Anda di halaman 1dari 15

UNIVERSITAS INDONESIA

ANALISIS KASUS: BOSTON CREAMERY, INC


Makalah ini ditujukan sebagai salah satu tugas dalam mata kuliah Sistem
Pengukuran dan Pengendalian Kinerja


Kelompok 4:

Fajar Shodiq D. P (1306497011)
Nelvi Arvina (1306497301)
Vini Novia W. M (1306497491)





FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN
JAKARTA
SEPTEMBER 2014




A. Profil perusahaan
Boston Creamery, Inc adalah sebuah perusahaan es krim yang memproduksi dan
mendistribusikan es krim kepada distributor dan retailer. Pada tahun 1973, perusahaan ini
menggunakan sistem perencanaan dan pengendalian keuangan yang baru yang
membandingkan antara hasil anggaran (budgeted results) dengan hasil aktual (actual results).
Jim Peterson, presiden divisi es krim menyuruh Frank Roberts, vice president untuk
penjualan dan pemasaran dari divisi es krim untuk membuat presentasi singkat pada
pertemuan manajemen berikutnya untuk menjelaskan mengenai alasan utama varians
keuntungan sebesar $71.700. Dengan menggunakan sistem perencanaan dan pengendalian
keuangan yang baru, Peterson ingin menggambarkan kepada grup manajemen bagaimana
sistem ini dapat menganalisis mengenai varians laba dan dapat menyoroti hal-hal yang
membutuhkan perhatian sehingga dapat dilakukan perbaikan.
B. Identifikasi masalah
Rencana Keuntungan 1973
Dalam menyusun rencana laba Divisi Es Krim, Peterson menggunakan pendekatan empat
langkah, yaitu:
a. Mengembangkan biaya standar per unit untuk tiap elemen biaya variabel, berdasarkan
produk dan ukuran kemasan.
b. Membuat rencana laba, karena semua rencana diturunkan dari tingkat aktivitas penjualan
yang diantisipasi. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan adalah kondisi ekonomi umum
dari area pemasaran, cuaca, antisipasi promosi, dan kompetisi.
c. Penetapan anggaran biaya tetap berdasarkan penilaian manajemen mengenai kebutuhan,
dengan mengetahui prediksi penjualan.
d. Rencana laba, dengan menggabungkan marjin kontribusi dengan prediksi penjualan
dikurangi biaya tetap yang dianggarkan diperoleh laba operasi tiap bulan. Jika angka laba
tidak mencukupi dilakukan evaluasi terhadap langkah pertama,kedua dan ketiga.

Dalam membuat rencana keuntungan (profit plan) untuk tahun 1973, Peterson menggunakan
estimasi volume penjualan (estimated volume) pada tahun 1972 sebagai rencana penjualan
untuk tahun 1973. Pendekatan yang sama juga dilakukan oleh Peterson dalam menetukan
biaya standar produk yang variabel maupun tetap. Hasil yang diharapkan pada tahun 1972
digunakan sebagai biaya anggaran untuk tahun 1973 yang disesuaikan dengan beberapa biaya
yang sudah tidak sesuai di tahun 1972.
Original Profit Plan for 1973



