Anda di halaman 1dari 13

KONSEP WARIS PERSPEKTIF

HADITS
Oleh: Farhan ibn Ahmadi

PENDAHULUAN

Hukum waris menduduki tempat amat penting dalam Hukum Islam. Sedemikian
pentingnya kedudukan hukum waris Islam dalam hukum Islam dapat disimpulkan dari
hadits Nabi riwayat Ibnu Majah dan Addaraquthni:
‫ن أ َِبي‬ ِ ْ ‫مَر ب‬ َ ‫ع‬ ُ ‫ن‬ ُ ْ‫ص ب‬ ُ ‫ف‬ ْ ‫ح‬ َ ‫حدّث ََنا‬
َ ‫ي‬ ّ ‫م‬ ِ ‫حَزا‬ ِ ْ ‫ر ال‬ ِ ‫ذ‬ ِ ْ ‫من‬ُ ْ ‫ن ال‬ُ ْ‫م ب‬ ُ ‫هي‬ ِ ‫حدّث ََنا إ ِب َْرا‬ َ
‫ل‬َ ‫قا‬َ ‫ل‬ َ ‫قا‬ َ َ‫هَري َْرة‬ ُ ‫ن أ َِبي‬ ْ ‫ع‬َ ‫ج‬ ِ ‫عَر‬ ْ َ ‫ن اْل‬ ْ ‫ع‬ َ ‫حدّث ََنا أ َُبو الّزَناِد‬ َ ‫ف‬ ِ ‫طا‬ َ ‫ع‬ ِ ْ ‫ال‬
‫ض‬َ ِ ‫فَرائ‬ َ ْ ‫موا ال‬ ُ ّ ‫عل‬
َ َ ‫هَري َْرةَ ت‬ُ ‫م َيا أ ََبا‬ َ ّ ‫سل‬ َ ‫و‬ َ ‫ه‬ ِ ْ ‫عل َي‬َ ‫ه‬ ُ ّ ‫صّلى الل‬ َ ‫ه‬ ِ ّ ‫ل الل‬ ُ ‫سو‬ ُ ‫َر‬
َ ‫ه‬
‫ن‬
ْ ‫م‬ِ ‫ع‬ ُ ‫ء ي ُن َْز‬
ٍ ‫ي‬ ْ ‫ش‬ َ ‫ل‬ ُ ‫و‬ّ ‫وأ‬ َ ُ ‫و‬َ ‫سى‬ َ ْ ‫و ي ُن‬ َ ‫ه‬ُ ‫و‬َ ِ ‫عل ْم‬ ِ ْ ‫ف ال‬ ُ ‫ص‬ ْ ِ‫ه ن‬ُ ّ ‫فإ ِن‬ َ ‫ها‬ َ ‫مو‬ ُ ّ ‫عل‬َ ‫و‬ َ
‫مِتي‬ ُ
ّ ‫أ‬
Pelajarilah faraidl (hukum waris) dan ajarkanlah kepada orang banyak, karena
faraidl adalah separoh ilmu dan mudah dilupakan serta merupakan ilmu yang pertama
kali hilang dari umatku.1

Islam telah memberikan ketentuan-ketentuan dalam pembagian harta pusaka


dalam al-Quran dan Hadits, sehingga bagi umat Islam diwajibkan untuk mengetahui
dan mengamalkannya. Dalam makalah ini, akan dipaparkan hal-hal yang berkaitan
dengan harta warisan dan ketentuan-ketentuannya yang berdasarkan pada hukum Islam,
sehingga dapat diketahui dan dapat diamalkan.

1
Lihat software al-Maktabah al- Syameelah, Sunan Ibnu Majah, Bab Pembahasan Mempelajari Faraidh,
juz 8, hlm. 196

1
PEMBAHASAN

A. Pengantar Ilmu Faraidh


Al-faraidh adalah kata jamak dari al-faridhoh yang artinya "bagian yang
ditentukan kadarnya". Faraidh dalam arti mawarits, hokum waris-mewaris, dimaksud
sebagai bagian, atau ketentuan yang diperoleh oleh ahli waris menurut ketentuan syara'.
Adapun kata al-mawarits, adalah jamak dari kata mirots. Dan yang dimaksud al-
mirotsu, demikian pula al-irtsu, wirtsy, wirotsah dan turots, yang diartikan dengan al-
murutsu adalah harta peninggalan dari orang yang meninggal untuk ahli waritsnya.
Secara singkatnya, ilmu faraidh dapat didefinisikan sewbagi ilmu pengetahuan
yang mempelajari tentang ketentuan-ketentuan harta pusaka bagi ahli waris. Orang
yang meninggalkan harta tersebut dinamakan al-muwaritsu, sedang ahli waris disebut
dengan al-waritsu.2

B. Prinsip-prinsip Hukum Waris Islam3


Dalam hukum waris Islam, terdapat prinsip-prinsip sebagai berikut.
a. Prinsip Ijbari, yaitu bahwa peraliban harta seseorang yang telah meninggal dunia
kepada yang masih hidup berlaku dengan sendirinya.
b. Prinsip Individual, yaitu bahwa harta warisan dapat dibagi-bagikan kepada ahli
waris untuk dimiliki secara perseorangan.
c. Prinsip Bilateral, artinya bahwa baik laki-laki maupun perempuan dapat mewaris
dari kedua belah pihak garis kekerabatan, atau dengan kata lain jenis kelamin bukan
merupakan penghalang untuk mewarisi atau diwarisi.
d. Prinsip kewarisan hanya karena kematian, yakni bahwa peralihan harta seseorang
kepada orang lain dengan sebutan kewarisan berlaku setelah yang mempunyai harta
tersebut meninggal dunia. Dengan demikian, tidak ada pembagian warisan
sepanjang pewaris masih hidup.

2
Zakiah Daradjat, Ilmu Fiqh Jilid III (Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf, 1995), hlm. 1-3
3
www. Google.com diakses pada tanggal 9 Mei 2009

2
C. Sebab-sebab Terjadinya Warisan4
a. Hubungan Nasab (Darah), seperti ayah, ibu, anak, saudara, paman, kakek dan nenek
b. Hubungan Perkawinan, yang terdiri dari duda atau janda. Perkawinan yang sah
menimbulkan hubungan kewarisan. Jika seorang suami meninggal dunia maka
isteri atau jandanya mewarisi harta suaminya, dan demikian pula sebaliknya.
Apabila semua ahli waris ada, maka yang berhak mendapat warisan hanyalah :
anak, ayah, ibu, suami atau istri.

E.Manawi'ul Irtsi
Yang dimaksud Manawi'ul Irtsi ialah penghalang terlaksananya waris-mewarisi.
Keadaan yang menyebabkan seorang ahli waris tidak dapat memperoleh harta warisan
ialah:
1. Perbudakan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin berkata: "Budak adalah manusia yang
tidak memiliki wewenang sendiri, tetapi dia dimiliki, boleh dijual, boleh dihibahkan
dan diwaris. Dia dikuasai dan tidak memiliki kekuasaan. Adapun (yang menjadi) sebab
dia tidak mendapatkan warisan, karena Allah membagikan harta waris kepada orang
yang berwenang memiliki sesuatu, sedangkan dia (budak) tidak memiliki wewenang.
Rasulullah bersabda:
Dan barangsiapa membeli budak sedangkan budak itu memiliki harta, maka
hartanya milik si penjual, kecuali bila pembeli membuat syarat. [Hadits Riwayat
Bukhari 2/838 dan Muslim 3/1173]
Selanjutnya beliau berkata : Jika dia tidak berhak memiliki, maka tidak berhak
mewarisi, sebab bila dia mewarisi, maka akan beralih kepemilikannya kepada
pemiliknya. [Lihat Tashilul Fara'id : 21]5
2. Pembunuhan
Rasulullah bersabda:
Siapa yang membunuh seseorang, ia tidak dapat mewarisi dari terbunuh itu,
sekalippun orang yang terbunuh itu tidak mempunyai ahli waris kecuali si
pembunuh itu saja, apabila si pembunuh itu orang tuanya atau anaknya, si
pembunuh tidak berhak menerima harta warisan. [HR Ahmad dari Umar]6

4
www. Google.com
5
http://www.indonesiaindonesia.com/ diakses pada tanggal 9 Mei 2009
6
Zakiah Daradjat, Ilmu Fiqh Jilid III , hlm. 21

3
3. Berlainan agama

‫ن‬ْ ‫ع‬
َ ‫ب‬ ٍ ‫ها‬ َ ‫ش‬ ِ ‫ن‬ ِ ْ ‫ن اب‬ ْ ‫ع‬ َ ‫ج‬ ٍ ْ ‫جَري‬
ُ ‫ن‬ ِ ْ ‫ن اب‬ْ ‫ع‬ َ ٍ ‫صم‬ ِ ‫عا‬ َ ‫حدّث ََنا أ َُبو‬ َ
ُ
‫ن‬ ِ ْ‫ة ب‬ َ ‫م‬
َ ‫سا‬ َ ‫نأ‬ ْ ‫ع‬ َ ‫ن‬ َ ‫ما‬ َ ْ ‫عث‬
ُ ‫ن‬ ِ ْ ‫رو ب‬ ِ ‫م‬ ْ ‫ع‬ َ ‫ن‬ ْ ‫ع‬ َ ‫ن‬ ٍ ْ ‫سي‬ َ ‫ح‬ ُ ‫ن‬ ِ ْ‫ي ب‬
ّ ِ ‫عل‬ َ
‫م‬ ّ َ ّ ّ َ ّ
َ ‫سل‬ َ ‫و‬ َ ‫ه‬ ِ ْ ‫علي‬ َ ‫ه‬ ُ ‫صلى الل‬ َ ‫ي‬ ّ ِ ‫ن الن ّب‬ ّ ‫ما أ‬ َ ‫ه‬ ُ ْ ‫عن‬
َ ‫ه‬ ُ ‫ي الل‬ َ ‫ض‬ ِ ‫د َر‬ٍ ْ ‫َزي‬
‫م‬َ ِ ‫سل‬ ْ ‫م‬ ُ ْ ‫فُر ال‬ َ ْ ‫وَل ال‬
ِ ‫كا‬ َ ‫فَر‬ ِ ‫كا‬ َ ْ ‫م ال‬ ُ ِ ‫سل‬ ْ ‫م‬ ُ ْ ‫ث ال‬ ُ ‫ر‬ ِ َ ‫ل َل ي‬َ ‫قا‬ َ
Seorang muslim tidak akan mewaris dari seorang kafir, dan seorang kafir tidak
akan mewaris dari seorang muslim.7

4. Berlainan negara

Berlainan negeri, yang berarti berlainan tempat, tetapi negeri-negeri itu adalah
negeri Islam, tidak menjadi penghalang untuk memperoleh harta warisan.

