Anda di halaman 1dari 4

Kalkulus

Adalah deposit keras yang berasal dari hasil mineralisasi bakteri plak yang
terbentuk pada permukaan gigi normal dan juga protesa gigi tiruan dan biasanya
dilapisi oleh plak yang tidak termineralisasi. Kalkulus di klasifikasikan menjadi 2
yaitu supra dan subgingival, klasifikasi ini berkaitan dengan posisi terhadap margin
gingiva.
Kalkulus supragingival terletak lebih koronal dari margin gingiva dan juga
mudah diamati secara langsung. Biasanya berwarna putih atau putih kekuningan,
konsistensinya keras sepertitanah liat, dan mudah dilepas dari permukaan gigi.
Setelah dilakukan pembersihan biasanya sering mengalami rekurensi, terutama pada
daerah insisiv mandibular. Warna dari kalkulus ini biasanya dipengaruhi oleh rokok
dan pigmen dari makanan. Kalkulus ini dimungkinkan untuk terbentuk sendiri
(single) ataupun pada beberapa gigi (group), atau bahkan bisa menyeluruh kesmua
gigi.Area yang paling sering mengalami supra gingival kalkulus adalah area bukal
dari molar dan area lingual dari gigi anterior rahang bawah.
Saliva dari glandula parotis mengalir kearea permukaan dari gigi molar atas
melalui saluran stensens, sedangkan dari saluran whartons dan bartholins mengalir
dan bermuara pada area insisivus rahang bawah berasal dari glandula submaksilar dan
sublingual.
Sedangkan kalkulus subgingiva terletak lebih ke apeks dari margin gingival
dan biasanya tidak terdeteksi secara langsung pada pemeriksaan klinis. Lokasi dai
subgingival kalkulus dapat di evaluasi secara teliti menggunakan alat exploler. Selain
menggunakan eksploler dapat juga menggunakan probe WHOuntuk mendeteksi dan
melakukan skoring pada kalkulus subgingival. Kalkulus ini biasanya bersifat keras,
tebal dan sering muncul dengan berwarna coklat kehitaman ataupun hijau kehitaman,
dan biasanya melekat kuat pada area permukaan gigi.
Kalkulus sub dan supra gingival biasanya terjadi secara bersamaan. Pada
pemeriksaan mikroskopis menunjukan pada subgingival kalkulus biasanya meluas
mendekati dari dasar poket periodontal pada periodontitis kronis tetapi tidak sampai
junctional epitelium. Ketika jaringan gingival menyusut atau mengalami resesi
subgingival kalkulus bisa di klasifikasi sebagai subgingival kalkulus. Pengecekan dari
inflamasi gingival dan kedalamanan probing dapat dilakukan pengecekan setelah
dilakukan penghilangan subgingival plak dan kalkulus

Komponen dari kalkulus
Kalkulus supragingival berasal dari anorganik 70% - 90% dan sisanya
komponen organik. Pada komponen anorganik pada kalkulus adalah 75,9% kalsium
fosfat,Ca
3
(PO)
4
)
2
; 3.1% calsium karbonat CaCO
3
; dan sedikit magnesium fosfat
Mg
3
(PO
4
)
2
; dan logam lain. Presentase dari anaoranik kalkulus sama dengan
kalsifikasi yang terjadi pada jaringan tubuh yang lain. Prinsip dari anorganik
componen adalah kalsium 39%, fosfor 19%, carbon dioksida 1,9%, magnesium 0,8%,
dan sedikit dari sodium, zinc, strontium, bromida, copper, manganese, tungsten, gold,
alumunium, silikon, zat besi dan florine. Dua pertiga dari bahan anorganik yang
membentuk kalkulus berbentuk berupa kristal, mereka adalah hydroksiapatit 58%,
magnesium whitlockite 21%, octacalsium phospat 12%, brushite 9%
Sedangkan bahan organik yang terkandung dalam kalkulus adalah gabungan
dari protein dan polisakarida yang komplek , sel epitel yang mengalami deskuamasi
jaringan, leukosit dan berbagai macam dari organisme, diatara 1.9% dan 9.1% dari
bahan organik ini componen karbihidar seperti galactosa,glukosa, rhamnosa,
mannosa, glucuronic acid, glactosamine dan terkadang terdapat arabinosa. Semua
bahan bahan organik ini terdapat dalam glikoportein yang terdapat dalam saliva
kecuali arabinosa dan rhamnosa. Protein yang terdapat pada saliva 5,9% sampai 8,2%
termasuk juga asam amino. Lemak juga terdapat di sana seperti lemak netral, lemak
bebas, kolesterol, kolesterol ester dan phospolipids.
Komposisi pada kalkulus subgingiva ini pada dasarnya sama tetapi hanya
berbeda konsentrasi pada bahan anorganik lain . pada hidroksi apatit memiliki jumlak
konsentrasi yang sama, sedangkan pada magnesium whitlockite jumlahnya lebih
banyak sedangkan pada brushite dan otacalcium phospate jumlahnya lebih sedikit.

