Anda di halaman 1dari 13

PENENTUAN NILAI PERBANDINGAN MUATAN DAN MASSA

ELEKTRON DENGAN MENGGUNAKAN TABUNG SINAR


KATODA
(STUDI EKSPERIMENTAL DALAM PENURUNAN NILAI e/m )

Presentasi oleh:
1. Abdus Solihin
2. Farah Wahidiyah
3. Marisatun Najibah

Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Alam
Universitas Jember
Tahun 1879 Sir William Crockes mengidentifikasi

Latar Belakang berkas tsb sebagai partikel bermuatan negatif

J.J. Thompson menyebut partikel


bermuatan negatif tsb sebagai Elektron

Tabung Sinar Katoda Elektron merupakan salah satu dari


tiga sub partikel dasar penyusun atom

Elektron merupakan partikel fundamental


dalam sifat kelistrikan secara mikro

Oleh karena itu:

Memancarkan sinar hijau pucat


Eksperimen ini
ketika dialiri arus listrik perlu dilakukan!

Mencoba menghubungkan antara nilai arus (I) pada koil


Helmholtz, tegangan elektroda (V), dan radius lintasan elektron (r)

Sehingga akan didapatkan:


Pendekatan e/m dalam menentukan besar muatan elektron (e)

Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Alam
Universitas Jember
RUMUSAN MASALAH
Apa hubungan antara beda tegangan
elektroda pemercepat (v) dengan jari-
jari lintasan berkas elektron (r) untuk
setiap nilai arus (I)?

Rumusan Masalah Apa hubungan antara nilai arus lisrik


pada coil Helmholtz (I) dengan jari-
jari lintasan berkas elektron (r)?

Bagaimana persamaan linear


untuk masing-masing harga
arus I?
Berapa nilai perbandingan e/m
yang diperoleh?

Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Alam
Universitas Jember
TUJUAN
Tujuan dari eksperimen sinar katoda ini adalah:

1. Mengetahui hubungan antara beda tegangan elektroda (V) dengan jari-jari


lintasan berkas elektron (r) untuk setiap nilai arus (I)

2. Mengetahui hubungan antara nilai arus listrik pada coil Helmholtz (I)
dengan jari-jari lintasan berkas elektron (r)

3. Mendapatkan persamaan linear untuk masing-masing harga arus (I)

4. Mengetahui harga perbandingan e/m melalui percobaan yang dilakukan


lalu membandingkan dengan percobaan yang pernah dilakukan oleh J. J.
Thompson

Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Alam
Universitas Jember
MANFAAT YANG DIHARAPKAN
Dengan melakukan eksperimen
ini, mahasiswa dapat mengetahui dan
memahami sifat dan karakteristik elektron
khususnya berkaitan dengan besar muatan
elektron sehingga dapat menunjang
pengaplikasian lebih lanjut dari sifat-sifat
kelistrikan

Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Alam
Universitas Jember
PEMBAHASAN LEBIH LANJUT
1. Tinjauan Pustaka

2. Metode Penelitian

3. Hasil dan Pembahasan

4. Kesimpulan dan Saran

Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Alam
Universitas Jember
1. Tinjauan Pustaka

 Sinar katoda merupakan berkas distribusi elektron yang terbentuk didalam


tabung sinar katoda. (Sears Zemansky, 1986: hal 618)

 Jika partikel bermuatan (elektron) jika bergerak dengan kecepatan v di


daerah dengan kuat medan B, maka pertikel tersebut akan mengalami
pembelokkan yang diakibatkan oleh timbulnya gaya magnetik (Fm).
(Wiyanto, 2008:75-76)

 J.J. Thompson seorang ahli físika yang berasal dari Inggris pada tahun
1897 melakukan percobaan yang bertujuan untuk mencari perbandingan
antara besarnya muatan elektron dengan massa partikel itu berdasarkan
hubungan pada formula

(Tobing, 1986 :4.6)

Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Alam
Universitas Jember
2. Metode Penelitian

2.1 Alat dan Bahan


Peralatan yang digunakan dalam eksperimen sinar katoda sebagai berikut:

1. Peralatan pengukuran e/m: Peralatan yang terdiri dari tabung sinar katoda, koil
helmhozt, pengatur tegangan dan arus listrik, elektron gun, dan sebagainya yang berfungi
sebagai objek tempat pengamatan dan pengaturan sistem percobaan, serta tempat visualisasi
radius elektron

