Anda di halaman 1dari 3

Teori tentang mekanisme anestesi

Teori Meyer Overtone


Pada awal 1900 Hans Meyer dan Charles Overtone menyatakan bahwa potensi substansi
anestetik langsung berhubungan dengan kelarutan lemak atau koeisien partisi minyak atau
gas! Hal ini sering disebut " #nitary Theory O $nesthesia% yang digunakan pada minyak
&aitun' oktanol' dan membran seperti lemak untuk menentukan kelarutan lemak dari agen
yang tersedia! (enyawa dengan kelarutan lemak yang tinggi diperlukan konsentrasi yang
lebih rendah! ) M$C yang rendah * untuk menghasilkan anestesi! +emudian postulat
berinteraksi dengan molekul anestesi dengan bagian hidroobik dari membran yang
menyebabkan distorsi membran yang dekat dengan ion ,hanel natrium yang dimediasi
berpotensi aksi ,epat dan beker-a langsung pada sel sara! .olume kritis anestesi terlarut
dalam membran yang menyebabkan membran /loat dan s0uee&e dalam saluran untuk
mengganggu konduktansi natrium dan depolarisasi neuronal normal! Hal tersebut mendukung
teori ini' dengan ditemukannya tekanan yang tinggi ) 10 100 atmoser*' aksi anestesi pada
beberapa agen mungkin bisa membalik sebagian oleh kembalinya tekanan membran pada
konormasi asli! Perdebatan teori tersebut' bagaimanapun tidak semua subtansi ditemukan
memiliki kelarutan yang tinggi pada lemak mampu menghasilkan anestesi! (elain itu
penelitian terbaru menyatakan interaksi protein obat mengubah teori tersebut! 2ebih dari
130 tahun setelah demonstrasi awal penggunaan agen anestesi volatil' banyak teori tentang
mekanisme anestesi menyatakan interaksi seleti membran lipid protein ' termasuk
beberapa tipe reseptor berperan untuk menghasilkan anestesi dan tidak ada alasan keberadaan
untuk memper,ayai semua agen anestesi untuk menghasil eek aksi identik! Tetapi molekul
target tunggal dari anestesi tidak diperlukan!
$spek stereokimia
$nestesi volatil ) mudah menguap * issolurane' deslurane' enlurane dan halotan
mengandung karbon asimetrik dan ) 4 * atau ) 5 * enansiomer! 6alaupun semua preparasi
dalam bentuk rasemat' beberapa peneliti telah mampu menentukan siat anestesi enansiomer
tunggal! 7nansiomer ) 4 * dari isolurane kurang dari 30 8 berpotensi sebagai anestesi
dibanding dalam bentuk ) 5 *! Pada penelitian ini' 9ilai M$C 1'0: dan 1':; 8 dari ) 4 * dan
) 5 * enansiomer! Pada studi lain' bagaimanapun potensi enansiomer isolurane untuk
menekan aktivitas dari miokardial tidak dtitemukan berbeda' keterlibatan menun-ukkan
mekanisme tidak sama dalam menghasilkan anesthesi! Penemuan ini menolak teori The
original and simple lipid theory o anesthesia didukung mekanisme yang lebih kompleks'
memungkinkan keterlibatan terbentuknya protein dari interaksi reseptor anestesi!
Hipotesis ion ,anel dan <eseptor protein
/aru5baru ini penelitian telah men-elaskan eek anestesi pada reseptor protein dengan sistem
sara pusat! =itur tersebut didukung kemungkinan interaksi dengan protein men,akup 1*
langkah kurva dosis5 respon yang diamati' ;! (yarat stereokimia dari anestesi' >! ?itemukan
peningkatan berat molekul dan sesuai kelarutan lemak dari anestesi bisa menurunkan atau
menghilangkan aktivitas anestesi dan 1* ?itemukan spesiik ion ,anel dan sistem
neurotransmitter reseptor yang diperlukan dari kebanyakkan pengamatan eek dari anestesi!
Tampaknya mun,ul sebagai mekanisme aksi dari anestesi umum yang terlibat interaksi
anestesi dengan reseptor yang memodulasi alosterik aktivitas ion ,anel atau dengan ion
,anel langsung! /anyaknya mekanisme lain -uga mun,ul untuk men-elaskan mekanisme aksi
anestesi umum!
Canel klorida
@on ,anel yang ikut berperan adalah klorida! /aik reseptor A$/$ dan glisin a ) sensiti
