Anda di halaman 1dari 24

1

Skenario 2

KUNJUNGAN RUMAH PASIEN DENGAN GANGGUAN PERNAPASAN
Seorang dokter berkunjung ke rumah pasien anak laki-laki, berumur 8 tahun dengan
keluhan sesak nafas berulang. Keluhan seperti ini timbul hamper setiap hari sehingga dokter
ingin mengunjungi rumah pasien untuk mengetahui lebih jauh tentang kondisi pasien dan
keluarganya
Pasien tinggal disebuah rumah di kawasan padat penduduk dengan ukuran 4x7 m
bersama keluarganya. Keluarga ini terdiri dari ayah, ibu, pasien dan dua orang kakak yang
berumur 12 tahun dan 14 tahun. Selain itu, bersama keluarga ini tinggal kakek dan neneknya
(orang tua dari ayah). Kondisi dalam rumah kurang rapih, kurang bersih, kurang pencahayaan
dan ventilasi.
Kakek dan ibu pasien mempunyai riwayat asmabronkial. Kakek dan ayah pasien adalah
perokok berat. Ayah pasien adalah seorang lulusan SMP yang bekerja sebagai seorang buruh
bangunan yang merupakan sumber pencari nafkah dalam keluarga. Ibu pasien adalah seorang
lulusan SD yang bekerja sebagai tukang cuci pakaian dirumah tetangganya, sedangkan kakek
dan neneknya tidak bekerja. Kedua orang tua pasien sibuk dengan pekerjaannya sehingga pasien
kurang mendapat perhatian yang baik. Karena kondisi ekonomi yang kurang pasien sering
terlambat berobat ke dokter.
Sebagai dokter keluarga bagaimana pandangan saudara terhadap keluarga ini, dan
bagaimana kaitannya dengan penyakit yang diderita anggota keluarga tersebut?
Sebagai dokter muslim, bagaimana pandangan saudara terhadap keluarga ini dan
bagaimana hak dan kewajiban pasien baik sebagai individu maupun sebagai anggota keluarga?

2

Pertanyaan
1. Mengapa sesak napas bisa terjadi berulang?
2. Apakah ada pengaruh dari kondisi lingkungan keluarga dengan riwayat penyakit pasien?
3. Apakah diagnosis anak tersebut?
4. Apakah ada pengaruh antara penyakit pasien dengan faktor ekonomi?
5. Apa yang terjadi bila pasien terlambat berobat?
6. Apakah tindakan pasien berkunjung ke tempat pasien adalah tindakan yang tepat?
7. Apa peran keluarga yang diharapkan pada pasien ini?
8. Apakah ada pengaruh pendidikan orang tua terhadap pasien?
9. Apakah tindakan yang harus dilakukan dokter saat berkunjung ke tempat pasien?
10. Apakah ada pengaruh dari kebiasaan merokok sang ayah dengan penyakit pasien?

Jawaban
1. Karena belum ada intervensi terhadap lingkungan tempat tinggal.
2. Ada, karena kondisi lingkungan rumah yang kurang bersih, kurang rapi, kurang pencahayaan
dan ventilasi sehingga memicu sesak napas.
3. Asmabronkial.
4. Ada, karena sering terlambatnya pasien dalam berobat dan memperbaiki kondisi tempat
tinggalnya.
5. Dapat memperburuk keadaan pasien.
6. Ya, karena dokter dapat mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap penyakit
pasien.
7. Memberikan perhatian, memperbaiki kondisi rumah, dan tidak merokok.
8. Ada, sehingga orang tua kurang mengetahui bagaimana kondisi rumah yang sehat bagi
keluarganya.
9. Melakukan penyuluhan tentang lingkungan yang sehat, melakukan konseling dan
pengobatan.
10. Ada, yaitu sebagai pencetus terjadinya sesak napas.


3

Hipotesis















Anak laki-laki
Faktor Pencetus :
Lingkungan : kurang bersih, kurang rapi,
kurang pencahayaan dan ventilasi
Keluarga : Memberikan perhatian,
memperbaiki kondisi rumah, dan tidak
merokok
Ekonomi : terlambatnya pasien dalam
berobat dan memperbaiki kondisi tempat
tinggalnya
Pendidikan : orang tua kurang
mengetahui bagaimana kondisi rumah
yang sehat bagi keluarganya
Gaya hidup : merokok sebagai pencetus
terjadinya sesak napas.
Sesak napas berulang
Dokter keluarga
Home Visit
4

SASARAN BELAJAR

1. Memahami dan menjelaskan tentang konsep keluarga
a. Memahami dan menjelaskan definisi keluarga
b. Memahami dan menjelaskan bentuk keluarga
c. Memahami dan menjelaskan fungsi keluarga
d. Memahami dan menjelaskan dinamika keluarga
e. Memahami dan menjelaskan siklus kehidupan keluarga

2. Memahami dan menjelaskan mekanisme yang mendasari berbagai gangguan serta faktor
eksternal yang mempengaruhi kesehatan

