Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM

STRUKTUR DAN PERKEMBANGAN HEWAN 1


SISTEM RESPIRASI








OLEH :


Nama : Dea Sintia
NIM : 08121004065
Kelompok : II
Asisten : Meilisa Dwinda A


LABORATORIUM FISIOLOGI HEWAN
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2013
ABSTRAK

Praktikum mengenai struktur dan perkembangan hewan yang membahas tentang
Sistem Respirasi. Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui dan mengamati organ-
organ yang berperan dalam sistem respirasi. Praktikum ini dilaksanakan pada hari
Selasa, tanggal 21 Mei 2013, Pukul 08.00-10.00 WIB. Bertempat di Laboratorium
Fisiologi Hewan, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Sriwijaya, Indralaya. Alat yang digunakan adalah alat tulis, baki, buku
kerja dan gunting bedah. Sedangkan bahan yang digunakan adalah Mus musculus,
Rana vulgaris, Valanga sp, Cyprinus carpio. Adapun hasil yang di dapat yaitu anatomi
organ organ respirasi dari Mus musculus, Rana vulgaris, Valanga sp, Cyprinus
carpio. Kesimpulan yang di dapat dari praktikum ini adalah Aves dapat tetap bernapas
saat terbang dikarenakan memiliki pundi-pundi udara. Sistem pernapasan pada Mus
musculus atau mamalia dimulai dari hidung sebagai jalan masuk udara, memasuki
pharink, larynx, trachea, bronchi, dan paru-paru. Rana vulgaris atau amphibi bernapas
dengan kulit saat berada di darat. Sistem respirasi pada pisces berupa pengaturan pipa-
pipa kapiler darah pada insang juga meningkatkan proses pertukaran gas dan
menurunkan energi yang diperlukan untuk menjalankan proses ventilasi.


















BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Hewan menggunakan oksigen dan menghasilkan karbondioksida selama proses
respirasi sel. Organisme yang diameternya lebih kecil dari 0,5 mm dapat menggunakan
difusi saja untuk pertukaran gas. Seiring bertambah besarnya organisme, jarak difusi
meningkat dan rasio daerah permukaan terhadap volume mengecil. Sistem sirkulasi
dan sistem respirasi pada hewan yang lebih besar berkembang untuk mempermudah
pertukaran gas (Stephen 2003: 138).
Sebagian besar hewan vertebrata menggunakan paru-paru sebagai organ untuk
melakukan proses pertukaran gas yang diperlukan dalam proses oksidasi makanan
pengecualian adalah ikan yang menggunakan insang sebagai organ pernapasan. Paru-
paru memiliki pipa-pipa kapiler dalam jumlah sangat besar tepat di bagian bawah
jaringan epitel yang membentuk bagian permukaan dari saluran pernapasan. Secara
umum ukuran dan kompleksitas dari paru-paru berkolerasi dengan tingkat metabolisme
(sangat ditentukan oleh tingkat pertukaran gas). Sebagai contoh, ukuran paru-paru dari
hewan endotherm lebih besar dibandingkan pada hewan ectodherm walaupun
keduanya memiliki ukuran tubuh yang sama (Agus 2001: 130).
Struktur jalan napas (saluran napas) dimulai dari hidung, mulut, faring, laring
dan trakea. Udara memasuki hidung atau mulut dan berpindah ke faring. Faring
merupakan bagian atas kerongkongan yang berada di belakang jalan nasal dan di
belakang lidah. Udara kemudian berpindah ke dalam laring, daerah bagian bawah
kerongkongan tempat pita suara berada. Udara harus melalui celah diantara dua pita
suara untuk memasuki trakea. Trakea adalah pipa kaku (rigid) yang terbuat dari cincin
tulang rawan. Trakea yang kaku itu berguna untuk mencegah agar tidak kolaps akibat
tekanan negatif yang terjadi selama inspirasi (Stephen 2003: 138).
Bernapas melibatkan perpindahan gas diantara tubuh dan lingkungannya.
Bologiwan menyebutnya pertukaran gas. Organ yang melakukan proses ini menyusun
sistem pernapasan (respiratori). Setiap sel dalam tubuh membutuhkan gas berupa
oksigen untuk dapat berfungsi. Proses bernapas membantu mengirimkan gas ini. Proses
ini juga membuang gas lain, karbondioksida, yang merupakan salah satu hasil buangan
fungsi sel. Bernapas sangat penting sehingga dikendalikan oleh sitem saraf otonom
tubuh. Sistem ini mengatur fungsi penting tubuh secara otomatis sehingga berada
diluar kendali sadar kita (Patricia 2010: 27).
Pisces menggunakan insang sebagai organ pernapasan. Insang adalah salah satu
lipatan permukaan tubuh yang selalu berada dalam air. Sebagai medium tempat hidup,
air memiliki keuntungan dan kelemahan bagi insang. Keuntungannya adalah air
memungkinkan membran pada insang tetap lembab. Akan tetapi kelemahannya adalah
konsentrasi oksigen terlarut pada air sangat rendah. Bahkan konsentrasi tersebut
menjadi semakin rendah bila suhu dan kadar garam meningkat. Proses penting yang
membantu insang untuk mengambil oksigen dari air adalah ventilation (ventilasi) yang
merupakan suaru proses peningkatan aliran medium hidupp yang mengandung oksigen
(dalam hal ini air) pada permukaan organ pernapasan (dalam hal ini insang)
(Agus 2001: 130).
Difusi disebabkan molekul berpindah dari tempat berkadar tinggi ke tempat
berkadar rendah. Oksigen dibutuhkan untuk memecah bahan bakar seperti glukosa
yang memberi tenaga pada sel. Saat sel menghabiskan oksigen, kadar oksigen di dalam
menjadi lebih rendah daripada di luar. Sehingga oksigen berdifusi ke dalam melalui
membran sel dan menuju ke sel. Demikian pula, saat buangan karbondioksida
menumpuk di dalam sel, kadarnya menjadi lebih tinggi daripada di luar. Kemudian
karbondioksida berdifusi keluar melalui membran sel (Patricia 2010: 28).
Bronkus utama adalah dua cabang utama trakea. Ada bronkus utama kiri dan
kanan. Bronkiolus adalah set cabang bronkus yang lebih kecil yang dibentuk dari
setiap pembagian cabang utama (lebih dari 20 kali). Sebagian besar cabang awal
memiliki dinding pendukung tulang rawan dan kaku (Stephen 2003: 138).

