Anda di halaman 1dari 85

https://www.scribd.

com/doc/97194455/9/Perhitungan-
Kapasitas-Pompa-Torak Apryanto Tyo Nugroho
! "
P#$%!&'('!$
1.1 Pengertian dan )ungsi Pompa
Pompa adalah suatu alat atau mesin yang digunakan untuk
memindahkan cairan dari suatu tempat ke tempat yang lain melalui suatu
media perpipaan dengan cara menambahkan energi pada cairan yang
dipindahkan dan berlangsung secara terus menerus. Pompa beroperasi
dengan prinsip membuat perbedaan tekanan antara bagian masuk (suction)
dengan bagian keluar (discharge). Dengan kata lain, pompa berfungsi
mengubah tenaga mekanis dari suatu sumber tenaga (penggerak) menjadi
tenaga kinetis (kecepatan), dimana tenaga ini digunakan untuk mengalirkan
cairan dan melawan hambatan yang ada sepanjang aliran fluida. Jadi pompa
dalam industri biasanya digunakan untuk transportasi fluida, dimana kerja dari
pompa tersebut tergantung dari sifat dan jenis fluida.
1.* K+asi,ikasi Pompa berdasarkan Prinsip Ker-a.
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
(ptek) maka banyak dan beraneka ragam jenis pompa yang sudah diproduksi
dan digunakan baik didunia permesinan, kedokteran, pengolahan kimia
maupun rumah tangga. Ditinjau dari prinsip kerja maka pompa dapat
diklasifikasikan sebagai berikut !
1. Pompa %esak .Positive Displacement Pump/0 perpindahan fluida akibat
adanya dorongan dari komponen (rotor,piston) pompa yang bergerak.
"apasitas yang dihasilkan oleh pompa tekan adalah sebanding dengan
kecepatan pergerakan atau kecepatan putaran, sedangkan total head
(tekanan) yang dihasilkan oleh pompa ini tidak tergantung dari kecepatan
pergerakan atau putaran. Jenis pompa ini dapat dikelompokkan menjadi !
a.Oscilating Pumps ! # Pompa $orak%plunger ( $unggal dan &anda )
1
# Pompa Diafragma
b. Rotary Diplacement ! # Rotary dan eccentris Spiral
# Gear , Vane dan lainnya

2
1
&ambar '.' Jenis#jenis Pompa $orak

&ambar '.( Pompa Diafragma

&ambar '.) Pompa *oda &igi (Gear Pump)
3
&ambar '.+ Pompa ,lir (Screw Pump) &ambar '.- Rotary peristaltic pump
*. Pompa 1entri,uga+ .Centrifugal Pump/0 perpindahan fluida yang
bersentuhan dengan impeler yang sedang berputar menimbulkan gaya
sentrifugal menyebabkan fluida terlempar keluar. "apasitas yang di hasilkan
oleh pompa sentrifugal adalah sebanding dengan putaran, sedangkan total
head (tekanan) sebanding dengan kuadrat dari kecepatan putaran.
Jenis pompa ini dapat dikelompokkan berdasarkan !
a. Kapasitas :
"apasitas rendah . (/ m) % jam
"apasitas menengah (/ #!# 0/ m) % jam
"apasitas tinggi 1 0/ m) % jam
b. Tekanan Discharge :
$ekanan *endah . - "g % cm(
$ekanan menengah - #!# -/ "g % cm(
$ekanan tinggi 1 -/ "g % cm(
c. 2um+ah / 1usunan "mpe++er dan Tingkat :
Single stage ! $erdiri dari satu impeller dan satu casing
Multi stage ! $erdiri dari beberapa impeller yang tersusun seri dalam
satu casing.
Multi mpeller ! $erdiri dari beberapa impeller yang tersusun paralel
dalam satu casing.
Multi mpeller ! Multi stage ! "ombinasi multi impeller dan multi stage.
d. Posisi Poros :
Poros tegak
Poros mendatar
e. 2um+ah Suction :
Single Suction
Double Suction
,. !rah a+iran ke+uar impe++er :
Radial "low
4
#$ial "low
Mi$ed "llow
&ambar '.0 Pompa Sentrifugal
3. Jet Pumps, Sifat dari jets pump adalah sebagai pendorong untuk
mengangkat cairan dari tempat yang sangat dalam. Perubahan tekanan dari
no22le yang disebabkan oleh aliran media yang digunakan untuk membawa
cairan tersebut ke atas (prinsip ejector). 3edia yang digunakan dapat berupa
cairan maupun gas. Pompa ini tidak mempunyai bagian yang bergerak dan
konstruksinya sangat sederhana. "eefektifan dan efisiensi pompa ini sangat
terbatas.
4. !ir +i,t Pumps .Mammoth Pumps/0 Prinsip kerja pompa ini hampir sama
dengan jet pump dan kapasitasnya sangat tergantung pada aksi dari campuran
antara cairan dan gas (two phase "low).
Gambar
5
&ambar '.4 %et Pump &ambar '.5 Mammoth Pump
5. Hidraulic Rams Pump, Pompa ini menggunakan energi kinetik dari aliran
fluida yang menekan bandul%pegas pada suatu kolom dan energi tersebut
disimpan dan kemudian melawan kembali sehingga terjadi aliran fluida secara
terus menerus tanpa bantuan tenaga dari luar.
&ambar '.6 &idraulic Rams Pump
4. Elevator Pump, Sifat dari pompa ini mengangkat cairan ke tempat yang
lebih tinggi dengan menggunakan roda timbah,archimedean screw dan
peralatan sejenis. ni dapat digunakan untuk 2at cair yang mengandung slurry
seperti pasir, lumpur dan lainnya.
&ambar '.'/ 7rchimedean Screw Pump
7.Electromagnetic Pumps0 8ara kerja pompa ini adalah tergantung dari kerja
langsung sebuah medan magnet ferromagnetic yang dialirkan, oleh karena itu
6
penggunaan dari pompa ini sangat terbatas khususnya pada pemompaan
cairan metal.
1.3 K+asi,ikasi Pompa berdasarkan "nsta+asi
9ang di maksud dengan pemasangan pompa mencakup !
a. Pemasangan pompa secara hori2ontal%:ertical%inclined
b. Pemasangan pompa secara kering%basah
c. Pemasangan Pompa tetap dan dapat dipindah#pindah
d. Pemasangan pompa secara pararel%seri
Pembahasan berikut ini ditekankan pada pembahsan mengenai pemasangan
pompa secara pararel dan seri saja beserta pengaruhnya.
1. Pemasangan pompa secara parare+
Pemasangan pararel sering dilakukan karena meninjau beberapa faktor yang
sangat penting antara lain penghematan energi pada penggerak mula, dan
lainnya sehingga tercapai pengoperasian yang optimum. Pada umumnya pada
pemasangan pompa secara pararel dipergunakan dua atau lebih pompa yang
tipe, jenis, ukuran dan data teknis yang sama. 8ontoh yang sering di temukan
adalah Pemasangan pompa pararel dengan kapasitas paruh, dan penambahan
satu unit pompa untuk menambah kapasitas karena peningkatan kebutuhan
akan cat cair. Pemasangan pompa pararel dengan kapasitas paruh (pararel
dengan dua unit pompa menghasilkan kur:a hubungan head dan kapasitas
sebagai berikut !


7

&ambar '.'' ;ubungan ; < = Pompa Paralel
Dari gambar di atas maka yang perlu diperhatikan dalam menentukan unit
pompa adalah sebagai berikut !
a. Pada saat hanya satu unit pompa yang bekerja maka titik kerja pompa akan
berubah kapasitasnya akan meningkat dan headnya akan menurun tidak
sama dengan pada saat dua unit pompa bekerja. >leh sebab itu kita harus
menentukan pompa yang dapat di rekomendasikan dan di jamin oleh pabrik
pompa untuk bekerja pada titik #titik kerja sesuai dengan sistim kur:a dan
kur:a pompa.
b.,ntuk penggunaan pompa yang mempunyai sifat kur:a curam maka
kapasitas yang akan di capai untuk dua unit pompa beroperasi secara
pararel lebih besar dari pada pompa yang mempunyai sistim kur:a landai.
c. ,ntuk menentukan besar daya penggerak mula maka dasar perhitungan
daya yang akan di butuhkan oleh pompa adalah pada daya maksimumnya.
?ahwa dengan penambahan satu unit pompa yang sejenis dan mempunyai
data teknis yang sama maka hasil operasi pararel dari dua unit pompa
tersebut tidak akan mencapai dua kali kapasitas yang di capai oleh satu unit
pompa beroperasi terutama untuk pompa yang mempunyai sistim kur:a
landai. ?iasanya untuk pompa yang mempunyai sistim kur:a landai tidak di
rekomendasikan untuk beroperasi pararel.
2. Pemasangan Pompa secara 1eri
,ntuk keperluan pemindahan fluida yang relatif jauh atau tinggi dalam arti head
yang besar maka diperlukan pemasangan pompa secara seri dengan kapasitas
relatif sama. Pengoperasi pompa secara seri, pompa ' dan pompa ( akan
menghasilkan head ;'@;( dengan penjumlahan headnya. Pompa seri banyak
keuntungannya terutama untuk kur:a sistim yang curam dan sistim kur:a
8
pompa yang landai. Pada waktu menjalankan pompa pertama harus dijalankan
lebih dahulu sampai mencapai tekanan dan tekanan yang cukup, kalau tidak
terjadi masalah pada ka:itasi, kemudian pompa kedua dan seterusnya.
&ambar '.'( ;ubungan ; < = Pompa Seri
Sebaliknya pada waktu mematikan pompa, urutan sebaliknya yang harus di
lakukan. Dalam praktek laangan, daripada memasang pompa impeler tunggal
secara seri lebih baik memakai pompa yang mempunyai impeler ganda atau
lebih karena head sama biaya lebih murah dan konstruksi lebih sederhana.
1.4 )aktor 'tama da+am Pemi+ihan Pompa
Pada prinsipnya pemilihan pompa bukan berdasarkan murah dan
tahan lama tetapi berdasarkan fungsi yaitu memindahkan sejumlah fluida
("apasitas) dan seberapa jauh%tinggi (;ead) fluida yang diinginkan. Jadi
"apasitas dan ;ead ini merupakan faktor yang utama.
1. Kapasitas
"apasitas pompa adalah kemampuan pompa mengalirkan :olume fluida
dalam waktu tertentu dengan satuan ! m
)
%jam, m
)
%detik, liter%detik, ,S&P3
(&allon%menit, ' &allon A ()' inc
)
) dan sebagainya. "apasitas tergantung
pada jenis, ukuran dan sumber penggerak pompa itu sendiri. "ebocoran
cairan%fluida pada packing perapat poros atau air balik maupun gesekan
tidak diperhitungkan sebagai kapasitas pompa, karena itu maka sering
menggunakan istilah efisiensi :olumetrik.
9
*. Tekanan Ker-a .Tota+ &ead/
$ekanan adalah perbandingan antara &aya%berat persatuan luas
penampang. $ekanan kerja ini sangat kompleks dan hampir di semua bidang
eksak menggunakannya. "arena hal tersebut maka satuannya pun
dinyatakan sesuai dengan penggunanya, 3isal yang berkaitan dengan air
mka (meter kolom air), "edokteran mm;g, udara bebas bars atau atm,
(barometer atau atmosphir) udara tertutup kg%cm
(
atau Psi (' kg%cm
(
B'(,-
Psi), dan standar S> menggunakan Pascal (' Pa A ' C%m
(
).
;ead yang dibutuhkan untuk memindahkan fluida sebanding dengan jarak
ketinggian dan massa jenis fluida tersebut.
3. 2enis dan %ata )+uida
Jenis dan data cairan sangatlah perlu dalam menentukan pemilihan pompa.
;al ini karena setiap cairan mempunyai berat jenis yang berbeda#beda yang
akan berhubungan langsung dengan kebutuhan daya dari penggerak mula.
Jika 2at alirnya udara maka bukanlah pompa yang dipilih tapi kompressor.
Selain hal tersebut diatas, kita juga harus menentukan material dari pompa
yang sesuai dengan cairan yang dipompakan terutama untuk cairan yang
bersifat korosi. 8airan yang di pompakan juga mempunyai :iscositas yang
berbeda#beda akan mempengaruhi kur:a pompa. 3akin tinggi :iscositas
suatu cairan maka :iscositasnya akan lebih rendah, hal ini akan menurunkan
kapasitas, $otal head, Dfisiensi dan meningkatkan kebutuhan tenaga.
1.5 Penggerak 5u+a Pompa
Pada dasarnya pompa memerlukan tenaga penggerak mula untuk
mengoperasikannya. Dalam pemilihan penggerak mula dari pompa tersebut
maka keadaan setempat dan tersedianya sumber energi sangat
mempengaruhi, dengan kata lain jika suatu daerah tidak terdapat sumber listrik
dan tidak memungkinkan untuk diadakan sumber listriknya maka tidaklah
mungkin kita memilih motor listrik sebagai penggerak mulanya. Sebagai contoh
10
ditengah perkebunan yang luas maka kita dapat memilih motor diesel sebagai
tenaga penggerak mulanya.
'. 3otor Eistrik, biasanya memiliki parameter frekwensi dan putaran seperti
tabel dengan tenaga ber:ariasi sesuai jenis motornya.
(. 3otor Diesel yang sering digunakan dengan putaran -5/ sampai )-// rpm.
). 3esin ,ap dengan kecepatan putar relatif rendah
+. $urbin ,ap dengan kecepatan relatif tinggi sekitar '4-/ sampai 5/// rpm.
Perubahan kecepatan putaran pada penggerak mula akan mempengaruhi garis
kur:a pompa. Jika nilai kapasitas (='), total head (;') dan daya (P') telah
diketahui pada kecepatan putaran (n'), maka nilai baru untuk putaran A n(
adalah sebagai berikut !
Daya yang harus tersedia oleh penggerak mula harus mencukupi%lebih besar
dari daya yang di butuhkan oleh pompa. Daya yang di butuhkan oleh pompa
sebagai berikut !
11
1.4 Tugas %iskusi
'. Jelaskan pengertian dan fungsi pompa F
(. Jelaskan Jenis#jenis pompa rotary F
). Jelaskan prinsip kerja pompa torak dan pompa sentrifugalF
+. 8oba analisa dan jelaskan keuntungan masing#masing no.) F
-. $ekanan ban mobil biasanya )-, apa satuan tekanan tersebut G
0. "ebetulan alat ukur tekanan yang ada kg%cm
(
, berapa ukuran tekanan
?an mobil pada no.- G
4. 8oba jelaskan empat faktor pemilihan pompa F
5. 8oba klasifikasikan, apakah kapasitas pompa dibawah ini termasuk
rendah, menengah atau tinggi G
a. ',- &allon%det
b. '( liter%det
c. '+// inc
)
%menit
6. Suatu boiler bertekanan kerja (/ bars, membutuhkan air '5 liter%det.
Spesifikasi pompa tersedia, tekanan discharge '(- mka dan kapasitas
) &allon%det. *encanakanlah jumlah pompa yang dipakai dan sistim
pemasangannya G
'/. Dalam perencanaan sebuah pompa didapat kapasitas = A '( m
)
%jam pada
putaran 6// rpm, bila putaran sumber tersedia '(// rpm, tentukanlah !
a. "apasitas pompa yang terjadi
b. $otal head yang dapat dicapai
c. $enaga pompa
12
! ""
P65P! T67!K
*.1 Komponen Pompa Torak
&ambar (.' "omponen Pompa $orak
'. Piston%plunger berfungsi untuk mengisap fluida ke dalam dan menekannya
kembali keluar selinder.
(. ?atang Piston berfungsi sebagai penerus tenaga gerak dari mesin ke piston.
). 3ur Piston berfungsi untuk mengikat piston pada batang piston.
+. *ing%seal berfungsi untuk mencegah kebocoran fluida dari dalam selinder
-. Selinder berfungsi sebagai tempat pergerakan piston dan penampungan
sementara fluida.
0. Selinder liner berfungsi sebagai pelapis selinder yang bagian dalamnya
harus mempunyai permukaan yang halus guna memperlancar gerak piston.
4. Packing berfungsi sebagai pencegah kebocoran fluida dari dalam selinder.
5. Perapat packing berfungsi sebagai penekan supaya packing tetap pada
posisinya sewaktu batang piston bergerak.
6. "atup sap berfungsi untuk mengatur pemasukan dan penutupan fluida pada
saat piston langkah isap.
'/."atup buang berfungsi untuk mencegah kembalinya fluida dari ruang outlet
13
ke dalam ruang selinder pada saat piston langkah tekan.
*.* Prinsip Ker-a Pompa Torak
Sambil memperhatikan &ambar (.', prinsip kerjanya dapat diuraikan sebagai
berikut !
Piston bergerak mundur % kekiri,
# "atup tekan kanan tertutup rapat, katup tekan kiri terbuka sehingga fluida
bagian kiri piston masuk ke ruang outlet dan keluar melalui pipa penyalur.
# "atup isap kiri tertutup rapat, tekanan ruang selinder kanan menurun se#
hingga terjadi isapan membuat katup isap terbuka dan fluida masuk ke#
ruang selinder bagian kanan piston.
Piston bergerak maju% kekanan,
# "atup tekan kiri tertutup rapat, tekanan ruang kanan meningkat membuat
katup tekan kanan terbuka sehingga fluida mengalir ke ruang outlet dan
keluar pompa melalui pipa penyalur.
# "atup isap kanan tertutup rapat, tekanan ruang selinder kiri menurun se#
hingga terjadi isapan membuat katup isap kiri terbuka dan fluida masuk ke#
ruang selinder bagian kiri piston, dan selanjutnya kembali piston bergerak
mundur < maju secara berkelanjutan.
*.3 Perhitungan Kapasitas Pompa Torak
1. Pompa Torak Ker-a Tungga+
Pompa tipe ini mempunyai tekanan kerja tinggi sesuai dengan tenaga
penggeraknya. "erja piston hanya pada satu sisi sehingga disebut kerja
tunggal. >perasi pompa ini dapat dilakukan secara manual maupun
menggunakan tenaga penggerak mula.
14
13
&ambar (.( Pompa $orak "erja $unggal
Sesuai konstruksinya, kecepatan gerak piston setiap saat berubah mulai dari
nol < cepat < nol dan seterusnya sehingga aliran fluida keluar pompa tidak
merata. Dalam satu cicles operasi terjadi satu kali langkah isap dan satu kali
langkah tekan sehingga :olume fluida yang dialirkan pompa dapat dihitung
dengan rumus !
Holume xS D V
2
4

