Anda di halaman 1dari 23

Keperawatan Medikal-Bedah IV

Latar Belakang Masalah I


Efusi Pleura
Kelompok I
Winda Ayu Fazraningtyas I1B108201
Rizky Ariani I1B108219
Nurulla Azmi I1B108220
Nur!ida "iaty I1B108221
Rezza #as$andi I1B108222
%enni Inneke I1B10822&
Winda Anggraini I1B1082&1
Raudatul 'anna I1B1082&(
)ri *idayataun Nisa I1B1082&+
Rizani ,ami I1B1082&9
,rogram )tudi Ilmu Kepera$atan
Fakultas Kedokteran
-ni.ersitas /am0ung #angkurat
Ban1ar0aru
BAB I
1 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I V
,2N3A*-/-AN
1414 )kenario 5/B#6
Tn. Marjun (30 tahun) dirawat di rumah sakit dengan keluhan sesak
napas dan nyeri dada. Hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan Ners Budi
didapatkan penurunan vkal fremitus! dullness dan penurunan pergerakan dada.
Tn. Marjun masuk di rawat di ruang paru untuk ketiga kalinya dengan riwayat TB
paru. Hasil ft thraks pada psisi "# didapatkan $airan se%anyak &00 ml.
'etelah Ners Budi mendiskusikan hasil pengkajiannya dengan tim medis
diputuskan untuk dilakukan tindakan pemasangan (') dan %servasi
karakteristik dan tipe $airan pleura selama %e%erapa hari.
1424 Analisa Kasus
a4 Klari!ikasi atau Identi!ikasi Istila
*. W)3 adalah (ater 'eal )rainage. 'uatu drainage yang digunakan untuk
mengeluarkan udara atau $airan dari rngga paru. Merupakan prsedur
invasif.
&. ,osisi A, adalah psisi traks dari anterir+psteriri.
3. 3ullnes adalah suara pekak saat perkusi.
,. %o7al !remitus adalah getaran pada dinding dada saat %ersuara.
-. 80ser.asi karakteristik adalah untuk mengetahui sampel yang diteliti
dengan melihat dan mengamati karakteristik dari efusi pleura.
.. ,enurunan pergerakan dada adalah pergerakan dada yang tidak nrmal!
le%ih lemah dari nrmal. Terjadi pnurunan gerakan dada saat inspirasi
maupun ekspirasi.
04 3a!tar masala
)aftar masalah yang mun$ul adalah/
*. Bagaimana tipe dan karakteristik $airan pleura0
&. Berapa jumlah $airan rngga pleura yang nrmal0
3. #atfisislgi efusi pleura0
,. 1apan (') digunakan dan indikasinya0
-. Bagaimana 2ara pemasangan (')0
.. 3tilgi efusi pleura0
4. Manifestasi lain dari efusi pleura selain di kasus0
5. #engkajian yang dilakukan apa saja0
6. 1mplikasi yang mungkin terjadi0
*0. "pa saja pemeriksaan penunjang yang dilakukan0
2 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I V
**. Bagaimana penatalaksaan medis pada efusi pleura0
*&. "pa yang menye%a%kan pada hasil ft traks terdapat $airan0
*3. #en$egahan efusi pleura0
*,. "pakah setiap ada $airan %erhu%ungan dengan adanya TB #aru0
*-. Bagaimana prsesnya TB #aru menjadi efusi pleura0
*.. 1enapa untuk %servasi karakteristik $airan harus ditunggu %e%erapa hari0
*4. Berapa persen kemungkinan efusi pleura akan relaps dan %erapa perse
kemungkinan sem%uh0
*5. "'13# dari kasus0
*6. 1enapa terjadi penurunan v$al fremitus dan penurunan pergerakan dada0
&0. Berapa persen kemungkinan TB akan menjdai 3fusi pleura0
&*. 1enapa tipe $airan dalam pleura %isa %er%eda0
74 Analisis masala
*. Tipe $airan pleura/ serus! darah! $hyle! dan nanah. 1arakteristiknya
%eruapa warna dan kekentalan! terdiri dari transudat dan eksudat.
&. 2airan pleura nrmal -+*- ml atau *0+&0 ml.
3. #rduksi dan rea%sr%si paru yang tidak terjadi menye%a%kan
keseim%angan $airan paru terganggu sehingga terjadi efusi pleura.
+ #enim%unan transudat / karena meningkatnya tekanan vena
+ #enim%unan eksudat/ karena inflamasi
,. Mun$ulnya tanda dan gejala yang menye%a%kan nyeri sehingga perlu
dilakukan pengeluaran $airan. 7njeksi pkai spuit 3$$ jika tidak keluar
$airannya maka dilakukan dengan ('). (') digunakan karena
$airannya le%ih pekat. Bisa juga dilakukan karena klien mengaluh sesak
napas sehingga (') digunakan.