3. Memahami dan menjelaskan hak dan kewajiban keluarga dalam merawat anggota
keluarga yang sakit dalam islam

4. Memahami dan menjelaskan konsep dan fungsi keluarga dalam islam

5

1. Memahami Dan Menjelaskan Tentang Konsep Keluarga

a. Memahami Dan Menjelaskan Definisi Keluarga
Definisi keluarga dikemukakan oleh beberapa ahli:
1) Reisner (1980)
Keluarga adalah sebuah kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang
masing-masing mempunyai hubungan kekerabatan yang terdiri dari bapak, ibu,
adik, kakak, kakek, dan nenek.
2) Logans (1979)
Keluarga adalah sebuah sistem sosial dan sebuah kumpulan beberapa komponen
yang saling berinteraksi satu sama lain.
3) Gillis (1983)
Keluarga adalah sebagaimana sebuah kesatuan yang kompleks dengan atribut
yang dimiliki tetapi terdiri dari beberapa komponen yang masing-masing
mempunyai arti sebagaimana unit individu.
4) Duvall
Keluarga merupakan sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan
perkawinan, adopsi, kelahiran yang bertujuan untuk meningkatkan dan
mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik, mental,
emosional dan sosial dari tiap anggota.
5) Bailon dan Maglaya
Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih individu yang bergabung karena
hubungan darah, perkawinan, atau adopsi, hidup dalam satu rumah tangga, saling
berinteraksi satu sama lainnya dalam perannya dan menciptakan dan
mempertahankan suatu budaya.
6) Johnsons (1992)
Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang mempunyai hubungan darah
yang sama atau tidak, yang terlibat dalam kehidupan yang terus menerus, yang
tinggal dalam satu atap, yang mempunyai ikatan emosional dan mempunyai
kewajiban antara satu orang dengan orang yang lainnya.
7) Lancester dan Stanhope (1992)
Dua atau lebih individu yang berasal dari kelompok keluarga yang sama atau
yang berbeda dan saling menikutsertakan dalam kehidupan yang terus menerus,
biasanya bertempat tinggal dalam satu rumah, mempunyai ikatan emosional dan
adanya pembagian tugas antara satu dengan yang lainnya.
8) Jonasik and Green (1992)
Keluarga adalah sebuah sistem yang saling tergantung, yang mempunyai dua sifat
(keanggotaan dalam keluarga dan berinteraksi dengan anggota yang lainnya).


6

9) Bentler et. Al (1989)
Keluarga adalah sebuah kelompok sosial yang unik yang mempunyai
kebersamaan seperti pertalian darah/ikatan keluarga, emosional, memberikan
perhatian/asuhan, tujuan orientasi kepentingan, dan memberikan asuhan untuk
berkembang.
10) National Center for Statistic (1990)
Keluarga adalah sebuah kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang
berhubungan dengan kelahiran, perkawinan, atau adopsi dan tinggal bersama
dalam satu rumah.
11) Spradley dan Allender (1996)
Satu atau lebih individu yang tinggal bersama, sehingga mempunyai ikatan
emosional, dan mengembangkan dalam interelasi sosial, peran, dan tugas.
12) BKKBN (1992)
Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri, atau
suami istri dan anaknya, atau ayah dengan anaknya, atau ibu dengan anaknya.
13) Depkes (1998)
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga
dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu
atap dalam keadaan saling ketergantungan
14) WHO (1996)
Anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertalian darah, adaptasi,
atau perkawinan.
15) Helvie (1981)
Keluarga adalah sekelompok manusia yang tinggal dalam suatu rumah tangga
dalam kedekatan yang konsisten dan hubungan yang erat.

Jadi keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan
keterikatan aturan, emosional dan individu mempunyai peran masing-masing yang
merupakan bagian dari keluarga (Friedman,1998).
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari suami istri dan anaknya,
atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya (Suprajitno,2004).

b. Memahami Dan Menjelaskan Bentuk Keluarga

TRADISIONAL
1) Nuclear Family atau Keluarga Inti
Keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak.
2) The dyad family
Keluarga yang terdiri dari suami dan istri (tanpa anak) yang hidup bersama dalam
satu rumah.
7

3) Keluarga usila
Keluarga yang terdiri dari suami istri yang sudah tua dengan anak sudah memisahkan
diri.
4) The childless family
Keluarga tanpa anak karena terlambat menikah dan untuk mendapatkan anak
terlambat waktunya, yang disebabkan karena mengejar karir/pendidikan yang terjadi
pada wanita.
5) The extended family (keluarga luas/besar)
Keluarga yang terdiri dari tiga generasi yang hidup bersama dalam satu rumah seperti
nuclear family disertai : paman, tante, orang tua (kakak-nenek), keponakan, dll).
6) The single-parent family (keluarga duda/janda)
Keluarga yang terdiri dari satu orang tua (ayah dan ibu) dengan anak, hal ini terjadi
biasanya melalui proses perceraian, kematian dan ditinggalkan (menyalahi hukum
pernikahan).
7) Commuter family
Kedua orang tua bekerja di kota yang berbeda, tetapi salah satu kota tersebut sebagai
tempat tinggal dan orang tua yang bekerja diluar kota bisa berkumpul pada anggota
keluarga pada saat akhir pekan (week-end).
8) Multigenerational family
Keluarga dengan beberapa generasi atau kelompok umur yang tinggal bersama dalam
satu rumah.
9) Kin-network family
Beberapa keluarga inti yang tinggal dalam satu rumah atau saling berdekatan dan
saling menggunakan barang-barang dan pelayanan yang sama. Misalnya : dapur,
kamar mandi, televisi, telpon, dll).
10) Blended family
Keluarga yang dibentuk oleh duda atau janda yang menikah kembali dan
membesarkan anak dari perkawinan sebelumnya.
11) The single adult living alone/single-adult family
Keluarga yang terdiri dari orang dewasa yang hidup sendiri karena pilihannya atau
perpisahan (separasi), seperti : perceraian atau ditinggal mati.

NON TRADISIONAL
1) The unmarried teenage mother
Keluarga yang terdiri dari orang tua (terutama ibu) dengan anak dari hubungan tanpa
nikah.
2) The stepparent family
Keluarga dengan orangtua tiri.

