Anda di halaman 1dari 16

Double Degree Marine Engineering, FTK-ITS

Condition
Monitoring
CONDITION MONITORING
Monitoring Getaran pada Kapal
Devi Samoir ! "# $# $%$ %##
&MONITORING GET'R'N K'(')* Condition Monitoring
+'+ I
(END',-)-'N
$.$ )'T'R +E)'K'NG
Pada umumnya getaran kapal berasal dari main engine. Semua main engine di produksi
dan di desain agar tingkat getarannya rendah sehinggga tidak mengganggu ABK (American
Bureau of Shipping) dan para penumpang kapal. Akan tetapi selama pengoperasiannya
semakin lama maka tingkat getaran !uga akan semakin tinggi hal ini disebabkan karena
beberapa hal yang diantaranya yaitu kelelahan bahan keausan deformasi dan penempatan
struktur sehingga ke!adian " ke!adian tersebut dapat menaikkan besar celah antara bagian #
bagian yang rapat ketidak lurusan pada poros dan keretakan material. Secara garis besar
sumber eksitasi getaran di kapal antara lain$ motor penggerak utama generator gearbo%
poros propeller dan gelombang laut. Sistem propulsi kapal adalah suatu mekanisme
penghasil gaya dorong kapal untuk mela&an tahanan udara dan tahanan air sehingga kapal
mampu mempertahankan kecepatan dinas ('s) yang telah direncanakan. (aya aksial propeller
ditahan oleh thrust blocks sehingga thrust block dan pondasinya akan mengalami pergeseran
secara longitudinal. System propulsi ini akan bergetar secara longitudinal pada posisi thrust
block. Pada propeller !uga beker!a enam komponen gaya. (aya dan momen tersebut ter!adi
karena propeller berputar pada daerah &ake yang tidak uniform dan dengan adanya
gaya)momen tersebut maka system propulsi mengalami getaran torsional. Berdasarkan uraian
diatas maka getaran yang sangat berpengaruh pada factor kenyamanan penumpang ter!adi
pada kamar mesin yaitu system propulsi kapal.
$.# R-M-S'N M'S')',
*. Pengertian getaran mesin+
,. Pengertian monitoring+
-. Penyebab dari getaran pada mesin+
.. /al yang men!adi alasan untuk dimonitoring+
0. 1angkah dan proses monitoring+
$./ T-0-'N
*. Memahami konsep permasalahan akan getaran pada mesin
,. Memahami konsep monitoring getaran pada mesin
-. Memahami langkah dan proses monitoring getaran pada mesin
.. Mengetahui permasalahan yang muncul akibat getaran pada mesin
&MONITORING GET'R'N K'(')* Condition Monitoring
+'+ II
K'0I'N (-ST'K'
#.$ GET'R'N
Getaran atau vibration merupakan fenomena mekanik dimana osilasi
terjadi di sekitar pusat keseimbangan. Osilasi mungkin periodik yang
terjadi seperti gerakan bandul atau seperti gerakan ban di jalan
kerikil. Getaran hanya membuang-buang energi dan menciptakan
suara yang tidak diinginkan atau kebisingan.
Prinsip getaran tidak asing bagi kita dalam kehidupan kita sehari hari,
benda yang bergerak pasti mengeluarkan getaran. Contoh
sederhananya adalah kursi yang kita pindah akan mengeluarkan
suara, kenapa mengeluarkan suara? arena ada getaran terjadi
antara kursi dan lantai, contoh lain adalah sebuah gitar jika kita petik
akan mengeluarkan bunyi, hal itu juga karena getaran pada da!ai
gitar tersebut, serangkaian pendulum yang kita gerakkan dan
menyentuh satu dengan yang lainnya juga akan mengeluarkan
getaran. "ebuah kendaraan yang mele!ati jalan yang tidak
rata#bergelombang juga akan mengeluarkan getaran.
Getaran yang terjadi pada benda benda yang bergerak umumnya
akan mengeluarkan suara, namun bisa juga akan menghasilkan
panas, bagaimana bisa getaran menghasilkan panas? Contoh
sederhana adalah disaat kita menggosok gosokkan kaki kelantai
tentunya akan menghasilkan getaran dan kita merasakan suhu di
telapak kaki akan meningkat $hangat%.
