Anda di halaman 1dari 26

BAB I

Laporan Kasus
A. Identitas Pasien
Nama : N. R
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 17 tahun
Pekerjaan : Pelajar
Alamat : Paakum!uh
B. Anamnesis
Keluhan Utama : neri pada luka di pun""un" kaki kanan setelah
ke#elakaan sejak $ jam se!elum masuk rumah sakit.
Ri%aat Penakit &ekaran" :
' Neri pada luka di pun""un" kanan kaki kanan setelah ke#elakaan sejak $
jam se!elum masuk rumah sakit
' (ampak luka den"an panjan" ) #m den"an dasar luka tulan" dan otot pada
pun""un" kaki kanan* dirasakan neri oleh pasien dan jari kaki kanan
tidak !isa di"erakkan
' A%alna pasien di!on#en" den"an motor* terjadi ke#elakaan den"an
motor an" !erla%anan arah* saat terjatuh kaki kanan pasien terhimpit
oleh motor.
' Pasien sadar setelah ke#elakaan
' (idak terdapat luka ro!ek di tempat lain
' Konjun"ti+a tidak anemis* akral han"at
Ri%aat Penakit ,ahulu :
(idak ada ri%aat penakit kelainan darah* tidak ada ri%aat dia!etes
mellitus.
Ri%aat Penakit Keluar"a :
Ri%aat penakit kelainan darah pada keluar"a tidak ada* ri%aat
dia!etes mellitus tidak ada.
1
-. Pemeriksaan .isik
&tatus /eneralis
Kesadaran : komposmentis
Keadaan umum : sakit sedan"
(ekanan darah : 1001)0 mm2"
Perrna3asan : 40 kali1menit
Nadi : 50 kali1menit
&uhu : a3e!ris
6ata : konjun"ti+a tidak anemis* s#lera tidak ikterik
(hora7 : jantun" : !uni jantun" murni* !isin"8'9
Pulmo : na3as +esikuler* rohnki 8'9* %hee:in" 8'9
A!domen : tidak ada distensi* supel* BU 8;9
<kstremitas : akral han"at* per3usi !aik
&tatus Lokalis Re"io Pedis ,ekstra
Look :
' (ampak luka ro!ek den"an dasar tulan" dan otot
' (ampak pem!en"kakan pada pedis
' (ampak pe#ahan tulan" pada metatarsal =
.eel :
' (era!a han"at pada pedis
' Neri pada luka
6o+e :
' R>6 artikulasio metatarsophalan" $'? ter!atas
La!oratorium rutin :
' 2emo"lo!in : 14 "1dl
' 2ematokrit : $4@
' Leukosit : A.=00Bl
' (rom!osit : $?0.000 Bl
,ia"nosis kerja : 3raktur ter!uka metatarsal $'? dekstra
,ia"nosis !andin" : '
Pemeriksaan penunjan" :
2
' Ront"en : tampak 3raktur di pada distal metatarsal $'? dekstra
Penatalaksaan :
' Pasien dira%at di !an"sal !edah
' ,iet 6B
' Bersihkan luka dan di!alut den"an kasa
6edikamentosa :
' IC., RL den"an drip ketorola# $ @ 40 tetes1menit
' Injeksi #e3ota7im 471"
' Injeksi ranitidine 47 1 amp
' Injeksi tramadol 471 amp
Ren#ana :
' ,ilakukan de!ridement dan penjahitan pada luka
Pro"nosis :
Duo ad +itam : !onam
Duo ad 3untionam : du!ia ad !onam
Duo ad sanationam : !onam
.ollo% up :
2ari ra%atan 1
& : neri 8;9* perdarahan 8sedikit9
> :
' KU : sedan"
' Kes : -6-
' .. Nadi : 50 kali1menit
' ..Na3as : 1)1menit
' (ekanan darah : 1101)0 mm2"
' &uhu : a3e!ris
3
&tatus lokalis
Re"ion pedis dekstra : perdarahan 8sedikit9* udem pedis* tera!a han"at* per3usi
!aik
A1 3raktur ter!uka metatarsal $'? dekstra
Ren#ana : de!ridement dan penjahitan luka di run" operasi
6edikamentosa :
' IC., RL $0 tetes1menit
' Injeksi #e3ota7im 471"
' Injeksi ranitidine 47 1 amp
' Injeksi tramadol 471 amp
.ollo% up :
2ari ra%atan 4
& : neri 8;9 !erkuran"* perdarahan 8sedikit9
> :
' KU : sedan"
' Kes : -6-
' .. Nadi : )0 kali1menit
' ..Na3as : 401menit
' (ekanan darah : 1101)0 mm2"
' &uhu : a3e!ris
&tatus lokalis
Re"ion pedis dekstra : perdarahan 8'9* udem pedis* tera!a han"at* per3usi !aik
A1 post de!ridement dan jahit luka
6edikamentosa :
' IC., RL $0 tetes1menit
' Injeksi #e3ota7im 471"
4
' Injeksi ranitidine 47 1 amp
' Injeksi tramadol 471 amp
5
BAB II
(injauan Pustaka
.raktur merupakan suatu patahan pada kontinuitas struktur jarin"an tulan" atau
tulan" ra%an an" umumna dise!a!kan trauma* !aik trauma lan"sun" ataupun tidak
lan"sun". Aki!at dari suatu trauma pada tulan" dapat !er+ariasi ter"antun" pada
jenis* kekuatan dan arahna trauma. Patahan tadi mun"kin tidak le!ih dari suatu
retakan* suatu pen"isutan atau perimpilan korteks* !iasana patahan itu len"kap dan
3ra"men tulan" !er"eser. Kalau kulit diatasna masih utuh* keadaan ini dise!ut
3raktur tertutup 83raktur sederhana9* kalau kulit atau salah satu dari ron""a tu!uh
tertem!us keadaan ini dise!ut 3raktur ter!uka 83raktur #ompound9 an" #enderun"
men"alami kontaminasi dan in3eksi.