= (m
)
)
?ila pompa digerakkan oleh mesin penggerak mula yang mempunyai jumlah
putaran InJ maka kapasitas fluida yang dihasilkan adalah !
"apasitas xSxn D Q
2
4

= (m
)
%menit) atau

(m
)
%detik)
"arena adanya kebocoran, gesekan, sudut mati dan ka:itasi maka timbul
kerugian :olume, jadi kapasitas sesungguhnya disebut kapasitas efektif adalah!
(m
)
%detik)
dimana ! = kapasitas teoritis pompa (m
)
%detik)
=e kapasitas efektif pompa (m
)
%detik)
D diameter piston%plunger ( m )
S langkah gerak piston ( m )
n putaran mesin penggerak (rpm)
v

efisiensi :olumetrik ( K )
15
*. Pompa Torak Ker-a 8anda
$ipe pompa ini juga termasuk pompa yang mempunya tekanan kerja tinggi
sesuai dengan mesin penggeraknya. Dalam operasinya, setiap langkah piston
melakukan pengisapan dan penekanan fluida. Pada langkah mundur, sisi
bagian kiri piston menekan fluida ke outlet dan sisi bagian kanan mengisap
fluida dari inlet dan begitu pula sebaliknya pada langkah piston maju. "arena
kedua sisi piston bekerja secara bersama maka disebut pompa kerja ganda
yang menghasilkan aliran fluida merata dengan kapasitas yang lebih besar.
&ambar (.) Pompa $orak "erja &anda
Dalam satu cicles operasi, :olume fluida yang dialirkan ke outlet adalah !
Holume langkah maju H A xS D
2
4
.

(m
)
)
Holume langkah mundur H A xS d xS D
2
4
2
4
. .

(m
)
)
?ila pompa digerakkan oleh mesin yang mempunyai putaran InJ, maka
kapasitas pompa adalah !
"apasitas langkah maju
xSxn D Q
mj
2
4

=
(m
)
%menit)
"apasitas langkah mundur xSxn d D Q
md
) (
2 2
4
=

(m
)
%menit)
"apasitas Pompa $orak "erja &anda = A =
mj
@ =
md

xSxn d D Q ) 2 (
2 2
4
=

(m
)
%menit) atau

(m
)
%det) dan (m
)
%detik)
16
3. Pompa %i,erensia+
Pompa diferensial ini merupakan gabungan antara pompa kerja tunggal dan
kerja ganda dimana aliran fluida lebih stabil tapi kapasitasnya sama dengan
pompa kerja tunggal. Pada saat operasi, ruang kanan dan kiri piston penuh
berisi fluida. Prinsip kerja dari pompa ini dapat diuraikan sebagai berikut !
Piston bergerak ke kanan
a. *uang kiri piston terjadi pengisapan fluida, :olume fluida yang terisap
masuk ke dalam selinder Hi A
xS D
2
.
4

(m
)
)
b. *uang kanan piston terjadi penekanan sehingga :olume fluida mengalir
keluar Htkn A xS d xS D
2
4
2
4
. .

(m
)
)
&ambar (.+ Pompa Diferensial
Piston bergerak ke kiri
a. Lluida di ruang kiri piston ditekan sehingga mengalir ke ruang piston bagian
kanan dan sebagian keluar pompa.
Holume fluida yang tertekan (Ht) A
xS D
2
.
4

(m
)
)
Holume fluida yang masuk ke ruang kanan Hkn A xS d xS D
2
4
2
4
. .

(m
)
)
b. Holume keluar Pompa Htkr A Ht < Hkn A xS d
2
4
.

(m
)
)
17
Dalam satu cicles gerak piston, :olume fluida yang keluar pompa adalah !
H A Htkn @ Htkr A xS d xS D
2
4
2
4
. .

@ xS d
2
4
.

H A
xS D
2
.
4

(m
)
), ?ila terjadi jumlah cicles atau putaran mesin
penggerak adalah InJ maka "apasitas Pompa Diferesnsial sama dengan
"apasitas Pompa torak kerja tunggal yaitu sebesar !

"apasitas $eoritis Pompa Diferensial (m
)
%detik)
"apasitas Dfektif Pompa Diferensial (m
)
%detik)
dimana ! = kapasitas teritis pompa (m
)
%detik)
=e kapasitas efektif pompa (m
)
%detik)
D diameter piston%plunger ( m )
S langkah gerak piston ( m )
n putaran mesin penggerak (rpm)

v

efisiensi :olumetrik ( K )
"apasitas langkah maju berbeda dengan kapasitas langkah mundur, ini akan
menyebabkan terjadi getaran pada gerak rotor secara keseluruhan yang dapat
menurunkan usia pemakaian pompa. ,ntuk mencegah hal ini maka diusahakan
kapasitas maju dan mundur harus sama dengan jalan menghitung
perbandingan diameter piston dan batangnya sebagai berikut !
Htkn A Htkr

xS d xS D
2
4
2
4
. .

A xS d
2
4
.



xS D
2
4
.

A xS d
2
4
.

xS d
2
4
.

+

2
D
A
2
. 2 d

D !"am#t#r p"$ton (m) ! !"am#t#r batang p"$ton (m)
18
4. 9ontoh Perhitungan Kapasitas Pompa Torak
Sebuah pompa mempunyai ukuran diameter plunger '+/ mm, diameter batang
plunger 5/ mm dan langkah (// mm berosilasi dua kali setiap detik. *andemen
:olumetrik 6/ K. $entukanlah kapasitas efektif (m
)
%menit) bila menggunakan !
a. Pompa $orak "erja $unggal
b. Pompa $orak "erja &anda
c. Pompa $orak Diferensia langkah maju dan langkah mundur
Pen:e+esaian
a. "apasitas Pompa "erja $unggal (=kt)
%&t ' ' (tr)!#t
=kt A 0,'-++ liter%det A ((,'0 m
)
%jam

=ekt A A /,6/ M ((,'0 A '6,6+ m
)
%jam
b. "apasitas Pompa "erja &anda (=kg)

=kg A A
=kg A '/,(66( liter%det A )4,/44 m
)
%jam
=ekt A A /,6/ M )4,/44 A )),)4 m
)
%jam
c. "apasitas Pompa Diferensial (=kd)
=maju A
240
. ). .(
2 2
n S d D
A
240
120 . 2 ). 8 * 0 4 * 1 .( 14 * 3
2 2

A +,'+- ltr%det A '+,6(' m


)
%jam

=mundur A
240
. . .
2
n S d
A
240
120 . 2 8 * 0 . 14 * 3
2
A (,//6 ltr%det A 4,()- m
)
%jam

Jadi "apasitas total =kd A =maju @ =mundur A '+,6(' @ 4,()-

=kd A ((,'0 m
)
%jam
=ekd A A /,6/ M ((,'0 A '6,6+ m
)
%jam
*.4 Tekanan .&ead/ Pompa Torak
19
240
120 . 2 . 4 * 1 . 14 * 3
2
240
120 . 2 ). 8 * 0 4 * 1 . 2 .( 14 * 3
2 2

Secara umum pompa mempunyai head isap dan tekan, seperti


pompa yang sering digunakan dirumah tangga mempunyai head isap 6 mka
dan head tekan () mka. Jadi secara teoritis pompa ini mampu memindahkan
fluida air setinggi )( meter. "emampuan tekan ini tergantung pada konstruksi
dan tenaga penggerak pompa.
;ead tekan pada pompa torak sebanding dengan gaya dorong mesin
penggerak dan berbanding terbalik dengan luas penampang plungernya, hal ini
dapat dirumuskan sebagai berikut !

( C%m
(
)
dimana , Pt ! $ekanan pompa ( C%m
(
)
L ! &aya dorong batang plunger dari mesin ( C )
7 ! Euas penampang plunger ( m
(
)
; ! ;ead tekan%tinggi pemindahan fluida ( C%m
(
)
;l ! "erugian tinggi angkat total ( C%m
(
)
;ead isap pada pompa torak mengikuti teori ?oyle#&ay Eussac dan
$oricelli. $eori ?oyle#&ay Eussac berhubungan dengan penampang dan
langkah gerak plunger yaitu !
Ts
Vs Ps
To
Vo Po . .
=
sedangkan menurut $oricelli terkait
dengan letak pemasangan pompa dan tekanan udara sekitarnya yang secara
umum dapat dijelaskan seperti pada &ambar (.-.
$ekanan udara normal sebanding dengan40 mm;g, bila air raksa diganti air
maka tinggi air ;a A '/,))0 meter. Posisi ketinggian pemasangan pompa
sangat berpengaruh terhadap head isap atau tekanan awal dalam pompa. ?ila
pompa diletakkan pada ketinggian , atau dari permukaan air maka !
hl adalah jumlah kerugian tinggi tekan akibat adanya belokan, orifice, gesekan
turbulen, katup maupun tekanan penguapan karena perubahan tempratur.
20

&ambar (.- $inggi $ekan ,dara Cormal
Pemasangan pompa pada posisi lebih dari '/ meter dari permukaan air,
maka ;
i)
berharga minus artinya menurut $oricelli air tidak dapat naik sehingga
pompa tidak dapat mengisap atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
"erugian tekanan akibat penguapan dapat dilihat pada $abel (.'
8ontoh lain dalam pemasangan pompa boiler, suhu air dari ekonomiser 0/
o
8
dan hambatan#hambatan lain (,- mka, tentukan ketinggian (;2) pompa dari
permukaan sumber fluidanya G
"erugian tekanan penguapan pada suhu 0/
o
8 A (,/) mka, Jadi tinggi
pemasangan pompa maksimal ;2 A '/,))) < (,- < (,/) A -,5/) meter dari
permukaan sumber air.
*.5 Tingi !ngkat dan 7andemen &idro+is
21
$inggi angkat adalah merupakan jumlah tinggi isap dan tinggi tekan.
3isalkan air dalam sumur kedalaman 0 meter dipindahkan ke reser:oir ke atas
gedung tingkat lima ('- meter) dari tanah maka tinggi angkat ; A ;i @ ;t
sebesar (' meter. $inggi angkat yang dilakukan pompa harus lebih besar dari
tinggi angkat di atas karena harus melawan kerugian gesekan, belokan, orifice
dan sebagainya. ,ntuk mengetahui besarnya tinggi angkat pompa maka
dipasang manometer :akum pada langkah isap dan manometer tekan pada
langkah tekan.
&ambar (.0 3anometer "etel 7ngin
3anometer isap menunjukkan -( cm;g,
10
76
52
x H
iman
=
mka A 0,5+ mka,
berarti kerugian tinggi isap karena katup, gesekan dan lain#lain adalah h
li
A
/,5+ mka.
3anometer tekan menunjukkan '(( 8m;g,
10
76
122
x H
tman
=
mka A'0,/- mka,
?erarti kerugian tinggi tekan karena hambatan dan sebagainya h
lt
A ',/- mka.
Perbandingan anatara tinggi angkat dan tinggi angkat manometer disebut
*andemen%efisiensi hidrolis yang besarnya adalah !
*andemen ;idrolis
N
dimana,
h

! *andemen % Dfisiensi hidraulis (K)


; A ;i @ ;t tinggi angkat total (m)
;i ! $inggi isap (tinggi dari air ke sumbu pompa) (m)
;t ! $inggi tekan (dari sumbu pompa ke reser:oir) (m)
;
man
A ;mi @ ;mt @ ;l tinggi angkat total pompa (m)
;mi ! $inggi manometer isap (tinggi isap pompa) (m)
;mt ! $inggi manometer tekan (tinggi tekan pompa) (m)
;l ! "erugian tinggi tekan total (m)
*.4 Tenaga Pompa Torak
22
+ 100 x
Dalam proses pemindahan 2at alir dibutuhkan suatu usaha baik
secara manual maupun menggunakan permesinan. ,saha adalah merupakan
perkalian gaya dan jarak yang dapat dirumuskan sebagai berikut !
, A L M S A & M ;t (Joule)
& adalah &aya berat 2at cair (fluida) & A H M

M g (C)
;t adalah tinggi total dan sering dikenal dengan ;
man
A ; @ ;l
Daya atau $enaga adalah kemampuan melakukan usaha setiap detik
yang mana besarnya dapat dirumuskan ! $enaga secara umum
C A
t
FxS
A
t
GxHt
A
t
H H xgx Vx
l
) ( +
watt
"apasitas = A . Dengan mensubstitusikan harga kapasitas pompa
torak kerja tunggal dan ganda ke persamaan di atas maka tenaga pompa torak
dapat dirumuskan !
"erja $unggal ( watt )
"erja &anda ( watt )

