Anda di halaman 1dari 15

1

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa merupakan suatu alat untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan
emosional dan sosial. Penggunaan aspek kebahasaan dalam proses pembelajaran sering
berhubungan satu sama lainnya. Bersamaan dengan kehidupannya dalam masyarakat luas,
remaja mengikuti proses belajar di sekolah. Sebagaimana diketahui dilembaga pendidikan
bahasa diberikan rangsangan yang terarah sesuai dengan kaidah-kaidah yang benar. Proses
pendidikan bukan memperluas dan memperdalam cakrawala ilmu pengetahuan semata,namun
juga secara berencana merekayasa perkembangan sistem budaya, termasuk didalamya perilaku
berbahasa.
Bahasa merupakan alat komunikasi bagi manusia tanpa bahasa seseorang tidak dapat
menyampaikan sesuatu kepada orang lain. bahasa juga merupakan sarana untuk bergaul.Sejak
seorang bayi mulai berkomunikasi dengan orang lain, sejak itu pula bahasa diperlukan. Sejalan
dengan perkembangan hubungan sosial, maka perkembangan bahasa seorang (bayi anak)
dimulai dengan meraba dan diikuti dengan bahasa satu suku kata, menyusun kalimat sederhana
dan seterusnya melakukan sosialisasi dan menggunakan bahasa yang kompleks sesuai dengan
tingkat perilaku sosial.
Perkembangan bahasa selalu terkait dengan perkembangan kognitif yang berarti faktor
intelek/kognisi sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan berbahasa. Seseorang
yang tingkat intelektualnya belum berkembang dan masih sangat sederhana, bahasa yang
digunakannya juga sangat sederhana.
Pengaruh pergaulan dalam masyarakat (teman sebaya) terkadang cukup menonjol, sehingga
bahasa remaja menjadi lebih diwarnai pola bahasa pergaulan yang berkembang didalam
kelompok sebaya. Dari kelompok itu berkembang bahasa sandi, bahasa kelompok tertentu yang
bentuknya amat khusus.
2

Perkembangan bahasa anak dilengkapi dan diperkaya oleh lingkungan masyarakat dimana
mereka tinggal. Hal ini berarti bahwa proses pembentukan kepribadian yang dihasilkan dari
pergaulan dengan masyarakat sekitar akan memberi ciri khusus dalam perilaku berbahasa.
Bersamaan dengan kehidupannya dalam masyarakat luas, anak (remaja) mengikuti proses
belajar di sekolah.

B. Rumusan Masalah
Rumusan-rumusan masalah sebagai berikut:
1. Pengertian perkembangan bahasa dan remaja
2. Karakteristik perkembangan bahasa remaja
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa
4. Pengaruh kemampuan berbahasa terhadap kemampuan berfikir
5. Perbedaan individual dalam kemampuan dan perkembangan bahasa
6. Upaya pengembangan kemampuan bahasa remaja dan implikasinya.








3

C. Tujuan dan Manfaat Penulisan
Tujuan penulisan makalah :
Agar kita sebagai seorang calon guru dapat memahami bagaimana proses perkembangan
pedidikan anak didik kita terutama perkembangan bahasa anak.
Manfaat penulisan makalah :
Dengan mengetahui berbagai faktor perkembangan bahasa remaja, diharapkan kita
sebagai calon seorang guru mampu melakukan identifikasi tentang pola dan tingkat
kemampuan bahasa anak.
Diharapkan guru harus banyak memberikan rangsangan dan koreksi dalam bentuk
diskusi atau komunikasi bebas, agar perkembangan bahasa anak terarah
Diharapkan adanya kritik dan saran untuk dapat lebih memahami proses perkembangan
bahasa anak.
















