Anda di halaman 1dari 19

Tugas Arah Kecendrungan dan Isu dalam Pendidikan Matematika

Makalah tentang
PROBLEM SOLVING
Dosen pengasuh: Prof. Dr. Hasrattudin, M.Pd
Oleh
DAHLIA HUDI PRATAMA
!"#!$%&!! !"#!$%&%$

IMANTI AMELIA MASITAH PUSPA
SARI
!"#!$%&%' !"#!$%&"%
M.HASAN ASYARI
!"#!$%&"#
P(O)(AM PA*+A*A(,A-A
.-I/0(*ITA* -0)0(I M0DA-
%&!"
i
ii
KATA P0-)A-TA(
Alhamdulilah.. Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT berkat
rahmat dan ridhoNya, kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Problem Solving
ini.
Guru adalah pekerjaan mulia yang memiliki tanggung jawab kemanusiaan, khususnya
berkaitan dengan proses pendidikan generasi penerus bangsa dalam menghadapi era
globalisasi di masa mendatang. ntuk itu guru dituntut untuk menjadi guru yang pro!esional,
yang mampu mengembangkan kemampuan ber!ikir tingkat tinggi peserta didik. "alam
kehidupan juga tidak terlepas dari masalah atau tantangan. Guru sebagai praktisi pendidikan
memegang penting peranan untuk menjawab dan melewati tantangan atau masalah itu.
#ada kesempatan ini pemakalah mengu$apkan terima kasih kepada dosen pengampu
mata kuliah Arah %e$endrungan dan &su dalam #endidikan 'atematika atas bimbingannya,
dan terima kasih juga kepada teman(teman seperjuangan di kelas )(* #endidikan 'atematika
TA +,*-.+,*/ yang telah memberikan saran dan masukan terhadap makalah ini.
'edan, September +,*-
#emakalah
DA1TA( I*I
Halaman
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
2A2 I P0-DAH.3.A- *
A. 0atar )elakang *
). 1umusan 'asalah +
2. Tujuan #enulisan +
2A2 II P0M2AHA*A- 3
A. #engertian #roblem Sol4ing 5#eme$ahan 'asalah6 3
). #embelajaran 'atematika dengan #endekatan #roblem Sol4ing -
2. 2ontoh 1en$ana #elaksanaan #embelajaran 'atematika dengan
menggunakan metode peme$ahan masalah 5problem sol4ing6 7
2A2 III P0-.T.P *-
A. %esimpulan *-
). Saran *-
DA1TA( P.*TAKA */
2A2 I
P0-DAH.3.A-
A. 3atar 2elakang Masalah
'atematika merupakan salah satu unsur penting dalam pendidikan. 'ata pelajaran
matematika telah diperkenalkan kepada siswa sejak tingkat dasar sampai ke jenjang yang
lebih tinggi. %egunaan matematika bukan hanya memberikan kemampuan dalam
perhitungan(perhitungan kualitati! tetapi juga dalam penataan $ara berpikir, terutama dalam
pembentukan kemampuan menganalisis, membuat sintesis, melakukan e4aluasi hingga
kemampuan meme$ahkan masalah. "engan kenyataan ini bahwa matematika mempunyai
potensi yang sangat besar dalam hal mema$u terjadinya perkembangan se$ara $ermat dan
tepat maupun dalam mempersiapkan masyarakat yang mampu mengantisipasi perkembangan
dengan $ara berpikir dan bersikap pula.
#embelajaran hendaknya lebih menekankan pada bagaimana upaya guru mendorong atau
mem!asilitasi siswa belajar, bukan pada apa yang dipelajari siswa. 8adi, pembelajaran
matematika merupakan upaya guru mendorong atau mem!asilitasi siswa dalam
mengkonstruksi pemahamannya akan matematika. %eberhasilan guru dalam pembelajaran
bukan hanya dilihat dari hasil belajar siswa tetapi juga pada proses dari pembelajaran
tersebut.
Salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan berproses belajar siswa, khususnya
mata pelajaran matematika adalah dengan menerapkan model pembelajaran problem solving
atau peme$ahan masalah. #ada pembelajaran melalui pendekatan problem solving, siswa
dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang
sudah dimiliki untuk diterapkan pada peme$ahan masalah yang bersi!at tidak rutin. #roses
peme$ahan masalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan akti! dalam
mempelajari, men$ari, dan menemukan sendiri in!ormasi atau data untuk diolah menjadi
konsep, prinsip atau simpulan.
2ara peme$ahan masalah adalah hal yang terpenting dalam matematika. 9al ini sesuai
dalam The National Council of Teacher of Mathematics 5N2T' dalam 8a$ob, +,*,:76 yang
menyatakan untuk membuat peme$ahan masalah !okus dari matematika sekolah memiliki
1
pertanyaan !undamental tentang $iri matematika sekolah. Seni peme$ahan masalah
merupakan jantung dari matematika. 8adi pembelajaran matematika dapat didesain
sedemikian sehingga pengalaman matematika sebagai peme$ahan masalah.
"ari rekomendasi N2T' tersebut dapat diartikan bahwa problem sol4ing sangat
penting dalam pelajaran matematika, mengingat masih banyak siswa yang merasa kesulitan
dalam mengkonstruksikan dan mengaplikasikan ide(ide dalam problem sol4ing matematika.
Tidak hanya sebuah !ormula yang dapat digunakan untuk memastikan keberhasilan dalam
problem sol4ing 5peme$ahan masalah6. 9al ini diperjelas dalam Sumarmo 5+,,/6 yang
mengatakan kemampuan peserta didik dalam keterampilan berpikir kritis, keterampilan
berpikir kreati!, keterampilan mengorganisir otak, dan keterampilan analisis disebut dengan
daya matematis 5mathemati$al power6 atau keterampilan matematis 5doing math6. "alam
keterampilan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan peserta didik masa kini dan
kebutuhan peserta didik masa akan datang.
"engan demikian pembelajaran matematika pada jenjang sekolah manapun diharapkan
dapat mengembangkan kemampuan matematis peserta didik melalui tugas matematika yang
dapat mendukung tujuan di atas. 9al inilah yang melatarbelakangi penulisan makalah
kelompok * tentang problem ol!ing yaitu mengembangkan keterampilan matematis peserta
didik dengan pendekatan peme$ahan masalah pada pembelajaran matematika.
2. (umusan Masalah
1umusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah :
*. Apa itu problem sol4ing 5peme$ahan masalah6;
+. )agaimanakah pendekatan peme$ahan masalah dalam pembelajaran matematika;
+. Tu4uan Penulisan
)erdasarkan rumusan masalah di atas, yang menjadi tujuan dalam penulisan makalah
ini adalah :
*. ntuk mengetahui pengertian problem sol4ing 5peme$ahan masalah6.
+. ntuk mengetahui pendekatan peme$ahan masalah dalam pembelajaran matematika.
2A2 II
P0M2AHA*A-
A. Pengertian Pro5lem *ol6ing 7Pemecahan Masalah8
A.*. #engertian masalah
Tidak semua pertanyaan merupakan suatu masalah. )agi seseorang suatu pertanyaan
bisa menjadi suatu masalah sedangkan bagi orang lain tidak. 'asalah adalah kesenjangan
antara kenyataan yang terjadi dengan sesuatu yang kita harapkan atau kita $apai. %ata
Problem terkait erat dengan suatu pendekatan pembelajaran yaitu pendekatan problem
solving. "alam hal ini tidak setiap soal dapat disebut problem atau masalah. 2iri($iri suatu
soal disebut problem dalam perspekti! ini paling tidak memuat + hal yaitu:
*. soal tersebut menantang pikiran 5"hallenging6,
+. soal tersebut tidak otomatis diketahui $ara penyelesaiannya 5nonro#tine6.