8

3) Commune family
Beberapa pasangan keluarga (dengan anaknya) yang tidak ada hubungan saudara,
yang hidup bersama dalam satu rumah, sumber dan fasilitas yang sama, pengalaman
yang sama, sosialisasi anak dengan melalui aktivitas kelompok/membesarkan anak
bersama.
4) The nonmarital heterosexual cohabiting family
Keluarga yang hidup bersama berganti-ganti pasangan tanpa melalui pernikahan.
5) Gay and lesbian families
Seseorang yang mempunyai persamaan sex hidup bersama sebagaimana pasangan
suami-istri (marital partners).
6) Cohabitating couple
Orang dewasa yang hidup bersama di luar ikatan perkawinan karena beberapa alasan
tertentu.
7) Group-marriage family
Beberapa orang dewasa yang menggunakan alat-alat rumah tangga bersama, yang
merasa telah saling menikah satu dengan yang lainnya, berbagi sesuatu, termasuk
sexual dan membesarkan anaknya.
8) Group network family
Keluarga inti yang dibatasi oleh set aturan/nilai-nilai, hidup berdekatan satu sama lain
dan saling menggunakan barang-barang rumah tangga bersama, pelayanan dan
bertanggung jawab membesarkan anaknya.
9) Foster family
Keluarga menerima anak yang tidak ada hubungan keluarga/saudara dalam waktu
sementara, pada saat orangtua anak tersebut perlu mendapatkan bantuan untuk
menyatukan kembali keluarga yang aslinya.
10) Homeless family
Keluarga yang terbentuk dan tidak mempunyai perlindungan yang permanen karena
krisis personal yang dihubungkan dengan keadaan ekonomi dan atau problem
kesehatan mental.
11) Gang
Sebuah bentuk keluarga yang destruktif, dari orang-orang muda yang mencari ikatan
emosional dan keluarga yang mempunyai perhatian, tetapi berkembang dalam
kekerasan dan kriminal dalam kehidupannya.




9

c. Memahami Dan Menjelaskan Fungsi Keluarga

Menurut WHO (1978)
Fungsi biologis
Meneruskan keturunan, memelihara dan membesarkan anak; memenuhi kebutuhan
gizi keluarga; memelihara dan merawat anggota keluarga
Fungsi psikologis
Memberikan kasih sayang dan rasa aman; memberikan perhatian di antara anggota
keluarga; membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga; memberikan
identitas keluarga.
Fungsi sosialisasi
Membina sosialisasi pada anak; membina norma-norma tingkah laku sesuai dengan
tingkah perkembangan anak; meneruskan nilai-nilai keluarga.
Fungsi ekonomi
Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga;
pengaturan dan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan
keluarga; menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa yang akan datang
(misalnya pendidikan anak, jaminan hari tua)
Fungsi pendidikan
Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan membentuk
perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki; mempersiapkan anak
untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi perannya sebagai orang
dewasa; mendidik anak sesuai dengan tingkat-tingkat perkembangannya.

Menurut Friedman (1998)
Fungsi affective
Menciptakan lingkungan yang menyenangkan dan sehat secara mental, saling
mengasuh, menghargai, terikat, dan berhubungan; mengenal identitas individu; rasa
aman.
Fungsi sosialisasi peran
Proses perubahan dan perkembangan individu untuk menghasilkan interaksi sosial
dan belajar berperan; fungsi dan peran di masyarakat; sasaran untuk kontak sosial di
dalam atau di luar rumah.
Fungsi reproduksi
Menjamin kelangsungan generasi dan kelangsungan hidup masyarakat.
Fungsi ekonomi
Memenuhi kebutuhan tiap anggota keluarga; menambah penghasilan keluarga sampai
dengan pengalokasian dana.


10

Fungsi perawatan kesehatan
Konsep sehat-sakit keluarga; pengetahuan dan keyakinan tentang sakit sebagai tujuan
kesehatan keluarga untuk membentuk keluarga yang mandiri.

Menurut Undang-Undang (1992) membagi fungsi keluarga sebagai berikut
1. Fungsi keagamaan
Membina norma/ajaran agama sebagai dasar dan tujuan hidup seluruh anggota
keluarga,
Menerjemahkan ajaran dan norma agama kedalam tingkah laku hidup sehari-hari
bagi seluruh anggota keluarga,
Memberi contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari dalam pengalaman ajaran
agama,
Melengkapi dan menambah proses belajar anak tentang keagamaan yang
tidak/kurang diperoleh disekolah atau masyarakat,
Membina rasa, sikap ,dan praktik kehidupan beragama.
2. Fungsi Budaya adalah
Membina tugas keluarga sebagai sarana untuk meneruskan norma budaya
masyarakat dan bangsa yang ingin dipertahankan,
Membina tugas keluarga untuk menyaring norma dan budaya asing yang tidak
sesuai,
Membina tugas keluarga sebagai saran anggota nya untuk mencari pemecahan
masalah dari berbagai pengaruh negatif globalisasi dunia,
Membina tugas keluarga sebagai sarana bagi anggotanya untuk mengadakan
kompromi/adaptasi dan praktik (positif) serta globalisasi dunia,
Membina budaya keluarga yang sesuai ,selaras , dan seimbang dengan budaya
masyarakat /bangsa untuk menunjang terwujudnnya norma keluarga kecil bahagia
dan sejahtera.
3. Fungsi Cinta kasih adalah
Menumbuhkembangkan potensi simbol cinta kasih sayang yang telah ada diantara
anggota keluarga dalam simbol yang nyata, seperti ucapan dan tingkah laku
secara optimal dan terus menerus,
Membina tingkah laku ,saling menyayangi diantara anggota keluarga maupun
antara keluarga yang satu dengan yang lainnya secara kuantitatif dan kualitatif,
Membina praktik kecintaan terhadap kehidupan duniawi dan uhkrawi dalam
keluarga secara serasi, selaras, dan seimbang,
Membina rasa ,sikap, dan praktik hidup keluarga yang mampu memberikan dan
menerima kasih sayang sebagai pola hidup ideal menuju keluarga kecil bahagia
dan sejahtera.

