Anda di halaman 1dari 8

SISTEM KOMUNIKASI SATELIT

1. Pengertian
Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi
tertentu. Terdapat 3 jenis satelit yaitu :
1. Satelit Alami adalah benda-benda luar angkasa bukan buatan manusia yang
mengorbit sebuah planet atau benda lain yang lebih besar daripada dirinya, seperti
misalnya, Bulan adalah satelit alami Bumi.
Sebenarnya terminologi ini berlaku juga bagi planet yang mengelilingi sebuah
bintang, atau bahkan sebuah bintang yang mengelilingi pusat galaksi, tetapi jarang
digunakan. Bumi sendiri sebenarnya merupakan satelit alami Matahari.
2. Satelit Buatan adalah benda buatan manusia yang beredar mengelilingi benda lain,
misalnya satelit Palapa yang mengelilingi Bumi.
3. Satelit Komunikasi adalah sebuah satelit buatan yang ditempatkan di angkasa
dengan tujuan telekomunikasi. Satelit komunikasi modern menggunakan orbit
geosynchronous, orbit Molniya atau orbit Bumi rendah.
ntuk pelayanan tetap, satelit komunikasi menyediakan sebuah teknologi tambahan
bagi kabel komunikasi kapal selam optik !iber. ntuk aplikasi bergerak, seperti komunikasi
ke kapal laut dan pesa"at terbang di mana aplikasi teknologi lain seperti kabel, tidak praktis
atau tidak mungkin digunakan.
2. Prinsip Kerja Komunikasi Sateit
Prinsip dasar komunikasi satelit adalah sistem komunikasi radio dengan satelit
sabagai stasiun pengulang. #on!igurasi suatu sistem komunikasi satelit terbagi atas dua
bagian, yaitu ruas bumi $ground segment% dan ruas angkasa $spa&e segment%. 'uas bumi
terdiri dari beberapa stasiun bumi yang ber!ungsi sebagai stasiun bumi pengirim dan
stasiun bumi penerima, sedangkan ruas angkasa berupa satelit yang menerima sinyal yang
dipan&arkan dari stasiun bumi pengirim, kemudian memperkuatnya dan mengirimkan
sinyal tersebut ke stasiun bumi penerima.
Pada sistem komunikasi satelit yang menggunakan orbit geosinkron, jarak yang
harus ditempuh sangat jauh, yaitu sekitar 3(.))) km. *al ini menyebabkan redaman
lintasan menjadi sangat besar, sehingga level daya terima sangat lemah. ntuk mengatasi
masalah ini, diperlukan peralatan yang mempunyai kehandalan tinggi, baik dari segmen
angkasa maupun segmen bumi.
3. !enis"!enis Or#it Sateit
Banyak satelit dikategorikan atas ketinggian orbitnya, meskipun sebuah satelit bisa
mengorbit dengan ketinggian berapa pun.
+. ,rbit 'endah $Low Earth Orbit, -.,%: 3)) - +/))km di atas permukaan bumi.
0. ,rbit Menengah $Medium Earth Orbit, M.,%: +/)) - 3())) km.
3. ,rbit 1eostasioner $Geostationary Orbit, 1.,%: 3/23) km di atas permukaan Bumi.
3.1. LEO S$stem
,rbit bumi rendah $Low Earth Orbit, -.,% adalah sebuah orbit sekitar
Bumi antara atmos!er dan sabuk radiasi Van Allen, dengan sebuah sudut inklinasi
rendah. Batasan ini tidak dide!inisikan se&ara pasti, tetapi biasanya sekitar 3))-
+/)) km. ,rbit ini biasanya berada di ba"ah intermediate circular orbit $45,%
dan jauh di ba"ah orbit geostationary. ,rbit lebih rendah dari sini tidak stabil dan
akan turun se&ara &epat karena gesekan atmos!er. ,rbit yang lebih tinggi dari orbit
ini merupakan subyek dari kegagalan elektronik a"al karena radiasi yang kuat dan
pengumpulan muatan. ,rbit dengan sebuah sudut inklinasi yang lebih tinggi
biasanya disebut orbit polar. ,bjek di orbit Bumi rendah bertemu gas atmos!er di
thermosphere $sekitar 6)-/)) km di atas% atau eosphere $kira-kira /)) km ke
atas%, tergantung dari ketinggian orbit.
3.2. MEO S$stem
Benda yang berada di orbit menengah $M.,, Medium Earth Orbit% berada
pada ketinggian /./))-3(.))) km. Sistem satelit navigasi 1PS $global positioning
system% milik 7merika Serikat dan 1-,87SS $global na!igation satellite system%
milik 'usia menempati orbit menengah ini, sekitar +6.)))-0).))) km dari Bumi.
3.3. Sateit %eostasioner
Orbit Geostasioner adalah orbit geosinkron yang berada tepat di atas ekuator
Bumi $)9 lintang%, dengan eksentrisitas orbital sama dengan nol. :ari permukaan
Bumi, objek yang berada di orbit geostasioner akan tampak diam $tidak bergerak%
di angkasa karena periode orbit objek tersebut mengelilingi Bumi sama dengan
periode rotasi Bumi. ,rbit ini sangat diminati oleh operator-operator satelit
buatan $termasuk satelit komunikasi dan televisi%. #arena letaknya konstan pada
lintang )9, lokasi satelit hanya dibedakan oleh letaknya di bujurBumi. ,rbit
geosinkron $1.,, Geosynchronous Earth Orbit% berada pada ketinggian 3(.)))
km. Periode orbitnya 0; jam, sama dengan orbit Bumi mengelilingi Matahari.