-. #asang selang
.. 3tilgi
+ "danya %endungan sehingga rea%sr%si $airan terham%at. Bisa dari
penyakit gagal ginjal.
+ 1arena peradangan! %isa pada penyakit TB #aru! gagal jantung.
1arena keseim%angan pertukaran $airan terganggu.
+ 7nfeksi virus dan %akteri.
4. Manifestasi klinik/ %atuk! Berat Badan menurun! 2egukan! )emam!
dispneu! sesuai dengan penyakit yang mendasari terjadinya efusi pleura.
5. 8$al fremitus menurun pada saat palpasi! terdengar dullness saat perkusi!
auskultasi terdengar vesikuler yang menurun! dan pengkajian sesuai
riwayat penyakit terdahulu.
6. 1mplikasi/ empiema! pneumnia.
*0. #emeriksaan penunjang/ 9':! Brnkskpi! 2T+'$an )ada! pemeriksaan
la%ratrium! ;adilgi! Bipsi! Thraksintesis! ft thraks.
3 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I V
**. #enatalksanaan/ pemasangan (')! Trgantung penyakit primernya.
*&. Tergantung se%erapa %anyak $airan.
*3. #enggunaan %at anti T% yang teratur
*,. +
*-. "ki%at kuman TB! #ertukaran $airan terganggu.
*.. Bipsi kemudian diteliti sehingga perlu waktu lama.
*4. +
*5. +
*6. 1arena adanya $airan/
+ #rses pengem%angan paru menurun
+ :etaran kurang dihantarkan
&0. Tergantung keparahan penyakit
&*. 2airan %isa eksudat (karena infeksi) dan transudat (gangguan rea%sr%si)
d4 ,oon #asala 5,ro0lem 9ree6
e4 )asaran Bela1ar
'asaran %elajar pada <atar Belakang Masalah (<BM) 7 adalah/
*. =umlah $airan pleura yang nrmal
&. 2ara pemasangan (')
3. Bentuk (')
,. #atfisislgi efusi pleura
-. 1mplikasi yang terjadi pada efusi pleura
.. "suhan 1eperawatan ()iagnsa! 7ntervensi)
4 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I V
Efusi
Pleura
Etiologi
Patofsiologi
Pemerikasaa
n Penunjang
Maniestasi
Klinik
!efnisi
Penatalaksan
aan
Komplikasi
Prognosis
BAB II
,2#BA*A)AN
2414 ,engertian
3fusi pleura adalah suatu keadaan di mana terdapatnya penumpukan $airan
dalam rngga pleura.
3fusi pleural adalah penumpukan $airan di dalam ruang pleural! prses
penyakit primer jarang terjadi namun %iasanya terjadi sekunder aki%at penyakit
lain. 3fusi dapat %erupa $airan jernih! yang mungkin merupakan transudat!
eksudat! atau dapat %erupa darah atau pus (Baughman 2 )iane! &000)
3fusi pleural adalah pengumpulan $airan dalam ruang pleura yang terletak
diantara permukaan vis$eral dan parietal! prses penyakit primer jarang terjadi
tetapi %iasanya merupakan penyakit sekunder terhadap penyakit lain. 'e$ara
nrmal! ruang pleural mengandung sejumlah ke$il $airan (- sampai *-ml)
%erfungsi se%agai pelumas yang memungkinkan permukaan pleural %ergerak
tanpa adanya friksi ('melt>er 2 'u>anne! &00&).
2424 2tiologi
1elainan pada pleura hampir selalu merupakan kelainan sekunder. 1elainan
primer pada pleura hanya ada dua ma$am yaitu/
+ 7nfeksi kuman primer intrapleura
+ Tumr primer pleura
Namun! efusi pleura juga dapat terjadi karena/
a) Ham%atan resr%si $airan dari rngga pleura! karena adanya %endungan
seperti pada dekmpensasi krdis! penyakit ginjal! tumr mediatinum!
sindrma meig (tumr varium) dan sindrma vena kava superir.
" | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I V
%) #em%entukan $airan yang %erle%ihan! karena radang (tu%er$ulsis!
pneumnia! virus)! %rnkiektasis! a%ses amu%a su%frenik yang menem%us ke
rngga pleura! karena tumr dimana masuk $airan %erdarah dan karena
trauma. )i 7ndnesia 50? karena tu%er$ulsis.