#.# (EN1E+'+ GET'R'N
&da beberapa penyebab getaran pada mesin , yaitu'
(. Pengulangan gaya
"ebuah contoh dari kapal yang bersandar di pelabuhan#galangan,
yang terkena ombak hingga mengakibatkan gaya gerak pada kapal
tersebut. )erpaan dari ombak itu mengakibatkan gerakan pada
&MONITORING GET'R'N K'(')* Condition Monitoring
kapal dan hal itu akan terus mengayun kapal sampai mendekati
titik keseimbangan kapal kembali, dan kembali kerelatif seimbang.
*egitu juga ketidak seimbangan yang terjadi pada mesin , suatu
misal sebuah mesin yang memiliki titik as#pusat yang sudah tidak
seimbang akan berakibat putaran mengayun yang mengakibatkan
ada porsentase gaya ayunan tersebut yang terus mengikutinya.
Pada sebuah kipas yang memiliki bilah kipas yang tidak seimbang
$bisa jadi karena satu bilah pecah#cacat% akan mengakibatkan
ketidak seimbangan putaran kipas tersebut.
+. elonggaran
,ikarenakan komponen pendukung pada sebuah mesin tidak
cukup kuat pemasangannya akan mengakibatkan getaran, bahkan
hal tersebut sampai tidak terkendali.
-. .esonansi
/al ini berhubungan dengan ritme daya dorong sebuah mesin,
pada ritme yang tepat $ saat yang paling tepat untuk di dorong%
akan menghasilkan titik kekuatan mesin yang maksimal. 0amun
pada ritme yang tidak tepat akan memperlambat proses menuju
titik maksimal pemakaian daya dorong mesin dalam hal ini akan
muncul getaran bebas pada ketidak tepatan ritme daya dorong
yang di butuhkan.
Contoh sederhana sebuah ayunan anak, disaat mengharap
dorongan yang maksimal untuk menuju ketinggian maksimal di
butuhkan dorongan pada !aktu yang tepat tanpa ada benturan
tenaga dorongan dengan ritme ayunan.
#./ MONITORING
1onitoring $pemantauan% adalah pemantauan yang dapat
dijelaskan sebagai kesadaran $a!areness% tentang apa yang ingin
diketahui, pemantauan berkadar tingkat tinggi dilakukan agar dapat
membuat pengukuran melalui !aktu yang menunjukkan pergerakan
ke arah tujuan atau menjauh dari itu. 1onitoring akan memberikan
informasi tentang status dan kecenderungan bah!a pengukuran dan
&MONITORING GET'R'N K'(')* Condition Monitoring
evaluasi yang diselesaikan berulang dari !aktu ke !aktu,
pemantauan umumnya dilakukan untuk tujuan tertentu, untuk
memeriksa terhadap proses berikut objek atau untuk mengevaluasi
kondisi atau kemajuan menuju tujuan hasil manajemen atas efek
tindakan dari beberapa jenis antara lain tindakan untuk
mempertahankan manajemen yang sedang berjalan.
#." T-0-'N MONITORING
Pada saat dilakukan pengukuran getaran suatu mesin, maka
akan timbul suatu pertanyaan,untuk apa sebenarnya dilakukan
pengukuran tersebut. ,alam suatu pengukuran jelas bah!a tujuannya
adalah untuk mendapatkan data, tetapi selanjutnya untuk apa data
tersebut diambil. &da beberapa tujuan pengambilan data getaran
suatu mesin, tujuan tersebut adalah '
(. Pengukuran rutin
Pengukuran yang dilakukan secara rutin dan periodik bertujuan
untuk dapat mengetahui kerusakan yang terjadi pada suatu mesin
secara dini, sehingga dengan informasi tersebut kita dapat
menyusun jadual perbaikan dari suatu mesin.