Satelit telekomunikasi dan pengamat &ua&a umumnya ada di sini. Satelit 1.,
dengan inklinasi $sudut kemiringan terhadap bidang ekuator% nol derajat dan
dikontrol terus $seperti pada satelit telekomunikasi% bisa berada pada titik
stasioner, sehingga orbitnya disebut geostationer orbit $1S,%.
;. Menentukan #etinggian Satelit
Se&ara teori gerak dinamika suatu orbit lingkaran pada ketinggian h diatas tanah.
<ika kelilingnya 0pi$a=h% dimana a>(32+ km adalah jari jari bumi pergerakan dalam sebuah
lingkaran maka ke&epatan > konstan sehingga "aktu dalam satu orbit. :imana dari
mekanika gaya sentripental pada sebuah satelit dengan massa M adalah :
ntuk per&epatan gravitasi $g% dimana diperoleh persamaan sebagai berikut :
Sehingga diperoleh rumus ketinggian $h% :
/. Parameter #omunikasi Satelit
/.+. 8oise
8oise se&ara umum dide!enisikan sebagai bentuk signal yang tidak
diinginkan pada sirkuit telekomunikasi. 7da ; $empat% kategori noise yang
perlu kita ketahui :
+. Thermal noise
0. 4ntermodulation noise
3. 5rosstalk
;. 4mpulse noise
1. Thermal 8oise
Thermal noise adalah noise yang mun&ul pada setiap media transmisi dan pada
setiap perangkat telekomunikasi sebagai akibat dari gerakan elektron se&ara a&ak. 8iose
ini mempunyai si!at menyebar merata ke seluruh band !rekuensi. Setiap komponen
pada perangkat dan setiap media transmisi selalu memberikan kontribusi thermal noise
pada sistem, jika bekerja pada temperatur di atas temperatur mutlak. Besaran noise ini
biasanya dinyatakan dalam derajat #elvin. #arena penyebarannya merata pada seluruh
band !rekuensi, maka noise ini dinamakan ?hite noise. Besarnya thermal noise
dirumuskan sebagai berikut:
P n = k . T (W/Hz)
:i mana :
# > konstanta bolt@man > +,36)3 A +)
B03
<C9#
T > temperatur mutlak > #
'umus di atas menyatakan bah"a thermal noise berbanding lurus dengan
band"idth dan temperatur. Pada band"idth tertentu thermal noise menjadi :
Pn = k . T . B Watt
2. Intermo&uation noise
4ntermodulation noise ditimbulkan oleh intermodulation produ&t. <ika kita
memasukkan 0 !rekuensi, !+ dan !0 pada sebuah komponen non linier, maka pada
output akan terdapat !rekuensi spurious. Drekuensi spurious ini dapat mun&ul di dalam
atau di luar !rekuensi perangkat yang bersangkutan.
Se&ond order : !+ E !0
Third order : !+ E 0!0 F 0!+ E !0
Dourth order : 0!+ E 0!0 F 3!+ E !0
3. 'rosstak
5rosstalk adalah pengkopelan yang tidak kita inginkan pada jalur signal. 5rosstalk
ada 0 ma&am, yaitu :
a% 8ear end &rosstalk
b% Dar end &rosstalk
#edua &rosstalk tersebut besarnya harus G ;3 dB untuk -ong :istan&e 5ir&uit
dan G /6 dB untuk kabel dari langganan ke sentral.
(. Signa to noise ratio )S*N+
Teknisi transmisi lebih sering berurusan dengan signal to noise ratio $SC8%
dibandingkan dengan kriteria lain. SC8 adalah perbandingan level signal dengan level noise
yang dinyatakan dalam dB.
S / N = 10 log D a y a s i g n al (W a tt )
dB
Noise(Watt)
,. %*T )-igure o. Merite+
1ain to 8oise Temperatur 'atio $1CT% merupakan ukuran penampilan baik
buruknya $pe!orman&e% sistem penerimaan pada suatu SB. Se&ara matematik 1CT
dirumuskan sebagai berikut :
%*T / % a i n an t e na ) &0+
Temperature sistem )9K+
:i mana :
1 > penguatan antena 'H
T > temperature sistem $antena C -87 C re&evier%
Semakin besar 1CT, berarti semakin sensiti! dan semakin baik kualitas
penerimaannya. ntuk mendapatkan harga 1CT yang besar dapat dilakukan dengan
&ara :
I Memperbesar penguatan antena
I Menggunakan penerima dengan temeratur derau yang rendah $semakin ke&il
temperatur -87, semakin baik mutu penerimaannya%
1. EI2P )E..e3ti.e Isotropi3 2a&iate& Po4er+
.4'P adalah besarnya daya suatu &arrier yang dipan&arkan oleh suatu antena,
satuannya dinyatakan dalam dB ?att. *arga .4'P adalah hasil penjumlahan antara daya
keluaran *P7 dengan penguatan antena dikurangi dengan redaman 4D- $4nter!a&ility
-ink%. Besarnya .4'P dapat dirumuskan sebagai berikut :
EI2P / P out 5PA )&04+ 6 % antena )&0+ 7 oss I-L )&0+