(ulan" !ersi3at relati3 rapuh* namun #ukup mempunai kekuatan dan "aa
pe"as untuk menahan tekanan. .raktur dapat terjadi aki!at :
1. Peristi%a trauma tun""al.
4. (ekanan an" !erulan"'ulan".
$. Kelemahan a!normal pada tulan" 83raktur patolo"ik9.
Penampilan 3raktur dapat san"at !er+ariasi tetapi untuk alasan an" praktis
3raktur di!a"i !e!erapa kelompok :
1. .raktur len"kap
(ulan" patah menjadi dua 3ra"men atau le!ih. (ermasuk disini adalah 3raktur
kominuti3 an" merupakan 3raktur den"an le!ih dari dua 3ra"men karena
ikatan sam!un"an pada permukaan 3raktur tidak !aik* 3raktur ini serin" tak
sta!il.
4. .raktur tidak len"kap
6
(ulan" terpisah se#ara tidak len"kap dan periosteum tetap menatu. Biasana
pada 3raktur "reensti#k tulan" !en"kok atau melen"kun"* ditemukan pada
anak. &elain itu 3raktur tidak len"kap !isa terdapat pada 3raktur kompresi.
(rauma lan"sun" aki!at !enturan akan menim!ulkan "aris 3raktur trans+ersal
dan kerusakan jarin"an lunak. Benturan an" le!ih keras disertai den"an
pen"himpitan tulan" akan men"aki!atkan "aris 3raktur kominuti3 diikuti den"an
kerusakan jarin"an lunak an" le!ih luas. (rauma tidak lan"sun" men"aki!atkan
3raktur terletak jauh dari titik trauma dari jarin"an sekitar 3raktur tidak men"alami
kerusakan !erat. Pada olahra"a%an* penari dan tentara dapat pula terjadi 3raktur pada
ti!ia* 3i!ula atau metatarsal an" dise!akan oleh karena trauma an" !erulan".
FRAKTUR TERBUKA
DEFINISI
.raktur ter!uka merupakan suatu 3raktur dimana terjadi hu!un"an den"an
lin"kun"an luar melalui kulit sehin""a terjadi kontaminasi !akteri* sehin""a tim!ul
komplikasi !erupa in3eksi.
ETIOLOGI
7
.raktur terjadi !ila ada suatu trauma an" men"enai tulan"* dimana trauma
terse!ut kekuatanna mele!ihi kekuatan tulan"* 4 3aktor an" mempen"aruhi
terjadina 3raktur :
1. <kstrinsik meliputi ke#epatan dan durasi trauma an" men"enai
tulan"* arah dan kekuatan trauma.
4. instrisik meliputi kapasitas tulan" men"asor!si ener"i trauma*
kelenturan* kekuatan dan densitas tulan".
&etelah 3raktur len"kap* 3ra"men'3ra"men !iasana !er"eser. &e!a"ian oleh
"aa !erat dan se!a"ian oleh tarikan otot an" melekat padana. Per"eseran !iasana
dise!ut den"an aposisi* penjajaran 8ali"nment9* rotasi dan !eru!ahna panjan".
&emua 3raktur ter!uka harus dian""ap terkontaminasi* sehin""a mempunai
potensi untuk terjadi in3eksi. Pada 3raktur tulan" dapat terjadi per"eseran 3ra"men'
3ra"men tulan". Per"eseran 3ra"men !isa diaki!atkan adana keparahan #edera an"
terjadi* "aa !erat* maupun tarikan otot an" melekat padana. Per"eseran 3ra"men
3raktur aki!at suatu trauma dapat !erupa :
1. Aposisi 8per"eseran ke sampin"1 sideways* tumpan" tindih dan !erhimpitan1
overlapping* !ertru!ukan sehin""a salin" tan#ap1 impacted9 : 3ra"men dapat
!er"eser ke sampin"* ke !elakan" atau ke depan dalam hu!un"anna den"an
satu sama lain* sehin""a permukaan 3raktur kehilan"an kontak. .raktur
!iasana akan menatu sekalipun aposisi tidak sempurna* atau sekalipun
ujun"'ujun" tulan" terletak tidak !erkontak sama sekali.
4. An"ulasi 8kemirin"an1 penilan"an antara kedua aksis 3ra"men 3raktur9 :
3ra"men dapat mirin" atau menudut dalam hu!un"anna satu sama lain.
$. Rotasi 8pemuntiran 3ra"men 3raktur terhadap sum!u panjan"9 : salah satu
3ra"men dapat !erotasi pada poros lon"itudinal* tulan" itu tampak lurus tetapi
tun"kai akhirna men"alami de3ormitas rotasional.
8
=. Panjan" 8pemanjan"an atau pemendekan aki!at distra#tion atau o+erlappin"
antara 3ra"men 3raktur9 : 3ra"men dapat tertarik dan terpisah atau dapat
tumpan" tindih* aki!at spasme otot* mene!a!kan pemendekan tulan".
2u!un"an "aris 3raktur den"an ener"i trauma :
/ARI& .RAK(UR 6<KANI&6< (RAU6A <N<R/I
(rans+ersal* o!lik* spiral
8sedikit !er"eser1 masih
ada kontak9
An"ulasi1 memutar Rin"an
Butter3l* trans+ersal
8!er"eser9* sedikit
kominuti3
Kom!inasi &edan"
&e"mental kominuti3
8san"at !er"eser9
Cariasi Berat

KALSIFIKASI
Kalsi3ikasi 3raktur ter!uka palin" serin" di"unakan menurut /ustillo dan
Anderson 81)7A9* an" menilai 3raktur ter!uka !erdasarkan mekanisme #edera*
derajat kerusakan jarin"an lunak* kon3i"urasi 3raktur dan derajat kontaminasi.
