Anda di halaman 1dari 30

BAB I

PENDAHULUAN
Sebagaimana diketahui keluarga merupakan bagian terkecil dari masyarakat
yang dapat mencerminkan kualitas dari suatu negara. Keluarga yang sejahtera, sehat,
harmonis, berkualitas, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan
idaman dari setiap keluarga, oleh karena itu programprogram Keluarga !erencana
telah dirubah "isinya dari mewujudkan #KK!S menjadi $Keluarga !erkualitas Tahun
%&'()
'
. Keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat, maju,
mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab,
harmonis dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. *ari "isi tersebut terlihat
bahwa program Keluarga !erencana memiliki andil yang penting dalam upaya
meningkatkan kualitas penduduk.
Keluarga berencana merupakan salah satu upaya pelayanan kesehatan
pre"enti+ yang paling dasar dan utama. ,encegahan kematian dan kesakitan ibu
merupakan alasan utama diperlukannya pelayanan keluarga berencana
'
.
,erwujudan nyata dalam partisipasi program Keluarga !erencana adalah dengan
menggunakan kontrasepsi. Tetapi dilain pihak terdapat kendala berupa banyaknya
jenis kontrasepsi yang beredar dipasaran dan masyarakat hanya mampu menyebut
jenis alat atau obat kontrasepsi tersebut sedangkan in+ormasiin+omasi mengenai
keuntungan, kekurangan, kontraindikasi maupun e+ek samping dari kontrasepsi
tersebut tidak mereka dapatkan, belum lagi adanya pandanganpandangan atau norma
budaya lingkungan dan orang tua yang dapat membuat pengguna -akseptor. menjadi
raguragu dalam menggunakan kontrasepsi tersebut. /ntuk itu diperlukan suatu
layanan konseling agar dapat menjelaskan secara benar setiap kontrasepsi dengan
jelas mengenai keuntungan, kerugian, e+ek samping maupun kontraindikasinya.
,enggunaan alat dan obat kontrasepsi memang tidak dapat lepas dari e+ek
samping dan risiko yang kadangkadang dapat merugikan kesehatan, namun demikian
yang harus dipikirkan adalah bene+it0 keuntungan dari penggunaan alat0 obat
kontrasepsi tersebut yang lebih besar dibanding tidak menggunakan kontrasepsi.
1dapun syarat metode kontrasepsi yang ideal adalah 2
1man, artinya tidak menimbulkan komplikasi yang berat bila digunakan
!erdaya guna, dalam arti bila digunakan sesuai dengan aturan akan dapat
mencegah kehamilan
*apat diterima, bukan hanya oleh akseptor tapi juga oleh lingkungan budaya
di masyarakat
Terjangkau harganya oleh masyarakat
!ila metode tersebut dihentikan penggunaannya, kesuburan akan segera
pulih, kecuali untuk kontrasepsi mantap.
,engaturan kelahiran memiliki bene+it -keuntungan. kesehatan yang nyata,
salah satu contoh pil kontrasepsi dapat mencegah terjadinya kanker uterus dan
o"arium, penggunaan kondom ,rogram K! menentukan kualitas keluarga, karena
program ini dapat menyelamatkan kehidupan perempuan serta meningkatkan status
kesehatan ibu terutama dalam mencegah kehamilan tak diinginkan, menjarangkan
jarak kelahiran mengurangi risiko kematian bayi. Selain memberi keuntungan
ekonomi pada pasangan suami istri, keluarga dan masyarakat, K! juga dapat
mencegah penularan penyakit menular seksual, seperti 345.
BAB II
KONTRASEPSI
Kontrasepsi ialah usahausaha untuk mencegah terjadinya kehamilan. /saha 6
usaha itu dapat bersi+at sementara, dapat juga bersi+at permanen. Yang bersi+at
permanen pada wanita disebut tubektomi dan pada pria disebut "asektomi.
Sampai sekarang cara kontrasepsi yang ideal belum ada. Kontrasepsi ideal itu harus
memenuhi syaratsyarat sebagai berikut2 '. dapat dipercaya, %. tidak menimbukan
e+ek yang mengganggu kesehatan, 7. daya kerjanya diatur menurut kebutuhan, 8.
tidak menimbulkan gangguan sewaktu melakukan koitus, (. tidak memerlukan
moti"asi terusmenerus, 9. mudah pelaksanaannya, :.murah harganya sehingga dapat
dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, ;. dapat diterima penggunaanya oleh
pasangan yang bersangkutan.
Akseptabilitas
1kseptabilitas suatu cara kontrasepsi ditentukan oleh beberapa +aktor, antara lain2 '.
dapat dipercaya, %. tidak ada e+ek sampingan atau hanya ada e+ek sampingan ringan,
7. tidak mempengaruhi koitus, 8. mudah penggunaannya, (. harga obat0alat
kontrasepsi terjangkau. 1kseptabilitas ini terbukti apabila pasangan tetap
mempergunakan cara kontrasepsi yang bersangkutan, dan baru berhenti jika pasangan
ingin mendapat anak lagi, atau jika kehamilan tidak akan terjadi lagi karena umur
wanita sudah lanjut atau oleh karena ia telah menjalani kontrasepsi permanen.
Metode kontrasepsi
Metodemetode dengan e+ekti"itas ber"ariasi yang saat ini digunakan adalah 2
'. Kontrasepsi tanpa menggunakan alatalat0obatobatan
%. Kontrasepsi secara mekanis baik untuk pria maupun wanita
7. Kontrasepsi dengan obatobat spermatisida
8. Kontrasepsi 3ormonal -oral, suntik, implant.
(. Kontrasepsi dengan 1K*<
9. Kontrasepsi Mantap -tubektomi dan "asektomi.
1 KONTRASEPSI TANPA MEN!!UNAKAN ALAT"ALAT# OBAT"OBATAN
'.' Senggama terputus -coitus interuptus.
=ara ini mungkin merupakan cara kontrasepsi yang tertua yang dikenal oleh manusia,
dan mungkin masih merupakan cara yang banyak dilakukan sampai sekarang.
Senggama terputus ialah penarikan penis dari "agina sebelum terjadi ejakulasi. 3al ini
berdasarkan kenyataan, bahwa akan terjadinya ejakulasi disadari sebelumnya oleh
sebagian besar pria, dan setelah itu masih ada waktu kirakira ' detik sebelum
ejakulasi terjadi. >aktu yang singkat ini dapat digunakan untuk menarik keluar penis
dari "agina. Keuntungannya, cara ini tidak membutuhkan biaya, alatalat maupun
persiapan, akan tetapi kekurangannya bahwa untuk mensukseskan cara ini dibutuhkan
pengendalian diri yang besar dari pihak pria dan bisa mengurangi
kenikmatan0kepuasan dalam berhubungan seksual. Selanjutnya penggunaan cara ini
dapat menimbulkan neurasteni.
E+ekti"itas bergantung pada kesediaan pasangan untuk melakukan senggama
terputus setiap melaksanakannya -angka kegagalan 8'; kehamilan per '&&
perempuan per tahun.. *an e+ekti"itasnya akan jauh menurun jika sperma dalam %8
jam sejak ejakulasi masih melekat pada penis. Kegagalan dengan cara ini dapat
disebabkan oleh2
'. 1danya pengeluaran air mani sebelum ejakulasi -praejeculatory +luid.
yang dapat mengandung sperma, apalagi pada koitus yang berulang
-repeated coitus.?
%. Terlambatnya pengeluaran penis dari "agina?
7. ,engeluaran semen dekat pada "ul"a dapat menyebabkan kehamilan.
'.% ,embilasan pascasenggama -postcoital douche.
,embilasan "agina dengan air biasa dengan atau tanpa tambahan larutan obat -cuka
atau obat lain. segera koitus merupakan cara yang telah lama sekali dilakukan untuk
tujuan kontrasepsi. Maksudnya ialah untuk mengeluarkan sperma secara mekanik dari
"agina. ,enambahan cuka ialah untuk memperoleh e+ek spermasida serta menjaga
asiditas "agina.