'unurut #olya 5dalam 9ujono, +,,3:*/,6, terdapat dua ma$am masalah :
*. 'asalah untuk menemukan, dapat teoritis atau praktis, abstrak atau konkret, termasuk
teka(teki. %ita harus men$ari 4ariabel masalah tersebut, kemudian men$oba untuk
mendapatkan, menghasilkan atau mengkonstruksi semua jenis objek yang dapat
dipergunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut. )agian utama dari masalah
adalah sebagai berikut:
5a6 Apakah yang di$ari;
5b6 )agaimana data yang diketahui;
5$6 )agaimana syaratnya;
+. 'asalah untuk membuktikan adalah untuk menunjukkan bahwa suatu pertanyaan itu
benar atau salah atau tidak kedua(duanya.%ita harus menjawab pertanyaan : Apakah
pernyataan itu benar atau salah ;. )agian utama dari masalah jenis ini adalah hipotesis
dan konklusi dari suatu teorema yang harus dibuktikan kebenarannya.
A.+. #engertian #eme$ahan 'asalah
#eme$ahan masalah dapat diartikan suatu proses untuk menemukan solusi atas satu atau
lebih masalah yang dihadapi. #eme$ahan masalah menurut #olya 5*<=/6 sebagai usaha
men$ari jalan keluar dari suatu kesulitan men$apai suatu tujuan yang tidak dengan segera
dapat di$apai.
%onsep peme$ahan masalah menurut 8a$ob 5+,*,6 diartikan dengan menggunakan tiga
interpretasi umum, yaitu diantaranya :
*. #eme$ahan masalah sebagai suatu tujuan 5goal6, artinya independen dari masalah
spesi!ik, prosedur, atau metode dan konten matematis. #ertimbangan penting di sini
adalah belajar untuk bagaimana menyelesaikan masalah merupakan alasan utama untuk
mempelajari matematika.
+. #eme$ahan masalah sebagai proses 5process6, artinya menggunakan pengetahuan yang
diperoleh sebelumnya untuk situasi baru dan tidak !amiliar. Apa yang dipandang
penting dalam interpretasi ini adalah metode, prosedur, strategi, dan heuristik yang
siswa gunakan dalam menyelesaikan masalah.
3. #eme$ahan masalah sebagai keterampilan dasar 55asic skill6 menyangkut dua hal, yaitu
5a6 keterampilan umum yang baru dimiliki siswa untuk keperluan e4aluasi
5b6 keterampilan minimum yang diperlukan siswa agar dapat mengaplikasikannya
dalam kehidupan sehari( hari.
"alam belajar matematika pada dasarnya seseorang siswa tidak terlepas dari masalah.
The National 2oun$il o! Tea$hers o! 'athemati$s 5N2T'6 menyatakan: )elajar
menyelesaikan masalah adalah alasan utama untuk mempelajari matematika 5N2T' dalam
8a$ob, +,*,:76 Adanya peningkatan kemampuan untuk menyelesaikan suatu masalah, berarti
siswa tersebut telah mengalami perubahan dalam tingkah lakunya, dengan demikian dalam
pembelajaran matematika kemampuan meme$ahkan masalah sangat penting.
%emampuan yang terkandung dalam matematika seluruhnya bermuara pada
penguasaan konsep dan memampukan siswa meme$ahkan masalah dengan kemampuan
berpikir kritis, logis, sistematis dan terstruktur. "alam peme$ahan masalah siswa didorong
dan diberi kesempatan seluas(luasnya untuk berinisiati! dan berpikir sistematis dalam
menghadapi suatu masalah dengan menerapkan pengetahuan yang didapat sebelumnya.
2. Pem5ela4aran Matematika dengan Pendekatan Pro5lem *ol6ing
).*. langkah(langkah dalam problem sol4ing 5peme$ahan masalah6
Terdapat langkah(langkah dalam peme$ahan masalah. 'enurut #olya 5Suherman, +,,*:
7-6 dalam peme$ahan suatu masalah terdapat empat langkah yang harus dilakukan yaitu:
!. Memahami masalah 7 .nderstanding the Pro5lem 8
%egiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah hal(hal apa saja yang diketahui,
apa yang tidak diketahui 5ditanyakan6, membuat notasi dari unsur yang diketahui dan
yang ditanyakan.