4

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Perkembangan Bahasa dan Remaja
Perkembangan adalah perubahan yang terjadi pada rentang kehidupan. Perubahan itu dapat
terjadi secara kuantitatif, misalnya pertambahan tinggi atau berat tubuh dan kualitatif, misalnya
perubahan cara berpikir secara konkret menjadi abstrak.
Sedangkan yang dimaksud dengan bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan oleh
seorang dalam pergaulannya atau hubungannya dengan orang lain. Bahasa merupakan alat
bergaul. Oleh karena itu penggunaan bahasa menjadi efektif sejak seorang individu memerlukan
berkomunikasi dengan orang lain. Sejak seorang bayi mulai berkomunikasi dengan orang lain,
sejak itu pula bahasa diperlukan. Sejalan dengan perkembangan hubungan sosial, maka
perkembangan bahasa seorang dimulai dengan meraba (suara atau bunyi tanpa arti) dan diikuti
dengan bahasa atau suku kata, dua suku kata, menyusun kalimat sederhana dan seterusnya
melakukan sosialisasi dengan menggunakan bahasa yang kompleks sesuai dengan tingkat
perilaku sosial.
Bahasa juga merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Dalam
pengertian ini, tercakup semua cara untuk berkomunikasi, di mana pikiran dan perasaan
dinyatakan dalam bentuk lambang atau symbol untuk mengungkapkan sesuatu pengertian,
seperti dengan menggunakan lisan, tulisan, isyarat, bilangan, lukisan, dan mimik muka. Bahasa
merupakan faktor hakiki yang membedakan manusia dengan hewan. Bahasa sangat erat
kaitannya dengan perkembangan pikir individu. Perkembangan pikiran individu tampak dalam
perkembangan bahasanya yaitu kemampuan membentuk pengertian, menyusun pendapat, dan
menarik kesimpulan.



5

Santrock dan Yussen (1992) mengidentifikasi beberapa karakteristik umum bahasa yaitu :
1. Words ( kata kata )
Kata kata yang dimaksud merujuk ke objek objek, aktivitas orang, kejadian
dan bahkan ide ide yang abstrak. Setiap kata dapat merujuk kepada apa saja yang
dikehendaki tergantung kesepakatan/ persetujuan bersama ( konvensi ) oleh suatu
kelompok pengguna bahasa.
2. Sequencing ( urutan kata kata )
Merupakan karakteristik yang dikehendaki dalam suatu bahasa. Urutan kata
kata sangat dibutuhkan dalam membentuk suatu kalimat yang utuh, lengkap,dan
memiliki makna.
3. Infinite Generativity
Adalah suatu kemampuan individu dalam menghasilkan sejumlah kalimat
bermakna yang terbatas yang menggunakan suatu himpunan kata dan aturan yang
terbatas sehingga menjadikan bahasa sebagai suatu perusahaan yang sangat kreatif.
Secara sederhana dapatlah dikatakan bahwa bahasa adalah suatu alat yang produktif
dan juga kreatif.
4. Displacement
Adalah penggunaan bahasa untuk mengkomunikasikan informasi tentang sesuatu
tempat dan waktu yang lain, walaupun kita menggunakan bahasa untuk menjelaskan
apa yang sedang terjadi di lingkungan kita. Oleh sebab itu, bahasa tidak hanya
berkontribusi untuk tranmisi pengetahuan dari seorang individu lain, melainkan juga
dari satu generasi ke generasi yang akan datang.
5. Rule System
Merupakan aspek yang sangat penting sebagai karakteristik suatu bahasa. Sistem
ini dapat juga disebut sebagai tata bahasa (Grammer). Tatabahasa adalah suatu
himpunan terbatas dari prinsip prinsip operasional yang menjelaskan hubungan
antara simbol simbol yang membentuk struktur suatu bahasa.


