelitian
1! 6agi 0umah )akit Jiwa
-iharapkan sebagai masukan untuk bahan pertimbangan bagi 0umah )akit Jiwa Jambi
dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien )ki*ofrenia di 0umah )akit Jiwa
serta memberikan informasi atau pengetahuan kepada keluarga dalam menangani
pasien )ki*ofrenia!
'! 6agi /nstitusi 5endidikan
-iharapkan dapat menambah daftar ba%aan yang akan di$adikan referensi untuk
pengembangan penelitian!
3! 6agi 5eneliti )elan$utnya
.emahami pengetahuan tentang ski*ofrenia )ebagai aplikasi dari teori yang selama ini
diperoleh dari proses bela$ar menga$ar selama masa perkuliahan bagi peneliti
selan$utnya agar dapat melakukan penelitian lan$utan terhadap ,ariabel lain yang belum
di teliti dalam penelitian ini!
E. Ruang lingku enelitian
5enelitian ini menggunakan $enis penelitian Desriptif kuantitaif dengan
pendekatan cross sectional dengan tu$uan untuk melihat gambaran antara pengetahuan
dan sikap keluarga pasien tentang ski*ofrenia yang berobat di unit rawat $alan 0umah
)akit Jiwa 5ro,insi $ambi tahun '(11! -engan $umlah populasi sebanyak 1;(;
reponden dengan sampel sebanyak 93 responden! -imana yang men$adi responden
adalah keluarga pasien tentang ski*ofrenia yang berobat di unit rawat $alan rumah sakit
$iwa $ambi pada bulan $anuari+maret '(11! -engan tehnik pengambilan sampel
menggunakan teknik acsidental sampling! Untuk menganalisa data peneliti
menggunakan analisa uni,ariat! pengolahan datanya menggunakan komputerisasi!
5enelitian dilakukan pada bulan <ktober '(11 bertempat di unit rawat $alan rumah sakit
$iwa pro,insi $ambi!
BAB II
TIN!AUAN PU"TA#A
A. #$nse %asar ski&$frenia
'. Defenisi
)ki*ofrenia adalah suatu penyakit yang mempengaruhi otak dan menyebabkan
timbulnya pikiran, persepsi, gerakan, dan prilaku yang aneh dan terganggu (=idebe%k,
'((1#!
)ki*ofrenia sebagai penyakit neurologist yang mempengaruhi persepsi klien,
%ara berpikir, bahasa, emosi, dan prilaku sosialny (.elinda , '((1#!
)ki*ofrenia mengambarkan suatu kondisi psikotik yang kadang+kadang ditandai
dengan apatis, tidak mempunyai hasrat, asosial afek tumpul, dan alogia
(-ongoes,'((2#!
(. Eti$l$gi
a! 5ertimbangan umum
1# 5enyebab pasti dari ski*ofrenia masih belum $elas! Konsumen umum saat ini adalah
bahwa gangguan ini di sebabkan oleh interaksi yang kompleks antara berbagai faktor!
'# >aktor+faktor yang telah dipela$ari dan di implikasikan meliputi predisposisi genetika,
abnormalitas perkembagan saraf, abnormalitas struktur otak, ketidakseimbangan
neurokimia, dan proses psikososial dan lingkungan!
b! 5redisposisi genetika
1# .eskipun genetika merupakan faktor risiko yang signifikan, belum ada penanda
genetika tunggal yang diidentifikasi! Kemungkinan berbagai gen!
'# 5enelitian telah berfokus pada kromosom 6, 13, 11, dan ''! 0esiko ter$angkit
ski*ofrenia bila gangguan ini ada dalam keluarga adalah sebagai berikut ?
a! )atu orang tua yang terkena ? risiko 1'9 sampai 1"9
b! Kedua orang tua terkena penyakit ini ? risiko 3"9 sampai 399
%! )audara sekandung yang terkena ? risiko 19 sampai 1(9
d! Kembar di*igotik yang terkena ? risiko 1"9
e! Kembar mono*igotik yang terkena ? risiko "(9
%! 8bnormalitas perkembangan saraf
1! 5enelitian menun$ukan bahwa malformasi $anin minor yang ter$adi pada awal gestasi
berperan dalam manifestasi akhir dari ski*ofrenia
'! >aktor+faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan saraf dan diidentifikasi sebagai
resiko yang terus bartambah meliputi?
a# /ndi,idu yang ibunya terserang influen*a pada trimester kedua
b# /ndi,idu yang mengalami trauma atau %idera pada waktu dilahirkan
%# 5enganiayaan atau trauma di masa bayi atau masa kanak+kanak awal
d! 8bnormalitas struktur otak! 5ada beberapa subkelompok penderita ski*ofrenia, tehnik
pen%itraan otak ( @3, .0/,dan 5A3 # telah menun$ukan adanya abnormalitas pada
struktur otak yang meliputi ?