1.2. Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui dan mengamati organ-organ
yang berperan dalam sistem respirasi.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Difusi adalah kunci pertukaran gas. Hewan besar bersel banyak, seperti manusia,
memiliki sistem pernapasan untuk difusi oksigen dan karbondioksida keluar masuk
darah. Saat bergerak ke seluruh tubuh, darah bersentuhan dengan sel tubuh. Darah
mengangkut gas diantara sel dan organ pernapasan paru-paru. Udara masuk ke hidung
atau mulut dan menuruni pipa bernama trakea. Trakea memisah menjadi cabang seperti
pipa yang disebut bronkus. Bronkus kemudian memasuki paru-paru dan bercabang
menjadi pipa-pipa yang semakin kecil yang disebut bronkiol (Patricia 2010: 29).
Alveolus adalah struktur terkecil di bagian akhir jaringan percabangan bronkus.
Alveolus dilapisi oleh sel tunggal dan merupakan ruang sferis tempat sebagian besar
pertukaran gas terjadi. Sebagian besar perukaran gas terjadi melalui membran sel
alveolus. Terdapat lebih dari 300 juta alveolus pada paru manusia dewasa. Kantong
alveolus berasal dari sekelompok alveolus dan berhubungan satu dengan yang lain
melalui duktus alveolus. Bronkiolus terminalis membawa udara ke jaringan alveolus.
Asinus adalah suatu jaringan alveolus yang dipasok oleh satu bronkus terminalis. Suara
dihasilkan pada saat otot-otot pita suara bervibrasi dan menggetarkan udara yang
masuk melalui pita suara (Stephen 2003: 139).
Sistem respirasi pada pisces berupa pengaturan pipa-pipa kapiler darah pada
insang ikan juga meningkatkan proses pertukaran gas dan menurunkan energi yang
diperlukan untuk menjalankan proses ventilasi. Darah pada insang mengalir dalam arah
yang berlawanan dengan pergerakan air pada insang. Hal ini memungkinkan oksigen
bergerak dari air ke dalam secara sangat efisisen dengan menggunakan proses
pertukaran arus berlawanan. Pada proses ini darah yang bergerak pada insang semakin
jenuh dengan oksigen, akan tetapi pada saat bersamaan darah pernapasan dengan aliran
air yang baru memasuki insang. Kondisi ini menyebabkan selalu terdapat perbedaan
konsentrasi oksigen antara air dan darah dengan air selalu memiliki konsentrasi
oksigen yang lebih tinggi sehingga memungkinkan terjadinya difusi oksigen dari air
menuju ke darah (Agus 2001: 131).
Paru-paru mengandung sejumlah besar gugus kantong udara yang disebut
alveolus. Alveolus mengumpul seperti anggur di ujung bronkiol. Tiap kumpulan
disebut kantong alveolus. Karena setiap kantong mengandung banyak alveolus, luas
permukaan yang tersedia untuk pertukaran gas sangatlah besar. Kedua gas yaitu,
oksigen dan karbondioksida secara terus-menerus bertukar dalam alveolus. Dinding
alveolus hanyalah setebal satu sel untuk membantu memperlancar difusi, cukup lentur
sehingga memudahkan perpindahan gas keluar masuk kantong udara. Alveolus
memiliki jaringan pembuluh yang disebut kapiler yang membawa darah dalam paru-
paru. Pertukaran gas terjadi diantara darah dalam kapiler dan udara dalam alveolus
(Patricia 2010: 29).
Sistem pernapasan pada mamalia dimulai dari hidung sebagai jalan masuk udara.
Udara yang dihisap selanjutnya memasuki pharink, larynx, trachea, bronchi, dan paru-
paru. Nostril atau sering disebut lubang hidung merupakan gerbang menuju saluran-
saluran nasal yang dilapisi oleh membran mukus. Pada bagian bawah membran
tersebut terdapat kapiler darah yang berfungsi menghangatkan udara sebelum
mencapai paru-paru. Selain dihangatkan, udara tersebut juga disaring oleh rambut-
rambut yang terdapat pada rongga hidung. Pharink adalah daerah dimana terjadi
persilangan antara jalur untuk sistem pernapasan dan pencernaan makanan. Struktur
larynx adalah kotak suara pada kebanyakn mamalia. Dinding larynx diperkuat oleh
rawan krikoid dan tiroid. Larynx terletak antara pharink dan trachea (Agus 2001: 133).
Dalam sistem respirasi, hemoglobin juga berperan dalam hal ini. Hemoglobin
merupakan pigmen resprasi yang berperan sebagai pembawa oksigen utama dalam
darah. Struktur hemoglobin adalah molekul besar dengan berat molekul 68 ribu. Setiap
molekul mengandung empat subunit dan setiap subunit mengandung sebuah rantai
polipeptida dan hem yaitu yang mengandung gugus prostetis. Rantai polipeptida terdiri
atas rantai alfa dan beta. Setiap molekul hemoglobin mengandung dua rantai alfa dan
dua rantai beta. Masing-masing memiliki bagian hem yang terkait. Perangkat pengikat
setiap subunit dapat mengikat satu molekul oksigen. Pengikatan molekul oksigen
pertama menyebabkan pengikatan molekul oksigen berikutnya menjadi semakin
mudah dikenal sebagai kerja sama yang positif (Stephen 2003: 140).
Pada hewan mamalia Setiap bronchus bermuara pada satu paru-paru. Epitel pada
saluran ini diselimuti oleh silia dan lapisan tipis mukus. Mukus berperan dalam
menangkap debu, polen dan kontaminan kecil yang lolos dari saringan rambut di
rongga hidung. Silia berperan sabagai alat untuk untuk menggerakkan mukus yang
telah terkontaminasi tersebut ke arah atas yang untuk selanjutnya ditelan melalui
esofagus dan masuk ke sistem pencernaan makanan. Di dalam paru-paru, bronchi
bercabang menjadi tubulus-tubulus kecil yang dikenal sebagai bronchioles.
Percabangan halus dari bronchioles selanjutnya memasuki alveoli. Sel-sel alveoli
merupakan permukaan pernapasan sesungguhnya dari paru-paru. Pada daerah ini
proses pertukaran gas terjadi (Agus 2001: 134).
Darah yang masuk ke paru-paru dari jantung telah selesai mengelilingi tubuh,
mengumpulkan hasil buangan. Kadar karbondioksida di dalam darah tinggi, sedangkan
kadar karbondioksida di dalam alveolus rendah. Sehingga karbondioksida berdifusi
keluar dari darah dan massuk ke alveolus. Dari alveolus, karbondioksida meninggalkan
tubuh dengan jalur yang sama saat udara dari luar masuk. Darah yang kehilangan
karbondioksidanya masih miskin oksigen, tetapi kemudian mengambil oksigen saat
melewati kapiler yang mengelilingi alveolus. Setelah berdifusi ke dalam kapiler,
oksigen terikat pada molekul yang disebut hemoglobin yang terdapat di dalam sel
darah merah. Darah kaya oksigen kemudian mengalir dari paru-paru kembali ke
jantung, yang memompanya ke selururh tubuh lainnya (Patricia 2010: 31).
Setiap sel hidup harus beraktivitas untuk mempertahankan kelangsungan
hidupnya. Untuk melaksanakan aktivitas tersebut, sel memerlukan energi dari luar
tubuhnya. Sumber energi utama adalah cahaya matahari yang masuk ke ekosistem.
Semua sel aktif melakukan respirasi terus-menerus, menyerap oksigen dan melepaskan
karbondioksida. Namun, respirasi bukan hanya sekedar pertukaran gas-gas. Proses
keseluruhan respirasi adalah oksidasi-reduksi, yang mengoksidasi senyawa-senyawa
menjadi karbondioksida, sedangkan oksigen yang diserap direduksi menjadi air. Reaksi
oksidasi-reduksi membebaskan energi ketika elektron bergerak dari pembawa hidrogen
menuju oksigen. Pertukaran gas terjadi diantara darah dalam kapiler dan udara dalam
alveolus, dengan setiap permukaan kantong alveolus yang luas (Agus 2001: 103).
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari selasa tanggal 21 Mei 2013 pukul 08.00-
10.00 WIB bertempat di Laboratorium Fisiologi Hewan, Jurusan Biologi, Fakultas
Matematika dan Ilmu Pegetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indralaya.

3.2. Alat dan Bahan
Adapun alat-alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu alat tulis, baki, buku
catatan dan gunting bedah. Sedangkan bahan yang digunakan adalah Mus musculus,
Rana vulgaris, Valanga sp, Cyprinus carpio.

3.3. Cara Kerja
Langkah pertama yang dapat kita lakukan pada praktikum kali ini ialah dengan
menyiapkan bahan yang akan digunakan lalu letakkan diatas baki. Kemudian bedah
untuk diamati organ organ respirasinya dan menentukan bagian bagiannya. Dan
langkah terakhir yaitu menggambarkanya dalam buku kerja dan agar hasil yang didapat
mudah dimengerti sertakan penjelasan dan keterangan pada gambar tersebut.









BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Organ Respirasi Mus musculus

Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Rodentia
Famili : Muriidae
Genus : Mus
Spesies : Mus musculus
Nama umum : Mencit

Keterangan Gambar :
1. Laring
2. Trakea
3. Syrinx
4. Thorak
5. Abdominal
6. Glottis
7. Bronkus
8. Cor

Organ Respirasi Columba livia

Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Columbiformes
Famili : Columbidae
Genus : Columba
Spesies : Columba livia
Nama umum : Burung merpati

Keterangan Gambar :
1. Pulmo
2. Pundi-pundi udara
3. Kantung servikal
4. Laring
5. Trakea
6. Kantung abdominal
7. Glottis





Organ Respirasi Cyprinus carpio

Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Pisces
Ordo : Ostariophysi
Famili : Cyrinidae
Genus : Cyprinus
Spesies : Cyprinus carpio
Nama umum : Ikan mas

Keterangan gambar :
1. Rimaoris
2. Katup mulut
3. Insang
4. Operkulum
5. Ruang operkulum
6. Faring
7. Esofagus




Organ Respirasi Valanga sp

Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Orthoptera
Famili : Acridiodea
Genus : Valanga
Spesies : Valanga sp.
Nama umum : Belalang

Keterangan gambar :
1. Kantung udara
2. Trakea
3. Trakeola
4. Spirakel
5. Sel tubuh




Organ Respirasi Rana vulgaris

Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Amphibia
Ordo : Anura
Famili : Ranidae
Genus : Rana
Spesies : Rana vulgaris
Nama umum : Katak

Keterangan gambar :
1. Nariseksternal
2. Rimaoris
3. Bronkus
4. Naris internal
5. Glotis
6. Faring
7. Esofagus
8. Pulmo




4.2. Pembahasan
Alat respirasi pada hewan bervariasi antara hewan yang satu dengan hewan yang
lain, ada yang berupa paru-paru, insang, kulit, trakea, dan paru - paru buku, bahkan ada
beberapa organisme yang belum mempunyai alat khusus sehingga oksigen berdifusi
langsung dari lingkungan ke dalam tubuh, contohnya pada hewan bersel satu, porifera,
dan coelenterata. Pada ketiga hewan ini oksigen berdifusi dari lingkungan melalui
rongga tubuh.
Corong hawa (trakea) adalah alat pernapasan yang dimiliki oleh serangga dan
arthropoda lainnya. Pembuluh trakea bermuara pada lubang kecil yang ada di kerangka
luar (eksoskeleton) yang disebut spirakel. Spirakel berbentuk pembuluh silindris yang
berlapis zat kitin, dan terletak berpasangan pada setiap segmen tubuh. Spirakel mem
punyai katup yang dikontrol oleh otot sehingga membuka dan menutupnya spirakel
terjadi secara teratur. Pada umumnya spirakel terbuka selama serangga terbang, dan
tertutup saat serangga beristirahat.
Menurut Patricia (2010: 33), oksigen dari luar masuk lewat spirakel. Kemudian
udara dari spirakel menujupembuluh-pembuluh trakea dan selanjutnya pembuluh
trakea bercabang lagi menjadi cabang halus yang disebut trakeolus sehingga dapat
mencapai seluruh jaringan dan alat tubuh bagian dalam. Trakeolus tidak berlapis kitin,
berisi cairan dan dibentuk oleh sel yang disebut trakeoblas. Pertukaran gas terjadi
antara trakeolus dengan sel-sel tubuh. Trakeolus ini mempunyai fungsi yang sama
dengan kapiler pada sistem pengangkutan (transportasi) pada vertebrata.
Padaaves, tempat berdifusinya gas pernapasan hanya terjadi di paru-paru. Paru-
paru burung berjumlah sepasang dan terletak dalam rongga dada yang dilindungi oleh
tulang rusuk. Jalur pernapasan pada burung berawal di lubang hidung. Pada tempat ini,
udara masuk kemudian diteruskan pada celah tekak yang terdapat pada dasar faring
yang menghubungkan trakea. Trakeanya panjang berupa pipa bertulang rawan yang
berbentuk cincin, dan bagian akhir trakea bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus
kanan dan bronkus kiri. Dalam bronkus pada pangkal trakea terdapat sirink yang pada
bagian dalamnya terdapat lipatan-lipatan berupa selaput yang dapat bergetar.
Bergetarnya selaput itu menimbulkan suara. Bronkus bercabang lagi menjadi
mesobronkus yang merupakan bronkus sekunder dan dapat dibedakan menjadi
ventrobronkus (di bagian ventral) dan dorsobronkus ( di bagian dorsal). Ventrobronkus
dihubungkan dengan dorsobronkus, oleh banyak parabronkus.
Pada pisces, insang ikan mas tersimpan dalam rongga insang yang terlindung
oleh tutup insang (operkulum). Insang ikan mas terdiri dari lengkung insang yang
tersusun atas tulang rawan berwarna putih, rigi-rigi insang yang berfungsi untuk
menyaring air pernapasan yang melalui insang, dan filamen atau lembaran insang.
Filamen insang tersusun atas jaringan lunak, berbentuk sisir dan berwarna merah muda
karena mempunyai banyak pembuluh kapiler darah dan merupakan cabang dari arteri
insang. Di tempat inilah pertukaran gas karbondioksida dan oksigen berlangsung.
Menurut Agus (2001: 136), gerakan tutup insang ke samping dan selaput tutup
insang tetap menempel pada tubuh mengakibatkan rongga mulut bertambah besar,
sebaliknya celah belakang insang tertutup. Akibatnya, tekanan udara dalam rongga
mulut lebih kecil daripada tekanan udara luar. Celah mulut membuka sehingga terjadi
aliran air ke dalam rongga mulut. Setelah air masuk ke dalam rongga mulut, celah
mulut menutup. Insang kembali ke kedudukan semula diikuti membukanya celah
insang. Air dalam mulut mengalir melalui celah-celah insang dan menyentuh
lembaran-lembaran insang. Pada tempat ini terjadi pertukaran udara pernapasan. Darah
melepaskan karbondioksida ke dalam air dan mengikat oksigen dari air.
Masuknya udara yang kaya oksigen ke paru-paru (inspirasi) disebabkan adanya
kontraksi otot antartulang rusuk (interkostal) sehingga tulang rusuk bergerak keluar
dan tulang dada bergerak ke bawah. Atau dengan kata lain, burung mengisap udara
dengan cara memperbesar rongga dadanya sehingga tekanan udara di dalam rongga
dada menjadi kecil yang mengakibatkan masuknya udara luar. Udara luar yang masuk
sebagian kecil tinggal di paru-paru. Saat sayap mengepak atau diangkat ke atas maka
kantung hawa di tulang korakoid terjepit sehingga oksigen pada tempat itu masuk ke
paru-paru. Sebaliknya, ekspirasi terjadi apabila otot interkostal relaksasi maka tulang
rusuk dan tulang dada kembali ke posisi semula.