Kalsi3ikasi /ustillo ini mem!a"i 3raktur ter!uka menjadi tipe I* II* dan III :
(IP< BA(A&AN
I Luka !ersih den"an panjan" luka E 1 #m
9
II Panjan" luka F1 #m tanpa kerusakan jarin"an lunak an" !erat
III Kerusakan jarin"an lunak an" !erat dan luas* 3raktur se"mental ter!uka*
trauma amputasi* luka tem!ak den"an ke#epatan tin""i* 3raktur ter!uka di
pertanian* 3raktur an" perlu repair +askulr dan 3raktur an" le!ih dari 5 jam
setelah kejadian.
Keteran"an :
(ipe I !erupa luka ke#il kuran" dari 1 #m aki!at tusukan 3ra"men 3raktur dan
!ersih. Kerusakan jarin"an lunak sedikit dan 3raktur tidak kominuti3. Biasana
luka terse!ut aki!at tusukan 3ra"men 3raktur atau in'out.
(ipe II terjadi jika luka le!ih dari 1 #m tapi tidak !anak kerusakan jarin"n
lunak dan 3raktur tidak kominuti3.
(ipe III dijumpai kerusakan he!at maupun kehilan"an #ukup luas pada kulit*
jarin"an lunak dan putus atau han#urna struktur neuro+askuler den"an
kontaminasi* ju"a termasuk 3raktur se"mental ter!uka atau amputasi
traumatik.
Kalsi3ikasi ini ju"a termasuk trauma luka tem!ak den"an ke#epatan tin""i
atau
hi"h +elo#it* 3raktur ter!uka di pertanian* 3raktur an" perlu repair +askulr dan
3raktur an" le!ih dari 5 jam setelah kejadian. Kemudian /ustillo mem!a"i tipe III
menjadi su!tipe* aitu tipe IIIA* IIIB* dan III- :
(IP< BA(A&AN
IIIA Periostenum masih mem!un"kus 3ra"men 3raktur den"an kerusakan jarin"n
lunak an" luas
IIIB Kehilan"an jarin"n lunak an" luas* kontaminasi !erat* periostenal striping
10
atau terjadi bone expose
III- ,isertai kerusakan arteri an" memerlukan repair tanpa melihat tin"kat
kerusakan jarin"n lunak
Keteran"an :
(ipe IIIA terjadi apa!ila 3ra"men 3raktur masih di!un"kus oleh jarin"an
lunak* %alaupun adana kerusakan jarin"an lunak an" luas dan !erat.
(ipe IIIB terjadi pada 3ra"men 3raktur tidak di!un"kus oleh jarin"n lunak*
sehin""a tulan" terlihat jelas atau !one e7pose* terdapat pelepasan
periosteum* 3raktur kominuti3. Biasana disertai kontaminasi masi3 dan
merupakan trauma hi"h ener" tanpa memandan" luas luka.
(ipe III- terdapat trauma pada arteri an" mem!utuhkan per!aikan a"ar
kehidupan !a"ian distal dapat dipertahankan tanpa memandan" derajat
kerusakan jarin"an lunak.
/ustillo G Anderson
DIAGNOSIS
11
,ia"nosis 3raktur ter!uka dapat dite"akkan den"an ri%aat penderita*
pemeriksaan 3isik* dan pemeriksaan radiolo"is.
Pemeriksaan fisik
Jarin"an an" men"alami #edera ju"a harus ditan"ani den"an hati'hati. Untuk
menim!ulkan krepitus atau "erakan an" a!normal tidak perlu menim!ulkan neri*
dia"nosis den"an 3oto ront"en le!ih dapat diandalkan. Namun !utir'!utir
pemeriksaan klinik an" !iasa harus selalu dipertim!an"kan* kalau tidak kerusakan
pada arteri dan sara3 dapat terle%atkan. Pemeriksaan an" harus dilakukan adalah
identisi3ikasi luka se#ara jelas dan "an""uan neuro+askular !a"ian distal dan lesi
terse!ut. Pulsasi arteri !a"ian distal penderita hipotensi akan melemah dan dapat
men"hilan"kan sehin""a dapat terjadi kesalahan penilaian +askular terse!ut.!ila
disertai trauma kepala dan tulan" !elakan" maka akan terjadi kelainan sensasi ner+us
peri3er di distal lesi terse!ut. Pemeriksaan kulit seperti kontaminasi dan tanda'tanda
lain perlu di#atat.
Pemeriksaan an" dilakukan adalah :
1. Look 8inspeksi9
Pem!en"kakan* memar* dan de3ormitas mun"kin terlihat jelas* tetapi hal an"
pentin" adalah apakah kulit itu utuh atau tidak. Kalau kulit ro!ek dan luka
memiliki hu!un"an den"an 3raktur* #edera itu ter!uka 8compound9.
4. .eel 8palpasi9
(erdapat neri tekan setempat* tetapi perlu ju"a memeriksa !a"ian distal dari
3raktur untuk merasakan nadi dan untuk men"uji sensasi. -edera pem!uluh
darah adalah keadaad darurat an" memerulkan pem!edahan.
$. 6o+ement 8"erakan9
Krepitus dan "erakan a!normal dapat ditemukan* tetapi le!ih pntin" untuk
menanakan apakah pasien dapat men""erakkan sendi'sendi di !a"ian distal
dari #edera.
