Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK

PERCOBAAN VI
UJI KARATERISTIK SENYAWA KELOMPOK NITROGEN
(AMINA, AMIDA DAN NITRO)



OLEH:
NAMA : VICHA NUR FATANAH
STAMBUK : F1C1 13 039
KELOMPOK : VI (ENAM)
ASISTEN : MUSHADDIQ


LABORATORIUM KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2014

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Amina merupakan senyawa organik dan gugus fungsional yang isinya terdiri
dari senyawa nitrogen atom dengan pasangan sendiri. Amino merupakan derivatif
amoniak. Biasanya dipanggil amida dan memiliki berbagai kimia yang berbeda.
Yang termasuk amino ialah asam amino, amino biogenik, trimetilamina, dan
anilina yang berbau dari amoniak, ialah ikan tua, air kencing, rotting daging, dan
mani merupakan semua terdiri dari zat amino.
Amida adalah suatu jenis senyawa kimia yang dapat memiliki dua pengertian.
Jenis pertama adalah gugus fungsional organic yang memiliki gugus karbonil
(C=O) yang berikatan dengan suatu atom nitrogen (N) atau suatu yang
mengandung gugus fungsional ini. Jenis kedua adalah suatu bentuk anion
nitrogen.
Oleh karna itu, untuk mengetahui senyawa kelompok nitrogen lainnya dan
mengetahui identifikasi senyawa berdasarkan perbedaan gugus fungsi maka perlu
diadakannya percobaan ini.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada percobaan ini adalah :
1. Bagaimanakah metode identifikasi senyawa berdasarkan perbedaan gugus
fungsi?
2. Bagaimanakah identifikasi senyawa golongan amina, amida dan nitro
secara kimia?

C. Tujuan Percobaan
Adapun tujuan pada percobaan ini, yaitu:
1. Mempelajari dan memperkenalkan salah satu metode identifikasi senyawa
berdasarkan perbedaan gugus fungsi.
2. Memberi pemahaman identifikasi secara kimia senyawa golongan amina,
amida dan nitro.

















II. TINJAUAN PUSTAKA
Amida adalah turunan asam Karboksilat yang paling tidak reaktif karena
itu, golongan senyawa ini banyak terdapat dialam. Amida yang terpenting
adalah protein. Amida diberi nama dengan mengganti akhiran asam at atau oat
dengan akhiran amida. Amida mempunyai geometri datar. Sekalipun ikatan
karbon-nitrogen biasanya ditulis sebagai ikatan tungggal, rotasi pada ikatan ini
sangat terbatas. Alasannya ialah karena adanya resonansi yang sangat penting
pada amida. Penyumbang resonansi yang mempunyai dua kutub inilah yang
menyebabkan ikatan karbon-nitrogen bersifat lebih banyak sebagai ikatan
ganda dua(Fessenden dan Fessenden, 1982).
Amida primer adalah amida yang dua atom hidrogennya terikat pada atom
nitrogen amida. Amida sekunder adalah amida yang atom nitrogennya
tersubstitusi sebuah gugul alkil/aril. Amida tersier adalah amida yang atom
nitrogennya tersubstitusi dua gugus alkil/aril.Amida primer, sekunder dan
tersier dapat dibuat dari asam karboksilat dengan mekanisme sebagaimana
tercantum dalam Gambar(Ramadhan,2012)

