Anda di halaman 1dari 36

NAPZA

(Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya)


Definisi
Bahan/zat/obat yang bila masuk ke dalam tubuh manusia akan mempengaruhi tubuh
terutama otak atau sistem saraf pusat sehingga menyebabkan gangguan kesehatan
fisik, psikis dan fungsi sosialnya karena terjadi kebiasaan, ketagihan (adiksi) serta
ketergantungan (dependensi) terhadap NAPZA
NAPZA terdiri dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lain
Narkotika
!enurut "" #$ No %% tahun &''(
Adalah zat/obat yang berasal dari tanaman/bukan tanaman baik sintetis maupun
semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran,
hilangnya rasa, mengurangi sampai dengan menghilangkan rasa nyeri dan dapat
menimbulkan ketergantungan
Narkotika terbagi menjadi ) golongan, yaitu*
+ ,olongan $ - hanya digunakan untuk ilmu pengetahuan dan tidak untuk
terapi, berpotensi sangat tinggi untuk menimbulkan
ketergantungan .ontoh- heroin/puta/, kokain, ganja
+ ,olongan $$ - berkhasiat pengobatan, sebagai pilihan terakhir dan dapat
digunakan untuk terapi ataupun ilmu pengetahuan dan
berpotensi tinggi menimbulkan ketergantungan .ontoh-
morfin, petidin
+ ,olongan $$$ - berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan untuk terapi
maupun untuk tujuan ilmu pengetahuan dan berpotensi
ringan dalam menimbulkan ketergantungan .ontoh-
kodein
Psikotropika
!enurut "" #$ No 0 tahun &''(
Adalah zat/obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika yang berkhasiat
psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan
perubahan khas pada akti1itas mental dan perilaku
Psikotropika terbagi menjadi 2 golongan, yaitu-
+ ,olongan $ - berpotensi amat kuat dalam menimbulkan ketergantungan
.ontoh- ekstasi, shabu, 345
+ ,olongan $$ - berpotensi kuat dalam menimbulkan ketergantungan
.ontoh- amfetamin, metilfenidat/ritalin
+ ,olongan $$$ - berpotensi sedang dalam menimbulkan ketergantungan,
banyak digunakan untuk terapi .ontoh- pentobarbital,
flunitrazepam
+ ,olongan $6 - berpotensi ringan dalam menimbulkan ketergantungan,
sangat luas digunakan untuk terapi .ontoh - diazepam,
bromazepam, fenobarbital, klonazepam, klordiazepoksid,
nitrazepam, pil B7, pil koplo, 5um, !,
Zat Adiktif Lainnya
& !inuman beralkohol
8aitu minuman yang mengandung etanol
9erbagi menjadi ) golongan-
,olongan A mengandung etanol &:+0: (bir)
,olongan B mengandung etanol 0:+%;: (berbagai jenis
minuman anggur)
,olongan . mengandung etanol %;:+20: (/hiskey, 1odka,
97<, manson house, johny /alker, kamput)
% $nhalansia
,as yang mudah dihirup dan sol1en (pelarut) yang mudah menguap berupa
senya/a organi= pada berbagai alat rumah tangga .ontoh- lem, thinner,
penghapus =at kuku, bensin
) 9embakau
Klasifikasi
Berdasarkan efeknya, NAPZA dibagi menjadi ), yaitu-
5epresan (do/ner)
!engurangi akti1itas fungsional tubuh Pemakai menjadi tenang, pendiam,
tertidur atau bahkan tidak sadarkan diri .ontoh - opioid (morfin, heroin, kodein),
sedatif, hipnotik, tranz>uilizer
4timulan (upper)
!erangsang fungsi tubuh dan meningkatkan gairah kerja Pemakai menjadi aktif,
segar, bersemangat .ontoh- amfetamin (shabu, ekstasi), kafein, kokain
,olongan halusinogen
?fek halusinasi yang mengubah perasaan dan pikiran dan men=iptakan daya
pandang yang berbeda sehingga seluruh perasaan dapat terganggu .ontoh-
kanabis, 345, !es=alin
Penyalahgunaan NAPZA
Definisi:
Penggunaan salah satu atau beberapa jenis NAPZA se=ara berkala/ teratur diluar
indikasi medis, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik, pikiran, dan fungsi
sosial
Tingkatan pemakai NAPZA-
o ?@perimental use
Pemakai masih men=oba+=oba, untuk memenuhi rasa ingin tahu
o 4osial/#e=reational use
Aanya dipakai untuk bersenang+senang, saat rekreasi/santai
o 4ituasional use
Aanya dipakai pada keadaan tertentu seperti ketegangan, kesedihan,
keke=e/aan
o Abuse
Pola penggunaan yang patologis yang ditandai dengan intoksikasi sepanjang
hari, tidak mampu mengurangi/menghentikan, berusaha berulang kali
mengendalikan, terus menggunakan /alaupun sakit fisiknya kambuh
4udah terjadi gangguan fungsional/okupasional yang ditandai tugas dan relasi
keluarga tidak terpenuhi, perilaku agresif dan tak /ajar, hubungan dengan
ka/an terganggu, sering bolos sekolah/kerja, =riminal, tidak mampu berfungsi
se=ara efektif
o 5ependen=y (ketergantungan)
7eadaan dimana telah terjadi ketergantungan fisik dan psikis sehingga tubuh
memerlukan jumlah NAPZA yang semakin bertambah (toleransi) Apabila
pemakaiannya dikurangi/dihentikan akan timbul gejala putus zat (/ithdra/al
symptom) oleh karena itu ia selalu berusaha memperoleh NAPZA yang
dibutuhkan dengan =ara apapun agar dapat melakukan kegiatannya sehari+hari
se=ara normal
Ketergantungan Zat
Pada tahun &'B2 badan kesehatan dunia menyatakan bah/a istilah adiksi tidak
lagi menjadi istilah ketergantungan obat 7onsep ketergantungan zat mempunyai
banyak arti yang dikenali se=ara resmi dan banyak arti yang digunakan beberapa
dekade Pada dasarnya dua konsep telah diminta tentang definisi ketergantungan,
ketergantungan perilaku dan ketergantungan fisik 7etergantungan perilaku telah
menekankan akti1itas men=ari zat (substan=e seeking beha1iour) dan bukti+bukti pola
penggunaan patologis dan ketergantungan fisik telah menekankan efek fisik
(yaitu,fisiologis) dari episode multiple penggunaan zat 4e=ara spesifik definisi
ketergantungan telah menggunakan adanya toleransi atau putus zat dalam kriteria
klasifikasi
pidemiologi
Alkohol dan nikotin (rokok) adalah zat yang paling sering disalahgunakan
tetapi marijuana, hashish, dan kokain juga sering digunakanPenyalahgunaan dan
ketergantungan pada zat adalah lebih umum pada laki+laki dibandingkan /anita
dengan perbedaan yang lebih jelas pada zat nonalkohol dibandingkan alkohol
Penyalahgunaan zat juga lebih tinggi diantara kelompok pengangguran dan kelompok
minoritas tertentu dibandingkan diantara kelompok orang yang bekerja dan kelompok
mayoritas Penggunaan zat adalah tidak terbatas pada orang de/asa Penggunaan zat
adalah lebih sering diantara professional medis dibandingkan dengan professional
nonmedis untuk tingkat pendidikan yang sama 4atu penjelasan yang mungkin untuk
perbedaan tersebut adalah relatif mudahnya mendapatkan suatu kelas zat pada
professional medis
7elompok usia &C+%0 tahun memiliki ke=enderungan penyalahgunaan zat
lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok usia lainnya
Denis kelamin, 3aki+laki se=ara bermakna lebih tinggi dibandingkan /anita