11

4. Fungsi perlindungan
Memenuhi kebutuhan akan rasa aman diantara anggota keluarga.Bebas dari rasa
tidak aman yang tumbuh dari dalam maupun dari luar keluarga,
Membina keamanan keluarga baik fisik maupun psikis dari berbagai bentuk
ancaman dan tantangan yang datang dari luar maupun dalam,
Membina dan menjadikan stabilitas dan keamanan keluarga sebagai modal
menuju keluarga kecil bahagia dan sejahtera.
5. Fungsi reproduksi
Membina kehidupan keluarga sebagai wahana pendidikan reproduksi sehat baik
bagi anggota keluarga maupun keluarga sekitarnya.
Memberikan contoh pengalaman kaidah-kaidah pembetukan keluarga dalam hal
usia , kedewasaan fisik dan mental,
Mengamalkan kaidah-kaidah reproduksi sehat baik yang berkaitan dengan jangka
waktu melahirkan, jarak antara kelahiran dua anak, dan jumlah ideal anak yang
diinginkan dalam keluarga,
Mengembang kan kehidupan reproduksi sehat sebagai modal yang kondusif
menuju keluarga kecil bahagia dan sejahtera.
6. Fungsi sosialisasi
Menyadari, merencanakan dan menciptakan lingkungan keluarga sebagai wahana
pendidikan dan sosialisasi anak yang pertama dan utama,
Menyadari ,merencanakan, dan menciptakan kehidupan keluarga sebagai pusat
tempat anak dapat mencari pemecahan masalah dari berbagai konflik dan
permasalahan yang dijumpainya baik lingkungan masyarakat maupun sekolahnya.
Membina proses pendidikan dan sosialisasi anak tentang hal yang perlu
dilakukannya untuk meningkatkan kemantangan dan kedewasaan baik fisik
maupun mental, yang tidak/kurang diberikan lingkungan sekolah maupun
masyarakat.
Membina proses pendidikan dan sosialisasi yang terjadi dalam keluarga sehingga
tidak saja bermamfaat positif bagi anak, tetapi juga orang tua untuk
perkembangan dan kematangan hidup bersama menuju keluarga kecil bahagia dan
sejahtera.
7. Fungsi Ekonomi
Adalah melakukan kegiatan ekonomi baik diluar maupun didalam kehidupan
keluarga dalam rangka menopang perkembangan hidup keluarga, mengelola ekonomi
keluarga sehingga terjadi keserasian, keselamatan dan keseimbangan antara
pemasukan dan pengeluaran keluarga, mengatur waktu sehingga kegiatan orang tua
diluar rumah dan perhatiaanya terhadap anggota rumah tangga bejalan serasi, selaras,
dan seimbang, membina kegiatan dan hasil ekonomi keluarga sebagai modal untuk
mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

12

8. Fungsi Pelestarian Lingkungan
Adalah membina kesadaran dan praktik kelestarian lingkungan internal keluarga,
membina kesadaran, sikap, dan praktik pelestarian lingkunga hidup yang serasi,
selaras, dan seimbang antara lingkungan keluarga dan lingkungan hidup sekitarnya.

d. Memahami Dan Menjelaskan Dinamika Keluarga
Adanya interaksi (hubungan) antara individu dengan lingkungan sehingga tersebut dapat
diterima dan menyesuaikan diri baik dalam lingkungan keluarga maupun kelompok sosial
yang sama.
Dinamika keluarga adalah interaksi atau hubungan pasien dengan anggota keluarganya
dan juga bisa mengetahui bagaimana kondisi keluarga di lingkungan sekitarnya. Keluarga
diharapkan mampu memberikan dukungan dalam upaya kesembuhan pasien. Ada empat
aspek yang selalu muncul dalam dinamika keluarga
Pertama, tiap anggota keluarga memiliki perasaan dan idea tentang diri
sendiriyang biasa dikenal dengan harga diri atau self-esteem.
Kedua, tiap keluarga memiliki cara tertentu untuk menyampaikan pendapatdan
pikiran mereka yang dikenal dengan komunikasi.
Ketiga, tiap keluarga memiliki aturan permainan yang mengatur
bagaimanamereka seharusnya merasa dan bertindak yang berkembang sebagai
sistemnilai keluarga.
Yang terakhir, tiap keluarga memiliki cara dalam berhubungan dengan orang luar
dan institusi di luar keluarga yang dikenal sebagai jalur ke masyarakat.

e. Memahami Dan Menjelaskan Siklus Kehidupan Keluarga
Duvall (1067) mengklasifikasikan siklus kehidupan keluarga menjadi 8 tahap yaitu :
1) Tahap awal perkawinan (newly married), suatu pasangan yang baru saja kawin dan
belum mempunyai anak.
2) Tahap keluarga dengan bayi (birth of the first child), keluarga tersebut telah
mempunyai bayi, dapat satu atau dua orang.
3) Tahap keluarga dengan anak usia prasekolah (family with preschool children),
keluarga tersebut telah mempunyai anak dengan usia prasekolah (30 bulan sampai 6
tahun).
4) Tahap keluarga dengan anak usia sekolah (family with children in school), keluarga
tersebut telah mempunyai anak dengan usia sekolah (6-13 tahun).
5) Tahap keluarga dengan anak usia remaja (family with teenager), keluarga tersebut
telah mempunyai anak dengan usia remaja (13-20 tahun).
6) Tahap keluarga dengan anak-anak yang meninggalkan keluarga (family as launching
centre), satu persatu anak meninggalkan keluarga, dimulai oleh anak tertua dan
diakhiri oleh anak terkecil.
13

7) Tahap orang tua usia menengah (parent alone in middle years), semua anak telah
meninggalkan keluarga, tinggal suami istri usia menengah.
8) Tahap keluarga usia jompo (aging family members), suami istri telah berusia lanjut
sampai dengan meninggal dunia.

f. Memahami Dan Menjelaskan Struktur Keluarga
1) Dominasi jalur hubungan darah
a) Patrilineal
Keluarga yang dihubungkan atau disusun melalui jalur garis ayah. Suku-suku di
Indonesia rata-rata menggunakan struktur keluarga patrilineal.
b) Matrilineal
Keluarga yang dihubungkan atau disusun melalui jalur garis ibu. Suku padang
salah satu suku yang yang mengunakan struktur keluarga matrilineal.
2) Dominasi keberadaan tempat tinggal
a) Patrilokal
Keberadaan tempat tinggal satu keluarga yang tinggal dengan keluarga sedarah
dari pihak suami.
b) Matrilokal
Keberadaan tempat tinggal satu keluarga yang tinggal dengan keluarga sedarah
dari pihak istri.
3) Dominasi pengambilan keputusan
a) Patriakal
Dominasi pengambilan keputusan ada pada pihak suami.
b) Matriakal
Dominasi pengambilan keputusan ada pada pihak istri. (Setiawati & Dermawan,
2008)