12
Pemeriksaan radiologis
Pemeriksaan radiolo"is !ertujuan untuk menentukan keparahan kerusakan
tulan" dan jarin"n lunak an" !erhu!un"n den"an derajat ener"i dari trauma itu
sendiri. Baan"an udara di jarin"an lunak merupakan petunjuk dalam melakukan
pem!ersihan luka atau iri"asi dalam melakukan de!ridement. Bila !aan"an udara
terse!ut tidak !erhu!un"anden"an daerah 3raktur maka dapat ditentukan !ah%a
3raktur terse!ut adalah 3raktur tertutup. Radio"ra3i dapat terlihat !aan"an !enda
asin" disekitar lesi sehin""a dapat diketahui derajat keparahan kontaminasi
disampin" melihat kondisi 3raktur atau tipe 3raktur itu sendiri. ,ia"nosis 3raktur
den"an tanda'tanda klasik dapat dite"akkan se#ara klinis* namun pemeriksaan
radiolo"is tetap diperlukan untuk kon3irmasi untuk melen"kapi deskripsi 3raktur*
kritik medikole"al* ren#ana terapi dan dasar untuk tindakan selanjutna. &edan"kan
untuk 3raktur'3raktur an" tidak mem!erikan "ejala kalsik dalam menentukan
dia"nosa harus di!antu pemeriksaan radiolo"is se!a"ai "old standart.
Untuk men"hindari kesalahan maka dikenal 3ormulasi hukum dua* aitu H
1. Dua pandangan
.raktur atau dislikasi mun"kin tidak terlihat pada 3ilm ront"entun""al* dan
sekuran"'kuran"na harus dilakukan dua sudut pandan" 8anteroposterior dan
lateral9.
2. Dua sendi
Pada len"an !a%ah atau kaki* satu tulan" dapat men"alami 3raktur dan
an"ulasi. (etapi* an"ulasi tidak mun"kin terjadi ke#uali kalau tulan" an" lain
ju"a patah* atau suatu sendi men"alami dislokasi. &endi'sendi di atas dan di
!a%ah 3raktur keduana harus disertakan pada 3oto ront"en.
3. Dua tungkai
Pada ront"en tulan" anak'anak epi3isis an" normal dapat men"a#aukan
dia"nosis 3raktur. .oto pada tun"kai an" tidak #edera akan !erman3aat.
13
4. Dua cedera
Kekuatan an" he!at serin" mene!a!kan #edera pada le!ih dari satu tin"kat.
Karena itu* !ila ada 3raktur pada kalkaneus atau 3emur* perlu ju"a diam!il 3oto
ront"en pada pel+is dan tulan" !elakan".
5. Dua kesempatan
&e"era setelah #edera* suatu 3raktur 8ska3oid karpal9 mun"kin sulit dilihat.
Kalau ra"u'ra"u* se!a"ai aki!at resorpsi tulan"* pemeriksaanle!ih jauh 10'1=
hari kemudian dapat memudahkan dia"nosis.
Penciraan k!"s"s
Kadan"'kadan" 3raktur atau keseluruhan 3raktur tidak nata pada 3oto
ront"en !iasa. (omo"ra3i mun"kin !er"una untuk lesi spinal atau 3raktur kondilus
ti!ia. -( atau 6RI mun"kin merupakan satu'satuna #ara untuk menunjukkan
apakah 3raktur +erte!ra men"an#am akan menekan medula spinalis* sesun""uhna
potret transeksional san"at pentin" untuk +isualisasi 3raktur se#ara tepat pada tempat
an" sukar misalna kalkaneus atau aseta!ulum* dan potret rekonstruksi ti"a dimensi
!ahkan le!ih !aik. &#annin" radioisotop !er"una untuk mendia"nosis 3raktur tekanan
an" di#uri"ai atau 3raktur tidak !er"eser an" lain.
PENATALAKSANAAN
Banak pasien den"an 3raktur ter!uka men"alami #edera "anda dan sok
he!at. Ba"i mereka* terapi an" tepat di tempat ke#elakaan san"at pentin". Luka
harus ditutup den"an pem!alut steril atau !ahan an" !ersih dan di!iarkan tidak
ter"an""u hin""a pasien men#apai !a"ian ra%at ke#elakaan.
,i Rumah &akit* penilaian umum an" #epat merupakan lan"kah an"
pertama* dan setiap keadaan an" mem!ahaakan ji%a dapat diatasi. Luka kemudian
diperiksa* idealna dipotret den"an kamera polaroid. &etelah itu dapat ditutup la"i
dan di!iarkan tidak ter"an""u hin""a pasien !erada di kamar !edah. <mpat
pertanaan an" perlu dija%a! :
14
1. Ba"aimana si3at luka terse!ut.
4. Ba"aimana keadaan kulit di sekitar luka.
$. Apakah sirkulasi #ukup !aik.
=. Apakah sara3 utuh.
&emua 3raktur ter!uka* tidak peduli se!erapa rin"anna* harus dian""ap
terkontaminasi* pentin" untuk men#o!a men#e"ahna in3eksi. Untuk tujuan ini* perlu
diperhatikan empat hal an" pentin" :
1. Pem!alutan luka den"an se"era.
4. Pro3ilaksis anti!iotika.
$. ,e!ridement luka se#ara dini.
=. &ta!ilisasi 3raktur.
Penanganan frak"r er#"ka
Pada kasus 3raktur ter!uka diperlukan ketepatan dan ke#epatan dia"nosis pada
penan"anan a"ar komplikasi terhindar dari kematian atau ke#a#atan. Penatalaksanaan
3raktur ter!uka derajat III meliputi tindakan life saving dan life limb den"an resusitasi
sesuai den"an indikasi* pem!ersihan luka den"an iri"asi* eksisi jarin"an mati dan
de!ridement* pem!erian anti!iotik 8se!elum* selama* dan sesudah operasi9*
pem!erian anti tetanus* penutupan luka* sta!ilisasi 3raktur dan 3isioterapi. (indakan
de3initi3 dihindari pada hari keti"a atau keempat karena jarin"an masih in3lamasi1
in3eksi dan se!aikna ditunda sampai 7'10 hari* ke#uali dapat dikerjakan se!elum A'5
jam pas#a trauma.
