Anda di halaman 1dari 5

Fe dalam hemoglobin

Pada percobaan ini kita membahas masalah darah, dimana sampel yang
digunakan yaitu darah ayam. Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu mengetahui
kandungan Fe dalam hemoglabin
1. Penentuan Fe dalam hemoglobin
Mengambil sampel darah, kemudian dipanaskan hingga membara (hangus). Tujuan
dari perlakuan ini yaitu agar zat- zat lain selain Fe akan menguap. Ada tidaknya
logam Fe perlu adanya penambahan HCl hal ini bertujuan untuk melarutkan besi

In this experiment we addressed the issue of blood , in which blood samples were
used that chicken . The purpose of this experiment is to know the content of Fe in
hemoglabin
1 Determination of Fe in hemoglobin
Taking a blood sample , then heated up fire ( charred ) . The purpose of this
treatment is that substances other than Fe will evaporate . Whether there is a need
for additional metal Fe HCl it aims to dissolve iron

Hem adalah suatu kandungan yang terdapat di dalam hemoglobin dan merupakan
derivat dari protein yang mengandung besi.Besi yang terkandung dalam Hb adalah
dalam bentuk Fe(II)

Dalam percobaan ini, sampel darah dipanaskan hingga terbakar semua, dengan
tujuan untuk mengoksidasi Fe(II)menjadi Fe(III)Fe2+Fe3++ e

Penambahan aquaregia (HCl dan HNO3) berfungsi untuk mengikat Fe dalam
reaksi Fe3++ 3Cl- FeCl3

Filtrat ditambah larutan K4[Fe(CN)4] menghasilkan larutan berwarna hijau
Fe3++ K4[Fe(CN)4] FeK[Fe(CN)6] + 3K+

Filtrat ditambah larutan KSCN menghasilkan larutan berwarnamerah kecoklatan
Fe3++ 3KSCN Fe(SCN)3+ 3K+

Hem is a content contained in the hemoglobin and is a derivative of the protein
containing besi.Besi contained in hemoglobin is in the form of Fe ( II )

In this experiment , a blood sample is heated to burn all , with the aim to oxidize
Fe ( II ) to Fe ( III ) Fe2 + Fe3 ++ e

Addition aquaregia ( HCl and HNO3 ) serves to bind Fe in the reaction FeCl3 Fe3
++ 3Cl-

The filtrate was added a solution of K4 [ Fe ( CN ) 4 ] resulted in a green solution
Fe3 ++ K4 [ Fe ( CN ) 4 ] FEK [ Fe ( CN ) 6 ] + 3K +

The filtrate was added a solution of KSCN produces brownish solution berwarna
merah
Fe3 ++ 3KSCN Fe ( SCN ) 3 + 3K +

Uji senyawa dalam serum darah
Albumin dan globulin adalah asam amino yang terdapat pada plasma dan
serum. Pada praktikum ini, albumin dan globulin dipisahkan dengan memisahkan
komponen serum.
Prosedur untuk memisahkan protein dengan salting out. Protein mempunyai
struktur yang tidak stabil sehingga mudah mengalami denaturasi yang meliputi
presipitasi dan koagulasi. Albumin merupakan protein yang larut dalam air
sedangkan globulin mempunyai sukar larut dalam air. Akan tetapi di dalam serum
yang mengandung kedua protein (albumin dan globulin) ini ditambahkan garam
ammonium sulfat 22%, maka protein akan terdenaturasi atau daya larut globulin
akan berkurang sehingga globulin akan terpisah sebagai endapan.

Test compounds in blood serum
Albumin and globulin is an amino acid found in plasma and serum . In this lab ,
albumin and globulin were separated by separating the serum components .
The procedure for separating proteins by salting out . The protein has an unstable
structure so prone to denaturation which include precipitation and coagulation .
Albumin is a protein that is soluble in water while having difficult globulin soluble
in water . However, in both serum -containing protein ( albumin and globulin ) was
added 22 % ammonium sulfate salts , the protein will be denatured or solubility
globulin globulin will be reduced so separate as a precipitate .

