Anda di halaman 1dari 6

Daun Sirsak

Salah satu kandungan kimia sirsak yang berperan penting untuk obat adalah flavonoid.
Flavonoid merupakan salah satu metabolit sekunder dan keberadaannya pada daun tanaman
dipengaruhi oleh proses fotosintesis sehingga daun muda belum terlalu banyak mengandung
flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa bahan alam dari golongan fenolik (Markham, 1988
dalam Sjahid 2008).
Manfaat flavonoid dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan sehingga sangat baik
digunakan untuk pencegahan kanker, melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin
C, antiinflamasi, mencegah keropos tulang dan antibiotik. Dalam kebanyakan kasus, flavonoid
dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan menggangu fungsi organisme seperti
bakteri atau virus (Subroto dan Saputro, 2006).
Selain flavonoid, kimia sirsak yang juga dimanfaatkan sebagai obat adalah tanin. Tanin
merupakan senyawa metabolit sekunder yang sering ditemukan pada tanaman. Tanin merupakan
astrigen, polifenol, berasa pahit, dapat mengikat dan mengendapkan protein serta larut dalam air
(terutama air panas). Umumnya tanin digunakan untuk pengobatan penyakit kulit dan sebagai
antibakteri, tetapi tanin juga banyak diaplikasikan untuk pengobatan diare, hemostatik
(menghentikan pendarahan) dan wasir (Subroto dan Saputro, 2006).

Berdasarkan kandungan kimia yang terdapat dalam daun sirsak dan kemampuan dan sifat bahan
tersebut dalam proses pengobatan yang cenderung dilakukan masyarakat, maka diduga daun
sirsak memiliki efek antimikroba terhadap bakteri dan berdasarkan dugaan tersebut maka
dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui daya hambat sari daun sirsak (Annona
muricata L.) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli serta mengetahui konsentrasi efektif
dari sari daun sirsak dalam menghambat pertumbuhan E. coli.
Efektifitas dari senyawa-senyawa antimikroba dapat dipengaruhi oleh bebe-rapa faktor. Adapun
faktor yang mempengaruhi efektifitas kerja suatu zat antimikroba menurut Pelczar dan Chan
(1988) adalah konsentrasi, lama waktu pemberian, suhu, pH, jenis mikroba dan adanya kimia
lain yang bersifat melindungi mikroba.
Mekanisme penghambatan pertumbuhan mikroorganisme oleh senyawa
antimik-roba dapat berlangsung dalam beberapa cara, yaitu 1) Mengganggu
pembentukan dinding sel, dengan adanya akumulasi komponen lipofilat yang terdapat pada
dinding atau membran sel akan menyebabkan perubahan komposisi penyusun dinding sel. 2)
Penghambatan fungsi membran plasma. Beberapa antimikroba merusak permeabilitas membran,
akibatnya terjadinya kebocoran materi intraseluler, seperti senyawa phenol yang dapat
mengakibatkan lisis sel dan denaturasi protein, serta mengahambat ikatan ATP-ase pada
membran sel. 3) Penghambatan sintesa protein, asam nukleat dan aktivitas enzim. Efek senyawa
antimikroba dapat menghambat kerja enzim jika senyawa antimikroba mempunyai spesifitas
yang sama dengan ikatan kompleks yang menyusun struktur enzim. Penghambatan ini dapat
mengakibatkan terganggunya metabolisme sel, seperti sintesa protein dan asam nukleat
(Katzung, 1989 dan Jawetz dkk., 2007).
II.2 Kandungan Sirsak
a. Kanduangan Daun
Daun sirsak mengandung tanin, alkaloid, dan sejumlah kandungan kimia lainnya
seperti acetogenins, annocatacin, annocatalin, annohexocin, annonacin, annomuricin,
anomurine, anonol, gentisic acid caclourine, linoleic acid, gigantetronin dan
muricapentocin. Kandungan senyawa kimia tersebut merupakan senyawa yg dapat
memberikan manfaat untuk tubuh, baik sebagai obat ataupun meningkatkan sistem
kekebalan tubuh.
daun sirsak mengandung berbagai zat aktif yang berkhasiat untuk pengobatan atau
penyembuhan beragam penyakit.
Daun sirsak memiliki lebar 3-7 cm dan panjang antara 6-18 cm.
Daun yang tua berwarna hijau tua dan yang muda berwarna hijau kekuningan.