%. Merencanakan Pen9elesaiann9a 7 The /ising a Plan 8
%egiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah men$oba men$ari atau mengingat
masalah yang pernah diselesaikan yang memiliki kemiripan dengan masalah yang akan
dipe$ahkan, men$ari pola atau aturan, menyusun prosedur penyelesaian 5 'embuat
%onjektur 6.
:. Men9elesaikan masalah sesuai rencana 7 +arring Out The Plan 8
%egiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah menjalankan prosedur yang telah
dibuat pada langkah sebelumnya untuk mendapatkan penyelesaian.
". Memeriksa kem5ali prosedur dan hasil pen9elesaian 7 3ooking 2ack 8
%egiatan yang dapat dilakukan pada langkah ini adalah menganalisis dan menge4aluasi
apakah prosedur yang diterapkan dan hasil yang diperoleh benar, apakah ada prosedur
lain yang lebih e!ekti!, apakah prosedur yang dibuat dapat digunakan untuk
menyelesaikan masalah yang sejenis, atau apakah prosedur dapat dibuat generalisasinya.
"ari beberapa langkah atau tahapan problem sol4ing yang dikemukakan, pada
prinsipnya problem sol4ing dilakukan se$ara teratur, logis, analitis, kritis, kreati!, sistematis
atau prosedural dan mutlak menggunakan serta menghubungkan pengetahuan yang sudah
mereka miliki sebelumnya, termasuk penggunaan !akta(!akta 5berupa kon4ensi yang
diungkapkan dengan simbol tertentu6, konsep(konsep 5ide abstrak yang dapat digunakan
untuk menggolongkan atau mengklasi!ikasikan sekumpulan objek6, operasi 5proses
pengerjaan perhitungan, pengerjaan aljabar dan pengerjaan matematika lainnya6, dan prinsip
5sekumpulan objek matematika yang kompleks, prinsip dapat terdiri atas beberapa !akta dan
konsep yang dikaitkan oleh suatu relasi ataupun operasi6.
).+. #embelajaran 'atematika dengan #endekatan #roblem Sol4ing
)eberapa indikator peme$ahan masalah dapat diperhatikan dari paparan Sumarmo
5+,,/6, adalah sebagai berikut:
a6 'engidenti!ikasi unsur(unsur yang diketahui, yang ditanyakan, dan ke$ukupan unsur
yang diperlukan,
b6 'erumuskan masalah matematika atau menyusun model matematika,
$6 'enerapkan strategi untuk menyelesaikan berbagai masalah 5sejenis dan masalah baru6
dalam atau di luar matematika,
d6 'enjelaskan atau menginterpretasikan hasil sesuai permasalahan asal, dan.
e6 'enggunakan matematika se$ara bermakna.
)eberapa strategi yang sering digunakan dalam peme$ahan masalah matematika adalah :
*. 'embuat gambar atau diagram.
Strategi ini terkait dengan pembuatan sketsa atau gambar $oret($oret guna
mempermudah dalam memahami masalah dan mendapatkan penyelesaiannya.
+. )ergerak dari belakang
"engan strategi ini, kita mulai dengan menganalisa bagaimana $ara mendapatkan
tujuan yang hendak di$apai. "engan strategi ini, kita bergerak dari yang diinginkan
lalu menyesuaikan dengan yang diketahui.
3. 'emperhitungkan setiap kemungkinan
Strategi ini terkait dengan penggunaan aturan(aturan yang dibuat sendiri oleh si
pelaku selama proses peme$ahan masalah sehingga tidak akan ada satupun alternati4e
yang terabaikan.
-. 'en$obakan pada soal yang lebih sederhana
Strategi ini terkait dengan penggunaan $ontoh khusus tertentu pada masalah tersebut
agar lebih mudah dipelajari, sehingga gambaran umum penyelesaian yang sebenarnya
dapat ditentukan.
/. 'embuat tabel
Strategi ini digunakan untuk membantu menganalisis permasalahan atau jalan pikiran
kita, sehingga segala sesuatunya tidak dibayangkan hanya oleh otak yang
kemampuannya sangat terbatas.
>. 'enemukan pola
Strategi ini terkait dengan pen$apaian keteraturan(keteraturan pola. %eteraturan
tersebut akan memudahkan kita menemukan penyelesaiannya.