=ara ini mengurangi kemampuan terjadinya konsepsi hanya dalam batasbatas
tertentu karena sebelum pembilasan dapat dilakukan, spermato@oa dalam jumlah besar
telah memasuki ser"ik uteri.
'.7 ,erpanjangan masa menyusui anak -,rolonged lactation.
Sepanjang sejarah para wanita mengetahui bahwa kemungkinan untuk menjadi hamil
lebih kecil apabila mereka menyusui anaknya segera setelah melahirkan. Menyusui
secara eksklusi+ merupakan suatu metode kontrasepsi sementara yang cukup e+ekti+,
selama ibu belum mendapat haid, dan waktunya kurang dari 9 bulan pascapersalinan.
E+ekti"itasnya dapat mencapai A; B
'
. 3al ini dapat e+ekti+ bila ibu menyusui lebih
dari ; kali sehari dan bayi mendapat cukup asupan per laktasi? ibu belum mendapat
haid, dan atau dalam 9 bulan pasca persalinan.
Caktasi dikaitkan dengan adanya prolaktinemia dan prolaktin menekan adanya
o"ulasi. Tetapi o"ulasi pada suatu saat akan terjadi dan dapat mendahului haid
pertama sehingga apabila hanya mengandalkan pemberian 1S4 saja dapat
memberikan resiko kehamilan untuk itu dapat dipertimbangan pemakaian kontrasepsi
lain.
,ersalinan 7 minggu 9 minggu 9 bulan
Metode 1menorea
Caktasi -M1C.

1K*<
Sterilisasi
Kondom0spermasida
Kontrasepsi
,rogestin

K! 1lamiah
Kontrasepsi
kombinasi

Tabel '. >aktu yang dianjurkan untuk memulai kontrasepsi pada wanita menyusui
'
'.8 ,antang berkala - rhythm method .
=ara ini awalnya diperkenalkan oleh Kyusaku Dgino dari Eepang dan 3ermann Knaus
dari Eerman, pada saat yang sama, kirakira tahun'A7'. Dleh karena itu cara ini sering
juga disebut cara DginoKnaus. Mereka bertitik tolak dari hasil penyelidikan bahwa
seorang wanita hanya dapat hamil selama beberapa hari saja dalam tiap daur haidnya.
Masa subur yang disebut )Fase D"ulasi) mulai 8; jam sebelum o"ulasi dan berakhir
%8 jam setelah o"ulasi. Sebelum dan sesudah masa itu, wanita tersebut berada dalam
masa tidak subur.
Kesulitan cara ini ialah bahwa waktu yang tepat dari o"ulasi sulit untuk
ditentukan? o"ulasi umumnya terjadi '8 G % hari sebelum hari pertama haid yang akan
datang. ,ada wanita dengan haid yang tidak teratur, akan tetapi "ariasi yang tidak jauh
berbeda, dapat diterapkan masa subur dengan perhitungan 2
$*aur haid terpendek dikurangi '; hari dan daur haid terpanjang dikurangi '' hari).
Masa aman ialah sebelum daur haid terpendek yang telah dikurangi.
$ KONTRASEPSI SE%ARA MEKANIS
$1 PRIA
%.'.' Kondom
,enggunaan kondom mempunyai tujuan perlindungan terhadap penyakit
kelamin yang telah dikenal sejak @aman Mesir kuno. Kini paling umum dipakai ialah
kondom dari karet? kondom ini tebalnya kirakira &,&( mm. Kini telah tersedia
berbagai ukuran dengan bermacammacam warna. ,ada waktu sekarang kondom telah
dipergunakan secara luas di seluruh dunia dalam program keluarga berencana.
,rinsip kerja kondom ialah sebagai perisai dari penis sewaktu melakukan
koitus, dan mencegah tumpahnya sperma dalam "agina. !entuk kondom adalah
silindris dengan pinggir yang tebal pada ujung yang terbuka, sedang ujung yang buntu
ber+ungsi sebagai penampung sperma. *iameternya biasanya kirakira 7'79,( mm
dan panjang lebih kurang 'A mm. Kondom dilapisi dengan pelicin yang mempunyai
si+at spermatisid.
Keuntungan kondom, selain untuk tujuan kontrasepsi juga dapat memberi
perlindungan terhadap penyakit kelamin
(
. Kekurangannya ialah ada kalanya pasangan
yang mempergunakannya merasakan selaput karet tersebut sebagai penghalang dalam
kenikmatan sewaktu melakukan koitus. Sebabsebab kegagalan memakai kondom
ialah bocor atau koyaknya alat itu atau tumpahnya sperma yang disebabkan oleh tidak
dikeluarkannya penis segera setelah terjadi ejakulasi. E+ek sampingan kondom tidak
ada, kecuali jika ada alergi terhadap bahan untuk membuat karet.
E+ekti"itas kondom ini tergantung dari mutu kondom dan dari ketelitian dalam
penggunaannya. Mengenai pemakaian kondom perlu diperhatikan halhal berikut 2
'. Eangan melakukan koitus sebelum kondom terpasang dengan baik.
%. ,asanglah kondom sepanjang penis yang sedang dalam ereksi. ,ada pria yang
tidak bersunat, prepusium harus ditarik terlebih dahulu.
7. Tinggalkan sebagian kecil dari ujung kondom untuk menampung sperma.
,ada kondom yang mempunyai kantong kecil di ujungnya, keluarkanlah udara
terlebih dahulu sebelum kondom dipasang.
8. ,ergunakanlah bahan pelicin secukupnya pada permukaan kondom untuk
mencegah terjadinya robekan.
(. Keluarkanlah penis dari "agina sewaktu masih dalam keadaan ereksi dan
tahanlah kondom pada tempatnya ketika penis dikeluarkan dari "agina, supaya
sperma tidak tumpah.
%.% &ANITA
%.%.' ,essarium
!ermacammacam pessarium telah dibuat untuk tujuan kontrasepsi. Secara
umum pessarium dapat dibagi atas dua golongan, yakni -'. diafragma vaginal ? dan
-%. cervical cap.
%.%.'.' Diafragma vaginal
,ada tahun ';;' Mensinga dan Flensburg -!elanda. telah menciptakan untuk
pertama kalinya dia+ragma "aginal guna mencegah kehamilan.
*ewasa ini dia+ragma "aginal terdiri atas kantong karet yang berbentuk mangkuk
dengan per elastis pada pinggirnya. ,er ini ada yang terbuat dari logam tipis yang
tidak dapat berkarat, ada pula yang dari kawat halus yang tergulung sebagai spiral dan
mempunyai si+at seperti per.
*ia+ragma dimasukkan ke dalam "agina sebelum koitus untuk menjaga jangan
sampai sperma masuk ke dalam uterus. /ntuk memperkuat khasiat dia+ragma, obat
spermatisida dimasukkan ke dalam mangkuk dan dioleskan pada pinggirnya.
*ia+ragma "aginal sering dianjurkan pemakaiannya dalam halhal seperti 2
'. keadaan dimana tidak tersedia cara yang lebih baik.
%. jika +rekuensi koitus tidak seberapa tinggi, sehingga tidak dibutuhkan
perlindungan yang terusmenerus.
7. jika pemakaian pil, 1K*<, atau cara lain harus dihentikan untuk sementara
waktu oleh karena sesuatu sebab.
*ia+ragma paling cocok untuk dipakai pada wanita dengan dasar panggul yang
tidak longgar dan dengan tonus dinding "agina yang baik.
,ada keadaankeadaan tertentu pemakaian dia+ragma tidak dapat dibenarkan,
misalnya pada '. sistokel yang berat? %. prolapsus uteri? 7. +istula "agina? 8.
hiperante+leksio atau hiperretro+leksio uterus.
/mumnya dia+ragma "aginal tidak menimbulkan banyak e+ek sampingan. E+ek
sampingan mungkin disebabkan oleh reaksi alergi terhadap obatobat spermatisida
yang dipergunakan, atau oleh karena terjadi perkembangbiakan bakteri yang
berlebihan dalam "agina jika dia+ragma dibiarkan terlalu lama terpasang di situ.
E+ekti"itas nya sedang -bila digunakan dengan spermasida angka kegagalan 9';
kehamilan per '&& perempuan per tahun pertama.
