Anda di halaman 1dari 5

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

1. Pengkajian
A. Data dasar :
Identitas Pasien
Nama : Tn. P
Jenis kelamin : Laki-laki
Umur : 53 tahun
Pendidikan : tidak tamat SD
Pekerjaan : pemulung
Identitas Penanggung
Nama :
Jenis kelamin :
Umur :
Pekerjaan :
Alamat :

B. Riwayat Keperawatan, meliputi :
Riwayat Kesehatan Sekarang
DS :
batuk batuk yang tidak sembuh sudah 3 minggu
batuk kering pada minggu pertama, batuk berdahak kehijauan pada minggu
ke-3
batuk terjadi sepanjang hari
demam, berkeringat di malam hari
lemas dan sesak
mual dan nafsu makan berkurang
berat badan menurun dari 65 kg menjadi 44 kg

Alasan masuk rumah sakit:
batuk batuk yang tidak sembuh sudah 3 minggu
Keluhan utama:
batuk batuk yang tidak sembuh sudah 3 minggu
Riwayat Kesehatan Masa Lalu
Pasien belum pernah mengalami sakit yang sama dan belum pernah dirawat
dirumah sakit sebelumnya.
riwayat merokok dari sejak usia 18 tahun.

Riwayat Kesehatan Keluarga
Mengkaji apakah dalam keluarga pasien ada/tidak yang mengalami penyakit yang
sama.
Riwayat Psikososial dan Spiritual

2. Analisa Data
No Data Diagnosa
1. DS :
Mengeluh batuk selama 3 minggu dan
mengeluarkan dahak berwarna kehijauan
Mengeluh lemah dan sesak
DO :
RR 30x/mnt
nafas cepat dan dangkal
Ronkhi +/+
Bronchial sound +/+
Bersihan jalan nafas tidak
efektif
2. DS :
Batuk disertai sekret kental
DO :
Hasil AGD

Gangguan pertukaran gas
DS :
Pasien mengatakan lemah
mual dan nafsu makan berkurang
sering batuk
minum teh hangat ketika batuk
DO :
BB mengalami penurunan dari 65 kg hingga 44
kg
Pasien tidak pernah menghabiskan makanan
yang diberikan rumah sakit
Perubahan nutrisi kurang
dari kebutuhan tubuh
3. DS :
Mengatakan demam dan berkeringat di malam
hari
DO :
Sputum purulent
S : 38,7
0
C
Hasil rontgen menunjukkan adanya bercak
infiltrate di kedua lapang paru
Pasien batuk sembarangan dan tidak pernah
ditutupi
Resti penyebaran infeksi
4. DS :
Riwayat merokok sejak usia 18 tahun
Bekerja sbg pengumpul kaleng bekas di tempat
sampah
Pengobatan di rumah diberikan obat batuk yang
dijual bebas
DO : -
Kurang pengetahuan tentang
kondisi, pengobatan,
pencegahan penyakit

3. Intervensi Keperawatan
Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan sekret kental
Tujuan :
Bersihan jalan nafas efektif setelah intervensi 3 x 24 jam
Kriteria Hasil :
Tidak terdapat batuk
Frekuensi nafas 20 x/mnt
Nafas vesikuler
Ronkhi -/-
Bronchial sound -/-
Tidak terdapat sputum purulent (sekret kental)
Hasil X-Ray menunjukkan tidak terdapat bercak infiltrate dalam lapang
paru
No Intervensi Rasional

1.
Mandiri
Kaji fungsi pernafasan, bunyi
nafas,kecepatan,irama,kedalaman dan
penggunaan otot aksesoris

Penurunan bunyi nafas
indikasi atelektasis,
ronkhi indikasi
akumulasi sekret atau
ketidakmampuan
membersihkan jalan
nafas shgga otot
aksesori digunakan dan
kerja pernafasan
meningkat.
2. Catat kemampuan untuk mengeluarkan sekret
atau batuk efektif, catat karakter, jumlah
sputum, adanya hemoptisis.
Pengeluaran sulit bila
sekret tebal, sputum
berdarah, akibat
kerusakan paru atau
luka bronkhial yg
memerlukan evaluasi
intervensi lanjut.
3. Berikan pasien posisi semi atau fowler, bantu
atau ajarkan batuk efektif dan latihan nafas
dalam
Meningkatkan ekspansi
paru, ventilasi maks
membuka area
atelektasis dan
peningkatan gerakan
sekret agar mudah
dikeluarkan.
4. Bersihkan sekret dari mulut dan trakea,
suction bila perlu
Mencegah obstruksi
atau aspirasi. Suction
dilakukan bila pasien
tidak mampu
mengeluarkan sekret.
5. Pertahankan intake cairan min 2500 ml/hari
kecuali kontraindikasi. Lembabkan udara atau
O2 inspirasi
Membantu
mengencerkan sekret
sehingga mudah
dikeluarkan, mencegah
pengeringan membran
mukosa

6.
Kolaborasi
Berikan obat : agen mukolitik, bronkhodilator,
kortikosteroid sesuai indikasi

Menurunkan kekentalan
sekret, lingkaran ukuran
lumen trakea bronkhial,
berguna jika terjadi
hipoksemia pd kavitas
yg luas
7. Bantu intubasi darurat bila perlu Diperlukan pada kasus
jarang bronkogenik dg
edema laring atau
perdarahan paru akut

Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan
Tujuan :
Menunjukkan peningkatan berat badan setelah dilakukan intervensi 3 x 24 jam
Kriteria Hasil :
Berat badan ideal
Tidak mengeluh mual
Nafsu makan meningkat
No Intervensi Rasional

1.
Mandiri
Catat status nutrisi pasien, turgor kulit,
timbang BB, integritas mukosa mulut,
kemampuan menelan, adanya bising usus,
riwayat mual atau muntah atau diare

Berguna dlm
mendefinisikan derajat
masalah dan intervensi
yg tepat
2. Kaji pola diet pasien yang disukai/tidak
disukai.

Membantu intervensi
kebutuhan yang
spesifik, meningkatkan
intake diet pasien.
3. Monitor intake dan output secara periodik. Mengukur keefektifan
nutrisi dan cairan.
4. Catat adanya anoreksia, mual, muntah, dan
tetapkan jika ada hubungannya dengan
medikasi. Awasi frekuensi, volume,
konsistensi Buang Air Besar (BAB).

Dapat menentukan jenis
diet dan
mengidentifikasi
pemecahan masalah
untuk meningkatkan
intake nutrisi.

5. Anjurkan bedrest Membantu menghemat
energi khusus saat
demam terjadi
peningkatan metabolik
6. Lakukan perawatan mulut sebelum dan
sesudah tindakan pernapasan.

Mengurangi rasa tidak
enak dari sputum atau
obat-obat yang
digunakan yang dapat
merangsang muntah.

7. Anjurkan makan sedikit dan sering dengan
makanan tinggi protein dan karbohidrat
Memaksimalkan intake
nutrisi dan menurunkan
iritasi gaster.



Kolaborasi
Rujuk ke ahli gizi untuk menentukan
komposisi diet.



Memberikan bantuan
dalarn perencaaan diet
dengan nutrisi adekuat
untuk kebutuhan
metabolik dan diet.


Resiko tinggi infeksi dan penyebaran
Tujuan :
Mengidentifikasi intervensi untuk mencegah atau menurunkan resiko
penyebaran infeksi
Menunjukkan tehnik atau perubahan pola hidup untuk meningkatkan
lingkungan yang aman
Kriteria Hasil
Suhu badan 36
0
C
Pasien membuang dahak ditempat yg disediakan
Infeksi tidak menyebar