Dalam kegiatan membuat rencana keuntungan (profit plan) yang dijabarkan dalam kasus
Boston Creamery, ditemukan masalah yaitu:
- Hasil Aktual 1973
Berdasarkan hasil aktual yang didapatkan, ternyata volume penjualan pada tahun 1973 adalah
sebesar 5.968.000 galon, lebih besar dibandingkan dengan volume penjualan yang
dianggarkan yaitu sebesar 5.720.000 galon. Berdasarkan data penelitian pasar juga
diindikasikan bahwa total pasar es krim di daerah pemasaran mereka sebesar 12.180.000
galon dan jumlah ini lebih besar jika dibandingkan dengan anggaran penjualan, yaitu sebesar
11.440.000 galon dengan persentase market share sebesar 50%..
- Perkiraan Biaya Variabel Lebih Rendah Dari Biaya Aktual.
Perkiraan biaya operasi variabel (biaya anggaran) jauh lebih rendah daripada biaya aktualnya.
Akibatnya, biaya produksi keseluruhan menjadi lebih tinggi.
Dengan adanya permasalahan diatas, maka dilakukan revisi pada rencana keuntungan. Dalam
revisi rencana keuntungan tersebut, biaya tetap akan tetap sama dengan biaya tetap anggaran,
yaitu $1.945.900. Namun, biaya variabel telah disesuaikan untuk mencerminkan tingkat
volume aktual sebesar 5.968.000 galon dan bukannya volume prediksi sebesar 5.720.000
galon, sehingga dengan demikian menghilangkan semua varians biaya yang disebabkan oleh
perbedaan antara volume anggaran dengan volume aktual. Untuk biaya yang sangat
tergantung pada volume, varians harus didasarkan pada anggaran yang mencerminkan
volume operasi yang sebenarnya tercapai. Karena biaya tetap bersifat independen terhadap
volume, maka tidak perlu dilakukan penyesuaian anggaran untuk terhadap perbedaan volume.

Revised Profit Plan for 1973


Analisis Varians Keuntungan Tahun 1973
Setelah diminta untuk menyusun presentasi mengenai varians keuntungan pada tahun
1973, Frank kemudian memberikan draft pertamanya kepada Peterson mengenai skedul
yang menunjukkan analisis varians keuntungan.
Analisis Varians



Peterson berpendapat bahwa skedul yang ada sudah baik tetapi tidak menyoroti hal-hal yang
mengindikasikan tindakan perbaikan yang harus diambil di tahun 1974 atau menunjukkan
penyebab sebenarnya dari keseluruhan varians, misalnya elemen apa yang tidak terkendali.
Peterson menyarankan untuk merinci varians volume penjualan menjadi bagian yang
disebabkan oleh pergeseran pangsa pasar dan bagian yang disebabkan oleh perubahan
volume keseluruhan. Ia juga menyarankan merinci varians produksi yang tidak
menguntungkan untuk mengindikasikan tindakan perbaikan pertama yang harus dilakukan di
tahun 1974. Kemudian meminta bantuan John Vance untuk melakukan break-down.

C. Jawaban Pertanyaan
1. What changes to the proposed variance analysis schedule would you make?
Dengan pertimbangan bahwa perencanaan yang dilakukan oleh Frank Roberts
menitikberatkan pada pendekatan variable dan fixed cost, maka ada baiknya jika perencanaan
ini lebih memerinci bagian-bagian yang berada di dalam kriteria-kriteria cost tersebut. Seperti
diketahui bahwa perubahan variable cost berbanding lurus dengan perubahan produksi, oleh
karena itu perlu lebih diperjelas kembali kriteria seperti harga bahan baku yang digunakan
kemudian volume bahan baku yang digunakan dalam proses produksi.
Kemudian setelah itu, kriteria yang harus dipertimbangkan adalah tarif tenaga kerja dan
efisiensi pemanfaatan tenaga kerja. Karena dari proses produksi tentunya akan memakan
sejumlah tenaga kerja dan dari hal ini dapat juga menemukan komposisi tenaga kerja yang
efisien untuk kemudian dapat mengurangi pengeluaran pada bagian ini. Seiring dengan
tenaga kerja, biaya overhead juga harus lebih diperinci.
Setelah itu, beberapa tambahan lain berupa perincian biaya iklan. Seperti dalam analisa
varian yang dilakukan Frank Robert, ada beberapa kriteria yang masuk kategori tidak
diharapkan (unfavorable), antara lain adalah iklan ini. Ada baiknya hal ini jauh lebih
diperinci seperti media yang digunakan, kemudian durasinya berapa lama. Hal ini bisa
membuat perusahaan agar dapat mengetahui seberapa efektif pengiklanan yang dilakukan.
Meskipun sifat dari iklan itu sendiri yang tidak memungkinkan tingkat pengembalian yang
dapat di kuantifisir, tetapi jika di atur secara lebih rinci, maka dapat mengurangi pengeluaran
yang terlalu besar untuk biaya iklan. Biaya iklan yang meningkat juga dapat dikarenakan
adanya usaha peningkatan sales demi meraih jumlah market size. Oleh karena itu, hal
tersebut menyebabkan peningkatan biaya aktual pada promosi produknya.
Selain dari biaya iklan, satu biaya lagi yang masih tidak diharapkan (unfavorable) adalah
biaya manufaktur. Mengikuti saran dari Jim Peterson, beberapa biaya yang memiliki hasil
unfavorable seperti ini haruslah lebih diperinci. Harus lebih diperjelas kembali bagian mana
yang masuk dalam komponen fixed cost manufaktur maupun biaya variabelnya. Lebih lanjut
lagi, Frank sebaiknya juga menyiapkan Contingency Budget untuk dapat mengantisipasi
perubahan yang dapat terjadi, terutama pada aspek-aspek biaya yang memiliki tingkat
sensitivitas yang tinggi. Pada umumnya, Contingency Budget disiapkan dengan komposisi
15-20% dari anggaran yang sudah disiapkan.
Selain melakukan perincian pada setiap biaya yang ada, dilakukan pula perincian terhadap
varians harga pada setiap material yang digunakan dan varians pada jumlah material yang
digunakan. Selain itu, setiap varians yang dihitung harus dianalisis dan disertakan dalam
penyajiannya. Tujuannya adalah untuk dapat menjelaskan penyebab munculnya varians
sehingga bisa dilakukan tindakan koreksi.