#as dan etnik, kelompok kulit putih memiliki ke=enderungan lebih tingggi dalam
penyalahgunaan zat dibandingkan kelompok kulit putih
7epadatan populasi Penduduk didaerah metropolitan yang paling besar
kemungkinannya untuk menggunakan zat+zat terlarang dibandingkan dengan
penduduk didaerah nonmetropolitan
Komor!iditas
7omorbiditas adalah diagnosis dua atau lebih gangguan psikiatrik pada
seorang pasien 7omorbiditas yang paling umum melibatkan penyalahgunaan dua zat,
biasanya penyalahgunaan alkohol dan penyalahgunaan suatu zat lainnya 5iagnosis
psikiatrik lain yang sering berhubungan dengan penyalahgunaan zat adalah
kepribadian antisosial, fobia (dan gangguan ke=emasan lainnya), gangguan depresif
berat dan gangguan distimik Pada umumnya, zat yang paling kuat dan berbahaya
mempunyai angka komorbiditas yang paling tinggi 4ebagai =ontohnya, komorbiditas
gangguan psikiatrik adalah lebih sering untuk penggunaan opioid dan kokain
dibandingkan penggunaan marijuana
"angguan kepri!adian antisosial
5alam berbagai penelitian suatu rentang )0+B; persen populasi dengan
penyalahgunaan zat atau ketergantungan zat juga memenuhi =riteria diagnosti= untuk
gangguan kepribadian antisosial Pasien dengan diagnosis penyalahgunaan zat atau
ketergantungan zat yang memiliki gangguan kepribadian antisosial kemungkinan
menggunakan lebih banyak zat illegal, mempunyai lebih banyak psikopatologi,
kurang puas dengan kehidupannya dan lebih impulsi1e, terisolasi dan terdepresi
dibandingkan pasien lain dengan gangguan kepribadian antisosial saja
Depresi dan !unuh diri
,ejala depresi adalah sering ditemukan diantara orang+orang dengan
penyalahgunaan zat atau ketergantungan zat 7ira+kira sepertiga sampai setengah dari
semua orang yang melakukan penyalahgunaan opioid atau ketergantungan opioid dan
kira+kira 2; persen orang yang menyalahgunakan al=ohol atau ketergantungan al=ohol
memenuhi untuk =riteria gangguan depresif berat dalam suatu /aktu selama
kehidupannya Penggunaan zat juga merupakan fa=tor pen=etus utama untuk bunuh
diri
Teori psikososial dan psikodinamika
Penyalahgunaan zat adalah suatu regresi oral #umusan psikodinamika
sekarang melibatkan suatu hubungan antara penggunaan zat dan depresi atau
melibatkan penggunaan zat sebagai suatu pen=erminan fungsi ego yang terganggu
Psikodinamika untuk seseorang dengan penyalahgunaan zat adalah diterima dan
dinilai se=ara lebih luas daripada dalam pengobatan pasien alkoholik Berbeda dengan
pasien alkoholik, mereka dengan penyalahgunaan polisubstansi adalah lebih mungkin
memiliki masa anak+anak yang tidak stabil, lebih mungkin mengobati diri sendiri
dengan zat, dan lebih mungkin mendapatkan manfaat psikoterapi
9eori psikososial lain menjelaskan hubungan dengan keluarga dan dengan
masyarakat pada umumnya 9erdapat banyak alasan untuk men=urigai suatu peranan
masyarakat dalam perkembangan pola penyalahgunaan zat dan ketergantungan zat
Koadiksi# 7oadiksi atau kodependensi terjadi jika lebih dari satu orang,
biasanya suatu pasangan, mempunyai hubungan yang terutama bertanggung ja/ab
untuk mempertahankan perilaku adiktif pada sekurang+kurangnya satu orang
Pengobatan situasi koadiksi tersebut mengarah langsung pada elemen+elemen perilaku
membolehkan atau penyangkalan
Teori perilaku# Beberapa model perilaku penyalahgunaan setelah dipusatkan
pada peilaku men=ari zat (substance-seeking behaviour), ketimbang pada gejala
ketergantungan fisik Prinsip pertama dan kedua adalah kualitas pendorong positif dan
efek merugikan dari beberapa zat Zat bertindak sebagai suatu pendorong positif
untuk perilaku men=ari zat Banyak zat juga disertai dengan efek merugikan yang
bertindak menurunkan perilaku men=ari zat 7etiga, orang harus mampu
membedakan zat yang disalahgunakan dari zat lainnya 7eempat, hamper semua
perilaku men=ari zat disertai dengan petunjuk lain yang berhubungan dengan
pengalaman menggunakan zat
Teori neurokimia$i# "ntuk sebagian besar zat ke=uali al=ohol, peneliti telah
menemukan neurotransmitter atau reseptor neurotransmitter tertentu dimana zat
menimbulkan efeknyaNamun hal ini masih sulit untuk dibuktikan
%alur dan neurotransmitter#Neurotransmiter utama yang mungkin terlibat
dalam perkembangan penyalahgunaan zat dan ketergantungan zat adalah sistem opiat,
katekolamin (khususnya dopamine), dan gamma+aminobutyri= a=id (,ABA) 5an
yang paling penting adalah neuron di area tegmental 1entral yang berjalan ke daerah
kortikal dan limbi=, khususnya nukleus ambiens Dalur ini diperkirakan berhubungan
dalam sensasi menyenangkan dan diperkirakan merupakan mediator utama untuk efek
dari zat tertentu seperti amfetamin dan kokain 3okus sereleus, kelompok terbesar
neuron adrenergi=, diperkirakan terlibat dalam perantara efek opiate dan opioid
Pengo!atan
Pengobatan penyalahgunaan obat memiliki dua tujuan 9ujuan pertama adalah
abstinensi dari zat, kedua adalah kesehatan fisik, psikiatrik, dan psikososial dari
pasien Pengobatan sebaiknya dilakukan melalui ra/at inap lalu setelah proses
detoksikasi, pasien memerlukan rehabilitasi
Alkohol
pidemiologi
4ektar C0: penduduk amerika serikat pernah menggunakan minuman yang
mengandung alkohol dan sekitar 0&: dari semua orang de/asa Amerika serikat
merupakan pengguna alkohol saat ini
7ira+kira ';: de/asa muda yang berusia &C+%0 tahun, '%: orang de/asa
yang berusia %B+)2 tahun dan C(: orang de/asa yang berusia )0 tahun atau lebih
pernah menggunakan alkohol selama hidupnya, dibandingkan dengan kira+kira 2B:
kaum muda yang berusia &%+&( tahun
Pria lebih sering menggunakan alkohol dibandingkan /anita 7ulit putih
se=ara bermakna lebih mungkin dibandingkan kulit hitam Penduduk metropolitan
lebih mungkin dibandingkan dengan daerah nonmetropolitan 5i Amerika serikat
gangguan berhubungan dengan alkohol ditemukan pada orang dari semua kelas
sosioekonomi 4emakin meningkat pada orang dengan sosioekonomi tinggi 5i
sekolah tinggi, penggunaan berhubungan dengan ri/ayat kesulitan sekolah
Komor!iditas
,angguan kepribadian antisosial Beberapa penelitian telah menyatakan
bah/a gangguan behubungan dengan alkohol meupakan kesatuan diagnosis yang
benar+benar terpisah yang tidak memiliki hubungan sebab akibat
,angguan mood 7ira+kira );: orang dengan gangguan alkohol memenuhi
kriteria diagnostik untuk gangguan depresif berat pada suatu kurun /aktu dalam
hidupnya 5epresi lebih sering terjadi pada /anita alkoholik dibandingkan dengan
laki+laki alkoholik Beberapa penelitian telah menemukan bah/a depresi
kemungkinan terjadi pada pasien dengan gangguan berhubungan dengan alkohol yang
