Anda di halaman 1dari 8

1

BAB I
PENDAHULUAN

Transient Tachypnea of the Newborn (TTN) atau sering juga disebut
Transient Respiratory Distress of the Newborn (TRDN) adalah penyakit self-
limited disease yang banyak terjadi pada bayi di seluruh dunia dan sering dihadapi
oleh semua dokter yang merawat bayi baru lahir.
Bayi baru lahir dengan TTN dalam beberapa jam pertama kehidupan akan
mengalami takipnea, terjadi peningkatan kebutuhan oksigen. Bayi baru lahir
dengan TTN biasanya sering dianggap dan didiagnosis sebagai sebagai Pnemoni
Congenital, Pnemoni Aspirasi atau Hyaline Membrane Disease (HMD). HMD
biasanya terjadi pada bayi yang dilahirkan di usia kehamilan kurang dari 35
minggu. Sehingga bila bayi sesak di atas usia kehamilan 35 minggu, diagnosis
yang paling sering dipikirkan adalah TTN.
Bayi yang sering mengalami TTN adalah bayi yang dilahirkan secara
Caesar, ini disebabkan mereka kehilangan kesempatan untuk mengeluarkan
cairan paru. Bayi yang dilahirkan melalui persalinan per vaginam akan mengalami
kompresi dada saat menuruni jalan lahir. Hal inilah yang menyebabkan sebagian
cairan paru keluar. Tetapi kesempatan ini tidak berlaku bagi bayi yang dilahirkan
dengan operasi.
Dari seluruh bayi yang lahir, sekitar 1% akan mengalami kesulitan
bernapas, ditandai dengan napas cepat (frekuensi > 60 kali permenit), sianosis
perifer dan sentral, merintih, retraksi sternal, napas cuping hidup, hingga apneu
periodik. Kumpulan gejala tersebut dikenal dengan istilah Sindrom Gawat Napas
(SGN). SGN ini meliputi Respiratory Distress Syndrome (RDS) akibat paru yang
belum matang, sindrom aspirasi mekonium, serta Transient Tachypnea of the
Newborn (TTN) atau Wet Lung Syndrome.

2

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

1. DEFINISI
Transient Tachypnea of the Newborn (TTN) adalah suatu penyakit ringan
pada neonatus yang lahir mendekati cukup bulan atau cukup bulan namun
mengalami gawat napas segera setelah lahir dan hilang dengan sendirinya
dalam waktu 3-5 hari.
1
Gangguan pernapasan yang terjadi antara lain
gangguan nafas sementara yang berkembang di 6 jam pertama kehidupan,
puncaknya antara 6-36 jam kehidupan, kemudian secara bertahap menghilang
setelah 48 sampai 72 jam kehidupan.
2

Bayi yang sering mengalami TTN adalah bayi yang dilahirkan secara
operasi sesar. Hal ini disebabkan adanya retensi atau keterlambatan dalam
clearance cairan paru janin. Sebelum melahirkan paru-paru janin dan saluran
udara diisi dengan cairan yang terbentuk dari ultrafiltrasi plasma. Selama
persalinan per vaginam, 30% dari cairan ini dikeluarkan oleh kompresi dada
selama transit melalui vagina, 30% dibersihkan oleh sistem limfatik paru, dan
40% oleh kapiler paru. Ketika kompresi dada kurang atau tidak efisien,
seperti dalam persalinan melalui operasi caesar, ada retensi dan keterlambatan
pembersihan atau reabsorbsi cairan paru-paru normal janin. Penyebab lain
keterlambatan dalam resorpsi cairan paru janin meliputi prematuritas,
diabetes maternal, oversedation, dan hipervolemi.
2
Meskipun bayi TTN mengalami keterlambatan dalam sistem pembersihan
cairan paru, namun hal ini mampu sembuh secara spontan. Terjadinya retensi
cairan dalam jaringan intertisial paru ini sering disebut dengan Wet Lung
Syndrome.
3

2. EPIDEMIOLOGI
Sekitar 1% bayi di Amerika Serikat mengalami beberapa bentuk gangguan
pernapasan yang tidak berhubungan dengan infeksi, seperti Respiratory
Distress Syndrom, Hyalin Membrane Disease, dan Transient Tachypnea of
the Newborn. Dari jumlah ini 1%, sekitar 33-50% merupakan takipnea
3

transien. Tidak ada predileksi ras yang dilaporkan. Risiko untuk jenis kelamin
pria dan wanita adalah sama pada keduanya.
1


3. FAKTOR RISIKO
4

a. Lahir Caesar-Section
b. Makrosomia
c. Partus lama
d. Maternal asma dan merokok
e. Excessive maternal sedation
f. Ibu dengan diabetes

4. PATOFISIOLOGI
Dahulu, takipnea transient pada bayi baru lahir dianggap masalah
kekurangan surfaktan tetapi sekarang dibuktikan melalui percobaan in vivo
bahwa penyebabnya ialah ketidakmampuan untuk menyerap cairan paru
janin. Hal ini membuat cairan tertahan di alveoli yang akan menghambat
terjadinya pertukaran gas.
4


5. MANIFESTASI KLINIS
Tanda dari TTN adalah dengan melihat adanya tanda distress pernafasan,
yaitu takipnu, nafas cuping hidung, mendengkur, retraksi dinding dada, dan
sianosis pada kasus ekstrim.
5
Takipneu segera setelah kelahiran, nafas lebih
dari 60 kali/menit. Takipneu ini bersifat sementara dimana penyembuhan
biasa terjadi dalam 48-72 jam setelah kelahiran.
6


6. PEMERIKSAAN RADIOLOGI
Hiperexpansi paru, khas pada TTN
Garis prominen di perihiler
Pembesaran jantung ringan hingga sedang
Diafragma datar, dapat dilihat dari lateral
4

Cairan di fisura minor dan perlahan akan terdapat di ruang pleura.

Prominent pulmonary vascular markings
Temuan karakteristik termasuk perihilar menonjol, yang berkorelasi
dengan kendurnya sistem limfatik
Terdapat sedikit efusi pleura yang terlihat
Patchy Infiltrat atau gambaran infiltrat yang halus pada kedua lapang
paru secara homogen dan tersebar merata


Gambar diatas merupakan sebuah foto toraks anteroposterior terlentang
bayi baru lahir dengan TTN. Perhatikan penampilan retikuler atau patchy
5

infiltrat atau gambaran infiltrat yang halus pada kedua lapang paru secara
homogen dan tersebar merata dengan cairan interstisial ringan dan
kardiomegali.


Transient Tachypnea of the Newborn (TTN). Frontal radiograph of the
chest of a term newborn (left) shows streaky, perhilar linear densities (white
circles), indistinctness of the blood vessels and fluid in the minor fissure
(black arrow), all signs of increased fluid in the lungs. Three days later
(right), a frontal radiograph of the same baby shows complete clearing of the
fluid and a normal chest radiograph.

Takipnea transien ringan dari bayi baru lahir (TTN) pada radiografi dada
menunjukan adanya overaerasi paru yang simetris, tanda interstitial perihilar
menonjol dan efusi pleura kecil (lihat gambar pertama di bawah).

Radiograph of a neonate at age 6
hours. Overaeration and streaky,
bilateral, pulmonary interstitial
opacities and prominent perihilar
interstitial markings are seen
along with mild cardiomegaly.
7




6

Radiograph of a neonate at age 2
days. Cardiomegaly has
disappeared. Pulmonary
parenchymal abnormalities are
diminishing, but perihilar, streaky
markings persist.



Radiograph of a neonate at age 4
days. Normal heart size and clear
lungs are see.





Tampilan radiografi sewaktu-waktu dapat tampak difus, granular seperti
pada penyakit membran hialin tetapi tanpa underaeration paru.

7

BAB III
KESIMPULAN

Transient Tachypnea of the Newborn (TTN) adalah suatu penyakit ringan
pada neonatus dengan usia kehamilan ibu mendekati cukup bulan atau cukup
bulan yang mengalami gawat napas segera setelah lahir dan hilang dengan
sendirinya dalam waktu 3-5 hari. Penyakit ini bersifat sembuh sendiri dan tidak
ada risiko kekambuhan atau disfungsi paru lebih lanjut.
Penegakan diagnosis terdiri dari anamnesa, pemeriksaan fisik, dan
pemeriksaan penunjang yaitu rontgen thoraks.

Gambaran khas x-ray thorak adalah
hiperinflasi paru-paru, cairan dalam fisura minor, tanda interstitial perihilar
menonjol dan efusi pleura kecil.

8

DAFTAR PUSTAKA

1. Subramanian Siva, et al., 2014., Transient Tachypnea of the Newborn.,
http://emedicine.medscape.com/article/976914-overview#a0104 (diakses
pada tanggal 10 Oktober 2014)
2. Alessandro Michael, et al., 2014., Wet Lung Disease.,
http://www.virtualpediatrichospital.org/providers/PAP/NeonatalChestDiseas
es/TTN.shtml (diakses pada tanggal 10 Oktober 2014)
3. Rasad Sjahriar., Radiologi Diagnostik., Badan Penerbit FKUI:Jakarta
4. Waldo E Nelson, MD et al. 2000. Ilmu Kesehatan Anak edisi 15. Jakarta:EGC
5. Abdul L et al. 2003. Diagnosis Fisis Pada Anak. Edisi ke-2. Jakarta:CV
Sagung Seto
6. Herring William., 2014., Recognizing the 5 Most Common Causes of
Neonatal Lung Disease., http://www.learningradiology.com/archives2008/
COW%20292-TTN/ttnccorrect.html (diakses pada tanggal 10 Oktober 20114)
7. Asenjo Margarita, et al., 2013., Imaging in Transient Tachypnea of the
Newborn., http://emedicine.medscape.com/article/414608-overview#a19
(diakses pada tanggal 10 Oktober 2014)