"arena adanya faktor gesekan antara komponen pompa maka tenaga yang
dibutuhkan untuk menggerakkan pompa disebut tenaga penggerak yang
besarnya adalah !
$enaga Penggerak Pompa ( watt )
dimana ! C tenaga pompa torak (watt)
Ce tenaga penggerak pompa ( watt )
D diameter piston%plunger ( m )
d diameter batang piston ( m )
S langkah gerak piston ( m )
n putaran mesin penggerak (rpm)

massa jenis fluida ("g%m


)
)
g gra:itasi bumi (m%det
(
)
m

efisiensi mekanik ( K )
; tinggi isap @ tekan ( m )
;l kerugian tinggi tekan total (m)
9ontoh Perhitungan Tenaga Pompa
23
t
Vx
'. Pompa torak "erja ganda digunakan untuk mengisap air dari kedalaman 0
meter dan menekannya setinggi +( meter dimana kerugian tinggi angkat
diperkirakan - mka. Diameter dan Eangkah gerak plunger masing#masing
0 dan '/ inci, diameter batang plunger ) inci. 3esin penggerak pompa
berputar pada '// rpm. *andemen :olumetrik dan mekanik masing#masing
6- dan 5- K. ;itunglah "apasitas dan tenaga efektip pompa tersebut F
Penyelesaian !
D A 0 inci A ',- dm S A '/ inci A (,- dm d A ) inci A /,4- dm
n A '// rpm,
+ 95 =
v


+ 85 =
m

; @ ;l A -) mka
a. "apasitas Pompa teoritis
= A A -,-( liter%det
"apasitas sesungguhnya =e A
v

M = A /,6- M -,-( A -,(+ liter%det


b. $enaga teoritis

240
53 . 81 * 9 . 1 . 100 . 5 * 2 ). 75 * 0 5 * 1 . 2 .( 14 * 3
2 2

= N
A (54/,/ watt

$enaga Penggerak Pompa Cp A
m
N

A
85 * 0
0 * 2870
A ))40,- watt
(. 3esin uap dengan putaran 6/ rpm digunakan untuk menggerakkan pompa
Diferensial yang berkapasitas (4/ liter%menit dan pemindahan total
ketinggian ;@;l A-/ mka. Eangkah piston S A (D dan diameter piston /,4D.
7kibat gesekan dan kerugian lainnya menimbulkan efisiensi :olumetrik dan
mekanik masing#masing 6- dan 6/ K.
;itunglah a. ,kuran D, S dan d (mm)
b. "apasitas langkah sap dan $ekan (liter%detik)
c. $enaga Penggerak Pompa ("w)
Penyelesaian !
= A (4/ liter%menit A +,- dm
)
%det n A 6/ rpm ; @ ;l A -/ mka
24
240
100 . 5 * 2 ). 75 * 0 5 * 1 . 2 .( 14 * 3
2 2

S A (D d A /,4 D
+ 95 =
v


+ 90 =
m


a. Perhitungan ukuran komponen Pompa
"apasitas Pompa A
240
. 2 . .
2
n D D
Diameter Piston D A
n
xQ
. . 2
240
3

A
90 . 14 * 3 . 2
5 * 4 240
3
x
A ',(+' dm A '(- mm
Eangkah Piston S A (D A (M'(- A (-/ mm
Diameter batang Piston d A /,4D A /,4 M '(- A 54,- mm

b. "apasitas sap dan $ekan Pompa

"apasitas sap =i A
240
. ). .(
2 2
n S d D
A
240
90 . 5 * 2 ). 875 * 0 25 * 1 .( 14 * 3
2 2

A (,)- liter%det
"apasitas $ekan =t A
240
. .
2
n S d
A
240
90 . 5 * 2 . 875 * 0 . 14 * 3
2
A (,(- liter%det
c. $enaga Penggerak Pompa
$enaga Penggerak Pompa Cp A
m v
Hl H g Q

.
) .( . . +
Cp A A (-5',-5 watt

Cp A (,-5( "w
*.7 Perhitungan 'kuran 'tama Pompa Torak
"onstruksi umum pompa torak berbentuk selinder dan didalamnya
terdapat torak%piston dan batang torak. Pompa ini harus mampu menampung
sejumlah fluida yang bertekanan sesuai kebutuhan
25
90 * 0 95 * 0
50 81 * 9 1 5 * 4
x
x x x
1. Perhitungan %iameter didasarkan pada kapasitas pompa yaitu!
a. Pompa "erja $unggal
Diameter Piston "erja $unggal%Diferensial (m)
b. Pompa "erja &anda dimana d A (/,+ < /,4) D,
?ila diambil d A /,-D maka harga diameter piston dapat ditentukan !
Diameter piston kerja &anda (m)

dimana ! D diameter piston % selinder ( m )
d diameter batang piston ( m )
S langkah gerak piston ( m )
n putaran mesin penggerak (rpm)
v

efisiensi :olumetrik ( K )
*. Perhitungan Teba+ 1e+inder didasarkan pada tekanan yang bekerja
yang mengakibatkan timbulnya tegangan tarik pada dinding yang
besarnya dapat diuraikan sebagai berikut !

tizin A
F
t
=
7
tizin
F


L A P M D M E 7 A ( M t M E
( M t M E
tizin
L D P

. .
........ t
tizin
D P
. 2
.
... untuk mencegah ketidak rata#an,
korosi dan faktor penyusutan maka harga tersebut ditambah /,- cm.
$ebal Selinder berdinding tipis (8m)
,ntuk selinder berdinding tebal, dapat menggunakan *umus menurut ?ach
$ebal selinder berdinding tebal
"eterangan !
t O tebal dinding selinder ( 8m )
26
P A P.g. ;
man
! tekanan kerja pompa ("g%cm
(
)
D ! diameter dalam selinder ( 8m )
*
'
! Jari#jari dalam selinder ( 8m )
*
(
! Jari#jari luar selinder ( 8m )
tizin

! $egangan tarik i2in bahan selinder ("g%cm


(
)

tizin

?esi tuang '-/ < (-/ ("g%cm


(
)
tizin

?aja tuang )-/ < --/ ("g%cm


(
)
3. Perhitungan atang Piston0 alat ini berfungsi untuk meneruskan gaya
dorong mesin penggerak ke piston guna menekan dan mengisap fluida.
?esarnya gaya dorong yang dibutuhkan dapat dihitung sebagai berikut !
&aya dorong L A 7 M P A
t
H g D . . . .
2
4

( C )
&aya ini menimbulkan tegangan tekan pada batang piston yang besarnya !
$egangan tekan
tizin a
F
d
=
a A
2
4
d

dengan mensub#
stitusikan ke dua persamaan tersebut maka diperoleh ukuran diameter !

Diameter batang piston ( m )
,ntuk menjaga supaya batang piston tidak bengkok % buckling, maka gaya
dorong yang terjadi harus lebih kecil dari gaya buckling yang besarnya
menurut Duler adalah ! F Fb
L v
I E
=
2
2
.
. .

Jadi Panjang batang Piston
"eterangan !
E ! panjang batang piston ( cm )
D ! modulus elastis bahan ?esi#?aja $uang ((/ < (().'/
-
("g%cm
(
)
L ! gaya dorong piston ( "gf )
: ! :aktor keamanan untuk gaya bolak#balik (+ < 5 )
A 7.y
(
momen inertia (cm
+
)
y ! radius of gyration (jari#jari gyrasi) yang harganya adalah !
27
y A
A
I
untuk benda bulat A
4
64
.d

dan 7 A
2
4
.d

Jadi, jari#jari girasi y A


4
d

Laktor kelangsingan batang piston
y
L
=
yang harganya adalah
?esi tuang 6/ dan ?aja tuang ')-.
8ontoh
Pompa Diferensial mempunyai randemen hidraulis 5- K, :olumetrik 6- K dan
mekanik 6/ K digunakan untuk memindahkan air '6 liter%det dari reser:oir ke
gedung lantai '( yang tingginya +(,- m. Eangkah piston dua kali diameternya
dan panjang batang piston 4-/ mm. Putaran mesin uap sebagai penggerak
pompa 6/ rpm. ?ahan komponen pompa dari baja tuang. ;itunglah !
a. Diameter dalam selinder ( mm )
b. $ebal selinder ( mm )
c. Diameter batang torak ( mm )
d. "apasitas langkah isap dan tekan (liter%det)
e. $enaga yang dibutuhkan ( "w )
Penyelesaian
; A +(,- m
85 * 0 =
h

S A (.D E A 4-/ mm n A 6/ rpm


90 * 0 =
m

=e A '6 lit%det
95 * 0 =
v


tizin

?aja tuang )-/<--/ ("g%cm


(
) A )-/
("g%cm
(
)
a. %iameter da+am 1e+inder .%/
"apasitas Pompa Diferensial S A (.D = A
v
Q

D A
v
n
Q
. . . 2
. 240
3
A
95 * 0 . 90 . 14 * 3 . 2
19 . 240
3
A (,/+ dm A (/+ mm
Diameter torak A diameter dalam selinder D A (/+ mm
b. Teba+ 1e+inder .t/
( cm )
28

P A
H g. .
A
h
H
g

. .
A '/// M '/ M +(,-%/,5-
P A -///// C%m
(
A - "gf%cm
(
D A (/,+ cm
tizin

A )-/ kgf%cm
(
Jadi tebal selinder + 5 * 0
350 . 2
4 * 20 . 5
t /,0- cm A 4 mm

3enurut ?ach
*
(
A '/,(
5 . 3 * 1 350
5 . 4 * 0 350

+
A '/,)) cm
$ A '/,)) < '/,( A /,') cm A ',) mm
Dari ke dua perhitungan di atas lebih aman menggunakan t A 4 mm
c. %iameter atang Torak .d/
L A 7 M P A P D .
2
4

A /,45- M (/,+
(
M - A '0)),+) ("gf)

350 . 14 * 3
43 * 1633 . 4
d (,++ 8m
?erdasarkan Pompa Diferensial d A /,4'.D A /,4'.(/,+ A '+,- cm
Jadi lebih aman menggunakan d A '+- mm, mengingat panjang batang
piston A 4-/ mm, apakah kuat terhadap buckling G ( syarat L Lb )


+0/0,0( '0)),+) jadi sangat aman terhadap buckling
d. Kapasitas "sap dan Tekan Pompa %i,erensia+

"apasitas sap b =i A A A 6,6 lit%det
"apasitas $ekan =t A
240
. .
2
n S d
A
240
90 . 08 * 4 . 45 * 1 . 14 * 3
2
A '/,' liter%det
e. Tenaga :ang dibutuhkan .$p/
C A = M P M g M ;t watt
C A (/ M ' M '/ M -/ A '//// watt
29
F Fb
L v
I E
=
2
2
.
. .
43 * 1633
2
4 6 2
75 . 8
5 * 14 . 05 . 0 . 10 . 2 . 14 * 3

240
. ). .(
2 2
n S d D
240
90 . 08 * 4 ). 45 * 1 04 * 2 .( 14 * 3
2 2

C A '/ "w jadi tenaga yang dibutuhkan


!" N
#
1 * 11
99 * 0
10
= =

*.; Tugas %iskusi
'. Jelaskan keuntungan pompa Diferensial bila dibandingkan dengan pompa
kerja tunggal F
(. Jelaskan keuntungan dan kerugian pompa torak kerja ganda F
). Jelaskan '/ jenis dan fungssi komponen utama pompa torak F
+. Dalam berita di $H, tabung selinder suatu pompa torak pecah, coba anda
Jelaskan arah pecahnya tabung tersebut, apakah memanjang atau melin#
tang F dan jelaskan kemungkinan faktor#faktor penyebabnya F
-. Dalam manual sebuah pompa torak kerja ganda yang mempunyai spesifikasi
bahan dari baja tuang, kapasitas efektif '5 m
)
%jam dan head total -/ meter.
Dengan mengambil referensi *andemen mekanik 5- K, :olumetrik 6/ K,
hidraulis 55 K, langkah piston dua kali diametrnya dan putaran
penggeraknya '(/ rpm ,maka rencanakan ukuran utama pompa tersebut F
! """
P65P! 1#$T7")'8!(
3.1 Komponen Pompa 1entri,uga+
7dapun jenis dan fungsi komponen utama pompa sentrifugal dapat
dikelompokkan menjadi dua komponen utama yaitu *otor dan Stator yang
dapat dijelaskan sebagai berikut !
30
&ambar ).' "omponen utama Pompa Sentrifugal
7. "omponen yang bergerak (*otor)
'. mpeler (sudu#sudu) berfungsi untuk mengubah energi kinetis%putar poros
menjadi energi potensial sehingga menarik dan melemparkan fluida
dengan gaya sentrifugal yang timbul akibat adanya massa fluida dan
putaran.
(. Shaft (Poros) berfungsi untuk meneruskan putaran dan torsi dari mesin
penggerak ke impeler.
). mpeler Cut ( 3ur Sudu) berfungsi untuk mengikat impeler pada ujung poros
+. "ey (Pasak) berfungsi untuk mengunci impeler pada poros
-. *adial bearing berfungsi untuk menahan gaya radial yang timbul akibat
adanya berat rotor dan memperkecil gaya gesekan sehingga memperlancar
gerak putar rotor itu sendiri
0. $hrust bearing berfungsi untuk menahan gaya aksial yang ditimbulkan oleh
penguraian gaya sentrifugal pada kelengkungan konstruksi impeler dan juga
memkecil gaya gesek pada poros
?. "omponen yang diam (Stator)
'. Pump 8asing (*umah Pompa) merupakan bagian paling luar dari pompa
yang berfungsi sebagai pelindung elemen yang berputar, tempat
31
31
kedudukan inlet dan outlet flange serta tempat memberikan arah aliran dari
impeller dan mengkon:ersikan energi kecepatan cairan menjadi energi
dinamis
(. nlet % Suction berfungsi sebagai saluran masuk%isap fluida ke dalam
pompa
). >utlet % Discharge berfungsi sebagai saluran keluar%tekan fluida
+. Suction Llange berfungsi sebagai tempat penyambungan pipa inlet ke
rumah Pompa
-. Discharge Llange berfungsi sebagai tempat penyambungan pipa
outlet%tekan ke rumah pompa
0. 8asing 8o:er berfungsi sebagai tutup impeler dan penahan%pengarah aliran
fluida pada saat pompa beroperasi
4. 8asing Qear *ing berfungsi untuk memperkecil kebocoran cairan yang
melewati bagian depan impeller maupun bagian belakang impeller, dengan
cara memperkecil celah antara casing dengan impeller.
5. 8ooling Jacket merupakan ruangan :entilasi untuk pendingin co:er dan
rumah pompa pada saat beroperasi
6. 8asing Drain 8onecting adalah tempat penyambungan pipa cerat ke rumah
pompa yang biasanya dalam waktu#waktu tertentu dibuka guna membuang
kotoran yang mengendap di dalam pompa
'/.?otton Leet (Eandasan "aki) merupakan dudukan rumah pompa berfungsi
sebagai tempat pemasangan pompa pada fondasinya
''.Seal Llushing Pipe adalah pipa penghubung antara outlet dan ruang operasi
yang berfungsi untuk pelepas tekanan fluida yang berlebihan antara kedua
ruang tersebut.
'(.?earing ?racket adalah rumah tempat pemasangan bearing aksial % radial
').?earing 8o:er adalah tutup bearing yang berfungsi untuk menahan dan
menutup bearing supaya bearing tetap pada posisi dan bebas dari debu
'+.?earing ?racket Support berfungsi sebagai pendukung rumah bearing
'-.>il 8hamber berfungsi sebagai wadah dan tempat pembuangan minyak
pelumas antara poros dan bearing
'0.>il % splash seal biasanya dipasang pada ujung poros guna mencegah
kebocoran oli pelumas bearing melalui poros yang sedang berputar
32
'4.Shaft Protection Slee:e berfungsi untuk melindungi poros dari erosi keausan
maupun untuk mencegah gerak aksial yang akan terjadi
'5. 3echanic Seal berfungsi untuk mencegah kebocoran fluida melalui poros
3.* Prinsip Ker-a Pompa 1entri,uga+
?ila dilihat dari samping gambar di atas maka bentuk impeler adalah
bulat dan bersirip seperti gambar di bawah ini. "etika motor penggerak pompa
dihidupkan maka poros meneruskan putaran ke impeler sehingga fluida masuk
melalui lubang inlet dan disentuh oleh sirip impeler. Lluida yang berada
diantara sirip#sirip impeler akan terlempar keluar akibat gaya sentrifugal yang
ditimbulkan oleh putaran impeler tersebut. $erlemparnya fluida keluar secara
otomatis akan terjadi isapan fluida melalui saluran inlet. Peristiwa ini akan terus
berlangsung selama motor penggerak pompa dihidupkan sehingga terjadi
aliran paksa terhadap fluida mulai dari reser:oir sampai keluar pompa.