2. How would the variance analysis report be structured?
Berdasarkan laporan analisis perbedaan Boston Creamery Inc, penentuan harga dalam
analisis perbedaan oleh John Parker menggunakan prosedur yang sangat berkaitan dengan
penyusunan anggaran, yaitu :
Jumlah sales yang dilakukan Boston Creamery Inc
Pada Profit Plan tahun 1973, penyusunan anggaran yang dilakukan oleh Boston
Creamery Inc memusatkan sales sebagai faktor utama dalam perusahaan, sehingga
tanggung jawab utama dalam penyusunan anggaran terletak pada Frank Roberts, Vice
President Sales dan Marketing. Frank Robert seharusnya menetapkan volume penjualan
saat ini, mengantisipasi kondisi perdagangan masa yang akan datang, dan menggunakan
umpan balik laporan riset pasar yang dilakukan tenaga penjualan dalam rangka
penyusunan anggaran.
Walaupun dalam Profit Plan tersebut hanya menampilkan angka penjualan untuk tahun
tersebut, barangkali secara lengkap, laporan tersebut memuat rincian angka penjualan
menurut jenis, konsumen, wilayah, dan bulanan. Setelah penjualan diidentifikasi,
kemudian disusun anggaran produksi dan operasi, yang merupakan tanggung jawab John
Parker, VP Manufacturing and Operation. Anggaran produksi dan operasi ini disusun
berdasarkan ketentuan anggaran penjualan, dengan kemungkinan adanya perubahan-
perubahan yang diperlukan seperti tingkat persediaan, meningkatnya biaya bahan baku
sebagai akibat dari meningkatnya volume penjualan, dengan begitu ketentuan operasional
dapat dihasilkan.
Anggaran produksi dan operasi ini menguraikan: volume output, biaya tetap dan biaya
variabel berupa biaya tenaga kerja, biaya bahan baku, dan sumber daya lain yang
dikonsumsi, sebagaimana pada schedule A-2.
Cara John Parker membuat laporan analisis perbedaan adalah melakukan perincian pada
analisis varians yang telah dihitung khususnya untuk menjelaskan manufacturing cost, yang
unfavorable.