1! 5embesaran ,entrikel
'! 5enurunan aliran darah kotikal, terutama di korteks prefrontal
3! 5enurunan akti,itas metabolik di bagian+bagian otak tertentu
;! 8trofi serebri
e! Ketidakseimbangan neurokimia
1! -ulu penelitian berfokus pada hipotesis dopamin, yang menyatakan bahwa akti,itas
dopamin yang berlebihan di bagian kortikal otak, berkaitan dengan ge$ala positif dari
ski*ofrenia
'! 5enelitian terbaru menun$ukan pentingnya neurotransmiter lain, termasuk serotonin,
norepinefrin, glutamat , dan 4868
3! omeotastis, atau hubungan antarneurotransmiter, mungkin penting dibanding $umlah
relatif neurotransmiter tertentu
;! 3empat reseptor untuk neurotransmitter tertentu $uga penting ! 5erubahan $umlah dan
$enis reseptor dapat mempengaruhi tingkat neurotransmitter! <bat psikotropik dapat
mempengaruhi tempat ressptor neurotransmiter dan $uga neurotransmitter itu sendiri
(/saa%s, '(('#!
). Tan%a %an gejala
a! 4e$ala positif
alusinasi selalu ter$adi saat rangsangan terlalu kuat dan otak tidak mampu
menginterprestasikan dan merespon pesan atau rangsangan yang datang! Klien
ski*ofrenia mungkin mendengar suara+suara atau melihat sesuatu yang sebenarnya
tidak ada, atau mengalami suatu sensasi yang tidak biasa pada tubuhnya! Auditory
hallucinations, ge$ala yang biasanya timbul, yaitu klien merasakan ada suara dari
dalam dirinya! Kadang suara itu dirasakan menye$ukan hati, memberi kedamaian, tapi
kadang suara itu menyuruhnya melakukan sesuatu yang sangat berbahaya, seperti
bunuh diri (&osep, '((9#!
5enyesatan pikiran (delusi# adalah keper%ayaan yang kuat dalam
menginterprestasikan sesuatu yang kadang berlawanan dengan kenyataan! .isalnya,
pada penderita ski*ofrenia, lampu trafik di $alan raya yang berwarna merah+kuning+
hi$au, dianggap sebagai suatu isyarat dari luar angkasa! 6eberapa penderita ski*ofrenia
berubah men$adi paranoid! .ereka selalu merasa sedang diamat+amati, diintai, atau
hendak diserang (&osep, '((9#!
Kegagalan berpikir mengarah kepada masalah dimana klien ski*ofrenia tidak
mampu memproses dan mengatur pikirannya! Kebanyakan klien tidak mampu
memahami hubungan antara kenyataan dan logika! Karena klien ski*ofrenia tidak
mampu mengatur pikirannya membuat mereka berbi%ara se%ara serampangan dan
tidak bisa ditangkap se%ara logika! Ketidakmampuan dalam berpikir mengakibatkan
ketidakmampuan mengendalikan emosi dan perasaan! asilnya, kadang penderita
ski*ofrenia tertawa atau berbi%ara sendiri dengan keras tanpa memperdulikan
sekelilingnya (&osep, '((9#!
)emua itu membuat penderita ski*ofrenia tidak bisa memahami siapa dirinya!
-an tidak bisa mengerti apa itu manusia! -ia $uga tidak bisa mengerti kapan dia lahir,
dimana dia berada, dan sebagainya (&osep, '((9#!
b! 4e$ala negatif
Klien ski*ofrenia kehilangan moti,asi dan apatis berarti kehilangan energi dan
minat dalam hidup yang membuat klien men$adi orang yang malas! Karena klien
ski*ofrenia hanya memliki energi yang sedikit, mereka tidak bisa melakukan hal+hal
yang lain selain tidur dan makan! 5erasaan yang tumpul membuat emosi klien
ski*ofrenia men$adi datar, Klien ski*ofrenia tidak memiliki emosi apapun! 3api ini tidak
berarti bahwa pasien ski*ofrenia tidak bisa merasakan perasaan apapun! .ereka
mungkin bisa menerima pembaruan dan pengertian orang lain, tetapi tidak bisa
mengekspresikan perasaan mereka (&osep, '((9#!
-epresi yang tidak mengenal perasaan ingin ditolong dan berharap, selalu
men$adi bagian dari hidup klien ski*ofrenia! .ereka tidak merasa memilki perilaku yang
menyimpang, tidak bisa membina hubungan relasi dengan orang lain, dan tidak
mengenal %inta! 5erasaan depresi adalah sesuatu yang sangat menyakitkan!
-isamping itu, perubahan otak se%ara biologis $uga memberi adil dalam depresi (&osep,
'((9#
-epresi yang berkelan$utan akan membuat klien ski*ofrenia menarik diri dari
lingkungannya! mereka selalu merasa aman bila sendirian! -alam beberapa kasus,
ski*ofenia menyerang manusia usia muda antara 1" hingga 3( tahun, tetapi serangan
kebanyakan ter$adi pada usia ;( tahun ke atas! )ki*opfrenia bisa menyerang siapa sa$a
tanpa mengenal $enis kelamin, ras, maupum tingkat sosial ekonomi! -iperkirakan
penderita ski*offrenia sebanyak 19 dari $umlah manusia yang ada di bumi (&osep,
'((9#.