Prinsip penan"anan 3raktur ter!uka derajat III se#ara umum adalah se!a"ai
!erikut :
1. Pertolon"an pertama
15
&e#ara umum adalah untuk men"uran"i atau men"hilan"kan neri dan
men#e"ah "erakan'"erakan 3ra"men an" dapat merusak jarin"an sekitarna.
&ta!ilisasi 3raktur !isa men""unakan splint atau !anda"e an" mudah
dikerjakan dan e3ekti3. Luka ditutup den"an material an" !ersih dan steril.
4. Resusitasi
Penatalaksanaan sesuai den"an A(L& 8Ad+an#e (rauma Li3e &upport9 den"an
mem!erikan penan"anan sesuai prioritas 8resusitasi9* !ersamaan itu pula
dikerjakan penan"anan 3raktur ter!uka a"ar terhindar dari komplikasi.
Kehilan"n !anak darah pada 3rkatur ter!uka derajat III dapat men"aki!atkan
sok hipo+olemik dan dapat diper!erat oleh rasa neri an" dapat
mene!a!kan sok neuro"enik. (indakan resusitasi dilakukan dilakukan !ila
ditemukan tanda sok hipo+olemik* "an""uan na3as atau denut jantun"
karena 3raktur ter!ukaserin"kali !ersamaan den"an #edera or"an lain.
Penderita di!erikan resusitasi #airan Rin"er Laktat atau trans3usi darah dan
pem!erian anal"etik selama tidak ada kontraindikasi. Pemeriksaan radiolo"is
dilakukan setelah pasien sta!il.
$. Penilaian a%al
Pemeriksaan an" teliti dan hati'hati merupakan dasar dalam o!ser+asi dan
penan"anan a%al an" memadai. .akta'3akta pada pemeriksaan harus
direkam den"an !aik termasuk trauma pada daerah atau or"an lain dan
komplikasi aki!at 3raktur itu sendiri.
=. (erapi anti!iotik dan anti tetanus serum 8A(&9
Pem!erian anti!iotik se!aikna di!erikan se"era mun"kin setelah terjadina
trauma. Anti!iotik adalah an" !erspektrum luas* aitu se3alosporin "enerasi I
8#e3a:olin 1'4 "ram9 dan dikom!inasikan den"an amino"likosid 8"entamisin
1'4 m"1k"BB tiap 5 jam9 selama ? hari. &elanjutna pera%atan luka dilakukan
setiap hari den"an memperhatikan sterilitas* dan pem!erian anti!iotik
disesuaikan den"an hasil kultur dan sensiti3itas ter!aru. Bila dalampera%atan
16
ditemukan "ejala dan tanda in3eksi* maka dilakukan pemeriksaan kultur dan
sensiti3itas ulan" untuk penesuaian ualn" pem!erian anti!iotik an"
di"unakan. Pem!erian anti tetanus diindikasikan pada 3raktur kruris ter!uka
derajat III !erhu!un"an den"an kondisi luka an" dalam* luka an"
terkontaminasi* luka den"an kerusakan jarin"an an" luas serta luka den"an
ke#uri"aan sepsis. Pada penderita an" !elum pernah mendapat imunisasi anti
tetanus dapat di!erikan "ema"lo!ulin anti tetanus manusia den"an dosis 4?0
unit pada penderita diatas usia 10 tahun dan de%asa* 14? unit pada usia ?'10
tahun dan 7? unit pada anak di!a%ah ? tahun. ,apat pula di!erikan serum anti
tetanus dari !inatan" den"an dosis 1?00 unit den"an tes su!kutan0*1 selama
$0 menit. Jika telah mendapat imunisasi toksoid tetanus 8((9 maka hana
di!erikan 1 dosis !oster 0*? ml se#ara intramuskular.
?. ,e!ridement
>perasi !ertujuan untuk mem!ersihkan luka dari !enda asin" dan jarin"an
mati* mem!erikan persediaan darah an" !aik di seluruh !a"ian itu. ,alam
anestesi umum* pakaian pasien dilepas* sementara itu asisten mempertahankan
traksi pada tun"kai an" men"alami #edera dan menahanna a"ar tetap
ditempat. Pem!alut an" se!elumna di"unakan pada luka di"anti den"an
!antalan an" steril dan kulit di sekelilin"na di!ersihkan dan di#ukur.
Kemudian !antalan terse!ut dian"kat dan luka diiri"asi seluruhna den"an
sejumlah !esar "aram 3isiolo"is. Iri"asi akhir dapat disertai o!at anti!iotika*
misalna !asitrasin. (urniket tidak di"unakan karena akan le!ih jauh
mem!ahaakan sirkulasi dan menulitkan pen"enalan struktur an" mati.
Jarin"an itu kemudian ditan"ani se!a"ai !erikut :
Kulit
2ana sesedikit mun"kin kulit dieksisi dari tepi luka* pertahankan
se!anak mun"kin kulit. Luka perlu diperluas den"an insisi an"
teren#ana untuk memperoleh daerah ter!uka an" memadai. &etelah
diper!esar* pem!alut dan !ahan asin" lain dapat dilepas.
17
.asia
.asia di!elah se#ara meluas sehin""a sirkulasi tidak terhalan".
>tot
>tot an" mati !er!ahaa* ini merupakan makanan !a"i !akteri. >tot
an" mati ini !iasana dapat dikenal melalui peru!ahan %arna an"
keun"u'un"uanna* konsistensina an" !uruk* tidak dapat
!erkontraksi !ila diran"san" dan tidak !erdarah. &emua otot mati dan
an" kemampuan hidupna mera"ukan perlu dieksisi.
