Anda di halaman 1dari 12

RIZA NASRILLIANTI (12.22201.

057) Page 1

BAB I
PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang
Dalam konstruksi sipil, pondasi mempunyai peranan penting. Pondasi
berfungsi menahan beban akibat bangunan, seperti kolom, balok, dan lain lain
pada bangunan gedung, penahan struktur konstruksi jalan raya, dan lain - lain,
sehingga kuat atau tidaknya bangunan konstruksi ini juga dipengaruhi oleh
pondasi yang ada. Fungsi pondasi lainnya adalah sebagai tempat penyaluran
gaya-gaya dari beban yang berada di atasnya yang berupa beban bangunan
sampai ke bawah. Oleh karena itu, dalam perencanaan suatu bangunan sipil
haruslah diperhatikan kemampuan pondasi tersebut dalam memikul gaya-gaya
di atasnya, sehingga kegagalan konstruksi akibat keruntuhan tanah dapat
dihindari.
Pada saat berada di lapangan sering kita temukan kondisi tanah yang
tidak memenuhi kualitas persyaratan fisik maupun teknis. Tanah dapat
menimbulkan masalah bagi pekerjaan pondasi apabila memiliki sifat-sifat yang
buruk seperti plastisitas yang tinggi, kekuatan geser yang rendah, kemampatan
atau perubahan volume yang besar, serta nilai CBR yang rendah.
Untuk mengatasi permasalahan itu, maka dibuatlah pondasi yang sesuai
dengan kondisi tanah. Seperti pondasi dangkal jika kondisi tanah masih dalam
keadaan normal dan struktur yang dibangun tidak terlalu besar dan pondasi
dalam jika beban desain yang sangat besar, tanah yang buruk ada kedalaman
dangkal.



RIZA NASRILLIANTI (12.22201.057) Page 2

1.2 Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah :
1. Apa itu pondasi dangkal dan seperti apa contohnya serta cara penggunaannya?
2. Apa itu pondasi dalam dan seperti apa contohnya serta cara penggunaannya?

1.3 Batasan Masalah
Pada makalah ini, akan dibahas mengenai pondasi dalam dan contohnya
serta cara penggunaannya yang sering digunakan.

1.4 Rumusan Masalah
Berdasarkan dari latar belakang, maka rumusan masalah pada makalah ini
adalah mengenai apa itu pondasi dalam dan seperti apa contohnya serta cara
penggunaannya.

1.5 Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah :
a. Menjelaskan apa itu pondasi dalam
b. Menerangkan jenis jenis serta contoh pondasi dalam
c. Bagaimana penggunaan pondasi dalam

1.6 Manfaat
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah :
a. Agar Mahasiswa mengetahui tentang pondasi dalam
b. Agar Mahasiswa dapat mengetahui jenisn pondasi dalam sesuai fungsinya


RIZA NASRILLIANTI (12.22201.057) Page 3

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Pengertian



Seperti yang kita ketahui, pondasi terdiri dari 2 jenis, pondasi dangkal dan
pondasi dalam. Kita akan membahas satu per satu. Setelah kita membahas Pondasi
Dangkal, untuk kali ini kita akan membahas mengenai Pondasi Dalam.

Pondasi dalam adalah jenis pondasi dibedakan dari kedalaman mereka tertanam
ke dalam tanah. Ada banyak alasan seorang insinyur geoteknik akan merekomendasikan
pondasi dalam ke pondasi dangkal, tetapi beberapa alasan umum adalah beban desain
yang sangat besar, tanah yang buruk ada kedalaman dangkal, atau kendala situs (seperti
garis properti). Pondasi dalam dapat terbuat dari baja, beton bertulang dan beton
pratekan. Pondasi dalam terdiri antara pondasi tiang pancang dan pondasi bor pile.

2.2 Jenis Jenis Pondasi Dalam
1. Pondasi Tiang Pancang
Pondasi Tiang pancang adalah jenis Pondasi Dalam (Deep Foundation). Secara
definitif, tiang pancang adalah bagian-bagian konstruksi yang dibuat dari berbagai
RIZA NASRILLIANTI (12.22201.057) Page 4

bahan bangunan (kayu, beton atau baja) yang digunakan untuk mentransmisikan beban-
beban permukaan ke tingkat-tingkat permukaan yang lebih rendah dalam massa tanah.
Hal tersebut dapat merupakan distribusi vertikal dari beban sepanjang poros tiang
pancang atau pemakaian beban secara langsung terhadap lapisan yang lebih rendah
sepanjang ujung tiang pancang. Pondasi tiang pancang digunakan untuk mentransfer
beban yang dipikul pondasi (struktur serta penggunanya) ke lapisan tanah yang dalam,
dimana dapat dicapai daya dukung yang lebih baik. Pondasi tiang pancang ini juga
berguna untuk menahan gaya angkat akibat tingginya muka air tanah dan gaya dinamis
akibat gempa.

Jika dilihat dari pemakaiannya, maka pondasi tiang pancang dapat dibedakan
menjadi 2 jenis, yaitu tiang pancang tunggal dengan tiang pancang kelompok.
Sedangkan, bila dilihat dari bahan yang dipakai menjadi tiang pancang, maka tiang
pancang dapat dibedakan menjadi tiang pancang kayu, tiang pancang baja, tiang
pancang beton pracetak, tiang pancang beton prategang dan tiang pancang komposit.
Seperti yang telah kita ketahui bahwa tiang pancang pada saat ini banyak digunakan di
Indonesia sebagai pondasi bangunan, seperti bangunan jembatan, gedung bertingkat,
pabrik atau gedung-gedung industri, menara, dermaga, bangunan mesin-mesin berat dan
lain sebagainya yang mana mereka tersebut merupakan konstruksi-konstruksi yang
memiliki dan menerima pembebanan yang relatif berat. Penggunaan tiang pancang
untuk konstruksi ini biasanya bertitik tolak pada beberapa hal yang mendasar seperti
anggapan adanya beban yang besar sehingga pondasi langsung jelas tidak dapat
digunakan, kemudian jenis tanah pada lokasi yang bersangkutan relatif lunak (lembek)
sehingga pondasi langsung tidak ekonomis lagi untuk dipergunakan. Dikarenakan
begitu pentingnya peranan dari pondasi tiang pancang ini, maka, jika dalam
pembuatannya dibandingkan dengan pembuatan pondasi yang lainnya, pondasi tiang
pancang ini mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut :
a) Biaya pembuatannya kemungkinan besar (dengan melihat letak lokasi dan
lainnya), lebih murah bila dikonversikan dengan kekuatan yang dapat
dihasilkan.
RIZA NASRILLIANTI (12.22201.057) Page 5

b) Pelaksanaannya lebih mudah
c) Di Indonesia, peralatan yang digunakan tidak sulit untuk didapatkan.
d) Para pekerja di Indonesia sudah cukup terampil untuk melaksanakan
bangunan yang mempergunakan pondasi tiang pancang
e) Waktu pelaksanaannya relatif lebih cepat

A. Spesifikasi pondasi tiang pancang

a. Tiang Pancang beton
Tiang pancang beton berdasarkan cara pembuatannya dibedakan menjadi
dua macam yaitu :
a) Cast in place (tiang beton cor ditempat atau fondasi tiang bor), dan
b) Precast pile (tiang beton dibuat ditempat lain atau dibuat dipabrik).

Pondasi tiang pancang dibuat ditempat lain (pabrik, dilokasi) dan baru
dipancang sesuai dengan umur beton setelah 28 hari. Karena tegangan tarik
beton adalah kecil, sedangkan berat sendiri beton adalah besar, maka tiang
pancang beton ini haruslah diberi tulangan yang cukup kuat untuk menahan
momen lentur yang akan timbul pada waktu pengangkatan dan pemancangan.
proses pelaksanaannya dilakukan sebagai berikut :
a) Melakukan test boring untuk menentukan kedalaman tanah keras dan
klasifikasi panjang tiang pancang, sesuai pembebanan yang telah
diperhitungkan.
b) Melakukan pengeboran tanah dengan mesin pengeboran tiang pancang.
c) Melakukan pemancangan pondasi dengan mesin pondasi tiang pancang
RIZA NASRILLIANTI (12.22201.057) Page 6

b. Tiang Pancang Kayu

Tiang pancang dengan bahan material kayu dapat digunakan sebagai tiang
pancang pada suatu dermaga. Persyaratan dari tiang pancang tongkat kayu
tersebut adalah : bahan kayu yang dipergunakan harus cukup tua,
berkualitas baik dan tidak cacat, contohnya kayu belian. Semula tiang
pancang kayu harus diperiksa terlebih dahulu sebelum dipancang untuk
memastikan bahwa tiang pancang kayu tersebut memenuhi ketentuan dari
bahan dan toleransi yang diijinkan. Semua kayu lunak yang digunakan
untuk tiang pancang memerlukan pengawetan, yang harus dilaksanakan
sesuai dengan AASHTO M133 86 dengan menggunakan instalasi
peresapan bertekanan. Bilamana instalasi semacam ini tidak tersedia,
pengawetan dengan tangki terbuka secara panas dan dingin, harus
digunakan. Beberapa kayu keras dapat digunakan tanpa pengawetan, tetapi
pada umumnya, kebutuhan untuk mengawetkan kayu keras tergantung
pada jenis kayu dan beratnya kondisi pelayanan. Pondasi tiang pancang
kayu di Indonesia, dipergunakan pada rumah-rumah panggung di daerah
Kalimantan, di Sumatera, di Nusa Tenggara, dan pada rumah-rumah
nelayan di tepi pantai.

RIZA NASRILLIANTI (12.22201.057) Page 7

c. Tiang Pancang Baja
Pondasi tiang pancang baja biasanya berbentuk profil H ataupun berbentuk
pipa baja. Pada tiang pancang baja pipa, dapat dipilih dengan ujung
terbuka bebas ataupun tertutup. Sering kali tiang baja pipa dilakukan
pengisian dengan pengecoran beton setelah pemancangan, namun dalam
beberapa hal dan kondisi, pengecoran tersebut dirasakan tidak perlu
dilakukan. Berdasarkan pengalaman, bentuk ujung terbuka lebih
menguntungkan dari segi kedalaman penetrasi dan dapat dikombinasikan
dengan pengeboran bila diperlukan, misalnya penetrasi tiang pada tanah
berbatu.







B. Alasan penggunaan pondasi tiang pancang
Beberapa alasan pilihan mengapa dipilih penggunaan pondasi tiang pancang
ini dapat mempertimbangkan dengan kondisi seperti berikut :
a. Pada saat tanah dibawah struktur mengalami kompresibilitas yang tinggi
dimana tanah tersebut tidak mampu menahan beban yang dipindahkan dari
struktur diatasnya, jadi dengan kata lain Pondasi Tiang Pancang di
gunakan untuk memindahkan beban beban yang bekerja pada struktur
diatasnya sampai pada lapisan tanah yang keras atau biasa disebut Tiang
Pancang Tahanan Ujung (End Bearing Pile Resistance. Namun apabila
lapisan tanah yang keras masih terlalu jauh kedalam sehingga panjang
Pondasi Tiang Pancang tidak memungkin lagi untuk digunakan maka
beban beban yang bekerja dapat dipikul oleh tahanan samping dari Pondasi
RIZA NASRILLIANTI (12.22201.057) Page 8

Tiang Pancang atau disebut dengan Pondasi Tiang Pancang Tahanan
Samping (Friction Piles Resistance).
b. Apabila struktur diatas menerima beban horizontal maka Pondasi Tiang
Pancang akan lebih mampu memikul beban horizontal sekaligus memikul
beban vertikal dibandingkan dengan pondasi dangkal. Beban horizontal ini
biasanya banyak terjadi pada bangunan bangunan bertingkat tinggi serta
bangunan bangunan lepas pantai yang menerima beban beban angin dan
gelombang.
c. Apabila tanah dibawah struktur mempunyai sifat expansive atau swelling
(Tanah expansive atau swelling adalah tanah yang akibat terjadi perubahan
kadar air maka akan terjadi perubahan secara cepat baik pada sifat sifat
fisik daripada tanah seperti Indeks Plastis, Plastis Limit demikian juga
pada sifat sifat mekanis daripada tanah seperti Kuat Geser Tanah )sampai
pada kedalaman yang tidak memungkinkan lagi untuk penggunaan pondasi
dangkal sehingga di gunakanlah Pondasi Tiang Pancang dimana dengan
Pondasi Tiang Pancang kita dapat mendesain sampai kedalaman melewati
areal tanah expansive atau swelling tersebut.
d. Pada bangunan bangunan seperti towers (menara menara), offshore
structure (bangunan lepas pantai) yang sering mengalami gaya angkat
keatas (uplift force) maka Pondasi Tiang Pancang akan lebih mampu
menahan beban tersebut daripada Pondasi Dangkal.
e. Struktur bangunan jembatan seperti pada Abutment dan Piers seringkali
mengalami masalah pengerusan (scouring) oleh karena arus air yang kuat
pada areal sekitar pondasi sampai pada kedalaman yang cukup dalam
sehingga apabila digunakan Pondasi Dangkal maka akan terjadi kegagalan
struktur sementara. Pondasi Tiang Pancang akan lebih baik untuk kondisi
ini seperti dalam
RIZA NASRILLIANTI (12.22201.057) Page 9

2. Pondasi Bor Pile
Pondasi bore pile adalah pondasi tiang dalam berbentuk tabung yang berfungsi
meneruskan beban bangunan kedalam permukaan tanah. Fungsinya sama dengan
pondasi dalam lainya seperti pancang. Bedanya ada pada cara pengerjaanya. Pengerjaan
bore pile dimulai dengan pelubangan tanah dahulu sampai kedalaman yang diinginkan,
kemudian pemasangan tulangan besi yang dilanjutkan dengan pengecoran beton.

Proses pelaksanaannya pondasi tiang pancang beton cor di tempat sebagai berikut :
a. Melakukan pemboran tanah sesuai kedalaman yang ditentukan dengan
memasukkan besi tulangan beton.
b. Memompa tanah bekas pengeboran ke atas permukaan tanah.
c. Mengisi lubang bekas pengeboran dengan adukan beton, dengan sistem
dipompakan dan desakan/tekanan. Pengecoran adukan beton setelah selesai
sampai di atas permukaan tanah,
d. Kemudian dipasang stek besi beton sesuai dengan aturan teknis yang telah
ditentukan.

Spesifikasi pondasi tiang pancang ini didasarkan dari bahan pembuatannya
sebagai berikut :
a. Bor pile mini crane
Dengan alat ini bisa dilaksanakan pengeboran dengan pilihan diameter 30
cm, 40 cm, 50 cm, 60 cm hingga 80 cm. Biasanya menggunakan sistem
Wet Boring (Bor Basah). dibutuhkan air yang cukup banyak untuk
mendukung pelaksanaan pekerjaan.
RIZA NASRILLIANTI (12.22201.057) Page 10

b. Bor pile gawang

Sama dengan mini crane hanya beda bentuk alatnya saja.
c. Bor pile manual
Alat ini menggunakan tenaga manual untuk memutar mata bornya. Alat
yang sederhana, ringkas dan mudah dioperasikan serta tidak bising saat
pengerjaan menjadikan cara ini banyak digunakan diberbagai proyek
seperti perumahan, pabrik, gudang, pagar dll. kekuranganya terbatasnya
pilihan diameter yakni hanya 20 cm, 25 cm, 30 cm dan 40 cm. Tentu saja
karena ini berhubungan dengan tenaga penggeraknya yang hanya tenaga
manusia. Jadi cara ini kebanyakan digunakan untuk bangunan yang tidak
begitu berat.


RIZA NASRILLIANTI (12.22201.057) Page 11

BAB III
PENUTUP



3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penulisan dari makalah ini, dapat diambil kesimpulan sebagai
berikut :
1. Pondasi mempunyai peranan penting dalam pembangunan konstruksi, baik itu
untuk gedung, jembatan, jalan, drainase dan sebagainya,
2. Pondasi adalah bagian yang paling berpengaruh terhadap kekuatan suatu konstruksi
bangunan.

3.2 Saran
Berdasarkan hasil penulisan dari makalah ini, dapat diambil saran sebagai berikut :
1. Penggunaan pondasi harus disesuaikan dengan jenis tanah yang ada dan kekuatan
beban yang akan ditahannya,

RIZA NASRILLIANTI (12.22201.057) Page 12

DAFTAR PUSTAKA



1. http://khammal.blogspot.com/2014/01/pondasi-dalam.html
2. http://civilioengineer.blogspot.com/2013/01/pondasi-dalam.html