Anda di halaman 1dari 8

BAB II

PEMBAHASAN

Seluruh makhluk hidup tersusun atas satu atau lebih sel. Sel berfungsi
menyelenggarakan seluruh aktivitas untuk kebutuhan hidupnya. Arti yang lainnya
adalah sel merupakan unit struktural kehidupan dan merupakan unit fungsional
dari kehidupan dikarenakan didalam
organ tumbuhan dan hewan tersusun dari
sel-sel rumusan yang penting bukannya
dinding sel tetapi isi sel yang disebut
protoplasma (Ir.A.G.kartosopoetra : 2004
: hal 13). Sel terbagi menjadi dua yaitu sel
prokariotik dansel eukariotik. Sel
prokariotik merupakan makhluk hidup
selular yang tidak memiliki inti sejati
(nukleus)contohnya bakteri. Sedangkan
sel eukariotik adalah makhluk hidup selular yang sudah memiliki inti sejati
(nukleus) sebagai pusat kontrol sel contohnya hewan dan tumbuhan.

2.1 Sel Eukariotik pada Hewan
Hewan termasuk kedalam sel eukariotik yang memiliki membran inti
(nukleus). Tubuh memiliki organ yang disusun atas sel, sedangkan sel memiliki
organel. Jadi jika tubuh memiliki sistem organ yang menjalankan fungsi-fungsi
ertentu, maka sel memiliki organel yang menjalankan fungsi-fungsi tertentu dalam
sel. Berikut adalahorganel-organel yang terdapat dalam sel hewan beserta
fungsinya masing-masing.
a. Membran Plasma
Membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma.
Membran sel membungkus organel-organel dalam sel. Membran sel juga
merupakan alat transportasi bagi sel yaitu tempat masuk dan keluarnya zat-zat
yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel. Membran plasma disusun
oleh dua lapis molekul fosfolipid yang diselingi oleh molekul kolestrol dan
protein.






Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan
ion secara dua arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain
ialah molekul hidrofobik (CO2, O2), dan molekul polar yang sangat kecil
(air, etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti molekul polar dengan
ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan
mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel.
b. Nukleus
Nukleus merupakan organel terbesar yang berada
dalam sel dan berbentuk oval. Nukleus berfungsi
sebagai pengendali seluruh kegiatan sel. Inti sel
terdiri atas beberapa bagian, yaitu membran nuklear,
kromatin, anak inti (nukleolus), cairan inti (nuclear
sap). Seperti membran sel yang melindungi sel,
membran nuklear juga melindungi nukleus, tersusun atas protein dan lipid.
Kromatin sendiri adalah benang-benang tipis yang mengambang di
permukaan nukleus dan mengandung kode genetik yang berisi instruksi-
instruksi yang mengatur fungsi-fungsi dalam sel. Sedangkan nukleoulus
merupakan massa berbentuk bulat. Cairan inti merupakan cairan yang di
dalamnya terdapat nukleolus dan kromatin.Fungsi dari inti sel yang lain
adalah sebagi pembawa informasi genetika karena di dalam inti sel terdapat
kromosom yang berisi ADN yang mengatur sintesis protein.



c. Retikulum Endoplasma
Retikulum Endoplasma berfungsi sebagai alat transportasi zat dalam sel
dan berbentuk benang benang yang bermuara pada inti sel, Retikulum
Endoplasma sendiri memiliki 2 struktur, yakni kasar dan lembut, pada gambar
dibawah RE kasar ditunjukkan pada gambar sebelah kanan dan RE halus
ditunjukkan pada gambar sebelah kiri, RE kasar memiliki letak yang lebih
dekat dengan Nucleus dibandingkan RE halus.
Perbedaan antara struktur RE kasar dan RE halus ialah ada tidakmya
ribosom. RE kasar pada permukaan atasnya terdapar ribosom., sedangkan RE
halus tidak memiliki ribosom. Ribosom pada RE kasar merupakan tempat
untuk sintesis protein yang di atur oleh gen.