*. Perjalanan Pen+akit ski&$frenia
a# )ubkronik! )aat awal mulanya ganggguan, ketika pasien pertama menun$ukan tanda
gangguannya (termasuk fase prodromal, aktif, dan residual #sedikit banyak terus+
menerus dan kurang dari ' tahun tetapi sedikitnya ' bulan
b# Kronik! )ama seperti diatas, tetapi lebih dari ' tahun
%# )ubkronik dengan eksaserbasi akut! Kambuhnya kembali ge$ala psikotik yang
menon$ol pada pasien dengan per$alanan penyakitnya yang subkronik yang sudah
berada dalam fase residual
d# Kronik dengan eksaserbasi akut! Kambuhnya kembali ge$ala psikotik yang menon$ol
pada pasien dengan per$alanan penyakit yang kronik yang sudah berada dalam fase
residual
e# -alam remisi !6ila seorang pasien dengan riwayat ski*ofrenia men$adi bebas dari
segala ge$ala gangguannya (dengan atau tanpa medikasi #!7 dalam remisi 7 harus
di%atat demikian! .embedakan ski*ofrenia dalam remisi dan tidak adanya gangguan
$iwa membutuhkan pertimbangan dari semua taraf berfungsinya orang itu! Jarak waktu
se$ak episode terakhir gangguan itu, lamanya ter$adinya gangguan itu, dan
kemungkinan diberikannya pengobatan profilatik (harold l, 1991#!
,. !enis "ki&$frenia
a! )ki*ofrenia 5aranoid
1! @iri+%iri utamanya adalah waham yang sistematis atau halusinasi pendengaran
'! /ndi,idu ini dapat penuh %uriga, argumentatif, kasar, dan agresif!
3! 5erilaku kurang regresif, kerusakan so%ial lebih sedikit, dan prognosisnya lebih baik
disbanding $enis+$enis yang lain!
b! )ki*ofrenia hebefrenik (Disorganized schizophrenia#
1! @iri+%iri utamanya adalah per%akapan dan perilaku yang ka%au, serta efek yang datar
atau tidak tepat, gangguan asosiasi $uga banyak ter$adi
'! /ndi,idu tersebut $uga mempunyai sikap yang aneh, menun$ukan perilaku menarik diri
se%ara so%ial yang ekstrim, mengabaikan hygiene dan penampilan diri!
3! 8witan biasanya ter$adi sebelum usia '" tahun dan dapat bersifat kronis!
;! 5erilaku regresif, dengan interaksi so%ial ddan kontak dengan realitas yang buruk!
%! )ki*ofrenia katatonik
1! @iri+%iri utamanya ditandai dengan gangguan psikomotor, yang melibatkan imobilitas
atau $ustru akti,itas yang berlebihan
'! )tupor katatonik! /ndi,idu dapat menun$ukan ketidak aktifan, negati,isme, dan
kelenturan tubuh yang berlebihan ( postur abnormal #
3! Catatonic excitement melibatkan agitasi yang ekstrim dan dapat disertai dengan
ekolalia dan ekopraksia!
d! )ki*ofrenia yang tidak digolongkan
1! @iri+%iri utamanya adalah waham, halusinasi, per%akapan yang tidak koheren dan
perilaku yang ka%au
'! Klasifikasi ini digunakan bila kriteria untuk $enis lain tidak terpenuhi!
e! )ki*ofrenia residu
1! @iri+%iri utamanya adalah tidak adanya ge$ala akut saat ini, melainkan ter$adi di masa
lalu!
'! -apat ter$adi ge$ala+ge$ala negatif, seperti isolasi yang nyata, menarik diri dan
gangguan fungsi peran (isaa%s, '(('#!
-. Penatalaksanaan
a! 5ertimbangan umum
1! kontinuiitas perawatan merupakan hal yang penting! Klien dapat menerima
pengobatan diberbagai tempat, termasuk rumah sakit $iwa akut, rumah sakit $iwa $angka
pan$ang, dan program berbasis komunitas!
'! 3ingkat perawatan tergantung keparahan ge$ala dan ketersediaan dukungan dari
keluarga dan sosial! 5engobatan ini biasanya diberikan dilingkungan dengan sifat
restriktif yang paling minimal.
3! 5endekatan mana$emen kasus merupakan hal yang penting karena perawatan klien
pada umumnya ber$angka pan$ang! .embutuhkan ker$a sama dengan berbagai
penyedia layanan untuk memastikan pelayanan tersebut diberikan se%ara terkoordinasi!
b! ospitalisasi psikiatrik $angka pendek digunakan untuk menatalaksanaan ge$ala+
ge$ala akut dan memberikan lingkungan yang aman dan terstruktur serta berbagai
pengobatan, termasuk?
1! 5engobatan farmakologik dengan medikasi antispikotik (diagram obat 2+1#
'! .ana$emen lingkungan
3! terapi pendukung, yang pada umumnya berorientasi pada realitas dengan pendekatan
perilaku kognitif!
;! psikologi edukasi bagi klien dan keluarganya!
"! 0en%ana pemulangan dari rumah sakit untuk memastikan kontinuitas asuhan!
%! ospitalisasi psikiatri $angka pan$ang
1! ospitalisasi $angka pan$ang diberikan pada klien dengan ge$ala persisten yang dapat
membahayakan dirinya sendiri atau orang lain!
'! 3u$uan adalah menstabilkan dan memindahkan klien se%epat mungkin kelingkungan
yang kurang restriktif!
d! 5engobatan berbasis komunitas memberikan layanan berikut ini kepada klien dan
keluarganya?
1! 5erumahan bantuan .eliputi rumah transisi!