'
.
Kekurangan khasiat dia+ragma "aginal ialah 2 '. diperlukan moti"asi yang cukup
kuat? %. umumnya hanya cocok untuk wanita yang terpelajar dan tidak untuk
dipergunakan secara massal? 7. pemakaian yang tidak teratur dapat menimbulkan
kegagalan? 8. tingkat kegagalan lebih tinggi daripada pil atau 1K*<.
Keuntungan cara ini ialah 2 '. hampir tidak ada e+ek sampingan? %. dengan moti"asi
yang baik dan pemakaian yang betul, hasilnya cukup memuaskan? 7. dapat dipakai
sebagai pengganti pil atau 1K*< pada wanitawanita yang tidak boleh
mempergunakan pil atau 1K*< oleh karena suatu sebab.
%.%.'.% Cervical cap
=er"ical cap dibuat dari karet atau plastik, dan mempunyai bentuk mangkuk
yang dalam dengan pinggirnya terbuat dari karet yang tebal. /kurannya ialah dari
diameter %% mm sampai 77 mm? jadi lebih kecil daripada dia+ragma "aginal. Cap ini
dipasang pada porsio ser"isis uteri seperti memasang topi. *ewasa ini alat ini jarang
dipakai untuk kontrasepsi.
' KONTRASEPSI DEN!AN OBAT"OBAT SPERMATISIDA
Dbat spermatisida yang dipakai untuk kontrasepsi terdiri atas % komponen,
yaitu @at kimiawi yang mampu mematikan spermatosoon, dan "ehikulum yang
nonakti+ dan yang dipergunakan untuk membuat tablet atau cream0jelly. Makin erat
hubungan antara @at kimia dan sperma, makin tinggi e+ekti"itas obat. Dleh sebab itu,
obat yang paling baik ialah yang dapat membuat busa setelah dimasukkan ke dalam
"agina, sehingga kelak busanya dapat mengelilingi ser"iks uteri dan menutup ostium
uteri eksternum. =ara kontrasepsi dengan obat spermatisida umumnya digunakan
bersamasama dengan cara lain -dia+ragma "aginal., atau apabila ada kontraindikasi
terhadap cara lain. E+ek sampingan jarang terjadi dan umumnya berupa reaksi alergi.
Kini di pasaran terdapat banyak obatobat spermatisida, antara lain dalam
bentuk 2
'. suppositorium : Lorofin suppositoria, Rendel pessaries. Suppositorium
dimasukkan sejauh mungkin ke dalam "agina sebelum koitus. Dbat ini baru
mulai akti+ setelah ( menit. Cama kerjanya kurang lebih %& menit sampai '
jam.
%. jelly atau cream. '. Perseptin vaginal jelly, Orthogynol vaginal jelly, 2)
Delfen vaginal cream. Jelly lebih encer daripada cream. Dbat ini disemprotkan
ke dalam "agina dengan menggunakan suatu alat. Cama kerjanya kurang lebih
%& menit sampai ' jam.
7. tablet busa 2 Sampoon, 5olpar, Syn1Hen. Sebelum digunakan, tablet
terlebih dahulu dicelupkan ke dalam air, kemudian dimasukkan ke dalam
"agina sejauh mungkin. Cama kerjanya 7&9& menit.
C-film, yang merupakan benda yang tipis, dapat dilipat, dan larut dalam air. *alam
"agina obat ini merupakan gel dengan tingkat dispersi yang tinggi dan menyebar pada
porsio uteri dan "agina. Dbat mulai e+ekti+ setelah 7& menit.
E+ekti"itas K! spermatisid ini kurang -7 6 %' kehamilan per '&& perempuan per
tahun pertama.
'
.
( KONTRASEPSI HORMONAL
Saat diperkenalkan pada tahun 'A9&, kontrasepsi hormonal menjadi sebuah perubahan
drastis dari metodemetode tradisional sebelumnya. Kontrasepsi ini tersedia dalam
berbagai bentuk, oral, injeksi, dan implant. Kontrasepsi oral adalah kombinasi
estrogen dan progestin atau hanya progestin 6 mini pil. Kontrasepsi injeksi atau
implant hanya mengandung progestin atau kombinasi estrogen dan progestin. ,ada
tahun 'AA(, '&,8 juta wanita di 1S menggunakan kontrasepsi oral untuk
mengendalikan kesuburannya.
8.' Kontrasepsi estrogen plus progestin -kombinasi.
Kontrasepsi kombinasi estrogenprogesteron dapat diberikan per oral, suntikan 4M,
atau dalam bentuk koyo. Kontrasepsi oral paling sering digunakan dan sering terdiri
dari kombinasi suatu @at estrogen dan bahan prosgestasional yang diminum tiap hari
selama 7 minggu dan berhenti selama 'minggu, agar terjadi perdarahan lucut -with
drawal bleeding. dari uterus.
E+ekti"itasnya tinggi -hampir menyerupai e+ekti"itas tubektomi., bila digunakan
setiap hari -' kehamilan per '&&& perempuan dalam tahun pertama penggunaan.
'
.
Mekanisme kerja
E+ek kontrasepti+ obatobat yang mengandung steroid bersi+at multiple, tetapi e+ek
yang terpenting adalah mencegah terjadinya o"ulasi dengan menekan gonadotropin
releasing factors dari hypothalamus. Yang mana hal ini dapat menghambat sekresi
follicle stimulating hormone dan luteniing hormone dari hipo+isis.
Estrogen saja dalam dosis yang memadai akan menghambat o"ulasi dengan
menekan gonadotropin. Estrogen ini juga mungkin akan menghambat implantasi
dengan mengubah pematangan endometrium. Estrogen mempercepat transportasi
o"um? namun, progestin menyebabkan perlambatan. Karena itu, peran keduanya
dalam mengubah motilitas tuba dan uterus masih belum jelas.
,rogestin menyebabkan terbentuknya mucus ser"ik yang kental, sedikit,
selular, dan menghambat jalannya sperma. Kapasitasi sperma juga mungkin
terhambat. Seperti estrogen, progestin menyebabkan endometrium menjadi kurang
memungkin kan untuk implantasi blastokista. 1khirnya progestin juga dapat
menghambat o"ulasi dengan menekan gonadotropin.
E+ek gabungan dari estrogen dan progestin dalam kaitannya dengan
kontrasepsi adalah supresi o"ulasi yang sangat e+ekti+, blockade penetrasi sperma oleh
mucus ser"iks, dan penghambatan implantasi di endometrium apabila dua mekanisme
pertama gagal. Kontrasepsi oral kombonasi estrogen plus progestin, apabila diminum
setiap hari selama 7 dari 8 minggu, menghasilkan proteksi ter)adap ke)a*ilan
+an, )a*pir absol-te.
Interaksi obat
Kontrasepsi oral dapat mengganggu kerja beberapa obat -tabel %' dan '%..
Sebaliknya, sebagian obat menurunkan e+ekti+itas kontrasepsi oral kombinasi antara
lain 2 barbiturat, karbama@epin, +elbamat, griseo+ul"in, ketokona@ol0itrakona@ol,
+enitoin, primidon, ri+ampisin, topiramat, sehingga untuk itu dapat dipakai kontrasepsi
tambahan atau dosisnya lebih ditingkatkan.