+. Pengukuran referensi
"uatu pengukuran yang diambil pada saat suatu mesin dalam
kondisi baik, kesetimbangannya maupun kelurusannya ataupun
bagian-bagiannya yang lain, serta beroperasi dalam kondisi
normal. Getaran hasil pengukuran tersebut sebagai acuan dan
pembanding bagi pengukuran-pengukuran selanjutnya
-. Pengukuran sebelum dan sesudah pera!atan
Pengukuran yang dilakukan sebelum perbaikan sehingga dapat
memberikan informasi pada kita mesin mana yang membutuhkan
perbaikan dan mana yang tidak. Pengukuran yang dilakukan
setelah perbaikan sehingga dapat memberikan informasi pada kita
bah!a masalah yang terjadi pada mesin tersebut telah selesai, hal
tersebut sekaligus juga memberikan informasi pada kita bah!a
pekerjaan perbaikan yang kita lakukan berhasil dengan baik.
&MONITORING GET'R'N K'(')* Condition Monitoring
2. )roubleshooting
Pengukuran getaran dilakukan pada suatu mesin yang mempunyai
level getaran cukup tinggi, yang diperkirakan terjadi akibat adanya
kelainan pada mesin tersebut. Pengukuran getaran ini mempunyai
tujuan untuk menganalisa bagian mana dari mesin tersebut yang
mengalami kelainan kerusakan.
#.2 (ER')'T'N MONITORING
,alam pengambilan data suatu getaran agar supaya informasi
mengenai data getaran tersebut mempunyai arti, maka kita harus
mengenal dengan baik alat yang akan kita gunakan. &da beberapa
alat standard yang biasanya digunakan dalam suatu pengukuran
getaran antara lain '
(. 3ibration meter
3ibration meter biasanya bentuknya kecil dan ringan sehingga
mudah diba!a dan dioperasikan dengan battery serta dapat
mengambil data getaran pada suatu mesin dengan cepat. Pada
umumnya terdiri dari sebuah probe, kabel dan meter untuk
menampilkan harga getaran. &lat ini juga dilengkapi dengan s!itch
selector untuk memilih parameter getaran yang akan diukur.
3ibration meter ini hanya membaca harga overall $besarnya level
getaran% tanpa memberikan informasi mengenai frekuensi dari
getaran tersebut. Pemakaian alat ini cukup mudah sehingga tidak
diperlukan seorang operator yang harus ahli dalam bidang
getaran. Pada umumnya alat ini digunakan untuk memonitor
4trend getaran4 dari suatu mesin. 5ika trend getaran suatu mesin
menunjukkan kenaikan melebihi level getaran yang diperbolehkan,
maka akan dilakukan analisa lebih lanjut dengan menggunakan
alat yang lebih lengkap.
&MONITORING GET'R'N K'(')* Condition Monitoring
Gambar 1 Vibration Meter
+. 3ibration analy6er
&lat ini mempunyai kemampuan untuk mengukur amplitude dan
frekuensi getaran yang akan dianalisa. arena biasanya sebuah
mesin mempunyai lebih dari satu frekuensi getaran yang
ditimbulkan, frekuensi getaran yang timbul tersebut akan sesuai
dengan kerusakan yang tedadi pada mesin tersebut. &lat ini
biasanya dilengkapi dengan meter untuk membaca amplitudo
getaran yang biasanya juga menyediakan beberapa pilihan skala.
&lat ini juga memberikan informasi mengenai data spektrum dari
getaran yang terjadi, yaitu data amplitudo terhadap frekuensinya,
data ini sangat berguna untuk analisa kerusakan suatu mesin.
,alam pengoperasiannya vibration analy6er ini membutuhkan
seorang operator yang sedikit mengerti mengenai analisa vibrasi.
Gambar 2 Vibration Analyzer
-. "hock pulse meter
&MONITORING GET'R'N K'(')* Condition Monitoring

Gambar 3 Shock Pulse Meter
"hock pulse meter adalah , alat yang khusus untuk memonitoring
kondisi antifriction bearing yang biasanya sulit dideteksi dengan
metode analisa getaran yang konvensional. Prinsip kerja dari shock
pulse meter ini adalah mengukur gelombang kejut akibat terjadi
gaya impact pada suatu benda, intensitas gelombang kejut itulah
yang mengindikasikan besarnya kerusakan dari bearing tersebut.