6

Dan kata remaja berasal dari bahasa latin yaitu adolescence yang berarti to grow atau to
grow maturity. Menurut Adams & Gullota (dalam Aaro, 1997), masa remaja meliputi usia antara
11 hingga 20 tahun. Sedangkan Hurlock (1990) membagi masa remaja menjadi masa remaja
awal (13 hingga 16 atau 17 tahun) dan masa remaja akhir (16 atau 17 tahun hingga 18 tahun).
Masa remaja awal dan akhir dibedakan oleh Hurlock karena pada masa remaja akhir individu
telah mencapai transisi perkembangan yang lebih mendekati masa dewasa.
Remaja merupakan masa antara kanak-kanak dan dewasa. Remaja juga terjadi proses
perkembangan meliputi perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan
psikoseksual, dan juga terjadi perubahan dalam hubungan dengan orangtua dan cita-cita mereka,
dimana pembentukan cita-cita merupakan proses pembentukan orientasi masa depan.
Transisi perkembangan pada masa remaja berarti sebagian perkembangan masa kanak-kanak
masih dialami namun sebagian kematangan masa dewasa sudah dicapai. Bagian dari masa
kanak-kanak itu antara lain proses pertumbuhan biologis misalnya tinggi badan masih terus
bertambah. Sedangkan bagian dari masa dewasa antara lain proses kematangan semua organ
tubuh termasuk fungsi reproduksi dan kematangan kognitif yang ditandai dengan mampu
berpikir secara abstrak.

B. Pengaruh Kemampuan Berbahasa Terhadap Kemampuan Berpikir
Perkembangan bahasa terkait dengan perkembangan kognitif yang berarti faktor
intelek/kognisi sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan berbahasa. Bayi yang
tingkat intelektualnya belum berkembang dan masih sangat sederhana, bahasa yang
digunakannya juga sangat sederhana. Semakin bayi itu tumbuh dan berkembang serta mulai
mampu memahami lingkungan, maka bahasa mulai berkembang dari tingkat yang sangat
sederhana menuju ke bahasa yang kompleks.
Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh lingkungan, karena bahasa pada dasarnya
merupakan hasil belajar dari lingkungan. Anak (bayi) belajar bahasa seperti halnya belajar hal
yang lain, meniru dan mengulang hasil yang telah didapatkan merupakan cara belajar bahasa
7

awal. Bayi bersuara, mm mmm, ibunya tersenyum mengulang menirukan dengan
memperjelas dan memberi arti suara itu menjadi maem-maem.Bayi belajar menambah kata-
kata dengan meniru bunyi-bunyi yang didengarnya. Manusia dewasa (terutama ibunya)
disekelilingnya membetulkan dan memperjelas. Belajar bahasa yang sebenarnya baru dilakukan
oleh anak berusia enam sampai tujuh tahun, disaat anak mulai bersekolah. Jadi perkembangan
bahasa adalah meningkatnya kemampuan penguasaan alat berkomunikasi, baik alat komunikasi
dengan cara lisan, tertulis, maupun menggunakan tanda-tanda dan isyarat. Mampu dan
menguasai alat komunikasi di sini diartikan sebagai upaya seseorang untuk dapat memahami
dan dipahami orang lain.
Kemampuan berbahasa dan kemampuan berpikir saling mempengaruhi satu sama lain.
Bahwa kemampuan berpikir berpengaruh terhadap kemampuan berbahasa dan sebaliknya
kemampuan berbahasa berpengaruh terhadap kemampuan berpikir. Seseorang rendah
kemampuan berpikirnya, akan mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat yang baik, logis
dan sistematis. Hal ini akan berakibat sulitnya berkomunikasi.
Bersosialisasi berarti melakukan konteks dengan yang lain. seseorang menyampaikan ide
dan gagasannya dengan berbahasa dan menangkap ide dan gagasan orang lain melalui bahasa.
Menyampaikan dan mengambil makna ide dan gagasan itu merupakan proses berpikir yang
abstrak. Ketidaktepatan menangkap arti bahasa akan berakibat ketidaktepatan dan kekaburan
persepsi yang diperolehnya. Akibat lebih lanjut adalah bahwa hasil proses berpikir menjadi tidak
tepat benar. Ketidaktepatan hasil pemprosesan pikir ini diakibatkan kekurangmampuan dalam
bahasa.
C. Karakteristik Perkembangan Bahasa Remaja
Bahasa remaja adalah bahasa yang telah berkembang ia telah banyak belajar dari
lingkungan, dan dengan demikian bahasa remaja terbentuk dari kondisi lingkungan. Lingkungan
remaja mencakup lingkungan keluarga, masyarakat dan khususnya pergaulan teman sebaya, dan
lingkungan sekolah. Pola bahasa yang dimiliki adalah bahasa yang berkembang di dalam
keluarga atau bahasa itu.
8