Pem!uluh darah
Pem!uluh darah an" !anak men"alami perdarahan diikat den"an
#ermat* tetapi untuk meminimalkan jumlah !enan" an" tertin""al
dalam luka* pem!uluh darah an" ke#il dijepit den"an "untin" tan"
arteri dan dipilin.
&ara3
&ara3 an" terpoton" !iasana ter!aik di!iarkan saja. (etapi* !ila luka
itu !ersih dan ujun"'ujun" sara3 tidak terdiseksi* selu!un" sara3
dijahit den"an !ahan an" tidak dapat diserap untuk memudahkan
pen"enalan di kemudian hari.
(endon
Biasana* tendon an" terpoton" ju"a di!iarkan saja. &eperti halna
sara3* penjahitan diper!olehkan hana jika luka itu !ersih dan diseksi
tidak perlu dilakukan.
(ulan"
Permukaan 3raktur di!ersihkan se#ara perlahan dan ditempatkan
kem!ali pada posisi an" !enar. (ulan"* seperti kulit* harus
diselamatkan dan 3ra"men !aru !oleh di!uan" !ila ke#il dan lepas
sama sekali.
18
&endi
-edera sendi ter!uka ter!aik diterapi den"an pem!ersihan luka*
penutupan sino+ium dan kapsul* dan anti!iotik sistemik : drainase
atau iri"asi sedotan hana di"unakan kalau terjadi kontaminasi he!at.
,e!ridement dapat ju"a dilakukan den"an :
Pem!ersihan luka
Pem!ersihan luka dilakukan den"an #ara iri"asi den"an #airan Na-l
3isiolo"is se#ara mekanis untuk men"eluarkan !enda asin" an"
melekat.
<ksisi jarin"an an" mati dan tersan"ka mati 8de!ridement9
&emua jarin"an an" kehilan"an +askularisasina merupakan daerah
tempat pem!enihan !akteri sehin""a diperlukan eksisi se#ara operasi
pada kulit* jarin"an su!kutaneus* lemak* 3asia* otot dan 3ra"men'
3ra"men an" lepas.
Pen"o!atan 3raktur itu sendiri
.raktur den"an luka an" he!at memerlukan suatu traksi skeletal atau
reduksi ter!uka den"an 3iksasi eksterna tulan". .raktur "rade II dan
III se!aikna di3iksasi den"an 3iksasi eksterna.
Penutupan kulit
Apa!ila 3raktur ter!uka dio!ati dalam %aktu periode emas 8A'7 jam
mulai dari terjadina ke#elakaan9* maka se!aikna kulit ditutup. 2al
ini tidak dilakukan apa!ila penutupan mem!uat kulit san"at te"an".
,apat dilakukan split thi#kness skin'"ra3t serta pemasan"an drainase
isap untuk men#e"ah akumulasi darah dan serum pada luka an"
dalam. Luka dapat di!iarkan ter!uka setelah !e!erapa hari tapi tidak
le!ih dari 10 hari. Kulit dapat ditutup kem!ali dise!ut delaed
primar #losure. Ian" perlu mendapat perhatian adalah penutupan
19
kulit tidak dipaksakan an" men"aki!atkan sehin""a kulit menjadi
te"an".
Pem!erian anti!iotik
Pem!erian anti!iotik !ertujuan untuk men#e"ah in3eksi. Anti!iotik
di!erikan dalam dosis an" adekuat se!elum* pada saat dan seudah
tindakan operasi.
Pen#e"ahan tetanus
&emua penderita den"an 3raktur ter!uka perlu di!erikan pen#e"ahan
tetanus. Pada penderita an" telah mendapat imunisasi akti3 #ukup
den"an pem!erian toksoid tapi !a"i an" !elum* dapat di!erikan 4?0
unit tetanus imuno"lo!ulin 8manusia9.
A. Penan"anan jarin"an lunak
Pada kehilan"an jarin"an lunak an" luas dapat dilakukan so3t tissue
tranplantation atau 3alap pada tindakan !erikutna* sedan"kan tulan" an"
hilan" dapat dilakukan !one "ra3tin" setelah pen"o!atan in3eksi !erhasil !aik.
7. Penutupan luka
Pada luka an" ke#il dan tidak !anak kontaminasi setelah dilakukan
de!ridement dan iri"asi dapat lan"sun" dilakukan penutupan se#ara primer
tanpa te"an"an. Pada luka an" luas dan di#uri"ai kontaminasi an" !erat
se!aikna dira%at se#ara ter!uka* luka di!alut kassa steril dan dilakukan
e+aluasi setiap hari. &etelah ? G 7 hari dan luka !e!as dan in3eksi dapat
dilakukan penutupan kulit se#ara sekunder atau melalui tandur kulit. Pada
anak se!aikna dihindari pera%atan ter!uka untuk men"hindari terjadi
khondrolisis aitu kerusakan epiphseal plate aki!at in3eksi. Penam!un"an
tulan" pada anak relati3 le!ih #epat* maka reposisi dan 3iksasi dikerjakan
se#epatna untuk men#e"ahna de3ormitas.
5. &ta!ilitas 3raktur
20
,alam melakukan sta!ilitas 3raktur a%al pen""unaan"ips se!a"ai temporar
splintin" dianjurkan sampai di#apai penan"anan luka an" adekuat* kemudian
!isa dilanjutkan den"an pemasan"an "ips sirkuler atau di"anti 3iksasi dalam
den"an plate and s#re%* intermedullar nail atau e7ternal 3i7ator de+i#es
se!a"ai terapi sta!ilisasi de3initi3. Pemasan"an 3iksasi dalam dapat dipasan"
setelah luka jarin"an luka !aik dan diakini tidak ada in3eksi la"i. Pen""unaan
3iksasi luar 8e7ternal 3i7ation de+i#es9 pada 3raktur ter!uka derajat III adalah
salah satu pilihan untuk mem3iksasi 3ra"men'3ra"men 3raktur terse!ut dan
untuk mempermudah pera%atan luka harian.