=. 'eme$ah tujuan
Strategi ini berkaitan dengan peme$ahan tujuan umum yang hendak kita $apai
menjadi satu atau beberapa tujuan bagian. Tujuan bagian ini dapat digunakan sebagai
batu lon$atan untuk men$apai tujuan yang sesungguhnya.
7. )erpikir logis
Strategi ini berkaitan dengan penggunaan penalaran maupun penarikan kesimpulan
yang sah atau 4alid dari berbagai in!ormasi atau data yang ada.
<. 'engabaikan hal yang tak mungkin
"ari berbagai alternati4e yang mungkin, alternati4e yang sudah jelas(jelas tidak
mungkin agar di$oret atau diabaikan, sehingga perhatian dapat ter$urah sepenuhnya
untuk hal(hal yang tersisa dan masih mungkin saja.
*,. 'en$oba($oba
Strategi ini biasanya digunakan untuk mendapatkan gambaran umum peme$ahan
masalahnya dengan men$oba($oba dari yang diketahui.
"engan demikian, inti dari belajar meme$ahkan masalah adalah supaya peserta didik
terbiasa mengerjakan soal(soal yang tidak hanya mengandalkan ingatan yang baik saja, tetapi
peserta didik diharapkan dapat mengaitkan dengan situasi nyata yang pernah dialaminya atau
yang pernah dipikirkannya. %emudian peserta didik bereksplorasi dengan benda kongkrit,
lalu akan mempelajari ide(ide matematika se$ara in!ormal, selanjutnya belajar matematika
se$ara !ormal.
Terkait dengan kurikulum +,*3 yaitu pembelajaran dengan pendekatan sainti!ik, peran
guru pada setiap !ase.sintaks dalam pembelajaran dengan metode peme$ahan masalah adalah
sebagai berikut:
1ase ke ; Indikator Peran )uru
* ?rientasi siswa
pada masalah
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan peralatan
yang dibutuhkan,memoti4asi siswa terlibat pada akti4itas
peme$ahan masalah yang dipilihnya.
+ 'engorganisasikan
siswa untuk belajar
Guru membantu siswa mende!inisikan dan mengorganisasikan
tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut.
3 'embimbing
penyelidikan
indi4idual maupun
kelompok
Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan in!ormasi yang
sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan
penjelasan dan peme$ahan masalah.
- 'engembangkan
dan menyajikan
hasil karya
Guru membantu siswa dalam meren$anakan dan menyiapkan
karya yang sesuai seperti laporan, 4ideo, dan model yang
membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya.
/ 'enganalisis dan Guru membantu siswa untuk melakukan re!leksi atau e4aluasi
menge4aluasi
proses peme$ahan
masalah
terhadap penyelidikan mereka dan proses yang mereka
gunakan.
#roses pembelajaran di kelas yang mengkondisikan siswa untuk belajar meme$ahkan
dan menemukan kembali ini akan membuat para siswa terbiasa melakukan penyelidikan dan
menemukan sesuatu. %egiatan belajarnya biasanya dimulai dengan penayangan masalah
nyata yang pernah dialami atau dapat dipikirkan para siswa, dilanjutkan dengan kegiatan
bereksplorasi dengan benda konkret, lalu para siswa akan mempelajari ide( ide matematika
se$ara in!ormal, belajar matematika se$ara !ormal dan diakhiri dengan kegiatan pelatihan.
"engan kegiatan seperti ini, diharapkan para siswa akan dapat memahami konsep, rumus,
prinsip dan teori( teori matematika sambil belajar meme$ahkan masalah.
+. +ontoh pen9elesaian soal dengan menggunakan metode pemecahan masalah
7pro5lem sol6ing8
*. Susunlah bilangan @ bilangan * sampai dengan < kedalam tiap daerah persegi pada
gambar dibawah ini sehingga jumlah tiap baris, kolom dan diagonal utama nya adalah
sama.
Pen$eleaian %
Memahami maalah %
Apa yang perlu dilakukan adalah kita harus menempatkan tiap bilangan *, +, 3 .... < dalam
tiap daerah persegi 5 tiap bilangan hanya di gunakan satu kali 6, sedemikian sehingga jumlah
bilangan @bilangan pada tiap baris, kolom dan diagonal utamanya adalah sama.