Perkembangan bahasa remaja dilengkapi dan diperkaya oleh lingkungan masyarakat di mana
mereka tinggal. Hal ini berarti pembentukan kepribadian yang dihasilkan dari pergaulan
masyarakat sekitar akan memberi ciri khusus dalam perilaku bahasa. Bersamaan dengan
kehidupannya di dalam masyarakat luas, anak (remaja) mengkutip proses belajar disekolah.
Sebagaimana diketahui, dilembaga pendidikan diberikan rangsangan yang terarah sesuai
dengan kaidah-kaedah yang benar. Proses pendidikan bukan memperluas dan memperdalam
cakrawala ilmu pengetahuan semata, tetapi juga secara berencana merekayasa perkembangan
sistem budaya, termasuk perilaku berbahasa. Pengaruh pergaulan di dalam masyarakat (teman
sebaya) terkadang cukup menonjol, sehingga bahasa anak (remaja) menjadi lebih diwarnai pola
bahasa pergaulan yang berkembang di dalam kelompok sebaya. Dari kelompok itu berkembang
bahasa sandi, bahasa kelompok yang bentuknya amat khusus, seperti istilah baceman dikalangan
pelajar yang dimaksudkan adalah bocoran soal ulangan atau tes. Bahasa prokem terutama secara
khusus untuk kepentingan khusus pula.
Dalam penggunaan bahasa Prokem oleh para remaja dibagi atas beberapa bagian yaitu:
Slang
Slang adalah ragam bahasa tidak resmi berupa kata kata yang selalu baru dan mudah
berubah ubah dan digunakan oleh kaum muda atau kelompok social tertentu untuk
berkomunikasi intern agar orang orang dari kelompok lain tidak mengerti maksudnya.
Ada tiga macam slang yang kita dapati dalam pemakain bahasa, yaitu :
a. Slang berupa peniruan system tulis bahasa asing, misalnya : Pra one two wa
(perawan tua ), be young sex ( biang seks ) dan lain lain.
b. Slang dengan penggabungan antara huruf dan angka, misalnya : An3 dis (anti gadis )
ber217an ( bersatu tujuan ), ku 7 kan ( kutujukan), dan lain lain
c. Slang dengan menciptakan istilah baru sebagai akronim dari satu ungkapan lain dan
member arti baru, misalnya: neli ( nenek lincah ), perek ( perempuan eksperimen ),
macam ( manis cantik ), dan lain lain.

9

Jargon
Jargon adalah variasi bahasa yang digunakan untuk menyebut seperangkat istilah dan
ungkapan yang digunakan oleh suatu kelompok social atau kelompok kerja, misalnya: dok
(dokter), sus (suster), pir (sopir), dan lain sebagainya
Argot
Argot adalah bahasa rahasia atau bahasa khas suatu kelompok tertentu, dipakai juga
untuk kosa kata teknis atau khusus. Argot hamper sama dengan slang, hanya terdapat
penggunaan istilah yang berbeda. Misalnya, Gersang (segar dan merangsang ), Mekarita (
menderita karena Cinta ), Bisnis ( bisikan manis ), dan lain sebagainya.
Pengaruh lingkungan yang berbeda antara keluarga masyarakat, dan sekolah dalam
perkembangan bahasa, juga akan menyebabkan perbedaan antara anak yang satu dengan yang
lain. Hal ini ditunjukkan oleh pilihan dan penggunaan kosakata sesuai dengan tingkat sosial
keluarganya. Keluarga dari masyarakat lapisan pendidikan rendah atau buta huruf, akan banyak
menggunakan bahasa pasar, bahasa sembarangan, dengan istilah-istilah yang kasar. Masyarakat
terdidik yang pada umumnya memiliki status sosial lebih baik, menggunakan istilah-istilah
lebih selektif dan umumnya anak-anak remajanya juga berbahasa lebih baik.
Ragam bahasa remaja memiliki ciri khusus, singkat, lincah dan kreatif. Kata-kata yang
digunakan cenderung pendek, sementara kata yang agak panjang akan diperpendek melalui
proses morfologi atau menggantinya dengan kata yang lebih pendek seperti permainan diganti
dengan mainan, pekerjaan diganti dengan kerjaan.
Kalimat-kalimat yang digunakan kebanyakan berstruktur kalimat tunggal. Bentuk-bentuk
elip juga banyak digunakan untuk membuat susunan kalimat menjadi lebih pendek sehingga
seringkali dijumpai kalimat-kalimat yang tidak lengkap. Dengan menggunakan struktur yang
pendek, pengungkapan makna menjadi lebih cepat yang sering membuat pendengar yang bukan
penutur asli bahasa Indonesia mengalami kesulitan untuk memahaminya. Kita bisa mendengar
bagaimana bahasa remaja ini dibuat begitu singkat tetapi sangat komunikatif.
10