Pads sistem "P1 ini biasanya memakai tranduser pie6o-electric
yang telah dibuat sedemikian rupa sehingga mempunyai frek!ensi
resonansi sekitar -+ /6. ,engan menggunakan probe tersebut
maka "P1 ini dapat mengurangi pengaruh getaran terhadap
pengukuran besarnya impact yang terjadi
Pemilihan titik ukur pada rumah bearing adalah sangat penting
karena gelombang kejut ditransmisikan dari bearing ke tranduser
melalui dinding dari rumah bearing, sehingga sinyal tersebut bisa
berkurang karena terjadi pelemahan pada saat perjalanan sinyal
tersebut. *eberapa prinsip yang secara umum bisa dipakai sebagi
acuan dalam menentukan titik ukur yakni '
a. 5ejak sinyal antara bearing dengan probe harus sedekat
mungkin.
b. Probe harus ditempatkan sedekat mungkin terhadap daerah
beban dari bearing.
&MONITORING GET'R'N K'(')* Condition Monitoring
c. 7intasan sinyal harus terdiri dari satu sistem mekanis antara
bearing dengan rumah bearing. "ebagai contoh, apabila pada
rumah bearing digunakan cover sebagai sistem mekanis kedua,
maka titik ukur tidak boleh diambil pada posisi ini.
2. Osciloskop
Osciloskop adalah salah satu peralatan yang berguna untuk
melengkapi data getaran yang akan dianalisa. "ebuah osciloskop
dapat memberikan sebuah informasi mengenai bentuk gelombang
dari getaran suatu mesin. *eberapa kerusakan mesin dapat diiden-
ti8kasi dengan melihat bentuk gelombang getaran yang dihasilkan,
sebagai contoh, kerusakan akibat unbalance atau misalignment
akan menghasilkan bentuk gelombang yang spesi8k, begitu juga
apabila terjadi kelonggaran mekanis $mechanical looseness%, oil
!hirl atau kerusakan pada anti friction bearing dapat
menghasilkan gelombang dengan bentuk-bentuk tertentu.
Osiloskop juga dapat memberikan informasi tambahan yaitu '
untuk mengevaluasi data yang diperoleh dari tranduser non-
contact $pro9imitor%. ,ata ini dapat memberikan informasi pada
kita mengenai posisi dan getaran shaft relatif terhadap rumah
bearing, ini biasanya digunakan pada mesin- mesin yang besar
dan menggunakan sleeve bearing $bantalan luncur%.
,isamping itu dengan menggunakan dual osciloscop $yang
memberikan fasilitas pembacaan vertikal maupun hori6ontal%, dan
minimal dua tranduser non-contact pada posisi vertikal dan
hori6ontal maka kita dapat menganalisa kerusakan suatu mesin
ditinjau dari bentuk 4orbit4nya.
&MONITORING GET'R'N K'(')* Condition Monitoring
Gambar 4 Osciloskop
#.3 M'NF''T MONITORING
(. 1engurangi kerusakan mesin yang parah
,engan pemantauan getaran mesin secara teratur tentunya akan
menghindari kerusakan yang semakin parah pada mesin. "ekali
lagi akan menekan budget untuk pembelian mesin baru.
+. onsumsi daya bisa rendah
,alam beroperasinya mesin yang bergetar tinggi di pastikan akan
membutuhkan lebih daya konsumsi, hal ini !ajar karena putaran
mesin akan semakin berat.
-. 1engurangi peluang untuk ganti mesin
*ayangkan seandainya mesin rusak parah, apa yang terjadi?
tentunya harus dilakukan penggantian. *elum tentu mesin yang
sama persisi seperti yang di butuhkan masih tersedia dan masih di
produksi oleh pembuatnya. "olusi mengganti mesin yang lain
tentunya berpengaruh pada sistem insatalasi dan hal itu akan
sangat tinggi dana yang harus dianggarkan untuk membangun
sistem baru.
2. 1engurangi peluang untuk mengganti komponen mesin
,engan menunggu spare part ataupun mesin baru jika tersedia
akan berpengaruh pada hasil produksi, karena !aktu akan
terbuang.