.
1.
Uji albumin
Dari hasil pengamatan didapatkan bahwaendapan larut dalam aquades. Hal
inimenunjukkan uji albumin dalam serum darahpositif (+)
2
.
Uji globulin
Dari hasil pengamatan didapatkan bahwaendapan larut dalam aquades dan
terbentuklarutan keruh. Hal ini menunjukkan uji globulindalam serum darah positif
(+)

Uji zat-zat non protein
a.Uji ion kalsium
Dari hasi pengamatan, filtratditambahkan larutan (NH4)2C2O4 didapatkan endapan
putih CaC2O4 dengan larutan keruh. Hal ini menunjukkan ujiadanya ion kalsium
dalam darah hasilnya positif (+)Reaksi yang terjadi:Ca2++ (NH4)2C2O4CaC2O4+
2NH+

albumin test
From the observations obtained bahwaendapan soluble in distilled water . It
inimenunjukkan test darahpositif serum albumin ( + )
2
.
globulin test
From the observations obtained bahwaendapan soluble in distilled water and turbid
terbentuklarutan . This shows globulindalam blood serum test positive ( + )

Test of non- protein substances
a.Uji calcium ions
From hasi observations , filtratditambahkan solution ( NH4 ) 2C2O4 obtained
white precipitate CaC2O4 with turbid solution . This shows ujiadanya calcium ions
in the blood result is positive ( + ) reaction that occurs : ++ Ca2 ( NH4 ) 2C2O4
2NH CaC2O4 + +


Calcium increases due to dehydration (which is also associated with increased
albumin), primary hyperparathyroidism (neoplasia of parathyroid gland), primary
pseudohyperparathyroidism (neoplasms producing parathormone-related peptide or
PRP, usually perianal adenocarcinoma or some form of lymphosarcoma), bone
invasion of malignant neoplasms, thyrotoxicosis (uncommon), and overtreatment
of parturient paresis. It decreases due to hypoalbuminemia, parturient paresis,
oxalate poisoning, chronic renal failure (secondary renal hyperparathyroidism),
acute pancreatitis (occasionally), surgical interference with parathyroid glands,
and idiopathic (autoimmune) hypoparathyroidism.

Uji ion klorida
Dari hasi pengamatan, filtrat yangditambah larutan AgNO3 encer dan HNO3
didapatkan endapan putih AgCl denganlarutan keruh. Hal ini menunjukkan ujiadanya
ion klorida dalam darah hasilnya positif (+) Reaksi yang terjadi:Cl-+ AgNO3AgCl
+NO3-

Chloride ion test
From hasi observations , yangditambah filtrate dilute solution of AgNO3 and
HNO3 obtained white precipitate of AgCl denganlarutan murky . This shows
ujiadanya chloride ions in the blood result is positive ( + ) reaction that occurs : Cl
+ AgNO3 AgCl + NO3


Chloride increases in acidosis, and in parallel with increases in sodium
concentration. It decreases in alkalosis, vomiting (especially after eating), and in
association with hyponatremia.

.
Uji glukosa
Dari hasi pengamatan, filtrat yangditambah larutan gliserol, natriumkarbonat padat, dan
larutan cupri sulfatmenghasilkan endapan merah bata Cu2O.
Hal ini menunjukkan uji adanya glukosadalam darah hasilnya positif (+)Reaksi
yang terjadi:

glucose test
From hasi observations , the filtrate yangditambah glycerol solution ,
natriumkarbonat solid , and solution cupri sulfatmenghasilkan Cu2O brick red
precipitate .
This indicates the presence of glukosadalam blood test result is positive ( + )
reaction that occurs :




Glucose increases due to high-carbohydrate meals, sprint exercise, stress or
excitement (including handling and sampling stress), glucocorticoid therapy,
Cushing's disease, overinfusion with glucose/dextrose-containing IV fluids,
and diabetes mellitus. It decreases due to insulin overdose, insulinoma, islet cell
hyperplasia (uncommon), acetonemia/pregnancy toxemia, acute febrile illness, and
idiopathically (in certain dog breeds).

Glucose meters for use on whole blood are widely available for home use by
human diabetic patients. These yield acceptably accurate results on animal blood,
although an unexpected hypoglycemia should be confirmed by a professional
laboratory. Fresh whole blood may be used, but fluoride blood or plasma is the
preferred sample if analysis is not immediate.


Uji ion sulfat
Dari hasi pengamatan, filtrat yangditambah larutan BaCl2 didapatkan endapan putih
BaSO4
dengan larutan keruh.Hal ini menunjukkan uji adanya ion sulfatdalam darah
hasilnya positif (+)Reaksi yang terjadi:SO42-+ BaCl2BaSO4+ 2Cl-


Test sulfate ions
From hasi observations , the filtrate yangditambah BaCl2 solution obtained white
precipitate BaSO4
with this keruh.Hal solution showed the presence of ions sulfatdalam blood test
result is positive ( + ) reaction that occurs : SO42- + BaCl2 BaSO4 + 2Cl-