Karakteristik perkembangan bahasa remaja sesungguhnya didukung oleh perkembangan
kognitif yang menurut Jean Piaget telah mencapai tahap operasional formal. Sejalan dengan
perkembangan kognitifnya, remaja mulai mampu mrngaplikasikan prinsip-prinsip berpikir
formal atau berpikir ilmiah secara baik pada setiap situasi dan telah mengalami peningkatan
kemampuan dalam menyusun pola hubungan secara komperhensif, membandingkan secara
kritis antara fakta dan asumsi dengan mengurangi penggunaan symbol-simbol dan terminologi
konkret dalam mengomunikasikannya.
Sejalan perkembangan psikis remaja yang berada pada fase pencarian jati diri, ada
tahapan kemampuan berbahasa pada remaja yang berbeda dari tahap-tahap sebelum atau
sesudahnya yang kadang-kadang menyimpang dari norma umum seperti munculnya istilah-
istilah khusus di kalangan remaja. Karakteristik psikologis khas remaja seringkali mendorong
remaja membangun dan memiliki bahasa relatif berbeda dan bahkan khas untuk kalangan remaja
sendiri, sampai-sampai tidak jarang orang di luar kalangan remaja kesulitan memahaminya.
Dalam perkembangan masyarakat modern sekarang ini, di kota-kota besar bahkan
berkembang pesat bahasa khas remaja yang sering dikenal dengan bahasa gaul. Bahkan karena
pesatnya perkembangan bahasa gaul ini dan untuk membantu kalangan diuluat remaja
memahami bahasa mereka, Debby Sahertian (2000) telah menyusun dan menertibkan sebuah
kamus khas remaja yang disebut dengan Kamus Bahasa Gaul.
Dalam kamus itu tertera sekian ribu bahasa gaul yang menjadi bahasa khas remaja yang
jika kita pelajari sangat berbeda dengan bahasa pada umumnya. Kalangan remaja justru sangat
akrab dan sangat memahami bahasa gaul serta merasa lebih aman jika berkomunikasi dengan
sesama remaja menggunakan bahasa gaul.





11

D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa pada Anak
Remaja
Berbahasa terkait erat dengan kondisi pergaulan. Oleh karena itu perkembangannya
dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
a) Umur anak
Manusia bertambah umur akan semakin matang pertumbuhan fisiknya, bertambahnya
pengalaman, dan meningkatkan kebutuhan. Bahasa seseorang akan berkembang sejalan
dengan pertambahan pengalaman dan kebutuhannya. Faktor fisik ikut mempengaruhi
sehubungan semakin sempurnanya pertumbuhan organ bicara, kerja otot-otot untuk
melakukan gerakan-gerakan dan isyarat. Pada masa remaja perkembangan biologis yang
menunjang kemampuan berbahasa telah mencapai tingkat kesempurnaan, dengan dibarengi
oleh perkembangan tingkat intelektual, anak akan mampu menunjukkan cara berkomunikasi
dengan baik.
b) Kondisi lingkungan
Lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang memberi andil untuk cukup besar
dalam berbahasa. Perkembangan bahasa dilingkungan perkotaan akan berbeda dengan
dilingkungan pedesaan. Begitu pula perkembangan bahasa di daerah pantai, pegunungan dan
daerah-daerah terpencil menunjukkan perbedaan.
Pada dasarnya bahasa dipelajari dari lingkungan. Lingkungan yang dimaksud termasuk
lingkungan pergaulan dalam kelompok, seperti kelompok bermain, kelompok kerja, dan
kelompok sosial lainnya.
Beberapa dukungan lingkungan sosial terhadap perkembangan bahasa meliputi :
Motherese adalah cara yang sering digunakan oleh Ibu dan orang dewasa lainnya ketika
bercakap cakap dengan bayi dengan frekuensi yang lebih tinggi dan tekanan suara yang lebih
keras serta dengan kata kata yang lebih sederhana.
12