Imo#ilisasi Gi$s %Plaser of Paris&
Pen""unaan "ips se!a"ai 3iksasi a"ar 3ra"men'3ra"men 3raktur tidak !er"eser
setelah dilakukan manipulasi 1 reposisi atau se!a"ai pertolon"an an" !ersi3at
sementara a"ar ter#apai imo!ilisasi dan men#e"ah 3ra"men 3raktur tidak merusak
jarin"an lunak disekitarna. Keuntun"an lain dari pen""unaan "ips adalah murah dan
mudah di"unakan oleh setiap dokter* non toksik* mudah di"unakan* dapat di#etak
sesuai !entuk an""ota "erak* !ersi3at radiolusen dan menjadi terapi konser+ati3
pilihan. Pada 3raktur ter!uka derajat III* dimana terjadi kerusakan jarin"an lunak an"
he!at dan luka terkontaminasi* pen""unaan "ips untuk sta!ilisasi 3raktur #ukup
!eralasan untuk mempermudah pera%atan luka. &etelah luka !aik dan !e!as in3eksi
pen""unaan "ips untuk 3iksasi 3raktur dapat dilanjutkan untuk menunjan" secondary
bone healing den"an pem!entukan kalus.
Pemasangan fiksasi
Pemasan"an 3iksasi dalam serin" menjadi pilihan terapi an" palin"
diperlukan dalam sta!ilisasi 3raktur pada umumna termasuk 3raktur kruris ter!uka
derajat III. Pilihan metode an" diper"unakan untuk 3iksasi dalam ada !e!erapa
ma#am* aitu:
1. Pemasan"an plate and s#re%s
21
Pemasan"an 3iksasi dalam pada 3raktur ter!uka mempunai resiko tin""i
terjadi komplikasi in3eksi* non'union dan re3raktur. Pada penelitian a%alna
pemasan"an plat pada 3raktur ter!uka diketahui telah memper!aiki 3raktur
den"an penam!un"an kortek lan"sun" tanpa pem!entukan kalus. >steosit
lan"sun" mene!eran"i "ap antar 3ra"men 3raktur. (api pada kenataanna
terjadi osteo"enesis meduler dan sedikit pem!entukan kalus periosteum. Pada
penelitian selanjutna diketahui !ah%a pada pemasan"an plat itu sendiri telah
men""an""u +askularisasi ke kortek tulan" oleh plat an" !eraki!at "an""uan
aliran darah an" mene!a!kan nonunion. 6en"atasi permasalahan ini para
pakar A>1A&I. dari &%iss telah men#iptakan antara lain L-,-P 8limited
#onta#t dnami# #ompression plate9 dan ada an" mem!uat ino+asi !aru
den"an merekonstruksi plat an" non'ri"id den"an tidak memasan" sekrup
an" !anak sehin""a terjadi pem!entukan kalus 86atter* 1))7 #it. (ra3ton*
4000 9. Pemasan"an plat perlu hati'hati dalam melakukan irisan jarin"an
lunak a"ar tidak terjadi kerusakan periosteum* 3as#ia dan otot karena dapat
men"aki!atkan non'union. Penutupan kulit diatas plat serin" men"alami
kesulitan dan dapat terjadi nekrosis kulit atau in3eksi super3isial. Untuk
pen#e"ahan kerusakan jarin"an lunak dilakukan den"an pemasan"an plat
di!a%ah kulit dan sekrup lan"sun" dipasan" ke tulan" den"an !antuan alat
3luoroskopi.
4. Pemasan"an s#re%s or %ires
Untuk melakukan 3iksasi 3raktur dia3isis jaran" men"hasilkan 3raktur an"
sta!il. Pemasan"an s#re% !anak di"unakan dalam 3iksasi 3raktuur
intraartikuler dan periartikuler* !aik di"unakan se#ara tun""al atau kom!inasi
!ersamaan den"an pemasan"an plat atau e7ternal 3i7ation de+i#e. 8Behrens*
1))A9.
Pemasan"an intramedullar nails1rods
22
Pada pemasan"an reamed intramedullar nails dapat mene!a!kan ujun"'
ujun" 3ra"men 3raktur dia3isis men"alami ro!ekan periosteum kehilan"an
!lood suppl sehin""a menin"katkan kejadian in3eksi dan non'union.
Be!erapa penelitian a%al menimpulkan !ah%a pen""unaan undreamed
intramedullar nails pada 3raktur ti!ia ter!uka #ukup aman terhadap
+askularisasi intrameduler dan direkomendasikan untuk sta!ilisasi 3raktur
ter!uka derajat I*II dan III A* sedan"kan untuk derajat IIIB dan III- sementara
disarankan den"an traksi atau 3iksasi luar. &e#ondar nailin" dilaksanakan
setelah 3iksasi luar den"an sarat tidak ada tanda in3eksi lo#al maupun pin
tra#t in3e#tion.