Bagaimana apabila berlainan bagi orang yang bukan muslim?

Menurut madzhab Hanafi dan Syafi'i, keadaan tersebut menjadi penghalang.


Dalam hal ini ialah apabila tidak ada ishmah antara dua negeri itu dan keduanya
saling memandang halal memerangi yang lain di samping itu tidak ada hubungan
persahabatan. Sedang negeri-negeri Islam dianggap satu negara saja. Menurut
madzhab Maliki, Ahmad, dan ahludzdzohir, berlainan negeri bagi orang yang
bukan Islam tidak menghalangi mereka untuk saling mewarisi.8

F. Bagian-Bagian Bagi Ahli Waris Perspektif Hadits

1. Bagian bagi anak perempuan

‫ن‬
ُ ْ‫ه ب‬ ِ ّ ‫عب َي ْدُ الل‬ ُ ‫خب ََرَنا‬ ْ َ‫ي أ‬ ّ ‫د‬ ِ ‫ع‬َ ‫ن‬ ُ ْ ‫رّياءُ ب‬ ِ َ ‫حدّث َِني َزك‬ َ ‫د‬ ٍ ْ ‫مي‬ َ ‫ح‬ ُ ‫ن‬ ُ ْ ‫عب ْدُ ب‬ َ ‫حدّث ََنا‬ َ
‫ه‬
ِ ّ ‫ل‬ ‫ال‬ ‫د‬
ِ ْ ‫ب‬ ‫ع‬
َ ‫ن‬ ‫ب‬ ‫ر‬ ‫ب‬ ‫جا‬ ‫ن‬ ‫ع‬
َ ‫ل‬ ‫قي‬ِ ‫ع‬
َ ‫ن‬ ‫ب‬ ‫د‬ ‫م‬ ‫ح‬ ‫م‬ ‫ن‬ ‫ب‬ ‫ه‬ ّ ‫ل‬ ‫ال‬ ‫د‬ ‫ب‬ ‫ع‬
َ ‫ن‬ ‫ع‬
َ ‫رو‬ ‫م‬ ‫ع‬
َ
ِ ْ ِ ِ َ ْ ٍ ِ ْ ِ ّ َ ُ ِ ْ ِ َ ِ ْ ْ ٍ ْ
‫ل‬ ‫سو‬ ‫ر‬ ‫لى‬ َ ‫إ‬ ‫د‬ ‫ع‬ ‫س‬ ‫ن‬
ِ ٍ ْ َ ْ ِ َ ْ َ َ ْ ِ ِ ِ ّ ‫م‬ ‫ها‬ ‫ي‬‫ت‬ ‫ن‬ ‫ب‬ ‫با‬ ‫ع‬ ‫بي‬ ‫ر‬ ‫ال‬ ‫ن‬ ‫ب‬ ‫د‬ ‫ع‬ ‫س‬ ُ ‫ة‬ ‫أ‬ ‫ر‬
َ ْ ْ َ َ ‫ل‬
‫م‬ ‫ا‬ ‫ت‬ ‫ء‬ ‫جا‬ َ ‫قا‬ َ
ِ ُ َ ِ ْ ِ ْ َ
‫د‬
ِ ‫ع‬
ْ ‫س‬َ ‫ن اب ْن ََتا‬ ِ ‫هاَتا‬ َ ‫ه‬ ِ ّ ‫ل الل‬ َ ‫سو‬ ُ ‫ت َيا َر‬ ْ َ ‫قال‬ َ ‫ف‬ َ ‫م‬ َ ّ ‫سل‬ َ ‫و‬ َ ‫ه‬ ِ ْ ‫عل َي‬ َ ‫ه‬ ُ ّ ‫صّلى الل‬ َ ‫ه‬ ِ ّ ‫الل‬
َ‫خذ‬ َ
َ ‫ما أ‬ َ ‫د‬ ُ َ ‫ع‬ َ َ ِ ‫قت‬ ُ ‫ع‬
َ ‫ه‬ ُ ‫م‬ ّ ‫ع‬ َ ‫ن‬ ّ ِ ‫وإ‬ َ ‫دا‬ ً ‫هي‬ ِ ‫ش‬ ٍ ‫ح‬ ُ ‫مأ‬ َ ‫و‬ ْ َ‫ك ي‬ َ ‫م‬ َ ‫ما‬ َ ‫ه‬ ُ ‫ل أُبو‬ ِ ‫ن الّرِبي‬ ِ ْ‫ب‬
‫ضي‬ ْ
ِ ‫مال قال ي َق‬ َ َ ٌ َ ‫ما‬ َ ‫ه‬ ُ ‫ول‬َ َ ‫ن إ ِل‬ ّ ِ ‫حا‬ َ
َ ‫ول ت ُن ْك‬ َ َ ‫مال‬ ً َ ‫ما‬ َ ‫ه‬ ُ ‫عل‬ َ ْ َ‫م ي َد‬ َ
ْ ‫ما فل‬ َ َ ‫ه‬ َ
ُ ‫مال‬ َ
‫ه‬ ّ
ُ ‫صلى الل‬ ّ َ ‫ه‬ ّ
ِ ‫ل الل‬ ُ ‫سو‬ ُ ‫ث َر‬ َ ‫ع‬ َ
َ َ ‫ث فب‬ ِ ‫ميَرا‬ ْ
ِ ‫ة ال‬ ُ َ ‫ت آي‬ َ
ْ ‫في ذَل ِك فن ََزل‬ َ َ ِ ‫ه‬ ّ
ُ ‫الل‬
َ ُ َ َ ّ
‫ط‬
ِ ‫ع‬ ْ ‫وأ‬ َ ‫ن‬ ِ ْ ‫د الث ّلث َي‬ ٍ ‫ع‬ ْ ‫س‬َ ‫ي‬ ْ َ ‫ط اب ْن َت‬ ِ ‫ع‬ ْ ‫لأ‬ َ ‫ما فقا‬َ َ َ ‫ه‬ ِ ‫م‬ ّ ‫ع‬ َ ‫م إ ِلى‬ َ ‫سل‬ َ ‫و‬ َ ‫ه‬ ِ ْ ‫عل َي‬ َ

7
Lihat software al-Maktabah al- Syameelah, Shahih Bukhari, juz 21, hlm. 7
8
Zakiah Daradjat, Ilmu Fiqh Jilid III , hlm. 31

4
‫ن‬
ٌ ‫س‬ َ ‫ح‬ َ ‫ث‬ٌ ‫دي‬ِ ‫ح‬َ ‫ذا‬َ ‫ه‬َ ‫سى‬ َ ‫عي‬ ِ ‫ل أ َُبو‬ َ ‫قا‬َ ‫ك‬ َ َ‫و ل‬ َ ‫ه‬ ُ ‫ف‬ َ ‫ي‬ َ ‫ق‬ ِ َ ‫ما ب‬ َ ‫و‬َ ‫ن‬ َ ‫م‬ ُ ّ ‫ما الث‬َ ‫ه‬ ُ ‫م‬
ّ ‫أ‬
ُ
‫د‬
ْ ‫ق‬َ ‫و‬
َ ‫ل‬ٍ ‫قي‬
ِ ‫ع‬ َ ‫ن‬ِ ْ‫د ب‬ِ ‫م‬ ّ ‫ح‬ َ ‫م‬ُ ‫ن‬ ِ ْ‫ه ب‬ِ ّ ‫د الل‬
ِ ْ ‫عب‬ َ ‫ث‬ ِ ‫دي‬ِ ‫ح‬ َ ‫ن‬ ْ ‫م‬ ِ ‫ه إ ِّل‬ ُ ‫ف‬ ُ ‫ر‬ ِ ‫ع‬ ْ َ ‫ح َل ن‬ٌ ‫حي‬ ِ ‫ص‬ َ
‫ل‬ ‫قي‬ ‫ع‬ ‫ن‬ ‫ب‬ ‫د‬ ‫م‬ ‫ح‬ ‫م‬ ‫ن‬ ‫ب‬ ‫ه‬ ّ ‫ل‬‫ال‬ ‫د‬ ‫ب‬‫ع‬ ‫ن‬ ‫ع‬ ‫ضا‬ ‫ي‬َ ‫أ‬ ٌ
‫ك‬ ‫ري‬ َ
‫ش‬
ٍ ِ َ ِ ْ ِ َ
ّ ُ ِ ْ ِ ِ ْ َ ْ َ ً ْ ِ ُ َ ‫َر‬
‫ه‬ ‫وا‬