mempunyai konsumsi alkohol harian tinggi dan yang mempunyai ri/ayat keluarga
penyalahgunaan alkohol Beberapa penelitian menunjukan bah/a orang dengan
alkohol dan diagnosis gangguan depresif memiliki kandungan metabolik dopamin
(homo1anili= a=id) dan gamma aminobutyri= a=id (,ABA) yang rendah dalam =airan
serebrospinalisnya
,angguan ke=emasan Alkohol adalah efektif dalam menghilangkan
ke=emasan dan banyak orang menggunakan alkohol karena alasan tersebut
tiologi
Pada tiap kasus indi1idual, faktor psikososial, genetika, atau perilaku mungkin
lebih penting dibandingkan faktor lainnya
&i$ayat masa Anak'anak# Penelitian pada keturunan resiko tinggi dalam
usia %; tahunan juga telah menunjukan efek alkohol yang umumnya tumpul
dibandingkan dengan efek yang terlihat pada orang yang tidak mempunyai orangtua
dengan diagnosis gangguan berhubungan dengan alkohol 9emuan tersebut
menyatakan bah/a suatu fungsi otak biologis yang dapat diturunkan mungkin
merupakan predisposisi bagi seseorang untuk memiliki gangguan berhubungan
dengan alkohol
(aktor psikoanalitik# !enurut orang dengan superego yang keras yang
bersifat menghukum diri sendiri berpaling ke alkohol sebagi =ara menghilangkan
stres 7e=emasan pada orang yang terfiksasi pada stadium oral mungkin diturunkan
dengan menggunakan zat seperti alkohol pada mulutnya 4eseorang dengan gangguan
berhubungan dengan alkohol adalah pemalu, terisolasi, tidak sabar, iritabel, penuh
ke=emasan, hipersensitif dan terepresi se=ara seksual Pada beberapa orang alkohol
digunakan sebagai =ara untuk menurunkan ketegangan, ke=emasan dan berbagai jenis
sakt psikis 7onsumsi alkohol pada beberapa orang juga menyebabkan rasa kuat dan
meningkatnya harga diri
fek fisiologis dari alkohol
$stilah alkohol ditujukan pada sekelompok besar molekul organik yang
memiliki gugus hidroksil (+EA) yang melekat pada atom karbon jenuh ?til alkohol
juga disebut etanol adalah bentuk alkohol yang umum, seringkali disebut sebagai
alkohol minuman, etil alkohol digunakan dalam minuman
#asa dan bau karakteristik dari berbagai minuman yang mengandung alkohol
disebabkan oleh metoda pembuatannya yang menghasilkan berbegai senya/a dalam
hasil akhirnya 4enya/a termasuk metanol, butanol, aldehida, fenol, tannins dan
sejumlah ke=il berbagai logam <alaupun senya/a+senya/a dapat menyebabkan
suatu efek psikoaktif yang berbeda pada berbagai minuman yang mengandung
alkohol, perbedaan tersebut dalam efeknya adalah minimal dibandingkan dengan efek
etanol itu sendirikira+kira &;: alkohol yang dikonsumsi diabsorbsi dilambung dan
sisanya diabsorbsi di usus ke=il !akanan akan memperlambat absorbsi alkohol
9ubuh memiliki mekanisme pelindung terhadap masuknya alkohol .ontohnya jika
konsentrasi alkohol terlalu tinggi didalam lambung maka mukus akan disekresikan
dan katup pilorik akan ditutup Aksi ini akan memperlambat absorbsi alkohol
dilambung dan memperlambat masuknya alkohol ke usus ke=il 4elain itu
pilorospasme dapat menyebabkan mual dan muntah Alkohol didistribusikan se=ara
merata diseluruh jaringan tubuh dan terlarut se=ara merata didalam =airan tubuh
Alkohol dimetabolisme oleh dua enzim alkohol dehidrogenase dan aldehida
dehidrogenase Alkohol dehidrogenase akan mengkatalisa perubahan alkohol menjadi
asetaldehid yang merupakan senya/a toksik Aldehida dehidrogenase akan
mengkatalisa perubahan asetaldehid menjadi asam asetat Aldehida dehidrogenase
diinhibisi oleh disulfiram (antabuse) 9idak ada target efek molekular tunggal yang
telah diidentifikasi sebagai mediator untuk efek alkohol 4aluran ion alkohol yang
berhubungan dengan reseptor asetilkolin nikotink, serotonin tipe ) dan ,ABA A
diperkuat oleh alkohol sedang reseptor glutamat dan saluran kalsium gerbang 1oltasi
dihambat
Pada tingkat ;,;0: alkohol didarah, pikiran, pertimbangan dan
pengendalian mengendur bahkan seringkali terputus Pada konsentrasi ;,&: aksi
motorik yang disadari dirasakan =anggung Pada konsentrasi ;,%: fungsi seluruh
daerah motorik di otak trdepresi, bagian otak yang mempengaruhi perilaku juga
terpengaruhi Pada konsentrasi ;,): seseoang dapat mengalami konfusi atau stupor
Pada konsentrasi ;,2+;,0: orang berada dalam koma Pada konsentrasi yang lebih
tinggi, pusat primitif diotak yang mengatur psat pernafasan dan ke=epatan denyut
jantung terpengaruhi dan dapat terjadi kematian
Alkohol akan menyebabkan kerusakan hati Berupa fatty liver, hepatitis
alkoholik dan sirosis hepatisAlkohol juga dapat menyebabkan esofagitis, 1arises
esofagus, gastritis, aklorhidia dan ulkus lambung, selain itu akan mengganggu proses
pen=ernaan makanan dan absorbsinya
"angguan !erhu!ungan dengan alkohol di!agi men)adi -
,angguan penggunaan alkohol
7etergantungan alkohol
Penyalahgunaan alkohol
,angguan akibat alkohol
$ntoksikasi alkohol
Putus alkohol
4ebutkan jika berhubungan dengan gangguan persepsi
5elirium intoksikasi
5elirium putus alkohol
5emensia menetap akibat alkohol
,angguan amnestik menetap akibat alkohol
,angguan psikotik akibat alkohol dengan /aham
4ebutkan jika dengan -
Enset selama intoksikasi
Enset selama putus obat
,angguan psikotik akibat alkohol dengan halusinasi
4ebutkan jika dengan -
Enset selama intoksikasi
Enset selama putus
,angguan mood akibat alkohol
4ebutkan jika degan -
Enset selama intoksikasi
Enset selama putus
5isfungsi seksual akibat alkohol
4ebutkan jika dengan onset selama sakit
,angguan tidur akibat alkohol
4ebutkan jika dengan onset selama sakit
,angguan berhubungan alkohol yang tidak ditentukan
*ntoksikasi alkohol
Beberapa orang menjadi suka berbi=ara dan suka berkelompok, beberapa
menjadi menarik diri dan =emberut, yang lainnya menjadi suka berkelahi
Kriteria diagnostik untuk intoksikasi alkohol
Baru saja menggunakan alkohol
Perilaku maladaptif atau perubahan psikologis yang bemakna se=ara klinis
yang berkembang selama atau segera setelah ingesti alkohol
4atu atau lebih tanda berikut yang berkembang selama atau segera setelah
pemakaian alkohol -
Bi=ara =adel
$nkoordinasi
,aya berjalan tidak mantap
Nistagmus
,angguan atensi dan daya ingat
4tupor atau koma
,ejala tidak disebabkan oleh kondisi medis umum dan tidak lebih baik
diterangkan oleh gangguan mental lain
Kriteria diagnostik untuk putus alkohol
& Penghentian pemakaian alkohol yang telah lama dan berat
% 5ua atau lebih tanda berikut ini, yang berkembang dalam beberapa jam
sampai beberapa hari setelah kriteia & -
o Aiperakti1itas otonomik
o 9remor tangan
o $nsomnia
o !ual atau muntah