Meren"anakan Pen$eleaian Maalah %
8ika kita sudah tau jumlah untuk tiap baris, kolom dan diagonal utamanya, maka pekerjaan
kita akan lebih mudah. "engan demikian yang menjadi tujuan bagian dari penyelesaian
keseluruhan adalah bagaimana menentukan jumlah yang diinginkan tersebut. 8umlah <
bilangan * A + A 3 A .... A < sama dengan tiga kali jumlah dari satu kolom atau baris.
Akibatnya, jumlah untuk satu baris atau kolom adalah sepertiga dari jumlah keseluruhan atau
-/.3 B */. "engan kata lain jumlah untuk masing(masing baris, kolom atau diagonal utama
adalah */. 0angkah selanjutnya adalah bahwa kita harus menentukan kombinasi tiga bilangan
sedemikian hingga jumlahnya */.
Men$eleaikan Maalah :
8umlah */ dapat diperoleh melalui kombinasi jumlah tiga bilangan seperti berikut ini .
< A / A *
< A - A +
7 A > A *
7 A / A +
7 A - A 3
= A > A +
= A / A 3
> A / A -
8ika kita perhatikan banyaknya kemun$ulan untuk tiap angka, ternyata tidaklah sama.
'isalnya * hanya mun$ul dua kali, sedangkan + mun$ul tiga kali. Crekuensi kemun$ulan tiap
angka dapata terlihat dalam tabel dibawah ini :
Angka
* + 3 - / > = 7 <
Crekuensi
%emun$ulan
+ 3 + 3 - 3 + 3 +
"engan melihat !rekuensi kemun$ulan tiap angka pada tabel tersebut, maka selanjutnya
penempatan untuk tiap angka akan dengan mudah dilakukan. Sebagai $ontoh / pasti harus
ditempatkan ditengah. Sedangkan +, -, >, dan 7 harus menempati daerah pojok. "engan
demikian, salah satu penyelesaian akhirnya adalah sebagai berikut :
+ = >
< / *
- 3 7
Penge"ekan &embali :
%ita lihat bahwa / adalah satu @ satunya bilangan di antara sembilan bilangan yang diberikan
yang dapat ditempatkan di tengah. Akan tetapi bilangan yang bisa ditempatkan di daerah
pojok bisa beberapa pilihan. 8adi, penyelesaian yang diberikan diatas salah satu kemungkinan
dari beberapa kemungkinan yang ada.
2ara lain untuk meihat bahwa / harus ditempatkan ditengah dapat dilakukan melalui ilustrasi
berikut :
* + 3 - / > = 7 <
*,
*,
*,
*,
"ari ilustrasi ini terlihat bahwa untuk memperoleh jumlah */, / dapat dipasangkan dengan
empat pasangan bilangan lain yang masing(masing jumlahnya *,.
+. %etika seorang 'atematika 8erman duduk di Sekolah "asar, guru disekolahnya meminta
anak @ anak untuk menetukan jumlah *,, bilangan asli pertama. "engan memberikan
soal ini, guru mengira bahwa waktu penyelesaiansoal tersebut akan berlangsung $ukup
lama. Namun demikian, diluar dugaan Gauss mampu menyelesaikan soal tersebut
dengan sangat $epat. Apakah kamu menyelesaikan masalah tersebut dengan $epat ;
Pen9elesaian :
Memahami Maalah % )ilangsan asli yang dimaksud adalah *, +, 3, - ... dengan demikian
masalah tersebut adalah menentukan jumlah * A + A 3 A - ... A *,,.
Meren"anakan Pen$eleaian : Salah satu strategi yang bisa diterapkan untuk menyelesaikan
masalah ini adalah men$ari kemungkinan adanya suatu pola. 2ara yang paling jelas untuk
menyelesaikan maslah ini adalah dengan menjumlahkan bilangan @ bilangan tersebut se$ara
berurutan. Akan tetapi, bila dilakukan langkah berikut : * A *,,, + A <<, 3 A <7, ... , /, A /* ,
pada akhirnya akan diperoleh /, pasangan bilangan yang masing @ masing berjumlah *,*.