Abd bin Humaid menceritakan kepada kami, Zakaria bin Adi memberitahukan kepada
kami, Ubaidillah bin Amr memberitahukan kepada kami dari Abdullah bin Muhammad
bin Aqil dari Jabir bin Abdillah berkata: "Istri Sa'ad bin Ar-Rabi' datang kepada
Rasulullah dengan membawa kedua anak perempuannya lalu berkata: "Wahai
Rasulullah ini adalah kedua anak perempuan Sa'ad bin Ar-Rabi' yang ayahnya gugur
bersamamu dalam perang Uhud dengan mati syahid. Sesungguhnya paman mereka
mengambil harta mereka tanpa meninggalkan harta sedikitpun bagi mereka dan
mereka tidak bisa dikawinkan kecuali jika mereaa mempunyai uang." Beliau bersabda:
"Allah akan memutuskan tentang hal itu". Maka turun ayat tentang pembagian harta
warisan, kemudian Rasulullah mengutus seseorang kepada paman mereka lalu beliau
bersabda: "Berilah kedua anak perempuan Sa'ad bin Ar-Rabi' dua pertiga dari harta
dan berilah ibua mereka seperdelapan dan sisanya adalah untukmu". Abu Isa berkata
hadits ini hasan shahih. Kami tidak mengetahuinya selain dari hadits Abdillah bin
Muhammad bin Aqil. Syarik juga meriwayatkannya dari Abdillah bin Muhammad bin
Aqil.9

2. Bagian anak perempuannya anak laki-laki beserta anak perempuan

‫ي‬
ّ ‫ر‬ ِ ‫و‬ ْ ّ ‫ن الث‬ َ ‫فَيا‬ ْ ‫س‬ ُ ‫ن‬ ْ ‫ع‬ َ ‫ن‬ َ ‫هاُرو‬ َ ‫ن‬ ُ ْ ‫زيدُ ب‬ ِ َ ‫حدّث ََنا ي‬ َ ‫ة‬ َ ‫ف‬ َ ‫عَر‬ َ ‫ن‬ ُ ْ‫ن ب‬ ُ ‫س‬ َ ‫ح‬ َ ْ ‫حدّث ََنا ال‬ َ
‫ل‬ َ ‫قا‬ َ ‫ل‬ َ ‫حِبي‬ ُ ‫ن‬ َ ْ َ ‫ن أِبي‬ َ
ْ ‫شَر‬ ِ ْ‫ل ب‬ ِ ْ ‫هَزي‬ ُ ‫ن‬ ْ ‫ع‬ َ ‫ي‬ ّ ‫وِد‬ ْ ‫س ال‬ ٍ ْ ‫قي‬ ْ ‫ع‬ َ
‫ة‬ َ َ َ ‫ة‬ ْ َ َ ٌ ‫ج‬
ِ َ ‫ن اِلب ْن‬ ْ ‫ع‬ َ ‫ما‬ َ ‫ه‬ ُ ‫سأل‬ َ ‫ف‬ َ ‫ع‬ َ ‫ن َرِبي‬ ِ ْ‫ن ب‬ َ ‫ما‬ َ ‫سل‬ َ ‫و‬ َ ‫سى‬ َ ‫مو‬ ُ ‫ل إ ِلى أِبي‬ ُ ‫جاءَ َر‬ َ
‫ب‬ َ ْ ُ ْ َ ‫قا‬ َ ‫ف‬ َ ‫م‬ ُ َ ُ
ِ ‫ن ال‬ ْ ‫م‬ ِ ‫ت‬ ِ ‫خ‬ ْ ‫ول ِل‬ َ ‫ف‬ ُ ‫ص‬ ْ ّ ‫ة الن‬ ِ َ ‫ل ل ِِلب ْن‬ ّ ‫وأ‬ َ ‫ب‬ ٍ ‫ت ِل‬ ٍ ‫خ‬ ْ ‫وأ‬ َ ‫ن‬ ِ ْ ‫ة اِلب‬ ِ َ ‫واب ْن‬ َ
‫عَنا‬ ‫ب‬ ‫تا‬ َ ‫ي‬ ‫س‬ ‫ه‬ ّ ‫ن‬ ‫إ‬ ‫ف‬َ ‫ه‬ ْ ‫ل‬ َ ‫أ‬ ‫س‬ ‫فا‬َ ‫ه‬ ّ ‫ل‬ ‫ال‬ ‫د‬ ‫ب‬ ‫ع‬
َ ‫لى‬ َ ‫إ‬ ‫ق‬ ِ ‫ل‬ َ ‫ط‬ ْ ‫ن‬ ‫ا‬ ‫ه‬ َ ‫ل‬ ‫ل‬ َ ‫قا‬ َ ‫و‬ ‫ي‬ ‫ق‬ِ ‫ب‬ ‫ما‬ ‫م‬ ُ ‫ل‬ ْ ‫وا‬
ُ ِ ُ َ ُ ِ ُ ْ ِ ِ ْ َِ ْ ُ َ َ َ َ ّ َ
‫د‬ َ
‫ق‬ ‫ه‬ ّ ‫ل‬ ‫ال‬ ‫د‬ ‫ب‬ ‫ع‬
َ ‫ل‬َ ‫قا‬ َ ‫ل‬ َ ‫قا‬ َ ‫ما‬ ‫ب‬ ‫ه‬ ‫ر‬ ‫ب‬ ‫خ‬ ْ ‫أ‬ ‫و‬ ‫ه‬ َ ‫ل‬ ‫ك‬ َ ‫ل‬
ِ َ َ ‫ذ‬ ‫ر‬ َ ‫ك‬ َ ‫ذ‬ َ
‫ف‬ ‫ه‬ ّ ‫ل‬ ‫ال‬ ‫د‬ ‫ب‬ ‫ع‬
َ ‫تى‬ َ َ ‫أ‬ ‫ف‬ َ
ْ ِ ُ ْ َ ِ ُ َ َ َ ُ ِ َ ْ
َ َ ْ َ
‫ضى‬ َ ‫ق‬َ ‫ما‬ َ َ ‫ك‬ ‫ما‬ َ ِ ِ ‫ه‬ ‫في‬ ‫ضي‬ ِ ْ
‫ق‬ ‫أ‬ ‫ن‬ ‫ك‬ ‫ل‬ ‫و‬
ْ ِ َ َ ِ َ ْ ُ ‫ن‬ ‫دي‬ ‫ت‬ ‫ه‬ ‫م‬ ‫ل‬ ‫ا‬ ‫ن‬
ْ ِ َ ‫م‬ ‫نا‬ ‫أ‬ ‫ما‬ َ َ ‫و‬ ‫ذا‬ً ِ ُ َ ‫ضل‬
‫إ‬ ‫ت‬ ْ ‫ل‬ َ
‫ن‬ ‫ب‬ ‫ل‬ ‫ا‬ ‫ة‬ ‫ن‬ ‫ب‬ ‫ل‬ ‫و‬ ‫ف‬ ‫ص‬ ‫ن‬ ‫ال‬ ‫ة‬ ‫ن‬ ‫ب‬ ‫ل‬ ‫ل‬
ِ َ ْ ِ ِ َ َ َ ِ ْ َ ُ ‫م‬ ّ ‫ل‬ ‫س‬ ‫و‬ ‫ه‬ ‫ي‬ َ ‫ل‬ ‫ع‬ ‫ه‬ ّ ‫ل‬‫ال‬ ‫لى‬ ّ ‫ص‬ ‫ه‬ ّ ‫ل‬ ‫ال‬ ُ
‫ل‬ ‫سو‬ ُ ‫َر‬
ِ ْ ِ ِ َ ْ ِ َ ُ َْ ّ ُ
َ ِ
َ ‫ه‬
‫ذا‬ َ ‫سى‬ َ ‫عي‬ ِ ‫ل أُبو‬ َ ‫قا‬ َ ‫ي‬ َ ‫ق‬ ِ َ ‫ما ب‬ َ ‫ت‬ ِ ‫خ‬ ْ ‫ول ِْل‬ َ ‫ن‬ ِ ْ ‫ة الث ّلث َي‬
ُ َ َ ‫مل‬ ِ ْ ‫س ت َك‬ ُ ُ ‫سد‬ ّ ‫ال‬
‫ن‬ َ ْ َ َ
ُ ْ‫ن ب‬ ِ ‫م‬ َ ‫ح‬ ْ ‫عب ْدُ الّر‬ َ ‫ه‬ ُ ‫م‬ ُ ‫س‬ ْ ‫يا‬ ّ ‫وِد‬ ْ ‫س ال‬ ٍ ْ ‫وأُبو قي‬ َ ‫ح‬ ٌ ‫حي‬ ِ ‫ص‬ َ ‫ن‬ ٌ ‫س‬ َ ‫ح‬ َ ‫ث‬ ٌ ‫دي‬ ِ ‫ح‬ َ
َ َ َ ُ ْ
‫س‬
ٍ ْ ‫ن أِبي قي‬ ْ ‫ع‬ َ ‫ة‬ ُ َ ‫عب‬ ْ ‫ش‬ ُ ُ‫واه‬ َ ‫وقدْ َر‬ َ ‫ي‬ ّ ‫ف‬ ِ ‫ن الكو‬ َ ‫وا‬ َ ‫ث َْر‬
Al-Hasan bin Arafah menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun memberitahukan
kepada kami, dari Sufyan ats-Tsauri dari Abi Qais al-Audi dari Huzail bin Syurahbil
berkata: : Seseorang datang kepada Abi Musa dan Sulaiman bin Rabi'ah dan bertanya