DAFTAR PUSTAKA
Alfrits Komansilan, Abdul L. Abadi, Bagyo Yanuwiadi, and David A. Kaligis. http://
International Journal of Engineering & Technology IJET-IJENS Vol: 12 No: 03
Cahyadi, Arief. Kandungan Kimia dan Manfaat Daun Sirsak untuk Kesehatan.
http://www.daun sirsak.html. 2013.
Caramanfaat. Daun dan Buah Sirsak. http://www. Daun dan buah sisak.htm. 2013
Gentara, Lukas. Manfaat Buah Sirsak dan Kandungan Nutrisinya. http://www. manfaat-
buah-sirsak-dan-kandungan.html. 2013.
Kapsul Daun Sirsak. Kandungan Senyawa Sirsak. http://www. Kandungan Senyawa
Sirsak.htm. 2013
Kurnianti, Novik. Kandungan dan Manfaat Sirsak. http://www.daun sirsak.html. 2013.
Kh, Nurul. Buah, Daun, Batang, Akar, Biji dan Bunga Sirsak. http://www. khasiat-buah-
daun-batang-akar-biji-dan_8524.html. 2012.

Salman, Kang. Kandungan Gizi Buah Sirsak. http://www. kandungan-gizi-buah-
sirsak.html. 2013.
Wanita Indonesia. Manfaat Buah Sirsak dan Kandungan Didalamnya. http://www.
manfaat-buah-sirsak-dan-kandungan-di.html. 2012


Obat diare pada bayi.
Penyakit diare bukan hanya menyerang orang dewasa dan anak-anak, tetapi juga dapat
menyerang pada bayi atau balita. Penyakit diare ini sering kali membuat orang tua bayi menjadi
pusing dan bingung untuk dapat mengobatinya. Nah dengan daun sirsak, ini akan membantu
mengobati penyakit diare yang derita oleh bayi, dengan cara memeras daun sirsak kemudian air
perasan daun sirsak ini diminumkan ke bayi. Usahakn untuk meminum air perasan daun sirsak
ini sebanyak 3-4 kali sehari dijamin bayi Anda akan sembuh dari penyakit diare.
Salah satu tumbuhan yang berkhasiat sebagai antibakteri. Daun Sirsak memiliki kandungan
acetogenins, yang dapat menjadi obat untuk mengatasi masalah pada sistem pencernaan,
seperti diare dan disentri. Daun sirsak juga telah dipercaya dapat membunuh parasit, cacing
pita dan racun yang sangat berbahaya bagi tubuh
Daun Sirsak (Annona muricat L.) Ternyata Memiliki Manfaat untuk Diare | Sulistiyaningsih
Siapa sih yang tidak mengerti Sirsak?


Sirsak merupakan buah sangat mudah sekali kita jumpai. Sirsak (Annona muricata L.)
merupakan salah satu jenis tanaman dari familia Annonaceae yang mempunyai manfaat besar
bagi kehidupan manusia, yaitu sebagai salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai
bahan obat tradisional yang memiliki banyak khasiat.


Lalu bagaimana dengan kandungannya???
Menurut Mangan (2009) menyata-kan kandungan kimia dari sirsak adalah saponin,
flavonoid, tanin, kalsium, fosfor, hidrat arang, vitamin (A, B, dan C), fitosterol, Ca-oksalat
dan alkaloid murisine. Salah satu kandungan kimia sirsak yang berperan penting untuk obat
adalah flavonoid. Flavonoid merupakan salah satu metabolit sekunder dan keberadaannya
pada daun tanaman dipengaruhi oleh proses fotosintesis sehingga daun muda belum terlalu
banyak mengandung flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa bahan alam dari golongan
fenolik (Markham, 1988 dalam Sjahid 2008). Manfaat flavonoid dalam tubuh manusia adalah
sebagai antioksidan sehingga sangat baik digunakan untuk pencegahan kanker, melindungi
struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, antiinflamasi, mencegah keropos tulang dan
antibiotik.
Dalam kebanyakan kasus, flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik
dengan menggangu fungsi organisme seperti bakteri atau virus (Subroto dan Saputro, 2006).
Selain flavonoid, kimia sirsak yang juga dimanfaatkan sebagai obat adalah tanin. Tanin
merupakan senyawa metabolit sekunder yang sering ditemukan pada tanaman. Tanin
merupakan astrigen, polifenol, berasa pahit, dapat mengikat dan mengendapkan protein serta
larut dalam air (terutama air panas). Umumnya tanin digunakan untuk pengobatan penyakit
kulit dan sebagai antibakteri, tetapi tanin juga banyak diaplikasikan untuk pengobatan diare,
hemostatik (menghentikan pendarahan) dan wasir (Subroto dan Saputro, 2006).


Apa aja sih kegunaannya??
Secara turun temurun, sirsak telah digunakan oleh sebagian masyarakat Indonesia untuk
mengobati beberapa penyakit. Seperti di daerah Sunda buah sirsak muda digunakan untuk
obat penurun tekanan darah tinggi dan di Aceh buah sirsak digunakan sebagai obat hepatitis
dan daunnya sebagai obat batuk (Mardiana dan Ratnasari, 2011). Selain itu tanaman ini juga
digunakan untuk obat ambeien, mencret pada bayi, bisul, sakit pinggang, anyang-anyangan
dan sakit kandung air seni serta tanaman ini juga bersifat antibakteri, antiparasit,
antipasmodik, antikanker, insektisida, hipotensif, mengobati sakit perut dan mampu
mengeluarkan racun (Mangan, 2009).

Bagaimana daun sirsak dapat mengatasi diare?
Daun sirsak memiliki manfaat untuk mengatasi diare karena daun sirsak memiliki zat flavoid
dan tannin yang dapat menghambat proses pertumbuhan bakteri E. coli. Bakteri E. coli
sendiri merupakan salah satu bakteri yang menyebabkan diare.
Dari hasil penelitian yang dilakukan Rina dkk (2011) dapat dilihat bahwa sari daun sirsak
memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri E. coli. Adanya kemampuan sari daun
sirsak dalam menghambat pertumbuhan E. coli disebabkan karena sari daun sirsak
mengandung flavonoid dan tannin (Mangan, 2009). Umumnya tanin digunakan untuk
pengobatan penyakit kulit dan sebagai antibakteri, tetapi tanin juga banyak diaplikasikan
untuk pengobatan diare, hemostatik (menghentikan pendarahan) dan wasir (Subroto dan
Saputro, 2006). Selain itu, menurut penelitian Gusti, dkk (2013) terdapat zona hambat pada
air perasan daun sirsak terhadap E. coli karena adanya zat-zat aktif yang terkandung dalan
daun sirsak seperti tanin, alkaloid, saponin (Saraswathy et al, 2010) dan flavonoid
(Kurniawati, 2001) yang berfungsi sebagai antibakteri.

Referensi :
Widiana, R dkk. 2011. Daya Hambat Sari Daun Sirsak (Annona muricat L.) Terhadap
Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli. Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI
Padang Sumatara Barat.

Permatasari, G dkk. 2013. Daya Hambat Perasan Daun Sirsak Terhadap Pertumbuhan
Bakteri Escherechia coli. Indonesia Medicus Veterinus 2(2): 162-169