&ambar ).( "onstruksi mpeler
Poros dan mpeller pada pompa sentrifugal didukung dengan bantalan pada
kedua ujung porosnya ataupun hanya salah satu ujungnya saja. Pada
pemasangan satu bantalan menghemat satu seal tetapi akan terjadi
peningkatan dari lendutan%defleksi pada poros, sedangkan lainnya sama.
,ntuk meningkatkan kapasitas dapat di buat impeller dengan double suction,
ini juga berguna untuk menyetimbangkan gaya aMial yang terjadi. ,ntuk
memenuhi kebutuhan akan total head yang tinggi maka dapat di konstruksikan
dengan pemasangan inpeller lebih dari satu atau jamak (multi#stage). ,ntuk
membantu menghilangkan gaya aMial dari impeller jamak tersebut maka dapat
dilakukan pemasangan impeller dengan posisi berlawanan (back to back).
33
a. Poros dengan satu ?antalan b. Poros dengan dua ?antalan
c. mpeler bertolak ?elakang d. mpeler 3ulti Stage
&ambar ).) Jenis#jenis Pompa Sentrifugal
3.3 Perhitungan &ead dan Tekanan
Pompa sentrifugal adalah salah satu tipe pompa yang bekerja
menurut gaya sentrifugal yaitu gaya yang timbul akibat adanya massa yang
berputar dan arahnya keluar tegak lurus meninggalkan sumbu putar. 3assa
yang dimaksud dalam hal ini adalah massa fluida yang masuk ke dalam
impeler yang sedang berputar. &aya lempar fluida yang terjadi yang lebih
umum disebut gaya sentrifugal yang besarnya adalah !
&aya sentrifugal )
s,
< m. = . 7
(
(C) dan = < *. . n rad%menit
7kibat gaya ini maka timbul percepatan yang meningkatkan kecepatan dan
berubah menjadi energi kinetis #
k
< . m . >
*
joule. Sesuai dengan bentuk
casing dan fungsi pompa maka energi kinetis fluida ini berubah menjadi energi
potensial #
p
< m . g . & joule. 3enurut ;ukum "ekekalan Dnergi !
34
Dk A Dp jadi ;ead ($inggi tekan) meter, ini berarti bahwa tinggi
angkat fluida pada pompa sentrifugal merupakan fungsi kuadrat dari kecepatan
putar impelernya. $inggi angkat ini berkaitan langsung dan sebanding dengan
dengan tekanan pompa yaitu !
$ekanan Pompa Sentrifugal ( Pa )

"eterangan , Lsf ! gaya sentrifugal fluida ( C )
Dk ! energi kinetik (joule)
Dp ! energi potensial (joule)
; ! tinggi angkat%tekan pompa (mka)
Psf ! $ekanan pompa (Pa)
m ! massa fluida ( "g )
H ! kecepatan keliling%putar impeler (m%det)
R ! kecepatan sudut impeler (rad%det)
n ! jumlah putaran impeler (rpm)
! massa jenis fluida ("g%m
)
)
8ontoh
Pompa sentrifugal mempunyai diameter impeler )// mm berputar pada '(//
rpm, tentukanlah tinggi angkat dan tekanan impelernya bila randemen hidraulis
5/ K dan massa jenis air yang dipindahkan ' "g%liter G
Penyelesaian
D A )// mm A /,) m n A '(// rpm
8 * 0 =
h

A ' "g%liter A '/// "g%m


)
"ecepatan keliling sudu H A .D.n % 0/ A ),'+ M /,) M '(// % 0/ A '5,5+ m%det
$inggi angkat A A ('5,5+)
(
! (( M '/) A '4,4- mka
$inggi angkat efektif
xH H
h
=
A /,5 M '4,4- A '+,(/ mka
35
$ekanan fluida pada impeler

P
sf
A '/// M '/ M '4,4- A '44-// Pa
3.4 Ker-a 1pesi,ik dan Tinggi !ngkat
Perpindahan energi sudu terjadi pada saat sudu diputar dimana fluida
masuk di bagian dalam dengan kecepatan relatif
1

dan arah
2

.
"ecepatan relatif ini merupakan resultan dari kecepatan H
'
fluida mengalir ke
dalam sudu dengan kecepatan ,
'
keliling sudu. Pada saat sudu berbutar
1

bergerak menelusuri sisi sudu dan keluar dengan kecepatan relatif


2

dengan
arah
2

. "arena adanya gesekan antara fluida dan sisi sudu maka harga
2

dapat dirumuskan ! 2

A 1

. 1

. &abungan atau resultan antara 2

dan
,
(
menghasilkan kecepatan H
(
fluida keluar sudu.
&ambar ).+ Segi tiga "ecepatan
7dapun harga parameter diatas dapat dijelaskan sebagai berikut !
"ecepatan keliling sudu bagian dalam ,
'
A
60
. .
1
n D
(m%det)
"ecepatan fluida masuk sudu H
'
A
Ai
Q !a#asitas ) (
(m%det)
Euas saluran sudu bagian dalam 7
i
A .D
'
. b
'
. 2 ( m
(
)
7rah % sudut masuk fluida secara teoritis
1

A 6/
/
tapi karena ada faktor
gesekan maka 1

6/
/
, jika diambil 6/
/
maka harga 1

dapat
menggunakan *umus Phitagoras, tapi bila 1 6/
/
maka dapat menggunakan
7turan 8osinus.
?esaran dari sudut#sudut di atas dapat ditentukan sebagai berikut !
1

6/
/

'
A didapat dari hitungan
36
2

= - # '(
/
Pompa dengan saluran pengarah (?ertingkat)
2

= '/ # (-
/
Pompa tanpa saluran pengarah ( ' tingkat )

(
A (- < )(
/
"ecepatan keliling sudu bagian luar ,
(
A
60
. .
2
n D
(m%det)
"ecepatan relatif fluida keluar sudu 2

A 1

. 1

. (m%det)
"ecepatan keliling sudu bagian luar mempunyai batasan sesuai dengan bahan
yang digunakan antara lain adalah sebagai berikut !
,
(
A )- meter%detik untuk ?esituang "elabu
,
(
A 0/ meter%detik untuk Perunggu $uang
,
(
A 4/ meter%detik untuk Eogam ringan
,
(
A 5/ meter%detik untuk ?aja tuang
"oefisien gesek antara fluida dan sirip sudu
1

A /,6- < /,65


Dengan menggunakan 7turan 8osinus maka didapat harga kecepatan H
(
fluida
keluar sudu. "omponen "ecepatan fluida yang berpengaruh terhadap tenaga
gerak pompa adalah H
'M
A H
'u
A H
'
. 8os
1

A /
H
(M
A H
(u
A H
(
. 8os
2

3enurut kaidah 3omentum, akibat adanya putaran akan menimbulkan 3omen


puntir ($orsi) yang besarnya adalah !
$ A L M * A m. a . * A m . * .
dt
dV
$
$ A
) (
1 1 2 2 $ $ t
m
V % V %

$orsi ini dihasilkan oleh tenaga penggerak yang besarnya adalah !
$enaga Pompa C A $ M dimana kecepatan keliling , A * M
N = x ) (
1 1 2 2 $ $ t
m
V % V %
C A
) (
1 1 2 2 $ $ t
m
V & V &
jika ruas kiri dan kanan dibagi
t
m
m =
.
massa setiap detik, maka diperoleh
$enaga Spesifik ( Cm%"g)
37
$enaga Spesifik adalah tenaga yang dibutuhkan untuk memindahkan ' "g
fluida.
"erja spesifik berkaitan langsung dengan tinggi angkat pompa yang harganya
menurut Duler adalah 9 A g . ;
$inggi angkat, Persamaan Duler (mka)
Dari persamaan Duler tersebut dapat dijelaskan bahwa tinggi angkat berlaku
untuk semua jenis fluida tanpa tergantung pada kerapatan%massa jenis. ?ila
memperhitungkan massa jenis setiap fluida maka tinggi angkat ini berubah
menjadi tekanan yang besarnya dapat dirumuskan sebagai berikut !
$ekanan Pompa P A . g . ; (Pa) ' bar A '/./// Pa

"eterangan,
9 ! kerja spesifik (Cm%kg) ,
'%(
! kecepatan keliling dalam%luar sudu m%det
; ! tinggi angkat ( mka ) H
'%(
! kecepatan fluida masuk%keluar sudu m%det
P ! tekanan pompa (Pa) : massa jenis fluida (kg%m
)
)
g O gra:itasi bumi (m%det
(
)
3.5 Tenaga dan #,isiensi Pompa
$inggi angkat merupakan faktor utama dalam penentuan ukuran dan
tenaga pompa. Dari uraian sebelumnya telah dijelaskan bahwa besarnya
tenaga dapat dihitung dengan persamaan !
$enaga Pompa watt
Dalam pengoperasian pompa terdapat berbagai jenis kerugian seperti tinggi
angkat , :olumetrik dan mekanis sehingga menurunkan efisiensi secara
keseluruhan. Jenis#jenis efisiensi yang terjadi pada pompa adalah !
'. Dfisiensi ;idraulis
+ 100 x
man
H
H
h
=

(. Dfisiensi Holumetrik
+ 100 x
Q
Q
v
=
38
). Dfisiensi 3ekanis
+ 100 x
#
N
N
m
=
+. Dfisiensi Pompa
+ 100 x x x
m v h #
=

;arga Dfisiensi hidraulis dan mekanik tergantung pada kecepatan putar spesifik
yang besarnya adalah !
&ambar ).- &rafik "ecepatan putar Spesifik dan *andemen
$abel ).' ;ubungan antara "ecepatan Putar Spesifik dan
*andemen ;idraulis
.n?/ adalah kecepatan spesifik yaitu kecepatan putar yang dibutuhkan untuk
menghasilkan tinggi angkat ;S A ' meter dengan kapasitas = A ' m
)
%det
;arga (nS) ini berpengaruh terhadap pemilihan bentuk impeler yang
digunakan apakah impeler tekanan tinggi atau rendah.
39
8ontoh
Sebuah pompa sentrifugal mempunyai kapasitas efektif
'(0 m
)
%jam dengan putaran '+-/ rpm dan *andemen Holu
metrik 6- K. Dari hasil pengukuran impelernya terdapat
data seperti gambar disamping
;itunglah ! a. "erja Spesifik (9) Cm%"g
b. $ekanan "erja Pompa (P) Pa
c. $enaga Penggerak Pompa (Cp) "w
(Data lain lihat *eferensi )
Penyelesaian
=e A '(0 m
)
%jam A /,/)- m
)
%det D
'
A'// mm A /,'/ m b
'
A )/ mm A /,/) m
n A '+-/ rpm
95 * 0 =
v

D
(
A((/ mm A /,(( m b
(
A'( mm A /,/'(m
a. "erja Spesifik (9)
"ecep. "eliling sudu bagian dalam ,
'
A
60
. .
1
n D
A
60
1450 . 10 * 0 . 14 * 3
A 4,-6 m%det


"ecep. "eliling sudu bagian luar ,
(
A
60
. .
2
n D
A
60
1450 . 22 * 0 . 14 * 3
A '0,6+ m%det
"apasitas pompa
v
Q
Q

=
A
95 * 0
035 * 0
A /,/)4 m
)
%detik
Euas saluran masuk sudu 7
'
A .D
'
.b
'
.2 A ),'+ M /,'/ M /,/) M 0
7
'
A /,/-4 m
(
"ecepatan fluida masuk sudu H
'
A
057 * 0
037 * 0
=
A
Q
A /,0- m%det
?ila sudut masuk
1

A 6/
/
maka H
'u
A H
'
. 8os 6/
/
A /,// m%det
"ecepatan *elatif masuk sudu R
'
2
1
2
1
V & + =
R
' A
2 2
65 * 0 59 * 7 +
A 4,0( m%det

Sudut masuk relatif T
'
A
1
1
&
V
a'(tg A
59 * 7
65 * 0
a'(tg
A +,6
/

"ecepatan *elatif keluar sudu R
(
A 1

. 1

A /,6- < /,65


40

R
(
A /,6- . 4,0( A 4,(+ m%det
Sudut Relatif keluar sudu
(
A (- < )(
/
diambil )/
/


"ecepatan fluida keluar sudu H
(
A
0
2 2
2
2
2
2
30 . . 2 )os & & +

H
(
A 866 * 0 . 94 * 16 . 24 * 7 . 2 94 * 16 24 * 7
2 2
+

H
(
A '',(4 m%det
Sudut fluida keluar sudu
( )
2 2
2
2
2
2
2
2
. . 2 2 V &
V &
a'()os

+
=

( )
27 * 11 . 94 * 16 . 2
24 * 7 27 * 11 94 * 16
2
2 2 2
+
= a'()os



=
2

'5,4-
/
dapat diterima karena


2

= '/ # (-
/
Pompa tanpa saluran pengarah ( ' tingkat )
?ila sudut
2

A '5,4-
/
maka H
(u
A H
(
. 8os '5,4- A '',4- M /,6+06

H
(u
A '',') m%det

Jadi "erja Spesifik 9 A ('0,6+ M '',') # 4,-6 M / ) A '55,-+ Cm%"g
b. $ekanan "erja Pompa air A '/// "g%m
)


Jadi $ekanan "erja Pompa P A '/// M '55,-+ A '55-+/ Pa
c. $enaga Penggerak Pompa (Cp)
$inggi angkat ; A
854 * 18
10
54 * 188
= =
g
*
meter
Putaran spesifik A 3
854 * 18 4
037 * 0
M '+-/ A )/,5) rpm
Jika nS A )/,5) rpm dan = A /,/)4 m
)
%det , maka dari $abel (.( dan
&ambar ).+ didapat !
96 * 0 =
h

dan
=
m

45 K

$enaga Pompa A '/// M '/ M '5,5-+ M /,/)4
C A 064-,65 watt
$enaga Penggerak Pompa Cp A
m h
N
.
A
78 * 0 . 96 * 0
98 * 6975
Cp A 6)'0,(' watt A 6,+ "w
41
3.4 Perencanaan %asar 'kuran 'tama Pompa
Secara umum perencanaan ukuran utama dari pompa sentrifugal
didasarkan pada tinggi angkat dan kapasitas yang diperlukan. Dari parameter
ini maka dapat ditentukan tenaga pompa yang mana harganya lebih kecil dari
tenaga penggeraknya. Perbandingan ke dua tenaga ini disebut *andemen
mekanik yang dapat dirumuskan sebagai berikut !
$enaga Penggerak Pompa ( watt )
$enaga Pompa C A . g . ;
man
. = ( watt )
$enaga pompa sama dengan tenaga mekanik porosnya C A Cmp A L M H watt
C A
1000 . 60
. 2 . . n % F
"watt, sedangkan $orsi $ A L M * dari persamaan tersebut
didapat harga $orsi ! ( Cm )
1. Perhitungan %iameter Poros
Poros berfungsi sebagai tempat pemasangan impeler dan sekaligus sebagai
penerus putaran dari motor penggerak. 7kibat berat dan gaya sentrifugal
impeler akan menimbulkan tegangan bending sedangkan akibat putaran
motor akan menimbulkan tegangan geser puntir. "arena hal tersebut maka
perhitungan ukuran didasarkan pada !
a. Diameter poros berdasarkan $orsi
b. Diameter poros berdasarkan ?ending bi #i
) 8 * 0 5 * 0 ( =

?ahan poros dapat diambil dari ?aja yang mempunyai tegangan puntir i2in !
Pompa satu tingkat ringan #i

A (/ C%mm

Pompa bertingkat ringan #i

A '- C%mm
(
Pompa bertingkat berat #i

A '/ C%mm
(
,ntuk mendapatkan perhitungan diameter poros yang lebih aman maka
dapat menggunakan resultan dari pengaruh torsi dan momen bending. Dari
42
hasil perhitungan diameter maka dilakukan penyesuaian dengan standar
bearing, alur pasak dan jari#jari (fillet) maupun teknik assembling sehingga
didapat gambar poros yang diinginkan.