BAB V
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan dari praktikum ini, maka diperoleh beberapa
kesimpulan sebagai berikut :
1. Aves dapat tetap bernapas saat terbang dikarenakan memiliki pundi-pundi udara.
2. Sistem pernapasan pada Mus musculus atau mamalia dimulai dari hidung sebagai jalan
masuk udara, memasuki pharink, larynx, trachea, bronchi, dan paru-paru.
3. Hemoglobin merupakan pigmen respirasi yang berperan sebagai pembawa oksigen
utama dalam darah.
4. Rana vulgaris atau amphibi bernapas dengan kulit saat berada di darat.
5. Sistem respirasi pada pisces berupa pengaturan pipa-pipa kapiler darah pada insang juga
meningkatkan proses pertukaran gas dan menurunkan energi yang diperlukan untuk
menjalankan proses ventilasi.












LAMPIRAN

Cyprinus carpio





http://www.google-respirasi-pisces.com
Rana cancrivora





http://www.google-respirasi-katak.com
Valanga sp





http://www.google-respirasi-valanga.com

Columba livia






http://www.google-respirasi-aves.com
Mus musculus






http://www.google-respirasi-mencit.com








DAFTAR PUSTAKA
Agus, Permana D, dkk. 2001. Biologi Edisi keempat. PT Tobi: Jakarta.
Patricia, Davis, et all. 2010. Biologi Volume 7. Pakar Raya: Bandung.
Stephen, Bresnick. 2003. Intisari Biologi. Hipokrates: Jakarta.