o Aalusinasi atau ilusi lihat, raba atau dengar
o Agitasi psikomotor
o 7e=emasan
o 4tupor atau koma
) ,ejala dalam kriteria % menyebabkan penderitaan yang bermakna
se=ara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi
pentinglainnya
2 ,ejala tidak disebabkam suatu kondisi medis umum dan tidak lebih
baik diterangkan oleh gangguan mental lainnya
Pengo!atan
Benzodiazepin
.arbamazepin
+indroma Alkohol (etal
4indroma alkohol fetal adalah akibat intoksikasi in utero saat ibunya minum
alkohol 4indroma alkohol fetal merupakan penyebab retardasi mental utama karena
alkohol akan menghambat pertumbuhan intrauterin dan perkembangan setelah
kelahiran
Amfetamin
pidemiologi
Penggunaan tinggi pada kelompo umur &C+%0 tahun Pemakaian amfetamin
ditemukan disemua kelas ekonomi, tinggi pada bangsa kaukasia
,entuk'!entuk
9ersedia di Amerika sebagai de@tro amphetamine, methamphetamine, dan
methylphenidate Nama jalanannya =ra=k, =rystal, =rystal meth, dan speed Zat yang
behubungan dengan amphetamine lainnya adalah ephedrine dan propanolamine yang
merupakan suatu dekongestan
$=e adalah bentuk murni dari methamphetamine yang diinhalasi, diisap seperti
rokok atau disuntikkan se=ara intra1ena
fek merugikan
Pada fisik, efek yang paling sering adalah pada serebro1askuler, jantung, dan
gastrointestinal ,ejala neurologis yang terjadi berupa kedutan sampai tetani, koma
dan kematian Penggunaan amphetamine intra1ena berhubungan dengan transmisi
A$6 dan hepatitis Penggunaan pada /anita hamil akan menyebabkan berat badan
lahir rendah, lingkar kepala ke=il, usia kehamilan dini dan retardasi pertumbuhan
Pada psikologis, amphetamine akan menimbulkan kegelisahan, sulit tidur,
iritabel 4ikap permusuhan dan konfusi 4elain itu dapat timbul /aham paranoid
ataupun halusinasi
Amphetamine klasik memiliki efek primernya dengan menyebabkan
pelepasan katekolamin terutama dopamin dari terminal prasinaptik ?fek tersebut
terutama kuat pada neuron dopaminergik yang keluar dari area tegmental 1entralis
kekorteks serebral dan area limbik
Kriteria gangguan !erhu!ungan dengan amphetamin
,angguan pemakaian amphetamine
7etergantungan amphetamine
Penyalahgunaan amphetamin
,angguan akibat amphetamin
$ntoksikasi amphetamin
4ebutkan jika dengan gangguan persepsi
Putus amphetamin
5elirium intoksikasi amphetamin
,angguan psikotik akibat amphetamin dengan /aham
4ebutkan jika dengan onset selama intoksikasi
,angguan psikotik akibat amphetamin dengan halusinasi
4ebutkan jika dengan onset selama intoksikasi
,angguan mood akibat amphetamin
4ebutkan jika dengan -
Enset selama intoksikasi
Enset selama putus
,angguan ke=emasan akibat amphetamin
4ebutkan jika dengan onset selama intoksikasi
5isfungsi seksual akibat amphetamin
4ebutkan jika dengan onset selama intoksikasi
,angguan tidur akibat amphetamin
4ebutkan jika dengan -
Enset selama intoksikasi
Enset selama putus
,angguan berhubungan dengan amphetamin yang tidak ditentukan

*ntoksikasi amphetamin
A Pemakaian amphetamin atau zat yang berhubungan yang belum lama terjadi
B Perilaku maladapif atau perubahan perilaku yang bermakna se=ara klinis yang
berkembang selama atau segera setelah pemakaian amphetamin atau zat yang
berhubungan
. 5ua atau lebih hal berikut yang berkembang selama atau segera setelah
pemakaian amphetamin atau zat yang berhubungan -
&) 9akikardia atau bradikardia
%) 5ilatasi pupil
)) Peninggian atau penurunan tekanan darah
2) Berkeringat atau menggigil
0) !ual atau muntah
B) 9anda+tanda penurunan berat badan
() Agitasi atau retardasi psikomotor
C) 7elemahan otot, depresi pernafasan, nyeri dada dan aritmia jantung
') 7onfusi, kejang, diskinesia, distonia, atau kom
5 ,ejala tidak disebabkan oleh kondisi medis umum dan tidak lebih baik
diterangkan oleh gangguan mental lain
4ebutkan jika dengan gangguan persepsi
Putus amphetamin
7eadaan setelah intoksikasi amphetamin dapat disertai dengan ke=emasan,
gemetar, mood disforik, letargi, fatigue, mimpi menakutkan, nyeri kepala, banyak
berkeringat, kram otot 7ram lambung dan rasa lapar ayng tidak pernah
kenyanggejala yang paling serius adalah depresi yang dapat disertai dengan ide atau
usaha bunuh diri
7riteria diagnosis putus amphetamin -
A Penghentian amphetamin yang telah lama atau berat
B !ood disforik dan dua atau lebih perubahan fisiologis berikut yang
berkembang dalam beberapa jam sampai beberapa hari setelah kriteria A -
&) 7elelahan
%) !impi yang gamblang dan tidak menyenangkan
)) $nsomnia atau hipersomnia
2) Peningkatan nafsu makan
0) #etardasi atau agitasi psikomotor
. ,ejala dalam kriteria B menyebabkan penderitaan bermakna se=ara klinis
atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan atau fungsi lainnya
5 ,ejala tidak disebabkan oleh kondisi medis umum dan tidak lebih baik
diterangkan oleh gangguan mental lain
Kafein
pidemiologi
#ata+rata orang de/asa di Amerika mengkonsusi %;; mg kafein dalam sehari
/alaupun %;+);: mengkonsumsi 0;; mg kafein dalam sehari
fek
7afein merupakan suatu methyl@antine dan lebih kuat dari methyl@antine lain
yang sering digunakan yaitu theophyline !ekanisme kerja utama dari kafein adalah
sebagai suatu antagonis reseptor adenosin Akti1asi reseptor adenosin mengaktifkan
suatu protein , inhibisi (,i), jadi menghambat pembentukan =A!P 5engan
demikian kafein meningkatkan =A!P di intraneural didalam neuron yang memiliki
reseptor adenosin 7afein dosis tinggi dapat mempengaruhi dopamin atau
noradrenergik Akti1itas dopamin diperkuat oleh kafein
5osis &;; mg menginduksi eforia ringan disertai ke=anduan zat 5osis );; mg
disertai dengan peningkatan ke=emasan dan disforia ringan pada manusia dan
bertindak sebagai pendorong yang positif
7afein menyebabkan 1asokonstriksi serebral global dengan akibat penurunan
aliran darah ke otak
Kriteria diagnostik gangguan !erhu!ungan dengan kafein
,angguan akibat kafein
$ntoksikasi kafein
,angguan ke=emasan akibat kafein
4ebutkan jika dengan onset selama intoksikasi
,angguan tidur akibat kafein
4ebutkan jika dengan onset selama intoksikasi
,angguan berhubungan dengan kafein yang tidak ditentukan
Kriteria intoksikasi kafein
A 7onsumsi kafein yang belum lama niasanya melebihi %0; mg
B 3ima atau lebih tanda berikut yang berkembang selama atau segera seelah
pemakaian kafein -
&) ,elisah
%) ,ugup
)) ,embira
2) $nsomnia
0) !uka merah
B) 5iuresis
() ,angguan gastrointestinal
C) 7edutan otot
') Dalan pikiran atau bi=ara yang melantur
&;) 9akikadia atau aritmia jantung
&&) Periode tidak mudah lelah
&%) Agitasi psikomotor
. ,ejal dalam kriteria B biasanya menimbulkan penderitaan yang bermakna
se=ara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi lainnya
yang penting
5 ,ejala tidak disebabkan oleh kondisi medis umum dan tidak lebih baik
diterangkan oleh gangguan mental lain
Kriteria diagnostik putus kafein
A Pemakain kafein setiap hari dalam jangka /aktu yang lama
B Penghentian pemakaian kafein se=ara tiba+tiba ataupenurunan jumlah kafein
yang digunakan segera diikuti oleh nyeri kepala dan satu gejala berikut -
i 7elelahan atau mengantuk yang nyata
ii 7e=emasan atau depresi yang nyata
iii !ual atau muntah
. ,ejala dalam kriteria B menyebabkan penderitan se=ara bermakna se=ra klinis
atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan atau fungsi lainnya
5 ,ejala bukan karena efek fisiologis langsung dari kondisi medis umum dan
tidak lebih baik diterangkan oleh gangguan mental lain
Pengo!atan
!enghentikan atau menurunkan penggunaan kafein Analgesik =ukup untuk
mengobati nyeri kepala dan nyeri otot yang mungkin timbul akibat penghentian
kafein
Kana!is
pidemiologi
"sia %B+)2 tahun merupakan kelompok usia yang sering menggunakan Pria
banding /anita adalah dua banding satu Penduduk metropolitan lebih sering
menggunakan dibandingkan dengan nonmetropolitan
fek
#esptor adalah anggota dari reseptor , #eseptor kanabioid diikat dengan
protein , inhibitor (,i) yang berikatan dengan adenil siklase didalam pola
menginhibisi #eseptor kanabioid ditemukan dalam konsentrasi tinggi di gangglia
basalis, hipokampus, dan serebelum dengan konsentrasi yang lebih rendah di
korteks serebral #eseptor tidak ditemukan di batang otak sehingga efek kannabis
minimal pada sistem pernafasan dan jantung
Kriteria diagnosis gangguan yang !erhu!ungan dengan kana!is
,angguan pemakaian kanabis
7etergantungan kanabis
Penyalahgunaan kanabis
,angguan akibat kanabis
$ntoksikasi kanabis
4ebutkan jika dengan gangguan persepsi
5elirium intoksikasi kanabis
,angguan psikotik akibat kanabis dengan /aham
4ebutkan jika dengan onset selama intoksikasi
,angguan psikotik akibat kanabis dengan halusinasi
4ebutkan jika dengan onset selama intoksikasi
,angguan ke=emasan akibat kanabis
4ebutkan jika dengan onset selama intoksikasi
,angguan berhubungan dengan kanabis yang tidak ditentukan
Kriteria untuk intoksikasi kana!is
A Pemakaian kanabis yang belum lama
B Perilaku maladaptif atau perubahan psikologis yang bermakna se=ara
klinis yang berkembang segera setelah pemakaian kanabis
. 5ua atau lebih tanda berikut yang berkembang dalam % jam pemakaian
kanabis -
&) $njeksi konjungti1a
%) Peningkatan nafsu makan mulut kering
)) 9akikardia
5 ,ejala bukan dari kondisi medis umum dan tidak lebih baik diterangkan
oleh gangguan mental lain
4ebutkan jika dengan gangguan persepsi
Pengo!atan
Abstinensia le/at inter1ensi langsung ra/at inap ataupun ra/at jalan di
rumah sakit Psikoterapi indi1idu, keluarga, ataupun kelompok
Kokain
pidemiologi
7ira+kira &C: dari usia &C+%0 tahun yang menggunakan kokain dan %B:
dari usia %B+)2 tahun yang menggunakan kokain Pria banding /anita adalah dua
banding satu dan penduduk metropolitan lebih serin menggunakan dibandingkan
penduduk nonmetropolitan
fek
?fek utamanya adalah penghambatan kompetitif ambilan kembali
dopamin oleh transporter dopamin sehingga meningkatkan konsentrasi dopamin
dalam =elah sinaps dan meningkatkan akti1asi resepto dopamin tipe & dan % 7okain
juga menghambat ambilan katekolamin utama lainnya yaitu katekolamin dan
serotonin 7okain juga menurunkan aliran darah ke otak dan menurunkan penggunaan
glukosa 7okain memiliki kualitas adiktif yang kuat
Kriteria diagnosis gangguan penggunaan kokain
,angguan penggunaan kokain
7etergantungan kokain
Penyalahgunaan kokain
,angguan akibat kokain
$ntoksikasi kokain
4ebutkan jika dengan gangguan persepsi
Putus kokain
5elirium intoksikasi kokain
,angguan psikotik akibat kokain dengan /aham
4ebutkan jika dengan onset selama intoksikasi
,angguan psikotik akibat kokain dengan halusinasi
4ebutkan jika dengan onset selama intoksikasi
,angguan mood akibat kokain
4ebutkan jika dengan -
Enset selama intoksikasi
Enset selama putus
,angguan ke=emasan akibat kokain
4ebutkan jika dengan -
Enset selama intoksikasi
Enset selama putus
,angguan seksual akibat kokain
4ebutkan jika dengan -
Enset selama intoksikasi
,angguan tidur akibat kokain
4ebutkan jika dengan -
Enset selama intoksikasi
Enset selama putus
,angguan berhubungan dengan kokain yang tidak ditentukan
Kriteria diagnosis intoksikasi kokain
Pemakaian kokain yang belum lama
Perilaku maladaptif
5ua atau lebih tanda berikut -
&) 9akikardia atau bradikardia
%) 5ilatasi pupil
)) Peninggian atau penurunan tekanan darah
2) Berkeringat atau menggigil
0) !ual atau muntah
B) 9anda+tanda penurunan berat badan
() Agitasi atau retardasi psikomotor
C) 7elemahan otot, depresi pernafasan, nyeri dada, atau aritmia
jantung
') 7onfusi, kejang, diskinesia, distonia, atau koma
,ejala bukan dari kondisi medis umum dan tidak lebih baik diterangkan oleh
gangguan mental lain
4ebutkan jika dengan gangguan persepsi
Kriteria diagnosis putus kokain
A Penghentian atau penurunan pemakaian kokain yang telah lama
B !ood disforik dan dua atau lebih perubahan fisiologis berikut yang
berkembang dalam beberapa jam sampai beberapa hari setelah kriteria A-
&) 7elelahan
%) !impi yang gmblang dan tidak menenangkan
)) $nsomnia dan hipersomnia
2) Peningkatan nafsu makan
0) #etardasi atau agitasi psikomotor
. ,ejala dalam kriteria B menyebabkan penderitan se=ara bermakna se=ra
klinis atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan atau fungsi lainnya
5 ,ejala bukan karena efek fisiologis langsung dari kondisi medis umum
dan tidak lebih baik diterangkan oleh gangguan mental lain
-alusinogen
pidemiologi
"mumnya digunakan oleh usia &C+%0 tahun
Zat yang tergolong halusinogen :
345 (3ysergi= a=id diethylamide)
Psilo=ybin (dari sejenis jamur)
!es=aline (dari kaktus peyote)
Aarmine dan harmaline
$bogaine
4ubstitusi amfetamin misalnya dimethyltryptamine (5!9),
trimetho@yamphetamine (9!A)
fek -alusinogen
Aalusinogen bersifat simpatomimetik dan menyebabkan hipertensi, takikardi,
hipertermi, dan dilatasi pupil ?fek fisiologisnya ber1ariasi dari yang ringan sampai
halusinasi berat "mumnya hanya terjadi halusinasi ringan
Pada pemakaian halusinogen, persepsi menjadi lebih kuat dari biasanya
<arna menjadi lebih kaya daripada sebelumnya atau dipertajam, musik lebih
menonjol se=ara emosional, dan pembauan dan penge=apan meningkat 9erjadi