1ele%ihan $airan rngga pleura dapat terkumpul pada prses penyakit
neplastik! trm%em%lik! kardivaskuler! dan infeksi. 7ni dise%a%kan leh
sedikitnya satu dari empat mekanisme dasar /
+ #eningkatan tekanan kapiler su%pleural atau limfatik
+ #enurunan tekanan smti$ klid darah
+ #eningkatan tekanan negative intrapleural
+ "danya inflamasi atau neplastik pleura
24&4 ,atogenesis
Tim%ulnya efusi pleura dapat dise%a%kan leh kndisi+kndisi/
a. :angguan pada rea%sr%si $airan pleura (misalnya karena adanya
tumr)
%. #eningkatan prduksi $airan pleura (misalnya aki%at infeksi pada
pleura).
'e$ara patlgis! efusi pleura dise%a%kan leh keadaan+keadaan/
a. Meningkatnya tekanan hidrstatik (misalnya aki%at gagal jantung)
%. Menurunnya tekanan smtik klid plasma (misalnya
hipprteinemia)
$. Meningkatnya permea%ilitas kapiler (misalnya infeksi %akteri)
d. Berkurangnya a%sr%si limfatik.
# | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I V
#enye%a% efusi pleura dilihat dari jenis $airan yang dihasilkannya adalah/
a. Transudat
:agal jantung! sirsis hepatis dan as$ites! hipprteinemia pada nefrtik
sindrm! %struksi vena kava superir! pas$a %edah a%dmen! dialisis
peritneal! dan atelektasis akut.
%. 3ksudat
+ 7nfeksi (pneumnia! TB2! virus! jamur! parasit! dan a%ses)
+ Neplasma (2a. #aru+paru! metastasis! limfma! dan leukemia)
+ 3m%li@infark paru+paru.
+ #enyakit klagen ('<3 dan rhematid asthritis)
+ #enyakit gastrintestinal (pankreatitis! ruptur esfagus! dan a%ses
hati).
+ Trauma (hemthraks dan khilthraks)
24(4 Fisiologi ,leura
#leura terdiri dari dua lapisan yang %er%eda yaitu pleura vis$eralis dan
pleura parietalis. 1edua lapisan pleura ini %ersatu pada hilus paru+paru. )alam
%e%erapa hal terdapat per%edaan antara kedua pleura ini! yaitu/
a. #leura 8is$eralis
Bagian permukaan luarnya terdiri atas selapis sel mestelial yang tipis
(te%alnya tidak le%ih dari 30 mm)! di antara $elah+$elah sel ini terdapat %e%erapa
sel limfsit. )i %awah sel mestelial ini terdapat endpleura yang %erisi fi%rsit
dan histisit. )i %awah endpleura terdapat jaringan klagen dan serat+serat
elastik yang dinamakan lapisan tengah. <apisan adalah jaringan interstisial
su%pleura yang sangat %anyak mengandung pem%uluh darah kapiler ( arteri
$ | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I V
pulmnalis dan arteri %rakhialis) dan kelenjar getah %ening! keseluruhan jaringan
pleura vis$eralis ini menempel dengan kuat pada jaringan parenkim paru+paru.
%. #leura #arietalis
<apisan jaringan pada pleura parietalis terdiri atas sel+sel mestelial dan
jaringan ikat (jaringan klagen dan serat+serat elastik) namun le%ih dari pleura
vis$eralis. )alam jaringan ikat terse%ut terdapat pem%uluh kapiler (arteri
interkstalis dan arteri mammaria interna)! kelenjar getah %ening! dan %anyak
reseptr saraf sensris yang peka terhadap rasa nyeri dan per%edaan temperatur.
'istem persarafan ini %erasal dari Nervus 7nterkstalis dinding dada dan alirannya
sesuai dengan dermatm dada. 1eseluruhan jaringan pleura parietalis ini
menempel tetapi juga mudah dilepaskan dari dinding dada di atasnya.
2airan pleura diprsuksi leh pleura parietalis dan dia%sr%si leh pleura
vis$eralis. 2airan ter%entuk dari filtrasi plasma melalui endtel kapiler! kemudian
direa%sr%si leh pem%uluh limfe dan venula pleura. Telah diketahui %ahwa $airan
masuk ke dalam rngga melalui pleura parietalis dan selanjutnya keluar lagi
dalam jumlah yang sama melalui mem%ran pleura vis$eralis via sistem limfatik
dan vaskular. #ergerakan $airan dari pleura parietalis ke pleura vis$eralis dapat
terjadi karena adanya per%edaan tekanan hidrstatik dan tekanan smtik klid
plasma. 2airan ter%anyak direa%sr%si leh sistem limfatik dan hanya se%agian
ke$il yang direa%sr%si leh sistem kapiler pulmnal. Hal yang memudahkan
penyerapan $airan pada pleura visceralis adalah terdapatnya %anyak mikrvilli di
sekitar sel+sel mestelial.