'! 5rogram draytreatment memberikan terapi kelompok, pelatihan keterampilan sosial,
penatalaksanaan pengobatan, dan sosialisasi dan rekreasi!
3! 3erapi pendukung melibatkan seseorang mana$er kasus dan se$umlah ahli terapi untuk
klien dan keluarganya!
;! 5rogram psikoedukasi bagi klien, keluarganya dan kelompok+kelompok masyarakat!
"! <utrea%h ser,i%es diadakan untuk menemukan kasus dan memberikan program
pengobatan pre,entif bagi indi,idu dan keluarga yang mengalami peningkatan resiko!
e! 0ehabilitasi psikososial
1! 0ehabilitasi psikososial menekankan perkembangan keterampilan dan dukungan yang
diperlukan untuk hidup, bela$ar dan beker$a dengan baik dikomunitas!
'! 5endekatan ini dapat men$adi bagian dari program pengobatan tempat pemberian
layanan! 5enggunaan gedung pertemuan tempat klien dapat berkumpul untuk beker$a
bersama dan bersosialisai sambil mempela$ari keterampilan yang diperlukan, dapat
men$adi bagian dari layanan masyarakat diberbagai tempat!
B. #$nse Dasar #eluarga
'. Pengertian
.enurut UU No!1(,199', Keluarga adalah unit terke%il dari masyarakat yang
terdiri dari suami+istri, atau suami+istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu
dan anaknya ()upra$itno, '((;?1#!
Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan
keterikatan aturan dan emosional dan indi,idu mempunyai peran masing+masing yang
merupakan bagian dari keluarga ()upra$itno, '((;?1#!
(. Tie keluarga .
a# Keluarga inti (nu%lear family# adalah keluarga yang terdiri ayah, ibu, dan anak yang di
peroleh dari keturunannya atau adopsi atau keduanya!
b# Keluarga besar (eBtended family# adalah keluarga inti ditambah anggota keluarga lain
yang masih mempunyai hubungan darah (kakek+nenek, paman+bibi# ()upra$itno, '((;#!
). "truktur keluarga
)truktur keluarga dapat mengambarkan bagaimana keluarga melaksanakan fungsi
keluarga di masyarakat sekitarnya! parad dan %aplan (196"# yang di adopsi oleh
friedman mengatakan ada empat elemen struktur keluarga, yaitu?
a! )truktur peran keluarga, mengambarkan peran masing+masing anggota keluarga dalam
keluarga sendiri dan perannya di lingkungan masyarakat atau peran formal dan
informal!
b! Nilai atau norma keluarga, mengambarkan nilai atau norma yang di pela$ari dan diyakini
oleh keluarga, khususnya yang berhubungan dengan kesehatan!
%! 5ola komunuikasi keluarga, mengambarkan bagaimana %ara dan pola komunikasi ayah+
ibu (orang tua#, orang tua dengan anak, anak dengan anak, dan anggota keluarga lain
(pada keluarga besar# dengan keluarga inti!
d! )truktur kekuatan keluarga, mengambarkan kekuatan kemampuan anggota keluarga
untuk memengaruhi dan mengendalikan orang lain untuk mengubah perilaku keluarga
yang mendukung kesehatan!
6erdasarkan kemampuan keluarga untuk pemenuhan kebutuhan dasar,
kebutuhan psikososial, kemampuan memenuhi ekonominya, dan aktualisasi keluarga di
masyarakat, serta memperhatikan perkembangan Negara /ndonesia menu$u Negara
industri, /ndonesia menginginkan terwu$udnya keluarga se$ahtera! -i indonesia keluarga
dikelompokkan men$adi lima tahap, yaitu?
1# Keluarga prase$ahtera adalah keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasar
se%ara minimal, yaitu kebutuhan penga$aran agama, pangan, sandang, papan, dan
kesehatan, atau keluarga yang belum dapat memenuhi salah satu lebih indi%ator
keluarga se$ahtera 3ahap 1!
'# Keluarga se$ahtera tahap 1 (K) 1# adalah keluarga yang telah dapat memenuhi
kebutuhan dasar se%ara minimal, tetapi belum dapat memenuhi keseluruhan kebutuhan
so%ial pskologisnya, yaitu kebutuhan pendidikan, keluarga beren%ana (K6#, interaksi
dalam keluarga, interaksi dengan linkungan tempat tinggal, dan transportasi!
3# Keluarga se$ahtera tahap // (K) //# adalah keluarga yang telah dapat memenuhi
kebutuhan dasar se%ara minimal serta telah memenuhi seluruh kebutuhan sosial
psikologisnya, yaitu kebutuhan untuk menabung dan memperoleh informasi!
;# Keluarga se$ahtera tahap /// (K) ///# adalah keluarga yang telah dapat memenuhi
seluruh kebutuhan dasar, kebutuhan sosial psikoslogis, dan kebutuhan pengembangan,
tetapi belum dapat memberikan sumbangan (kontribusi# yang maksimal terhadap
masyarakat se%ara teratur (dalam waktu tertentu# dalam bentuk material dan keuangan
untuk sosial kemasyarakatan, $uga berperan serta se%ara aktif dengan men$adi
pengurus lembaga kemasyarakatan atau yayasan sosial, keagamaaan, kesenian,
olahraga, pendidikan,dan lain sebagainya!