Exhibit 1
Ice Cream Division
Earnings Statement
Dec 31, 1973












Boston Creamery Inc.
Ice Cream Division
Exhibit 2
Schedule A2
Manufacturing Cost of Goods Sold
December 31, 1973
















Dari tabel di atas, terlihat bahwa terdapat varian yang unfavorable, yaitu pada biaya variabel
seperti dairy ingredients, harga susu, gula, harga gula, dan karton. Sedangkan pada biaya
tetap, varian yang unfavorable adalah pada biaya labor-cartonizing & freezing, biaya
BOSTON CREAMERY, Inc.
ICE CREAM DIVISION
EXHIBIT 2
Schedule A-2
Manufacturing Cost of Goods Sold
December 31, 1973
Actual
Flexible
Budget
Favorable/
Unfavorable
Variance
Variable Costs
Dairy Ingredients 3.679.900 $ 3.648.500 $ 31.400 U 31.400
Milk Price Variance 57.300 $ - $ 57.300 U 57.300
Sugar 599.900 $ 596.800 $ 3.100 U 3.100
Sugar Price Variance 23.400 $ - $ 23.400 U 23.400
Flavoring (Incuding Fruits and Nuts) 946.800 $ 982.100 $ (35.300)
Cartons 567.200 $ 566.900 $ 300 U 300
Plastic Wrap 28.700 $ 29.800 $ (1.100)
Additives 235.000 $ 251.000 $ (16.000)
Supplies 31.000 $ 35.000 $ (4.000)
Miscellaneous 3.000 $ 3.000 $ -
Subtotal 6.172.200 $ 6.113.100 $
Fixed Costs
Labor-Cartonizing and Freezing 425.200 $ 390.800 $ 34.400 U 34.400
Labor-Other 41.800 $ 46.000 $ (4.200)
Repairs 32.200 $ 25.000 $ 7.200 U 7.200
Depreciation 81.000 $ 81.000 $ -
Electricity and Water 41.500 $ 40.000 $ 1.500 U 1.500
Spoilage 31.000 $ 30.000 $ 1.000 U 1.000
Subtotal 652.700 $ 612.800 $
Total Costs 6.824.900 $ 6.725.900 $ 99.000
99.000 198.000
Year-to-Date
Actual Flexible Budget
9.657.300 $ 9.645.300 $ 12.000 $
6.824.900 $ 6.725.900 $ 99.000 $
706.800 $ 760.800 $ 54.000 -$
607.700 $ 578.700 $ 29.000 $
362.800 $ 368.800 $ 6.000 -$
438.000 $ 448.000 $ 10.000 -$
8.940.200 $ 8.882.200 $ 58.000 $
717.100 $ 763.100 $ 46.000 -$
Year-to-Date
Variance
perbaikan, biaya listrik dan air, dan spoilage. Selain itu, total varian pada manufacturing cost
of goods sold adalah unfavorable. Hal ini terjadi karena peningkatan sales yang
menyebabkan manufacturing cost of goods sold bertambah sebagai akibat dari penggunaan
material dan sumber daya yang melebihi standar kuantitas. Atau dapat juga dikarenakan
adanya kenaikan harga pada material yang digunakan seperti susu dan gula. Pada biaya
labor-cartonizing & freezing terdapat peningkatan akibat adanya perubahan pada truck
loading system.
Berikut ini adalah perhitungan analisis varian skedul Frank










Selain melakukan analisis pada masing-masing biaya, hal yang dilakukan berikutnya adalah
analisis revenue dimana tujuannya adalah untuk memisahkan antara varian mix dan varian
volume yang jumlahnya disebabkan oleh perbedaan market share dan volume industri.
Berikut adalah rumus dari market share variance dan market size variance.
Market share variance = [(Actual sales) (Industry sales)] *Budgeted unit contribution
margin
= [(5.968.366) (6.090.350,28)] * 0,45
= - 55.259
Market size varians = [(actual industy sales in units - budgeted industry sales in units)]
*(budgeted market share %) x (budgeted average unit contribution
margin)
=[(12.180.000 - 11.440.000)* (5.720.329/11.440.000)* (2.591.300/5.720.329)]
= 167.619,06



Favorable Variance Due to Sales
Volume 117.700 $ F = standar contribution margin - forecasted standar profit margin
Price 12.000 $ F = (harga jual - harga standar) x volume penjualan / sales actual - sales revised budget
129.700 $ F
Unfavorable Variance Due to Operations
Manufacturing 99.000 $ U
Delivery 54.000 -$ F
Advertising 29.000 $ U
Selling 6.000 -$ F
Administration 10.000 -$ F
58.000 $ U
Net Variance-Favorable 71.700 $ F
Berikut ini adalah analisis market share variance dan market size variance.

