Dbat yang berinteraksi E+ek merugikan
1setamino+en dan aspirin Mungkin mengurangi e+ek analgetik
Dbat penenang golongan ben@odia@epin Mungkin menurunkan atau meningkatkan
e+ekti"itas obat penenang dan +ungsi
psikomotor
Metildopa Menurunkan e+ek hipotensi+
1ntikoagulan oral Menurunkan e+ek antikoagulan
3ipoglikemik oral Mungkin mengurangi e+ek hipoglikemik
Tabel %'. Dbat yang e+ekti"itasnya menurun oleh kontrasepsi oral kombonasi
7

Dbat yang berinteraksi E+ek yang merugikan
1lkohol E+ek mungkin meningkat
1minl+ilin E+ek meningkat
1ntidepresan E+ek mungkin meningkat
!en@odia@epine E+ekti+itas @at penenang dan +ungsi
psikomotor mungkin meningkat atau
menurun
!eta bloker E+ek penghambat mungkin meningkat
Ka+ein E+ek meningkat
Kortikosteroid Toksisitas mungkin meningkat
Teo+ilin E+ek meningkat
Tabel %% Dbat yang e+ekti"itasnya ditingkatkan oleh kontrasepsi oral
7
Keamanan
Secara umum, kontrasepsi oral yang jika dipantau pemberianya dengan benar terbukti
relati+ aman bagi sebagian besar wanita. Kemungkinan e+ek samping dari pil K! yang
selama ini terlalu banyak dan terlalu lama mendapat perhatian e+ek merugikan pada
para pemakai mungkin hanya terjadi akibat rasa cemas karena publisitas yang terus
menerus.Sayangnya, dokter serta masyarakat awam sering kebingungan karena
laporan yang banyak dan sering bertentangan tersebut.
Efek yang menguntungkan
,il kombinasi estrogen plus progestin adalah bentuk kontrasepsi re.ersibel paling
e+ekti+ yang tersedia. *ilaporkan angka kegagalan &,7% per '&& wanitatahun atau
kurang. E+ek menguntungkan lainnya yang dilaporkan adalah kepadatan tulang
meningkat? pengeluaran darah menstruasi dan anemia berkurang? angka kehamilan
ektopik lebih rendah sampai A&B? dismenorea yang berkaitan dengan endometriosis
berkurang? kista o"arium +ungsional sampai ;&B dan salpingitis berkurang? keluhan
premenstruasi berkurang? angka kanker endometrium dan o"arium berkurang sampai
8&B? berbagai penyakit payudara jinak berkurang sampai 8&B? perbaikan hirsutisme?
perbaikan akne? pencegahan aterogenesis? insiden dan keparahan penyakit radang
panggul berkurang? dan perbaikan rematoid artritis.
7,(
Kemungkinan efek yang merugikan
E/ek *etabolik
Cipoprotein dan lemak
Kontrasepsi oral kombinasi meningkatkan kadar trigliserida dan kolesterol
total. Estrogen menurunkan konsentrasi kolesterol C*C dan meningkatkan
3*C, sedangkan sebagian progestin menyebabkan hal yang sebaliknya. 3al
ini penting untuk mengetahui pada proses pembentukan penyakit pembuluh
arteri.
Metabolisme karbohidrat
Kontrasepsi oral dapat menurunkan toleransi glukosa pada sejumlah pemakai
dengan persentase yang signi+ikan. 3al ini tampaknya terjadi sebagai akibat
langsung dosis estrogen yang digunakan. ,rogestin biasanya meningkatkan
sekresi insulin dan menciptakan resistensi insulin. Karena e+ek ini, steroid
kontrasepsi dapat mengintensi+kan diabetes yang sudah ada atau mungkin
ternyata cukup diabetogenik sehingga mampu memicu munculnya diabetes
secara klinis pada wanita yang rentan. Tapi e+ek ini seperti pada kehamilan,
e+ek diabetogeniknya sering re"ersibel apabila kontrasepsi oralnya dihentikan.
Metabolisme protein
Estrogen akan meningkatkan pembentukan berbagai globulin oleh hati.
Meningkatnya pembentukan angiotensinogen tampaknya berkaitan dengan
dosis, dan kon"ersinya oleh renin menjadi angiotensin 4 dicurigai
menimbulkan hipertensi. Fibrinogen dan mungkin +aktor 44, 544, 4I, I, I44,
I444, akan meningkat sejalan dengan dosis estrogen, dan insiden kedua bentuk
trombosis ini berkaitan dengan dosis estrogen.
Pen+akit )ati
Kolestasis dan ikterus kolestatik merupakan penyulit yang jarang terjadi pada
pemakai kontrasepsi oral? gejala dan tanda akan hilang apabila obat dihentikan.
Tampaknya kontrasepsi oral mempercepat terjadinya penyakit kandung empedu pada
wanita yang rentan, tapi secara keseluruhan tidak terjadi peningkatan resiko jangka
panjang. *an tidak ada alasan untuk menghentikan kontrasepsi oral pada wanita yang
telah pulih dari hepatitis "irus.
Neoplasia
Kemungkinan kontrasepsi hormonal sebagai penyebab kanker tampaknya kecil.
Sebenarnya, pada penelitianpenelitian justru diperlihatkan adanya e+ek protekti+
terhadap kanker o"arium dan endometrium.
3iperplasia dan kanker hati
,emakaian kontrasepsi estrogen plus progestin dilaporkan secara tidak
langsung dikaitkan dengan kejadian hiperplasia nodularis fo!al hepati!a dan
pembentukan tumor yang jinak, tetapi tidak selalu. Keterkaitan ini dijumpai
pada wanita yang menggunakan +ormulasi berisi estrogen dosis tinggi
-biasanya mestranol. untuk jangka panjang. ,emakaian kontrasepsi oral
kombinasi dosis rendah yang lebih baru tampaknya dapat mengurangi insiden
terjadinya kelainan yang tidak la@im ini.
1denoma hipo+isis
Ser"iks
Terdapat korelasi antara resiko kanker ser"iks prain"asi+ dengan pemakaian
kontrasepsi oral, dan resiko kanker in"asi+ meningkat setelah pemakaian (
tahun. Tapi masih belum jelas apakah keterkaitan ini memiliki hubungan sebab
akibat.
Kanker payudara
Masih belum jelas apakah kontrasepsi oral berperanan dalam ternbentuknya
kanker payudara. ,ada sebuah studi terbesar, tidak terbukti adanya
peningkatan resiko kanker payudara diantara pemakai kontrasepsi oral -=ancer
and Steroid 3ormone Study,'A;9.. Habrick dkk.-%&&&. melaporkan
peningkatan resiko pada wanita dengan riwayat keluaga yang kuat, tetapi
resiko ini berkaitan dengan preparatpreparat yang lama yang dosis
estrogennya tinggi.
!i0i
,enyimpangan kadar beberapa @at gi@i, yang serupa dengan yang dijumpai pada
kehamilan normal, dilaporkan terjadi pada wanita yang menggunakan kontrasepsi
oral.
*e+isiensi piridoksin
,erubahanperubahan biokimiawi yang menunjukkan de+isiensi "itamin !
9
-piridoksin. yang mana hal ini juga terjadi saat kehamilan normal. 3al ini
terjadi karena estrogen memicu en@imen@im dihati sehingga menyebabkan
meningkatnya metabolisme tripto+an yang menggambarkan terjadinya
de+isiensi piridoksin.
E/ek kardio.ask-lar
Terdapat sejumlah resiko kardio"askular yang jarang tetapi bermakna pad pemakaian
kontrasepsi hormonal.
Tromboembolisme
Mishell -%&&&. menganalisis bahwa resiko tromboembolisme "ena
diperkirakan meningkat 78 kali lipat pada wanita yang menggunakan
kontrasepsi oral. Sekitar ' per '&&&& wanitatahun, sehingga insiden pada
pemakai kontrasepsi oral yang sebesar ',& sampai 7,& per '&&&& wanita tahun
adalah kecil.
Faktor+aktor klinis yang meningkatkan resiko trombosis dan emboli "ena
adalah hipertensi, kegemukan, diabetes, merokok, dan gaya hidup yang tidak
banyak akti"itas +isik -3atche dkk.,'AA;..
Stroke dan Trombosis arteri
*ari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemakaian kontrasepsi oral
tersebut pada wanita yang sehat yang tidak merokok tidak menyebabkan
peningkatan resiko stroke trombotik atau hemorhagik -Mishell,%&&&? ,ettiti
dkk, 'AA9? Schwart@ dkk.,'AA;? >3D collaborati"e Study,'AA9.. Yang utama,
wanita dengan hipertensi, yang merokok, atau memiliki nyeri kepala migren
mengalami peningkatan resiko stroke hemorhagik atau trombotik
-Mishell,%&&&? Schwart@ dkk.,'AA;..
3ipertensi
4ni timbul sebagai respons terhadap estrogen, terbukti meningkat kadar
angiotensinogen -substrat renin. plasma sampai mendekati kadar pada
kehamilan normal.
