Anda di halaman 1dari 18

1

REKAYASA BIOPROSES
SISTEM BIOREAKTOR





Oleh:
Kelompok 6
Nama : 1. Diah Lestari (061330400294)
2. Nurul Agustini(061330400306)
Kelas : 1.KA
Jurusan : Teknik Kimia (DIII)
Dosen Pembimbing : Ir.Jaksen M.Amin,M.Si

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
TAHUN AKADEMIK
2013-2014

2

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan karuniaNya kepada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah ini
dengan sangat baik. Tak lupa kami selalu hanturkan salam dan shalawat kepada
baginda Rasulullah SAW beserta sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman
yang tak henti-hentinya membawa kebenaran agama Islam ke seluruh penjuru
dunia.
Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Ir.Jaksen
M.Amin,M.Si yang telah mempercayai kami untuk menyusun makalah ini dengan
lancar dan sangat baik . Serta kepada teman- teman sekalian yang berkat
partisipasinya makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.
Makalah ini kami susun dengan sangat sistematis sesuai sajian dengan
bahasan kami yaitu Sistem Bioreaktor. Kami mengulas tema makalah ini
dengan wawasan yang kami dapatkan dari berbagai buku dan sumber informasi
lainnya.
Kami menyadari bahwa makalah yang kami susun ini masih banyak
kekurangan baik dari segi penulisan maupun keterbatasan sumber pengetahuan
kami. Untuk itu kami mohon kritik dan saran kepada para pembaca sekalian.
Akhir kata kami berharap makalah ini dapat bermanfaat dengan baik untuk
kehidupan kita dan kami ucapkan terimakasih.


Palembang , September 2013


Penulis
3

DAFTAR ISI
Halaman judul .................................................................................................. i
Kata pangantar ................................................................................................. ii
Daftar isi ........................................................................................................... iii
BAB I Pendahuluan ......................................................................................... 1
1.1 Latar belakang ............................................................................................ 1
1.2 Rumusan masalah....................................................................................... 1
1.3 Tujuan dan manfaat .................................................................................... 2
1.4 Metode penulisan ....................................................................................... 2
BAB II Pembahasan ......................................................................................... 3
2.1 Pengertian Sistem Bioreaktor ..................................................................... 3
2.2 Komponen Bioreaktor.....................................................................3
2.3 Pemilihan Bioreaktor.......................................................................6
2.4 Jenis-jenis Bioreaktor.......................................................................7
2.4.1 Bioreaktor Berdasarkan Tingkat Aseptis.........................................7
2.4.2 Bioreaktor Berdasarkan Pemberian Substrat...................................7
2.4.3 Bioreaktor Berdasarkan Sistem Aerasi............................................8
2.5 Kriteria Dasar Desain Bioreaktor.......................................................9
2.6 Instrumentasi dan Pengendalian.......................................................10
2.7 Penggandaan Skala...........................................................................12
BAB III Penutup
3.1 Kesimpulan ................................................................................................ 14
Daftar pustaka .................................................................................................. 15

4

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Bioreaktor adalah suatu alat atau sistem yang mendukung aktivitasagensia biologis.
Dengan kata lain, sebuah bioreaktor adalah tempat berlangsungnya proses kimia yang
melibatkan mikroorganisme atau enzim yang dihasilkan oleh suatu mikroorganisme. Bioreaktor
dikenal juga dengan nama fermentor.Proses reaksi kimia yang berlangsung dapat bersifat
aerobik ataupun anaerobik. Sementara itu,agensia biologis yang digunakan dapat berada
dalam keadaan tersuspensi atau terimobilisasi. Contoh reaktor yang menggunakan
agensia terimobilisasi adalah bioreaktor dengan unggun atau bioreaktor membran.
Teknik bioproses atau teknik biokimia (Bahasa Inggris: biochemical
engineering) adalah cabang ilmu dari teknik kimia yang berhubungan dengan
perancangan dan konstruksi proses produksi yang melibatkan agensia biologi.
Agensia biologis dapat berupa mikroorganisme atauenzim yang dihasilkan oleh
mikroorganisme. Mikroorganisme yang digunakan pada umumnya berupa bakteri,
khamir, atau kapang. Teknik bioproses biasanya diajarkan sebagai
suplementeknik kimia karena persamaan mendasar yang dimiliki keduanya.
Kesamaan ini meliputi ilmudasar keduanya dan teknik penyelesaian masalah yang
digunakan kedua jurusan. Aplikasi dariteknik bioproses dijumpai pada industri
obat-obatan,bioteknologi, dan industri pengolahan air.
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, dapat diambil suatu rumusan masalah, yaitu
sebagai berikut.
1. Bagaimana prinsip kerja sistem bioreaktor?
2. Bagaimana jenis-jenis bioreaktor?