:. 1aterial dapat disesuaikan dengan kebutuhan mesin
&MONITORING GET'R'N K'(')* Condition Monitoring
,alam prakteknya sebagian teknisi mesin merancang sendiri cara
untuk mengatasi mesin yang bermasalah dengan cepat tapi tidak
benar.
;. 1engurangi pemeliharaan yang tidak perlu
)anpa memonitor getaran mesin secara up to date, pemeliharaan
sering tidak mengarah pada sasaran yang sebenarnya getaran
mesin adalah indikasi yang paling vital.
<. 1enjaga kualitas mesin dan komponen mesin
"udah !ajar dan bukan hal baru lagi bah!a barang produksi asli
pada spart part mesin lebih bisa dipercaya kehandalannya
daripada spart part keluaran baru. 1eskipun sama sama satu
produk $relatif%.
=. 1eningkatkan keamanan kerja
>ni hal yang paling penting, dengan pemantauan getaran mesin
dengan segala penyelesaian nya akan menghilangkan kebisingan
yang berlebihan yang mengakibatkan ketidaknyamanan di tempat
kerja. elonggaran komponen mesin tentunya akan sangat
berbahaya untuk area sekitar mesin.
&MONITORING GET'R'N K'(')* Condition Monitoring
+'+ III
ST-DI K'S-S
*. 2ama Kapal $ KM. K3MA1A
,. 4empat Pembuatan $ 56PA2(
-. (alangan Pembangunan $ Kurushima 7osen Co. 1td.
.. 4ahun Pembuatan $ *898
0. Bahan $ BA5A
:. 4ype Kapal $ Kapal Motor Penumpang dan kendaraan
;. Klasifikasi $ "
9. Surat 3kur 2o. $ "
3kuran 3tama
*. Pan!ang seluruhnya $*<..,< m
,. Pan!ang (aris Air $ 8..<< m
-. 1ebar $ *8.,< m
.. =alam $ :.-< m
0. Sarat Ma%imum $ ..:< m
:. (.>.4 $ --:- ;. (>4
Kapasitas Tangki
1. Tangki Bahan Bakar : 191.2 m3/ton
2. Tangki Air Tawar : 97.0 m3/ton
3. Tangki Ballast : 1025.7 m3/ton
Mesin tama
1. Merk : !""#ATA
2. T$pe : % MM#. 31 &'
3. Tenaga K()a / *K: + , 2000
+. -(mlah Mesin: +
5. Ke.epatan Maksim(m: 12 K!/T0
%. Th. *em1(atan Mesin: 1927
7. 3.*.M: %00
2. -enis Bahan Bakar: 45/
M&0"! BA!T
1. Merk : 6A"4AT0
2. T$pe : % *0 T7 2% 6
3. Tenaga K()a / *K : 3 , 700 6K
+. -(mlah Mesin:3
Kapasitas M(at
a. -(mlah pen(mpang: 950 *en(mpang
1. -(mlah Ken)araan: %0 Ken)araan .amp(ran
.. -(mlah 7rew : 35 /rang
&MONITORING GET'R'N K'(')* Condition Monitoring
*int( 3ampa
1. *int( 3ampa 4al(an : * 8 99.m:
; 8 9. m
2. *int( 3ampa B(ritan : * 8 99 m:
; 8..9.m
3.*int( 3ampa Kiri : * 8 95 m: ;
8 93:2. m
+. *int( 3ampa Kanan :* 8
9+...m: ; 893:2..
Alat yang Digunakan Untuk Mengukur Getaran
"np(t )ata $ang )ig(nakan $ait( langs(ng mengam1il )ari KM K(mala $ang akan )i analisa tingkat
getarann$a )engan mengg(nakan alat 55T <5ast 5o(rier Transom= anal$>er *; 20 merek inmarsat.