Tekanan darah akan normal kembali saat kontrasepsi dihentikan. Terjadinya
hipertensi pada kehamilan bukan merupakan halangan bagi pemakaian
kontrasepsi oral setelahnya.
4n+ark miokardium
4n+ark miokardium terjadi pada wanita yang menggunakan kontrasepsi oral
dan juga merokok, karena merokok merupakan +aktor resiko independen. 1d %
patokan penting dalam kaitannya dengan merokok dan kontrasepsi oral adalah
lebih dari '( batang rokok per hari bagi orang berusia lebih dari 7( tahun yang
sedang atau pernah merokok.
#yeri kepala migren
Frekuensi dan intensitas serangan nyeri kepala migren mungkin berkurang
atau meningkat. Tapi lebih baik menghindari pemakaian kontrasepsi ini pada
wanita yang memiliki migren, karena mungkin saja akan bertambah parah atau
merupakan ancaman stroke atau stroke ringan.
E/ek pada reprod-ksi
1menorea pasca pil
Setelah kontrasepsi kombinasi dihentikan 7 bulan biasanya o"ualasi akan
segera pulih dan kembali seperti semula
(
.
Caktasi
,emakaian hormon kontrasepsi oral pada ibu menyusui akan mengurangi
jumlah 1S4. 3anya sedikit hormon yang diekskresikan ke dalam 1S4. Karena
hampir tidak memberikan e+ek pada laktasi dan merupakan kontrasepsi yang
baik.
E/ek lain
Mukorea
Kloasma
Mioma uteri? kemungkinan besar tidak bertambah besar pada pemakaian
kontrasepsi oral
,ertambahan berat badan? tidak semua wanita yang menggunakan ini akan
mengalami peningkatan berat badan. 3al ini terjadi oleh karena adanya retensi
cairan, tetapi umumnya akibat pola makan yang berubah sebab ibu merasa
tenang dan tidak takut hamil lagi setelah menggunakan alat kontrasepsi
(

*epresi? karena kontrasepsi oralyang mengandung estrogen (& g atau lebih


8.% Kontrasepsi progestasional
8.%.' ,rogestin oral
*isebut juga mini pil adalah pil yang hanya mengandung progestin 7(& g atau
kurang yang diminum setiap hari. ,il ini tidak terlalu populer oleh karena insiden
perdarahan ireguler dan angka kehamilannya jauh lebih tinggi. ,ilihan yang baik bagi
ibu yang menyusui, mulai diminum pada minggu ke 9 setelah melahirkan
',(
. ,il ini
mengganggu kesuburan tapi tidak selalu menghambat penetrasi o"ulasi.
Kemungkinan sebabnya adalah terbentuknya mukus ser"iks yang menghambat
penetrasi sperma dan perubahan pematangan endometrium sehingga dapat menolak
implantasi blastokista.
Keuntungan
<esiko peningkatan penyakit kardio"askular dan keganasan belum terbukti,
lebih kecil kemungkinannya menyebabkan peninggian tekanan darah atau
nyeri kepala, tidak bere+ek pada metabolisme karbohidrat dan diperkirakan
lebih jarang menyebabkan depresi, dismenorea, dan gejala premenstruasi.
Kekurangan
Kegagalan kontrasepsi dan meningkatnya insiden kehamilan ektopik apabila
kontrasepsi gagal, perdarahan uterus yang tidak jelas, kista o"arium +ungsional
menjadi sering, dan pil ini harus diminum paa waktu yang sama atau hampir
sama tiap harinya, yang jika terlambat sekalipun hanya 7 jam untuk % hari
berikutnya harus digunakan kontrasepsi lain sebagai tambahan.
Kontraindikasi
Terutama pada wanita berumur, dengan perdarahan uterus yang tidak jelas,
riwayat kehamilan ektopik atau kista o"arium +ungsional.
8.%.% Kontrasepsi progestin suntik
Keunggulan suntikan progestin adalah e+ekti"itas kontrasepsi yang setara
dengan atau lebih baik daripada kontrasepsi oral kombinasi, e+ek bertahan lama
dengan hanya 8 6 9 kali penyuntikan setahun, dan gangguan laktasi yang minimal.
*epo medroksiprogesteron asetat -*epo pro"era. dan #oretindron etantat -#orgest.
telah banyak dipakai secara luas diseluruh dunia, mekanisme kerja kedua obat
tampaknya multipel, termasuk inhibisi o"ulasi, peningkatan kekentalan mukus
ser"iks, dan pembentukan endometrium yang kurang ramah bagi implantasi o"um.
Kelebihan dan kekurangannya serupa dengan progestin oral. Kekurangannya
mencakup amenorea berkepanjangan, perdarahan uterus selama dan setelah
pemakaian, dan ano"ulasi yang lama setalah penghentian kontrasepsi. ,emulihan
kesuburan akan lambat namun tidak terhambat, pada pemakaian jangka panjang
trigliserida dan kolesterol 3*C menurun tetapi kolesterol C*C tidak meningkat,
hanya terjadi sedikit modi+ikasi metabolisme glukosa, insiden anemia de+isiensi besi
menurun. *isamping itu terjadi juga peningkatan berat badan yang nyata.
,ada pemakaian *epo medroksiprogesteron jangka panjang terdapat kemungkinan
penurunan kepadatan mineral tulang, namun akan pulih setelah terapi dihentikan.
*epo medroksiprogesteron disuntikan dalamdalam di kuadran luar atas
bokong tanpa dipijat untuk memastikan agar obat dilepaskan secara perlahanlahan.
*osis la@im adalah '(& mg setiap A& hari
7
.
#oetindron etantat disuntikan dengan cara yang sama dalam dosis %&&mg,
tetapi penyuntikan obat ini harus diulang setiap 9& hari.
8.%.7 4mplan progestin -sistem #orplant.
Sistem norplant menyalurkan le"onorgestrel dalam wadah silastik yang
diimplantasikan dijaringan subdermal. Setiap wadah memiliki panjang 78mm, garis
tengah %,8mm, dan mengandung 79 mg le"onorgestrel. *osis kombinasi sebesar %'9
mg menghasilkan pembebasan ke dalam plasma sekitar ;( g0hari untuk 9 sampai ;
hari pertama dan menghasilkan kontrasepsi yang e+ekti+. 4nin merupakan salah satu
metode yang paling e+ekti+ yang tersedia. *an yang paling utama, bahwa setelah
penghentian pemakaian +ertilitas akan segera pulih dengan segera.
Keunggulan dan kekurangan hampir identik dengan progestin oral, kecuali
e+ek pada metabolisme karbohidrat. *ilaporkan bahwa setelah pemakaian 9 bulan,
kadar glukosa dan insulin mengalami perubahan bahkan pada wanita nondiebetik.
,ada wanita normal perubahan ini tidak bermakna, tetapi akan sangat
mengkhawtirkan pada orang yang berpotensi untuk diabetik.
,ada pemakaian sistem norplant tampaknya tidak terjadi pengurangan kepadatan
tulang.
Karena memerlukan tindakan bedah ringan, terdapat juga masalah yang berkaitan
dengan in+eksi lokal. *an apabila tidak dimasukkan sesuai petunjuk, maka
pengeluarnnya akan menjadi lebih sulit.
8.%.8 4njeksi Medroksiprogesteron asetat0 Estradiol Sipionat
Dbat kontrasepsi baru yang disuntikan setiap bulan. Dbat ini mengandung
%(mg Medroksiprogesteron asetat plus ( mg estradiol sipionat yang dipasarkan
dengan nama Cunelle atau Cyclo"Provera.
Mekanisme kerja obat ini dengan menghambat o"ulasi dan menekan proli+erasi
endometrium. Kadar estrasdiol mencapai puncak pada 7 sampai 8 hari pascainjeksi
dengan nilai yang setara dengan lonjakan prao"ulasi dalam siklus menstruasi
o"ulatorik normal. Kadar estradiol menetap setinggi ini selama sekitar '&'8 hari, dan
penurunannya menyebabkan perdarahan lucut '& sampai %& hari pasca penyuntikan.