Men9elesaikan Masalah. Terdapat /, pasang bilangan yang masing @ masing berjumlah
*,*. "engan demikian jumlah keseluruhannya adalah /, 5*,*6, atau /,/,.
'emeriksa %embali. 'etoda yang digunakan se$ara matematis sudah benar sebab
penjumlahan dapat dilakukan dalam urutan yang berbeda(beda, dan perkalian dapat
dipandang sebagai penjumlahan berulang. 'asalah lebih umum dari soal yang diberikan
adalah menentukan jumlah n bilangan asli pertama * A + A 3 A - A ... A n. "engan n nilai asli.
8ika n merupakan bilangan genap, maka dengan menggunakan $ara yang sama dengan
sebelumnya didapat n.+ pasang bilangan yang masing(masing berjumlah n A *. "engan
demikian, jumlah keseluruhannya adalah * A + A 3 A ... A n atau 5n.+6 5 n A * 6.
3. Ada berapa $ara yang bisa dilakukan untuk memperoleh jumlah uang sebesar 1p.
+/.,,,,( dengan pe$ahan puluhan ribu, lima ribuan, dan ribuan ;
Pen9elesaian :
Memahami Maalah % terdapat banyak $ara yang dilakukan untuk memperoleh jumlah uang
sebesar 1p. +/.,,,,(. #uluhan ribu 5#6, lima ribuan 506, dan ribuan 516 tidak perlu digunakan
semuanya sekaligus untuk mendapatkan jumlah yang diinginkan. "engan demikian +/
lembar uang ribuan adala merupakan salah satu $ontohnya.
Meren"anakan Pen$eleaian : untuk menyelesaikan masalah ini dapat dilakukan antara lain
melalui peman!aatan tabel.
Men$eleaikan Maalah. "engan memperhatikan kombinasi tiga jenis pe$ahan
diperbolehkan, maka didapat tabel dibawah ini.
# , , , , , , * * * * + +
0 , * + 3 - / , * + 3 , *
1 +/ +, */ *, / , */ *, / , / ,
"ari tabel ini jelas terlihat bahwa terdapat *+ kemungkinan pasangan uang pe$ahan sehingga
diperoleh jumlah 1p. +/.,,,,(
Melak#kan Pemerikaan &embali :#eriksa kembali jumlah untuk setiap jumlah Tiap kolom
serta kemungkinan adanya pasangan lain yang belum termuat.
-. 9arga > buah jeruk dan + buah salak 1p. =/,,( sedangkan harga 3 buah jeruk dan - buah
salak 1p. >,,,(.
a. Apakah data diatas $ukup, kurang atau berlebihan untuk mengetahui harga jeruk dan
salak;
b. Susunlah dalam persamaan D dan y;
$. )erapakah harga sebuah jeruk dan salak;
d. #enge$ekan kembali penyelesaiaan dengan $ara substitusi nilai D dan y ke persamaanE
Pen$eleaian %
Pemahaman maalah
a. "ik : > buah jeruk dan + buah salak B 1p. =/,,(
3 buah jeruk dan - buah salak B 1p. >,,,(.
"it: harga sebuah jeruk dan salak;
8adi data diatas $ukup untuk mengetahui harga jeruk dan salak.