"# Keluarga se$ahtera tahap /// (K) /// plus# adalah keluarga yang telah dapat memenuhi
seluruh kebutuhannya, baik yang bersifat dasar, sosial psikologis, maupun
pengembangan, serta telah mampu memberikan sumbangan yang nyata dan
berkelan$utan bagi masyarakat!
*. /ungsi #elurga
)e%ara umum fungsi keluarga adalah sebagai berikut ?
a! >ungsi efektif (the effective function# adalah fungsi keluarga yang utama untuk
menga$arkan segala sesuatu untuk mempersiapkan anggota keluarga berhubungan
dengan orang lain! >ungsi ini dibutuhkan untuk perkembangan indi,idu dan psikososial
anggota keluarga!
b! >ungsi sosialisasi dan tempat bersosialisasi (socialization and social placement
funcition# adlah fungsi mengembangkan dan tempat melatih anak untuk berkehidupan
sosial sebelum meninggalkan rumah untuk berhubungan dengan orang lain di luar
rumah!
%! >ungsi reproduksi (the reproductive funcition# adalah fungsi untuk mempertahankan
generasi dan men$aga kelangsungan keluarga!
d! >ungsi ekonomi (the economic funcition#, yaitu keluarga berfungsi untuk memenuhi
kebutuhan keluarga se%ara ekonomi dan tempat untuk mengembangkan kemampuan
indi,idu meningkatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga!
e! >ungsi perawat atau pemeliharaan kesehatan (the healt care funcition#, yaitu fungsi
untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga agar tetap memiliki
produktifitas tinggi! >ungsi ini di kembangkan men$adi tugas keluarga di bidang
kesehatan!
Namun dengan berubahnya pola hidup agraris men$adi industrialis, fungsi
keluarga dikembangkan men$adi?
1# >ungsi ekonomi, yaitu keluarga diharapkan men$adi keluarga yang produktif yang
mampu menghasilkan nilai tambah ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya
keluarga!
'# >ungsi mendapatkan status sosial, yaitu keluarga yang dapat di lihat dan di kategorikan
strata sosialnya oleh keluarga lain yang berada di sekitarnya!
3# >ungsi pendidikan, yaitu keluarga yang mempunyai peran dan tanggung $awab yang
besar terhadap pendidikan anak+anaknya untuk menghadapi kehidupan dewasanya!
;# >ungsi sosialisasi bagi anaknya, yaitu orang tua atau keluarga diharapkan mampu
men%iptakan kehidupan sosial yang mirip dengan luar rumah!
"# >ungsi pemenuhan kesehatan, yaitu keluarga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan
kesehatan yang primer dalam rangka melindungi dan pen%egahan terhadap penyakit
yang mungkin dialami keluarga!
6# >ungsi reli$ius, yaitu keluarga merupakan tempat bela$ar tentang agama dan
mengamalkan a$aran keagamaan!
2# >ungsi rekreasi, yaitu keluarga merupakan tempat untuk melakukan kegiatan yang
dapat mengurangi ketegangan akibat berada di luar rumah!
1# >ungsi reproduksi, bukan hanya mengembangkan keturunan, tetapi $uga merupakan
tempat mengembangkan fungsi reproduksi se%ara uni,ersal (menyeluruh#, diantaranya?
sek sehat dan berkualitas, pendidikan seks bagi anak, dan yang lain!
9# >ungsi afeksi, yaitu keluarga merupakan tempat yang utama pemenuhan kebutuhan
psikososial sebelum anggota keluarga berada di luar rumah ()upra$itno, '((;#!
/ndonesia membagi fungsi men$adi delapan dengan bentuk operasional yang
dapat dilakukan oleh setiap keluarga,yaitu?
a! >ungsi Keagamaan
1! .embina normaCa$aran agama sebagai dasar dan tu$uan hidup seluruh anggota
keluarga !
'! .ener$emahkan a$aranCnorma agama kedalam tingkah laku hidup sehari+hari seluruh
anggota keluarga!
3! .emberikan %ontoh konkret dalam hidup sehari+hari dalam pengamalan dari a$aran
agama!
;! .elengkapi dan menambah proses kegiatan bela$ar anak tentang keagamaan yang
tidak atau kurang diperolehnya di sekolah dan di masyarakat!
"! .embina rasa, sikap, dan praktik kehidupan keluarga beragama sebagai fondasi
menu$u keluarga ke%il bahagia se$ahtera!
b! >ungsi 6udaya
1! .embina tugas+tugas keluarga sebagai lembaga untuk meneruskan norma+norma dan
budaya masyarakat dan bangsa yang ingin dipertahankan!
'! .embina tugas+tugas keluarga sebagai lembaga untuk menyaring norma dan budaya
asing yang tidak sesuai!
3! .embina tugas+tugas keluarga sebagai lembaga, anggotanya men%ari peme%ahan
masalah dari berbagai pengaruh negati,e globalisasi dunia!
;! .embina tugas+tugas keluarga sebagai lembaga yang anggotanya dapat berperilaku
yang baik (positif# sesuai dengan norma bangsa /ndonesia dalam menghadapi
tantamgan globalisasi!