Frekuensi penyuntikan merupakan masalah yang nyata. Timbulnya perdarahan
yang tidak teratur, namun setelah 7 bulan pemakaian, ketidakteraturan perdarahan
tampaknya menjadi lebih jarang terjadi dibandingkan dengan injeksi
depomedroksiprogesteron asetat. ,ulihnya kesuburan setelah penghentian
berlangsung cepat, dengan hampir ;7B wanita menjadi hamil dalam '% bulan setelah
penghentian. 1ngka pemulihan kesuburan jauh lebih cepat daripada penghentian
dengan suntikan *epomedroksiprogesteron asetat.
Kontrasepsi oral 1an,an di,-nakan pada 2anita +an, *en,ala*i sala) sat- keadaan diba2a)
ini 3
Hangguan trombo+lebitis atau tromboembolus
<iwayat trombo+lebitis "ena dalam atau gangguan tromboembolus
,enyakit serebor"askular atau arteria koroner
*iketahui atau dicurigai mempunyai karsinoma payudara
Karsinoma endometrium atau diketahui atau dicurigai mempunyai neoplasma dependen
estrogen
,erdarahan genital abnormal yang tidak diketahui penyebabnya
4kterus kolestatik pada kehamilan atau riwayat ikterus setelah menggunakan pil
1denoma atau karsinoma hati
*iketahi atau dicurigai hamil
Perin,atan 2
Merokok meningkatkan resiko e+ek samping kardio"askular yang serius akibat pemakaian
kontrasepsi oral. <esiko meningkat seiring usia dan merokok dalam jumlah besar -'( batang atau
lebih per hari. dan sering mencolok pada wanita berusia 7( tahun atau lebih. >anita yang
menggunakan kontrasepsi oral harus benarbenar diingatkan untuk tidak merokok.
Tabel 7. kontraindikasi dan peringatan tentang pemakaian Kontrasepsi ora kombinasi
7
*ari ,hysicianJs *esk <e+erence -%&&&.
4 METODE KONTRASEPSI DALAM RAHIM 5AKDR6
1K*< -1lat Kontrasepsi *alam <ahim.
Memasukkan bendabenda atau alat ke dalam uterus untuk tujuan mencegah
kehamilan, yang telah dikenal sejak @aman dahulu kala. 1walnya penggembala
penggembala unta bangsa 1rab dan Turki berabad lamanya melakukan cara ini
dengan memasukkan batu kecil yang bulat dan licin kedalam alat genital unta mereka,
dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kehamilan dalam perjalanan jauh
%
.
Sejak itu banyak tulisantulisan ilmiah yang meneliti tentang e+ekti"itasnya pada
manusia, yang mana pada awalnya banyak mendapat pertentangan oleh karena
dianggap sebagai sumber in+eksi pada panggul -salpingitis, endometritis, parametritis,
dll.. Tapi sejak mulai diketemukannya antibiotik yang dapat mengurangi resiko
in+eksi, maka penerimaan 1K*< semakin meningkat.
Mekanis*e ker1a
Mekanisme kerja dari 1K*< sampai saat ini belum diketahui dengan pasti,
tetapi pendapat yang terbanyak mengatakan bahwa dengan adanya 1K*< dalam
ka"um uteri menimbulkan reaksi peradangan endometrium yang disertai dengan
sebukan leukosit yang dapat menghancurkan blastokista dan sperma. ,ada
pemeriksaan cairan uterus pada pemakai 1K*< sering kali dijumpai selsel makro+ag
-+agosit. yang mengandung spermato@oa. *isamping itu ditemukan juga sering
timbulnya kontraksi uterus pada pemakai 1K*<, yang dapat menghalangi nidasi.
*iduga ini disebabkan karena meningkatnya prostaglandin dalam uterus pada wanita
tersebut.
,ada 1K*< bioakti+ selain kerjanya menimbulkan peradangan, juga oleh
karena ion logam atau bahan lain yang melarut dari 1K*< mempunyai pengaruh
terhadap sperma. Menurut penyelidikan, ion logam yang paling e+ekti+ ialah ion
logam tembaga -=u.
%,7
? pengaruh 1K*< bioakti+ dengan berkurangnya konsentrasi
logam makin lama makin berkurang.
E+ekti+itasnya tinggi dapat mencapai &.9 6 &.; kehamilan0'&& perempuan dalam '
tahun pertama -' kegagalan dalam '%( 6 ':& kehamilan..
7enis"1enis AKDR
Sampai sekarang telah banyak ditemukan jenisjenis 1K*<, tapi yang paling
banyak digunakan dalam program K! di 4ndonesia ialah 1K*< jenis copper T dan
spiral -Cippes loop.. !entuk yang beredar dipasaran adalah spiral -Cippes loop., huru+
T -Tcu7;&1, Tcu%&&=, dan #o"aT., tulang ikan -MC=u7(& dan 7:(., dan batang
-Hyne+iK.. /nsur tambahan adalah tembaga -cuprum., atau hormon -Ce"onorgestrel..
Ke-nt-n,an"ke-nt-n,an AKDR
1K*< mempunyai keunggulan terhadap cara kontrasepsi yang lain karena 2
'. /mumnya hanya memerlukan satu kali pemasangan dan dengan demikian
satu kali moti"asi
%. Tidak menimbulkan e+ek sistemik
7. 1lat itu ekonomis dan cocok untuk penggunaan secara massal
8. E+ekti"itas cukup tinggi
(. <e"ersibel
9. Tidak ada pengaruh terhadap 1S4
E/ek sa*pin, AKDR
,erdarahan
Masa haid dapat menjadi lebih panjang dan banyak, terutama pada bulan
bulan pertama pemakaian
<asa nyeri dan kejang di perut
Hangguan pada suami
Ekspulsi -pengeluaran sendiri.
Ko*plikasi AKDR
#nfe!si
1K*< itu sendiri, atau benangnya yang berada dalam "agina, umumnya tidak
menyebabkan terjadinya in+eksi jika alatalat yang digunakan disucihamakan.
Eika terjadi in+eksi, hal ini mungkin disebabkan oleh sudah adanya in+eksi
yang subakut atau menahun pada traktus genitalis sebelum pemasangan
1K*<.
Perforasi
/mumnya per+orasi terjadi sewaktu pemasangan 1K*< walaupun bisa
terjadi pula kemudian.
Eika per+orasi terjadi dengan 1K*< yang tertutup, harus segera dikeluarkan
segera karena ditakutkan akan terjadinya ileus, begitu pula dengan yang
mengandung logam. ,engeluaran dapat dilakukan dengan laparotomi jika
dengan laparoskopi gagal, atau setelah terjadi ileus. Eika 1K*< yang
menyebabkan per+orasi itu jenis terbuka dan linear, dan tidak mengandung
logam 1K*< tidak perlu dikeluarkan dengan segera.
$ehamilan
Eika terjadi kehamilan dengan 1K*< in situ, tidak akan timbul cacat pada
bayi oleh karena 1K*< terletak antara selaput ketuban dan dinding rahim.
1ngka keguguran dengan 1K*< in situ tinggi. Eadi jika ditemukan kehamilan
dengan 1K*< in situ sedang benangnya masih kelihatan, sebaiknya
dikeluarkan oleh karena kemungkinan terjadinya abortus setelah dikeluarkan
lebih rendah dari pada dibiarkan terus. Tetapi jka benangnya tidak kelihatan,
sebaiknya dibiarkan saja berada dalam uterus.
Kontraindikasi pe*asan,an AKDR
Kontraindikasi pemasangan 1K*< dibagi atas % golongan, yaitu kontraindikasi yang
relati+ dan kontraindikasi mutlak.
Yang termasuk !ontraindi!asi relatif ialah2
'. Mioma uteri dengan adanya perubahan bentuk rongga uterus
%. 4nsu+isiensi ser"iks uteri
7. /terus dengan parut pada dindingnya, seperti pada bekas S=, enukleasi
mioma, dsb.
8. Kelainan jinak ser"iks uteri, seperti erosio porsiones uteri
Yang termasuk !ontraindi!asi mutla! ialah 2
'. Kehamilan
%. 1danya in+eksi yang akti+ pada traktus genitalis -,enyakit Menular Seksual.
