Anda di halaman 1dari 4

EFUSI PLEURA

Definisi
Efusi pleura adalah pengumpulan cairan pada rongga pleura yang
abnormal dikarenakan produksi cairan yang berlebihan dan pnyerapan cairan
rongga pleura yang menurun.Efusi pleura merupakan manifestasi dari penyakit
pleura dengan penyebab bervariasi dari gangguan kardiopulmonal sampai gejala
inflamasi atau penyakit keganasan yang memerlukan evaluasi dan pengobatan
segera.
14

Efusi pleura ganas (EPG) didefinisikan sebagai efusi yang terjadi
berhubungan dengan keganasan yang dibuktikan dengan penemuan sel ganas
pada pemeriksaan sitologi cairan pleura atau biopsi pleura, bila tidak ditemukan
sel ganas pada cairan atau hasil biopsi pleura tetapi ditemukan kanker primer di
paru atau organ lain. Pada beberapa kasus, diagnosis EPG didasarkan pada sifat
keganasan secara klinis, yaitu cairan eksudat yang serohemoragik / hemoragik,
berulang, masif, tidak responsif terhadap antiinfeksi atau sangat produktif
meskipun telah dilakukan torakosentesis untuk mengurangi volume cairan
intrapleura.
15

Berdasarkan jenis cairan yang terbentuk, cairan pleura dapat dibagi
menjadi; transudat, eksudat.Efusi pleura transudativa biasanya disebabkan oleh
penyakit non-paru, seperti gagal jantung kongestif, sirosis hati, sindroma
nefrotik, dialisis peritonium dan lain-lain. Sedangkan efusi pleura eksudativa
disebabkan oleh penyakit paru; seperti empiema dan tuberkulosis, ataupun oleh
infeksi organ lain yang berdekatan dengan paru; misalnya abses intra-abdominal
dan perforasi esofageal. Efusi hemoragis biasanya disebabkan oleh tumor,
trauma, maupun infark paru.
16

Efusi pleura transudativa terjadi pada perubahan antara tekanan
hidrostatik atau tekanan onkotik. Misalnya pada gagal jantung kongestif, terjadi
peningkatan tekanan hidrostatik kapiler pada sirkulasi sistemik dan atau pada
sirkulasi pulmoner.Pada sindroma nefrotik, yang terjadi adalah penurunan
tekanan osmotik.Hal-hal seperti ini menyebabkan adanya kenaikan dari filtrasi
pembuluh darah kapiler, sehingga muncul akumulasi cairan pleura berupa
transudat.
17

Efusi pleura eksudativa terjadi pada penyakit paru. Pada keadaan infeksi,
permeabilitas kapiler pembuluh darah meningkat sebagai reaksi dari proses
inflamasi paru, dimana hal ini menyebabkan pergeseran keseimbangan
permeabilitas membrana kapiler sehingga pengeluaran cairan ke dalam rongga
pleura juga meningkat. Pada efusi pleura eksudativa diketemukan sel-sel
peradangan seperti sel polimorfonuklear dan jaringan nekrotik.
17

Cara membedakan efusi pleura eksudatif dan transudatif menurut
kriteria Light :
18

Cairan eksudat jika memiliki 1 dari kriteria dibawah ini :
1. Rasio LDH cairan pleura dibandingkan LDH serum lebih dari 0,6
2. LDH cairan pleura lebih dari 2/3 batas atas LDH serum
3. Rasio protein cairan pleura dibandingkan protein serum lebih besar dari
0,5

Manifestasi klinik dari efusi pleura sangat bervariasi dan seringkali
berhubungan dengan proses penyakit yang mendasarinya. Nyeri pleura,
dyspneu, batuk (yang biasanya non-produktif) adalah gejala yang paling sering
ditemukan.
16

Efusi yang terinfeksi perlu segera dikeluarkan dengan memakai pipa
intubasi melalui sela iga. Bila cairan pusnya kental sehingga sulit keluar atau bila
empiemanya multilokular, perlu tindakan operatif. Pengobatan secara sistemik
hendaknya segera diberikan, tetapi ini tidak berarti bila tidak diiringi
pengeluaran cairan yang adekuat. Untuk mencegah terjadinya lagi efusi pleura
setelah aspirasi (pada efusi pleura ganas), dapat dilakukan pleurodesis yakni
melengketnya pleura viseralis dan pleura parietalis.
17


Manifestasi klinik dari efusi pleura sangat bervariasi dan seringkali
berhubungan dengan proses penyakit yang mendasarinya. Nyeri dada biasa
muncul dikarenakan proses inflamasi pleura (infeksi pleura, mesotelioma, infark
pulmonal. Sesak dapat timbul dikarenakan timbunan cairan dalam rongga pleura
yang akan memberikan kompresi patologis pada paru sehingga ekspansinya
terganggu. Batuk pada efusi pleura mungkin disebabkan oleh rangsangan pada
pleura oleh karena cairan pleura yang berlebihan, proses inflamasi ataupun
massa pada paru-paru. Keluhan penurunan nafsu makan dan berat badan tanpa
disertai demam biasanya ditemukan pada efusi pleura karena keganasan.
14,15,17

Pada pemeriksaan fisik pada pasien dengan efusi pleura dapat bervariasi
dan tergantung dari jumlah volume efusi pleura. Pada umumnya, efusi <300ml
tidak dapat dideteksi. Sedangkan pada efusi pleura dengan jumlah cairan>300
mL, dapat ditemukan bunyi redup pada perkusi, penurunan pergerakan salah
satu sisi dada, melemah sampai hilangnya stem fremitus hilang, dan penurunan
atau hilangnya suara pernapasan.
14,17

Pada pemeriksaan radiologis, misalnya pada foto thorax, permukaan cairan
yang terdapat dalam rongga pleura akan membentuk bayangan seperti kurva,
dengan permukaan daerah lateral lebih tinggi daripada bagian medial.Jumlah
cairan minimal yang dapat terlihat pada foto toraks tegak adalah 175-200ml. Bila
cairan kurang dari 200ml (75-100ml), dapat ditemukan pengisian cairan di sinus
kostofrenikus posterior pada foto toraks lateral tegak. Cairan yang kurang dari
100ml (50-100ml), dapat diperlihatkan dengan posisi dekubitus dan arah sinar
horizontal di mana cairan akan berkumpul di sisi samping bawah.
17
Terdapat beberapa teori tentang timbulnya efusi pleura pada neoplasma
yakni: menumpuknya sel-sel tumor akan meningkatkan permeabilitas pleura
terhadap air dan protein, adanya massa tumor mengakibatkan tersumbatnya
aliran pembuluh darah vena dan getah bening sehingga rongga pleura gagal
dalam memindahkan cairan dan protein, dan adanya tumor membuat infeksi
lebih mudah terjadi dan selanjutnya timbul hipoproteinemia.
4
Penatalaksanaan
efusi pleura ganas dapat dilakukan dengan cara pengobatan kausal,
thorakosintesis, Water Sealed Drainage (WSD), dan pleurodesis.
18