Gambar Pembentukan amida

Metil amina merupakan senyawa organic yang berupa gas tidak berwarna
pada suhu ruang[1], senyawa ini diperoleh dari hasil penggantian atom
hidrogen dari amoniak dengan gugus lain (metil Secara umum terdapat tiga
jenis amina, yaitu primer, sekunder, dan tersier, yang secara berurutan
menunjukkan gugus metil yang terdapat pada senyawanya. Ketiga tipe
tersebut ialah CH
3
NH
2
(MMA), (CH
3
)
2
NH (DMA) dan (CH
3
)
3
N (TMA)
(Nasikin,2010).
Penamaan senyawa amina sama dengan alcohol, rangkaian terpanjang
suatu alkil merupakan rantai utama. Akhiran na dalam alkana diganti dengan
amina, nomor amina menunjukkan letak dari gugus aminanya. Awalan N-
dipakai jika ada substituen yang terikat pada atom N. Nama trivial suatu
senyawa amina berasal dari gugus alkil yang terikat pada atom nitrogen,
diikuti akhiran amina, dengan awalan di, tri, dan tetra dipakai untuk
menunjukkan jumlah gugus alkil yang ada pada atom N(Riswiyanto,2009).
Proses nitrasi adalah masuknya gugus nitro ke dalam zat-zat organik atau
kimia lainnya dengan menggunakan campuran asam nitrat dan asam sulfat.
Proses nitrasi dibedakan menjadi 2 macam proses, yaitu pembuatan senyawa
nitro dan pembuatan ester nitrat dimana atom N berikatan dengan atom O.
Kegunaan asam sulfat dalam proses tersebut sebagai zat penarik air (dalam
reaksi nitrasi akan terbentuk air), sehingga reaksi dapat berlangsung
sempurna(Purnawan,2010).


III. METODE PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Percobaan uji karakteristik senyawa kelompok nitrogen (amina, amida
dan nitro) dilakukan pada hari Senin tanggal 20 Oktober 2014 yang bertempat
di Laboratorium Kimia Organik, Universitas Halu Oleo, Kendari.
B. Alat dan Bahan
1. Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah tabung reaksi, pipet
tetes, penangas air, gelas kimia, gelas ukur, labu semprot.
2. Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah NaNO
3
, NaOH 1 M,
H
2
SO
4
1 M, asetamida, urea, aquades dan kertas lakmus.
C. Prosedur Kerja
Prosedur kerja dari percobaan uji karakteristik kelompok senyawa
nitrogen (amina, amida dan nitro) dirangkai dalam diagram alir sebagai
berikut:
1. Uji Karakteristik Amida
a. Kelarutan dalam Air







1 tetes asetamida
- Dimasukan 1 ml dalam tabung reaksi
masing-masing
- Ditambahkan 5 mL air
- Diamati perubahan yang terjadi
-
Larut dan mengalami
pengendapan
1 gram urea
- Dimasukan dalam tabung
reaksi masing-masing
- Ditambahkan tetes demi tetes
H
2
SO
4
pekat
- Dipanaskan
- Diuji uapnya dengan kertas
lakmus
- Dicium baunya


-
-
-
- Diuapkan sampai kering
- Ditimbang berat kristal murni
sebagai berat eksperimen
b. Hidrolisis dengan Alkali








c. Hidrolisis dengan Asam












- Dimasukan ke dalam masing-
masing tabung reaksi
- Ditambahkan tetes demi tetes
NaOH 1 M
- Dipanaskan
- Diuji uapnya dengan kertas
lakmus
- Dicium baunya
-
-
-
-
1 tetes asetamida
Larut dan mengubah lakmus
merah menjadi biru
1 gram urea
Larut dan mengubah kertas lakmus biru
menjadi merah
1 gram Urea
1 tetes asetamida
2. Uji karakteristik gugus Nitro (NO
2
)
Tes merah putih biru







Larut dan berwarna bening











1 tetes atau 20 mg zat
yang diperiksa
- Dicampurkan 0.5 mL
NaOH 10%
- Ditunggu selama 2
menit
- Ditambahkan 2 mL
lartan NaNO
3

- Ditambah lagi 5 tetes
H
2
SO
4
10%

IV. HASIL PENGAMATAN
A. Hasil Pengamatan
1. Uji Senyawa Amida
a. Kelarutan Dengan Air
No. Perlakuan
Hasil pengamatan perubahan ketika
pemanasan dan uji
lakmus Sebelum sesudah
1 tetes asetamida
ditambahkan 5 mL
aquades
Kuning bening -
1 gram urea
ditambahkan 5 mL
aquades
Bening dalam
bentuk padat
Bening dan
mengalami
pengendapan
-

b. Hidrolisis Dengan Alkali
No. Perlakuan
Hasil pengamatan Pemanasan pada
70
o
Cdan 5 menit
dan uji lakmus Sebelum Sesudah