9
Lihat software al-Maktabah al-Syamilah, Sunan At-Tirmidzi, Juz 7, hlm. 437

5
kepada mereka tentang anak perempuan dan anak perempuannya anak laki-laki dan
saudara perempuan seayah dan seibu. Mereka berkata: Bagi anak perempuan
seperdua dan bagi saudara perempuan seayah serta ibu harta yang tersisa." Mereka
berkata kepadanya: "Pergilah kepada Abdullah bin Mas'ud, bertanyalah kepadanya
maka dia akan mengikuti kami". Kemudian dia datang kepada Abdullah lalu
menyampaikan kepadanya apa yang mereka katakan. Abdullah bin Mas'ud berkata:
"Benar-benar aku tersesat apabila aku menyetujui jawaban mereka dan aku tidak
termasuk orang yang mendapat petunjuk tetapi aku memutuskan dalam soal ini seperti
keputusan Rasulullah bagi anak perempuan seperdua, bagi anak perempuan anak laki-
laki seperenam untuk menyempurnakan dua pertiga dan bagi saudara perempuan
harta yang tersisa.10

3. Bagian saudara laki-laki seayah seibu


َ ْ ‫س‬ ْ َ‫ن أ‬
‫ق‬
َ ‫ح‬ َ ‫س‬ ْ ِ ‫ن أِبي إ‬ ْ ‫ع‬ َ ‫ن‬ ُ ‫فَيا‬ ُ ‫خب ََرَنا‬ َ ‫هاُرو‬ َ ‫ن‬ ُ ْ ‫زيدُ ب‬
َ ِ َ ‫حدّث ََنا ي‬ َ ‫داٌر‬ َ ْ ‫حدّث ََنا ب ُن‬ َ
‫د‬
ِ ‫ع‬ ْ َ‫ن ب‬ ْ ‫م‬ ِ }‫ة‬ َ َ ‫ه الي‬ ْ ِ ‫ذ‬ ِ ‫ه‬ َ ‫ن‬ َ ‫ءو‬ ُ ‫قَر‬ ْ َ‫م ت‬ ُ
ْ ‫ل إ ِن ّك‬ َ ‫قا‬ َ ‫ه‬ ُ ّ ‫ي أن‬ ّ َ ِ ‫عل‬
َ ‫ن‬ ْ ‫ع‬ َ ‫ث‬ ِ ‫ر‬ ِ ‫حا‬ ْ
َ ‫ن ال‬ ْ ‫ع‬
َ
‫ه‬ َ
ِ ْ ‫علي‬ َ ‫ه‬ ّ
ُ ‫صلى الل‬ ّ َ ‫ه‬ ّ
ِ ‫ل الل‬ َ ‫سو‬ ُ ‫ن َر‬ ّ ِ ‫وإ‬ َ {‫ن‬
ُ َ ٍ ْ ‫و دَي‬ ْ ‫ها أ‬ َ ِ‫ن ب‬ َ ‫صو‬ ُ ‫ة ُتو‬ ٍ ّ ‫صي‬ِ ‫و‬ َ
‫ن‬َ ‫واَرُثو‬ َ َ ‫ت‬َ ‫ي‬ ‫م‬ ّ ْ
‫ل‬ ‫ا‬ ‫ني‬ ِ َ ‫ب‬ ‫ن‬
َ ‫يا‬َ ‫ع‬
ْ ‫أ‬ ‫ن‬
ّ ‫إ‬
ِ َ‫و‬ ‫ة‬
ِ ّ ‫ي‬‫ص‬ِ ‫و‬
َ ْ ‫ل‬ ‫ا‬ ‫ل‬َ ْ ‫ب‬ َ
‫ق‬ ‫ن‬ ْ ‫ي‬ّ ‫د‬ ‫بال‬
ِ ‫ضى‬ َ َ
‫ق‬ ‫م‬ ّ
َ َ َ‫ل‬‫س‬ ‫و‬
ِ
ِ ‫ه ِل َِبي‬
‫ه‬ ِ ‫خي‬ ِ َ‫ن أ‬ َ ‫دو‬ ُ ‫ه‬
ِ ‫م‬
ّ َ
ُ ‫ل َبيه وأ‬
ِ ِ ِ ُ ‫ه‬ ‫خا‬ َ َ‫ث أ‬ ُ ‫ر‬
ِ َ ‫ي‬ ‫ل‬ُ ‫ج‬
ُ ّ‫ر‬ ‫ال‬ ‫ت‬ِ ‫ل‬ ّ ‫ع‬
َ ْ ‫ل‬ ‫ا‬ ‫ني‬ ِ َ ‫ن‬
‫ب‬ َ ‫دو‬ ُ
Bundar menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun memberitahukan kepada kami,
Sufyan memberitahukan kepada kami, dari Abi Ishaq dari al-Harits dari Ali bahwa dia
berkata: "Sesungguhnya kamu membaca ayat ini {11{ ‫ن‬
َ ‫صو‬
ُ ‫ة ُتو‬
ٍ ّ ‫صي‬
ِ ‫و‬
َ ‫د‬
ِ ‫ع‬
ْ َ‫ن ب‬
ْ ‫م‬
ِ
‫ن‬ َ
ٍ ْ ‫و دَي‬
ْ ‫ها أ‬
َ ِ ‫ب‬. Dan sesungguhnya Rasulullah memutuskan melunasi hutang sebelum
wasiat dan sesungguhnya saudara-saudara seayah seibu saling mewarisi dengan tidak
memberi pembagian waris kepada saudara seayah. Seseorang mewarisi saudaranya
laki-laki seayah seibu dengan tidak memberi pembagian waris kepada saudara laki-
laki seayah."12

4. Bagian saudara-saudara perempuan

‫د‬
ُ ‫م‬ ّ ‫ح‬َ ‫م‬ ْ َ‫ة أ‬
ُ ‫خب ََرَنا‬ َ َ ‫عي َي ْن‬
ُ ‫ن‬ ُ ْ ‫خب ََرَنا اب‬ ْ َ‫ي أ‬ ّ ‫داِد‬ َ ‫غ‬ ْ َ ‫ح ال ْب‬ ِ ‫صّبا‬ ّ ‫ن ال‬ ُ ْ‫ل ب‬ ُ ‫ض‬ ْ ‫ف‬ َ ْ ‫حدّث ََنا ال‬ َ
ُ ‫قو‬
‫ل‬ ُ َ‫ه ي‬ ِ ّ ‫ل‬‫ال‬ ‫د‬
ِ ْ ‫ب‬ ‫ع‬
َ ‫ن‬ ‫ب‬ ‫ر‬ ‫ب‬ ‫جا‬
َ ْ َ ِ َ َ ِ َ ِ ِ ‫ع‬ ‫م‬ ‫س‬ ‫ر‬ ‫د‬ َ ‫ك‬ْ ‫ن‬ ‫م‬ُ ْ ‫ل‬ ‫ا‬ ‫ن‬ُ ْ‫ب‬
َ
‫عودُِني‬ ُ َ‫م ي‬ َ ّ ‫سل‬ َ ‫و‬َ ‫ه‬ ِ ْ ‫عل َي‬ َ ‫ه‬ ُ ّ ‫صّلى الل‬ َ ‫ه‬ ِ ّ ‫ل الل‬ ُ ‫سو‬ ُ ‫فأَتاِني َر‬ َ ‫ت‬ ُ ‫ض‬ ْ ‫ر‬ ِ ‫م‬ َ
‫ن‬ ‫يا‬ ‫ش‬ ‫ما‬ ‫ما‬ ‫ه‬ ‫و‬ ‫ر‬ ‫م‬ ‫ع‬
ُ ‫و‬ ‫ر‬ ْ ‫ك‬ ‫ب‬ ‫بو‬ َ ‫أ‬ ‫ه‬ ‫ع‬ ‫م‬ ‫و‬ ‫تى‬ َ ‫أ‬ َ
‫ف‬ ‫ي‬ َ ‫ل‬ ‫ع‬
َ ‫ي‬ ‫م‬ ْ
‫غ‬ ُ ‫أ‬ ‫د‬ َ
‫ق‬ ‫ني‬ ‫د‬ ‫ج‬ ‫و‬ ‫ف‬ َ
ِ َ ِ َ َ ُ َ ُ َ َ ٍ َ ُ ُ َ َ َ َ ّ َ ِ ْ ِ َ َ َ
‫ه‬ ‫ئ‬ ‫ضو‬ ‫و‬ ‫ن‬ ‫م‬ ‫ي‬ َ ‫ل‬‫ع‬ ‫ب‬ ‫ص‬ َ
‫ف‬ ‫م‬ ّ ‫ل‬‫س‬ ‫و‬ ‫ه‬ ‫ي‬َ ‫ل‬‫ع‬ ‫ه‬ ّ ‫ل‬ ‫ال‬ ‫لى‬ ّ ‫ص‬ ‫ه‬ ّ ‫ل‬ ‫ال‬ ‫ل‬ ُ ‫سو‬ َ َ
ِ ِ ُ َ ْ ِ ّ َ ّ َ َ َ َ ِ ْ َ ُ َ ِ ُ َ ‫ض‬ ‫ر‬ ‫أ‬ ّ ‫و‬ َ َ ‫فت‬
10
Lihat software al-Maktabah al-Syamilah, Sunan At-Tirmidzi, Juz 7, hlm. 439
11
QS. An-Nisa': 12
12
Lihat software al-Maktabah al-Syamilah, Sunan At-Tirmidzi, Juz 7, hlm. 441

