Anda di halaman 1dari 4

BAB 6 RASA BAAL DAN KESEMUTAN

A. Tujuan pembelajaran

1. Melaksanakan anamnesis pada kasus neuropati Guillain-Barre Syndrome.

2. Menerangkan mekanisme terjadinya neuropati Guillain-Barre Syndrome.

3. Membedakan etiologi neuropati dan Guillain-Barre Syndrome.

4. Membedakan klasifikasi neuropati

5. Mengidentifikasi tanda dan gejala neuropati.

6. Melaksanakan pemeriksaan neurologi pada pasien neuropati.

7. Menegakkan diagnosis banding neuropati.

8. Merencanakan manajemen terapi pada neuropati.

9. Menjelaskan prognosis pada pasien dengan neuropati

10. Mengetahui kegawatan pada kasus Guillain-Barre Syndrome.

11. Merencanakan kapan penderita Guillain-Barre Syndrome dirujuk ke rumah sakit.

B. Pertanyaan dan persiapan dokter muda

Dokter muda mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :

1. Apa saja etiologi rasa baal dan kesemutan?

2. Bagaimana mekanisme terjadinya rasa baal dan kesemutan?

3. Bagaimana membedakan tipe-tipe rasa baal?

4. Keluhan atau gejala apa saja yang menyertai rasa baal dan kesemutan?

Panduan Belajar Ilmu Penyakit Saraf ñ 2006

5. Bagaimana menegakkan diagnosis dari simtom rasa baal dan kesemutan dengan anamnesis?

6. Bagaimana melakukan pemeriksaan sensibilitas?

7. Pemeriksaan poenunjang apa saja yang bisa dilakukan untuk menegakkan diagnosis pasien dengan keluhan rasa baal dan kesemutan?

Panduan Belajar Ilmu Penyakit Saraf ñ 2006

C. Algoritme kasus

Panduan Belajar Ilmu Penyakit Saraf ñ 2006 C. Algoritme kasus
Panduan Belajar Ilmu Penyakit Saraf ñ 2006 C. Algoritme kasus
Panduan Belajar Ilmu Penyakit Saraf ñ 2006 C. Algoritme kasus
Panduan Belajar Ilmu Penyakit Saraf ñ 2006 C. Algoritme kasus
Panduan Belajar Ilmu Penyakit Saraf ñ 2006 C. Algoritme kasus
Panduan Belajar Ilmu Penyakit Saraf ñ 2006 C. Algoritme kasus
Panduan Belajar Ilmu Penyakit Saraf ñ 2006 C. Algoritme kasus
Panduan Belajar Ilmu Penyakit Saraf ñ 2006 C. Algoritme kasus
Panduan Belajar Ilmu Penyakit Saraf ñ 2006 C. Algoritme kasus
Panduan Belajar Ilmu Penyakit Saraf ñ 2006 C. Algoritme kasus
Panduan Belajar Ilmu Penyakit Saraf ñ 2006 C. Algoritme kasus
Panduan Belajar Ilmu Penyakit Saraf ñ 2006 C. Algoritme kasus
Panduan Belajar Ilmu Penyakit Saraf ñ 2006 C. Algoritme kasus
Panduan Belajar Ilmu Penyakit Saraf ñ 2006 C. Algoritme kasus

Panduan Belajar Ilmu Penyakit Saraf ñ 2006

D. Daftar keterampilan (kognitif dan psikomotor)

1. Mampu melakukan asesmen fungsi sensorik

E. Penjabaran prosedur

(penjabaran prosedur yang telah disesuaikan dengan buku panduan skills labs) Poin-poin anamnesis pasien dengan rasa baal dan kesemutan

ï Apakah simtomnya menetap atau intermiten?

ï Jika simtomnya intermiten, adakah hubungan dengan posisi (sikap), aktivitas atau gerakan tertentu?

ï Adakah ada hubungan dengan nyeri di pinggang (LBP), tungkai, atau kaki?

ï Apakah ada kelumpuhan pada kedua tungkai atau kaki?

ï Adakah riwayat trauma pinggang, hernia nucleus pulposus (HNP), atau operasi pinggang?

ï Apakah gejalanya simetris?

ï Apakah ada gangguan buang air besar, buang air kecil atau disfungsi seksual?

ï Adakah riwayat penyakit sistemik (misal diabetes mellitus, penyakit thiroid, anemia, hipovitaminosis B12)

ï Adakah penurunan berat badan?

ï Adakah kebiasaan minum alkohol?

ï Adakah riwayat merokok?

ï Adakah riwayat terpapar toksin terus menerus atau intermiten?

ï Bagaimana riwayat diet?

ï Riwayat pemakaian obat, termasuk vitamin-vitamin?

ï Riwayat keluarga yang mempunyai simtom sama?

ï Riwayat keluarga yang menderita DM, anemia pernisiosa, atau neuropati perifer

Catatan: Differensial diagnosis (DD) yang digunakan pada anamnesis ini adalah antara neuropathy perifer dan radiculopathy lumbosacral. Neuropathy perifer sendiri memiliki banyak DD