Anda di halaman 1dari 11

SINTESIS PARANITROASETANILIDA

1. TUJUAN
Mengenal reaksi nitrasi
2. TEORI DASAR
Sintesis orto dan para-nitroanilin mengambil beberapa langkah, yaitu reduksi
dari nitrobenzene aniline, asetilasi dari aniline untuk membentuk asetanilid, nitrasi
dari asetanilid membentuk orto dan paranitroasetaniliddan hidrolisis dari
nitroasetanilid membebaskan orto dan para-nitroanilin. Pemisahan orto dan para-
nitroanilin dicapai dengan kristalisasi dan kromatografi kolom.
2.1 Mekanisme reaksi
O !
"
OO! O SO
#
$! !
2
SO
#
$!
O $O
2
O $O
2
!
2
SO
#
% % !SO
#
$! $! !
&Produk antara'
(on benzenonium
2.2 !al-hal yang harus diperhatikan
Penggunaan campuran asam nitrat pekat dan asam sulfat pekat harus
dilakukan dengan hati-hati karena sangat korosif dan menimbulkan panas.
)adi harus dihindarkan kontak langsung dengan tangan.
*omponen nitro merupakan senya+a yang toksik dan dapat diserap mele+ati
,aringan kulit.
-ntuk keamanan, disarankan untuk memakai sarung tangan plastik selama
percobaan.
.danya paranitroanilin diindikasikan dengan adanya +arna kuning tua
sampai kuning ,ingga
2." *egunaan produk
1. .setanilid digunakan sebagai bahan baku pembuatan obat-obatan
2. Merupakan zat a+al pembuatan penissilin
". Merupakan bahan pembantu dalam industry cat dan karet
#. Merupakan bahan intermediet pada sulfan dan asetilklorida
$itrasi aromatik asetanilid merupakan reaksi eksoterm yaitu reaksi yang
mengeluarkan atau melepaskan panas ke lingkungan. Suhu harus secara hati-hati
dikontrol baik melalui pendinginan, pengadukan, dan dengan menambahkan reagen
sedikit demi sedikit. .setanilid terlarut dengan pelarut asam asetat glasial dengan
pemanasan. .sam asetat glasial digunakan karena merupakan pelarut polar yang
sesuai untuk melarutkan asetanilid dan ion asetat merupakan nukleofil yang lemah
sehingga tidak memungkinkan ter,adinya substitusi nukleofilik. Setelah larutan
didinginkan, .sam Sulfat ditambahkan. $amun +alaupun dengan pendinginan, suhu
larutan mencapai #/0. 1arutan asetanilid dan larutan nitrasi &campuran !$O dan
!SO' harus didinginkan pada suhu 1/0 sebelum direaksikan.
-ntuk mencegah dinitrasi asetanilid, campuran nitrasi ditambahkan sedikit
demi sedikit ke dalam larutan asetanilid sehingga kosentrasi !$O tetap dalam
keadaan minimum. Setelah semua !$O maupun larutan !SO ditambahkan,
reaksi dilakukan dalam kondisi hangat yang turun perlahan sampai mencapai suhu
kamar. 2ila reaksi tetap dalam keadaan dingin selama penambahan, akan banyak
!$O yang tidak bereaksi, hal ini menyebabkan temperatur mencapai di atas
temperatur kamar. 2ila hal ini ter,adi, campuran harus didinginkan ulang.
Prosedur tersebut ditu,ukan untuk menghilangkan asam dan kristalisasi
produk. Setiap sisa asam harus dihilangkan karena ion hidrogen mengkatalis
hidrolisis amida men,adi p-nitroanilin atau memprotonasi kation. Sebagian besar
asam dihilangkan dengan menuangkan pada pereaksi campuran antara es dan air,
kemudian menyaring endapan kuning p-nitroasetanilid. Sisa akhir dari asetat
dihilangkan dengan netralisasi. *arena basis ,uga mengkatalis hidrolisis amida,
reagen yang digunakan untuk menetralkan adalah hidrogen fosfat &$a!PO'.
3eagen ini bereaksi dengan asam membentuk $a!PO. !asilnya adalah larutan
buffer dengan p! mendekati netral.
2ila semua asam dihilangkan, produk men,adi kuning menyala. Perubahan
dari kuning tua ke kuning-orange mengindikasikan adanya p-nitroanilin dari
hidrolisis. Sayangnya p-nitroanilin sulit dihilangkan dari p-nitroasetanilid +alaupun
dengan kristalisasi.
3. Bahan dan Alat
ALAT :
4rlenmeyer 25/ ml
4rlenmeyer 1// ml
a+an petri
6elas ukur 1/ ml
Pompa 7akum
orong 2uchner
6elas filtrasi
*ertas saring
Melting point tester
Pot plastik
BAHAN :
.setanilid
.sam sulfat pekat
.sam asetat glasial
.sam nitrat pekat
4. Cara Kr!a
Masukkan 2 g asetanilid ke dalam labu erlenmeyer 1// ml
8ambahkan 9 ml asam asetat glasial dan # ml
asam sulfat pekat
:inginkan labu dalam air es
ampur hati-hati masing-masing 1 ml asam nitrat
pekat dan asam sulfat pekat dalam labu erlenmeyer 1//
ml, lalu dinginkan labu dalam air es
8eteskan campuran nitrasi ini tetes demi tetes ke
dalam labu erlenmeyer yang berisi asetanilid sambil
diaduk dan temperatur di,aga agar tidak lebih dari
1/
/

2ila penetesan telah selesai keluarkan


labu dari air es dan biarkan selama 1 ,am
Setelah itu tuangkan ke dalam beaker glass
25/ ml yang berisi 1// ml air dan beberapa
potong es
.duk perlahan-lahan, kristal p-nitroasetanilid
akan memisah dan biarkan selama 15 menit
Saring kristal dengan corong 2uchner, cuci
beberapa kali dengan air es, lalu lakukan
rekristalisasi dengan etanol
*eringkan di o7en pada temperatur 1//
/

8imbang dan tentukan titik leburnya


". Prh#t$n%an T&r#t#'
O !
"
OO! O $O
2
% !$O
"
$! !
2
SO
#
$!

.setanilid .s. Sitrat P-$itroasetanilid
2M 1"5,1; g<mol 9",/1 g<mol 1=/,19 g<mol
2erat 2 g 1,#2 g >
Mula? /,/2@9 /,/##=
3eaksi /,/2@9 /,/2@9 /,/2@9
Sisa - /,/152 /,/2@9

.setanilid
Mol A A /,/1#= mol

!$O
"
Mol A A /,/225 mol

P-$itroasetanilid
Massa A A 2,999 gram
(. D')r#*'# Bahan A+al
1. .sam asetat glasial &2M A 9/,/5'
Pemerian B cairan ,ernih, tidak berbau, bau khas &ta,am', menusuk, rasa
asam ,ia diencerkan dengan air
*elarutan B :apat bercampur dengan air, engan etanol &@5C' P dan
dengan gliserol P
2obot per m1 B D 1,/5 g
Suhu beku B tidak lebih dari 15,9
o

Suhu didih B D 11=
o

2. .sam sulfat pekat &2M A @/,/;'
Pemerian B cairan ,ernih, tidak ber+arna, kental, seperti minyak, bau
ta,am, korosif, ,ika ditambahkan air menimbulkan panas
*elarutan B mudah larut dalam air dan etanol &bercampur' menimbulkan
panas
2obot ,enis B D 1,=# g<m1
Suhu lebur B tidak kurang dari 5#
o

". .sam nitrat pekat &2M A 9",/1'
Pemerian B ciran, berasap, sangat korosif, bau khas, sangat merangsang
Suhu didih B D 12/
o

2obot ,enis B D 1,#1 g<m1
#. .setanilida &2M A 1"5,1;'
Pemerian B !ablur, mengikat, tidak berbau, tidak ber+arna
*elarutan B :alam air A 15
o
A 1 dalam 225
25
o
A 1 dalam 1//
:alam spiritus A 15
o
A 1 dalam ",;
25
o
A 1 dalam 2,5
8itik lebur B 11" E 11#
o