striknin * adalah ligan gate ion ,anel dan terkait ,anel klorida yang berperan inhibitor pada
sistem sara pusat! Halotan' isoluran' dan anestesi volatil lain mampu menghambat destruksi
sinanpsis A$/$' oleh karena itu meningkatkan neurotransmitter A$/$ergi,' dengan tipe
tipe inhibitor alami! (elain itu' beberapa studi telah menun-ukan kemampuan anestesi untuk
meningkatkan ikatan A$/$ atau modulator alosterik dengan resptor A$/$ kompleks! (alah
satu studi' ) 4 * isoluran lebih berpotensi daripada enansiomer ) 5 * pada peningkatan ungsi
A$/$ergi,! $nestesi volatil dan banyak agen anestesi @. mengikat dis,rite ,avities dengan
re,eptor A$/$ ,ompleB untuk meningkatkan neurotransmitter A$/$! Penelitian
menggunakan mutant ,himeri, reseptor A$/$a yang diidentiikasi bagian spesiik yang
berikatan dari anestesi umum terletak diantara transmembran segmen ; dan >! Pada
konsentrasi terapeutik semua anestesi umum inhalasi mampu meningkatkan ungsi
A$/$ergi, pada konsentrasi yang lebih tinggi dan memiliki aksi langsung pada A$/$
mimetik! Penelitian terbaru menun-ukkan eek agen tidak hanya ungsi dari sinapsis reseptor
A$/$ mediasi respon phasi, neuronal tetapi -uga reseptor ekstrasinapsis A$/$ a yang
membantu aktivitas tonik neuronal! $gen anestesi spesiik lain dapat mengubah ungsi
A$/$ reseptor melalui mekanisme berbeda! (ebagai ,ontoh propool anestesi @. dapat
memperlambat desentisasi dari reseptor A$/$ aktivasi berulang pada sinapsis inhibitor!
+ebanyakkan agen berpotensi pada aksi glisin' inhibitor neurotransmitter asam amino
penting lainnya! +ombinasi A$/$ergi, dan potensiasi glisinergik oleh anestesi umum
mungkin dihitung dari sebagian besar aktivitas pengamatan dari agen inhalasi serta barbiturat!
Canel natrium
(alah satu ,anel yang berhubungan dengan aksi obat anestesi adalah ,anel ligan natrium
dengan reseptor kompleks 9 metil ? aspartat! +etika aktivasi dari eB,itatory neurotransmiter
asam amino' glutamat' dapat meningkatkan ter-adi konduktansi natrium yang mendorong
depolarisasi neuronal! (enyawa yang diketahui dapat menstimulasi tipe reseptor 9M?$
mampu meningkatkan kewaspadaan dan aksi ,onvulsan' dimana agen armakologi beraksi
antagonis biasanya pada sedati' antikonvulsan' dan anestesi disosiasi ) ketamin*! Halotan
merupakan antagonis spesiik depolarisasi stimulasi glutamat dari sara! @solurane dapat
menurunkan pelepasan glutamat dan meningkatkan perpindahan dari sinapsis ,let! $ksi
glutamat pada 9M?$ dan reseptor 9M?$ lain dengan sistem sara pusat adalah hal
terpenting yang membantu rasa sadar! 2aporan lain menyatakan interaksi anestesi umum
dengan reseptor sara asetilkolin nikotinik ion ,anel natrium! Tegangan gerbang ,anel
natrium ke,il' akson hipo,ampal nonmielin -uga dapat terhambat sebagai anestesi umum
) isoluran *!
Canel kalium
Peningkatan ungsi normal konduktansi + 4 untuk mempertahankan polarisasi neuron dan
untuk membantu repolarisasi neuron termasuk stimulasi yang menginduksi depolarisasi!
(ehingga meningkatkan aktivitas ,anel kalium yang menyebabkan penurunan eksitasi
neuronal! (ebuah novel' anestesi sensiti kalium diindetiikasi sebagai pengaktiasi
stereoselekti oleh isolurane! Target delesi dari T<7+ 1 two5pore5domain ,anel kalium
menun-ukkan pengurangan sensitivitas dari anestesi umum dibandingkan tipe kontrol! (elain
itu' ala agonis adrenoreseptor ) deBmedetomidine * ketika diin-eksikan menghasilkan
anestesi yang diperantarai A ,ouple5protein reseptor memodulasi ,anel +4! $ntagonis toBin
pertussis dan 1 aminopiridine adalah agen inakti A protein dan blok ,anel +4 yang
berperan dalam ion ,anel! (ama seperti mekanisme A5protein mediated terlibat dalam aksi
morin melalui mikroreseptor!