$. Pemasan"an e7ternal 3i7ation de+i#es
Akhir'akhir ini pakar le!ih tertarik pemasan"an 3iksasi luar daripada
pemasan"an plat. 6enurut Can der Linden dan Larson 81)7)9 pada penelitian
pemasan"an plat dis!andin" konser+ati3 ternata an"ka in3eksi le!ih tin""i
pada pemasan"an plat seperti in3eksi super3isial* nekross kulit dan
osteomielitis. Kejadian in3eksi pada pemasan"an plat akan memerulkan
operasi !erulan" kali. &edan"kan -li33ord et al.8 1)559 menarankan
pemasan"an plat dilaksanakan untuk sta!ilisasi 3raktur ter!uka derajat I dan
derajat II dan 3raktur a+ulse. 6enurut Ba#h dan 2ansen 81)5)9 an"
mem!andin"kan pemasan"an plat den"an 3iksasi luar pada 3raktur kruris
ter!uka menimpulkan !ah%a pemasan"an plat kuran" ideal pada 3raktur
ter!uka derajat II dan III. 8 #it. -ourt'Bro%n et al.* 1))A9. Pen""unaan 3iksasi
luar an" pernah san"at popular di <ropa dan Amerika mempunai resiko
terjadina komplikasi pada tempat masukna pin 8pin tra#t in3e#tion9 se!esar
40'=4 @* dan resiko terjadi malunion se!a"ai aki!at reduksi an" kuran"
memadai dan aki!at pelepasan 3iksasi an" terlalu a%al setelah lama
pemasan"an. Pda 3raktur dia3isis ti!ia* pemasan"an 3iksasi luar den"an
unilateral 3rame e7ternal 3i7ator merupakan indikasi* tetapi pada 3raktur an"
23
ti!ia proksimal atau le!ih distal pen""unaan multiplanar e7ternal 3i7ator an"
le!ih #epat. 8-ourt'Bro%n et al.* 1))A9.
KO'PLIKASI FRAKTUR TERBUKA
Kom$likasi "m"m
&ok* koa"ulasi di3us dan "an""uan 3un"si perna3asan terjadi selama 4= jam
pertama setelah #edera. Ju"a terdapat reaksi meta!oli# lam!at terhadap #edera an"
terjadi !e!erapa hari atau !e!erapa min""u setelah #edera* ini men#an"kup
penin"katan kata!olisme dan mem!utuhkan dukun"an "i:i.
Sindroma $erem"kan %(r"s! s)ndrome&
&indroma peremukan dapat terjadi kalau sejumlah !esar massa otot remuk*
seperti tukan" !atu an" terjatuh* atau kalau suatu turniket di!iarkan terlalu lama.
Bila kompresi dilepaskan* asam miohematin 8sitokrom -9* aki!at peme#ahan otot*
di!a%a oleh darah ke "injal dan menum!at tu!ulus. Penjelasan lainna adalah
terjadina spasme arteria renalis dan sel tu!ulus an" anoksia men"alami nekrosis.
&ok he!at* tun"kai an" dilepaskan tidak memiliki nadi dan kemudian
menjadi merah* !en"kak dan melepuh* sensasi dan tena"a otot dapat hilan". &ekresi
"injal !erkuran" dan terjadi uremia keluaran rendah den"an asidosis. Kalau sekresi
"injal pulih dalam semin""u* pasien dapat !ertahan. &e!a"ian !esar pasien* ke#uali
kalau diterapi den"an dialsis "injal* menjadi semakin men"antuk dan mati dalam 1=
hari.
Untuk men"hindari !en#ana* tun"kai an" remuk he!at dan !elum ditan"ani
selama !e!erapa jam harus diamputasi. Karena itu* kalau turniket di!iarkan selama
le!ih dari A jam tun"kai harus dikor!ankan. Amputasi dilakukan di se!elah atas
tempat penekanan dan se!elum tekanan dilepaskan.
24
&etelah "aa tekan lenap* amputasi tidak ada man3aatna. (un"kai harus
tetap din"in dan sok pasien diterapi. Kalau terjadi oli"uria* asupan #airan dan
protein dikuran"i* kar!ohidrat di!erikan 8melalui mulut atau +ena !esar9* kata!olisme
protein dikuran"i 8den"an pem!erian neomisin dan steroid ana!olik9 dan
keseim!an"an elektrolit serum dipertahankan. ,ialisis "injal harus dimulai.
Trom#osis *ena dan em#oli $ar"+$ar"
(rom!osis +ena dalam 8,C( J deep +enous throm!osis9 adalah komplikasi
an" palin" serin" ditemukan pada #edera dan operasi. Insiden an" se!enarna tidak
diketahui tetapi mun"kin le!ih !esar dari $0 @ 82ed"es dan Kakkar* 1)559.
(rom!osis palin" serin" terjadi dalam +ena'+ena di !tis* dan jaran" dalam +ena'+ena
proksimal dip aha dan pel+is. (hrom!osis terutama !erasal dari tempat an" terakhir
itu dan 3ra"men !ekuna di!a%a ke paru'paru. Insiden em!oli paru'paru setelah
operasi ortopedik !esar sekitar ?@ dan insiden em!oli 3atal sekitar 0*?@.
Pene!a! utama ,C( pada pasien pem!edahan adalah hipokoa"ula!ilitas
darah* terutama aki!at akti+itas 3a#tor K oleh trom!oplastin an" dilepas oleh
jarin"an rusak. &ekali trom!osis telah terjadi* 3a#tor'3aktor sekunder menjadi pentin"*
stasis dapat diaki!atkan oleh turniket atau pem!alut an" ketat* tekanan terhadap
meja !edah dan kasur* dan imo!ilitas an" lama* kerusakan endotel dan penin"katan
jumlah dan kelen"ketan trom!osit dapat diaki!atkan oleh #edera atau operasi.
Pasien an" ter!anak men"hadapi ,C( adalah oran" tua* pasien den"an
penakit kardio+askular* pasien an" tertahan di tempat tidur setelah #edera dan
pasien an" men"alami artroplasti pin""ul 8dimana pele!aran reamin" pada tulan"
dan terlalu !anak manipulasi pada tun"kai dapat merupakan 3a#tor predisposisi
tam!ahan9.
25
26

Anda mungkin juga menyukai