5

1.3 Tujuan dan Manfaat
Adapun tujuan dari penyusunan makalh ini, yaitu:
Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen
pembimbing mata kuliah rekayasa bioproses sistem bioreaktor. Dengan
dibuatnya makalah ini penulis berharap dapat menambah pengetahuan pembaca
tentang kinetika kimia yang memiliki kegunaan demi keselamattan umat.
Selain dari tujuan di atas, terdapat pula manfaat dari penyusunan makalah,
yaitu sebagai berikut.
1. Sebagai media pembelajaran dan latihan dalam penyusunan makalah.
2. Sebagai bahan bacaan tambahan mengenai sistem bioreaktor

1.4 Metode Penyusunan
Adapun metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini yaitu
metode stuudi pustaka, yang merupakan metode mengumpulkan, menyaring, dan
menyimpulkan suatu bahan bacaan dari berbagai buku dan sumber lainnya.












6

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN SISTEM BIOREAKTOR
Suatu unit alat yang digunakan untuk melangsungkan proses
biokimia (fermentasi) dari suatu bahan mentah menjadi produk yang
diinginkan, dimana prosesnya dikatalisis oleh enzim-enzim pada
mikroorganisme.
2.2 KOMPONEN BIOREAKTOR

A. Kabel Power
Kabel power berfungsi untuk menghubungkan shaker dengan
sumber listrik. Kabel power harus dihubungkan dengan sumber listrik
dengan tegangan 220 volt 50 Hz.

B. M otor Pengaduk
Motor pengaduk berfungsi sebagai penggerak pengaduk media
dalam bioreaktor. Motor pengaduk adalah berupa motor 3 phase 0,5 HP.

C. Tutup Reaktor
Tutup reaktor berfungsi sebagai penutup badan reaktor agar
terhindar dari kontaminasi lingkungan luar dan juga sebagai pendukung
kedudukan motor pengaduk. Penutup dikuatkan ke badan reaktor dengan
7

pengencang baut, sehingga sekali-kali dapat dibuka/dipisahkan dari badan
reaktor.

D. Box/Panel Kontrol
Box/panel control adalah tempat unit pengontrol ditempatkan. Ada
beberapa unit pengontrol yaitu;
Saklar Power
Saklar power berfungsi untuk menghidupkan/mematikan operasi. Ada tiga
saklar power, 1) saklar power untuk menghidupkan/mematikan motor pengaduk,
2) saklar power untuk menghidupkan/mematikan pemanas dan 3) saklar power
untuk menghidupkan/mematikan pendingin.
Pengontrol Suhu
Pengontrol suhu berfungsi untuk megatur suhu operasi dalam reaktor agar
sesuai dengan kebutuhan. Setting suhu dilakukan secara analog dengan cara
menset suhu operasi. Suhu operasi aktual akan terlihat pada display secara digital.
Speed Controler
Speed controller berfungsi untuk mengatur jumlah putaran pengaduk yang
dilakukan saat operasi.Pengaturan ini delakukan dengan memutar tombol lalau
atur sesuai kebutuhan. Perhatikan pada bagian indikator putaran akan
menunjukkan jumlah putaran sesuai dengan arah putaran pada saklar speed
controller. Putaran saklar ke searah jarum jam akan mengubah jumlah putaran
semakin besar dan sebaliknya.

E. Kondensor
Kondensor berfungsi untuk mengembunkan cairan yang menguap
selama operasi berlangsung dalam reaktor dan mengembalikan lagi ke
tangki reaktor. Dengan cara ini maka konsentrasi media dalam reaktor
diharapkan tidak banyak terjadi perubahan akibat kehilangan cairan
selama operasi berlangsung. Agar kondensor dapat berfungsi dengan baik,
maka perlu pendinginan dengan media pendingin.