Recasting adalah yang membuat frase makna yang sama dari suatu kalimat dengan cara
yang berbeda, mungkin mengemukakannya ke dalam suatu pertanyaan.
Echoing yaitu mengulangi apa yang akan dikatakan anak, terutama jika kata atau kalimat
anak itu belum sempurna.
Expanding yaitu mengatakan kembali apa yang anak telah katakan dalam bentuk bahasa
yang lebih baik.Akhirnya mengidentifikasi nama nama objek.
c) Kecerdasan anak
Untuk meniru bunyi atau suara, gerakan dan mengenal tanda-tanda, memerlukan
kemampuan motorik yang baik. Kemampuan intelektual atau tingkat berpikir. Ketepatan
meniru, memproduksi perbendaharaan kata-kata yang diingat, kemampuan menyusun kalimat
dengan baik dan memahami atau menangkap maksud suatu pernyataan fisik lain, amat
dipengaruhi oleh kerja pikir atau kecerdasan seseorang anak.
d) Status sosial ekonomi keluarga
Keluarga yang berstatus sosial ekonomi baik, akan mampu menyediakan situasi yang
baik bagi perkembangan bahasa anak-anak dengan anggota keluarganya. Rangsangan untuk
dapat ditiru oleh anak-anak dari anggota keluarga yang berstatus sosial tinggi berbeda dengan
keluarga yang berstatus sosial rendah. Hal ini akan tampak perbedaan perkembangan bahasa
bagi anak yang hidup di dalam keluarga terdidik dan tidak terdidik. Dengan kata lain pendidikan
keluarga berpengaruh terhadap perkembangan bahasa.
e) Percepatan Pertumbuhan Fisik
Pada permulaan masa remaja. Perkembangan fisik meliputi penambahan panjang
lengan,tungkai dan sebagainya.Penambahan ini tidak terjadi serentak secara menyeluruh pada
semua bagian tubuh.kepala,tangan dan kaki lebih dahulu mencapai bentuk kematangan.Sesudah
bagian-bagian tersebut mencapai bentuk kematangan ny,barulah bagian tubuh lain nya mendapat
giliran untuk tumbuh.Perbedaan percepatan pertumbuhan pada bagian tubuh yang berbeda-beda
akan menimbulkan persoalan bagi remaja .
13

Bagian wajah sebelah bawah akan cepat mengalami pertumbuhan sehingga bentuk
kekanak-kanakan pada wajah akan hilang dan tampak lebih dewasa.Seoarang remaja yang tidak
terlalu banyak mengalami perubahan badanya tidak akan banyak memerlukan makanan
demikian sebaliknya.
Perbedaan individual nampak pada perbedaan awal percepatan dan cepat nya
pertumbuhan.Perbedaan jenis kelamin juga turut menentukan perbedaan intensitas dan hasil
perkembangan.