1 tetes asetamida
ditambahkan 10 mL
NaOH 1 M
Kuning Bening
uapnya membuat
kertas lakmus
merah menjadi
biru dan ketika
dicium baunya
amis

1 gram urea
ditambahkan 10 mL
NaOH 1 M
Bening Kuning
uapnya tidak
merubah kertas
lakmus biru dan
ketika dicium
larutan tidak
berbau




c. Hidrolisis Dengan Asam
No. Perlakuan
Hasil pengamatan perubahan ketika
pemanasan dan uji
lakmus Sebelum Sesudah

1 tetes asetamida
ditambahkan 10 mL
H
2
SO
4
1 M pekat
Kuning Bening
uapnya
memerahkan
kertas lakmus biru
menjadi merah dan
ketika dicium
baunya tidak
berbau

1 gram urea
ditambahkan 10 mL
H
2
SO
4
pekat
Bening Kuning
uapnya tidak
merubah kertas
lakmus merah dan
ketika dicium
baunya tidak
berbau


2. Uji Karakteristik Gugus Nitro
Tes merah putih biru
No. Perlakuan
Hasil pengamatan perubahan ketika
pemanasan dan
uji lakmus Sebelum Sesudah

1 mL NaNO
3

ditambahkan 4 mL
NaOH 10%
ditambahkan 1 mL
H
2
SO4 1M
Sebelum
penambahan
NaNO
3

berwarna
bening
Ketika ditambahkan
NaOH tetap bening
dan ketika
ditambahkan lagi
H
s
SO4 berwarna tetap,
tidak mengalami
perubahan.
-