7
7. 1danya tumor ganas pada traktus genitalis
8. 1danya metrorhagia yang belum disembuhkan
(. ,asangan yang tidak lestari0harmonis
Pe*asan,an AKDR
1K*< dapat dipasang dalam keadaan berikut 2
%e&a!tu haid sedang 'erlangsung
,emasangan dapat dilakukan pada hari pertama atau pada hari terakhir haid.
Keuntungannya 2 pemasangan lebih mudah karena ser"iks saat itu sedang
terbuka dan lembek, rasa nyeri tidak seberapa keras, perdarahan yang timbul
akibat pemasangan tidak seberapa dirasakan, kemungkinan pemasangan pada
uterus yang sedang hamil tidak ada.
%e&a!tu postpartum
,emasangan 1K*< setelah melahirkan dapat dilakukan2
'. Secara dini-immediate insertion.? dipasang pada wanita yang
melahirkan sebelum dipulangkan dari rumah sakit.
%. Secara langsung -direct insertion.? dipasang dalam masa tiga bulan
setelah partus atau abortus.
7. Secara tidak langsung -indirect insertion.? dipasang sesudah masa tiga
bulan setelah partus atau abortus? atau pada saat tidak ada hubungan
sama sekali dengan partus atau abortus.
!ila pemasangan 1K*< tidak dilakukan dalam waktu seminggu setelah
bersalin, menurut beberapa sarjana, sebaiknya 1K*< ditangguhkan sampai 9
; minggu postpartum oleh karena jika pemasangan 1K*< dilakukan antara
minggu kedua dan minggu keenam setelah partus, bahaya per+orasi atau
ekspulsi lebih besar.
%e&a!tu posta'ortum
Sebaiknya 1K*< dipasang segera setelah abortus oleh karena dari segi
+isiologi dan psikologi waktu itu adalah paling ideal. Tetapi, septic a'ortion
merupakan kontraindikasi
(e'erapa hari setelah haid tera!hir
*alam hal ini wanita yang bersangkutan dilarang untuk bersenggama sebelum
1K*< dipasang.
Sebelum dipasang, sebaiknya diperlihatkan ke akseptor bentuk 1K*< yang dipasang
dan bagaimana letaknya setelah terpasang. *an dijelaskan pula kemugkinan e+ek
samping yang dapat terjadi seperti perdarahan, rasa sakit , 1K*< yang keluar sendiri.
gambar '.'. Tehnik pemasangan 1K*<
Te)nik pe*asan,an AKDR
,ada umumnya tehnik pemasangan adalah sama pada setiap jenis 1K*<, tapi
disini diterangkan mengenai cara pemasangan jenis lippes loop karena yang paling
banyak digunakan di 4ndonesia.
Tehniknya berupa -gambar '.'.2
Setelah kandung kencing dikosongkan, akseptor dibaringkan diatas meja
ginekologi dalam posisi litotomi.
!ersihkan daerah "ul"a dan "agina secara a dan antisepsis dengan betadine
Cakukan pemeriksaan bimanual untuk mengetahui letak, bentuk, dan besar
uterus
Spekulum dimasukkan ke dalam "agina, dan ser"iks uteri dibersihkan dengan
larutan antiseptik. Calu dengan tenakulum dijepit bibir depan porsio uteri, dan
dimasukkan sonde ke dalam uterus untuk menentukan arah dan panjangnya
kanalis ser"ikalis serta ka"um uteri.
1K*< dimasukkan ke dalam uterus dengan tehnik tanpa sentuh, lalu dorong
ke dalam ka"um uteri hingga mencapai uterus.
Tahan pendorong -plunger. dan tarik selubung -inserter. ke bawah sehingga
1K*< bebas.
Setelah selubung keluar dari uterus, pendorong juga dikeluarkan, dan
tenakulum juga dilepaskan, benang 1K*< digunting sehingga % 7 cm
keluar dari ostium uteri, dan akhirnya spekulum diangkat.
,emeriksaan setelah pemasangan 1K*< dilakukan ' minggu sesudahnya?
pemeriksaan kedua 7 bulan kemudian, dan selanjutnya tiap 9 bulan.
=ooper T7;&1 perlu dilepas setelah '& tahun pemasangan, tetapi dapat dilepaskan
lebih awal apabila diinginkan.
%ara *en,el-arkan AKDR
%
Mengeluarkan 1K*< biasanya dilakukan dengan cara menarik benang 1K*< yang
keluar dari ostium uteri eksternum dengan dua jari, dengan pinset, atau dengan
cunam. Kadangkadang benang tidak tampak dari ostium uteri eksternum.
Tidak terlihatnya benang oleh karena 2
1kseptor menjadi hamil
,er+orasi usus
Ekspulsi yang tidak disadari oleh akseptor
,erubahan letak 1K*< sehingga benang tertarik ke dalam rongga uterus,
seperti adanya mioma uterus.
8 METODE KONTRASEPSI MANTAP 5TUBEKTOMI dan 9ASEKTOMI6
Tubektomi ialah tindakan yang dilakukan pada kedua tuba +alopii wanita
sedangkan "asektomi ialah pada kedua "as de+erens pria,yang mengakibatkan yang
bersangkutan tidak dapat hamil atau tidak menyebabkan kehamilan lagi.
'
Metoda
dengan cara operasi tersebut diatas telah dikenal sejak @aman dahulu. 3ippocrates
menyebut bahwa tindakan itu dilakukan terhadap orang dengan penyakit jiwa. *ahulu
"asektomi dilakukan sebagai hukuman misalnya pada mereka yang melakukan
perkosaan. Sekarang tindakan tubektomi dan "asektomi dilakukan secara sukarela
dalam rangka keluarga berencana.
9.' Tubektomi
Tubektomi adalah suatu tindakan oklusi0 pengambilan sebagian saluran telur
wanita untuk mencegah proses +ertilisasi.
7
Tindakan tersebut dapat dilakukan setelah
persalinan atau pada masa inter"al. Setelah dilakukan tubektomi, +ertilitas dari
pasangan tersebut akan terhenti secara permanen. >aktu yang terbaik untuk
melakukan tubektomi pascapersalinan ialah tidak lebih dari 8; jam sesudah
melahirkan karena posisi tuba mudah dicapai dari subumbilikus dan rendahnya resiko
in+eksi. !ila masa 8; jam pascapersalinan telah terlampaui maka pilihan untuk tetap
memilih tubektomi, dilakukan 9; minggu persalinan atau pada masa inter"al.
Keuntungan tubektomi ialah 2
Moti"asi hanya satu kali saja, tidak diperlukan moti"asi yang berulangulang
E+ekti"itas hampir '&&B
Tidak mempengaruhi libido seksualis
Kegagalan dari pihak pasien tidak ada
Kerugiannya ialah bahwa tindakan ini dapat dianggap tidak re"ersibel, walaupun ada
kemungkinan untuk membuka tuba kembali pada mereka yang masih menginginkan
anak lagi dengan operasi <ekanalisasi.
4ndikasi dilakukannya tubektomi 2
,enghentian +ertilitas atas indikasi medik
Kontrasepsi permanen
Syaratsyarat tubektomi 2
Syarat sukarela
Syarat bahagia
Syarat medik
Tindakan yang dilakukan sebagai tindakan pendahuluan untuk mencapai tuba +alopii
terdiri atas 2 pembedahan transabdominal seperti laparotomi, mini laparotomi -gambar
%.'., laparoskopi? pembedahan trans"aginal seperti kolpotomi posterior, kuldoskopi?
dan pembedahan transser"ikal -transuterin. seperti penutupan lumen tuba
histeroskopik.
gambar %.'. Minilaparotomi
/ntuk menutup lumen dalam tuba, dapat dilakukan pemotongan tuba dengan
berbagai macam tindakan operati+, seperti cara ,omeroy, cara 4r"ing, cara /chida,
cara Kroener, cara 1ldridge. ,ada cara Madlener tuba tidak dipotong. *isamping
caracara tersebut, penutupan tuba dapat pula dilakukan dengan jalan kauterisasi tuba,
penutupan tuba dengan clips, )alope ring, *oon ring, dll.