F. Flowrate Aerator
Flowrate aerator berfungsi untuk mengatur jumlah udara yang
dimasukkan ke dalam reaktor selama operasi berlangsung. Jumlah volume
udara yang dialirkan dapat terlihat pada display aliran.

8

G. Corong Input
Corong input berpungsi untuk memuat bahan/media yang akan
diproses dalam reaktor secara perlahan-lahan. Corong input dapat juga
disambungkan dengan menggunakan selang untuk input menggunakan
pompa.

H. Manhole Input
Manhole input berfungsi untuk pemuatan bahan/media ke dalam
reaktor secara cepat. Manhole input dikuatkan pada tutup reaktor dengan
menggunakan pengencang baut yang mudah dibuka/dikencangkan.

I. Badan Reaktor
Badan reaktor adalah tangki reaktor tempat media diproses. Badan
reaktor berupa tangki berjaket untuk operasi pendinginan jika diperlukan.
Di bagian bawah ditempatkan filament pemanas untuk sterilisasi dan
pemanasan saat proses jika diperlukan.

J. Jendela Pengintip
Jendela pengintip berfungsi untuk melihat atau memperhatikan
secara visual kondisi opersi dalam reaktor selama proses berlangsung.

K. Sambungan Sensor Kontrol
Sambungan sensor control berupa cadangan, disiapkan jika
dikemudian hari bioreaktor akan dilengkapi dengan alat pengontrol
tambahan, sehingga proses dapat berlangsung lebih terkontrol sesuai
dengan kedinginan.

L. Pipa Input Media Pendingin
Pipa input media pendingin berfungsi untuk mengalirkan media
pendingin berupa air dingin untuk mendinginkan media selama
berlangsungnya proses jika diperlukan. Operasi pendinginan akan berjalan
otomatis, sehingga suhu dalam reaktor sesuai dengan yang diharapkan
(kondisi preset).

M. Valve Output
Valve output berfungsi untuk memanen hasil proses dalam reaktor.
Pemanenan dilakukan dengan cara membuka valve lalu menampungnya di
bagian bawah valve








9

2.3 PEMILIHAN BIOREAKTOR
Pemilihan bioreaktor sangat ditentukan oleh jenis makhluk hidup
yang digunakan, sifat media tumbuh makhluk hidup tersebut, parameter
bioproses yang akan dicapai, dan faktor-faktor produksi. Optimasi
bioproses dalam bioreaktor dapat dicapai dengan memasok:
Sumber energi
Nutrisi
Inokulum sel atau makhluk hidup yang unggul
Kondisi fisikokimiawi yang optimal
Tidak ada komponen penghambat dari media

Dalam merancang suatu bioreaktor maka perlu dipertimbangkan beberapa
hal berikut:
Bejana atau bentukan lain harus mampu dioperasikan pada suasana aseptik
dalam beberapa hari dan berlangsung untuk waktu yang sama.
Aerasi dan agitasi harus dapat diatur sehingga dapat mencukupi kebutuhan
biokatalis untuk melakukan metabolisme secara optimal . Proses pencampuran ini
tidak boleh mengganggu atau merusak sel.
Konsumsi energi untuk pengoperasian bioreaktor harus dapat dibuat seminimal
mungkin.
Suatu sistem yang dapat mengendalikan suhu dan harus merupakan bagian dari
perlengkapan bioreaktor.
Bioreaktor harus dilengkapi dengan fasilitas pengambilan contoh.
Proses penguapan (atau evaporasi) perlu diupayakan agar tidak berlebihan
Bejana perlu dirancang agar dapat dioperasikan dengan jumlah kerja minimal,
baik untuk pengoperasian, pengambilan produk, pembersihan, dan pemeliharaan.
Bejana atau bentukan lain harus sesuai dengan berbagai jenis proses.
Bejana harus dibuat sedemikian rupa sehingga permukaan bagian dalamnya
halus.
10

Untuk memudahkan peningkatan skala (scale up) atau peningkatan ukuran,
bioreaktor harus mempunyai bentuk geometri serupa antara yang berukuran kecil
dengan yang besar.

2.4 JENIS-JENIS BIOREAKTOR

2.4.1 Berdasarkan Tingkat Aseptis

a. Bioreaktor Sistem Non Aseptis
Digunakan untuk pengolahan limbah.
b. Bioreaktor Sistem Aseptis
Digunakan untuk produksi sel dan produksi metabolit.
]
Untuk
bioreaktor sistem aseptis diperlukan sterilisasi bioreaktor pada suhu dan
tekanan yang tinggi.

2.4.2 Berdasarkan Pemberian Substrat

a. Bioreaktor Curah

Bioreaktor curah (batch) adalah bioreaktor yang sederhana, dimana
pada saat proses berlangsung tidak ada bahan yang masuk maupun yang
keluar dari bioreaktor. Kondisi bahan maupun mikroorganisme dalam
bioreaktor batch secara menyeluruh mengalami perubahan seiring dengan
waktu sampai pada tingkat tertentu. Saat pemanenan produk, harus
dilakukan proses lebih lanjut seperti pemurnian dan lain sebagainya.
Fermentor diisi oleh nutrisi/medium, suhu & pH disterilisasi, Inokulum
dimasukan, proses fermentasi hingga waktu yg ditentukan Proses s.d fase
akhir log/stasioner, Proses selanjutnya diulang Tidak ada nutrisi yang
ditambahkan.

11

b. Bioreaktor Sinambung

Bioreaktor sinambung(continius) adalah bioreaktor dimana pada saat
proses berlangsung ada bahan yang masuk maupun keluar dari bioreaktor.
Salah satu jenis bioreaktor sinambung adalah CSTR (Continues Stirred
Tank Reactor ) untuk reaksi enzimatik dapat digunakan. Bioreaktor
Turbular Piston (Plug Flow Tabulator Reaktor, PFTR) memiliki prinsip
kerja yaitu bila suatu zat alir mengalir mengalir dalam suatu pipa atauu
terowongan, bilangan Reynold cukup besar, maka aliran ini menyerupai
suatu aliran piston (plug flow) yang berarti tidak ada variasi kecepatan
axial pada penampang melintang pipa. Dibandingkan dengan CSTR, tidak
adanya umpan masuk pada PFTR akan menyebabkan konsentrasi
biomassa sama dengan nol pada keluaran.

c. Bioreaktor Semi Sinambung

Pada Bioreaktor Semi Sinambung (fed batch fermentation),
makanan diberikan kemudian produk dipanen, makanan yang baru
diberikan sebelum makanan pertama yang diberikan habis.Nutrisi
ditambahkan pada saat fase yang dibutuhkan. Selam proses fermentasi
kecepatan pertumbuhan mo dan konsentrasi biomasa dapat dikontrol
dengan penambahan nutrisi saat fase tertentu.

2.4.3 Berdasarkan Sistem Aerasi

a. Bioreaktor Stirred Tank
Prinsip stirred tank bioreactor adalah menghasilkan aerasi
dengan menggunakan agitasi mekanis, yaitu dengan impeller.

b. Bioreaktor Bubble Column
12

Pada bubble column bioreactor, udara dalam bentuk
gelembung dimasukkan ke media melalui sparger untuk aerasi.

c. Bioreaktor Loop Airlift
Pada loop airlift bioreactor, udara dan media disirkulasi
bersamaan melalui kolom yang dimasukkan ke dalam kolom lain.

2.5 Kriteria Dasar Desain Bioreaktor
Karakteristik mikrobiologi dan biokimia dari sistem sel (mikroba,
mamalia, tumbuhan)
Karakteristik hidrodinamik bioreaktor
Karakteristik massa dan panas bioreaktor
Kinetika pertumbuhan sel dan pembentukan produk
Karakteristik stabilitas genetik dari sistem sel
Desain peralatan yang aseptir
Pengawasan lingkungan bioreaktor ( makro dan mikro)
Implikasi desain bioreaktor pada pemisahan produk ( proses hilir
atau down stream)
Modal dan biaya operasi bioreaktor
Potensi pengembangan desain bioreaktor

Tenaga (power) Agitasi pada Bioreaktor
Beberapa jenis agitator yang digunakan;
Jangkar (anchor)
Impeller seperti flat blade turbine
Dayung (paddle)
Pita helix
Baling-baling (propeller)

13

Tenaga pengadukan yang dikonsumsi sangat tergantung pada jenis agitator
yang digunakan dan sifat reologi mediabiakan. Ada atau tidaknya turbulensi
ditetapkan berdasarkan kaitannya dengan bilangan reynolds untuk agitasi, seperti
ditunjukan dalam persamaan;
NRe = da2 N p /
Dimana
da = diameter agitator
N = kecepatan putaran (rps)
p = densitas fluida
= viskositas fluida
Dari nilai Np tersebut maka tenaga agitasi dapat dihitung dari rumus
berikut;
Np = P / (p N3 da5 )
Dimana P adalah konsumsi power.

2.6 Instumentasi Dan Pengendalian

2.6.1 Pentingnya pengendalian
Pengendalian suatu proses fermentasi terutama fermentasi atau kultifasi
media cair yang berlangsung didalam fermentor (bioreaktor). Dibutuhkan
pengetahuan tentang keadaan proses dengan peningkatan waktu fermentasi
yang singkat dan bagaiman respon mikroorganisme terhadap kondisi
lingkungan yang diukur. Oleh karena itu diperlikan suatu pengendalian
fermentasi.

2.6.2 beberapa sensor pengendali
A. sensor-sensor pengendali fisik
Suhu
Suhu dapat dikontrol oleh termometer ( Hg ) termokopel atau
termometer resistensi logam atau termistor yang dihubunkgkank
dengan suatu alat pengontrol.
14


Tekanan
Tekanan umumnya diukur oleh gaus diafragma yang sederhana.
Sinyal pneumatik yang dihasilkan dap di relay secara langsung atau
ditransduksikan melaui suatu alat sederhana melalui sinyal elektronik.
Kecepatan impeller
Pda bejana yang lebih kecil putaran impeller biasankya lebih tinggi
Busa
Pengontrolan busa dapat dilakukan oleh penghancur busa mekanik,
anti busa kimiawi atau oleh kombinasi antara keduanya.
Laju alir gas
Laju alir gas dapat diukur dengan menggunakan berbagai peralatan,
misalnya flowmeter,rotameter, dan sebagainya.
Laju umpan cairan
Untuk mengukur laju umpan cairan menggunakan alat flowmeter
elektromagnetik.
Viskositas cairan fermentasi
Dapat digunakan untuk indikator pertumbuhan sel atau morfologi sel
selain itu viskositas dapat juga menunjukan adanya proses disrupsi
miselial yang terjadi pada bejana fermentor.
Kekeruhan
Merupakan laju pertumbuhan sel yang dapat diukur dengan cepat.
Masukan tenaga corong
Ada dua alat yang dapat digunakan untuk mengukur nya yaitu
dinamometer torsi dan starin gauge

B. Sensor-sensor lingkungn kimiawi
Ph
Oksigen terlarut
Konsentrasi gas O2 keluar
15

Konsentrasi gas CO2 keluar
Faktor lingkungan kimia lainnya

C.Sensor-sensor pintu gerbang
Ph
Oksigen terlarut
O2 pada gas keluar
Laju alir gas
CO2 pada gas keluar
Pengambilan O2
Evolusi CO2
Kandungan gula dan laju umpan

2.7 PENGGANDAAN SKALA (scale up)

Penggandaan skala umunya digunakan untuk perancangan dan
penyusunan sistem yang lebih besar.

Teknologi Penggandaan Skala
Skala laboratorium

Kelebihan : dapat mengukur komposisi larutan nutrisi, suhu dan
suplementasi substrat
16

Kelemahan : tidak dapat mengukur pH dan konsentrasi oksigen.
Skala pilot

Skala industri.

Dalam penggandaan skala dibutuhkan kondisi lingkungan yang
optimal.






17

BAB III Penutup
3.1 Kesimpulan
Bioreaktor adalah suatu alat atau sistem yang mendukung aktivitasagensia
biologis. Dengan kata lain, sebuah bioreaktor adalah tempat berlangsungnya proses
kimia yang melibatkan mikroorganisme atau enzim yang dihasilkan oleh suatu
mikroorganisme. Bioreaktor dikenal juga dengan nama fermentor.Proses reaksi kimia
yang berlangsung dapat bersifat aerobik ataupun anaerobik.

18

Daftar Pustaka
Tim laboratorium Kimia.2013. Modul Rekaya Biopros. Palembang:Polsri.
http://id.wikipedia.org/wiki/Bioreaktor.diakses tanggal 17 november 2013

http://www.scribd.com/doc/142870747/Sistem-Bioreaktor.diakses tanggal 17
november 2013.