B. Pembahasan
Amina adalah senyawa organic yang mengandung nitrogen dengan pasangan
electron bebas. Amina merupakan turunan dari ammonia yang mana satu atau
lebih hidrogennya telah tergantikan oleh kelompok alkil banyak senyawa-senyawa
yang sangat penting adalah asam amino, anilin dan tritanolamin zat ini merupakan
senyawa terpenting dalam kimia organic yang reagen dari amoniak dan berturut-
turut menghasilkan amina primer, sekunder, dan tersier. Untuk amina tidaklah
mempunyai artin bangun yanhg sama seperti untuk alcohol.
Amida merupakan senyawa-senyawa organic dengan gugus asil (R-C=O)
yang terhubung dengan nitrogen. Termasuk turunan asam karboksilat yang paling
tidak reaktid.Amida juga sering digunakan sebagai senyawa turunan dari
ammonia dan amida. Sifat fisika amida, yaitu mudah membentuk ikatan hydrogen
sehingga titik didihnya tinggi dibandingkan senyawa lain dengan bobot molekul
yang sama, namun bila terdapat substituent aktif pada atom hydrogen juga
menurun. Sifat fisika amina yaitu 1 dan 2 bersifat polar karenamampu membentuk
ikatan hydrogen dengan hydrogen air.Sifat kimia amina yaitu amina merupakan
senyawa basa dan berinteraksi dengan air secara analog dan dalam larutan berair,
molekul air mendominasi sebuah protein terhadap molekul ammonia yang
menghasilkan pembentukan ion ammonium dan ion hidroksida.
. Pada percobaan uji karakteristik senyawa amida, pertama-tama disiapkan
alat dan bahan yang akan digunakan. Perlakuan pertama adalah uji senyawa amida
dengan kelarutan air. Dimasukkan sebanyak 1 tetes asetamida ke dalam tabung
reaksi dan di tambahkan aquades sebanyak 5 mL. setelah ditambahkan asetamida
yang berwarna kuning berubah menjadi larutan yang bening. Dilakukan perlakuan
yang sama pada sampel urea, urea yang telah ditambahkan aquades berubah
menjadi larutan bening dan terdapat endapan. Hal ini disebabkan karena dalam
strukturnya asetamida dan urea mengandung nitrogen yang mempunyai sepasang
elektron bebas dalam suatu orbital nitrogen. Elektron bebas tersebut menyebabkan
penyebaran muatan-muatannya tidak merata dan memiliki momen dipol yang
lebih besar dari pada nol karena momen dipol yang lebih besar dari nol tersebut
maka amida digolongkan sebagai senyawa yang polar dan berdasarkan persamaan
sifat kepolaran dengan air sehingga keduanya dapat larut.
Perlakuan hidrolisis dengan alkali digunakan sampel asetamida dengan urea
dan sebagai pereaksi adalah NaOH. Dimasukkan 1 tetes asetamida ke dalam
tabung reaksi dan ditambahkan NaOH 1 M sebanyak 10 mL terjadi perubahan
warna dari larutan asetamida yang berwarna kuning menjadi warna bening. Untuk
perlakuan yang sama pada urea sebanyak 1 gram terjadi perubahan warna dari
larutan berwarna bening menjadi warna kuning. Pada hidrolisis dengan basa kuat,
asetamida dan urea dengan penambahan larutan NaOH, struktur senyawa
keduanya yang merupakan suatu amida akan berubah menjadi nitril, yaitu
senyawa yang mengandung gugus C-N dan melepas gas NH
3
. Gas NH
3
ini
bersifat basa, sehingga ketika melewati kertas lakmus biru tidak mengalami
perubahan warna.
Perlakuan untuk hidrolisis dengan asam digunakan asetamida dan urea
sebagai sampel dan H
2
SO
4.
Dimasukkan 1 tetes asetamida ke dalam tabung reaksi
dan ditambahkan H
2
SO
4
pekat sebanyak 10 mL terjadi perubahan warna dari
larutan berwarna kuning menjadi bening. Dilakukan perlakuan yang sama untuk
urea sebanyak 1 gram dan terjadi perubahan warna dari larutan bening menjadi
larutan berwarna kuning. Struktur senyawa keduanya yang merupakan suatu
amida akan berubah menjadi nitril, yaitu senyawa yang mengandung gugus C-N
dan terbentuk HSO
4
-
. Pada uji ini uap yang dihasilkan bersifat asam, sehingga
ketika melewati kertas lakmus biru mengakibatkan perubahan warna menjadi
merah.
Sedangkan untuk uji tes merah putih biru, seharusnya didapatkan hasil warna
larutan merah atau biru yang akan menunjukan bahwa adanya nitroalkana primer
atau sekunder, akan tetapi yang terbentuk berdasarkan percobaan tersebut adalah
larutan berwarna putih. Hal ini dikarenakan adanya kesalahan pada larutan yang
yang diperiksa yaitu NaNO
3.
Jadi pada uji tes merah putih biru tidak didapatkan
nitro alkana primer maupun sekunder.










V. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan
bahwa :
1. Identifikasi senyawa organik dilakukan untuk mengetahui senyawa-
senyawa organik tertentu berdasarkan perbedaan gugus fungsi dengan
mereaksikan terhadap pereaksi tertentu.
2. Untuk mengetahui sifat kimia dan fisika dari suatu senyawa organik, maka
perlu dilakukan uji karateristik kimia dengan penambahan pereaski-
pereaksi tertentu.










DAFTAR PUSTAKA
Fessenden, R.J., Fessenden, J.S. 1997. Kimia Organik. Jakarta: Erlangga.
Nasikin, M., M, I. 2010. Sintesis Metil Amina Fasa Cair dari Amoniak dan
Metanol. Jurnal Teknik Kimia. Vol.2. No.10.
Purnawan. 2010. Optimisa Proses Nitrasi pada Pembuatan Nitro Selulosa dari
Serat Limbah Industri Sagu. Jurnal Rekayasa Proses. Vol. 4. No. 2.
Ramadhan, A,N., Kurniawan, S., Aini, Z. 2010. Sintesis Asetanilida dari Anilin
dan Asam Asetat Glasial Menggunakan Metode Refluks. Jurnal Sains dan
Teknologi. Vol. 8. No. 1.
Riswayanto. 2009. Kimia Organik. Jakarta: Erlangga.