)alam keadaan nrmal seharusnya tidak ada rngga ksng antara kedua
pleura terse%ut karena %iasnya hanya terdapat sedikit (*0+&0 $$) $airan yang
merupakan lapisan tipis sersa dan selalu %ergerak se$ara teratur. 2airan yang
sedikit ini merupakan pelumas antara kedua pleura! sehingga mereka mudah
%ergeser satu sama lain. )alam keadaan patlgis! rngga antara kedua pleura ini
dapat terisi dengan %e%erapa liter $airan atau udara.
% | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I V
24:4 ,ato!iologi
#ada umumnya! efusi terjadi karena penyakit pleura hampir mirip plasma
(eksudat) sedangkan yang tim%ul pada pleura nrmal merupakan ultrafiltrat
plasma (transudat). 3fusi dalam hu%ungannya dengan pleuritis dise%a%kan leh
peningkatan permea%ilitas pleura parietalis sekunder (efek samping dari)
peradangan atau keterli%atan nplasma. 2nth %agi efusi pleura dengan pleura
nrmal adalah payah jantung kngestif. #asien dengan pleura yang awalnya
nrmal pun dapat mengalami efusi pleura ketika terjadi payah@gagal jantung
kngestif. 1etika jantung tidak dapat memmpakan darahnya se$ara maksimal ke
seluruh tu%uh terjadilah peningkatan tekanan hidrstatik pada kapiler yang
selanjutnya menye%a%kan hipertensi kapiler sistemik. 2airan yang %erada dalam
pem%uluh darah pada area terse%ut selanjutnya menjadi %$r dan masuk ke
dalam pleura. #eningkatan pem%entukan $airan dari pleura parietalis karena
hipertensi kapiler sistemik dan penurunan rea%sr%si menye%a%kan pengumpulan
a%nrmal $airan pleura.
"danya hipal%uminemia juga akan mengaki%atkan terjadinya peningkatan
pem%entukan $airan pleura dan %erkurangnya rea%sr%si. Hal terse%ut %erdasarkan
adanya penurunan pada tekanan nktik intravaskuler (tekanan smtik yang
dilakukan leh prtein).
<uas efusi pleura yang mengan$am vlume paru+paru! se%agian akan
tergantung atas kekakuan relatif paru+paru dan dinding dada. )alam %atas
pernapasan nrmal! dinding dada $enderung rekil keluar sementara paru+paru
$enderung untuk rekil ke dalam (paru+paru tidak dapat %erkem%ang se$ara
maksimal melainkan $enderung untuk mengempis).
24+4 9anda dan "e1ala
1e%anyakan efusi pleura %ersifat asimptmatik! tim%ul gejala sesuai dengan
penyakit yang mendasarinya. #neumnia akan menye%a%kan demam! menggigil!
dan nyeri dada pleuritik. 1etika efusi sudah mem%esar dan menye%ar!
& | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I V
kemungkinan tim%ul dispnea dan %atuk. 3fusi pleura yang %esar akan
mengaki%atkan napas pendek. Tanda fisik meliputi deviasi trakhea menjauhi sisi
yang terkena! dullness pada perkusi dan penurunan %unyi pernapasan pada sisi
yang terken.
"danya tim%unan $airan mengaki%atkan perasaan sakit karena pergesekan!
setelah $airan $ukup %anyak rasa sakit hilang. Bila $airan %anyak! penderita akan
sesak napas.
"danya gejala+gejala penyakit penye%a% seperti demam! menggigil! dan
nyeri dada pleuritis (pneumnia)! panas tinggi (kkus)! su%fe%ril (tu%erkulsisi)!
%anyak keringat! %atuk! %anyak riak. )eviasi tra$hea menjauhi tempat yang sakit
dapat terjadi jika terjadi penumpukan $airan pleural yang signifikan.
#emeriksaan fisik dalam keadaan %er%aring dan duduk akan %erlainan!
karena $airan akan %erpindah tempat. Bagian yang sakit akan kurang %ergerak
dalam pernapasan! fremitus melemah (ra%a dan v$al)! pada perkusi didapati
daerah pekak! dalam keadaan duduk permukaan $airan mem%entuk garis
melengkung (garis 3llis )amiseu).