6
َ ْ َ‫ف أ‬ َ َ ‫فأ‬
َ ْ ‫و ك َي‬
‫ف‬ ْ ‫ماِلي أ‬ َ ‫في‬ ِ ‫ضي‬ ِ ‫ق‬ ِ ّ ‫ل الل‬
َ ْ ‫ه ك َي‬ َ ‫سو‬ ُ ‫ت َيا َر‬ ُ ْ ‫قل‬ُ ‫ف‬
َ ‫ت‬ ُ ‫ق‬ْ ‫ف‬ َ
َ َ
‫حّتى‬ َ ‫ت‬ٍ ‫وا‬
َ ‫خ‬
َ ‫عأ‬ ُ ‫س‬ ُ َ‫ن ل‬
ْ ِ‫ه ت‬ َ ‫كا‬َ ‫و‬
َ ‫شي ًْئا‬َ ‫جب ِْني‬ ْ َ ‫فل‬
ِ ُ‫م ي‬ َ ‫ماِلي‬ َ ‫في‬ ِ ‫ع‬ُ َ ‫صن‬ْ ‫أ‬
‫ث‬ِ ‫ميَرا‬ِ ْ ‫ة ال‬
ُ َ ‫ت آي‬ ْ َ ‫ن ََزل‬
       }
            
       
       
      
  
     
     
      
      
13
{     
‫ح‬
ٌ ‫حي‬
ِ ‫ص‬
َ ‫ن‬
ٌ ‫س‬
َ ‫ح‬
َ ‫ث‬
ٌ ‫دي‬
ِ ‫ح‬ َ ‫ه‬
َ ‫ذا‬ َ ‫سى‬ ِ ‫ل أ َُبو‬
َ ‫عي‬ ْ َ ‫ي ن ََزل‬
َ ‫ت‬
َ ‫قا‬ ّ ‫ف‬
ِ ‫جاب ٌِر‬
َ ‫ل‬ َ
َ ‫قا‬
Al-Fadhl bin Ash-Shabah al-Baghdadi menceritakan kepada kami, Sufyan bin uayinah
menceritakan kepada kami, Muhammad bin al-Munkadir menceritakan kepada kami,
dia mendengar Jabir bin Abdillah berkata: "Aku sakit lalu Rasulullah datang
kepadaku untuk menjengukku kemudian mendapatkanku benar-benar tidak sadar lalu
beliau datang kepadaku beserta Abu Bakar. Mereka berjalan kaki kemudian
Rasulullah berwudlu lalu beliau menuangkan air wudlunya atasku kemudaian akau
bangun lalau berkata: "Wahai Rasulullah, bagaimana aku memutuskan mengenai
hartaku atau bagaimana aku perbuat mengenai hartaku?" beliau tidak menjawabku
sedikitpun sedangkan dia mempunyai sembilan saudara perempuan sehingga turun
ayat mirats: "Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah)14. Katakanlah:
"Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal
dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, Maka
bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan
saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia
tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, Maka bagi
keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. dan jika
mereka (ahli waris itu terdiri dari) Saudara-saudara laki dan perempuan, Maka
bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara
perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat.
dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu."

13
QS. An-Nisaa': 176
14
Kalalah ialah seseorang mati yang tidak meninggalkan ayah dan anak.

7
Jabir berkata: "Ayat ini turun mengenai aku". Abu Isa berkata hadits ini hasan
shahih.15
5. Bagian para ahli waris yang memperoleh ashabah

‫حدّث ََنا‬ َ ‫م‬ َ ‫هي‬ ِ ‫ن إ ِب َْرا‬ ُ ْ‫م ب‬ ُ ِ ‫سل‬ ْ ‫م‬ ُ ‫خب ََرَنا‬ ْ َ‫ن أ‬ ِ ‫م‬
َ ‫ح‬ ْ ‫د الّر‬ ِ ْ ‫عب‬ َ ‫ن‬ ُ ْ‫ه ب‬ ِ ّ ‫عب ْدُ الل‬ َ ‫حدّث ََنا‬ َ
َ َ
‫س‬
ٍ ‫عّبا‬ َ ‫ن‬ ِ ْ ‫ن َ اب‬ ْ ‫ع‬ َ ‫ه‬ ِ ‫ن أِبي‬ ْ ‫ع‬ َ ‫س‬ ٍ ‫وو‬ ُ ‫ن طا‬ ُ ْ ‫حدّث ََنا اب‬ َ ‫ب‬ ٌ ْ ‫هي‬ َ ‫و‬ ُ
‫ها‬ ِ ‫ل‬ ‫ه‬
ْ َ ‫أ‬ ‫ب‬ ‫ض‬ ِ ‫ئ‬ ‫را‬ َ
‫ف‬ ْ ‫ل‬ ‫ا‬ ‫قوا‬ ُ ‫ح‬
ِ ْ ‫ل‬ ‫أ‬ َ
‫ل‬ ‫قا‬ َ ‫م‬ ّ ‫ل‬ ‫س‬ ‫و‬ ‫ه‬ ‫ي‬َ ‫ل‬ ‫ع‬
َ ‫ه‬ ّ ‫ل‬ ‫ال‬ ‫لى‬ ّ ‫ص‬ ‫ي‬ ‫ب‬ّ ‫ن‬ ‫ال‬ ‫ن‬ ‫ع‬
َ
َ ِ َ َ َ َ َ ْ ِ ُ َ ّ ِ ْ
ٍَ ‫ل ذَك‬
‫ر‬ ‫ج‬ ‫ر‬ ‫لى‬ َ ‫و‬ َ ‫ل‬ِ ‫و‬ ‫ه‬ َ
‫ف‬ ‫ي‬ ‫ق‬ ِ َ َ ‫ف‬
‫ب‬ ‫ما‬ َ
ٍ ُ َ ْ َ ُ َ
‫ن‬ َ َ ‫حدّث ََنا‬
ِ ْ ‫ن اب‬ ْ ‫ع‬ َ ‫ر‬ ٍ ‫م‬ َ ‫ع‬ ْ ‫م‬ َ ‫ن‬ ْ ‫ع‬ َ ‫ق‬ ِ ‫عب ْدُ الّرّزا‬ َ ‫خب ََرَنا‬ ْ ‫دأ‬ ٍ ْ ‫مي‬ َ ‫ح‬ ُ ‫ن‬
َ
ُ ْ ‫عب ْدُ ب‬ َ
‫ه‬
ِ ْ ‫ي‬ َ ‫ل‬ ‫ع‬
َ ‫ه‬ ّ ‫ل‬ ‫ال‬ ‫لى‬ ّ ‫ص‬َ ّ ِ ّ ‫ي‬ ‫ب‬ ‫ن‬ ‫ال‬ ‫ن‬ ‫ع‬
َ ‫س‬ ‫با‬ ‫ع‬
َ ‫ن‬ ‫ب‬ ‫ا‬ ‫ن‬ ‫ع‬
َ ‫ه‬ ‫بي‬ ‫أ‬ ‫ن‬ ‫ع‬
َ ‫س‬ ‫وو‬ َ
‫طا‬
ُ ْ ٍ ّ ِ ْ ْ َ ِ ِ ْ ٍ ُ
‫م‬ ‫ه‬
ْ ُ ُ ْ َ‫ض‬ ‫ع‬ ‫ب‬ ‫وى‬ ‫ر‬ ‫د‬
َ َ ْ َ ٌ َ َ ‫ق‬َ ‫و‬ ‫ن‬ ‫س‬ ‫ح‬ ‫ث‬ٌ ‫دي‬ِ َ ‫ح‬ ‫ذا‬ َ ‫ه‬
َ ‫سى‬ َ ِ ‫عي‬ ‫بو‬ ُ ‫أ‬ ‫ل‬ َ ‫قا‬ َ ُ َ ْ َ َ ‫س‬
‫ه‬ ‫و‬ ‫ح‬ ‫ن‬ ‫م‬ ّ ‫ل‬ َ ‫و‬ َ
‫م‬ ّ َ ّ ّ َ َ
َ ‫سل‬ َ ‫و‬ َ ‫ه‬ ِ ْ ‫علي‬ َ ‫ه‬ ُ ‫صلى الل‬ َ ‫ي‬ ّ ِ ‫ن الن ّب‬ ْ ‫ع‬ َ ‫ه‬ ِ ‫ن أِبي‬ ْ ‫ع‬ َ ‫س‬ ٍ ‫وو‬ ُ ‫ن طا‬ ِ ْ ‫ن اب‬ ْ ‫ع‬ َ
ً‫سل‬ َ ‫مْر‬ ُ
Abdullah bin Abdurrahman menceritakan kepada kami, Muslim bin Ibrahim
memberitahukan kepada kami Wuhaib menceritakan kepada kami Ibnu Thawus
menceritakan kepada kami dari ayahnya dari Ibnu Abbas dari Rasulullah bersabda:
"Sampaikanlah harta pusaka sesuai dengan ketentuan kepada mereka yang berhak lalu
harta pusaka yang tersisa bagi orang laki-laki yang terdekat kepada orang yang
meninggal."
Abd bin Humai menceritakan kepada kami, Abdurrazzaq memberitahukan kepada
kami, dari Ma'mar dari Ibnu Thawus dari ayahnya dari Ibnu Abbas dari Rasulullah
seperti hadits Abdullah bin Abdurrahman. Hadits ini hasan. Sebagian Rawi hadits
meriwayatkan dari ibnu Thawus dari ayahnya dari Rasulullah secar mursal.16