sinestesia* /arna terdengar dan suara terlihat 9erdapat perubahan dalam persepsi
/aktu dan ruang Aalusinasi biasanya adalah 1isual, seringkali bentuk dan gambar
geometri=, tetapi kadang+kadang didapatkan juga halusinasi raba dan dengar
Enset kerja halusinogen (dalam hal ini misalnya 345) terjadi dalam satu jam,
memun=ak dalam %+2 jam, dan berlangsung selama C+&% jam 7ematian dapat terjadi
pada pemakaian halusinogen Penyebab kematian biasanya berhubungan dengan
patologi kardio1askular dan serebro1askular yang berhubungan dengan hipertensi
atau hipertermi Penyebab kematian juga berhubungan dengan =edera fisik setelah
suatu gangguan pertimbangan, misalnya melanggar lalu lintas atau kemampuan
seseorang untuk menyebrang
Biasanya digunakan se=ara sporadik karena toleransi yang =epat terjadi dan
juga =epat menghilang dalam beberapa hari setelah penghentian pemakaian obat
9idak terjadi ketergantungan fisik dan gejala putus zat, tetapi dapat terjadi
ketergantungan psikologis
*ntoksikasi -alusinogen
5iagnosis, 9anda dan ,ejala
7riteria diagnosis*
A Pemakaian halusinogen yang belum lama
B Perilaku maladaptif atau perubahan psikologis yang bermakna se=ara klinis
(misalnya ke=emasan atau depresi yang nyata, ideas of referen=e, ketakutan
kehilangan pikiran, ide paranoid, gangguan pertimbangan, atau gangguan
fungsi sosial atau pekerjaan)
. Perubahan persepsi yang terjadi dalam keadaan terjaga penuh dan sadar
(misalnya penguatan persepsi subjektif, depersonalisasi, derealisasi, ilusi,
halusinasi, sinestesia) yang berkembang selama, atau segera setelah
pemakaian halusinogen
5 5ua (atau lebih) tanda berikut yang berkembang selama atau segera setelah
pemakaian halusinogen
& dilatasi pupil
% takikardi
) berkeringat
2 palpitasi
0 pandangan kabur
B tremor
( inkoordinasi
? ,ejala bukan karena kondisi medis umum dan tidak lebih baik diterangkan
oleh gangguan mental lain
9erapi
7onseling suportif, menenangkan, memberikan perlindungan, pendampingan,
dan penentraman 4elain itu dapat pula diberikan diazepam %;mg per oral Dika pasien
dengan gejala psikotik dan agitasi, dapat diberikan antipsikotik poten, misalnya
haloperidol (haldol), fluphenazine (proli@in), atau thiothi@ene (Na1ane)
"angguan Persepsi .enetap -alusinogen
4etelah penghentian penggunaan halusinogen, seseorang dapat mengalami
suatu kilas balik (flashba=k) berupa gejala halusinogenik 4indrom ini disebut
gangguan persepsi menetap halusinogen Flashba=k ini dapat dipi=u oleh stress
emosional, pemutusan sensorik (misalnya mengendarai se=ara monoton) atau
menggunakan zat psikoaktif lainnya (alkohol, marijuana)
Pasien dapat diterapi dengan benzodiazepine dosis rendah (untuk episode
akut) dan obat+obat antipsikotik (jika persisten)
*nhalan
pidemiologi
9erutama pada orang+orang muda (&C+%0 tahun) dengan sosial ekonomi rendah
Zat yang tergolong halusinogen :
Berbagai bahan lem, pelarut, dan pembersih sangat mudah menguap, dapat diinhalasi
dan memberikan efek psikotropik "mumnya merupakan hidrokarbon aromati=,
=ontohnya bensin, kerosene, perekat plastik dan karet, perekat pesa/at dan alat rumah
tangga, =at, pengen=er =at, aerosol, semir sepatu, pembersih =at kuku, =airan
pembersih
fek *nhalan
$nhalan sangat =epat diserap melalui paru+paru dan =epat dikirim ke otak
?feknya tampak dalam lima menit dan dapat berlangsung selama ); menit sampai
beberapa jam, tergantung pada zat inhalan dan dosisnya
?fek inhalan mirip dan sinergi dengan efek depresan saraf pusat lainnya
(etanol, barbiturat dan benzodiazepine) Beberapa peneliti telah menyatakan bah/a
inhalan bekerja melalui suatu peningkatan sistem gamma+aminobutyri= a=id (,ABA)
Peneliti lain menyatakan bah/a inhalan mempunyai efek fluidisasi membran
5alam dosis a/al yang ke=il inhalan dapat menginhibisi dan menyebabkan
perasaan euphoria, kegembiraan dan sensasi mengambang yang menyenangkan
,ejala psikologis lain pada dosis tinggi dapat termasuk rasa ketakutan, ilusi sensorik,
halusinasi auditoris dan 1isual, dan distorsi ukuran tubuh ,ejala neurologist dapat
berupa bi=ara tidak jelas (menggumam), penurunan ke=epatan bi=ara dan ataksia
Penggunaan dalam periode lama dapat disertai dengan iritabilitas, labilitas emosi, dan
gangguan ingatan
*ntoksikasi *nhalan
7riteria 5iagnosis $ntoksikasi $nhalan
A Pemakaian inhalan 1olatile yang disengaja dan belum lama atau pemaparan
dengan inhalan 1olatile jangka pendek dan dosis tinggi (termasuk gas
anestetik, dan 1asodilator kerja singkat)
B Perilaku maladapti1e atau perubahan psikologis yang bermakna se=ara klinis
(misalnya kenakalan, penyerangan, apati, gangguan pertimbangan, gangguan
fungsi sosial atau pekerjaan) yang berkembang selama atau segera setelah
pemakaian atau pemaparan dengan inhalasi 1olatil
. 5ua (atau lebih ) tanda berikut, yang berkembang selama, atau segera setelah,
pemakaian atau pemaparan dengan inhalan
& pusing
% nistagmus
) inkoordinasi
2 bi=ara =adel
0 gaya berjalan tidak mantap
B letargi
( depresi refleks
C retardasi psikomotor
' tremor
&; kelemahan otot umum
&& pandangan kabur atau diplopia
&% stupor atau koma
&) euforia
5 ,ejala bukan karena kondisi medis umum dan tidak lebih baik diterangkan
oleh gangguan mental lain
?fek toksik inhalan selain kerusakan otak juga dapat menyebabkan kerusakan
hati, depresi sumsum tulang, neuropati perifer dan imunosupresi <alaupun
jarang, dapat terjadi gejala putus zat dengan karakteristik mudah tersinggung,
gangguan tidur, menggigil, berkeringat, mual, muntah, takikardi, dan kadang+
kadang halusinasi dan delusi 9erapi jangka pendek hanya suportif yaitu =airan
dan monitor tekanan darah
Nikotin
pidemiologi
Aampir (;: dari populasi setidaknya pernah merokok 3aki+laki se=ara bermakna
lebih besar kemungkinan untuk merokok
fek Nikotin
Nikotin bekerja sebagai suatu agonis pada reseptor asetilkolin subtype
nikotinik Nikotin dianggap mempunyai sifat mendorong positif dan adiktif karena
nikotin mengakti1asi jalur dopaminergik yang keluar dari area tegmental 1entral ke
korteks serebral dan sistem limbik 4elain itu, nikotin meningkatkan konsentrasi
norepinefrin dan epinefrin dalam sirkulasi dan peningkatan pelepasan 1asopressin,
endorphin beta, hormon adrenokortikotropik (A.9A), dan kortisol Aormon+hormon
tersebut diperkirakan berperan dalam efek stimulasi dasar dari nikotin pada sistem
saraf pusat
9idak ada kriteria diagnosis untuk intoksikasi nikotin dalam 54!+$6
/pioid
pidemiologi
9erutama pada usia );+2; tahun
Zat yang tergolong halusinogen :
Epium
!orfin