)idapati segitiga :arland! yaitu daerah yang pada perkusi redup timpani
di%agian atas garis 3llis )miseu. 'egitiga :r$$+;$hfus>! yaitu daerah pekak
karena $airan mendrng mediastinum kesisi lain! pada auskultasi daerah ini
didapati vesikuler melemah dengan rnki. #ada permulaan dan akhir penyakit
terdengar krepitasi pleura.
24;4 Komplikasi
*. #neumnia
&. Ai%rsis paru
3. #neumtrak
,. 3mfisema
1' | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I V
-. "relektasis.
2484 ,emeriksaan ,enun1ang
a) 'inar tem%us dada
#ermukaan $airan yang terdapat dalam rngga pleura akan mem%entuk
%ayangan seperti kurva! dengan permukaan lateral le%ih tinggi daripada
%agian medial. Bila permukaannya hri>ntal dari lateral ke medial! pasti
terdapat udara dalam rngga terse%ut yang dapat %erasal dari luar atau dari
dalam paru+paru itu sendiri.
Hal lain yang dapat terlihat dalam ft dada efusi pleura adalah
terdrngnya mediatinum pada sisi yang %erlawanan dngan $airan.
Namun! %ila terdapat atelektasis pada sisi yang %ersamaan dengan $airan!
mediastinum akan tetap pada tempatnya.
%) Traksintesis
"spirasi $airan pleura %erguna se%agai sarana untuk disgnsis maupun
terapeutik. #elaksanaan dilakukan se%aiknya pada psisi duduk. "spirasi
dilakukan pada %agian %awah paru+paru di sela iga 7B garis aksila
psterir dengan memakai jarum "%%$ath nmr *, atau *.. #engeluaran
$airan se%aiknya tidak le%ih dari *000+*-00 $$ pada setiak kali aspirasi.
"spirasi sekaligus %anyak akan menim%ulkan pleura shock (hiptensi)
atau edema paru+paru. 3dema paru+paru terjadi karena paru+paru terlalu
$epat mengem%ang.
9ransudat 2ksudat
*. (arna
&. Bekuan
3. Berat =enis
*. 1uning pu$at! dan
jernih
&. (+)
*. =ernih! keruh! purulen!
dan hemragik
&. (+) @ (C)
11 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I V
,. <euksit
-. 3ritrsit
.. Hitung =enis
4. #rtein Ttal
5. <)H
6. :luksa
*0. Ai%ringen
**. "milase
*&. Bakteri
3. D *0*5
,. D *000@ul
-. 'edikit
.. MN (limfsit@mestil)
4. D -0 ? serum
5. D .0 ? serum
6. E plasma
*0. 0!3+, ?
**. (+)
*&. (+)
3. F *0*5
,. Bervariasi! F *000@ul
-. Biasanya %anyak
.. Terutama #MN
4. F -0? serum
5. F .0? serum
6. E @ D plasma
*0. ,+.? atau le%ih
**. F -0? serum
*&. (+)@(C)
$) Bipsi pleura
#emeriksaan histlgis satu atau %e%erapa $nth jaringan pleura dapat
menunjukkan -0+4-? diagnsis kasus pleuritis tu%erkulsis dan tumr
pleura. Bila hasil %ipsi pertama tidak memuaskan dapat dilakukan %ipsi
ulangan. 1mplikasi %ipsi adalah pneumthraks! hemthraks! dan
penye%aran infeksi atau tumr pada dinding dada.
d) #endekatan pada 3fusi yang Tidak Terdiagnsis
#emeriksaan tam%ahan/
+ Brnkskpi/ pada kasus+kasus neplasma! krpus alienium! dan
a%ses paru+paru.
+ Scanning isotop/ pada kasus+kasus dengan em%li paru.
12 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I V
+ Traskpi (Fiber-optic pleuroscopy)/ pada kasus dengan neplasma
atau TB2.
2494 ,enanganan medis
#eng%atan terhadap pasien dengan efusi pleura adalah dengan mengatasi
penyakit yang mendasarinya! men$egah penumpukan kem%ali $airan! serta untuk
mengurangi ketidaknyamanan dan dispnea.
24104 W)3 5Water Seal Drainage)
(ater 'eal )rainage ((')) adalah prsedur invasif yang dilakukan dengan
tujuan mengeluarkan udara dan $airan dari rngga thraks! rngga pleura! dan
mediastinum! menggunakan selang penghu%ung drainage. #emasangan (')
dilakukan leh dkter! perawat %ertugas mem%eri dukungan mril kepada pasien
dan mema%antu kelan$aran prsedur. 'e%elum tindakan dilakukan! perawat
melakukan pengkajian terutama TT8 dan status pernapasan.
Tujuannya yaitu/ (*) preventif untuk mengeluarkan udara atau darah yang
masuk ke rngga pleura sehingga Gme$hanism f %reathingH tetap %aikI (&)
)iagnstik untuk menentukan perdarahan dari pem%uluh darah %esar atau ke$il!
sehingga dapat ditentukan perlu perasi traktmi atau tidak! se%elum penderita
jatuh pada keadaan sykI (3) terapeutik untuk mengeluarkan darah atau udara
yang terkumpul di rngga pleura. Mengem%alikan tekanan rngga pleura sehingga
Gme$hanism f %reathingH dapat kem%ali seperti semula.
7ndikasi (')/
a) #neumtraks
%) Hemthraks
$) Thraktmi
d) 3fusi #leura
13 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I V
e) 3mpiema
Tempat #emasangan/
*) Bagian "peJ paru (api$al)
+ "nterlateral interksta ke *+&
+ Aungsi/ untuk mengeluarkan udara dari rngga pleura
&) Bagian %asal
+ pster lateral interksta ke 5+6
+ Aungsi/ untuk mengeluarkan $airan (darah! pus) dari rngga pleura
24114 Asuan Kepera$atan
a) #engkajian
+ 7dentitas
+ ;iwayat penyakit sekarang
+ ;iwayat penyakit se%elumnya
+ ;iwayat penyakit keluarga
+ #engkajian persistem
+ Nutrisi
+ "ktivitas
+ #emeriksaan penunjang
%) )iagnsa
+ Nyeri akut %.d. agent injury %ilgis
+ #la napas tidak efektif %.d. sindrm hipventilasi
+ 7ntleransi aktivitas %.d. ketidakseim%angan suplai ksigen
+ ;isik infeksi dengan faktr risik dilakukannya prsedur invasif
+ 1etidakseim%angan nutrisi kurang dari ke%utuhan tu%uh %.d. faktr
%ilgis
+ 1urang pengetahuan %.d. misinterpretasi infrmasi
14 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I V
$) #eren$anaan
3<4 1= Nyeri akut 04d4 agent in1ury 0iologis
7ntervensi /
Menentukan karakteristik nyeri! misalnya ketajaman dan terus+menerus.
2ari peru%ahan dalam karakteristik@lkasi@intensitas nyeri
Rasional = Chest pain! %iasanya tim%ul dalam %e%erapa tingkatan! dapat
juga menunjukkan dari tim%ulnya kmplilkasi dari pneumnia seperti
peri$arditis dan end$arditis
Mem%erikan tindakan untuk kenyamanan! misalnya / black rubs!
peru%ahan psisi! musik lem%ut! dan latihan relaksasi@napas
Rasional = tindakan nnanelgesik dengan sentuhan akan meringankan
ketidaknyamanan dan mem%erikan efek terapi anlgesik
Menawarkan untuk ral higienis
Rasional = napas dengan mulut dan terapi ksigen dapat mengiritasi dan
mem%uat kering mem%ran muksa yang %erptensial terjadinya
ketidaknyamanan
Menginstruksikan dan mem%antu pasien untuk melakukan teknik menahan
dada selama %atuk
Rasional = mem%antu mengntrl ketidaknyamanan pada dada dengan
meningkatkan pelaksanaan %atuk efektif
Kola0orasi =
Mem%erikan analgesik dan antitusive atas indikasi
Rasional = %at+%at ini digunakan untuk menekan %atuk
nnprduktif@parksimal atau mereduksi mukus yang %erle%ihan! dan
meningkatkan se$ara umum
3<4 2= ,ola napas tidak e!ekti! 04d4 sindrom ipo.entilasi
7ntervensi (menurut N72)/
*. Manajemen =alan Napas
"ktivitas/
1" | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I V
Buka jalan napas! dengan teknik mengangkat dagu atau mendrng
rahang! jika diperlukan.
#sisikan klien untuk memungkinkan %ernapas maksimal.
7dentifikasi keperluan aktual@ptensial klien untuk masukan jalan napas.
Bantu dengan penggunaan spirmetri! jika diperlukan.
"uskultasi suara napas! $atat area yang penurunan dan tidak adanya suara
napas! dan kehadiran suara napas yang tidak nrmal.
"tur penggunaan %rn$hdilatrs! jika diperlukan.
"jarkan klien %agaimana penggunaan inhaler! jika diperlukan.
"tur peng%atan dengan aersl! jika diperlukan.
Mnitr status respirasi dan ksigen! jika diperlukan.