E. Perbedaan Individual dalam Kemampuan dan Perkembangan Bahasa
Menurut Chomsky (Woolfolk, dkk. 1984) anak dilahirkan ke dunia telah memiliki kapasitas
berbahasa. Akan tetapi seperti dalam bidang yang lain, faktor lingkungan akan mengambil
peranan yang cukup menonjol, mempengaruhi perkembangan bahasa anak tersebut. Mereka
belajar makna kata dan bahasa sesuai dengan apa yang mereka dengar, lihat dan mereka hayati
dalam hidupnya sehari-hari. Perkembangan bahasa anak terbentuk oleh lingkungan yang
berbeda-beda.
Berpikir dan berbahasa mempunyai korelasi tinggi; anak dengan IQ tinggi akan
berkemampuan bahasa yang tinggi. Sebaran nilai IQ menggambarkan adanya perbedaan
individual anak, dan dengan demikian kemampuan mereka dalam bahasa juga bervariasi sesuai
dengan varasi kemampuan mereka berpikir.
Bahasa berkembang dipengaruhi oleh faktor lingkungan, karena kekayaan lingkungan akan
merupakan pendukung bagi perkembangan peristilahan yang sebagian besar dicapai dengan
proses meniru. Dengan demikian remaja yang berasal dari lingkungan yang berbeda juga akan
berbeda-beda pula kemampuan dan perkembangan bahasanya.

14

F. Upaya Pengembangan Kemampuan Bahasa Remaja dan Implikasinya
dalam Pendidikan
Kelas atau kelompok belajar terdiri dari siswa yang bervariasi bahasanya, baik
kemampuannya maupun polanya. Menghadapi hal ini guru harus mengembangkan strategi
belajar-mengajar bidang bahasa dengan memfokuskan pada potensi dan kemampuan anak.
Pertama, anak perlu melakukan pengulangan (menceritakan kembali) pelajaran yang telah
diberikan dengan kata dan bahasa yang disusun oleh murid-murid sendiri. Dengan cara ini
senantiasa guru dapat melakukan identifikasi tentang pola dan tingkat kemampuan bahasa
murid-muridnya.
Kedua, berdasar hasil identifikasi itu guru melakukan pengembangan bahasa murid dengan
menambahkan perbendaharaan bahasa lingkungan yang telah dipilih secara tepat dan benar oleh
guru. Cerita murid tentang isi pelajaran yang telah dipercaya itu diperluas untuk langkah-
langkah selanjutnya, sehingga para murid mampu menyusun cerita lebih komprehensif tentang
isi bacaan yang telah dipelajari dengan menggunakan pola bahasa mereka sendiri.
Perkembangan bahasa yang menggunakan model pengekspresian secara mandiri, baik lisan
maupun tertulis, dengan mendasarkan pada bahan bacaan akan lebih mengembangkan
kemampuan bahasa anak membentuk pola bahasa masing-masing. Dalam penggunaan model ini
guru harus banyak memberikan rangsangan dan koreksi dalam bentuk diskusi atau komunikasi
bebas. Dalam pada itu sarana perkembangan bahasa seperti buku-buku, surat kabar, majalah,
dan lain-lainnya hendaknya disediakan di sekolah maupun dirumah.





15

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Perkembangan bahasa adalah meningkatkatnya kemampuan penggunaan bahasa sebagai alat
komunikasi. Bahasa yang digunakan oleh remaja sangat dipengauhi oleh bahasa yang
didapatkan dalam proses sosialisasi dengan teman sebayanya. Dengan kata lain, lingkungan
keluarga dan sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam menghadapi perkembangan
bahasa.
2. Bahasa memegang peran penting dalam kehidupan bermasyarakat. Perkembangan bahasa
dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain adalah usia anak, kondisi keluarga dan kondisi fisik
anak terutama dari segi kesehatannya.
3. Kemampuan berbahasa dan kemampuan berpikir saling berpengaruh satu sama lain. bahwa
kemampuan berpikir berpengaruh terhadap kemampuan berbahasa dan sebaliknya kemampuan
berbahasa berpengaruh terhadap kemampuan berpikir. Keduanya saling menunjang satu sama
lainnya.
B. Saran
Perkembangan bahasa terkait dengan perkembangan kognitif, yang berarti faktor intelek/kognisi
sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan berbahasa.
Oleh karena itu, kita harus menggunakan dan mengembangkan bahasa dengan berkembangnya
bahasa secara tidak sadar kita telah melangkah kedewasaan yang sudah merupakan kodrat kita
sebagai manusia. Hanya saja, agar pertumbuhan itu mencapai hasil yang maksimal harus
mempertahankan faktor-faktor pendukungnya.