6. Bagian Kakek
‫حَيى‬ْ َ‫ن ي‬ ِ ْ ‫مام ِ ب‬ ّ ‫ه‬ َ ‫ن‬ ْ ‫ع‬ َ ‫ن‬ َ ‫هاُرو‬ َ ‫ن‬ ُ ْ ‫زيدُ ب‬ ِ َ ‫حدّث ََنا ي‬ َ ‫ة‬ َ ‫ف‬ َ ‫عَر‬ َ ‫ن‬ ُ ْ‫ن ب‬ ُ ‫س‬ َ ‫ح‬ َ ْ ‫حدّث ََنا ال‬ َ
‫ل‬َ ‫قا‬ َ ‫ن‬ ْ َ ‫ن‬
ٍ ْ ‫صي‬ َ ‫ح‬ ُ ‫ن‬ ِ ْ‫ن ب‬ َ ‫مَرا‬ ْ ‫ع‬ ِ ‫ن‬ ْ ‫ع‬ َ ‫ن‬ ِ ‫س‬ َ ‫ح‬ َ ‫ن ال‬ ْ ‫ع‬ َ َ‫قَتادَة‬ ْ ‫ع‬ َ
‫ن اب ِْني‬ ّ ِ‫ل إ‬ َ ‫قا‬ َ ‫ف‬
َ ‫م‬ َ ‫سل‬ّ َ ‫و‬ َ ‫ه‬ ِ ْ ‫علي‬َ َ ‫ه‬ ّ
ُ ‫صلى الل‬ ّ َ ‫ه‬ ّ
ِ ‫ل الل‬ ِ ‫سو‬ ُ ‫ل إ ِلى َر‬ َ ٌ ‫ج‬ ُ ‫جاءَ َر‬ َ
َ ‫قا‬
‫ل‬ َ ‫ف‬ َ ُ‫عاه‬ َ َ‫وّلى د‬ َ ّ ‫ما‬ َ ‫ل‬‫ف‬َ ‫س‬
ُ ُ ّ ‫د‬ ‫س‬ ‫ال‬ ‫ك‬ َ َ ‫ل‬ َ
‫ل‬ ‫قا‬ َ ‫ه‬ ِ
ِ َ ِ‫ث‬ ‫را‬ ‫مي‬ ‫في‬ ِ ‫لي‬ ِ ‫ما‬ َ َ
‫ف‬ ‫ت‬َ َ ‫ما‬
‫ة‬
ٌ ‫م‬ َ ْ ‫ع‬ُ ‫ط‬ ‫ر‬َ ‫خ‬
َ ‫ل‬ْ ‫ا‬ ‫س‬
َ ُ ّ ‫د‬ ‫س‬ ‫ال‬ ‫ن‬
ّ ِ ‫إ‬ َ
‫ل‬ ‫قا‬َ ُ ‫ه‬ ‫عا‬ َ َ ‫د‬ ‫لى‬ ّ ‫و‬َ ّ ‫ما‬ َ ‫ل‬ َ
‫ف‬ ‫ر‬
ُ ‫خ‬َ ‫آ‬ ‫س‬ٌ ُ ُ ‫ك‬‫د‬ ‫س‬ َ َ‫ل‬
‫ل‬ َ ‫في ال َْباب‬ َ ‫ه‬ َ َ ‫قا‬ َ
ِ ‫ق‬ ِ ‫ع‬ ْ ‫م‬ َ ‫ن‬ ْ ‫ع‬ ِ ‫و‬
َ ‫ح‬ ٌ ‫حي‬ ِ ‫ص‬ َ ‫ن‬ ٌ ‫س‬ َ ‫ح‬ َ ‫ث‬ ٌ ‫دي‬ ِ ‫ح‬ َ ‫ذا‬ َ ‫سى‬ َ ‫عي‬ ِ ‫ل أُبو‬
‫ر‬
ٍ ‫سا‬ َ َ‫ن ي‬ ِ ْ‫ب‬

Al-Hasan bin Arafah menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun menceritakan
kepada kami, dari Hammam bin Yahya dari Qatadah dari al-Hasan dari Imran bin
Hushain berkata: "Seseorang datang kepada Rasulullah lalu berkata: "Sesungguhnya

15
Lihat software al-Maktabah al-Syamilah, Sunan At-Tirmidzi, Juz 7, hlm. 446
16
Lihat software al-Maktabah al-Syamilah, Sunan At-Tirmidzi, Juz 7, hlm. 448

8
anakku meninggal dunia berapa bahagianku dari harta yang ditinggalkannya?" Beliau
bersabda: "Bagimu seperenam dari harta pusaka." Ketika dia pergi beliau
memanggilnya dan bersabda: "Bagimu seperenam lagi." Lalu ketika dia pergi, beliau
memanggilnya dan bersabda: "Sesungguhnya seperenam lagi bagimu itu adalah
sebagian pemberian untukmu."

Abu Isa berkata hadits ini hadits hasan shahih 17

7. Bagian Nenek

‫ل‬َ ‫قا‬ َ ً‫مّرة‬ َ ‫ل‬ َ ‫قا‬ َ ‫ي‬ ّ ‫ر‬ ِ ‫ه‬ ْ ‫حدّث ََنا الّز‬ َ ‫ن‬ ُ ‫فَيا‬ ْ ‫س‬ ُ ‫حدّث ََنا‬ َ ‫مَر‬ َ ‫ع‬ ُ ‫ن أ َِبي‬ ُ ْ ‫حدّث ََنا اب‬ َ
َ‫قال‬ َ ‫ب‬ ٍ ْ ‫ن ذؤي‬ َ ُ ِ ْ‫ة َ ب‬ َ ‫ص‬ َ ‫ن قِبي‬ َ ْ ‫ع‬ َ ‫جل‬ ٌ ُ ‫مّرةً َر‬ َ ‫ة و قال‬ َ َ ُ ‫ص‬ َ ‫قِبي‬ َ
َ ُ ُ ُ
‫ن اب ِْني‬ َ ْ ‫ن اب‬ ّ ِ‫ت إ‬ ْ َ ‫قال‬ َ ‫ف‬ َ ‫ر‬ ٍ ْ ‫ب َإ َِلى أِبي ب َك‬ ِ ‫م اْل‬ ّ ‫وأ‬ َ ‫م‬ ّ ‫م اْل‬ ّ ‫جدّةُ أ‬ َ ْ ‫ت ال‬ ْ َ‫جاء‬ َ
‫ل‬ َ ‫حقا فقا‬َ َ ّ ّ ُ َ َ
َ ‫ه‬ ِ ‫ب الل‬ ِ ‫في ك َِتا‬ ِ ‫ن ِلي‬ ّ ‫تأ‬ ُ ‫خب ِْر‬ ْ ‫و قد ْ أ‬ َ ‫ت‬ َ ‫ما‬ َ ‫ن ب ِن ِْتي‬ َ ْ ‫و اب‬ ْ ‫أ‬
َ ْ ‫أ َُبو ب َك‬
‫ه‬ ِ ّ ‫ل الل‬ َ ‫سو‬ ُ ‫ت َر‬ ُ ‫ع‬ ْ ‫م‬ ِ ‫س‬ َ ‫ما‬ َ ‫و‬ َ ‫ق‬ ّ ‫ح‬ َ ‫ن‬ ْ ‫م‬ ِ ‫ب‬ ِ ‫في ال ْك َِتا‬ ِ ‫ك‬ ِ َ ‫جد ُ ل‬ ِ ‫ما أ‬ َ ‫ر‬ ٍ
‫ل‬َ ‫قا‬ َ ‫س‬ َ ‫ل الّنا‬ ُ َ ‫سأ‬ ْ ‫سأ‬
َ ‫ءو‬
َ َ ٍ ‫ي‬ ْ ‫ش‬ َ ِ‫ك ب‬ ِ َ ‫ضى ل‬ َ ‫ق‬ َ ‫م‬ َ ّ ‫سل‬ َ ‫و‬ َ ‫ه‬ ِ ْ ‫عل َي‬ َ ‫ه‬ ُ ّ ‫صّلى الل‬ َ
‫ه‬ ّ ‫ل‬‫ال‬ ‫لى‬ ّ ‫ص‬ ‫ه‬ ّ ‫ل‬ ‫ال‬ َ
‫ل‬ ‫سو‬ ‫ر‬ ‫ن‬ َ ‫أ‬ ‫ة‬
َ ‫ب‬ ‫ع‬ ‫ش‬ ُ ‫ن‬ ‫ب‬ ُ ‫ة‬ ‫ر‬ ‫غي‬ ِ ‫م‬ ْ ‫ل‬ ‫ا‬ ‫د‬ ‫ه‬ ‫ش‬ َ َ
‫ف‬ ‫س‬ ‫نا‬ ّ ‫ال‬ ‫ل‬ َ َ ‫فسأ‬ َ
ُ َ ِ ُ َ ّ َ ْ ُ ْ َ ُ َ ِ َ َ
‫ل‬ َ ‫قا‬ َ ‫ك‬ َ ‫ع‬ َ ِ ‫ع ذَل‬ َ ‫قا‬ َ ‫س‬ َ َ ّ َ
َ ‫م‬َ ‫ك‬ َ ‫م‬ ِ ‫س‬ َ ‫ن‬ ْ ‫م‬ َ ‫و‬ َ ‫ل‬ َ ُ ‫سد‬ ّ ‫ها ال‬ َ ‫عطا‬ ْ ‫مأ‬ َ ‫سل‬ َ ‫و‬ َ ‫ه‬ ِ ْ ‫علي‬ َ
ُ ْ ْ َ َ َ ‫ل‬ َ ‫ة‬ َ
‫خَرى‬ ْ ‫جدّةُ ال‬ َ ‫ت ال‬ ْ َ‫جاء‬ َ ‫م‬ ّ ُ‫س ث‬ َ ُ ‫سد‬ ّ ‫ها ال‬ َ ‫عطا‬ ْ ‫فأ‬ َ ‫قا‬ َ ‫م‬ َ ‫سل‬ ْ ‫م‬ َ ‫ن‬ ُ ْ ‫مد ُ ب‬ ّ ‫ح‬ َ ‫م‬ ُ
‫مَر‬ َ ‫ع‬ُ ‫لى‬ َ ‫إ‬
ِ َ ‫ها‬ ‫ف‬ ُ ِ ‫ل‬ ‫خا‬ َ ُ ‫ت‬ ‫تي‬ ِ ّ ‫ل‬ ‫ا‬
‫ن‬ ْ َ ‫ح‬ َ َ ْ ‫س‬ َ ‫قا‬ َ
ْ ‫ع‬ َ ‫ه‬ ُ ‫فظ‬ ْ ‫مأ‬ ْ ‫ول‬ َ ‫ي‬ ّ ‫ر‬ ِ ‫ه‬ ْ ‫ن الّز‬ ْ ‫ع‬ َ ‫مٌر‬ َ ‫ع‬ ْ ‫م‬ َ ‫ه‬ ِ ‫في‬ ِ ‫وَزادَِني‬ َ ‫ن‬ ُ ‫فَيا‬ ُ ‫ل‬
َ
‫و‬
َ ‫ه‬ ُ ‫ف‬ َ ‫ما‬ َ ُ ‫عت‬ ْ ‫م‬ َ َ ‫جت‬ ْ ‫نا‬ ْ ِ‫ل إ‬ َ ‫قا‬ َ ‫مَر‬ َ ‫ع‬ ُ ‫ن‬ ّ ‫رأ‬ ٍ ‫م‬ َ ‫ع‬ ْ ‫م‬ َ ‫ن‬ ْ ‫م‬ ِ ‫ه‬ ُ ُ ‫فظْت‬ ِ ‫ح‬ َ ‫ن‬ ْ ِ ‫ول َك‬ َ ‫ي‬ ّ ‫ر‬ ِ ‫ه‬ ْ ‫الّز‬
َ
‫ها‬ َ َ‫و ل‬ َ ‫ه‬ ُ ‫ف‬ َ ‫ه‬ ِ ِ‫ت ب‬ ْ َ‫فَرد‬ َ ْ ‫ما ان‬ َ ُ ‫وأي ّت ُك‬ َ ‫ما‬ َ ُ ‫ل َك‬
Ibnu Abi Umar menceritakan kepada kami, Sufyan menceriytakan kepada kami, Az-
Zuhri menceritakan kepada kami, dia berkata suatu kali: "Qabishah berkata dan dia
berkata pada saat yang lain dari seseorang dari Qabishah bin Dzuaib berkata:
"Seorang nenek yaitu ibunya ibu atau ibunya bapak datang kepada Abu Bakar lalu
berkata: "Sesungguhnya cucu laki-laki dari anakku laki-laki atau cucu laki-laki dari
anakku perempuan meninggal dunia dan benar-banar aku diberitahukan bahwa aku di
dalam kitabullah memperoleh bagian harta pusaka." Abu Bakar berkata: "Aku tidak
dapat menemukan bagian harta pusaka bagimu dalam kitabullah dan aku tidak pernah
mendengar Rasulullah memutuskan bagian harta pusaka bagimu dan aku akan
bertanya pada manusia". Lalu al-Mughirah bin Syu'bah menyaksikan bahwa
Rasulullah memberi seperenam kepadanya. Abu Bakar berkata: "Siapa yang
mendengar hadits itu bersamamu?. Dia; berkata: "Muhammad bin Maslamah", Rawi
berkata: "Lalu dia memberi seperenam kepadanya". Kemudian seorang nenek lain
yang berbeda dengan nenek tersebut datang kepada Umar. Sufyan berkata: "Dan

17
Lihat software al-Maktabah al-Syamilah, Sunan At-Tirmidzi, Juz 7, hlm. 450

9
Ma'mar menambah dalam hadits ini dari Az-Zuhri tapi aku tidak menghafalnya dari
az-Zuhri tetapi aku menghafalanya dari Ma'mar bahwa Umar berkata: "Kalau kamu
berdua berkumpul maka seperenam itu bagimu berdua dan siapa saja di antara kamu
sendirian maka seperenam baginya."18

8. Bagian saudara laki-laki dari Ibu

‫ن‬ْ ‫ع‬ َ ‫ع‬ ٌ ‫كي‬ ِ ‫و‬ َ ‫حدّث ََنا‬ َ ‫قاَل‬ َ ‫د‬ ٍ ‫م‬ ّ ‫ح‬ َ ‫م‬ ُ ‫ن‬ ُ ْ‫ي ب‬ ّ ِ ‫عل‬َ ‫و‬ َ ‫ة‬ َ َ ‫شي ْب‬ َ ‫ن أ َِبي‬ ُ ْ‫ر ب‬ ِ ْ ‫حدّث ََنا أ َُبو ب َك‬ َ
‫ة‬
َ ‫ع‬ َ ْ ْ
َ ‫ن أِبي َرِبي‬ ِ ْ‫ش ب‬ ِ ‫عّيا‬ َ ‫ن‬ ِ ْ‫ث ب‬ ِ ‫ر‬ ِ ‫حا‬ َ ‫ن ال‬ ِ ْ‫ن ب‬ ِ ‫م‬ َ ‫ح‬ ْ ‫د الّر‬ ِ ْ ‫عب‬ َ ‫ن‬ ْ ‫ع‬ َ ‫ن‬ َ ‫سفَيا‬ ُ
َ
‫ن أِبي‬ َ ْ
ْ ‫ع‬ َ ‫ي‬ ّ ‫ر‬ ِ ‫صا‬ َ ْ ‫ف الن‬ ٍ ْ ‫حن َي‬ ُ ‫ن‬ ِ ْ ‫عّباِد ب‬ َ ‫ن‬ ِ ْ‫م ِ ب‬ ‫كي‬ ِ ‫ح‬ َ ‫ن‬ ِ ْ ‫كيم ِ ب‬ ِ ‫ح‬ َ ‫ن‬ ْ ‫ع‬ َ ‫ي‬ ّ ‫ق‬ ِ ‫الّزَر‬
‫ه‬ َ َ ‫ف‬ َ ٍ ‫هم‬ ً ً َ ُ
ُ ‫قت َل‬ ْ ‫س‬ َ ِ ‫جل ب‬ ُ ‫مى َر‬ َ ‫جل َر‬ ُ ‫ن َر‬ ّ ‫فأ‬ ٍ ْ ‫حن َي‬ ُ ‫ن‬ ِ ْ‫ل ب‬ ِ ‫ه‬ ْ ‫س‬ َ ‫ن‬ ِ ْ‫ة ب‬ َ ‫م‬ َ ‫ما‬ َ ‫أ‬
‫ح إ َِلى‬ ِ ‫جّرا‬ َ ْ ‫ن ال‬ ُ ْ ‫عب َي ْدَةَ ب‬ ُ ‫ك أ َُبو‬ َ ِ ‫في ذَل‬ ِ ‫ب‬ َ َ ‫فك َت‬ َ ‫ل‬ ٌ ‫خا‬ َ ‫ث إ ِّل‬ ٌ ‫ر‬ ِ ‫وا‬ َ ‫ه‬ ُ َ‫س ل‬ َ ْ ‫ول َي‬ َ
‫ه‬ ّ ‫ل‬ ‫ال‬ ‫ل‬ َ ‫قا‬ َ ‫م‬ ّ ‫ل‬ ‫س‬ ‫و‬ ‫ه‬ ‫ي‬ َ ‫ل‬ ‫ع‬
َ ‫ه‬ ّ ‫ل‬ ‫ال‬ ‫لى‬ ّ ‫ص‬ ‫ي‬ ‫ب‬ ّ ‫ن‬‫ال‬ ‫ن‬ َ ‫أ‬ ‫ر‬ ‫م‬ ‫ع‬
ُ ‫ه‬ ‫ي‬ َ ‫ل‬ ‫إ‬ ‫ب‬ َ ‫ت‬َ ‫ك‬ َ
‫ف‬ ‫ر‬ ‫م‬ ‫ع‬
ُ
ُ َ َ َ ِ ْ ُ َ ّ ِ ّ ُ َ ِ ْ ِ َ َ َ
‫ه‬
ُ َ ‫ل‬ ‫ث‬ َ ‫ر‬
ِ َ ‫وا‬ ‫ل‬ َ ‫ن‬
ْ َ‫م‬ ‫ث‬ ُ ‫ر‬
ِ َ ‫وا‬ ُ
‫ل‬ ‫خا‬ َ ْ ‫ل‬ ‫وا‬َ ُ ‫ه‬ َ ‫ل‬ ‫لى‬ َ ‫و‬
ْ َ ‫م‬ ‫ل‬ َ ‫ن‬ ْ َ ‫م‬ ‫لى‬ َ ‫و‬
ْ َ ُ‫م‬ ‫ه‬ ُ ‫ل‬ ‫سو‬ ُ ‫وَر‬ َ
Abu Bakar bin Abi Syaibah menceritakan kepada kami dan Ali bin Muhammad
berkata, Waki' menceritakan kepada kami dari Sufyan dari Abdurrahman bin al-Harits
bin Ayyasy bin Abi Rabi'ah az-Zuraqi dari Hakim bin Hakim bin 'Abbad bin Hunaif al-
Anshari dari Abi Umamah bin Sahl bin Hunaif bahwa seorang laki-laki telah
melempar seorang laki-laki dengan tombak sehingga ia telah membunuhnya dan tak
ada seorang ahli warispun baginya selain seorang paman dari ibunya, maka Abu
Ubaidah menulis surat kepada Umar dan Umar menulis surat kepadanya bahwa Nabi
bersabda: "Allah dan rasul-Nya adalah tuan orang yang tidak mempunyai tuan dan
paman dari ibu adalah ahli waris bagi orang yang tidak mempunyai ahli waris."19