2. High voltage DC power supply: Sebagai Sumber tegangan masukan pada elektroda
yang memicu pergerakan linear elektron

3. Low voltage AC/DC power supply: Sebagai Sumber tegangan masukan pada coil
helmholtz yang memicu medan magnet B yang menyebabkan pergerakan melingkar elektron

4. Digital voltmeter: Alat untuk mengukur nilai tegangan

5. Kabel penghubung: Untuk menghubungkan arus listrik dari satu komponen ke komponen
yang lain

Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Alam
Universitas Jember
2. Metode Penelitian

2.2 Langkah Kerja


Semua sumber tegangan dan arus listrik dihidupkan
Alat dirangkai seperti gambar berikut:

Secara perlahan–lahan sumber tegangan filament diputar


Hingga volt meter menunjukkan angka 6 volt

Sumber tegangan koil Helmholtz dinaikkan


pada harga sekitar 7 volt

Tegangan elektroda pemercepat Arus koil Helmholtz diletakkan


diletakkan pada harga 95 volt pada harga 1A ; 1,1 A; dan 1,2 A
Switch toggle diletakkan posisi up
dan ditambah dengan kelipatan 5 volt untuk masing-masing tegangan
hingga 145 V elektroda yang berbeda-beda

Menghubungkan nilai arus (I) pada koil Helmholtz,


tegangan elektroda (V), dan radius lintasan elektron (r) Dilakukan pengamatan
terhadap radius elektron:

Didapat Harga e/m

Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Alam
Universitas Jember
2. Metode Penelitian

2.3 Metode Analisis


Untuk mencari harga (e/m) digunakan rumus sebagai berikut:

Sehingga untuk mencari besarnya


diskrepansi digunakan persamaan:

Persamaan linier dari grafik adalah y=mx


Dimana m merupakan gradien grafik yang didapat dari:

Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Alam
Universitas Jember
3. Hasil dan Pembahasan
Grafik hubungan antara tegangan elektroda Grafik hubungan antara tegangan elektroda
pemercepat dengan radius berkas elektron pemercepat dengan radius berkas elektron
Pada arus listrik koiI Helmholtz I = 1 A Pada arus listrik koiI Helmholtz I = 1,1 A
0,004
0,0035 0,003
0,003 y = 4E-05x - 0,001 0,0025 y = 3E-05x - 0,001
0,0025 0,002
R (m^2)

R (m^2)
0,002
0,0015
0,0015
0,001
0,001
0,0005 0,0005
0 0
0 50 100 150 0 50 100 150
tegangan elektroda (Volt) tegangan elektroda (Volt)

Grafik hubungan antara tegangan elektroda


pemercepat dengan radius berkas elektron
Pada arus listrik koiI Helmholtz I = 1,2 A

0,003
0,0025
0,002 y = 2E-05x - 0.0007
R (m^2)

0,0015
0,001
0,0005
0
0 50 100 150
tegangan elektroda (Volt)

Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Alam
Universitas Jember
4. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Dari hasil eksperimen dapat disimpulkan bahwa:
1. Nilai beda tegangan elektroda pemercepat (V) berbanding lurus dengan jari-jari
lintasan berkas elektron (r) untuk setiap nilai arus (I), yaitu semakin besar nilai
tegangan maka radiuspun semakin besar pula
2. Nilai arus listrik pada coil Helmholtz (I) berbanding terbalik dengan jari-jari lintasan
berkas elektron (r), dimana semakin besar nilai arus listrik yang diiberikan, nilai radius
menjadi semakin kecil
3. Dari grafik antara nilai beda potensial yang diberikan dengan nilai kuadrat radius
yang terbentuk didapatkan persamaan linear untuk masing-masing harga arus I
4. Perbandingan harga e/m melalui percobaan yang dilakukan ekuivalen atau
mendekati harga e/m acuan yang pernah dilakukan oleh J. J. Thompson

Saran
Sebaiknya variable yang digunakan memiliki range yang lebih luas. Sehingga akan
didapatkan nilai yang lebih mendekati harga e/m acuan.

Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Alam
Universitas Jember
Terima Kasih Atas Perhatiannya
Semoga Bermanfaat ..........

Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Alam
Universitas Jember