Ciri-ciri struktur keluarga
1) Terorganisasi
Keluarga adalah cerminan organisasi, dimana masing-masing anggota keluarga
memiliki peran dan pungsi masing-masing sehingga tujuan keluarga dapat tercapai.
Organisasi yang baik ditandai dengan adanya hubungan yang kuat antara anggota
sebagai bentuk saling ketergantungan dalam mencapai tujuan.
2) Keterbatasan
Dalam mencapai tujuan, setiap anggota keluarga memiliki peran dan tanggung
jawabnya masing-masing sehingga dalam berinteraksi setiap anggota tidak semena-
mena, tetapi mempunyai keterbatasan yang dilandasi oleh tanggung jawab masing-
masing anggota keluarga.
3) Perbedaan
Adanya peran yang beragam dalam keluarga menunjukan masing-masing anggota
keluarga mempunyai peran dan fungsi yang berbeda dan khas seperti halnya peran
ayah sebagai pencari nafkah utama, peran ibu yang merawat anak-anak.
14

g. Memahami Dan Menjelaskan Genogram
Genogram adalah suatu alat bantu berupa peta skema (visual map) dari silsilah
keluarga pasien yang berguna bagi pemberi layanan kesehatan untuk segera
mendapatkan informasi tentang nama anggota keluarga pasien, kualitas hubungan antar
anggota keluarga. Genogram adalah biopsikososial pohon keluarga, yang mencatat
tentang siklus kehidupan keluarga, riwayat sakit di dalam keluarga serta hubungan antar
anggota keluarga.
Di dalam genogram berisi : nama, umur, status menikah, riwayat perkawinan,
anak-anak, keluarga satu rumah, penyakit-penyakit spesifik, tahun meninggal, dan
pekerjaan. Juga terdapat informasi tentang hubungan emosional, jarak atau konflik antar
anggota keluarga, hubungan penting dengan profesional yang lain serta informasi-
informasi lain yang relevan. Dengan genogram dapat digunakan juga untuk menyaring
kemungkinan adanya kekerasan (abuse) di dalam keluarga.
Genogram idealnya diisi sejak kunjungan pertama anggota keluarga, dan selalu
dilengkapi (update) setiap ada informasi baru tentang anggota keluarga pada
kunjungan-kunjungan selanjutnya. Dalam teori sistem keluarga dinyatakan bahwa
keluarga sebagai sistem yang saling berinteraksi dalam suatu unit emosional. Setiap
kejadian emosional keluarga dapat mempengaruhi atau melibatkan sediktnya 3 generasi
keluarga. Sehingga idealnya, genogram dibuat minimal untuk 3 generasi.

Dengan demikian, genogram dapat membantu dokter untuk :
a. mendapat informasi dengan cepat tentang data yang terintegrasi antara
kesehatan fisik dan mental di dalam keluarga
b. pola multigenerasi dari penyakit dan disfungsi
15



2. Memahami Dan Menjelaskan Mekanisme Yang Mendasari Berbagai Gangguan Serta
Faktor Eksternal Yang Mempengaruhi Kesehatan

FAKTOR INTERNAL

1. Pola makan tidak sehat
Dengan semakin majunya budaya dan teknologi, semakin membuat orang-orang harus
bekerja dan bergerak dengan cepat. Hal ini membuat pola makan kita menjadi tidak
sehat, dengan mengkonsumsi makanan cepat saji, yang sangat menggiurkan ketika
16

menyantapnya. Mie instant ketika malas untuk memasak makanan yang sesungguhnya.
Belum lagi ketika mengkonsumsi minuman berkarbonasi.
2. Kelelahan
Ketika bekerja dalam mencukupi kebutuhan hidup, apalagi yang sudah berkeluarga,
beban itu semakin berlipat, terkadang sampai tidak memperdulikan tanda-tanda tubuh
yang menyatakan kalau tubuh sudah waktunya untuk berisitirahat. Sehingga membuat
kondisi kesehatan kita menjadi turun dan rentan terkena penyakit.
3. Stress /tertekan
Dalam menghadapi tuntutan hidup yang membuat kita harus bekerja lebih keras lagi,
manusia tidak luput dari rasa tertekan, stress, putus asa, dan sebagainya.
4. Gaya hidup tidak sehat
Dengan masuknya budaya dari luar, dan pergaulan, membuat gaya hidup tidak sehat,
dengan merokok, dugem sampai dengan mengkonsumsi obat-obatan terlarang, hal
tersebut terkadang merupakan salah satu cara pelarian.
5. Kurang istirahat dan olahraga
Dengan adanya tuntutan pekerjaan, problema hidup, stress yang berkepanjangan, tak
jarang manusia selalu memikirkannya, bekerja sampai larut malam, sehingga membuat
kurang isitrahat dan juga kurang berolah raga untuk membuat tubuh tetap fit.
6. Obat-obatan kimia
Pada saat sakit tidak jarang orang-orang minum obat untuk meredakan sakit yang di
derita, baik itu dengan menggunakan resep dokter atau dengan obat bebas. Untuk
menunjang kesehatan pun, terkadang mengkonsumsi vitamin-vitamin.

FAKTOR EKSTERNAL
1) Radiasi ponsel
Semua orang baik tua maupun muda, 90% menggunakan handphone, menurut penelitian,
radiasi yang dikeluarkan dari handphone, lama kelamaan dapat mengakibatkan efek yang
negative terhadap otak kita.

2) Polusi udara
Dengan semakin berkembangnya teknologi dan bertambahnya penduduk dunia, membuat
polusi udara semakin meningkat, mengapa begitu ? Karena semakin banyak dibangun
pabrik untuk memenuhi kebutuhan dari pasar, kendaraan semakin banyak, dari hari ke
hari jalanan semakin macet. Asap knalpot kendaraan dan pabrik mengandung karbon
monoksida.




17

3) Jadi perokok pasif
Perokok pasif merupakan seorang penghirup asap rokok dari orang yang sedang
merokok. Akibatnya lebih berbahaya dibandingkan perokok aktif. Bahkan bahaya yang
harus ditanggung perokok pasif tiga kali lipat dari bahaya perokok aktif.
Setyo Budiantoro dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)
mengatakan, sebanyak 25 persen zat berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke
tubuh perokok, sedangkan 75 persennya beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke
tubuh orang di sekelilingnya.
Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar karena racun yang
terhisap melalui asap rokok perokok aktif tidak terfilter. Sedangkan racun rokok dalam
tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang dihisap. Namun konsentrasi racun
perokok aktif bisa meningkat jika perokok aktif kembali menghirup asap rokok yang ia
hembuskan.
Racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang
tak dihisap. Sebab asap yang dihasilkan berasal dari pembakaran tembakau yang tidak
sempurna. Dapat anda bayangkan seberapa beresikonya perokok pasif.

4) Efek rumah kaca
Dari asap pabrik, kendaraan bermotor, asap rokok, asap pembakaran sampah, hal ini
memicu terjadinya efek rumah kaca. Meningkatnya kadar karbondioksida diudara
merupakan permasalahan yang sangat serius dan mesti diperhatikan sejak dari sekarang.
Jika hal ini dibiarkan berlarut, justru akan mengancam kehidupan makhluk hidup.
Meningkatnya kadar karbondioksida di atmosfer dapat menyebabkan terjadinya efek
rumah kaca (green house effect) atau lebih dikenal dengan pemanasan global suhu bumi.
Pada dasarnya, karbondioksida tidak berbahaya bagi manusia. Namun, kenaikan kadar
karbondioksida diudara dapat mengakibatkan peningkatansuhu permukaan bumi. Efek
rumah kaca terjadi dikarenakan karbondioksida yang ada di atmosfer melebihi ambang
batas. Gas karbondioksida dapat dilewati oleh semua sinar/cahaya yang dipancarkan oleh
matahari. Akan tetapi ketika memantul dipermukaan bumi dan kembali keatmosfer, sinar
tertentu akan tertahan dan terperangkap kemudian dipantulkan lagi ke bumi. Fenomena
ini persis seperti sebuah rumah yang terbuat dari kaca, dimana suhu didalamnya sangat
panas.
Dua faktor tersebut yang setiap hari kita hadapi. Segala hal yang dapat mengganggu
Kesehatan, sedikit demi sedikit kita investasikan di dalam tubuh kita semenjak kita lahir
sampai dengan sekarang. Semakin banyak pula orang yang mengalami sakit kritis, seperti
kanker, serangan jantung, stroke, diabetes, kolesterol, gagal ginjal, dan lain sebagainya.



18

3. Memahami Dan Menjelaskan Hak Dan Kewajiban Keluarga Dalam Merawat Anggota
Keluarga Yang Sakit Dalam Islam

Kewajiban-Kewajiban Orang yg Sakit:
1) Orang yang sakit memiliki kewajiban untuk senantiasa ridha terhadap qadha Allah
Subhanahu wa Taala, bersabar atas taqdir-Nya serta berbaik sangka kepada Rabbnya. Itu
yang lebih baik baginya.
2) Seyogyanya orang yang sedang sakit memiliki perasaan antara rasa takut dan harap, yaitu
takut akan siksa Allah Azza wa Jalla atas dosa-dosanya dan berharap akan rahmat Allah
Azza wa Jalla kepadanya. Sikap ini didasarkan pada hadits dari Anas bin Malik
Radhiyallahuanhu yang mengatakan:



3) Seberat apapun sakit yang diderita, tidak boleh baginya untuk berangan-angan ingin mati.
Hal ini karena ada hadits Ummul Fadhl Radhiyallahuanha, bahwa Rasulullah
Shallallahualaihi wa Sallam pernah datang kepada mereka tatkala Abbas
Radhiyallahuanhu (paman Rasulullah) menderita sakit, hingga Abbas berangan-angan
ingin mati.
4) Jika ia masih memiliki tanggungan atas hak-hak orang lain, hendaklah ia tunaikan kepada
yang berhak apabila hal itu mudah baginya. Jika tidak mudah, hendaklah ia berwasiat
(kepada keluarganya). Sesungguhnya Nabi Shallallahualaihi wa Sallam berkata:



Barang siapa pernah mendhalimi hak saudaranya dalam hal harga diri atau hartanya,
hendaklah ia selesaikan sebelum datang hari kiamat, hari yang tidak diterima dinar tidak
pula dirham. Jika ia punya amalan shalih maka diambil darinya lalu diberikan kepada
orang yang punya hak. Jika ia tidak punya amalan shalih, maka diambil dosa-dosa orang
yang bersangkutan lalu dibebankan kepadanya.
5) Orang yang sakit hendaknya bersegera untuk menyiapkan wasiat karena ada sabda
RasulullahShallallahualaihi wa Sallam:


19

Tidak benar bagi seorang muslim yang bermalam dua malam sedangkan ia punya
sesuatu yang ingin diwasiatkannya kecuali semestinya wasiat itu telah ditulis di sisinya.
Ibnu Umar Radhiyallahuanhuma berkata: Tidaklah berlalu satu malam sejak aku
mendengar RasulullahShallallahualaihi wa Sallam mengatakan itu kecuali sudah kutulis
wasiatku. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim juga Ashabus Sunan
maupun yang lain.
6) Wajib baginya untuk memberikan wasiat kepada sanak kerabatnya yang tidak menerima
warisan darinya. Allah Azza wa Jalla berfirman:



Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda)
kematian, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiatlah untuk ibu-bapak dan
karib kerabatnya secara ma`ruf, (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa.
(Al-Baqarah: 180)
7) Boleh baginya untuk berwasiat dengan sepertiga hartanya, tidak boleh lebih.
8) Hendaklah dalam berwasiat ini disaksikan oleh dua orang yang jujur yang muslim. Jika
tidak ada maka bisa dengan dua orang (yang jujur) non muslim dengan diminta agar
keduanya bersumpah untuk bisa dipercaya apabila ragu akan persaksiannya.
9) Adapun berwasiat agar hartanya diberikan kepada kedua orang tua dan sanak kerabat
yang berhak menerima warisan dari orang yang meninggalkan warisan itu, maka ini tidak
boleh dilakukan. Karena hal ini sudah dimansukh dengan ayat tentang warisan. Dan telah
dijelaskan pula oleh RasulullahShallallahualaihi wa Sallam dengan penjelasan yang
paling sempurna, ketika beliau berkhutbah pada haji Wada. Kata beliau:



Sesungguhnya Allah telah memberikan hak kepada setiap yang punya hak, dan tidak ada
wasiat bagi ahli waris.
10) Diharamkan membuat wasiat yang mendatangkan mudharat (kerugian) bagi orang lain,
seperti berwasiat agar sebagian ahli waris jangan diberikan hak warisnya atau berwasiat
agar melebihkan sebagian ahli waris atas sebagian yang lain. Hal ini disebabkan adanya
firman Allah Subhanahu wa Taala:


20

Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, dan bagi
wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, baik
sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan. (An-Nisaa: 7)
11) Wasiat yang lalim (tidak adil) hukumnya batil lagi tertolak, karena adanya sabda
RasulullahShallallahualaihi wa Sallam:



Barang siapa yang mengada-adakan perkara baru dalam (agama) kami ini yang tidak ada
asal darinya, maka ia tertolak.
12) Ketika banyak terjadi kebidahan pada sebagian besar kaum muslimin di masa ini. Begitu
pula dalam permasalahan yang berkaitan dengan jenazah. Maka termasuk kewajiban
seorang muslim adalah untuk berwasiat agar disiapkan (urusan kematiannya) dan agar
dikuburkan berdasarkan Sunnah (tuntunan Nabi Shallallahualaihi wa Sallam), sebagai
pengamalan terhadap firman Allah Subhanahu wa Taala (At-Tahrim: 6)


Menjenguk Orang Sakit dan Hukumnya

Orang sakit adalah orang yang lemah, yang memerlukan perlindungan dan sandaran.
Perlindungan (pemeliharaan, penjagaan) atau sandaran itu tidak hanya berupa materiil
sebagaimana anggapan banyak orang, melainkan dalam bentuk materiil dan spiritual
sekaligus.
Karena itulah menjenguk orang sakit termasuk dalam bab tersebut. Menjenguk
si sakit ini memberi perasaan kepadanya bahwa orang di sekitarnya (yang menjenguknya)
menaruhperhatian kepadanya, cinta kepadanya, menaruh keinginan kepadanya, dan
mengharapkan agar dia segera sembuh. Faktor-faktor spiritual ini akan memberikan
kekuatan dalam jiwanya untuk melawan serangan penyakit lahiriah. Oleh sebab itu,
menjenguk orang sakit, menanyakan keadaannya, dan mendoakannya merupakan bagian
dari pengobatan menurut orang-orang yang mengert. Maka pengobatan tidak seluruhnya
bersifat materiil (kebendaan). Karena itu, hadits-hadits Nabawi menganjurkan "menjenguk
orang sakit"
Dari abu musa r.a. berkata, bersabda Rasulullah saw.: jenguklah orang sakit, dan berikanlah
makanan kepada orang yang lapar, dan bebaskanlah tawanan. (H.R. Bukhari)

Hak orang islam terhadap orang islam lainnya ada enam:
1) Apabila engkau berjumpa dengannya berilah salam kepadanya.
2) Apabila ia mengundangmu penuhilah undangnnya itu.
3) Apabila ia meminta nasehat kepadamu, nasehatilah dia.
4) Apabila ia bersin, lalu memuji allah, maka doakanlah ia olehmu.
21

5) Apabila ia sakit, tengoklah ia, dan apabila ia meninggal dunia, maka iringkanlah dia.
(H.R. Muslim)

Menjenguk orang yang terbaring sakit. Sebagian ulama telah menetapkan menjenguk orang
sakit ini sebagai fardhu kifayah, seperti halnya memberi makan orang yang kelaparan dan
membebaskan tawanan. Jumhur ulama berpendapat bahwa menjenguk ini pada dasarnya
hukumnya sunnah. Namun pada perkembangannya ia menjadi wajib di beberapa kalangan
tertentu.
Perintah menjenguk orang sakit mengandung hikmah, dapat meringankan beban mental
keluarganya, sebagai ungkapan kasih sayang, mengingatkan manusia akan mati, memberikan
dorongan kejiwaan dan menghibur, dan lain-lain.


4. Memahami Dan Menjelaskan Konsep Dan Fungsi Keluarga Dalam Islam
Keluarga muslim adalah keluarga yang meletakkan segala aktivitas pembentukan
keluarganya sesuai dengan syariat Islam yang berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah.
Keluarga tersebut dibangun di atas aqidah yang benar dan semangat untuk beribadah kepada
Allah serta semangat untuk menghidupkan syiar dan adab-adab Islam Islam sebagaimana
telah dicontohkan Rasulullah SAW. Menurut HammudahAbdul Al-Ati dalam bukunya The
Family Structure in Islam definisi keluarga dilihat secara operasional adalah: Suatu
struktur yang bersifat khusus yang satu sama lain mempunyai ikatan khusus, baik lewat
hubungan darah atau pernikahan. Perikatan itu membawa pengaruh pada adanya rasa saling
berharap (mutual expectation) yang sesuai dengan ajaran agama, dikukuhkan dengan
kekuatan hukum serta secara individual saling mempunyai ikatan batin.
Bentuk keluarga yang paling sederhana adalah keluarga inti yang terdiri atas suami
istri dan anak-anak yang biasanya hidup bersama dalam suatu tempat tinggal. Namun
demikian menurut Abdul Al Ati pengertian keluarga tidaklah dibatasi oleh kerangka tempat
tinggal. Sebab anggota sebuah keluarga tidaklah selalu menempati tempat tinggal yang sama.
Adanya rasa saling harap sebagai unsur dalam perikatan keluarga itu lebih penting dari unsur
tempat tinggal.
Pentingnya Keharmonisan Keluarga Yang paling berpengaruh buat pribadi dan
masyarakat adalah pembentukan keluarga dan komitmennya pada kebenaran. Alloh dengan
hikmahNya telah mempersiapkan tempat yang mulia buat manusia untuk menetap dan
tinggal dengan tentram di dalamnya. FirmanNya: "dan diantara tanda-tanda kekuasanNya
adalah Dia mencipatakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan
merasa tentram kepadanya dan diajadikanNya diantara kamu rasa kasih sayang. Sungguh
pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (Ar
Ruum [30]: 21)