= 49%
= 50%
= 5.720.329
= 5.968.366 248.037
Budgeted industry sales in units = 11.440.000
Actual industry sales in units = 12.180.000 740.000
= 55.259 -$
167.619,06 $
=
Market share variance
Market size variance
Actual market share
Budgeted market share
Budgeted sales
Actual sales
Budgeted average unit contribution margin 0,45 $
CONTRIBUTION MARGIN AND MARGIN VOLUME VARIANCE
Contribution margin variance = actual contribution margin - budgeted contribution margin
= 2.709.000-2.591.300
= 117.700 $
Contribution margin volume variance = (actual quantity sold - budgeted quantity sold) x budgeted average unit contribution margin
= (5.968.365-5.720.329)*0,45
= 112.360 $
SALES PRICE AND VOLUME VARIANCE
Sales price variance = sales value of gallons actual sold - standard sales value
= (9.657.300-9.645.300)
= 12.000 $ F
Sales volume variance = (budgeted income at actual volume - budgeted income at forecasted volume)
= (763.100-645.400)
= 117.700 $ F


































Variance Due to Sales
Sales volume variance
Budgeted Profit at Actual Volume
Standard
Contribution
Margin/Galon
Actual
Gallon Sales
Standard
Contribution
Margin
Vanilla 0,4329 $ 2.458.212 1.064.160 $
Chocolate 0,4535 $ 2.018.525 915.401 $
Walnut 0,5713 $ 50.124 28.636 $
Buttercrunch 0,4771 $ 268.839 128.263 $
Cherry Swirl 0,5153 $ 261.240 134.617 $
Strawberry 0,4683 $ 747.049 349.843 $
Pecan Chip 0,5359 $ 164.377 88.090 $
Total 0,4539 $ 5.968.366 2.709.000 $
Forecasted Standard Contribution (at 5.720.329 gallons) 2.591.300 $
Variance 117.700 $ F
Planned Actual Difference
Gallons 5.720.329 5.968.366 248.037 F
Contribution 2.591.300 $ 2.709.000 $ 117.700 $ F
Average Std. Contribution 0,4530 $ 0,4539 $ 0,0009 $ F
Variance Due to Operations
Actual Profit = 705.100 $ exc. price variance
Revised Profit Plan = 763.100 $
= 58.000 $ U
5.968.366 Gallons
Variance Due to Volume
248.037 gallonsF x $ 0,4530 = 112.360 $ F
Variance Due to Mix
$ 0,0009F x 5.968.366 gallons = 5.340 $ F
Total Variance = 117.700 $ F
Sales price variance
Sales price variance = sales value of gallons actual sold - standard sales value
= (9.657.300-9.645.300)
= 12.000 $ F
Total Variance Due to Sales = 129.700 $ F
























Variance Due to Operations REVISED Reclass to
Milk Price Variance 57.300 $ U Selling
Sugar Price Variance 23.400 $ U Selling
Labor-Cartonizing and Freezing * 34.400 $ U Delivery
* memberi efek positive terhadap delivery cost
Flexible Budget
6.725.900 $ F 16.100 -$ Manufacturing Cost
760.800 $ F 19.600 -$ Delivery
578.700 $ U 29.000 $ Advertising
368.800 $ U 74.700 $ Selling
448.000 $ F 10.000 -$ Administrative
8.882.200 $ U 58.000 $
6.824.900 $
706.800 $
607.700 $
362.800 $
438.000 $
8.940.200 $
Actual
Variance Due to Operations
Month
Variance Due to Operations REVISED alternative 2 Reclass to
Milk Price Variance 57.300 $ U Selling
Sugar Price Variance 23.400 $ U Selling
Labor-Cartonizing and Freezing * 54.000 $ U Delivery
* memberi efek positive terhadap delivery cost
Actual Flexible Budget
6.824.900 $ 6.725.900 $ F 35.700 -$ Manufacturing Cost
706.800 $ 760.800 $ F - $ Delivery
607.700 $ 578.700 $ U 29.000 $ Advertising
362.800 $ 368.800 $ U 74.700 $ Selling
438.000 $ 448.000 $ F 10.000 -$ Administrative
8.940.200 $ 8.882.200 $ U 58.000 $
Month Variance Due to
Operations
Flexible Budget
6.725.900 $ U 99.000 $ Manufacturing Cost
760.800 $ F 54.000 -$ Delivery
578.700 $ U 29.000 $ Advertising
368.800 $ F 6.000 -$ Selling
448.000 $ F 10.000 -$ Administrative
8.882.200 $ U 58.000 $
362.800 $
438.000 $
8.940.200 $
Month
Variance Due to Operations
Actual
6.824.900 $
706.800 $
607.700 $





















Sales Volume Variance = (Budgeted Mix At Actual Sales Budgeted Volume)* Unit
Contribution Margin
Sales Mix Variance = (Actual Sales Budgeted Mix At Actual Volume)* Unit Contribution
Margin

3. Based on the profit variance report, what corrective actions you would recommend
for 1974? Which areas deserve commendation for 1973 performance?
Tindakan koreksi yang diperlukan untuk periode tahun 1974 adalah sebagai berikut:
a. Para manajer harus bertanggung jawab dan bekerja sama dalam melakukan
perencanaan anggaran dengan lebih baik. Hal ini akan membuat klasifikasi biaya-biaya
sebagai biaya yang terkontrol dan tidak terkontrol dan juga untuk menyesuaikan
anggaran pada kejadian-kejadian yang tidak terkontrol ketika kejadian tersebut benar-
benar terjadi. Para manajer harus dapat memahami dan memberikan penjelasan
Sales and Marketing Department:
129.700 $ F
6.000 $ F
29.000 $ U
106.700 $ F
Manufacturing and Operations Department:
99.000 $ U
54.000 $ F
10.000 $ F
35.000 $ U
71.700 $ F
Delivery
Administration
Sub Total Variance
Total Variance
Sales
Marketing
Advertising
Sub Total Variance
Manufacturing
BOSTON CREAMERY, Inc.
ICE CREAM DIVISION
Analysis of Variance
Budgeted
Gallon Sales
Actual
Gallon Sales
Budgeted
Proportion
Budgeted Mix At
Actual Sales
Difference
Actual
mix
Budgeted mix
Standard
Contribution
Margin/Galon
Sales Volume
Variance
Sales Mix
Variance
Vanilla 2.409.854 2.458.212 0,421279 2.514.346,76 (56.135) 0,411874 0,421279 0,4329 $ 45.235 $ 24.301 -$
Chocolate 2.009.061 2.018.525 0,351214 2.096.175,13 (77.650) 0,338204 0,351214 0,4535 $ 39.506 $ 35.214 -$
Walnut 48.883 50.124 0,008545 51.002,60 (879) 0,008398 0,008545 0,5713 $ 1.211 $ 502 -$
Buttercrunch 262.185 268.839 0,045834 273.553,50 (4.715) 0,045044 0,045834 0,4771 $ 5.424 $ 2.249 -$
Cherry Swirl 204.774 261.240 0,035798 213.653,13 47.587 0,043771 0,035798 0,5153 $ 4.575 $ 24.522 $
Strawberry 628.560 747.049 0,109882 655.814,75 91.234 0,125168 0,109882 0,4683 $ 12.763 $ 42.725 $
Pecan Chip 157.012 164.377 0,027448 163.820,14 557 0,027541 0,027448 0,5359 $ 3.648 $ 298 $
Total 5.720.329 5.968.366
avg CM
0,0009 5.339,6308
bagaimana terjadinya varian-varian yang tinggi karena jumlah biaya aktual melebihi
jumlah biaya yang dianggarkan.
b. Para manajer juga harus melakukan tindakan pencegahan terhadap meningkatnya
biaya-biaya, sehingga biaya-biaya tersebut melebihi anggaran. Misalnya, meningkatnya
biaya manufaktur, dapat disebabkan karena adanya peningkatan pada waktu lembur
karyawan, adanya lead time yang panjang, harga bahan baku yang semakin bertambah
mahal. Oleh karena itu, para manajer dalam hal ini adalah manajer manufaktur harus
mampu melakukan tindakan koreksi seperti mencari bahan baku yang harganya lebih
murah namun tetap berkualitas baik sehingga efisiensi dan efektivitas perusahaan dapat
tercapai, mengurangi jam lembur para pekerja, memperbaiki metode produksi agar lead
time nya menjadi lebih cepat.
c. Dalam menentukan profit plan, perusahaan harus melakukan perencanaan yang jelas
dan realistis, yaitu dengan menyesuaikan kemampuan atau kapasitas produksi dengan
kemampuan tenaga penjualan/marketing, sehingga biaya-biaya aktual tidak melebihi
biaya-biaya yang dianggarkan. Perusahaan harus membuat analisis forecast yang tepat
dan sesuai dengan keadaan pasar yang sesungguhnya.
d. Melakukan kenaikan harga jual pada es krim sebagai kompensasi karena adanya
kenaikan harga susu dan gula. Namun, harus tetap mempertimbangkan harga jual dari
perusahaan kompetitor lainnya.
e. Dengan adanya market share sebanyak 50%, maka berarti perusahaan telah memiliki
brand awareness dalam pangsa pasar. Oleh karena itu, biaya iklan dapat diturunkan.

4. What is the main weakness in the profit planning and control approach used by
Boston Creamery in the 1990s? What is your overall assessment of this management
tool from a contemporary perspective?
Kelemahan dari sistem profit planning dan control yang dilakukan dalam kasus adalah:
a. Boston Creamery tidak memasukkan contingency budget untuk biaya-biaya yang
kecenderungan nya selalu melebihi budget. Akibatnya, timbul unfavorable variance
pada biaya-biaya, seperti biaya manufacturing dan biaya advertising.
b. Kelemahan lain adalah pada sistem forecasting yang digunakan. Dalam melakukan
forecasting pertumbuhan sales, perusahaan memang sudah menerapkan indikator
yang sudah diperkirakan. Namun, perusahaan tidak mempertimbangkan
kemungkinan-kemungkinan lain yang terjadi di masa mendatang serta faktor-faktor
lain seperti pertumbuhan ekonomi yang meningkat dan kemajuan teknologi.
c. Pada kasus Boston Creamery Inc juga terlihat bahwa adanya ketidakjelasan dalam
penentuan setiap departemen apakah termasuk ke dalam cost centers atau profit
centers. Jika Departemen Sales and Marketing sebagai profit center maka divisi ini
harus bertanggung jawab memastikan bahwa harga jual produk telah menutupi
peningkatan biaya komoditas (COGS).
d. Analisis varians memang dapat memengidentifikasi varians-varians yang terjadi.
Namun, hal tersebut tidak memberikan pengetahuan kenapa varians-varians tersebut
terjadi. Misalnya, laporan yang menunjukkan banhwa terdapat varians dengan
advertising expense. Hal ini tidak menjelaskan kenapa terjadi varians pada advertising
expense tersebut.
e. Analisis varians dilakukan untuk memutuskan apakah varians tersebut signifikan.
Teknik statistik dapat digunakan untuk menentukan apakah ada perbedaan yang
signifikan antara kinerja aktual dan kinerja standar pada proses tertentu.
f. Analisis varians yang dijadikan sebagai laporan kinerja dapat menjadi lebih tinggi
agregatnya, sehingga mengimbangi varians dapat menyesatkan pembacanya.
Penilaian secara keseluruhan dari metode manajemen dari sisi kontemporer (modern) adalah
penggunaan varians ini kurang cukup memadai karena tidak mampu menjawab keingintahuan
para pemikir atau ilmuwan kontemporer terhadap penyebab-penyebab dari suatu hasil
perhitungan varians.