&. Mnitr ;espirasi
"ktivitas/
Mnitr ke$epatan! irama! kedalaman! dan usaha dari pernapasan.
Mnitr suara napas tidak nrmal! seperti $rwing dan snring.
#alpasi ekspansi paru.
#erkusi thraks dari anterir hingga psterir mulai apeJ sampai %asis.
3<4 &= Intoleransi akti.itas 04d4 ketidakseim0angan suplai oksigen
7ntervensi /
Mengevaluasi respns pasien terhadap aktivitas. Men$atat dan melaprkan
adanya dispnea! peningkatan kelemahan@fatigue! serta peru%ahan dalam
tanda vital selama dan setelah aktivitas
Rasional = mem%erikan kemampuan@ke%utuhan pasien dan memfasilitasi
dalam pemilihan intervensi
Mem%erikan lingkungan yang nyaman dan mem%atasi pengunjung selama
fase akut atas indikasi. Menganjurkan untuk menggunakan manajemen
sterss dan aktivitas yang %eragam
Rasional = mengurangi stres dan stimulasi yang %erle%ihan! serta
meningkatkan istirahat.
Menjelaskan pentingnya %eristirahat pada ren$ana tindakan dan perlunya
keseim%angan antara aktivitas dengan istirahat
Rasional = bedrest akan memelihara tu%uh selama fase akut untuk
menurunkan ke%utuhan meta%lisme dan memelihara energi untuk
penyem%uhan
1# | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I V
Mem%antu pasien untuk %erada pada psisi yang nyaman untuk
%eristirahat dan atau tidur
Rasional = pasien mungkin merasa nyaman dengan kepala dalam keadaan
elevasi! tidur di kursi atau istirahat pada meja dengan %antuan %antal
Mem%antu pasien untuk memenuhi ke%utuhan self-care. Mem%erikan
aktivitas yang meningkat selama fase penyem%uhan
Rasional = meminimalkan kelelahan dan menlng menyeim%angkan
suplai ksigen dan ke%utuhan
3<4 (= Risiko in!eksi dengan !aktor risiko dilakukannya prosedur in.asi!
*. 1ntrl 7nfeksi
"ktivitas/
#ertahankan teknik islasi.
Batasi jumlah pengunjung %ila perlu.
7nstruksikan pada pengunjung untuk men$u$i tangan saat %erkunjung dan
setelah %erkunjung meninggalkan pasien.
2u$i tangan setiap se%elum dan sesudah tindakan keperawatan.
:unakan %aju! sarung tangan se%agai pelindung.
#ertahankan lingkungan aseptik selama pemasangan alat.
Tingkatkan intake nutrisi.
1la%rasi pem%erian terapi anti%itik %ila perlu.
Berikan hygiene yang %aik.
K%servasi perkem%angan luka.
7nfrmasikan tanda+tanda peningkatan prses infeksi.
&. #erlindungan 7nfeksi
1$ | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I V
Mnitr tanda dan gejala infeksi lkal dan sistemik.
Mnitr kerentanan terhadap infeksi.
7nspeksi kulit dan mem%ran muksa dari kemerahan! panas! atau
drainase.
'krining pengunjung terhadap penyakit menular.
#ertahankan teknik asepsis pada pasien yang %eresik.
"jarkan kepada keluarga tanda dan gejala infeksi.
"jarkan kepada keluarga $ara men$egah infeksi.
<aprkan adanya dugaan infeksi pada pasien.
)rng masukkan nutrisi yang $ukup.
)rng %atuk dan napas dalam.
7nstruksikan pasien untuk minum anti%itik sesuai resep.
3<4 := Ketidakseim0angan nutrisi kurang dari ke0utuan tu0u 04d4
!aktor 0iologis
)efinisi/ 7ntake nutrisi yang tidak men$ukupi untuk memenuhi
ke%utuhanmeta%lisme.
1riteria hasil (NK2)/
*. 'tatus nutrisi
7ndikatr/
7ntake nutrien
7ntake makanan@minuman
3nergi
1% | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I V
<ainnya.
&. 'tatus nutrisi/ 7ntake makanan dan minuman.
7ndikatr/
7ntake makanan per ral.
7ntake pem%erian makanan.
7ntake $airan per ral.
7ntake T#N (ttal parenteral nutritin).
<ainnya.
7ntervensi (N72)
*-
/
*. Manajemen nutrisi
"ktivitas/
2atat jika klien mempunyai alergi makanan. #astikan pilihan makanan
klien.
Tentukan (kla%rasi dengan ahli diet! %ila sesuai) angka kalri dan tipe
nutrien yang diperlukan untuk mengetahui ke%utuhan nutrisi.
Bantu intake kalri yang sesuai untuk tipe %adan dan gaya hidup.
Berikan makanan ringan (e.g/ frekuensi minum dan %uah segar@jus %uah).
'ediakan klien dengan makanan tinggi prtein! tinggi kalri!
makanan%ergi>i! dan minuman yang siap diknsumsi! jika sesua i.
&. Mnitring nutrisi
"ktivitas/
'ediakan makanan dan minuman yang %ernutrisi! jika sesuai.
Berat %adan klien pada interval yang telah ditetapkan.
Mnitr ke$enderungan dalam kelihangan dan tam%ahan %erat %adan.
1& | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I V
3<4 += Kurang pengetauan 04d4 misinterpretasi in!ormasi
)efinisi/ 1etiadaan atau kekurangan infrmasi kgnitif yang %erhu%ungan
hingga tpik yang spesifik.
*. #engetahuan/ prses penyakit
7ndikatr/
;iwayat penyakit keluarga.
)eskripsi prses penyakit.
)eskripsi penye%a% dan faktr penye%a%.
)eskripsi faktr resik.
)eskripsi efek penyakit.
)eskripsi tanda dan gejala.
<ainnya.
&. #engetahuan/ perawatan penyakit
7ndikatr/
#rsses penyakit.
1ntrl infeksi.
#eng%atan.
#rsedur perawatan.
<ainnya.
7ntervensi (N72)/
*. #engajaran/ #rses penyakit
"ktivitas/
2' | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I V
Nilai level pengetahuan klien terhadap prses penyakit.
=elaskan patfisilsi dari penyakit dan %agaimana hu%ungannya terhadap
anatmi dan fisilgi.
)eskripsikan prses penyakit.
7dentifikasikan etilgi yang mungkin.
'ediakan infrmasi untuk lklien mengenai kndisi. )iskusikan pemilihan
terapi.
'ediakan infrmasi mengenai pengukuran diagnse yang tersedia.
&. #engajaran/ peng%atan yang ditentukan
"ktivitas/
=elaskan prsedur perawatan.
=elaskan harapan dari prsedur perawatan.
'ediakan waktu klien untuk %ertanya dan mendiskusikan pertanyaan
terse%ut.
d) 7mplimentasi
Mempraktekkan ren$ana yang telah di %uat.
BAB III
,2N-9-,
&414 Kesimpulan
3fusi pleura adalah suatu keadaan di mana terdapatnya penumpukan $airan
dalam rngga pleura. 1elainan pada pleura hampir selalu merupakan kelainan
21 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I V
sekunder. 1e%anyakan efusi pleura %ersifat asimptmatik! tim%ul gejala sesuai
dengan penyakit yang mendasarinya. #eru%ahan pergerakan $airan ke dalam dan
keluar rngga pleura dise%a%kan adanya ketidakseim%angan tekanan hidrstatik
dan tekanan klid smti$ dalam permukaan kapiler dan pleura.
&424 )aran
3fusi pleura merupakan kelainan sekunder yang didasari leh penyakit
se%elumnya. "gar tidak terjadi efusi pleura maka peng%atan yang teratur serta
perawatan yang %aik harus dilakukan agar penyakit primer yang di alami klien
$epat sem%uh dan tidak %erkem%ang menjadi efusi pleura.
3AF9AR ,-)9AKA
*. 'emantri! 7man. Keperawatan Medikal Bedah: Asuhan Keperawatan
pada asien dengan !angguan ernapasan. =akarta/ 'alem%a Medika.
&005.
&. 'melt>er! 'u>anne 2.! Brenda : Bare. Buku A"ar Keperawatan Medikal
Bedah Brunner # Suddarth $ol% &. =akarta/ 3:2. &00&.
22 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I V
3. "gustina! ;ismia. Modul 'ab Skills Keperawatan Medikal Bedah ($.
Banjar%aru/ #rgram 'tudi 7lmu 1eperawatan. &0**.
,. N"N)" 7nternatinal. N"N)"+7/ )ursing *iagnoses *efinitions #
Classification +,,--+,,.% 9'"/ (illey Bla$kwell #u%li$atin. &004.
-. Bule$hek! :lria M! =anne 2. M$2lskey. )ursing (ntervention
Classification /)(C0 Second 1dition. 9'"/ Ms%ie 3lsevier. *66..
.. Mrhead! 'ue! Meridean Maas! Marin =hnsn. Nursing
(ut)omes
*lassif)ation +,(*- .e)ond Edition. 9'"/ Ms%y 3lsevier. &000.
23 | K e p e r a w a t a n M e d i k a l B e d a h I V