22

Tugas Suami
Seorang suami dituntut untuk lebih bisa bersabar ketimbang istrinya, dimana istri itu
lemah secara fisik atau pribadinya. Jika ia dituntut untuk melakukan segala sesuatu maka ia
akan buntu. Terlalu berlebih dalam meluruskannya berarti membengkokkannya dan
membengkokkannya berarti menceraikannya. Rasululloh bersabda: "Nasehatilah wanita
dengan baik. Sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk dan bagian yang bengkok
dari rusuk adalah bagian atasnya. Seandainya kamu luruskan maka berarti akan
mematahkannya. Dan seandainya kamu biarkan maka akan terus saja bengkok, untuk itu
nasehatilah dengan baik." (HR. Bukhari, Muslim). Seorang suami seyogyanya tidak terus-
menerus mengingat apa yang menjadi bahan kesempitan keluarganya, alihkan pada beberapa
sisi kekurangan mereka. Dan perhatikan sisi kebaikan niscaya akan banyak sekali. Dalam hal
ini maka berperilakulah lemah lembut. Sebab jika ia sudah melihat sebagian yang dibencinya
maka tidak tahu lagi dimana sumber-sumber kebahagiaan itu berada. Alloh berfirman; "Dan
bergaullah bersama mereka dengan patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka maka
bersabarlah Karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Aloh menjadikannya
kebaikan yang banyak." (An Nisa' [4]: 19)


Tugas Istri
Kebahagiaan, cinta dan kasih sayang tidaklah sempurna kecuali ketika istri
mengetahui kewajiban dan tiada melalaikannya. Berbakti kepada suami sebagai pemimpin,
pelindung, penjaga dan pemberi nafkah. Taat kepadanya, menjaga dirinya sebagi istri dan
harta suami. Demikian pula menguasai tugas istri dan mengerjakannya serta memperhatikan
diri dan rumahnya. Inilah istri shalihah sekaligus ibu yang penuh kasih sayang, pemimpin di
rumah suaminya dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Juga mengakui
kecakapan suami dan tiada mengingkari kebaikannya. Untuk itu seyogyanya memaafkan
kekeliruan dan mangabaikan kekhilafan. Jangan berperilaku jelek ketika suami hadir dan
jangan mengkhianati ketika ia pergi. Dalam hadits: "Perempuan mana yang meninggal dan
suaminya ridha kepadanya maka ia masuk surga." (HR. Tirmidzi, Hakim, Ibnu Majah)

Ada juga yang mengungkapkan beberapa karakteristik yang harus terwujud dalam sebuah
keluarga yang menjadikannya layak disebut sebagai model keluarga muslim. Karakteristik
tersebut adalah:
Keluarga yang dibangun oleh pasangan suami-istri yang shalih.
Keluarga yang anggotanya punya kesadaran untuk menjaga prinsip dan norma Islam.
Keluarga yang mendorong seluruh anggotanya untuk mengikuti fikrah islami.
Keluarga yang anggota keluarganya terlibat dalam aktivitas ibadah dan dakwah, dalam
bentuk dan skala apapun.
Keluarga yang menjaga adab-adab Islam dalam semua sisi kehidupan rumah tangga.
Keluarga yang anggotanya melaksanakan kewajiban dan hak masing-masing.
23

Keluarga yang baik dalam melaksanakan tarbiyatul aulad (proses mendidik anak-anak).
Keluarga yang baik dalam mentarbiyah khadimah (mendidik pembantu).

24

DAFTAR PUSTAKA

Friedman, M. Marilyn.( 1998). Keperawatan Keluarga : Teori dan Praktik.Jakarta :
EGC.

Goldenberg, I., & Goldenberg, H. (2008). Family therapy: An overview. Belmont, CA:
Thomson Brooks/Cole.

Sudiharto. (2007). Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Pendekatan Keperawatan
Transkultural. Jakarta:EGC.

Suprajitno. (2004). Asuhan Keperawatan Keluarga. Jakarta : EGC.

Sloane, P.D., Slatt, L.M., Ebell, M.H., & Jacques, L.B. (2002). Essential ofFamily
Medicine (4th Ed.). Baltimore: Lippincott Williams & Wilkins (page 24)

McDaniel, S., Campbell, T.L., Hepworth, J., & Lorenz, A. (2005). Family - Oriented
Primary Care (2nd Ed.). New York: Springer (page 42)

Undang-Undang RI no 1 tahun 1974 tentang perkawinan. Available at :
http://www.bkn.go.id/bapek/peraturan/undang-undang-uu/82-uu-no-1-tahun-1974-tentang-
perkawinan.html (Last Update: 2013, December 11)

Hak dan Kewajiban Orang Tua. Available at :
http://roudhotulilmi.blogspot.com/2011/11/hak-dan-kewajiban-orang-tua.html (Last Update
2013, December 12)

Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 829 Menkes SK/VII/1999 Tentang Persyaratan
Kesehatan Perumahan. Available at : http://journal.unair.ac.id/filerPDF/KESLING-2-1-04.pdf
(Last Update 2013, December 11)

Kewajiban-Kewajiban Orang Sakit. Available at : http://darussunnah.or.id/artikel-
islam/nasehat/kewajiban-kewajiban-orang-sakit/ (Last Update 2013, December 11)

Kewajiban Orang Tua dan Anak dalam Islam. Available at: http://al-islam-
indonesia.blogspot.com/2012/05/kewajiban-orang-tua-dan-anak-dalam.html (Last Update 2013,
December 12)