"! .embina budaya keluarga yang sesuai, selaras, dan seimbang dengan budaya
masyarakatCbangsa untuk menun$ang terwu$udnya norma keluarga ke%il bahagia
se$ahtera!
%! >ungsi @inta Kasih
1! .enumbuh+kembangkan potensi kasih sayang yang telah ada antara anggota keluarga
(suami+istri+anak# ke dalam symbol+simbol nyata (u%apan, tingkah laku# se%ara optimal
dan terus menerus!
'! .embina tingkah laku saling menyayangi baik antara anggota keluarga maupun antara
keluarga yang satu dengan yang lainnya se%ara kuantitatif!
3! .embina praktik ke%intaan terhadap kehidupan duniawi dan ukhrowi dalam keluarga
se%ara serasi, selaras dan seimbang!
;! .embina rasa, sikap, dan praktik kehidupan keluarga yang mampu memberikan dan
menerima kasih sayang sebagai pola hidup ideal menu$u keluarga ke%il bahagia
se$ahtera!
d! >ungsi 5erlindungan
1! .emenuhi kebutuhan rasa aman anggota keluarga baik dari rasa tidak aman yang
timbul dari dalam maupun dari luar keluarga!
'! .embina keamanan keluarga baik fisik maupun psikis dari berbagai bentuk an%aman
dan tantangan yang datang dari luar!
3! .embina dan men$adikan stabilitas dan keamanan keluarga sebagai modal menu$u
keluarga ke%il bahagia se$ahtera!
e! >ungsi 0eproduksi
1! .embina kehidupan keluarga sebagai wahana pendidikan reproduksi sehat baik bagi
anggota keluarga maupun bagi keluarga sekitarnya!
'! .emberikan %ontoh pengalaman kaidah+kaidah pembentukan keluarga dalam hal usia,
pendewasaan fisik maupun mental!
3! .engamalkan kaidah+kaidah reproduksi sehat, baik yang berkaitan dengan waktu
melahirkan, $arak antara dua anak dari $umlah ideal anak yang diinginkan dalam
keluarga!
;! .engembangkan kehidupan reproduksi sehat sebagai modal yang kondusif menu$u
keluarga ke%il bahagia se$ahtera!
f! >ungsi )osialisasi
1! .enyadari, meren%anakan, dan men%iptakan lingkungan keluarga sebagai wahana
pendididikan dan sosialisasi anak yang pertama dan utama!
'! .enyadari, meren%anakan, dan men%iptakan kehidupan keluarga sebagai pusat tempat
anak dapat men%ari peme%ahan dari berbagai konflik dan permasalahan yang
di$umpainya, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat!
3! .embina proses pendidikan dan sosialisasi anak tentang hal+hal yang diperlukan untuk
meningkatkan kematangan dan kedewasaan (fisik dan mental#, yang tidakCkurang
diberikan oleh lingkungan sekolah maupun masyarakat!
;! .embina proses pendidikan dan sosialisasi yang ter$adi dalam keluarga sehingga tidak
sa$a dapat bermanfaat positif bagi anak, tetapi $uga bagi orang tua dalam rangka
perkembangan dan kematangan hidup bersama menu$u keluarga ke%il bahagia
se$ahtera!
g! >ungsi Akonomi
1! .elakukan kegiatan ekonomi baik di luar maupun di dalam lingkungan keluarga dalam
rangka menopang kelangsungan dan perkembangan kehidupan keluarga!
'! .engelola ekonomi keluarga sehingga ter$adi keserasian, keselarasan, dan
keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran keluarga!
3! .engatur waktu sehingga kegiatan orang tua di luar rumah dan perhatiannya terhadap
anggota keluarga ber$alan se%ara serasi, selaras, dan seimbang!
;! .embina kegiatan dan hasil ekonomi keluarga sebagai modal untuk mewu$udkan
keluarga ke%il bahagia se$ahtera!
h! >ungsi 5elestarian Dingkungan
1! membina kesadaran, sikap, dan prakti pelestarian lingkungan intern keluarga!
'! .embina kesadaran, sikap, dan praktik pelestarian lingkungan ekstern keluarga!
3! .embina kesadaran, sikap, dan praktik pelestarian lingkungan yang serasi, selaras,
dan seimbang antara lingkungan keluarga dengan lingkungan hidup masyarakat
sekitarnya!
;! .embina kesadaran, sikap, dan praktik pelestarian lingkungan hidup sebagai pola
hidup keluarga menu$u keluarga ke%il bahagia se$ahtera ()upra$itno, '((;#!
,. Tugas #eluarga Di Bi%ang #esehatan
E )esuai dengan fungsi pemeliharaan kesehatan, keluarga mempunyai tugas di
bidang kesehatan yang perlu dipahami dan dilakukan, meliputi?
a# .engenal masalah kesehatan keluarga! Kesehatan merupakan kebutuhan keluarga
yang tidak boleh diabaikan karena tanpa kesehatan segala sesuatu tidak akan berarti
dan arena kesehatan la kadang seluruh kekuatan sumber daya dan dana keluarga
habis! <rang tua perlu mengenal keadaan kesehatan dan perubahan+perubahan yang
di alami anggota keluarga! 5erubahan seke%il apapun yang dialami anggota se%ara
tidak lansung men$adi perhatian orang tuaCkeluarga! 8pabila menyadari adanya
perubahan keluarga, perlu di%atat kapan ter$adinya, perubahan apa yang ter$adi, dan
seberapa besar perubahannya!
b# .emutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga, tugas ini merupakan upaya
keluarga yang utama untuk men%ari pertolongan yang tepat sesuai dengan keadaan
keluarga, dengan pertimbangan siapa diantara keluarga yang mempunyai kemampuan
memutuskan untuk menentukan tindakan keluarga! 3indakan kesehatan yang dilakukan
oleh keluarga diharapkan tepa agar masalah kesehatan dapat dikurangi atau bahkan
teratasi! Jika keluarga mempunyai keterbatasan dapat meminta bantuan kepada orang
lain di lingkungan tinggal keluarga agar memperoleh bantuan!