Peren"anaan Pen$eleaian %
'embuat persamaan :
D B jeruk dan y B salak, maka:
> jeruk A + salak B 1p. =/, >D A +y B =/,
3 jeruk A - salak B 1p. >,, 3D A -y B >,,
Pelakanaan pen$eleaiaan
menentukan harga sebuah jeruk dan salak dengan metode eliminassi nilai y, maka:
>D A +y B =/, D+ *+D A -y B */,,
3D A -y B >,, D* 3D A -y B >,, (
<D B <,,
D B *,,
jika D B *,,, maka:
3D A -y B >,,
3 5 *,, 6 A -y B >,,
-y B >,, @ 3,,
-y B 3,,
y B =/
8adi harga sebuah jeruk 5D6 B 1p. *,,,( dan harga sebuah salak 5y6 B 1p. =/,(
Penge"ekan &embali %
#enge$ekan kembali penyelesaian tersebut dilakukan dengan
$ara substitusi nilai D dan y ke persamaan:
>D A +y B =/,
> 5*,,6 A + 5=/6 B =/,
>,, A */, B =/,
=/, B =/,
Setelah disubtitusikan nilai D dan y ke dalam persamaan ternyata hasil ruas kiri sama dengan
ruas kanan. 8adi harga sebuah jeruk 5D6 B 1p. *,,,( dan harga sebuah salak 5y6 B 1p. =/
P0-.T.P
A. Kesimpulan
Salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan berproses belajar siswa, khususnya
mata pelajaran matematika adalah dengan menerapkan model pembelajaran problem solving
atau peme$ahan masalah. #ada pembelajaran melalui pendekatan problem solving, siswa
dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang
sudah dimiliki untuk diterapkan pada peme$ahan masalah yang bersi!at tidak rutin. #roses
peme$ahan masalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan akti! dalam
mempelajari, men$ari, dan menemukan sendiri in!ormasi atau data untuk diolah menjadi
konsep, prinsip atau simpulan
"ari beberapa langkah atau tahapan problem sol4ing yang dikemukakan, pada
prinsipnya problem sol4ing dilakukan se$ara teratur, logis, analitis, kritis, kreati!, sistematis
atau prosedural dan mutlak menggunakan serta menghubungkan pengetahuan yang sudah
mereka miliki sebelumnya, termasuk penggunaan !akta(!akta 5berupa kon4ensi yang
diungkapkan dengan simbol tertentu6, konsep(konsep 5ide abstrak yang dapat digunakan
untuk menggolongkan atau mengklasi!ikasikan sekumpulan objek6, operasi 5proses
pengerjaan perhitungan, pengerjaan aljabar dan pengerjaan matematika lainnya6, dan prinsip
5sekumpulan objek matematika yang kompleks, prinsip dapat terdiri atas beberapa !akta dan
konsep yang dikaitkan oleh suatu relasi ataupun operasi6.
#eme$ahan masalah merupakan kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh siswa.
)ahkan ter$ermin dalam kurikulum +,*3 yaitu pendekatan sainti!ik. Tuntutan akan
kemampuan peme$ahan masalah dipertegas se$ara eksplisit dalam kurikulum tersebut
yaitu, sebagai kompetensi dasar yang harus dikembangkan dan diintegrasikan pada sejumlah
materi yang sesuai.
2. *aran
%eberhasilan guru dalam pembelajaran bukan hanya dilihat dari hasil belajar siswa tetapi
juga pada proses dari pembelajaran tersebut. ntuk itu hendaklah guru mata pelajaran
matematika dapat menerapkan berbagai ma$am kemampuan matematis selain problem
sol4ing untuk dapat melatih ber!ikir tingkat tinggi siswa.
DA1TA( P.*TAKA
Cadjar ShadiF, '.App.S$. +,,=. Penalaran, Pemecahan Masalah dan Komunikasi dalam
Pembelajaran Matematika 5'akalah "iklat Guru pemandu.#engembang
matematika S'# 8enjang "asar6, Gogyakarta: ####T% 'atematika
9ujono, 9erman. +,,3. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika Malang:
Cakultas 'atematika dan &lmu #engetahuan Alam ni4ersitas 'alang.
8a$ob. 2. +,*,. Matematika Sebagai Pemecahan Masalah !andung. C#'&#A #&.
#olya, G.*<=3. Ho" to Solve #t $%nd &d'. #rin$eton ni4ersity #ress.
Sumarmo, . +,,/. (a)a dan (isposisi Matematik* +pa, Mengapa dan !agaimana
(ikembangkan pada Sis"a Sekolah (asar dan Menengah. Makalah disajikan
pada Seminar Sehari di ,urusan Matematika #T!, -ktober %../.
Suherman, Hrman, dkk, +,,*. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer, )andung:
8&2A(ni4ersitas #endidikan &ndonesia 5#&6