Aeroin
!ethadone
Pentazo=ine
!eperidine
Propo=yphene
fek /pioid
Epioid bekerja pada reseptor opioid #eseptor G menyebabkan analgesia,
depresi pernapasan, konstipasi, dan ketergantungan #eseptor 7 menyebabkan
analgesia, diuresis, dan sedasi #eseptor H menyebabkan analgesia Epioid juga
bekerja pada sistem dopaminergik dan non adrenergik Beberapa data menyatakan
bah/a sifat adiktif dan menyenangkan dari opiate dan opioid diperantarai oleh
akti1asi area tegmental 1entral neuron dopaminergik yang berjalan ke korteks serebral
dan sistem limbik
Aeroin merupakan opiate yang paling sering disalahgunakan dan lebih poten
karena lebih larut lemak dibandingkan morfin 7arena sifat tersebut, heroin mele/ati
sa/ar darah+otak lebih =epat sehingga onset kerjanya juga lebih =epat Aeroin juga
lebih bersifat adiktif
9oleransi terhadap opiate dan opioid terjadi dengan =epat 9etapi gejala putus
opioid tidak terjadi ke=uali seseorang telah menggunakan opiat atau opioid dalam
jangka /aktu lama atau jika penghentiannya se=ara tiba+tiba
*ntoksikasi /pioid
7riteria diagnosis untuk intoksikasi opioid-
A Pemakaian opioid yang belum lama
B Perilaku maladaptif atau perubahan psikologis yang bermakna se=ara klinis
(misalnya euphoria a/al diikuti oleh apati, disforia, agitasi, atau retardasi
psikomotor, gangguan pertimbangan, atau gangguan fungsi sosial atau
pekerjaan) yang berkembang selama atau segera setelah pemakaian opioid
. 7onstriksi pupil (atau dilatasi pupil karena anoksia akibat o1erdosis berat) dan
satu (atau lebih) tanda berikut, yang berkembang selama, atau segera setelah,
pemakaian opioid
& mengantuk atau koma
% bi=ara =adel
) gangguan atensi atau daya ingat
5 ,ejala tidak karena kondisi medis umum dan tidak lebih baik diterangkan oleh
gangguan mental lain
4ebutkan jika-
dengan gangguan persepsi
Toleransi, Ketergantungan, dan Putus /pioid
9erjadi dengan =epat pada penggunaan opioid jangka panjang, yang
menyebabkan perubahan jumlah dan sensiti1itas reseptor opioid dan meningkatkan
sensiti1itas reseptor dopaminergik, kolinergik, dan serotonergik
,ejala putus opioid terutama berkaitan dengan hiperaktifitas dari neuron
noradrenergi= Putus opioid jarang merupakan suatu kega/atdaruratan medis ,ejala
klinisnya flu-like dan drug craving, =emas, lakrimasi, rhinorrhea, berkeringat,
insomnia, nyeri otot, nyeri perut, dilatasi pupil, tremor, restlessness, piloere=tion,
mual, muntah, diare, dan meningkatnya tanda 1ital Aati+hati pasien dengan
malingering untuk mendapatkan obat, lihat tanda+tanda objektif (misalnya
piloere=tion, dilatasi pupil, takikardia, hipertensi) Dika tidak ada tanda+tanda objektif,
jangan berikan opioid
,ejala putus opioid yang tidak diterapi tidak berakibat buruk se=ara medis
9ujuan dari detoksifikasi hanyalah untuk meminimalisasi gejala+gejala putus opioid
a 5etoksifikasi
5iberikan &; mg metadon, jika gejala tetap ada setelah 2+B jam, berikan tambahan
dosis 0+&;mg yang dapat diulang tiap 2+B jam 5osis total yang diberikan dalam %2
jam, diberikan juga pada hari kedua 7emudian dosis diturunkan setiap hari
sebanyak 0mg/hari
4elain metadon, dapat juga digunakan pentazo=ine, klonidin, naltre@one (antagonis
opiat)
b 4ubstitusi opioid
!erupakan terapi jangka panjang untuk ketergantungan opiate !etadon dosis
rendah biasanya dipertahankan B;mg/hari atau kurang Bisa juga digunakan
le1omethadyl yang memiliki duration of a=tion yang lebih panjang sehingga bisa
diberikan )@ seminggu Atau dapat juga digunakan buprenorphine yang =ampuran
agonis+antagonis pada reseptor opiat
= 9erapi komunitas
9erapi kelompok dimana suatu tempat tinggal yang anggotanya semua memiliki
masalah penyalahgunaan zat yang sama
d $nter1ensi lain
Penyuluhan tentang penularan A$6, psikoterapi indi1idu atau kelompok
Phen0y0lidine (atau mirip Phen0y0lidine)
pidemiologi
9erutama laki+laki berusia %;+2; tahum
Zat yang termasuk Phen0y0lidine:
o P.P
o 7etamine
fek Phen0y0lidine
!erupakan anestesi disosiatif dengan efek halusinogen 4ekarang sudah tidak
digunakan pada manusia karena efek halusinasinya
Phen=y=lidine (P.P) paling sering digunakan sebagai suatu aditif terhadap
rokok yang mengandung kanabis atau peterseli ?fek utamanya adalah sebagai
antagonis reseptor glutamate subtype N+methyl+5+aspartate (N!5A) P.P berikatan
dengan suatu tempat di dalam saluran kalsium yang berhubungan dengan N!5A dan
men=egah influks ion kalsium ?fek lain dari P.P adalah akti1asi neuron
dopaminergik pada daerah tegmental 1entralis, yang keluar ke korteks serebral dan
sistem limbik
?fek dari P.P berkaitan dengan dosis Pada dosis rendah, efeknya depresan
sistem saraf pusat, nistagmus, pandangan kabur, baal, dan inkoordinasi 5osis sedang,
menyebabkan hipertensi, disartria, ataksia, meningkatnya tonus otot (terutama pada
/ajah dan leher), refleks hiperaktif dan berkeringat Pada dosis tinggi, terjadi agitasi,
demam, gerakan+gerakan abnormal, rhabdomyolisis, myoglobinuri, dan gangguan
fungsi ginjal E1erdosis dapat mengakibatkan kejang, hipertensi berat, diaforesis,
hipersali1asi, depresi sistem pernapasan, stupor, koma, dan kematian
9oleransi dan ketergantungan psikis terhadap P.P biasanya terjadi tetapi
ketergantungan fisik dan gejala putus zat jarang terjadi
*ntoksikasi Phen0y0lidine
7riteria diagnosis untuk intoksikasi Phen=y=lidine
A Pemakaian phen=y=lidine (atau zat yang berhubungan) yang belum lama
B Perubahan perilaku maladaptif yang bermakna se=ara klinis (misalnya
kenakalan, penyerangan, impulsifitas, tidak dapat diperkirakan, agitasi
psikomotor, gangguan pertimbangan, atau gangguan fungsi sosial atau
pekerjaan) yang berkembang selama, atau segera setelah pemakaian
phen=y=lidine
. 5alam satu jam (lebih =epat jika diisap seperti rokok, didengus atau digunakan
se=ara intra1ena), dua (atau lebih) tanda berikut-
& nistagmus 1erti=al atau horizontal
% hipertensi atau takikardia
) mati rasa atau penurunan responsi1itas terhadap nyeri
2 ataksia
0 disartria
B kekakuan otot
( kejang atau koma
C hiperakusis
5 ,ejala tidak karena kondisi medis umum dan tidak lebih baik diterangkan oleh
gangguan mental lain
4ebutkan jika-
dengan gangguan persepsi
Terapi
$solasi pasien dalam ruangan yang tenang 7onseling diberikan hanya jika P.P telah
bersih dari dalam tubuh, karena dalam keadaan intoksikasi, pasien mengalami
gangguan =emas Dika terdapat gejala psikotik dan agitasi, dapat diberikan antipsikotik
poten yang tidak terlalu memberikan efek antikolinergik
+edatif'-ipnotik'Ansiolitik
pidemiologi