Perlekatan pada gigi
Perbedaan cara perlekatan dari kalkuler terhadap permukaan gigi yang terkena
seperti mudah lepas ataupun yang melekat erat. Terdapat empat mode dalam proses
perlekatan kalkulus yang pertama perlekatan dengan melalui pelikel organik,
mekanikal locking pada permukaan gigi yang tidak rata seperti karies, adaptasi
tertutup dari kalkulus yang terletak dibawah permukaan pada gundukan halus pada
permukaan sementum, dan penetrasi dari bakteri kalkulus kedalam sementum.
Kalkulus yang melekat dalam pada daerah sementum dimungkinkan terdapat
kesamaan morflogi dengan sementum itu tersebut sehingga sering disebut
calculocementum.

Formation/ pembentukan
Kalkulus adalah plak gigi yang telah mengalami mineralisasi. Plak lunak yang
mengeras olek karena endapan mineral garam, dimana biasanya dimulai antara hari
pertama hingga hari ke 14 antara proses pembentukan plak. Proses kalsifikasi telah
dilaporkan dapat terjadi minimal antara 4-8 jam, kalsifikasi plak dapat terjadi
mineralisasi di 2 sampai dengan 12 hari.
Plak tidak mengalami proses kalsifikasi secara kesesluruhan. Plak awalnya
mengandung sedikit anorganik material, yang mana akan meningkan jumlah
anorganik tersebut sehingga tebentuk kalkulus. Mikroorganisme patogen tidak selalu
menjadi pengaruh utama terhadap pembentukan kalkulus karena pada kalkulus
terdapat bakteri flora normal.
Saliva adalah penyebab dari mineralisasi dari kalkulus supra gingival , dimana
terdapat carian yang biasa disebut gingival cervical fluid yang berisi dari mineral
untuk subgingival kalkulus. Plak mempunyai kemampuan khusus untuk melakukan
penyerapan terhadap kalsium yang berada di saliva plak awal pada kalkulus
terkandung lebih banyak kalsium, tiga kali lipat fosfor dan sedikit potasium.
Calsifikasi dimulai selama pemukaan plak supragingival dan perlekatan
subgingival plak berada pada posisis yang berdekatan. Pada proses kalsifikasi dapat
mengakibatkan peningkatan ukuran dari kalkulus dan perubahan konsistensi dari plak
lembut menjadi keras. Kalsifikasi dapat disertai dengan adalanya perlekatan bakteri,
selama terjadi proses kalasifikasi terjadi peningkatan jumlah bakteri filamentous dan
fokus dari kalsifikasi berubah dari basophilic menjadi eusiofilik, di sana terjadi
penurunan staining dari periodic positik asam-Schiff reaction. Sulfhydryl dan grup
amino berkurang dan juga stain dengan toluidine blue, yang mana inisial
orthochromatic tetapi berubah menjadi metachromatik dan menghilang.
Kalkulus terbentuk menjadi beberapa bagian tipis kutikula dimana berubah
menjadi kalkulus selama masa kalsifikasi. Inisiasi dari kalkulus dan akumulasi
kalkulus berbeda antara satu gigi dengan gigi yang lain, orang yang satu dengan
orang yang lain. Karena pada dasarnya dibedakan menjadi, parah, sedang, dan sedikit
atau juga disebut noncalculus formers. Pembentukan kalkulus berlanjut hingga
mencapai maksimal setelah itu akan berkurang secara perlahan. Waktu yang
dibutuhkan untuk mencapai thap maksimal adalah 10 minggu hingga 6 bulan.