5. Paranitroasetanilida
Pemerian B Padatan seperti kristal dengan +arna pucat
2M B 1=/,19
8itik lebur B 21#
o

,. P-.aha'an
Sintesis Paranitroasetnilid yang dilakukan pada pratikum kali ini bertu,uan
untuk mengenal reaksi nitrasi. 3eaksi $itrasi itu sendiri adalah reaksi substitusi
$O
2
%
ke cincin benzene. Pratikum ini dilakukan dengan melakukan sintesis
paranitroasetanilid dengan asam nitrat dan asam sulfat dalam suatu asam asetat.
Pembentukan paranitroasetanilid adalah reaksi nitrasi yang termasuk reaksi
substitusi elektrofil. 3eaksi pembentukkan nitrat B
B % 2 S $O
2
%
% !
"
O
%
% 2!SO
#
$
%
! !O O!
O
Mekanisme reaksi nitrasi pada sintesis paranitroasetanilid B
O !
"
OO! O SO
#
% $O
2
%
$! !
2
SO
#
$!
O $O
2
!
%
O $O
2
!
2
SO
#
% % !SO
#
$! $! !
&Produk antara'
(on benzenonium
2erdasarkan reaksi tersebut, $O
2
%
akan tersubstitusi pada gugus benzene
&asetanilid' pada posisi orto-para. :an yang diinginkan dalam pratikum ini
adalah Paranitroasetanilid.
2ahan &Starting Material' yang digunakan untuk pratikum ini adalah
asetanilid. .setanilid adalah senya+a turunan asetil amina aromatis yang
digolongkan sebagai amida primer, dimana suatu atom hydrogen pada aniline
digantikkan dengan suatu gugus asetil. .setanilid berbentuk butiran ber+arna
putih, tidak larut dalam minyak paraffin, dan larut dalam air. Memiliki berat
molekul 1"5,19 g<mol , 2erat ,enis 1,21 g<ml dan titik lebur 21#
/
.
Prosedur yang dilakukan untuk membuat paranitroasetanilid adalah sebagai
berikut B
Menyiapkan 2gram .setanilid ke dalam labiu erlemnyer 1//ml, kemudian
menambahkan 2ml asam asetat glacial dan #ml asam sulfat pekat. Penambahan
asam asetat glacial berfungsi sebagai pelarut polar sedangkan asam sulfat pekat
sebagai .gen $itrasi yang akan memasukkan nitrat ke asetanilid. :engan adanya
!
2
SO
#
akan menyerang benzene, SO
#
2-
merupakan gugus pergi yang baik
sehingga memudahkan untuk proses nitrasi. *emudian dinginkan di dalam air
es. Pada labu lain, mencampur 1ml .sam nitrat pekat dan 1ml asam sulfat pekat
kemudian dinginkan dalam air es. ampuran ini diteteskan sedikit demi sedikit
dan temperaturnya harus di,aga agar tidak melebihi1/
/
. !al ini dilakukan
karena masing-masing reaksi dapat menghasilkan panas sehingga perlu dikontrol
dengan menggunakan air es. Selain itu karena 3eaksi $itrasi merupakan reaksi
esotermis dengan penambahan panas &!
2
SO
#
' bias menyerang posisi orto
sedangkan yang diinginkan adalah posisi para sehingga suhunya perlu
dipertahankan.
*emudian dikeluarkan dari air es dan dibiarkan selama 1,am, hal ini
dilakukan agar reaksi ter,adi secara sempurna dimana, Paranitroasetanilid tidak
larut dalam es sehingga bisa langsung menyerang benzene dan menghilangkan
asama asetat glacial. Setelah itu, campuran tersebut dituang kedalam beaker glas
yang berisi air dan beberapa potongan es. :i aduk perlahan-lahan, *ristal p-
nitroasetanilid akan memisah dan dibiarkan selama 15 menit. *emudian *ristal
di dinginkan selama 15menit. *emudian disaring dengan corong 2uchner,
kemudian melakukan rekristalisasi hal ini dilakukan ungtuk menghilangkan
pengotor.
3ekristalisasi pada pratikum kali ini menggunakan etanol panas, hal ini
dilakukan intik menghilangkan pengotor, kontaminasi dari ortoasetanilid, dan
diperoleh kristal yang lebih murni. Setelah itu *ristal di keringkan pada o7en
1//
/
. !al ini dikarenakan, pada saat pelelehan Melting Point bisa sempurna,
*ristal harus kering, kalo tidak kering bisa lembab. )ika lembab, haruis dilihat
,umlah < kadar paranitroasetanilid lebih sedikit daripada daripada etanol.
Pada pratikum kali ini, Pengadukkan setelah dibiarkan selama 1 ,am harus
dilakukan secara perlahan, sedangkan kelompok kami mengaduknya secara
cepat sehingga *ristal yang didapat sedikit. *ristalnya tidak ikut tersaring saat
menyaring dengan corong 2uchner hanya turun keba+ah bersama etanol. !al
ini, yang menyebabkan *ristal kelompok kami lebih sedikit daripada *ristal
kelompok lain. Selain itu, kelompok kami tidak mengeringkan *ristal di dalam
o7en melainkan di dalam lemari asam. !al ini dilakukan karena pada kelompok
sebelumnya *ristal yang di masukkan ke dalm o7en gosong. Proses pengeringan
di dalam lemari asam membutuhkan +aktu yang lebih lama, dalam +aktu "hari
*ristal masih basah sehingga dibiarkan hingga 5hari *ristal sudah kering dan
bisa melakukan Melting Point.
.dapun hasil dari pratikum kali ini adalah !asil penimbangan yang
diperoleh adalah 1,259/ gram dan C rendemen yang di dapatkan sebesar #;,#19
C. $ilai yang diperoleh ,auh dari perhitungan secara teoritisa yaitu 2,9#=# gram.
!al ini disebabkan karena pengadukan yang terlalu cepat setelah di diamkan
selama 1 ,am, pelarut etanol yang banyak ketika rekristalisasi sehingga terlalu
lama +aktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan *ristal dan penguapan
paranitroasetanilid dilakukan di lemari asam bukan di dalam o7en suhu 1//
/
.
/. K'#-*$lan
Sintesis paranitroasetanilid merupakan reaksi nitrasi yang termasuk dalam
reaksi substitusi elektrofilik, dimana $O
2
%
bertindak sebagai gugus elektrofil.
Mekanisme reaksinya
!$O
"
% 2 !
2
SO
#
$O
2
%
% !
"
O
%
% 2 !SO
#
O !
"
OO! O SO
#
% $O
2
%
$! !
2
SO
#
$!
O $O
2
!
%
O $O
2
!
2
SO
#
% % !SO
#
$! $! !
&Produk antara'
(on benzenonium
Fungsi penambahan !
2
SO
#
adalah untuk membentuk ion nitrat pada asam
nitrat man,adi lebih elektrofil sehingga dapat berikatan pada gugus aromatik
&benzen'
Praktikumdilakukan pada suhu rendah &dalam air es' karena masing-masing
reaksi terbentuk dapat menghasilkan panas. Selain itu, temperatur di,aga agar
tidak lebih dari 1/
o
agar sistem cincin benzena tidak rusak karena panas.
:ilakukan proses rekristalisasi untuk menghilangkan pengotor sehingga
kristal yang diperoleh lebih murni
C rendemen yang diperoleh sebesar #;,#19 C
DA0TAR PUSTAKA
.nonim. 1@;@. Farmakope Indonesia. Edisi III. :epartemen *esehatan
3epublik (ndonesia B )akarta
.nonim. 1@@5. Farmakope Indonesia. Edisi IV. :epartemen *esehatan
3epublik (ndonesia B )akarta.
onant, 2ryan )ames. 1@5@. The Chemistry of Organik Compounds Fifth
edition. $e+ Gork B 8he Macmillan ompany
Streit+ieser, !eathcock, and *oso+er. 2//#. Aromatic Chemistry : Synthesis
of 0!itroani"ine and #!itroani"ine Via a $u"tiStep Se%uence. -ni7ersity
of olorado, 2oulder, :ept of hem and 2iochem.