9erutama perempuan dengan usia diba/ah 2; tahun
Zat yang termasuk +edatif'-ipnotik'Ansiolitik:
Benzodiazepin
5iazepam, =hlordiazepo@ide, flurazepam, lorazepam, alprazolam,
triazolam, temazepam, o@azepam
Barbiturat
4e=obarbital, pentobarbital
Zat mirip barbiturat
!eprobamate, metha>ualone, glutethimide, eth=hlor1ynol
fek +edatif'-ipnotik'Ansiolitik
Benzodiazepin, barbiturat, dan zar mirip barbiturat semuanya memiliki egek
pada kompleks reseptor gamma+aminobutyri= a=id (,ABA) tipe A, yang mempunyai
suatu saluran ion klorida, suatu tempat ikatan untuk ,ABA, dan tempat ikatan yang
ditentukan dengan baik untuk benzodiazepine Barbiturat dan zat mirip barbiturat
dianggap berikatan di suatu tempat pada kompleks reseptor ,ABA
A

Ebat+obat golongan ini digunakan untuk insomnia dan gangguan =emas Ebat+
obat ini sering juga digunakan untuk meningkatkan efek euforik dari pemakaian
opioid dan alkohol
*ntoksikasi +edatif'-ipnotik'Ansiolitik
7riteria diagnosis untuk intoksikasi 4edatif+Aipnotik+Ansiolitik
A Pemakaian sedatif, hipnotik, ansiolitik yang belum lama
B Perilaku maladapti1e atau perubahan psikologis yang bermakna se=ara klinis
(misalnya perilaku seksual atau agresif yang tidak semestinya, labilitas mood,
gangguan pertimbangan, gangguan fungsi sosial atau pekerjaan) yang
berkembang selama, atau segera setelah pemakaian hipnotik, sedatif, atau
ansiolitik
. 4atu (atau lebih) tanda berikut, berkembang selama, atau segera setelah
pemakaian hipnotik, sedatif, atau ansiolitik-
& bi=ara =adel
% inkoordinasi
) gaya berjalan tidak mantap
2 nistagmus
0 gangguan atensi atau daya ingat
B stupor atau koma
5 ,ejala tidak karena kondisi medis umum dan tidak lebih baik diterangkan oleh
gangguan mental lain
Terapi
3a1ase lambung, =har=oal terakti1asi, dan monitoring tanda 1ital dan akti1itas sistem
saraf pusat Dika pasien koma, pasang jalur intra1ena, selang endotrakeal, 1entilasi
mekanis jika diperlukan
"e)ala Putus +edatif -ipnotik Ansiolitik
7riteria diagnosis untuk putus sedatif, hipnotik, atau ansiolitik-
A Penghentian (atau penurunan) pemakaian sedatif, hipnotik, atau ansiolitik
yang telah lama dan berat
B 5ua (atau lebih) berikut yang berkembang dalam beberapa jam sampai
beberapa hari setelah =riteria A-
& hiperakti1itas otonomik (misalnya berkeringat atau denyut nadi lebih
dari &;;)
% peningkatan tremor tangan
) insomnia
2 mual atau muntah
0 halusinasi atau ilusi lihat, taktil, atau dengar yang transient
B agitasi psikomotor
( ke=emasan
C kejang grand mal
. ,ejala dalam =riteria B menyebabkan penderitaan yang bermakna se=ara
klinis atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lain
5 ,ejala tidak karena kondisi medis umum dan tidak lebih baik diterangkan oleh
gangguan mental lain
4ebutkan jika-
dengan gangguan persepsi
Terapi
?1aluasi dan menangani keadaan medis dan psikiatri
Anamnesa ri/ayat penggunaan obat dan lakukan pemeriksaan etanol dari darah
dan urin
9entukan dosis benzodiazepine atau barbiturat untuk stabilisasi, berdasarkan
ri/ayat anamnesa, keadaan klinis, pemeriksaan etanol, dan kadang+kadang
dengan dosis tes
5etoksikasi dengan dosis supraterapi
a !engganti dengan benzodiazepine kerja panjang (misalnya diazepam,
=lonazepam) tetapi bisa juga dipertahankan obat yang biasanya
digunakan oleh pasien
b 4etelah stabilisasi, turunkan dosis );: pada hari kedua dan ketiga lalu
lihat respons
= 9urunkan lagi dosis sebesar &;:+%0: tiap beberapa hari jika dapat
ditoleransi
d 5apat digunakan obat tambahan jika diperlukan- karbamazepin,
antagonis I+adrenergi=, 1alproate, klonidin, dan antidepresan sedatif
5etoksikasi dengan dosis terapi - reduksi dosis &;:+%0: dan lihat respons pasien
$nter1ensi psikologis
+teroid Ana!olik
pidemiologi
9erutama laki+laki masa adolesen atau de/asa muda
Zat yang termasuk steroid ana!oli0:
o Per oral
Fluo@ymesterone
!ethandienone
!ethyltestosteron
E@anarolone
!esterolone
4tanozolol
o $ntra mus=ular
Nandrolone de=anoate
Nandrolone phenpropionate
!ethenolone enanthate
4tanozolol
9estosterone esters blends
9estosterone =ypionate
fek +teroid ana!oli0
Penggunaan steroid anaboli= sangat digemari karena dapat memperbaiki
penampilan Ebat+obat ini dapat membesarkan otot, mengurangi lemak dan =airan
A/alnya steroid akan menyebabkan hiperaktifitas dan euphoria, sehingga dapat
berakibat iritabilitas, ke=emasan, somatisasi, depresi, gejala manik, dan tindak
kekerasan
4teroid bersifat adiktif Penghentian pemakaian dapat berakibat depresi, =emas
dan kha/atir tentang penampilan fisik ,ejala fisik yang timbul antara lain jera/at,
kebotakan dini, ginekomasti, atrofi testi=ular, pembesaran klitoris, kelainan
menstruasi, dan hirsutisme
Program &eha!ilitasi
&% langkah yang sering digunakan dalam program rehabilitasi penyalahgunaan
NAPZA, yaitu-
& !engakui bah/a hidupnya telah dihan=urkan oleh ketergantungan
% Per=aya bah/a ada suatu kekuatan yang lebih besar yang dapat membantu
memperbaiki hidup kita
) Buat keputusan untuk menyerahkan kehendak dan kehidupan kita kepada
9uhan
2 !embuat suatu pen=arian nilai+nilai moral dalam diri kita sendiri
0 !engakui kepada 9uhan, diri kita sendiri, dan orang+orang lain semua
kesalahan yang telah dilakukan
B !empersiapkan diri untuk 9uhan yang akan mengangkat kelemahan+
kelemahan kita
( 5engan rendah hati, meminta 9uhan untuk mengambil kelemahan+kelemahan
kita
C Buat daftar semua orang yang pernah dilukai dan berusaha meminta maaf
kepada mereka semua
' 4egera meminta maaf jika memungkinkan, ke=uali jika hal tersebut akan
melukai mereka atau orang lain
&; 3anjutkan membuat daftar pribadi tentang kesalahan kita dan segera
mengakuinya
&& Berdoa dan meditasi untuk meningkatkan hubungan kita dengan 9uhan,
berdoa sehingga kita menyadari kemauan dan kemampuan 9uhan dalam
membantu kita
&% !emperoleh suatu pen=erahan spiritual sebagai akhir dari langkah+langkah ini
DA(TA& P1+TAKA
///asiamaya=om/undangundang/uuJpsikotropika/uuJpsikotropikabab$htm
///depkesgoid/do/nloads/napzapdf
7aplan,Aarold* 4ado=k,Benjamin D* ,reb,Da=k A 4inopsis Psikiatri Dilid &
?disi ( Bina #upa Aksara Dakarta &''( halaman 0(&+BC2
4ado=k, Benjamin D* 4ado=k, 6irginia A Pocket Handbook of Clinical
Psychiatry )
rd
edition 3ippin=ott <illiams K <ilkins Philadelphia %;;& page ('+
''
54!+$6, 5iagnosti= and 4tatisti=al !anual of !ental 5isorder 2
th
edition
2L*N*2AL +2*N2 +++*/N
NAPZA
(NA&K/T*K, P+*K/T&/P*KA, DAN ZAT AD*KT*( LA*NN3A)
E3?A
ni 3uliani
2hristine Anita
Pre0eptor
Lynna Lidyana, dr# +pK%
(AK1LTA+ KD/KT&AN
1N*4&+*TA+ PAD%AD%A&AN
&+-+ ,AND1N"
5667