Anda di halaman 1dari 4

Cascade seating Inc.

adalah Perusahaan Manufaktur besar yang memproduksi jok


mobil. Cascade merupakan supplier utama jok mobil untuk General Motor. Jan Davis selaku
controller mendapat pengaduan bahwa Cascade mengalami penurunan kualitas produk yang
berakibat kepada posisi cascade yang dulunya adalah supplier utama GM turun menjadi
backup supplier. Controller dan plant manager, mulai mengidentifikasi masalah yang muncul
pada kualitas produk mereka. Cascade memiliki laporan kualitas yang meningkat setiap
tahunnya, akan tetapi pasar menunjukkan bahwa produk mereka mengalami penurunan
kualitas. Controller dan plant manager Cascade segera mengadakan rapat dengan manajer-
manajer dari divisi Quality control, purchasing, customer service, dan inventory control.
Dalam rapat tersebut terungkap bahwa para manajer tersebut tidak pernah mendiskusikan
kualitas produk mereka.
Dalam hasil rapat tersebut diduga terdapat beberapa masalah pada empat area
perusahaan sejalan dengan menurunnya kualitas produk, yaitu: rendahnya kualitas bahan
baku, pemotongan bahan baku, penjahitan, atau buruknya inspeksi.
Rendahnya kualitas bahan baku diduga disebabkan oleh penurunan kualitas bahan
baku yang disupply oleh supplier, evaluasi manajer pembelian juga kurang menggembirakan,
manajer tersebut tidak menerima gaji yang lebih tinggi dari $22.000. Kinerja pemotong dan
penjahit juga kurang memuaskan. Pada tahun lalu biaya dari scrapped material adalah
$147,900. Setelah investigasi, plant manager menemukan bahwa 63 % dari material berasal
dari pemotongan bahan dengan alasan tertentu dan sisanya berasal dari penjahitan bahan
dengan alasan tertentu.
Berdasarkan pengecekan juga ditemukan adanya penurunan biaya untuk mesin
pemotongan sebesar $5500, $7400 pada mesin penjahitan, dan tahun lalu $8200 dihabiskan
untuk pengerjaan ulang oleh penjahit.
Ditemukan juga bahwa prosedur pada bagian control tidak mengalami banyak
perubahan sejak empat tahun terakhir.








1. Fish born diagram . Identifikasi masalah kualitas Cascade Seatings










2. Penjabaran Quality Costs berdasarkan kategori (prevention, appraisal, etc)

Prevention Costs

a. Evaluation and Review
of Quality Standard
b. Meeting of Departments
to review problems
c. Survey to choose the best
Supplier
d. Proper Training
e. Semi-anually standard
procedures by join
departments
f. Better quality of Reports
Appraisal Costs

a. Calibration of
measuring and test
equipment
b. In-process and final
inspection/test
c. Material checking

Failure Costs

A. Internal Failure Costs
a. Scrap
b. Rework
c. Re-callibration
d. Return back the
Purchased Material
B. External Failure Costs
a. Customer Returns
b. Product Recalls

3. Cascade mengalami masalah penurunan kualitas produk yang berdampak pada posisi
cascade di General Motor, yang dulunya adalah supplier utama dan sekarang menjadi
backup supplier, padahal Cascade telah menugasi 15 orang pekerja di Quality Control
Department yang menginspeksi produk-produk Cascade sebelum dijual. Hal ini
disebabkan beberapa masalah pada empat area perusahaan sejalan dengan menurunnya
Penurunan
Kualitas
Rendahnya kualitas bahan
baku
Penurunan kualitas oleh supplier
Kinerja manager pembelian yang kurang
bagus
Pemotongan bahan baku
Penurunan kinerja mesin pemotong
Kinerja pemotongan yang kurang bagus
Penjahitan bahan
Penurunan kinerha mesin penjahitan
Kinerja penjahit yang kurang bagus
Inspeksi yang buruk
Prosedur quality control yang outdated
Pembagian tugas yang kurang sesuai
kualitas produk, yaitu rendahnya kualitas bahan baku, pemotongan bahan baku,
penjahitan, atau buruknya inspeksi. Rendahnya kualitas bahan baku diduga disebabkan
oleh jeleknya kualitas bahan baku yang disupply oleh supplier baru bila dibandingkan
dengan supplier bahan baku terdahulu. Evaluasi manajer pembelian juga kurang
menggembirakan, manajer tersebut tidak menerima gaji yang lebih tinggi dari $22.000.
Kinerja dari pemotong dan penjahit juga kurang memuaskan, pada tahun lalu biaya dari
scrapped material adalah $147,900. Setelah investagi plant manager menemukan bahwa
63 % dari material berasal dari pemotongan bahan dengan alasan tertentu dan 37% berasal
dari penjahitan bahan dengan alasan tertentu.
Hal-hal yang berkaitan dengan turunnya kualitas ini bisa terjadi karena perusahaan tidak
pernah meng-update quality control procedure sejak dibuat 4 tahun yang lalu. Quality
control procedure dibuat oleh Quality Control Department sendiri, dengan hanya sedikit
masukan dari supervisor produksi. Masalah lainnya adalah Quality Control Department
lebih banyak menugasi stafnya di bagian final inspection, hanya sedikit yang mengontrol
di bagian produksi.
4. Sistem Akuntansi dari Cascade yang sekarang tidak membantu masalah kualitas produk
dari Cascade. Sistem Akuntansi yang sekarang tidak dapat menunjukkan masalah kualitas
produk. Laporan kualitas produk selalu memperlihatkan hasil yang terus meningkat namun
Cascade masih mengalami masalah pada kualitas produknya. Walaupun Manajer
inventory selalu membuat laporan pengembalian barang dari para customer serta alasan-
alasan pengembaliannya, namun para manajer tetap tidak mengetahui masalah kualitas
produk.
5. Cascade mengalami penurunan kualitas produk sehingga cascade yang dulunya adalah
supplier utama GM turun menjadi backup supplier. Dari analisis yang telah dilakukan,
terdapat beberapa permasalahan utama yang ditemukan, yaitu:
a. Kurangnya kerjasama antar departemen
b. Skill pekerja yang kurang terasah
c. Quality Control Procedure atau SOP yang tidak pernah diupdate selama empat
tahun terakhir
d. Rendahnya kualitas bahan baku
Sehingga untuk meningkatkan kualitas produk, Cascade perlu melakukan beberapa hal,
antara lain;
1. Menyediakan lebih banyak anggaran untuk meng edukasi pekerja
2. Membeli kualitas bahan baku yang lebih bagus, walaupun biaya nya juga akan lebih
besar
3. Meng update Quality Control Procedure atau SOP perusahaan sehingga sesuai dengan
kebutuhan atau keadaan yang dihadapi Cascade Inc. Saat ini.
4. Menciptakan koordinasi yang baik antar departemen