&ambar ).0 Poros Pompa
*. Perhitungan %iameter "mpe+er
?anyak tipe sudu yang dijumpai dilapangan, tapi secara umum dapat dibagi
tiga yaitu tipe terbuka, semi terbuka dan tipe tertutup yang masing#masing
mempunyai kekurangan dan kelebihan sesuai dengan kebutuhannya.
a. $erbuka b. Semi $erbuka c. $ertutup
&ambar ).4 $ipe mpeler
Dalam perencanaan ,kuran mpeler tergantung
pada ukuran poros yang harganya dapat dijelas
kan sebagai berikut !
Diameter dalam inlet DC A (',( < ',+ ) D
Diameter luar inlet DS A D
'
A
2
0 .
. 4
,
DN
V
Q
+

Diameter luar outlet D


(
A
n
&
.
. 60
2


=
U
A (',/( < ',/- ) = karena ada sebagian fluida kembali ke saluran inlet
melalui celah#celah casing.
Ho ! kecepatan aliran fluida masuk mulut% inlet pompa yang harganya dapat
diperoleh dari &rafik "apasitas dan Putaran pada &ambar ).5
;arga ,
(
tergantung pada bahan impeler , lihat penjelasan pada poin (.+
43
&ambar ).5 &rafik "apasitas dan Putaran
3. Perhitungan (ebar "mpe+er
,kuran lubang saluran sudu (t) dibatasi oleh dinding yang tebalnya (s) !
s A (( < '/) mm untuk ?esi tuang
s A () # 0 ) mm untuk Eogam non Lerro
"arena hal tersebut maka terjadi penyempitan yang menimbulkan
peningkatan kecepatan masuk sudu. Laktor penyempitan dapat ditentukan!

) ( s t
t

=
untuk saluran inlet
i

A ',' # ',(
saluran outlet
o

A ',/) < ',/5


"ecepatan fluida masuk sudu H
'
A
i

M Ho dan H
(
A
o

M H
(m
Euas saluran inlet 7
'
A (t#s) . b
'
. 2
Eebar saluran inlet
Eebar saluran outlet
Lungsi sudu adalah mengarahkan aliran fluida dari arah aksial menjadi arah
radial yang tegak lurus poros. Semakin banyak sudu semakin baik arah
aliran tetapi meningkatkan faktor gesekan antara fluida dengan dinding sudu.
Jumlah sudu ini dipengaruhi oleh perbandingan diameter inlet dan outlet
44
maupun jumlah sudut relatif yang harganya dapat ditentukan melalui grafik
berikut ini.
&ambar ).6 &rafik Sudut *elatif dan Jumlah Sudu
8ontoh
*encanakanlah ukuran utama ( Diameter poros dan ukuran mpeler) pompa
sentrifugal yang dapat menghasilkan kapasitas )// m
)
%jam dan tinggi angkat
total '(/ meter pada putaran '+-/ rpm , bahan sudu diambil dari besi tuang F
Penyelesaian !
a. 2um+ah Tingkat / "mpe+er
"apasitas fluida = A )// m
)
%jam A /,/5) m
)
%detik
$inggi angkat bila ' tingkat ; A '(/ meter
"ecepatan Spesifik A
1450
3
120 4
083 * 0
x
nS A '',- permenit
?ila nS A '',- maka tipe impeler yang dipakai adalah
mpeler $ekanan tinggi ;
U
A '// meter
nS A '',- dan = A /,/5) m
)
%detik didapat m

A 4+ K
45
Jumlah tingkat i < & : &
@
A '(/ ! '// A ',( dibulatkan menjadi ( tingkat,
berarti tinggi angkat satu impeler ; A '(/ ! ( A 0/ meter.
"ecepatan Spesifik A
1450
3
60 4
083 * 0
x
A '6 permenit
?ila nS A '6 dan ( tingkat maka tipe impeler yang
dipakai adalah mpeler $ekanan tinggi
nS A '6 dan = A /,/5) m
)
%detik didapat
m

A 44 K
b. Tenaga dan Torsi Pompa
$enaga penggerak pompa A
m
Q H g

. 1000
. . .
A
77 * 0 . 1000
083 . 0 . 120 . 81 * 9 . 1000

!"att N# 128 =
3omen puntir % $orsi
1450
128
3 3
10 . 55 * 9 10 . 55 * 9 = =
n
N
#
T

Nmm Nm T 843000 843 = =
c. %iameter Poros Pompa
Diameter poros bertingkat ringan
15 =
#i


3
15
843000 1 * 5 x
d ' 66 mm
Dengan penyesuaian standard bantalan dan pasak maka diambil D A 4/ mm
d. Perhitungan %iameter "mpe+er
Diameter dalam inlet DC A (',( < ',+ ) D A ',(5 M 4/ A 6/ mm A /,/6 m
"apasitas fluida masuk impeler =
U
A ',/- M /,/5) A /,/54 m
)
%det
Dari &rafik "apasitas =
U
A /,/54 m
)
%det dan n A '+-/ rpm maka didapat
46
harga kecepatan fluida masuk impeler Ho A ),- m%det
Diameter luar inlet DS A D
'
A
2
0 .
. 4
,
DN
V
Q
+

A
2
5 * 3 14 * 3
087 * 0 4
09 * 0 +
x
x

A /,'66+ m A (// mm
Diameter luar outlet D
(
A
n
&
.
. 60
2


"ecepatan keliling impeler ,
(
A )- m%det untuk ?esi tuang diambil )) m%det

D
(
A
1450 14 * 3
33 60
x
x
A /,+)- m A +)- mm
e. Perhitungan 1egitiga Kecepatan
"ecepatan fluida masuk sudu H
'
A
i

M Ho

A ',' # ',(
H
'
A ','- M ),- A + m%det
"ecep. "eliling sudu bagian dalam ,
'
A
60
. .
1
n D
A
60
1450 2 * 0 14 * 3 x x
,
'
A '-,( m%det
"ecepatan *elatif masuk sudu R
'
2
1
2
1
V & + = A
2 2
4 2 * 15 +
R
'
A '-,- m%det
Sudut masuk relatif T
'
A
1
1
&
V
a'(tg A
2 * 15
4
a'(tg
A '+,4
/

'-
/

"ecepatan *elatif keluar sudu R
(
A 1

. 1

A /,6- < /,65



R
(
A /,6- . '-,- A '+,4 m%det
Sudut Relatif keluar sudu
(
A (- < )(
/
diambil (5
/
Dengan memperhatikan ketentuan sebelumnya dan menggunakan 7turan
Sinus < 8osinus maka harga kecepatan fluida dan besar sudut lainnya
didapat sebagai berikut !

2

A '6
/

(
A (5
/
R
(
A '+,4 m%det H
(
A (+,- m%det
,
(
A )) m%det H
(u
A (+ m%det dan H
(m
A 0,6 m%det
47
,. Perhitungan (ebar 1udu
Eebar saluran inlet


4 2 * 0 14 * 3
15 * 1 087 * 0
x x
x
=
b
'
A /,/)65 m A +/ mm
Eebar saluran outlet

9 * 6 435 * 0 14 * 3
05 * 1 087 * 0
x x
x
=
b
(
A /,//64 m A '/ mm
g. Perhitungan 2um+ah dan 2arak 1udu
Perbandingan D
(
! D
'
A +)- ! (// A (,'4- dan jumlah sudut relatif
T
'
@
(
A '-
/
@ (5
/
A +)
/
, maka dari &ambar ).6 didapat jumlah sudu (2) A4

Jarak pembagian sudu (t) A "eliling impeler ! jumlah sudu
Jarak sudu inlet
7
200 14 * 3
1
x
z
xD
i
t = =

A 56,4 mm

6/ mm
Jarak sudu outlet
7
435 14 * 3
2
x
z
xD
o
t = =

A '6- mm
Jadi dari perhitungan ukuran sudu#sudu diatas maka hasilnya dapat
digambarkan berikut ini.
48
h. Pengecekan Tinggi !ngkat setiap sudu .&
1s
/

$inggi angkat setiap sudu menurut Duler !
mt' H
x
g
V & V &
s
$ $
7 * 80
81 * 9
) 0 24 33 ( ) . (
1
1 1 2 2
= = =

"arena dari awal sudah ditentukan pompa sentrifugal ( tingkat atau (
impeler maka tinggi angkat total ( M 5/,4 meter A '0',+ meter berarti
cukup memenuhi sebab 1 '(/ meter walaupun sedikit boros.
3.7 Tugas %iskusi
'. Jelaskan perbedaan antara sudu dan impeler F
(. Jelaskan pengertian dari "erja spesifik pompa F
). 7pa yang dimaksud dan manfaat Segitiga "ecepatan F
+. Pompa sentrifugal tiga tingkat, bahan impeler besi tuang berputar pada
putaran 6// rpm, D
'
A '+/ mm, D
(
A )// mm , jumlah sudu 0 buah dengan
lebar b
'
A )0 mm dan b
(
A '( mm, data lain lihat ketentuan%standard pompa
;itunglah ! a. $inggi angkat Pompa
b. "apasitas efektif Pompa (m
)
%jam) bila v

A 6+ K
c. $enaga Penggerak Pompa ("watt)
-. *encanakanlah ukuran utama ( Diameter poros dan ukuran mpeler) pompa
sentrifugal yang dapat menghasilkan kapasitas (5/ m
)
%jam dan tinggi angkat
total '+/ meter pada putaran '+-/ rpm , bahan sudu diambil dari besi tuangF
! ">
K!T'P P65P!
4.1 )ungsi dan K+asi,ikasi Katup
"atup adalah salah satu komponen penting untuk menunjang proses
kerja pompa. "atup (Hal:e) sering juga disebut klep yang berfungsi untuk
mengatur pemasukan dan pengeluaran fluida ke dalam atau keluar pompa.
"atup dirancang untuk dapat bergerak secara otomatis tanpa adanya bantuan
49
tenaga mekanis tetapi bekerja berdasarkan prinsip perbedaan tekanan yang
timbul di bawah dan di atas katup itu sendiri.
?ahan katup yang digunakan disesuaikan dengan tipe pompa
maupun jenis fluida yang dibutuhkan. Pompa bertekanan dan suhu tinggi
biasanya menggunakan bahan dari logam seperti perunggu, besi tuang, dan
yang bertekanan dan suhu rendah menggunakan bahan bukan dari logam
seprti karet, kulit, kan:as ataupun kayu.
Setiap jenis pompa mempunyai tipe katup yang berbeda, bila ditinjau
dari fungsinya maka katup dapat dibagi dua yaitu !
a. "atup sap, terbuka secara otomatis pada langkah isap yang berfungsi untuk
mengatur pemasukan fluida ke dalam pompa dan akan tertutup pada
langkah tekan guna mencegah kembalinya fluida ke posisi semula.
b. "atup tekan, terbuka secara otomatis pada langkah tekan untuk mengatur
pengeluaran fluida dari pompa ke arah outlet dan akan tertutup pada langkah
isap guna mencegah kembalinya fluida ke dalam pompa,
?ila ditinjau dari bentuk dasar geometrisnya maka katup dapat dibagi menjadi
enam bentuk yaitu !
'. "atup 8akra Datar
(. "atup 8akra "onis
). "atup 8incin $unggal
+. "atup 8incin &anda
-. "atup Dngsel dan
0. "atup Peluru (?ola)
4.* Katup 9akra %atar
$ipe katup ini mempunyai bentuk seperti piringan yang mempunyai
permukaan rata. Pada saat langkah isap untuk katup isap dan langkah tekan
untuk katup tekan, katup ini terbuka dan terangkat setinggi (h) sehingga fluida
mengalir melalui saluran%pipa berukuran (d) dengan kecepatan 8
'
dan malui
celah katup dengan kecepatan 8
(
. 3enurut ;ukum kontinuitas maka berlaku !
=
'
A =
(


=
'
A 7
'
M 8
'
A
1
2
4
x) d

=
(
A 7
(
M 8
(
A
2
. . . ) h d
50
51
,ntuk menjaga kesetabilan aliran guna mencegah getaran maka diharapkan
kecepatan fluida 8
'
A 8
(
, jadi dengan mensubstitusikan ke dua persamaan
tersebut didapat !
1
2
4
x) d

A
2
. . . ) h d
harga tinggi angkat katup (h
ki
) adalah !
&ambar +.' "atup 8akra Datar
$inggi angkat "atup sap
Dalam prakteknya, tinggi angkat katup isap
banyak menggunakan rumus empiris yaitu
h
ki
< .A01 B A0*/.d dan kecepatan fluida pada
celah katup 8
(
A ',- m%det.
,ntuk katup tekan dapat dihitung menggunakan rumus !

2
2
4
. . . . ) h d x) D
+t #m

=
sehingga didapat harga
$inggi angkat katup tekan


60
. . n S
#m
)

=
(m%det)
"eterangan, h
ki
% h
kt
! tinggi angkat katup isap%tekan ( m )
D ! diameter engkol ( m )
d ! diameter lubang saluran ( m )
8
pm
! kecepatan piston maksimum (m%det)
8
'
! kecepatan fluida melalui saluran (m%det)
8
(
! kecepatan fluida melalui celah katup (m%det)
S ! langkah piston ( m )
8ontoh
51
Pompa torak berputar pada '(/ rpm mempunyai langkah S A ( D dan
diameter torak '// mm. "ecepatan fluida pada celah katup ',- m%det.
$entukanlah kecepatan maksimum torak dan diameter serta tinggi angkat
katupF
Penyelesaian !
n A '(/ rpm D A '// mm S A (// mm 8
(
A ',- m%det
a. "ecepatan piston maksimum
60
120 . 2 * 0 . 14 * 3
60
. .
= =
n S
#m
)

A ',(-0 m%det
b. Diameter dan tinggi angkat katup

2
2
4
. . . . ) h d x) D
+t #m

h
kt
A diambil /,(.d
5 * 1 . . 2 * 0 . . 14 * 3 256 * 1 1 * 0 .
2
4
d d x =

Diameter katup
942 * 0
01 * 0
= d A /,'/) m dibulatkan '/- mm
$inggi angkat katup h
k
A /,( M d A /,( M '/- A (' mm
4.3 Katup 9akra Konis
Dengan jalan yang sama seperti perhitungan katup cakra di atas
dengan sudut kemiringan katup maka berlaku persamaan :
2
2
4
. . . . ) h d x) D
x #m

=
h
M
A h
kt
. Sin
$inggi angkat katup tekan (h
kt
)
52
&ambar +.( "atup 8akra "onis
4.4 Katup 9incin Tungga+
&ambar +.) "atup 8incin $unggal
Persamaan aliran fluida antara saluran isap dan dudukan katup !
[ ]
1
2
4
2
4
2
4
. . ) d ) d d
t b h

= untuk menjaga kesetabilan aliran fluida maka
diupayakan 8
t
A 8
'
sehingga d
h
(
< d
b
(
A d
(
, jadi harga diameter luar dudukan
katup dapat dirumuskan !
Persamaan aliran fluida antara celah katup dan dudukan katup !
( . . d
g
. h
ki
. 8
(
A . d
g
. a . 8
t
untuk menjaga kesetabilan aliran fluida
maka diupayakan 8
t
A 8
(
sehingga didapat harga lebar lubang laluan
dudukan katup
Persamaan aliran fluida antara pada pompa dan celah katup!
53
8ontoh
Sebuah pompa dengan putaran pompa penggerak '(/ rpm. Perbandingan
langkah dengan diameter piston (,+. "ecepatan piston maksimum sama
dengan kecepatan fluida melalui celah katup yaitu sebesar ',- m%det.
;itunglah a. Diameter dan langkah piston F
b. $inggi angkat katup bila diameter tusuk dt A '-0 mm
c. Diameter luar dan dalam katup cincin bila s A ) mm
Penyelesaian
n A '(/ rpm S A (,+ D 8
pm
A 8
(
A ',- m%det a A ( h
ki
a. Diameter dan Eangkah Piston

60
. . n S
#m
)

=


120 14 * 3
5 * 1 60
.
60
x
x
n
x)
#m
S = =

Eangkah Piston S A /,()6 meter dibulatkan (+/ mm
Diameter Piston D A S ! (,+ A (+/ ! (,+ A '// mm
b. $inggi angkat "atup

5 * 1 . 156 * 0 . 8
5 * 1 1 * 0
. . 8
2
2
2
x
) d
x) D
+t
t
#m
h = = A /,//5 m A 5 mm
c. Diameter "atup 8incin
Diameter dalam 8incin di A dt # a < (s

a A (h
kt
A '0 mm s A ) mm
di A '-0 < '0 # (M) A ')+ mm
Diameter luar 8incin dl A dt @ a @ (s
dl A '-0 @'0 @ (M) A '45 mm
4.5 Katup 9incin 8anda
54
&ambar +.+ "atup 8incin &anda
Dengan prinsip yang sama seperti katup cincin tunggal maka aliran fluida pada
cincin majemuk dapat digunakan persamaan !

t + #m
d ) h ) D = . . . . 2 .
2
2
4

tn t t t
d d d d ...
2 1
+ + =
*umus Dmpiris
d
tn
A d
t'
@ ((n < ').b )/V b V 4/ dan diameter tusuk terkecil
b A ((a @ s) d
t'
V 4/ mm
d
in
A d
tn
<a < (s a A (,(- h
k
d
in
A d
tn
<a < (s h
k
V '/ mm "apasitas kecil
d
ln
A d
tn
@ a @ (s h
k
A ('/ < '-) mm "apasitas besar
8ontoh
Sebuah pompa torak mempunyai diameter piston (// mm dan langkahnya )0/
mm berputar pada '(/ rpm. "ecepatan fluida melalui celah 8
(
A ',- m%det dan
harga a A (,(- hk, s A (,- mm dan tinggi angkat katup diambil 5 mm.
;itunglah a. "ecepatan piston maksimum
b. Diameter tusuk jika jumlah cincin ) buah
c. Diameter luar dan dalam cincin katup
Penyelesaian
D A (// mm A /,( m S A )0/ mm A /,)0 m n A '(/ rpm 8
(
A ',- m%det
;k A 5 mm a A (,(- hk A (,(- M 5 A '5 mm s A (,- mm
55
a. "ecepatan piston maksimum
A (,(0 m%det
b. Diameter tusuk katup

t
d = . 5 * 1 . 008 * 0 . 14 * 3 . 2 26 * 2 . 2 * 0 .
2
4
14 * 3
0*071 ' 0*0754 -
t
d

mt' d
t
942 * 0
0754 * 0
071 * 0
= =
' 942 mm
D
tn
A d
t'
@ ((n#').b

bA ((a@s) A (('5 @ (,-) A +' mm


d
t'
A d
t'
d
t(
A d
t'
@ (((#').+' A d
t'
@ 5(
d
t)
A d
t'
@ (()#').+' A d
t'
@ '0+
6+( A d
t'
@ d
t'
@ 5( @ d
t'
@ '0+ A ). d
t'
@ (+0

3
246 942
1

=
t
d
A ()( mm
d
t(
A d
t'
@ 5( A ()( @ 5( A )'+ mm
d
t)
A d
t'
@ '0+ A ()( @ '0+ A )60 mm
c. Diameter luar dan dalam cincin katup
d
in
A d
tn
< a < (s

d
i'
A ()( < '5 < (.(,- A (/6 mm
d
i(
A )'+ < '5 < (.(,- A (6' mm
d
i)
A )60 < '5 < (.(,- A )4) mm
d
ln
A d
tn
@ a @ (s

d
l'
A ()( @ '5 @ (.(,- A (-- mm
d
l(
A )'+ @ '5 @ (.(,- A ))4 mm
d
l)
A )60 @ '5 @ (.(,- A +'6 mm
4.4 Katup #ngse+
56
60
120 . 36 * 0 . 14 * 3
60
. .
= =
n S
#m
)

t + #m
d ) h ) D = . . . . 2 .
2
2
4

3 2 1
d d d d
t
+ + =
&ambar +.- "atup Dngsel
4.7 Katup Pe+uru .o+a/
"atup ini berbentuk bola dengan bidang sentuh yang relatif kecil, karena itu
maka biasanya digunakan untuk fluida yang :iskositas%kekentalannya tinggi.

&ambar +.0 "atup Peluru
4.; 2enis--enis Kerugian &ambatan
Dalam proses pemindahan fluida banyak hambatan yang harus dilalui
misalnya adanya gesekan antara fluida dengan fluida, gesekan dengan dinding
penghantar, adanya pengaruh turbulen karena belokan maupun perubahan
penampang (orifice). Pengaruh kecepatan dan percepatan aliran pun
menimbulkan hambatan yang akan menurunkan kapasitas dan tinggi tekan
pompa, Jenis#jenis hambatan ini dapat dipelajari dari mekanika fluida yang
mana diantaranya dapat diuraikan secara singkat berikut ini.
1. Kerugian &ambatan karena Kecepatan
57
3enurut ;ukum kekekalan energi, Dnergi kinetik diubah menjadi energi
potensial yang besarnya sama yaitu ! m.g.h < .m. >
*
"erugian tinggi tekan karena kecepatan
g
V
v
h
. 2
2
= (mka) untuk air
Data empiris H isap A /,5 < ',/ m%det

h
:i
A /,/)) < /,/-' m%det
H tekan A ',/ < (,/ m%det

h
:t
A /,/-' < /,'// m%det
(. "erugian ;ambatan karena &esekan
?ila jumlah faktor hambatan gesekan (2) maka jumlah hambatan gesekan
hg A 2. h:


g
V z
g
h
. 2
.
2
=
,ntuk pipa lurus, harga
d
l
#
z
.
=


d V.
018 * 0
02 * 0 + =
"eterangan , h: ! kerugian tinggi isap%tekan karena kecepatan ( m )
hg ! kerugian tinggi isap%tekan karena gesekan ( m )
H ! kecepatan aliran fluida (m%det)
d ! diameter pipa penghantar ( m )
l ! panjang pipa penghantar ( m )
2 ! faktor hambatan karena gesekan
! koefisien gesek fluida
$abel +.' Laktor ;ambatan Dlbow 6/
>
58
3. Kerugian &ambatan karena Percepatan
Pada saat piston bergerak kekanan, posisi engkol di titik 7 maka percepatan
A / dan pada saat berada dititik ? maka percepatannya dapat dihitung
dengan diferensial sebagai berikut !
Jarak tempuh N A * 8os


t . =
maka
"ecepatan H A dM%dt A # *.

. Sin
t .
Percepatan a A d:%dt A # *.
2
. 8os
t .
8os
t .
A ' maksimum,
jadi
Percepatan fluida dalam selinder maksimum a
maks
A * .
2

Percepatan fluida dalam saluran sap


2
. . % a
i
A
A
ima+s
=
m%det
(

"ebutuhan gaya untuk mengangkat fluida L A m . a A h
a
. 7
i
.
g .

m A h
i.
7
i
.

a A a
imak


h
a
<
g A
a A h
i
ima+s i i
. .
. . .

Jadi kerugian hambatan karena percepatan h


a
<
ima+s g
h
a
i
.


"eterangan
h
a
! kerugian hambatan karena percepatan ( m )
h
i
! tinggi isap%jarak sumbu pompa ke permukaan fluida ( m )

! massa jenis fluida ("g%m


)
)
a
imaks !
percepatan aliran fluida pada saluran isap (m%det
(
)
7 ! luas penampang piston ( m
(
)
59
7
i
! luas saluran isap ( m
(
)
9ontoh
'. Sebuah pompa berkapasitas )/ m
)
%jam, diameter saluran isap '(/ mm dan
panjang pipa isap '- m menggunakan ) buah elbow 6/
o
dan satu saringan
yang faktor hambatannya 2
s
A ( , koefisien gesek A /,/(+. ;itunglah !
kecepatan fluida, kerugian hambatan karena kecepatan dan gesekan F
Penyelesaian
a. "ecepatan pada saluran isap H
'
A
= =
3600 . 12 * 0 . 14 * 3
30 . 4
.
. 4
2 2
d
Q

/,4+ m%det
b. "erugian hambatan karena kecepatan
= = =
81 * 9 . 2
74 * 0
. 2
2
2
1
g
V
v
h
/,/(5 mka

c. "erugian hambatan karena gesekan h
g
A 2 M h
:

Laktor hambatan karena panjang pipa
d
l
#
z
.
=
A
3
12 * 0
15 . 024 * 0
=

Laktor hambatan karena belokan pipa 2
b

d A '(/ mm dan * A (// mm d%* A /,0 maka didapat 2
b
A /,'5
Laktor hambatan karena saringan 2
f
A (
Jumlah faktor hambatan 2 A 2
p
@ 2
b
@ 2
f
A ) @ )./,'5 @ ( A -,-+
"erugian hambatan karena gesekan h
g
A -,-+ . /,/(5 A /,'-+ mka
(. Diketahui D A ''/ mm S A (5/ mm n A 6/ rpm
d A '// mm , panjang pipa isap h
i
A /,5 m
Ditanya ! a. "ecepatan sudut engkol
b. Percepatan air masuk pompa
c. "erugian karena percepatan
Penyelesaian
a. "ecepatan sudut engkol
30
90 . 14 * 3
30
.
= =
n
A 6,+( rad%det

b. Percepatan air masuk pompa
2
. . % a
i
A
A
ima+s
=
A
2
1 * 0
14 * 0
42 * 9 . 14 * 0 .
2
2
a
'maks
A (+,)- m%det
(

60
c. "erugian karena percepatan h
a
A
ima+s g
h
a
i
. <
35 * 24 .
81 * 9
8 * 0
h
a
A ',66 mka
3. Kerugian &ambatan Katup
Sesuai dengan fungsinya maka katup harus dapat bergerak (terbuka dan
tertutup) dengan mudah. &aya berasal dari tekanan fluida harus lebih besar
dari gaya pada katup supaya dapat terbuka. &aya yang ada pada katup
antara lain adalah !
# &aya berat katup (Q
k
)
# &aya berat pegas (Q
p
)
# &aya pegas L
p
A k . M
# &aya gerak percepatan L A m . a
2
. . % a
i
A
A
ima+s
=

# &aya akibat berat fluida di atas katup
P
b
. 7
k
A P
a
. 7
k
@ Q
k
@ Q
p
@ L
p
@ m .
2
. . %
i
A
A

"erugian hambatan katup h
k
< P
b
- P
a
(mka)
4.9 Tugas %iskusi
'. Jelaskan jenis#jenis katup yang sering digunakan pada pompa F
(. Dengan ukuran sama antara katup cakra datar dan konis, mana yang
lebih menguntungkan, jelaskan alasannya F
). $entukan perbandingan tinggi angkat katup cincin tunggal dan ganda bila
ukuran a, b dan d
t'
sama F
+. Jelaskan faktor#faktor hambatan pada pompa F
-. Diameter dan Eangkah torak masing#masing '(/ mm dan (5/ mm
berputar pada '(/rpm menggunakan katup cakra datar. "ecepatan
fluida pada celah katup ',- m%det. $entukanlah diameter dan tinggi
angkat katupF
61
0. Sebuah pompa berputar pada '0/ rpm menggunakan katup cincin
tunggal. Perbandingan langkah dengan diameter piston S A (,( D.
"ecepatan piston maksimum sama dengan kecepatan fluida melalui
celah katup yaitu sebesar ',- m%det.
;itunglah a. Diameter dan langkah piston F
b. Diameter tusuk bila tinggi angkat katup 4,5 mm F
c. Diameter luar dan dalam katup cincin bila s A (,- mm
4. Pompa plunyer digunakan untuk menaikkan air )/ m)%det. Diameter dan
panjang pipa isap masing#masing '(/ mm dan )/ meter. "oefisien gesek
A /,/(- dan hambatan saringan 2
s
A (. d%* A ',(
;itunglah ! a. "ecepatan aliran fluida (m%det)
b. "erugian tekanan karena kecepatan (mka)
c. "erugian tekanan karena gesekan (mka)
d. "erugian tekanan karena percepatan (mka)

! >
K65P7#167
5.1 Pengertian dan )ungsi Kompresor
"ompresor adalah suatu alat untuk melayani udara bertekanan yaitu
dengan cara mengisap udara luar dan mengkompreskannya ke dalam suatu
sistem atau tabung. 7lat ini banyak dijumpai dalam dunia industri%usaha
misalnya mulai dari mengisi ban, pengecatan, penyediaan udara dalam proses
pembakaran motor bakar, ?oiler, Dapur $inggi, sirkulasi udara pada sitem
penyegaran%pendingin udara maupun sistem pengoperasian mesin produksi,
robot pneumatik, otomisasi pada mesin#mesin industri dan lain sebagainya.
62
Sistim udara tekan terdiri dari ! bagian pemasokan yang terdiri dari
kompresor dan sarana penunjangnya, bagian permintaan, yang terdiri dari
sistim distribusi , penyimpanan dan peralatan pemakai akhir. ?agian
pemasokan yang dikelola dengan benar akan menghasilkan udara bersih,
kering, stabil dan siap dikirimkan dengan tekanan sesuai kebutuhan.
?agian permintaan yang dikelola dengan benar akan menggunakan udara
bertekanan secara tepat dan efisien. Perbaikan dan pencapaian puncak kinerja
sistim udara tekan memerlukan bagian sistim pemasokan dan permintaan dan
interaksi diantara keduanya. 8ontoh interaksi antara pemasok dan pengguna
udara bertekanan dapat digambarkan seperti pada &ambar -.'
Sistim udara tekan terdiri dari komponen utama berikut !
a.)i+ter 'dara 5asuk! 3encegah debu masuk kompresorO debu menyebabkan
lengketnya katup% kran, merusak silinder dan pemakaian yang berlebihan.
b.Pendingin antar tahap: 3enurunan suhu udara sebelum masuk ke tahap
berikutnya untuk mengurangi kerja kompresi dan meningkatkan efisiensi.
?iasanya digunakan pendingin air.
c.After-Coolers: $ujuannya adalah membuang kadar air dalam udara dengan
penurunan suhu dalam penukar panas berpendingin air.
d.Pengering 'dara! Sisa#sisa kadar air setelah a"ter'cooler dihilangkan
dengan menggunakan pengering udara, karena udara tekan untuk keperluan
instrumen dan peralatan pneumatik harus bebas dari kadar air. "adar air
dihilangkan dengan menggunakan adsorben seperti gel silika% karbon aktif,
atau pengering refrigeran, atau panas dari pengering kompresor itu sendiri.
e.raps Penge+uaran Kadar !ir: (rap pengeluaran kadar air diguakan untuk
membuang kadar air dalam udara tekan. (rap tersebut menyerupai steam
traps. ?erbagai jenis trap yang digunakan adalah kran pengeluaran manual,
klep pengeluaran otomatis atau yang berdasarkan waktu dll.
63
64
&ambar -.' &ambaran nstalasi "ompresor
5.* Prinsip Ker-a Kompresor
Salah satu tipe kompresor adalah kompresor torak seperti &ambar -.(.
?ila switch di tekan on maka motor Eistrik hidup dan memutar poros engkol
yang diujungnya dilengkapi dengan eccentric )earing. &erak putar eccentric
)earing akan diteruskan oleh conecting rod membuat piston diafragma
bergerak naik turun. Pada saat piston bergerak turun (langkah isap) maka
tekanan dalam ruang selinder turun menyebabkan udara masuk melalui air
"ilter' inlet port * inlet +al+e ke dalam ruang selinder. Pada saat piston bergerak
ke atas (Eangkah kompressi) tekanan meningkat membuat discharge +al+e dan
port terbuka sehingga udara mengalir melalui discharge tu)e menuju dan
masuk ke dalam air storage tan,.
64
&ambar -.( "omponen "ompressor $orak ($homas "lenck)
,ntuk menunjang proses kerja dan keamanan maka setiap kompressor
dilengkapi komponen penunjang antara lain !
Chec! "alve berfungsi untuk mengatur aliran udara dari dalam selinder
kedalam tangki atau dapat langsung digunakan ke luar sesuai kebutuhan.
Safet# "alve berfungsi untuk menjaga dan melepas tekanan lebih yang terjadi
di dalam tanki. Disamping melepas tekanan lebih juga berfungsi untuk
menekan tombol menjadi off sehingga motor listrik mati. Regulator $Pressure
Ad%usta&le' berfungsi untuk mengatur tekanan udara yang dapat dikeluarkan
dari dalam tanki. Pressure (auge berfungsi untuk menunjukkan tekanan udara
yang sedang dialirkan keluar melalui pipa penghubung. Compressed air
suppl# berfungsi sebagai pipa%selang untuk menyalurkan udara bertekanan ke
tujuan sesuai kebutuhan. )an berfungsi sebagai pendingin dengan jalan
65
meniup udara ke sekeliling dinding kompresor. !ir )i+ter berfungsi untuk
menyaring udara supaya udara yang masuk ke dalam selinder bebas dari debu
atau kotoran. 9oo+ing )ins berfungsi sebagai sirip pendingin kepala
kompresor. 5otor and od: &ausing berfungsi sebagai dudukan dan
pelindung komponen kompresor dan motor prnggerak.
5.3 K+asi,ikasi Kompresor
1.Kompresor Positive Displacement
"ompresor ini dapat dibagi dua jenis yaitu reciprocating dan putar% rotary.
a. Kompresor reciprocating
Di dalam industri, kompresor reciprocating paling banyak digunakan untuk
mengkompresi baik udara maupun refrigerant. Prinsip kerjanya seperti
pompa sepeda dengan karakteristik dimana aliran keluar tetap hampir
konstan pada kisaran tekanan pengeluaran tertentu. Juga, kapasitas
kompresor proporsional langsung terhadap kecepatan dan keluarannya,
berupa denyutan.
66
&ambar -.) "ompresor Reciprocating &ori-ontal ("ing, Julie)
"ompresor reciprocating tersedia dalam berbagai konfigurasiO terdapat
empat jenis yang paling banyak digunakan yaitu hori2ontal, :ertical,
hori2ontal )alance'opposed, dan tandem.
"ompresor reciprocating :ertical digunakan untuk kapasitas -/ < '-/ cfm.
"ompresor horisontal )alance opposed digunakan kapasitas (// < -///
cfm untuk desain multitahap dan sampai '/,/// cfm untuk desain satu
tahap (Dewan Produkti:itas Casional, '66)).
"ompresor udara reciprocating biasanya merupakan aksi tunggal dimana
penekanan dilakukan hanya menggunakan satu sisi dari piston. "ompresor
yang bekerja menggunakan dua sisi piston disebut sebagai aksi ganda.
Sebuah kompresor dianggap sebagai kompresor satu tahap jika
keseluruhan penekanan dilakukan menggunakan satu silinder atau
beberapa silinder yang parallel. ?eberapa penerapan dilakukan pada
kondisi kompresi satu tahap. *asio kompresi yang terlalu besar (tekanan
keluar absolut% tekanan masuk absolut) dapat menyebabkan suhu
pengeluaran yang berlebihan atau masalah desain lainnya. 3esin dua
tahap yang digunakan untuk tekanan tinggi biasanya mempunyai suhu
pengeluaran yang lebih rendah ('+/ to '0/
/
8), sedangkan pada mesin
satu tahap suhu lebih tinggi ((/- to (+/
/
8).

67

&ambar -.+ "ompresor Reciprocating $wo Stages ("ing, Julie)

,ntuk keperluan praktis sebagian besar plant kompresor udara
reciprocating diatas '// horsepower. ;p merupakan unit multi tahap
dimana dua atau lebih tahap kompresor dikelompokkan secara seri. ,dara
biasanya didinginkan diantara masing#masing tahap untuk menurunkan
suhu dan :olum sebelum memasuki tahap berikutnya (Dewan
Produkti:itas Casional, '66)). "ompresor udara reciprocating tersedia
untuk jenis pendingin udara maupun pendingin air menggunakan
pelumasan maupun tanpa pelumasan, mungkin dalam bentuk paket,
dengan berbagai pilihan kisaran tekanan dan kapasitas.
b. Kompresor Putar/ Rotar#
"ompresor rotary mempunyai rotor sebagai pengganti piston dan memberi
kan pengeluaran udara secara kontinyu tanpa denyutan. "ompresor
beroperasi pada kecepatan tinggi dan umumnya menghasilkan keluaran
yang lebih tinggi dibandingkan kompresor reciprocating. ?iaya in:estasinya
rendah, bentuknya kompak, ringan dan mudah perawatannya, sehingga
kompresor ini sangat popular di industri. ?iasanya digunakan dengan
ukuran )/ sampai (// hp atau (( sampai '-/ kQ.
68
&ambar -.- "ompresor ,lir (*eferensi unknown)
Jenis dari kompresor putar adalah!
# "ompresor lo)e (roots )lower)
# "ompresor ulir (ulir putar helical'lo)e, dimana rotor putar jantan dan betina
bergerak berlawanan arah dan menangkap udara sambil mengkompresi.
# Jenis baling#baling putar% baling#baling luncur
"ompresor putar merupakan kompresor kontinyu, dengan paket yang sudah
termasuk pendingin udara atau pendingin air. "arena desainnya yang seder
hana dan hanya sedikit bagian#bagian yang bergerak, kompresor ini mudah
perawatannya, mudah operasinya dan fleksibel dalam pemasangannya.
*. Kompresor %inamis
"ompresor udara sentrifugal merupakan kompresor dinamis, yang
tergantung pada transfer dari energi putar impeller ke udara. *otor
melakukan pekerjaan ini dengan mengubah energi kinetik menjadi tekanan
udara. "ompresor udara sentrifugal adalah kompresor yang dirancang bebas
minyak pelumas. &ir yang dilumasi minyak pelumas terpisah dari udara
dengan pemisah yang menggunakan sil pada poros dan :entilasi atmosferis.
"ompresor ini mempunyai karakteristik berbeda dengan mesin
reciprocating. 3esin sentrifugal lebih sesuai diterapkan untuk kapasitas
besar diatas '(,/// cfm.
69
&ambar -.0 "ompresor Sentrifugal ("ing, Julie)
Peralatan /nergi (hermis0 1ompresor dan Sistim 2dara te,an
?eberapa kriteria seleksi untuk berbagai jenis kompresor terlihat pada tabel
dibawah ini.
Tabe+ 5.1 Kriteria 1e+eksi 'mum untuk Kompresor
("nfederasi ndustri ndia)
Tabe+ 5.* Perbandingan Karakteristik beberapa -enis Kompresor
("antor Pengembangan Dnergi ?erkelanjutan, (//()
70
5.4 Kapasitas Kompresor
"apasitas kompresor adalah debit penuh aliran udara yang ditekan
dan dialirkan pada kondisi suhu total, tekanan total, dan diatur pada saluran
masuk kompresor. Debit aliran yang sebenarnya, bukan merupakan nilai :olum
aliran yang tercantum pada data alat, yang disebut juga pengiriman udara
bebas% "ree air deli+ery (L7D) yaitu udara pada kondisi atmosfir di lokasi
tertentu. L7D tidak sama untuk setiap lokasi sebab ketinggian, barometer, dan
suhu dapat berbeda untuk lokasi dan waktu yang berbeda.
"ompresor yang sudah tua, walupun perawatannya baik, komponen
bagian dalamnya sudah tidak efisien dan L7D nya kemungkinan lebih kecil dari
nilai rancangan. "adangkala, faktor lain seperti perawatan yang buruk, alat
penukar panas yang kotor dan pengaruh ketinggian juga cenderung
mengurangi L7D nya. ,ntuk memenuhi kebutuhan udara, kompresor yang
tidak efisien mungkin harus bekerja dengan waktu yang lebih lama, dengan
begitu memakai daya yang lebih dari yang sebenarnya dibutuhkan.
Pemborosan daya tergantung pada persentase penyimpangan kapasitas L7D.
Sebagai contoh, kran kompresor yang sudah rusak dapat menurunkan
kapasitas kompresor sebanyak (/ persen. Pengkajian berkala terhadap
kapasitas L7D untuk setiap kompresor harus dilakukan untuk memeriksa
kapasitas yang sebenarnya. Jika penyimpangannya lebih dari '/ persen, harus
dilakukan perbaikan.
3etoda ideal pengkajian kapasitas kompresor adalah melalui uji nosel
dimana nosel yang sudah dikalibrasi digunakan sebagai beban, untuk
membuang udara tekan yang dihasilkan. 7lirannya dikaji berdasarkan suhu
udara, tekanan stabilisasi, konstanta ori"ice, dll.
5etode sederhana pengka-ian kapasitas pada ruang ker-a
# $utup semua aliran keluar kompresor yang menuju ke sistim pengguna
# ?uka kran penguras air dan kuras habis airnya dan kosongkan recei+er dan
71
pipa saluran. Pastikan bahwa jalur water trap ditutup rapat sekali lagi untuk
memulai pengujian.
# 3ulai nyalakan kompresor dan aktifkan stopwatch.
# 8atat waktu yang digunakan untuk mencapai tekanan operasi normal P(
(dalam recei+er) dari tekanan awalnya P'.
# ;itung kapasitas dengan formula dibawah ini
Kapasitas Kompresor %isp+acement secara teoritis ada+ah :

m
)
%menit
Dimana D A Diameter silinder ( meter )
S A Panjang Eangkah piston ( meter )
n A Jumlah putaran ( rpm )
i A ' untuk silinder dengan aksi tunggal
( untuk silinder dengan aksi ganda
2 A Jumlah silinder

#,isiensi >o+umetrik
72
5.5 Tenaga/da:a Kompresor
$enaga dalam hal ini dapat dibedakan menjadi tiga istilah yaitu !
a. $enaga teoritis yang dapat dirumuskan !

( ) ( ) { }
75 . 3600
000 . 10
1 1
1 . .
1
1
2
=

n
n
P
P
n
n
a th
Q P N
dimana
( ;p )
atau dapat juga dihitung dengan persamaan sothermal !

( "w )
b. $enaga ndikator yang didapat dari hasil pengukuran terhadap proses kerja
kompresor untuk menghasilkan =
a
dari tekanan P
'
menjadi P
(
dalam
selang waktu tertentu . $i/. ,ntuk keperluan ini maka diperlukan Eembaran
kerja yang berisikan data#data kompresor seperti pada $abel ).
Tabe+ 5.3 (embar Ker-a %ata Kompresor
73
c. $enaga Dfektif adalah tenaga yang dibutuhkan untuk menggerakkan
kompresor (Cp). Sumber tenaga penggerak dapat digunakan motor Eistrik,
3esin atau turbin uap, motor bakar dan lainnya.
5.4 7andemen .#,isiensi/ Kompresor
7da beberapa teknik pengukuran keunggulan kompresor yang biasa
digunakan antara lain adalah !
a. Dfisiensi Holumetrik
b. Dfisiensi $hermal + 100 x
Ni
N
th
th
=
c. Dfisiensi 3ekanik + 100 x
N#
N
m
i
=
d. Dfisiensi "ompresor
m th v
. . =

Semua harga efisiensi tersebut akan berbeda pada kondisi yang berbeda
seperti suhu lingkungan, ketinggian, kerapatan maupun tekanan udara sekitar.
1. Pengaruh 1uhu 'dara !+iran 5asuk
74
Pengaruh udara masuk pada kinerja kompresor tidak boleh diremehkan.
,dara masuk yang tercemar atau panas dapat merusak kinerja kompresor
dan menyebabkan energi serta biaya perawatan yang berlebihan. Jika kadar
air, debu, atau bahan pencemar lain terdapat dalam udara masuk, maka
bahan pencemar tersebut dapat terkumpul pada komponen bagian dalam
kompresor, seperti kran, fan, rotor dan baling#baling. "umpulan pencemar
tersebut dapat
mengakibatkan kerusakan dini dan menurunkan kapasitas kompresor.
"ompresor menghasilkan panas pada operasinya yang kontinyu. Panas ini
dilepaskan ke kamar%ruang kompresor sehingga memanaskan udara masuk.
;al ini mengakibatkan rendahnya efisiensi :olumetrik dan pemakaian daya
menjadi lebih besar. Sebagai aturan umum, ISetiap ,enai,an suhu udara
masu, se)esar 3
4
5 a,an mening,at,an ,onsumsi energi se)esar 6 persen
untu, ,eluaran yang sama7. Jadi udara dingin yang masuk akan
meningkatkan efisiensi energi kompresor . Jika saringan udara masuk
ditempatkan pada kompresor, suhu harus dijaga pada nilai minimum untuk
mencegah penurunan aliran massa. 8ara ini dapat dilakukan dengan
menempatkan pipa masuk diluar ruangan atau gedung.
Tabe+ 5.4 Pengaruh 1uhu udara masuk pada %a:a Kompresor
("onfederasi ndustri ndia)
*. Pengaruh Penurunan Tekanan da+am 1aringan 'dara
75
Saringan udara masuk pada kompresor harus dipasang guna membawa
udara dari lokasi yang bersih dan dingin. Pabrik pembuat kompresor
biasanya memasok, atau merekomendasikan, saringan udara masuk dengan
kualitas khusus yang dirancang untuk melindungi kompresor.
Semakin baik penyaringan pada saluran masuk, maka akan semakin rendah
biaya perawatan kompresornya. Qalau demikian, penurunan tekanan yang
melintas saringan udara harus dijaga minimum (ukuran dan perawatannya)
untuk mencegah pengaruh penyumbatan dan penurunan kapasitas
kompresor. 7lat pengukur perbedaan tekanan merupakan salah satu
peralatan yang terbaik untuk memantau kondisi saringan pada saluran
masuk. Penurunan tekanan yang melintas saringan baru pada saluran
masuk tidak boleh lebih dari ) pound per inchi kuadrat (psi). Sebagai aturan
umum I2ntu, setiap ,enai,an 8penurunan te,anan79:4 mm ;5 yang
melintas pada <alur yang dia,i)at,an oleh saringan yang tersum)at dll,
,onsumsi daya ,ompresor a,an mening,at se,itar 9 persen untu, ,eluaran
yang sama.JJadi, disarankan untuk membersihkan saringan udara masuk
secara reguler untuk meminimalkan penurunan tekanan. 3anometer atau
pengukur perbedaan tekanan yang melintas saringan dapat digunakan untuk
memantau penurunan tekanan supaya dapat merencanakan jadual
pembersihan saringan.
Tabe+ 5.5 Pengaruh penurunan tekanan karena saringan pada
Peningkatan Konsumsi %a:a ("onfederasi ndustri ndia)
3. Pengaruh Ketinggian Pemasangan Kompresor
76
"etinggian memiliki dampak langsung terhadap efisiensi :olumetrik
kompresor. "ompresor yang terletak pada tempat yang lebih tinggi akan
mengkonsumsi daya yang lebih besar untuk mencapai tekanan tertentu
dibandingkan yang berada pada permukaan laut, dimana rasio kompresinya
lebih tinggi.
Tabe+ 5.4 Pengaruh Ketinggian pada #,isiensi >o+umetrik kompresor
(8onfederation of ndian ndustries)
4. Pengaruh Pengaturan Tekanan
,ntuk kapasitas yang sama, sebuah kompresor memakai lebih banyak daya
pada tekanan yang lebih tinggi. "ompresor tidak boleh beroperasi diatas
tekanan operasi optimumnya sebab bukan hanya akan memboroskan energi,
tetapi juga akan mengakibatkan pemakaian yang berlebihan dan
membahayakan keamanan kerja. Penurunan tekanan pengiriman akan
menghemat daya. Jika satu titik pengguna atau kelompok kecil pengguna
memerlukan tekanan yang lebih besar daripada plant lainnya, perlu
dipertimbangkan untuk mengoperasikan sistim tersendiri atau menambahkan
paket penguat%)ooster pada titik pengguna, sehingga dapat menjaga sistim
yang lebih besar beroperasi pada tekanan yang lebih rendah. Pengoperasian
sebuah kompresor pada tekanan '(/ PS& dibandingkan '// PS&
misalnya, memerlukan energi '/ persen lebih besar dan juga meningkatkan
77
laju kebocoran. Setiap upaya harus dilakukan untuk menurunkan tekanan
sistim dan kompresor ke tingkat yang serendah mungkin.
Tabe+ 5.7 Pengaruh Penurunan tekanan pengiriman terhadap Pemakaian
%a:a ("onfederasi ndustri ndia)
9atatan: Penurunan tekanan pengiriman sebesar ' bar pada kompresor akan
mengurangi konsumsi daya sebesar 0 < '/ persen
5. Pengaruh Penurunan Tekanan pada 2a+ur %istribusi
Penurunan tekanan% pressure drop merupakan sebuah istilah yang
digunakan untuk penurunan tekanan udara dari keluaran kompresor aktual
ke titik pengguna. Penurunan tekanan terjadi jika udara mengalir melalui
sistim pengelolaan dan distribusi. Sistim yang dirancang dengan benar harus
memiliki penurunan tekanan kurang dari '/ persen dari tekanan pengeluaran
kompresor, diukur dari keluaran tangki penerima ke titik penggunaan. 3akin
panjang dan makin kecil diameter pipa maka akan semakin besar kehilangan
karena gesekannya. ,ntuk mengurangi penurunan tekanan secara efektif,
dapat digunakan sebuah sistim loop dengan aliran dua arah. Penurunan
tekanan yang diakibatkan oleh korosi dan komponen#komponen sistim itu
sendiri merupakan isu# isu penting. Penurunan tekanan yang diakibatkan
oleh ketidak cukupan ukuran pipa, elemen saringan yang tersumbat, ukuran
kopling dan pipa yang tidak benar merupakan pemborosan energi.
Penurunan te,anan yang dapat diterima dalam pra,te, di industri adalah 4,=
)ar dalam header utama pada titi, ter<auh dan 4,: )ar pada sistim distri)usi.
Tabe+ 5.; Pengaruh Penurunan Tekanan terhadap berbagai 'kuran Pipa
78
("onfederasi ndustri ndia)
5.7 Kebocoran pada "nsta+asi Kompressor
Sistim pipa dan pengatur distribusi membawa udara tekan dari plant
pusat kompresor ke area proses. Sistim ini terdiri dari berbagai kran pemisah,
traps fluida, tangki penyimpan sementara, dan juga pemanasan pada pipa
dalam jumlah kecil untuk mencegah terjadinya pengembunan atau pembekuan
pada jalur yang terbuka ke udara luar. "ehilangan tekanan pada distribusi
biasanya dikompensasikan dengan tekanan yang lebih tinggi di bagian
pengeluaran kompresor.
Pada titik penggunaan udara tekan, sebuah pipa pengumpan
dilengkapi dengan kran pemisah aliran, saringan, dan regulator, mengalirkan
udara tekan ke pipa untuk memasok ke peralatan proses atau pengguna.
"ebocoran dapat menjadi sumber yang signifikan dari energi yang terbuang
dalam sistim udara tekan di industri, kadang#kadang memboroskan (/ hingga
)/ persen dari keluaran kompresor. Sebuah plant yang tidak terawat dengan
baik mungkin akan memiliki laju kebocoran setara (/ persen dari kapasitas
produksi udara tekan total. Pendeteksian dan perbaikan kebocoran secara pro#
aktif dapat mengurangi kebocoran kurang dari '/ persen dari keluaran
kompresor. Disamping sebagai sumber pemborosan energi, kebocoran dapat
juga berkontribusi terhadap kehilangan operasi lainnya. "ebocoran
menyebabkan penurunan tekanan sistim, yang dapat membuat fungsi
peralatan udara jadi kurang efisien, memberi pengaruh yang merugikan
terhadap produksi. Eagipula, dengan memaksakan peralatan bekerja lebih
lama, kebocoran akan memperpendek umur hampir seluruh peralatan sistim
termasuk komponen kompresor itu sendiri.
79
"ebocoran dapat berasal dari berbagai bagian dari sistim, tetapi area
permasalahan yang paling umum adalah!
a "opling, pipa, tabung, dan sambungan
b Pengatur tekanan
c (raps kondensat terbuka dan kran untuk mematikan
d Sambungan pipa, pemutus, dan sil karet.
Eaju kebocoran yang diidentifikasikan dalam feet kubik per menit (cfm) juga
berbanding lurus terhadap kuadrat diameter ori"ice yang mana nilainya dapat
dilihat pada tabel berikut ini.
1. Penentuan -um+ah kebocoran
,ntuk kompresor yang memiliki pengendali start.stop atau load.unload,
terdapat suatu cara yang mudah untuk memperkirakan jumlah kebocoran
dalam sistim yaitu menghidupkan kompresor pada saat tidak ada kebutuhan
pada sistim (seluruh peralatan pengguna akhir yang dioperasikan dengan
udara dimatikan). Sejumlah pengukuran dilakukan untuk menentukan waktu
rata#rata yang digunakan pada saat load dan unload pada kompresor.
"ompresor akan menyala pada saat load, kemudian akan mati pada saat
unload karena adanya kebocoran udara akan menyebabkan tekanannya
turun karena lolosnya udara melalui kebocoran. "ebocoran total (persentase)
dapat dihitung sebagai berikut !

Persentasi "ebocoran
80
Persentase kehilangan kebocoran harus kurang dari '/ persen dalam sistim
yang terawat dengan baik. Sistim yang perawatannya buruk dapat memiliki
kehilangan setinggi (/ hingga )/ persen dari daya dan kapasitas udaranya.
Penghitungan Jumlah "ebocoran

Contoh
Dalam uji kebocoran suatu kompresor, teramati hasil#hasil sebagai berikut
Persentasi "ebocoran
5 * 1 5 * 10
+ 100 . 5 * 1
+
+
= L
A '(,- K
Jumlah "ebocoran
35 +. 5 * 12 = Q
A +,)4- m
)
%menit
*. 5eminima+kan Kebocoran
Sebagimana telah dijelaskan sebelumnya, kebocoran udara tekan akan
menimbulkan pemborosan daya. "ebocoran udara hampir sangat tidak
mungkin terlihat, karena itu untuk mendeteksi kebocoran diperlukan alat
yang salah satu adalah a,usti, ultrasoni,, yang dapat mengenali suara
desisan berfrekuensi tinggi yang ditimbulkan karena adanya kebocoran
udara.
"ebocoran seringkali terjadi pada sambungan dan pertemuan antara
komponen. 3enghentikan kebocoran dapat dilakukan dengan sangat
sederhana seperti mengencangkan sambungan atau sangat rumit dengan
penggantian alat yang tidak berfungsi seperti kopling, sambungan, bagian
pipa, selang, penguras, dan traps. Dalam banyak kasus, kebocoran
81
diakibatkan oleh gagalnya pembersihan karet atau tidak benarnya
menggunakan sil karet. Pilihlah sambungan berkualitas tinggi, putuskan
sambungannya, ditambah selang dan pasangkan secara benar dengan sil
karet yang cocok untuk menghindari kebocoran dimasa mendatang.
5.; Pengenda+ian Kompresor
"ompresor udara menjadi tidak efisien bila alat tersebut dioperasikan
dibawah kapasitasnya. ,ntuk menghindari kompresor tetap on ketika tidak
diperlukan, dipasang sebuah alat kontrol otomatis yang dapat mematikan dan
menghidupkan kompresor sesuai kebutuhan.
Praktek perawatan yang baik dan benar akan secara dramatis
meningkatkan efisiensi kinerja sistim. ,ntuk keperluan tersebut maka perlu
pemeliharaan dan pengecekan secara terjadwal terhadap komponen
penunjang antara lain yaitu !
a. Pelumasan, $ekanan minyak pelumas kompresor harus secara :isuil
diperiksa setiap hari,dan saringan minyak pelumasnya diganti setiap bulan.
b. Saringan ,dara, Saringan udara masuk sangat mudah tersumbat, terutama
pada lingkungan yang berdebu. Saringan harus diperiksa dan diganti secara
teratur.
c. (raps "ondensat, ?anyak sistim memiliki traps kondensat untuk
mengumpulkan (untuk traps yang dipasang dengan sebuah kran apung)
dan menguras kondensat dari sistim. (raps manual harus secara berkala
dibuka dan ditutup kembali untuk menguras fluida yang terakumulasi, traps
otomatis harus diperiksa untuk memastikan bahwa tidak ada kebocoran
udara tekan.
d. Pengering ,dara, ,dara kering merupakan energi yang intensif. ,ntuk
pengering yang didinginkan, periksa dan ganti saringan awal secara teratur
karena pengering tersebut seringkali memiliki lintasan kecil dibagian
dalamnya yang dapat tersumbat oleh bahan pencemar. Pengering
regeneratif memerlukan sebuah penyaring penghilang minyak pada saluran
masuknya, karena mereka tidak dapat berfungsi dengan baik jika minyak
pelumas dari kompresor melapisi bahan penyerap airnya. Suhu
pengeringan yang baik harus dijaga dibawah '//WL untuk menghindari
82
peningkatan pemakaian bahan penyerap airnya, yang harus diganti lagi
setiap ) < + bulan tergantung pada laju kejenuhan.
e. Periksa kebocoran dan kehilangan tekanan diseluruh sistim secara teratur
f. ;indari praktek yang tidak benar, untuk memastikan penggunaan udara yang
bebas kadar air pada titik penggunaan.
g 7tur seluruh operasi titik penggunaan pada tekanan serendah mungkin
dengan menggunakan pengatur%regulator yang baik.
h. 3atikan pasokan udara ke peralatan produksi yang sedang tidak bekerja
i. Pantau penurunan tekanan dalam sistim pemipaan.
j. &unakan teknologi pengeringan yang memberi tekanan maksimum yang
diperbolehkan untuk titik pengembunan.
k. Pilihlah suku cadang kompresor Iyang terbaik dikelasnyaJ
l. Eakukan strategi perawatan pencegahan yang sistimatik
m.?erikan pelatihan dan ciptakan kepedulian diantara pekerja terhadap operasi
dan perawatan yang efisien sistim kompresor.
n. Patikan seluruh sistim dipantau oleh praktek good house,eeping.
o. Pastikan kondensasi dapat dihilangkan secara cepat dari jaringan distribusi,
atau tidak terjadi kondensasi.
83
5.9 Tugas %iskusi
'. Jelaskan kesamaan dan perbedaan utama antara pompa dan
kompresor F
(. Jelaskan Jenis#jenis kompresor yang banyak digunakan di ndustri F
). Jelaskan Jenis dan fungsi komponen utama pada instalasi sistem udara
bertekanan F
+. Jelaskan jenis dan fungsi komponen penunjang kompresor F
-. Jelaskan jenis#jenis kompresor positi:e displecement dan jelaskan juga
keuntungan masing#masing tipe kompresor tersebut F
0. 7pa yang dimaksud dengan kompresor aksi ganda F
4. 7pa yang dimaksud kompresor multistage dan apa kelebihannya F
5. Dengan menggunakan $abel -.(, pilihlah tipe kompresor yang sesuai
bila digunakan pada tekanan sedang dan berkapasitas tinggi walaupun
dalam penggunaannya sering dipakai pada paroh kapasitas F
6. Jelaskan '/ jenis karakteristik kompresor sentrifugal F
'/. 7pa yang dimaksud dengan free actual deli:ery (L7D) F
''. Jelaskan tiga jenis efisiensi kompresor dan faktor#faktor yang
3empengaruhinya F
'(. Jelaskan cara menentukan kapasitas aktual kompresor F
'). Sebuah mesin otomisasi membutuhkan udara'0 m
)
%menit bertekanan
4bars. 7lat ini berjarak -/ meter dari kompresor yang dihubungkan
dengan pipa distribusi berdiameter -/ mm. Eokasi pabrik berada -//
meter di atas permukaan laut sehingga suhu % tekanan udara
lingkungan (0,0
/
8 % ' bars. Persentasi kebocoran udara - K.
;itunglah kapasitas dan tenaga penggerak kompresor bila efisiensi
mekanik 5- K F
84
D7L$7* P,S$7"7
'. Dka Jogaswara, Drs., Penggunaan Peralatan 3ekanik ndustri , Jilid (
Penerbit ! 7rmico, ?andung (///
(. Lrit2 Diet2el, Dakso Sriyono, $urbin Pompa dan "ompresor
Penerbit ! Drlangga , Jakarta '65/
). http!%%www.youtube.com%watchG:A?53H/6;L#n9XC*A' 6 7gustus (/'/
+. "arassik, gor J.O 3essina, Joseph P.O 8ooper, PaulO ;eald, 8harles 8.
Pump &and)oo, ()rd ed.). Cew 9ork! 3c&raw#;ill. ((//').
S?C 645'-6'(+)0'5.
-. ksbforblog.blogspot.com%(//6%/+%pemilihan#pompa#sentrifugal.html
67gustus (/'/
0. 3c"ane, 7. and 3edaris, ?. (he 5ompressed #ir 5hallenge * Ma,ing a
di""erence "or 2S industry. (//).
http!%%eetd.lbl.go:%ea%indpart%publications%lbnlY-(44'.pdf
4. ,CDP (9ear (//0), Peralatan Dnergi $hermis! "ompresor dan Sistim ,dara
$ekan. Pedoman Dfisiensi Dnergi untuk ndustri di 7sia
www.energyefficiencyasia.org Z ,CDP

85
86