d. Ribosom
Ribosom berfungsi sebagai tempat sintesis protein,
ribosom memiliki ukuran yang kecil, bahkan paling
kecil, dan terletak pada Retikulum Endoplasma,
meskipun ada juga yang berada di Sitoplasma, ribosom
sendiri memiliki bentuk yang terdiri atas 2 bagian yakni
bagian besar dan kecil, seperti ditunjukkan pada gambar
disamping, bagian ribosom yang besar terletak di atas, sedangkan bagian
kecilnya terletak dibawahnya.
e. Badan Golgi
Badan Golgi memiliki peran penting dalam
proses eskresi sel. Badan golgi pada hewan lebih
sedikit dibandingkan dengan sel tumbuhan yang
jumlahnya ratusan. fungsi dari badan golgi
sendiri adalah memisahkan protein dan lipid yang
diterima dari RE, memodifikasi beberapa
molekul seperti menambahkan gula pada protein untuk menghasilkan
glikoprotein.
f. Lisosom
Lisosom berfungsi sebagai tempat memproduksi
dan menyimpan enzim pencernaan pada sel hewan.
Salah satu enzimnya itu bernama Lisozym. Lisosom
berisi enzim-enzim hidrolitik untuk memecah
polisakarida, lipid, fosfolipid, dan protein. Lisosom
banyak terdapat pada sel-sel darah terutama leukosit, limfosit, dan monosit. Di
dalam sel-sel tersebut lisosom berperan mensintesis enzim-enzim hidrolitik
untuk mencernakan bakteri-bakteri patogen yang menyerang tubuh.
g. Mitokondria
Setiap sel membutuhkan energi, organenel
mitokondria berfungsi sebagai tempat respirasi
yang akan menghasilkan energy (ATP) yang
akan digunakan untuk aktivitas sel, mitokondria
berbentuk lonjong dengan 2 membran,
membran terluarnya lurus, sedangkan membran
dalamnya berlekuk lekuk dan dinamakan
Krista. membantu dalam perluasan struktur membran sel dalam ketika ada
kebutuhan untuk lebih banyak ruang untuk mengakomodasi lebih banyak
molekul DNA mitokondria.
h. Sentriol
Sentriol merupakan organel yang hanya terdapat
pada sel hewan. Sentriol adalah organel yang
berbentuk dua bagian batang yang saling tegak lurus
dan terletak di dekat nukleus. Sentriol berperan
dalam pembelahan sel serta terlihat ketika sel
sedang membelah (Mitosis maupun Meiosis), yaitu
pada tahap profase. Pada dasarnya, sentriol dibangun oleh mikrotubul.
Mikrotubul ini berbentuk tabung berjumlah sembilan yang saling terikat satu
dengan yang lainnya.
Di dalam sel hewan tidak terdapat dinding sel karena membran plasma
tipis dan lentur serta tidak mengalami penebalan. Selain tidak memiliki
dinding sel hewan juga tidak memiliki vakuola seperti yang dimiliki oleh sel
tumbuhan.

2.2 Sel Eukariotik pada Tumbuhan
Pada dasarnya sel tumbuhan sama dengan sel hewan. Sel tumbuhan juga
memiliki komponen-kompen yang terdapat pada sel hewan seperti yang telah
dibahas sebelumnya, kecuali lisosom dan sentriol. Lisosom dan sentriol hanya
terdapat pada sel hewan. Akan tetapi sel tumbuhan memiliki beberapa organel
yang tidak dimiliki oleh sel hewan, yaitu dinding sel, vakuola dan kloroplas.
Berikut adalah organel-organel yang hanya terdapat pada sel tumbuhan dan
tidak ada di dalam sel hewan.
a. Dinding Sel
Ciri penting yang membedakan antara sel tumbuha dan sel tumbuhan
adalah dinding sel. Pada tumbuhan dinsing sel melindungi serta membatasi
ukuran dari sel. Selain itu, dinding sel memiliki sturuktur dan fungsi penting
bagi tumbuhan serta terlibat dalam proses transpor, absorpsi, dan sekresi. Pada
tumbuhan, dinding sel terdiri dari polisakarida yang merupakan karbohidrat
kompleks yang dibangun dari monosakarida. Dengan kata sederhana, itu
terdiri dari selulosa, hemiselulosa, polisakarida pectic, lignin, protein, lipid
tertentu dan air.







