Anda di halaman 1dari 16

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PEMANFAATAN BUAH TOMAT (Solanum Lycopersicum.L.) SEBAGAI


ANTI ARTITIS SECARA PRAKLINIS


BIDANG KEGIATAN
PKM-PENELITIAN

Diusulkan oleh :

REGITA AYU LESTARI / 3311111048 / 2011
DESSY RATNASARI / 3311111042 / 2011
HANNA NURSYAHBANI / 3311121131 / 2012
RIRIN RAHMAYUNI / 3311131057 / 2013
SETYO WIBOWO / 331141022 / 2014


UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI
CIMAHI
2014




PENGESAHAN PKM-PENELITIAN

1. Judul kegiatan : Pemanfaatan Buah Tomat (Solanum Lycopersicum. L.)
Sebagai Anti Artitis Secara Praklinis.
2. Bidang kegiatan : PKM-P
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Regita Ayu Lestari
b. NIM : 3311111048
c. Jurusan : Farmasi
d. Universitas : Universitas Jenderal Achmad Yani,
(UNJANI)
e. Alamat Rumah dan No.Telp/HP : Jl. KPAD Sriwijaya Raya H.16
Cimahi, 40523 , Hp :081394329593
f. Alamat email : regitaayulestari@ymail.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan / Penulis : 4 (empat) orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Faizal Hermanto ,S.Si.,M.Si,Apt.
b. NIDN : 0412108203
c. Alamat Rumah dan No.Telp/HP : Jl. Parawisata No.26 Bandung,
40164 , No. Hp.08122195953

6. Biaya Kegiatan Total :
a. Dikti : Rp.
b. Sumber lain : -
7. JangkaWaktuPelaksanaan : -
Cimahi, 24 Juli 2014








KetuaPelaksanaanKegiatan




Regita Ayu Lestari
NIM. 3311111048
Wakil Rektor III
Bidang Kemahasiswaan UNJANI


Dr. H. Toto Saputra, Ir., M.M
NID 412109149
DosenPembimbing



Faizal Hermanto ,S.Si.,M.Si,Apt
NIDN. 0412108203

Menyetujui
Wakil Dekan III
Fakultas Farmasi UNJANI



(Fahrauk Faramayuda,S.Si., M.Sc, Apt.)
NID. 412171986

DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ...................................................................... i
DAFTAR ISI ................................................................................................ ii
RINGKASAN .............................................................................................. 1
BAB 1.PENDAHULUAN ........................................................................... 1
BAB 2.TINJAUAN PUSTAKA .................................................................. 3
BAB 3.METODE PENELITIAN................................................................. 5
BAB 4.BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ............................................ 9
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 10
LAMPIRAN ................................................................................................. 11


DAFTAR TABEL

Tabel 1.Ringkasan Anggaran Biaya ............................................................ 9
Tabel 2.Bar chart kegiatan penelitian.......................................................... 9















RINGKASAN

Rheumatoid arthritis merupakan penyakit progresif biasanya yang memiliki potensi untuk
menyebabkan kerusakan sendi dan kecacatan fungsional. Rheumatoid arthritis lebih sering
dijumpai pada wanita, dengan perbandingan wanita dan pria sebesar 3:1 (Reeves, Roux &
Lockhart, 2001). Angka kejadiannya meningkat dengan bertambahnya usia, terutama pada
perempuan karena adanya faktor keseimbangan hormonal. Berlandaskan hal tersebut, perlu
adanya penelitian praklinis mengenai tanaman berkhasiat obat yang bisa digunakan sebagai
swamedikasi rhematoid arthitis oleh masyarakat salah satunya penelitian pemanfaatan buah
Tomat (Solanum Lycopersicum. L.) sebagai anti artitis secara praklinis.

BAB 1. PENDAHULUAN
Rheumatoid arthritis adalah penyakit kronis, yang berarti dapat berlangsung selama
bertahun-tahun, pasien mungkin mengalami waktu yang lama tanpa gejala. Rheumatoid arthritis
merupakan penyakit progresif biasanya yang memiliki potensi untuk menyebabkan kerusakan
sendi dan kecacatan fungsional.Penyakit ini telah lama dikenal dan tersebar luas di seluruh dunia
serta melibatkan ras dan kelompok etnik. Rheumatoid arthritis lebih sering dijumpai pada wanita,
dengan perbandingan wanita dan pria sebesar 3:1 (Reeves, Roux & Lockhart, 2001). Hal yang
terburuk pada penderita rheumatoid arthritis adalah pengaruh negatifnya terhadap kualitas
kehidupan. Bahkan kasus rheumatoid arthritis yang tidak begitu parah pun dapat menghilangkan
kemampuan seseorang untuk produktif dan fungsional seutuhnya. Rheumatoid arthritis dapat
mengakibatkan tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari seutuhnya (Gordon, 2002). Angka
kejadiannya meningkat dengan bertambahnya usia, terutama pada perempuan karena adanya
faktor keseimbangan hormonal. Puncak terjadinya penyakit ini adalah usia 40-60 tahun (Carter,
2005)
Rheumatoid arthitis umumnya disertai rasa nyeri dan bengkak pada jari-jari, lutut, dan
pergelangan (Mulyaningsih & Darmawan,2006). Walaupun arthritis bukan merupakan penyakit
yang mendapat sorotan seperti penyakit jantung, kanker, atau AIDS, namun arthritis adalah
masalah kesehatan yang terjadi di mana-mana. .Obat-obat yang sering digunakan untuk terapi
artritis reumatoid adalah obat golongan DMARD (disease modifying anti rheumatic drugs) yaitu
metotreksat, leflunomida, dan sulfasalazin (Mulyaningsih & Darmawan, 2006; ODell, 2004).
Obat golongan ini bersifat antiradang yang kuat. Senyawa-senyawa ini sering dikombinasikan
dengan obat golongan antiinflamasi nonsteroid untuk memperkuat efeknya, namun efek samping
yang ditimbulkan dari penggunaan obat-obat tersebut cukup berbahaya, yaitu dapat
menyebabkan per darahan pada gastrointestinal, mual, dispepsia, gangguan fungsi ginjal, dan
darah (Schwinghammer, 2003; Wilmana & Gan, 2007; Priyanto, 2009).
Fakta statistik mengenai arthritis sangat mengejutkan yaitu 14,3 % dari populasi Amerika
Serikat (Gordon, 2002).Hal ini menunjukkan bahwa kasus rhematoid arthitis masih banyak
dialami oleh masyarakat.Sejalan dengan masih banyaknya kasus rhematoid arthitis maka
timbulah prilaku swamedikasi rhematoid arthitis oleh masyarakat, satunya dengan menggunakan
tanaman sebagai obat yang bertujuan meminimalkan biaya pengobatan menggunakan obat-
obatan kimiawi yang harus dibeli di apotik yang tinggi. Swamedikasi rhematoid artitis
menggunakan tanaman obat juga dianggap lebih bermanfaat sebab selain biaya yang diperlukan
lebih murah, hal ini memudahkan masyarakat yang sulit menjangkau apotik untuk mendapatkan
obat. Alasan lain masyarakat lebih meyakini swamedikasi dengan tanaman obat yang berkhasiat
empiris karena sudah timbulnya pemikiran dari nenek moyang bahwa tanaman obat tertentu
lebih ampuh mengobati suatu penyakit dan efek sampingnya lebih aman dibandingkan obat-
obat kimiawi.
Berlandaskan hal tersebut, perlu adanya penelitian praklinis mengenai tanaman berkhasiat
obat yang bisa digunakan sebagai swamedikasi rhematoid arthitis oleh masyarakat salah satunya
penelitian pemanfaatan buah Tomat (Solanum Lycopersicum. L.) sebagai anti artitis secara
praklinis.Pemilihan buah tomat sebagai tanaman obat rhematoid arthitis sebab dari penelitian
sebelumnya, buah tomat (Solanum Lycopersicum .L) dalam bentuk ekstrak perkolasi dengan
dosis 120mg/100g BB tikus ,240mg/100g BB tikus, dan 480mg/100g BB tikus mempunyai efek
antiinflamasi yang ditunjukkan dengan adanya penghambatan volume edema (radang) pada
telapak kaki tikus putih jantan (NurAin Binti Yunus, 2010) sehingga berpotensi dapat
mengobati rhematoid arthitis.

1.2 Tujuan Khusus
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pilihan alternatif terbaik dalam swamedikasi
rhematoid arthitis dengan menggunakan tanaman obat dilihat dari dosis yang sesuai dalam
penggunaanya.Sehingga meminimalkan efek samping yang mungkin terjadi dan memaksimalkan
efek farmakologis yang dicapai. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengembangkan
potensi bahan alam Indonesia sebagai pengobatan suatu penyakit. Dari penelitian ini diharapkan:
a. Mengetahui pemanfaatan dari buah tomat ( Solanum lycopersycum .L.) sebagai anti
arthithis secara praklinis
b. Menentukan efek anti arthithis dan dosis yang tepat dari pemanfaatan dari buah tomat (
Solanum lycopersycum .L.) secara praklinis
1.3 Luaran yang diharapkan
Dari penelitian ini diharapkan akan diperoleh informasi dan bukti ilmiah mengenai pemanfaatan
dari buah tomat ( Solanum lycopersycum .L.) sebagai anti arthithis secara praklinis sehingga
bisa menjadi pilihan alternatif terbaik bagi swamedikasi rhematoid arthitis oleh masyarakat.
Hasil penelitian ini kelak akan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.

1.4. Urgensi penelitian
Penelitian ini penting dilakukan sebab buah tomat ( Solanum Lycopersicum.L.) merupakan
tanaman obat yang berpotensi dapat mengobati rhematoid arthitis sehingga bisa menjadi pilihan
alternatif terbaik bagi swamedikasi rhematoid arthitis oleh masyarakat dengan kelebihan efek
samping yang lebih kecil dari penggunaannya.Pemiihan komoditas tanaman buah tomat karena
buah tomat murah harganya dan mudah didapatkan oleh masyarakat. Dan apabila dilakukan
penelitian pengembangan agar dapat dibuat sediaan farmasi yang dipatenkan.

BAB. 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tinjauan Botani
Tinjauan botani mengenai tanaman tomat (Solanum lycopersicum L) meliputi aspek-aspek, yaitu
klasifikasi tanaman, kandungan kimia serta sifat dan khasiat.

2.1.1 Klasifikasi Tanaman (Depkes RI, 2001)
a. Kerajaan : Plantae e. Bangsa : Solanales
b. Divisi : Spermatophyta f. Suku : Solanaceae
c. Subdivisi : Angiospermae g. Marga : Solanum
d. Kelas : Dicotyledonae h. Jenis : Solanum lycopersicum L.
2.1.2 Kandungan Kimia

Berdasarkan beberapa pustaka disebutkan bahwa tomat mengandung banyak nutrisi penting yang
dibutuhkan oleh tubuh , seperti vitamin B , vitamin C, vitamin K.Selain itu juga mengandung
mineral-mineral baik, seperti kalium, kalsium, natrium, zat besi, fosfor, yodium, karoten, dan
likopen.Buah Tomat juga mengandung alkaloid solanin (0,007%), saponin, asam folat, asam
malat, asam sitrat, bioflavonoid, protein, lemak, gula ( glukosa dan fruktosa), adenin, trigonelin,
kholin , tomatin. Nutrisi yang berlimpah dalam buah tomat ini sangat bermanfaat untuk
membantu proses metabolisme tubuh , membersihkan sistem pencernaan, dan mengatasi
sembelit. Mineral-mineral dalam tomat mampu meredakan rasa nyeri akibat asam urat, dan
membantu menangkal radikal bebas yang dapat memicu munculnya kanker.


2.1.3 Sifat dan Khasiat
Buah tomat rasanya manis, asam, sifatnya sedikit dingin. Berkhasiat menghilangkan haus,
antiseptik usus, pencahar ringan (laksatif), menambah nafsu makan dengan cara memperbanyak
keluarnya air liur, merangsang keluarnya enzim lambung, dan melancarkan aliran empedu ke
usus. Daun berkhasiat penyejuk (Dalimartha, 2007).
BAB 3. METODE PENELITIAN
3.1 Penyiapan simplisia
Tahap penyiapan simplisia ini meliputi proses panen, sortasi, pengeringan dan tahap selanjutnya
adalah memperkecil ukuran partikel dengan menggunakan blender dengan maksud untuk
memperbesar luas permukaan bahan serta menyeragamkan ukuran partikelagar mempermudah
kontak antara bahan dengan pelarutnya, sehingga ekstraksiberlangsung dengan baik.
3.2 Pemeriksaan karakteristik simplisia
Pemeriksaan karakteristik simplisia daun cabe jawa dan daun pasak bumi meliputi pemeriksaan
makroskopik danmikroskopik, penetapan kadar abu total, kadar abu larut air, kadar abu tidak
larut asam,kadar sari larut air, kadar sari
larut etanol dan penetapan kadar air.
3.2.1 Pemeriksaan Makroskopik
Pemeriksaan makroskopik dilakukan pada rimpang som jawa dan rimpang nampu yang masih
segar, utuh, meliputi karakteristik fisik berupa bentuk, ukuran,warna, bau dan rasa.
3.2.2 Pemeriksaan Mikroskopik
Pemeriksaan secara mikroskopik dilakukan terhadap serbuk simplisia rimpang som jawa dan
ripang nampu dengan tujuan untuk melihat karakteristik, penanda yang khas yang dimiliki oleh
simplisia meliputi tipe stomata, rambut penutup, bentuk kristal, epidermis dan lain-lain.
3.2.3 Penetapan Kadar Abu Total
Sejumlah 3 g serbuk simplisia yang telah digerus dan ditimbang seksama, dimasukkan kedalam
krus silikat atau krus platina yang telah dipijarkan dan ditara, lalu serbuk diratakan.Krus
dipijarkan perlahan-lahan hingga suhu 500-6000 C hingga arang habis, didinginkandan
ditimbang. Jika dengan cara ini arang tidak dapat hilang, ditambahkan air panas,disaring melalui
kertas saring bebas abu.
Pijarkan sisa kertas dan kertas saring dalam krusyang sama. Masukkan filtrat ke dalam krus,
uapkan.Dipijarkan kemudian ditimbanghingga bobot tetap. Dihitung kadar abu dalam persen
terhadap simplisia yang telahdikeringkan di udara.
3.2.4 Penetapan Kadar Air
Dimasukkan serbuk simplisia yang ditimbang seksama sebanyak 5 g yang diperkirakan
mengandung 2 4 mL air kedalam labu kering. Dimasukan lebih kurang 200 ml toluen P yang
dijenuhkan dengan air kedalam labu. Tabung pendingin dan tabung penerima yang sudah
dibersihkan dan dikeringkan, dihubungkan dengan labu, kemudian labu dipanaskan selama 15
menit dengan hati - hati. Setelah toluen mendidih, disuling dengan kecepatan lebih kurang 2
tetes/detik, hingga sebagian besar air tersuling. Kemudian dinaikkan kecepatan penyulingan
hingga 4 tetes/detik. Setelah semua air tersuling, dicuci bagian dalam pendingin dengan toluen,
sambil dibersihkan dengan sikat tabung yang disambung pada sebuah kawat tembaga dan telah
dibasahi dengan toluen. Dilanjutkan penyulingan selama 5 menit. Tabung penerima dibiarkan
hingga suhu kamar. Setelah air dan toluene memisah sempurna, volume air dibaca. Jika ada
tetesan air yang melekat pada dinding tabung penerima, digosok dengan karet yang diikat pada
sebuah kawat tembaga dandibasahi dengan toluen hingga tetesan air turun. Kadar air dihitung
terhadap bahan awaldalam % v/b.
3.3 Ekstraksi Rimpang Som Jawa Dan Rimpang Nampu
Sebanyak 500 gram serbuk simplisia rimpang som jawa dan rimpang nampu masing-masing
diekstraksi menggunakan cara dingin yaitu di maserasi selama 24 jam dengan menggunakan
pelarut etanol 96% dengan perbandingan 7 simplisia : pelarut sekitar 1 : 3, dilakukan
pengadukan selama 6 jam pertama, kemudian dibiarkan selama 18 jam. Setelah 24 jam filtrat
disaring, dan residu dimaserasi kembali dengan pelarut baru yang sama. Proses ini dilakukan
berulang kalihingga diperoleh filtrat yang bening. Filtrat yang diperoleh dikumpulkan sebagai
ekstrak total. Ekstrak dipekatkan dengan rotavapor sampai dihasilkan ekstrak pekat. Ekstrak
pekat kemudian diuapkan diatas penangas air sampai diperoleh ekstrak kental, kemudian
ditimbang.









BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1 Anggaran Biaya
No Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)
1. Peralatan Penunjang 5.500.000
2. Bahan Habis Pakai 5.600.000
3. Transport 400.000
4. Lain-lain 1.000.000
Total 12.500.000

4.2 Jadwal Kegiatan
Waktu dan tempat penelitian
Waktu : bulan
Tempat : Laboratorium Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani
Tabel 1. Bar Chart Kegiatan Penelitian
no Jenis kegiatan bulan
1 2 3 4 5
1 Tahap Persiapan :
a. Studi Pustaka
b. Determinasi Tanaman
c. Pengumpulan Bahan

2 Pelaksanaan
a. Pemeriksaan Karakteristik dan
Penapisan Fitokimia Simplisia Dan
Ekstrak
b. Preparasi Ekstrak
c. Penyiapan Dosis Uji
d. Uji Aktifitas Afrodisiaka

3 Tahap Penyelesaian
a. Pengumpulan dan Pengolahan Data
b. Analisis Data
c. Penyusunan Laporan Akhir
d. Penyelesaian Laporan Akhir
































































Penelitian ini menggunakan ekstrak etanol 80% kulit buah delima merah yang diberikan
pada tikus putih jantan yang diinduksi oleh complete freunds adjuvant yang mengandung
Mycobacterium tuberculosis kering yang telah dimatikan. Hasil penelitian yang diperoleh
diharapkan dapat diaplikasikan kepada manusia sebagai alternatif pengobatan artritis reumatoid.
Penelitian ini bertujuan mengetahui efek antiartritis ekstrak etanol 80% kulit buah delima merah
(Punica granatum L.) yang diberikan secara oral terhadap udem pada telapak kaki tikus putih
jantan yang diinduksidengan complete freunds adjuvantditinjau dari penurunan volume udem
dan persentase indeks artritis.