Anda di halaman 1dari 6

1

SKENARIO 1
LEKAS LELAH BILA BEKERJA

Yani, 19 tahun, memeriksakan diri ke dokter dengan keluhan sering merasa lekas lelah
setelah melakukan aktivitas. Keluhan ini sudah dialami 3 bulan terakhir. Sebelumnya tidak
pernah mengalami hal seperti ini.
Pada anamnesis tambahan didapatkan keterangan bahwa sejak usia kanak-kanak pola
makan Yani tidak teratur, jarang makan sayur, ikan, maupun daging, hanya tahu/tempe dan
kerupuk. Tidak dijumpai riwayat penyakit yang diderita sebelumnya dan riwayat pemgobatan
tidak jelas.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan:
Wajah terlihat lelah, TD 110/60 mmHg, frekuensi nadi 88 x/menit, frekuensi pernapasan
20 x/menit, suhu tubuh 36,8
0
C, TB=160 cm, BB=60 kg, konjungtiva palpebra inferior
pucat.
Pemeriksaan jantung paru dan abdomen dalam batas normal.
Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium hematologi rutin, hasilnya sebagai berikut:










Pemeriksaan Kadar Nilai normal
Hemoglobin (Hb) 10,5 g/dL 12 - 14 g/dL
Hemtokrit (Ht) 37% 37 - 42 %
Eritrosit 4,75 x 10
6
/l 3,9-5,3 x 10
6
/l
MCV 70 fL 82 92 fl
MCH 20 pg 27 31 pg
MCHC 22% 32 36 %
Leukosit 6500/l 5000 10.000/l
Trombosit 300.000/l 150.000 400.000/l
2


KATA SULIT
1. Konjungtiva palpebra inferior
Konjungtiva yang menutupi bagian dalam kelopak mata & sklera kecuali kornea
2. MCV
Mean Corpuscular Volume yaitu volume rata-rata sebuah eritrosit yang memiliki
satuan: fl
3. MCH
Mean Corpuscular Haemoglobin yaitu hemoglobin rata-rata dalam eritrosit yang
memiliki satuan: pg
4. MCHC
Mean Corpuscular Haemoglobin concentration yaitu konsentrasi hemoglobin eritrosit
rata-rata yang memiliki satuan:%































3



PERTANYAAN

1. Apa yang menyebabkan kongjungtiva palpebral inferior pucat?
2. Mengapa MCV nya turun, tetapi Ht & eritrositnya normal?
3. Mengapa pasien mengalami kelelahan?
4. Apa diagnosis penyakit pasien?
5. Mengapa MCV, MCH, MCHC turun?
6. Pemeriksaan apa yang dilakukan selain pemeriksaan hematologi turun?
7. Apa guna pemeriksaan jantung paru & abdomen?
8. Apa penyakit ini dipengaruhi oleh faktor usia & kelamin?
9. Apa hubungan tidak makan sayur, daging, ikan dengan penyakit yang diderita pasien?
10. Bagaimana prognosis penyakit pasien?

JAWABAN
1. Karena kekurangan oksigen, konjungtiva lebih tipis sehingga mudah terlihat pucat
2. Karena kemungkinan volume eritrositnya mengalami penurunan
3. Sebab kekurangan oksigen karena Hb turun, zat besi turun sehingga sel-sel nya
mengalami hipoksia
4. Anemia defisiensi besi
5. Karena MCH, MCHC dipengaruhi hemoglobin, dan MCV karena volume eritrositnya
mengecil
6. Serum iron, TIBC, feritin, saturasi transfer
7. in
8. Untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada jantung & abdomen
9. Iya, karena wanita sering mengalami pendarahan seperti menstruasi, pada usia karena
saat remaja masih membutuhkan zat besi yang lebih banyak untuk pertumbuhan
10. Karena sayuran mengandung besi, sehingga jika tidak makan sayur akan defisiensi besi
11. Jika ditagani dengan baik maka akan sembuh, sebaliknya jika tidak akan mengalami
hipoksia.









4


HIPOTESA
Pola makan tidak baik sejak kecil, seperti tidak makan sayur, daging, ikan dapat menyebabkan
defisiensi besi, sehingga proses pembantukan Hb berkurang yang menyebabkan pengangkitan
oksigen ke dalam jaringan terganggu, sehingga dapat menyebabkan hipoksia dan kelelahan.
Kemudian dilakukan pemeriksaan hematologi rutin, serum iron, TIBC, feritin, saturasi
transferrin untuk menegakkan diagnosis, anemia defisiensi besi.
























5


SASARAN BELAJAR
1. Memahami dan menjelaskan eritropoesis
1.1 Memahami dan menjelaskan definisi
1.2 Memahami dan menjelaskan mekanisme
1.3 Memahami dan menjelaskan morfologi dan jumlah
1.4 Memahami dan menjelaskan kelainan morfologi dan jumlah
2. Memahami dan menjelaskan hemoglobin
2.1 Memahami dan menjelaskan definisi
2.2 Memahami dan menjelaskan struktur Hb
2.3 Memahami dan menjelaskan fungsi
2.4 Memahami dan menjelaskan proses pembentukan
2.5 Memahami dan menjelaskan peranan zat besi
2.6 Memahami dan menjelaskan interaksi Hb dengan oksigen
3. Memahami dan menjelaskan anemia
3.1 Memahami dan menjelaskan definisi
3.2 Memahami dan menjelaskan etiologi
3.3 Memahami dan menjelaskan klasifikasi
3.4 Memahami dan menjelaskan pemeriksaan
4. Memahami dan menjelaskan anemia defisiensi besi
4.1 Memahami dan menjelaskan definisi
4.2 Memahami dan menjelaskan etiologi
4.3 Memahami dan menjelaskan epidemiologi
4.4 Memahami dan menjelaskan patofisiologi
4.5 Memahami dan menjelaskan manifestasi
4.6 Memahami dan menjelaskan diagnosis dan diagnosis banding
4.7 Memahami dan menjelaskan tatalaksana
4.8 Memahami dan menjelaskan komplikasi
4.9 Memahami dan menjelaskan prognosis
4.10 Memahami dan menjelaskan pencegahan










6