Sel-sel tumbuhan mengekresikan selulosa melalui membran plasmanya
dan membentuk dinding sel primer. Selanjutnya banyak sel tumbuhan yang
mengekresikan lebih banyak selulosa dan polisakarida lainnya di bawah
dinding sel primer untuk membentuk dinding sel sekunder tebal yang
membuat dinding sel primer semakin jauh dari membran plasmanya. Dinding
sel sekunder mengandung berbagai senyawa tambahan yang memodifikasi
sifat mekanik dan permeabilitas. Polimer utama yang membentuk kayu
sebagian besar dinding sel sekunder.
b. Vakuola
Vakuola adalah organela sitoplasmik yang berisi cairan dan dibatasi
selaput tipis yang disebut tonoplas. Vakuola berbentuk cairan yang di
dalamnya terlarut berbagai zat seperti enzim, lipid, alkaloid, garam mineral,
asam, dan basa. Pada sel tumbuhan, vakuola selalu ada. Semakin tua suatu
tumbuhan, maka vakuola yang terbentuk semakin besar. Vakuola berperan
untuk menyimpan zat makanan berupa sukrosa dan garam mineral, selain juga
berfungsi sebagai tempat penimbunan sisa metabolisme, seperti getah pada
batang tumbuhan karet. Untuk memahami struktur vakuola pada tumbuhan
Anda dapat melihat Gambar.







Vakuola ada 2 macam yaitu vakuola kontraktil dan vakuola nonkontraktil.
1) Vakuola kontraktil
Vakuola kontraktil disebut juga vakuola berdenyut. Vakuola kontraktil
memiliki fungsi sebagai osmoregulator yaitu mengatur nilai osmotik dalam
sel.
2) Vakuola nonkontraktil
Vakuola nonkontraktil disebut juga vakuola makanan, yang berfungsi untuk
mencerna makanan dan mengedarkan hasil pencernaan makanan ke seluruh
tubuh.

c. Kloroplas
Kloroplas yaitu plastida berwarna hijau. Plastida ini berfungsi
menghasilkan klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Warna
daun berasal dari klorofil, pigmen warna hijau yang terdapat didalam
kloroplas. Selain sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis, kloroplas juga
menyintesis klorofil dan beberapa protein dan lipid tertentu.
Di dalam sitoplasma sel terdapat banyak
organel diantaranya kloroplas dan mitokondria
yang masing-masing berfungsi dalam proses
fotosintesis dan sintesa adenosintriposfat (ATP).
Kloroplas dan mitokondria ternyata mengandung
materi genetic ( gen atau DNA ) yang dapat
termutasi. Mutasi gen kloroplas atau mitokondria
sering disebut mutasi di luar inti atau extra
nuclear mutation. Kloroplas merupakan komponen pada daun yang menolong
tanaman mengubah cahaya menjadi energy yang dikenal dengan proses
fotosintesis. Artinya jika pada hewan memiliki mitokondria maka pada
tumbuhan memiliki kloroplas yang fungsinya sama seperti mitokondria.

2.3 Sel Prokariotik pada Bakteri









Bakteri adalah sel prokariotik yang berbeda dengan sel eukariotik. Sel
prokariotik tidak mempunyai membran inti. Sel prokariotik memiliki dinding sel
yang tersusun atas peptidoklan, polisakarida, lemak, dan protein. Memiliki
Membran plasma, ribosom yang sama seperti pada sel eukariotik. Namun di
dalam sel prokariotik terdapat vakuola gas. Vakuola gas ini hanya terdapat pada
bakteri yang bisa berfotosintesisi saja.
Pada sel bakteri memiliki mesosom. Mesosom berfungsi dalam pembelahan
sel dan sebagi penghasil energi. Biasanya mesosom terletak dekat dinding sel
yang baru terbentuk pada saat pembelahan biner sel bakteri. Pada membran
mesosom terdapat enzim-enzim pernapasan yang berperan dalam reaksi-reaksi
oksidasi untuk menghasilkan energi.
DNA merupakan materi genetik, terdapat dalam sitoplasma. DNA bakteri
berupa benang sirkuler (melingkar). DNA bakteri berfungi sebagai pengendali
sintesis protein bakteri dan pembawa sifat. DNA bakteri terdapat pada bagian
menyerupai inti yang disebut nukleoid. Bakteri tidak mempunyai inti sel sejati
(nukelus), tetapi mempunyai bagian yang menyerupai inti, yaitu region nukleoid.
Beberapa bakteri memiliki flagela yang berfungsi untuk pergerakan.
Beberapa bakteri memiliki pili di permukaan tubuhnya. Pili lebih pendek dari
flagela, bentuknya seperti benang. Fungsi pili bagi bakteri adalah untuk menempel
saat melakukan reproduksi. Adapun kapsul tujuan dari kapsul adalah untuk
melindunginya dari kekeringan, dan memberikan perlindungan terhadap
fagositosis dari sel-sel kekebalan