9. Orang yang meninggal dunia dan tidak mempunyai ahli waris

‫ن‬
ِ ‫م‬ َ ‫ح‬ ْ ‫د الّر‬ ِ ْ ‫عب‬
َ ‫ن‬ ْ ‫ع‬َ ‫ن‬ ُ ‫فَيا‬ ْ ‫س‬ُ ‫خب ََرَنا‬ ْ َ‫ن أ‬ َ ‫هاُرو‬ َ ‫ن‬ ُ ْ ‫زيدُ ب‬ِ َ ‫حدّث ََنا ي‬ َ ‫داٌر‬ َ ْ ‫حدّث ََنا ب ُن‬ َ
‫ة‬ ‫ش‬َ ‫ئ‬ ‫عا‬ ‫ن‬ ‫ع‬ ‫ة‬ ‫و‬ ‫ر‬ ‫ع‬ ‫ن‬ ‫ع‬ ‫ن‬ ‫دا‬ ‫ر‬ ‫و‬ ‫ن‬ ‫ب‬ ‫ا‬ ‫و‬ ‫ه‬ ‫و‬ ‫د‬ ‫ه‬ ‫جا‬ ‫م‬ ‫ن‬ ‫ع‬ ‫ي‬ ‫ن‬ ‫ها‬ ‫ب‬‫ص‬ َ ‫ل‬ ْ ‫ا‬ ‫ن‬
َ ِ َ ْ َ َ َ ْ ُ ْ َ َ َ ْ َ ُ ْ َ ُ َ ٍ ِ َ ُ ْ َ ّ ِ َ ِ ْ ِ َْ ‫ب‬
‫ت‬َ ‫ما‬ َ ‫ف‬َ ‫ة‬ ٍ َ ‫خل‬ ْ َ‫ق ن‬ ِ ْ ‫عذ‬ ِ ‫ن‬ ْ ‫م‬ ِ ‫ع‬ َ ‫و‬
َ ‫ق‬ َ ‫م‬ َ ّ ‫سل‬َ ‫و‬ َ ‫ه‬ ِ ْ ‫عل َي‬َ ‫ه‬ ُ ّ ‫صّلى الل‬ َ ‫ي‬ ّ ِ ‫وًلى ِللن ّب‬ ْ ‫م‬ َ ‫ن‬ ّ ‫أ‬
‫ث‬ٍ ‫ر‬ِ ‫وا‬ َ ‫ن‬ ْ ‫م‬ ِ ‫ه‬ َ
ُ ‫هل ل‬ ْ ُ
َ ‫م ان ْظُروا‬ َ ‫سل‬ّ َ ‫و‬ َ ‫ه‬ َ
ِ ْ ‫علي‬ َ ‫ه‬ ّ
ُ ‫صلى الل‬ ّ َ ‫ي‬ ّ ِ ‫فقال الن ّب‬ َ َ َ
َ ْ ‫ل ال‬ َ
‫ن‬
ٌ ‫س‬ َ ‫ح‬ َ ‫ث‬ ٌ ‫دي‬ ِ ‫ح‬ َ ‫ذا‬ َ ‫ه‬ َ ‫و‬ َ ِ‫قْرَية‬ ِ ‫ه‬ ْ ‫ضأ‬ ِ ‫ع‬ ْ َ ‫عوهُ إ َِلى ب‬ ُ ‫ف‬ َ ْ‫فاد‬ َ ‫ل‬ َ ‫قا‬ َ ‫قاُلوا َل‬ َ

Bundar menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami,
Sufyan memberitahukan kepada kami dari Abdurrahman bin al-Ashbihani dari
Mujahid bin Wardan dari Urwah dari Aisyah bahwasannya bekas hamba sahaya
Rasulullah jatuh dari tandan pohon kurma lalu meninggal dunia kemudian Rasulullah

18
Lihat software al-Maktabah al-Syamilah, Sunan At-Tirmidzi, Juz 7, hlm. 452. Hadits ini juga terdapat
dalam Sunan Ibnu Majah, Juz 8, hlm. 203
19
Lihat software al-Maktabah al-Syamilah, Sunan Ibnu Majah, Juz 8, hlm. 221

10
bersabda: "Lihatlah apakah dia mempunyai ahli waris?" Mereka berkata: "Tidak".
Beliau bersabda: "Serahkanlah harta pusakanya kepada sebagian penduduk desanya."
Ini adalah hadits hasan.20

10. Bagian anak hasil zina

Adapun dalil yang dijadikan pegangan oleh jumhur ulama, yaitu sabda Nabi
saw. "Anak milik orang yang memiliki ranjang (suami) dan wanita pezina
mendapatkan sanksi." Ishaq bin Rahawaih, Ibnu Taimiyah, dan Ibnul Qayyim
menakwilkan sebab Nabi saw. bersabda demikian, yakni karena terjadi perdebatan
antara wanita pezina dengan pemilik ranjang (suaminya).
Meskipun demikian, kita bisa melihat bahwa pendapat jumhur ulama lebih kuat,
karena ada riwayat lain dari 'Amr bin Syu'aib, yaitu Nabi saw. bersabda, "Lelaki mana
pun yang berbuat zina dengan seorang wanita merdeka atau budak, maka anak yang
lahir adalah anak zina, tidak bisa mewarisi atau diwarisi." (HR Turmudzi)
Dengan demikian anak hasil zina tidak bisa mewarisi dari ayahnya atau dari
ibunya yang melakukan zina, dan juga dari kerabatnya, selain itu mereka juga tidak
bisa mewarisi dari anak hasil zina tersebut. Syaukani berkata, "Demikian juga halnya
dengan anak yang lahir karena perbuatan zina. Ini sudah disepakati. Harta warisnya
diberikan untuk ibu dan kerabat ibunya."21

11. Bagian anak tiri atau anak angkat

Menurut hukum Islam, sebab-sebab seseorang dapat menerima warisan adalah


karena ada hubungan nasab atau hubungan perkawinan (sebagai suami istri) dengan
pewaris (orang yang meninggal), beragama Islam dan tidak ada halangan menurut
hukum (pasal 171 KHI). Dari ketentuan ini maka anak tiri atau anak angkat tidak dapat
menerima warisan dari ayah/ibu tirinya atau ayah/ibu angkatnya. 22

20
Lihat software al-Maktabah al-Syamilah, Sunan At-Tirmidzi, Juz 7, hlm. 460
21
Hak Waris Anak Hasil Zina dan Li'an, www. Google.com, diakses pada tanggal 9 Mei 2009.
22
Muhammad Saifullah, dkk (tim editor), Hukum Islam: Solusi Permasalahan Keluarga (Yogyakarta:
UII Press, 2005), hlm. 180-181

11
KESIMPULAN

Allah telah menentukan pembagiannya bagi para ahli waris dengan sebaik-baik
pembagian dan yang paling adil, sesuai dengan tuntunan Hikmah-Nya yang sangat
tinggi dan rahmat-Nya yang sangat menyeluruh serta ilmu yang mencakup segala
sesuatu. Dia menjelaskan yang demikian dengan penjelasan yang sangat sempurna.
Maka datanglah ayat-ayat dan hadits-hadits tentang waris yang meliputi segala sesuatu
yang mungkin terjadi terkait dengan pembagian harta warisan, namun diantara ayat-
ayat tersebut ada yang terang dan jelas maksudnya bagi orang-orang awam dan
sebagian lainnya membutuhkan perhatian dan perenungan mendalam.

Daftar Pustaka

1. Al-Quran dan Terjemahannya.

2.At-Tirmidzi, Muhammad Isa bin Surah. Terjemah Sunan At-Tirmidzi, terj. Sunan
At-Tirmidzi oleh Moh. Zuhri dkk. Semarang: Asy-Syifa': 1992.

3. Daradjat, Zakiah. Ilmu Fiqh Jilid III. Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf, 1995.

12
4.Saifullah, Muhammad, dkk (tim editor). Hukum Islam: Solusi Permasalahan
Keluarga Yogyakarta: UII Press, 2005.

5.Software al-Maktabah al-Syamilah.

6.WWW. Google.com. Diakses pada tanggal 9 Mei 2009.

13