%ara pen-t-pan t-ba 3
%ara Madlener
!agian tengah tuba diangkat dengan cunam pean, sehingga terbentuk suatu
lipatan terbuka. Kemudian, dasar dari lipatan tersebut dijepit dengan cunam
kuatkuat dan selanjutnya dasar itu diikat dengan benang yang tidak diserap.
Tidak dilakukan pemotongan tuba.
gambar %.%a. cara Madlener
%ara Po*ero+
=ara ini paling banyak dilakukan. *ilakukan dengan mengangkat bagian
tengah dari tuba sehingga membentuk suatu lipatan terbuka, kemudian
dasarnya diikat dengan benang yang dapat diserap, tuba diatas dasar itu
dipotong. Setelah benang pengikat diserap, maka ujung ujung tuba akhirnya
terpisah satu dengan yang lain.
gambar %.%b. cara ,omeroy
%ara Ir.in,
,ada cara ini tuba dipotong antara dua ikatan benang yang dapat diserap,
ujung proksimal dari tuba ditanamkan kedalam miometrium, sedangkan
ujung distal ditanamkan ke dalam ligamentum latum.
gambar %.%c. cara 4r"ing
%ara Aldrid,e
,eritoneum dari ligamentum latum dibuka dan kemudian tuba bagian distal
bersamasama dengan +imbria ditanam ke dalam ligamentum latum.
%ara U:)ida
Tuba ditarik ke luar abdomen melalui suatu insisi kecil -mini laparotomi. di
atas sim+isis pubis. Kemudian di daerah ampula tuba dilakukan suntikan
dengan larutan 1drenalin dalam air garam dibawah serosa tuba. 1kibatnya,
mesosalping di daerah tersebut menggembung.lalu dibuat sayatan kecil di
daerah yang kembung tersebut. Serosa dibebaskan dari tuba sepanjang kira
kira 8( cm? tuba dicari dan setelah ditemukan dijepit, diikat, lalu digunting.
/jung tuba yang proksimal akan tertanam dengan sendirinya dibawah serosa,
sedangkan ujung tuba yang distal dibiarkan berada diluar serosa. Cuka
sayatan dijahit dengan kantong tembakau. 1ngka kegagalan cara ini adalah &.
gambar %.%d. cara /chida
%ara Kroener
!agian +imbria dari tuba dikeluarkan dari lubang operasi. Suatu ikatan
dengan benang sutera dibuat melalui bagian mesosalping dibawah +imbria.
Eahitan ini diikat %K, satu mengelilingi tuba dan yang lain mengelilingi tuba
sebelah proksimal dari jahitan sebelumnya. Seluruh +imbria dipotong.
Tehnik ini banyak digunakan. Keuntungan cara ini antara lain sangat
kecil kemungkinan kesalahan mengikat ligamentum rotundum. 1ngka
kegagalan &,'AB.
gambar %.%e. cara Kroener
9.% 5asektomi
,ada tahuntahun terakhir ini "asektomi makin banyak dilakukan dibeberapa negara
seperti 4ndia, ,akistan, Korea, 1S, dll, untuk menekan laju pertambahan penduduk. *i
4ndonesia, "asektomi tidak termasuk dalam program keluarga berencana nasional
%
.
*an masih banyak pria di 4ndonesia menganggap "asektomi tersebut identik dengan
dikebiri dan dapat menimbulkan impotensi
(
. 5asektomi, selain aman dari kegagalan
dengan tingkat keberhasilan :A persen, menurut Kasmiyati, juga mampu menaikkan
libido seks)
(
. 4ni berarti, "asektomi sama sekali tak menimbulkan impotensi atau
ketidak jantanan
(
.

4ndikasi "asektomi ialah bahwa pasangan suami isteri tidak menghendaki
kehamilan lagi dan pihak suami bersedia bahwa tindakan kontrasepsi dilakukan pada
dirinya.Kontraindikasi, sebenarnya tidak ada, kecuali bila ada kelainan lokal yang
dapat mengganggu sembuhnya luka operasi, jadi sebaiknya harus disembuhkan
dahulu.
Keuntungan "asektomi
(
2
Tidak menimbulkan kelainan +isik maupun mental
Tidak mengganggu libido seksualitas
Dperasinya hanya berlangsung sebentar sekitar '& '( menit
Te)nik .asekto*i
1dapun tehniknya berupa2
Mulamula kulit skrotum di daerah operasi dilakukan a dan antiseptik,
kemudian dilakukan anestesi lokal dengan Kilokain. 1nestesi dilakukan di
kulit skrotum dan jaringan sekitarnya di bagian atas, dan pada jaringan
disekitar "as de+erens.
5as dicari dan setelah ditentukan lokasinya, dipegang sedekat mungkin
dibawah kulit skrotum.
*ilakukan sayatan pada kulit skrotum sepanjang &,(' cm di diekat tempat "as
de+erens. Setelah terlihat, dijepit dan dikeluarkan dari sayatan -harus yakin itu
benar "as de+erens., "as dipotong sepanjang '% cm dan kedua ujungnya diikat
Setelah kulit dijahit, tindakan diulang pada bagian sebelahnya.
Sehabis operasi, peserta "asektomi baru boleh melakukan hubungan intim dengan
pasangannya setelah enam hari. 4tupun harus wajib menggunakan kondom selama '%
kali hubungan demi pengamanan
(
.
Komplikasi "asektomi 2 in+eksi pada sayatan, rasa nyeri0sakit, terjadinya hematom
oleh karena perdarahan kapiler, epididimitis, terbentuknya granuloma.
Kegagalan dapat terjadi karena2 terjadi rekanalisasi spontan, gagal mengenal dan
memotong "as de+erens, tidak diketahi adanya anomali "as de+erens, koitus dilakukan
sebelum kantong seminalnya betulbetul kosong.
BAB III
KESIMPULAN
Kontrasepsi ialah suatu usahausaha untuk mencegah terjadinya kehamilan.
*an usaha 6usaha pencegahan itu dapat bersi+at sementara, dapat juga bersi+at
permanent.
*alam hal ini setiap calon peserta K! -akseptor K!. bebas dalam menentukan
dan memilih jenis alat dan obat kontrasepsi yang paling cocok untuk dirinya.
/ntuk dapat memilih mana alat atau obat kontrasepsi yang kiranya cocok untuk
mereka baik dalam hal rasionalitas, e+ekti"itas dan e+isiensi, maka masyarakat harus
dapat memperoleh in+ormasi yang benar, jujur, dan terbuka mengenai kelebihan,
kekurangan, e+ek samping, dan kontrasindikasi dari masingmasing alat atau obat
tersebut dari para penyelenggara K! tersebut.
1da pun maksud dan tujuan dari program K! tersebut ialah untuk
mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, yang pada gilirannya akan berkontribusi
pada peningkatan Sumber *aya Manusia pada umumnya dan untuk menciptakan
keluarga yang sehat, sejahtera dan harmonis pada khususnya.
DA;TAR PUSTAKA
'. Sai+uddin 1 !. !uku ,anduan ,raktis ,elayanan Kontrasepsi. Edisi ,ertama
cetakan Keempat. Eakarta , Yayasan !ina ,ustaka Sarwono ,rawirohardjo.
%&&7
%. >iknjosastro 3. 4lmu Kandungan. Edisi kedua cetakan ketiga. Eakarta,
Yayasan
!ina ,ustaka Sarwono ,rawirohardjo. %&&%
7. =unningham F H, Hant #F. >illiams Dbstetri. Edisi ke%'.5olume %. Eakarta,
,enerbit !uku Kedokteran EH=. %&&9
8. Sai+uddin 1 !. ,elayanan Kesehatan Maternal dan #eonatal. Edisi pertama
cetakan kedua. Eakarta, Yayasan !ina ,ustaka Sarwono ,rawirohardjo.
%&&'
(. www.pikas.bkkbn.go.id0articleLdetail.phpMaidN8A;
9. www.gi@i.net0cgibin0berita0+ullnews.cgiMnewsid'&&:78:9::,%A;A: