Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM

STRUKTUR DAN PERKEMBANGAN HEWAN 1


SISTEM REPRODUKSI








OLEH :


Nama : Dea Sintia
NIM : 08121004065
Kelompok : II
Asisten : Meilisa Dwinda A


LABORATORIUM FISIOLOGI HEWAN
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2013
ABSTRAK

Praktikum mengenai struktur dan perkembangan hewan yang membahas tentang
Sistem Reproduksi. Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui dan mengamati organ
organ yang berperan dalam Sistem Reproduksi. Praktikum ini dilaksanakan pada hari
Selasa, tanggal 14 Mei 2013, Pukul 08.00-10.00 WIB. Bertempat di Laboratorium Fisiologi
Hewan, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas
Sriwijaya, Indralaya. Alat yang digunakan adalah alat tulis, baki, buku kerja dan gunting
bedah. Sedangkan bahan yang digunakan adalah Mus musculus jantan dan betina dewasa.
Adapun hasil yang di dapat yaitu anatomi organ organ reproduksi mencit. Kesimpulan
yang di dapat dari praktikum ini adalah Sistem Reproduksi Mus musculus jantan terdiri dari
penis, testis, vas defferent, epididimis dan skrotum. Sistem reproduksi Mus musculus betina
terdiri dari vagina, ovarium, uterus, plasenta dan saluran telur. Terdapat dua macam sistem
reproduksi yaitu, reproduksi seksual dan reproduksi aseksual.


















BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Alat-alat reproduksi adalah alat-alat yang mendukung reproduksi seksual pada
hewan mamalia. Selain itu, tubuh mamaliapun telah dilengkapi dengan alat-alat tubuh
lainnya. Organ genital pada suatu individu merupakan kelengkapan alat reproduksi
yang berfungsi untuk berkembang biak dan memperoleh keturunan. Organ kelamin
jantan dan organ kelamin betina berbeda sesuai dengan fungsinya masing-masing,
(Cartono 2004: 188).
Organ reproduksi jantan terdiri dari bagian eksternal dan internal. Bagian
eksternal terdiri dari skortum dan penis. Sedangkan bagian internal terdiri atas gonad
yang menghasilkan gamet (sel-sel sperma) dan hormone, kelenjar aksesoris yang
mensekresikan produk yang esensial bagi pergerakan sperma, dan sekumpulan duktus
yang membawa sperma dan sekresi glandural. skortum itu terdiri dari kulit yang
ditumbuhi oleh rambut dan banyak mengandung rambut kelenjar puluh dan minyak,
testis kiri dibatasi oleh sekat yang terdiri dari jaringan ikat dan otot polos, terdapat otot
dartos dan otot cremaster yang berfungsi menggerakan skortum sehingga dapat
membesar dan mengecil dan suhu dalam skortum sekitar 20 C dibawah suhu rongga
abdomen (Campbell 2004: 156).
System reproduksi betina terdiri dari alat kelamin primer yaitu ovarium, dan alat
kelamin skunder terditi dari saluran, kelenjar (lender dan susu) dan permukaan lubang
keluar. Ovarium terdiri dari 2 daerah yaitu cortex dan mendulla. Dalam cortex terdapat
banyak sekali folikel terdiri dari 5 macam folikel yaitu folikel muda, prime, suknder,
terrier dan folikel graaf. Tubula fallofi adalah saluran yang akan menapung ovum yang
berovulasi dan meneruskannya ke uterus. Uterus menerima ovum dari ovulasi, dan
kalau dibuahi tempat pertumbuhan embrio. Uterus dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu:
Fundus; tempat bermuara tuba. Corpus; bagian atas (anterior). Cervix; bagian bawah
(osterior) yang bulat (Yatim 1994: 65).

System genital pria terdiri atas kelenjar kelamin jantan yang disebut testis,
terdapat sepasang menghasilkan sel-sel kelamin jantan atau spermatozoa. Selain itu
juga dapat menghasilkan hormon androgen, jadi bersifat sebagai kelenjar endokrin.
Sebagai kelenjar endokrin, sel-sel intersitiel yaitu yang disebut sel-sel leydig,
menghasilkan testoteron yang selain mempengaruhi prilaku reproduksi, juga
menumbuhkan ciri-ciri kelamin sekunder seperti tumbuhnya bulu-bulu pada tempat
tertentu, menebalnya pita suara, dan membesarnya larink atau jakun
(Suripto 1994: 121).
Gonad yang sepasangan dan berada dalam skortum ini memiliki kapsul yang
terdiri 2 lapisan : Tunica vaginalis dan tunica albuginea. Penis manusia terdiri dari tiga
silinder jaringan erektil mirip spon yang berasal dari vena dan kapiler yang
termodifikasi. Batang utama penis ditutupi oleh kulit yang relative tebal. Kepala zakar,
atau glans penis mempunyai penutup yang jauh lebih tipis sehingga menjadi lebbih
sensitive terhadap rangsangan. Glans penis manusi ditutupi oleh lipatan kulit yang
disebut sebagai preputium (Campbell 2004: 157-158).
Selama perkembangannya testes (tunggal, testis), turun dari rongga tubuh
melalui saluran inguinalis kedalam kandung buah pelir (skrotum). Di dalam testes
terdapat sejumlah tubula seminiferus yang menghasilkan sperma dan cairan sperma.
Sperma tersebut disimpan didalam epididimis yaitu suatu saluran yang panjang dan
ramping. Epididimis ini ke bagian atas (ke bagian rongga tubuh) dihubungkan saluran
sperma (vas deferens). Ke dalam saluran sperma ini juga akan masuk saluran dari
kandung sperma (vesicular seminalis) yang selanjutnya bersatu dengan saluran
ejakulasi. Saluran ini melalui kelenjar prostata akan masuk kedalam uretra bagian atas.
Cairan sperma akan ditambah oleh skresi dari kandung sperma, kelenjar prostate dan
kelenjar cowpers (Cartono 2004: 180 ).

1.2. Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktium ini adalah untuk mengeahui dan mengamati organ organ
yang berperan dalam system reproduksi.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Sistem reproduksi adalah suatu rangkaian dan interaksi organ dan zat dalam
organisme yang dipergunakan untuk berkembang biak. Sistem reproduksi pada suatu
organisme berbeda antara jantan dan betina. Sistem reproduksi pada perempuan
berpusat di ovarium. Alat reproduksi pada pria a. Sepasang testis, yang terbungkus
dalam kantong skrotum, testis berfungsi sebagai penghasil sperma dan hormon
testosteron b. Sepasang epididimis, saluran panjang berkelok-kelok terdapat di dalam
skrotum. Pada wanita ovarium berfungsi menghasilkan ovum dan hormon (estrogen
dan progestron) jika sel telur pada ovarium telah masak, akan dilepaskan dari ovarium,
pelepasan telur dari ovarium disebut ovulasi (Cartono 2004: 187).
Organ reproduksi pada hewan invertebrate. Reproduksi asexual/vegetative
meliputi : Fragmentasi yaitu pemisahan salah satu bagian tubuh yang kemudian dapat
tumbuh dan berkembang menjadi individu baru. Contohnya Planaria sp dan Asterias
sp. Budding/tunas/gemmulae yaitu pembentukan tonjolan pada salah satu bagian tubuh
hewan dan adapat berkembang menjadi individu baru. Contohnya hewan Acropora sp
dan Euspongia sp. Fisi yaitu pembelahan sel pada sel induk dan hasilnya akan
berkembang menjadi individu baru. Dibedakan menjadi 2 yaitu pembelahan biner,
contohnya pada Bakteri dan pembelahan multiple pada Virus (Suripto 1994: 111).
Sistem reproduksi vertebrata jantan terdiri atas sepasang testis, saluran
reproduksi jantan, kelenjar seks asesoris (pada mamalia) dan organ kopulatoris (pada
hewan-hewan dengan fertilisasi internal). Sistem reproduksi betina terdiri atas
sepasang ovarium pada beberapa hanya satu) dan saluran reproduksi betina. Pada
mamalia yang dilengkapi organ kelamin luar (vulva) dan kelenjar susu. Reproduksi
vertebrata pada umumnya sama, tetapi karena tempat hidup, perkembangan anatomi,
dan cara hidup yang berbeda menyebabkan adanya perbedaan pada proses fertilisasi.
Misalnya hewan akuatik pada umumnya melakukan fertilisasi\ di luar tubuh (fertilisasi
eksternal), sedangkan hewan darat melakukan fertilisasi di dalam tubuh (fertilisasi
internal) (Pratiwi 1996: 101).
Alat-alat reproduksi adalah alat-alat yang mendukung reproduksi seksual pada
hewan mamalia. Selain itu, tubuh mamaliapun telah dilengkapi dengan alat-alat tubuh
lainnya. Organ genital pada suatu individu merupakan kelengkapan alat reproduksi
yang berfungsi untuk berkembang biak dan memperoleh keturunan. Organ kelamin
jantan dan organ kelamin betina berbeda sesuai dengan fungsinya masing-masing.
Beberapa system reproduksi pada hawan vetebrata. Pada pisces, misalnya ikan hiu,
fertilisasi internal, ikan hiu jantan mempunyai alat kopulasi yang disebut klasper
(penjepit) yang betina mempunyai 2 ovarium yang didekat ujung anterium ovum
abdominal. (Cartono 2004: 189).
Pada reptil jantan dewasa terdapat 2 testis berbentu bulat terdapat didekat batas
ventromodial dari ginjal dari setiap testis terdapat sebuah vas deferens menuju ke
kloaka yang disebut anterior ureter, yang berlanjut ke penis tunggal yang terdapat pada
bagian ventral kloaka pada betina dewasa terdapat 2ovarium yang sama, yang melekat
dekat ginjal. Disebalah anterior dari setiap ginjal terdapat saluran oviduct yang
berlanjut ke kloaka. Pada aves, misalnya pada burung betina hanya ada satu ovarium,
yaitu ovarium kiri. Ovarium kanan tidak tumbuh sempurna dan tetap kecil yang disebut
rudimenter. Ovarium dilekati oleh suatu corong penerima ovum yang dilanjutkan oleh
oviduk. Ujung oviduk membesar menjadi uterus yang bermuara pada kloaka. Pada
burung jantan terdapat sepasang testis yang berhimpit dengan ureter dan bermuara di
kloaka (Pratiwi 1996: 109).
Fungsi-fungsi organ reproduksi wanita yaitu pembentukan ovum (oogenesis), menerima
sperma, transportasi sperma dan ovum ke tempat penyatuan (fertilisasi atau konsepsi),
pemeliharaan janin yang sedang berkembang sampai janin tersebut dapat betahan hidup di luar
(gestasi/kehamilan), termasuk pembentukan plasenta, melahirkan bayi (partus), memberikan
makan pada bayi yang baru dilahirkan dengan menghasilkan susu (laktasi). Beberapa system
reproduksi pada hawan vetebrata, misalnya pada pisces : misalnya ikan hiu, fertilisasi internal,
ikan hiu jantan mempunyai alat kopulasi yang disebut klasper (penjepit) yang betina
mempunyai 2 ovarium yang didekat ujung anterium ovum abdominal (Cartono 2004: 188).
Reproduksi sexual/generative. Konjugasi yaitu persatuan antara dua individu
yang belum mengalami spesialisasi sex. Terjadi persatuan inti (kariogami) dan
sitoplasma (plasmogami). Contohnya pada Paramaecium sp. Fusi yaitu
persatuan/peleburan duya macam gamet yang belum dapat dibedakan jenisnya.
Dibedakan menjadi 3 macam yaitu : Isogami yaitu persatuan dua macam gamet yang
memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Contohnya pada Phyllum Protozoa.
Anisogami yaitu persatuan dua macam gamet yang berbeda ukuran dan bentuknya
sama. Contohnya Chlamydomonas sp. OOgami yaitu persatuan dua macam gamet
yang memiliki ukuran dan bentuk yang tidak sama. Contohnya pada Hydra sp
(Suripto 1994: 113).
Kelas pisces yaitu dengan ovipar dan secara fertilisasi eksternal, ovovivipar dan
vivipar. Organ reproduksinya meliputi testis, vas deferens, lubang urogenitalia untuk
jantan dan untuk betina adalah ovarium, oviduk dan lubang urogenitalia. Kelas
amphibia yairu dengan fertilisasi eksternal. Organ reproduksinya meliputi testis, vasa
efferentia dan kloakauntuk jantan dan untuk betina yaitu ovarium, oviduk dan kloaka.
Kelas aves yaitu dengan fertilisasi internal. Organ reproduksi bagi yang jantan yaitu
testis, vas deferens dan kloaka. Untuk yang betina meliputi ovarium kiri, oviduk, dan
kloaka. Kelas mammalia yaitu dengan fertilisasi internal. Organ reproduksi jantan
meliputi penis, vas deferens, testis dan anus. Untuk yang betina meliputi ovarium,
oviduk, uterus dan anus. Memiliki sistem menstruasi yang disebut dengan fase estrus
serta tipe uterus yang kompleks (Pratiwi 1996: 110).
Ovarium terdiri dari 2 daerah yaitu cortex dan mendulla. Dalam cortex terdapat
banyak sekali folikel terdiri dari 5 macam folikel yaitu folikel muda, prime, suknder,
terrier dan folikel graaf. Tubula fallofi adalah saluran yang akan menapung ovum yang
berovulasi dan meneruskannya ke uterus. Uterus menerima ovum dari ovulasi, dan
kalau dibuahi tempat pertumbuhan embrio. Uterus dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu
Fundus, tempat bermuara tuba. Corpus, bagian atas (anterior). Cervix, bagian bawah
(osterior) yang bulat. Kelenjar Bartholin yang terletak didekat lubang vagina
mensekresikan mucus kedalam vestibula, yang menjaganya tetap terlumasi dan
memudahkan hubungan kelamin. Kelenjar susu, di kelenjar ni terdapat kantung kecil
jaringan epithelium mensekresikan susu, yang mengalir keserangkaian duktus yang
membuka pada putting (Campbell 2004: 158-159).

BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari selasa tanggal 14 Mei 2013 pukul 08.00-
10.00 WIB bertempat di Laboratorium Fisiologi Hewan, Jurusan Biologi, Fakultas
Matematika dan Ilmu Pegetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indralaya.

3.2. Alat dan Bahan
Adapun alat-alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu alat tulis, baki, buku
catatan dan gunting bedah. Sedangkan bahan yang digunakan adalah Mus musculus
jantan dan betina dewasa dan preparat awetan.

3.3. Cara Kerja
Langkah pertama yang dapat kita lakukan pada praktikum kali ini ialah dengan
menyiapkan bahan yang akan digunakan lalu letakkan diatas baki. Kemudian bedah
untuk diamati organ organ reproduksi dari mencit. Untuk preparat awertan siapkan
mikroskop untuk melakukan pengamatan. Letakkan preparat awetan pada mikroskop
dan tentukan bagian bagiannya. Dan langkah terakhir yaitu gambarkan dalam buku
kerja dan agar hasil yang didapat mudah dimengerti sertakan penjelasan dan
keterangan pada gambar tersebut.






BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Anatomi Reproduksi Mus musculus Jantan

Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Rodentia
Famili : Muriidae
Genus : Mus
Spesies : Mus musculus
Nama umum : Mencit

Keterangan Gambar :
1. Ginjal
2. Ureter
3. Vas deferen
4. Kelenjar prostata
5. Uretra
6. Penis
7. Epidermis
8. Testis
Anatomi Reproduksi Mus musculus Betina

Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Rodentia
Famili : Muriidae
Genus : Mus
Spesies : Mus musculus
Nama umum : Mencit

Keterangan Gambar :
1. Ginjal
2. Ureter
3. Oviduk
4. Ovarium
5. Uterus
6. Kandung kemih
7. Uretra
8. Vagina
9. Vestibula
10. Plasenta



Penampang Melintang Vagina Mus
musculus

Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Rodentia
Famili : Muriidae
Genus : Mus
Spesies : Mus musculus
Nama umum : Mencit

Keterangan Gambar :
1. Sel epitel
2. Inti sel
3. Membran basalis
4. Membran plasma
5. Epitel pipih selapis banyak



Penampang Melintang Testis Mus musculus

Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Rodentia
Famili : Muriidae
Genus : Mus
Spesies : Mus musculus
Nama umum : Mencit

Keterangan Gambar :
1. Membran basalis
2. Sel epitel berinti
3. Epitel conivied






Penampang Melintang Uterus Rattus rattus

Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Rodentia
Famili : Muriidae
Genus : Ratus
Spesies : Ratus ratus
Nama Umum : Tikus

Keterangan Gambar :
1. Sel epitel berlapis banyak
2. Epitel berlapis banyak
3. Inti sel
4. Membran basalis
5. Membran plasma
4.2. Pembahasan
Pada praktikum kali ini, para praktikan melakukan percobaan dengan
menggunakan bahan mencit atau Mus musculus. Reproduksi sendiri mempunyai arti
yaitu memperbanyak keturunan. Reproduksi terbagi menjadi reproduksi seksual dan
reproduksi aseksual. Reproduksi seksual terjadi oleh kedua orang tua tunggal.
Menurut Cartono (2005: 188) menyatakan bahwa, makhluk hidup yang melakukan
reproduksi seksual ini umumnya adalah makhluk hidup seperti dari kelas amphibi, aves
dan kelas mamalia.
Menurut Suripto (1994: 109) menyatakan bahwa, reproduksi seksual umumnya
digunakan oleh organisme bersel tunggal, termasuk bakteri dan banyak rpotista.
Sedangkan reproduksi seksual dilakukan oleh organisme jantan maupun betina yang
menciptakan individu-individu yang mewarisi campuran gen-gen dari lebih dari satu
tetua (orang tua). Istilah partenogenesis yang berarti kelahiran dari perawan, yang
merujuk pada sejenis reproduksi seksual dimana keturunan dihasilkan dari telur yang
tidak dibuahi. Telur tidak biasa terlibat dalam reproduksi aseksual. Meskipun
demikian, sangat penting dalam reproduksi seksual dimana telur dibuahi oleh sperma.
Menurut Cartono (2004: 190) menyatakan bahwa, sistem reproduksi pada Mus
musculus jantan memiliki bagian-bagian seperti testis, penis, vas defferent, dan ureter.
Pada mencit, organ luar reproduksi umumnya terdiri dari skrotum dan penis. Pada
mencit dewasa umumnya pembentukan sperma sudah dinormalkan. Testis tersusun
dari banyak tabung berbentuk seperti spiral yang dikelilingi oleh beberapa lapisan
jaringan penghubung. Tabung-tabung spiral ini merupakan bentuk dari tubulus
seminiferous yang merupakan lokasi pembentukan sperma. Pada mencit yang belum
dewasa, sudah memiliki tubulus seminiferous ini.
Menurut Yatim (1994: 60) menyatakan bahwa, proses pembentukan sperma
normal tidak dapat terjadi pada suhu tubuh. Skrotum memainkan peran penting dalam
hal ini. Testis tersimpan pada skrotum sehingga tidak berhubungan langsung dengan
rongga perut bagian atas. Kondisi ini menyebabkan suhu pada skrotum kurang lebih
dua derajat lebih rendah dibandingkan dengan suhu tubuh. Sel sperma terdiri dari
kepala, bagian tengah dari sperma dan ekor. Pada kebanyakan spesies, sperma kepala
sperma memiliki bagian khusus yang disebut dengan acrosome. Sel-sel sperma
dihasilkan dari proses yang disebut dengan spermatogenesis.
Menurut Cartono (2004: 213) menyatakan bahwa, dalam pembuahan sendiri,
hewan membuahi diri sendirinya yaitu, baik sel kelamin jantan dan betina dihasilkan
oleh individu yang sama. Hanya hermafrodit, yang memiliki alat reproduksi jantan dan
betina, yang bisa melakukan pembuahan sendiri. Dalam satu hal, pembuahan sendiri
masih merupakan sebuah proses seksual, karena dua sel kelamin bertemu dan melebur.
Namun, ini juga menyerupai reproduksi aseksual karena hanya satu tetua yang
menyambung keseluruhan gen. Meskipun begitu, keturunan yang dihasilkan oleh
pembuahan sendiri bukan merupakan klon yang sebenarnya, karena bisa menerima
kombinasi yang berbeda dari gen - gen induknya.
Menurut Yatim (1994: 66) menyatakan bahwa, struktur reproduksi kelamin luar
betina adalah clitoris, sepasang labia yang mengelilingi clitoris dan lubang vagina.
Organ reproduksi dalam terdiri dari gonad, suatu sistem saluran dan ruang untuk
mengalirkan gamet serta tempat pemeliharaan embrio dan fetus. Ovarium pada tubuh
betina dapat menyimpan sel telur dalam jumlah ynag cukup banyak. Oviduct terletak
pada setiap sisi dari tubuh, bagian ujung dari oviduct membentuk kurva yang
mengelilingi ovarium. Pada mencit betina memiliki organ-organ seperti cervik, rahim,
uretra dan vulva. Vagina berada dibawah cervik. Pada bagian inferior pada daerah ini
terdapat cervix yang berhubungan dengan vagina. Siklus menstruasi tidak terjadi pada
mencit, siklus ini hanya terjadi pada manusia dan primata. Siklus ini berkaitan dengan
perubahan yang terjadi pada uterus (rahim).
Menurut Suripto (1994: 112) menyatakan bahwa, vagina merupakan organ untuk
proses kopulasi dan melahirkan. Pada mencit, ovarium berjumlah sepasang, yaitu
ovarium kanan dan kiri. Pada mencit dewasa maupun anakan juga memiliki sepasang
uterus yang berada di dekat embrio atau plasenta pada mencit dewasa. Mencit betina
juga memiliki kandung kemih yang berfungsi sebagai penampung urine. Sel telur pada
betina memiliki ukuran lebih besar dibandingkan dengan sel sprema. Karena sel telur
memiliki tiga proses yang dibutuhkan dalam pembelahan zigot dan pertumbuhan
embrio.
BAB V
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan dari praktikum ini, maka diperoleh beberapa
kesimpulan sebagai berikut :
1. Sistem reproduksi Mus musculus jantan terdiri dari penis, testis, vas defferent,
epididimis dan skrotum.
2. Sistem reproduksi Mus musculus betina terdiri dari vagina, ovarium, uterus, plasenta
dan saluran telur.
3. Terdapat dua macam sistem reproduksi yaitu, reproduksi seksual dan reproduksi
aseksual.
4. Partenogenesis merupakan sejenis reproduksi aseksual dimana keturunan dihasilkan
dari telur yang tidak dibuahi oleh sperma.
5. Reproduksi seksual menciptakan individu-individu yang mewarisi campuran gen-gen
dari lebih dari satu induknya.











LAMPIRAN
Testis Mus musculus




http ://www.google-testis.com
Vagina Mus musculus




http ://www.google-Vagina.com
Uterus Mus musculus




http://www.google-uterus.com
Organ reproduksi Mus musculus (Jantan)




DAFTAR PUSTAKA
Cartono, 2005. Biologi Umum. Bandung: Prisma Press
Pratiwi,DA. 1996. Biologi 2. Jakarta: Erlangga
Suripto, 1994. Struktur Hewan. Bandung: Penerbit ITB
Campbell, Reece Mitchael. 2004. Biologi, jilid 3. Erlangga. Jakarta
Yatim, Wildan, 1994. Reproduksi dan Embriologi. Tarsito. Bandung

Anda mungkin juga menyukai