%# .erawat keluarga yang mengalami gangguan kesehatan! )ering kali keluarga telah
mengambil tindakan yang tepat dan benar, tetapi keluarga memiliki keterbatasan yang
telah diketahui oleh keluarga sendiri! Jika demikian, anggota keluarga yang mengalami
gangguan kesehatan perlu memperoleh tindakan lan$utan atau perawatan agar
masalah yang lebih parah tidak ter$adi! 5erawatan dapat dilakukan di institusi
pelayanan kesehatan atau di rumah apabila keluarga telah memiliki kemampuan
melakukan tindakan pertolongan pertama!
d# .odifikasi lingkungan keluarga untuk men$amin kesehatan keluarga!
e# .emanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan di sekitarnya bagi keluarga ()upra$itno,
'((;#!
C. Pengetahuan
'. Pengertian
5engetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini ter$adi setelah orang melakukan
pengindraan terhadap suatu ob$ek tertentu! 5engindraan melalui pan%a indera manusia
melalui ? penglihatan, pendengaran, pen%iuman, raba dan rasa! )ebagian besar
pengetahuan manusia diperoleh dari mata dan telinga (Notoatmod$o, '((3#!
(. Pr$ses a%$si erilaku
0oger (192;# dalam Notoatmod$o (1992#, mengungkapkan bahwa sebelum
orang mengadopsi perilaku baru dalam diri orang tersebut ter$adi proses berurutan
yakni ?
a! Awareness, yakni orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui stimulus terlebih
dahulu!
b! Interest, yakni orang mulai tertarik kepada stimulus!
%! Evaluation, yakni menimbang : nimbang baik dan tidaknya stimulus tersebut bagi
dirinya, berarti sikap responden sudah lebih baik!
d! Trial, yakni orang telah mulai men%oba perilaku baru!
e! Adoption, yakni subyek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan kesadaran
dan sikapnya terhadap stimulus!
). Tingkat engetahuan
3ingkat pengetahuan menurut Notoatmod$o ('(("# antara lain?
a! 3ahu (now#
8dalah mengingat suatu materi yang telah dipela$ari sebelumnya, termasuk dalam
tingkatan pengetahuan ini adalah mengingat kembali (!ecall# terhadap suatu yang
spesifik dari seluruh bahan yang dipela$ari merupakan tingkat pengetahuan yang paling
rendah!
b! .emahami (Comprehension#
8dalah merupakan suatu kemampuan untuk men$elaskan se%ara benar tentang ob$ek
yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi tersebut se%ara benar!
%! 8plikasi (Application#
-iartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipela$ari pada
situasi atau kondisi nyata!
d! 8nalisis (Analysis#
.erupakan kemampuan untuk men$abarkan materi atau sesuatu ob$ek ke dalam
komponen : komponen, tapi masih dalam suatu struktur organisasi tersebut dan ada
kaitannya satu sama lain!
e! )intesis ("ynthesis#
Kemampuan untuk meletakkan dan menghubungkan bagian : bagian di dalam suatu
bentuk keseluruhan yang baru, dengan kata lain sintesis ini suatu kemampuan untuk
menyusun, meren%anakan, meringkas, menyesuaikan, dan sebagainya terhadap suatu
teori atau rumusan yang telah ada!
f! A,aluasi (Evaluation#
A,aluasi berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan $ustifikasi atau penilaian
terhadap suatu materi atau obyek!
5otter dan 5erry ('(("# mengemukakan bahwa hal : hal yang mempengaruhi
tingkat pengetahuan adalah tahap perkembangan, latar belakang pendidikan dan
pengalaman masa lalu! Kemampuan kognitif seseorang dibentuk dari %ara berpikir
seseorang dan selalu berhubungan dengan tahap perkembangan indi,idu! Datar
belakang pendidikan seseorang akan menentukan %aranya mengerti masalah yang
dihadapi!
*. Cara memer$leh engetahuan
@ara memperoleh pengetahuan yang dikutip dari Notoatmod$o ,'((3?11 adalah
sebagai berikut ?
a! @ara kuno untuk memperoleh pengetahuan
1! @ara %oba salah (3rial and Arror#
@ara ini telah dipakai orang sebelum kebudayaan, bahkan mungkin sebelum adanya
peradaban! @ara %oba salah ini dilakukan dengan menggunakan dalam meme%ahkan
masalah dan apabila kemungkinan itu tidak berhasil maka di%oba! Kemungkinan yang
lain tidak sampai masalah tersebut dapat dipe%ahkan!
'! @ara kekuasaan atau otoritas
)umber pegetahuan %ara ini dapat berubah pemimpin+pimpinan masyarakat baik formal
ataupun informal, ahli agama, pemegang pemerintah,dan berbagai prinsip orang lain
yang menerima mempunyai yang dikemukakan oleh orang yang memppunyain otoritas,
tanpa mengu$i terlebih dahulu atau membuktikan kebenarannya baik berdasarkan fakta
empiris maupun penalaran sendiri!
3! 6erdasarkan pengalaman pribadi
5engalaman pribadipun dapat digunakan sebagai upaya memperoleh pengetahuan
dengan %ara mengulang kembali pengalaman yang pernah diperoleh dalam
meme%ahkan permasalahan yang dihadapi masa lalu!
b! @ara modern dalam memperoleh pengetahuan
@ara ini disebut metode penelitian ilmiah atau lebih populer disebut metodelogi
penelitian! @ara ini mula+mula dikembangkan oleh fran%is ba%on (1"61+16'6#,
kemudian dikembangkan oleh -eobold =an -a,en! 8khirnya lahir suatu %ara untuk
melakukan penelitian yang dewasa ini kita kenal dengan penelitian ilmiah!
,. Cara mengukur engetahuan
5engukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawan%ara atau angket yang
menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur dari sab$ek penelitian atau responden
dapat dilihat dari hasil penngisian kuesioner tentang apa yang maksud dengan segala
sesuatu mengenai ski*ofrenia meliputi defenisi, tanda dan ge$ala, ge$ala umum
ski*ofrenia, $enis ski*ofrenia, etiologinya (Notoatmod$o, '((2#!
.enurut 8rikunto ('((6# pengetahuan seseorang diketahui dan
diinterprestasikan dengan skala yang bersifat kualitatif, yaitu ?
a! 6aik ? asil presentase 269 + 1((9
b! @ukup ? asil presentase "69 + 2"9
%! Kurang ? asil presentase F "69
D. "ika
'. Pengertian
)ikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang
terhadap suatu stimulus atau ob$ek (Notoatmod$o, '((3#!
a! Komponen pokok sikap
8llport dalam Notoatmod$o ('((3# men$elaskan bahwa sikap mempunyai komponen
pokok ?
1# Keper%ayaan, ide, konsep terhadap suatu ob$ek!
'# Kehidupan emosional atau e,aluasi terhadap suatu ob$ek
3# Ke%endrungan untuk bertindak
b! 6erbagai tingkatan sikap
)ikap terdiri dari berbagai tingkatan ?
1# .enerima (receiving#
.enerima diartikan bahwa orang (sub$ek# mau dan memperhatikan sab$ek yang
diberikan ob$ek!
'# .erespon (!esponding#
.emberikan $awaban apabila ditannya, menger$akan dan menyelesaikan tugas yang
diberikan adalah suatu indikasi dari sikap!
3# .enghargai (#aluing#
.enga$ak orang lain untuk meger$akan atau mendiskusikan suatu masalah adalah
suatu indikasi sikap tingkat tiga!
;# 6ertanggung $awab (!esponsi$le#
6ertanggung $awab atas segala sesuatau yang telah dipilihnya dengan segala resiko
merupakan sikap yang paling tinggi!
%! 5raktek atau tindakan
)uatu sikap belum otomatis terwu$ud dalam suatu tindakan, untuk mewu$udkan
sikap men$adi suatu perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung antara lain adalah
fasilitas dan support (dukungan#! 5raktek ini mempunyai beberapa tingkatan ?
1# 5ersepsi (%erception#
.engenal dan memilih berbagai ob$ek sehubungan dengan tindakan yang akan diambil!
'# 0espon terpimpin (guided response#
-apat melakukan sesuatu sesuai dengan urutan yang benar dan sesuai dengan
%ontoh!
3# .ekanisme (&ecanisme#
8pabila seseorang telah dapat melakukan sesuatu dengan %ara yang benar se%ara
otomatis atau sesuatu itu sudah merupakan kebiasaan!
;# 8dopsi (adoption#
)uatu praktek atau tindakan yang sudah berkembang dengan baik!
(. Cara mem0entuk sika
5roses+proses yang dapat membentuk sikap adalah afektif dan perilaku! 5roses
afektif dikemukakan oleh Ganna, Kiesler, dan 5ilkonis (192(# dapat membentuk sikap
pada indi,idu! )edangkan 6em (192'# mengemukakan bahwa perilaku sebelumnya
dapat mempengaruhi sikap! 5endapat 6em ini lebih %enderung dikenal dengan self
perception, yaitu indi,idu %enderung akan menun$ukkan sikap sesuai dengan perilaku
sebelumnya!
.enurut pandangan 6em dalam self perception theory orang bersikap positif
atau negatif terhadap suatu obyek sikap dibentuk melalui pengamatan pada perilaku dia
sendiri!
). Cara engukuran sika
)e%ara umum sikap dapat di ukur dengan menggunakan skala Dikert! )kala ini
biasa digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang tentang ge$ala
atau masalah yang ada di masyarakat atau yang dialaminya! 6entuk pernyataan sikap
antara lain sangat setu$u, tidak setu$u, dan sangat tidak setu$u (idayat, '((1#!