Alat ini )apat menganalisa )omain ?rek(ensi )an )omain wakt(. "np(t pa)a alat ini 1er(pa
gelom1ang $ang kontin$(. #elom1ang terse1(t )apat 1erasal )ari inp(t tran)(.er $ang memiliki
per.epatan: )ispla.ement )an tekanan $ang proporsional. A)ap(n spesi?ikasi )ari 55T Anal$ser
*; 20 a)alah se1agai 1erik(t:
"!*T
!o .hannel: 2
3entang @oltage: A/B5mC B A/B5C
"np(t @oltage maksim(m : DA/B 12C
0.ala : pen$es(aian skala pa)a (nit engineering
3entang ?rek(ensi: 67 254> E
20K4> )alam 9 Fangka(an< )engan anti E aliansing ?ilter=.
"np(t .o(pling: 67: A7: *er.epatan ata( gro(n)
0ampling rate/1an)with ratio: 2.51:1
3esol(si )ispla$: 25%,122 pi,els
Gambar 5 ! Analyser P" 2#
Penentuan 4itik Pengukuran
Sebelum melakukan pengukuran getaran terlebih dahulu menentukan titik pengukuran
pada system propulsi dan pada tiap deck kapal KM. K3MA1A. Pengukuran dilakukan pada
tiap pondasi mesin pondasi gearbo% dan pondasi thrust block.
&MONITORING GET'R'N K'(')* Condition Monitoring
Gambar $ !itik%titik Pen&ukuran pa'a Sistem Propulsi
Gambar ( !itik Pen&ukuran pa'a Gela'ak )
Gambar * !itik Pen&ukuran pa'a Gela'ak +
Gambar , Pen&ukuran Pon'asi pa'a Main -n&ine
Sistem Propulsi A rms (g) A ABS (g)
M6 * <:9:; <;0
M6 , <:-*, <;0
M6 - <;0<90 <;0
M6 . <;,.:0 <;0
(B * <.0..9 <;0
(B , <;;-* <;0
4B * <;:*0 <;0
4B , <:..0 <;0
&MONITORING GET'R'N K'(')* Condition Monitoring

Gambar 1# Perban'in&an Getaran !orsional 'en&an Stan'ar' A+S.a/ 'an pa'a semua titik
.b/
a
b
&MONITORING GET'R'N K'(')* Condition Monitoring
+'+ I4
KESIM(-)'N
1. !ilai hasil perhit(ngan se.ara teori(nt(k getaran longit()inal se1esar 3:+32&B05m/s2.
0e)angkanperhit(ngan (nt(k nilai osilasi torsi getaran torsional se1esar 7:3+09&B02 m/s
2
.
*enge.ekan stan)art men(r(t perhit(ngan se.ara teori: 1esarn$a getaran longit()inal )an
getaran torsional pa)a kapal KM. K(mala masih memen(hi stan)art AB0 <American Bureau
of Shipping=.
2. *eng(k(ran se.ara langs(ng pa)a KM. K(mala: 1agian $ang memen(hi stan)art a)alah pa)a
1agian pon)asi main engine 1: pon)asi main engine 2: pon)asi main engine +: pon)asi
gear1o, 1: )an pon)asi thr(st 1lok 1. *a)a 1agian pon)asi M& 3 : *on)asi gear1o, )an
pon)asi thr(st 1lok 2 ti)ak memen(hi stan)art AB0 <Ameri.a B(rea( o? 0hipping= karena
hasil peng(k(ran men(nF(kkan 1ahwa nilai osilasi torsi mele1ihi stan)art $ang telah
)itent(kan: $ait( mele1ih 0.75 m/s
2

. Ber)asarkan hasil peng(k(ran getaran )i)apatkan nilai
amplit()o getaran antara 0:5 E 1 m/s2: maka )alam ta1el tingkat getaran men(r(t "0/
termas(k pa)a tingkat getaran ti)ak n$aman $ang waFar (Fairly Uncomfortable).
3. #etaran pa)a r(ang pen(mpang KM. K(mala masih memen(hi perat(ran E perat(ran
Kep(t(san Menteri Tenaga KerFa !o. Kep. 51/Men/1999 Tanggal 1% April 1999G "0/2%31B1
<1997=G )an ;lo$)Hs 3egisterHs.
4. ;angkah (nt(k meng(rangi getaran $ait( )engan 1alan.ing propeller: sha?t alignment )an
penam1ahan lapisan semen pa)a lantai tiap )e.k pen(mpang.