Anda di halaman 1dari 15

1

BAB I PENDAHULUAN
1.1 PENDAHULUAN
Segmentasi merupakan proses identifikasi yang bertujuan untuk
mendapatkan pembeli dalam keseluruhan pasar. Setiap segmen merupakan
pasar sasaran organisasi untuk bersaing di pasar. Segmentasi merupakan
peluang bagi perusahaan untuk menyesuaikan produk atau jasanya dengan
permintaan pembeli secara efektif. Kepuasan konsumen dapat ditingkatkan
dengan memfokuskan segmen. Segmentasi dapat terjadi pada struktur pasar
dengan berbagai produk generik, berbagai jenis produk, dan bentuk produk.
Penentuan pasar sasaran merupakan proses pengevaluasian dan pemilihan
setiap segmen yang akan dilayani oleh perusahaan. Strategi penentuan
posisi merupakan kombinasi kegiatan pemasaran yang dilakukan
manajemen untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan setiap pasar sasaran.
Strategi ini terdiri dari komponen produk dan jasa pendukung, distribusi,
harga dan promosi.
Organisasi yang menjual kepada pasar konsumen dan pasar industri
mengakui bahwa tidak berhasil menarik semua pembeli di pasar-pasar
tersebut, atau sekurang-kurangnya tidak berhasil menarik semua pembeli
dengan cara yang sama. Pembeli banyak sekali jumlahnya terlalu terpencar-
pencar tempatnya. Kebutuhan mereka beraneka ragam dan praktek
pembelian merekapun berbeda-beda. Ada beberapa perusahaan yang dalam
posisi lebih baik untuk melayani segmen-segmen pasar tertentu.
Masing-masing perusahaan harus mengidentifikasi bagian pasar
yang paling baik yang dilayaninya dan penjual tidak selalu mempraktekan
filsafat ini. Perusahaan-perusahaan masa kini beralih dari pemasaran masal
dan pemasaran aneka produk ke pemasaran sasaran. Pemasaran sasaran
dapat lebih baik membantu para penjual menemukan peluang pemasaran
mereka. Penjual dapat mengembangkan produk baru untuk tiap pasar
sasaran.

2

Dalam hal ini perusahaan mengarahkan produk dan program
pemasarannya pada pemenuhan kebutuhan pelanggan yang khusus atau
organisasi pembelian yang khas. Penetapan pasar sasaran memerlukan tiga
langkah pokok. Segmentasi pasar yaitu pembagian suatu pasar menjadi
kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang mungkin memerlukan
produk atau ramuan pemasaran tersendiri. Menetapkan pasar sasaran yaitu
dengan mengevaluasi keaktifan setiap segmen kemudian memilih salah satu
atau lebih dari segmen-segmen pasar tersebut untuk dilayani. Menentukan
posisi pasar yaitu menentukan posisi yang kompetitif untuk produk dan
pemasaran yang rinci. Disini akan diuraikan prinsip-prinsip dari ketiga
langkah di atas tentang segmentasi pasar, menetapkan pasar dan
menentukan posisi pasar.















3

BAB II PEMBAHASAN
2.1 SEGMENTASI PASAR
Pasar terdiri dari banyak sekali pembeli dan para pembeli itu
berbeda dalam satu atau beberapa hal. Dalam keinginan, sumber daya,
lokasi, sikap, pebelian dan praktek-praktek pembelian mereka, yang dapat
digunakan untuk segmentasi pasar.
Mensegmentasi sebuah pasar, para pembeli mempunyai kebutuhan
dan keinginan yang unik. Karenanya setiap pembeli berpotensi menjadi
sebuah pasar tersendiri. Pembeli yang masing-masingnya berpotensi sebagai
sebuah pasar, disini tidak ada segmentasi. Idealnya seorang penjual dapat
merancang suatu program pemasaran tersendiri untuk setiap pembeli.
Dengan menggunakan segmentasi yang sempurna atau pasar tersebut
membuat produk-prodik berdasarkan pasaran dan juga program pemasaran
yang sesuai untuk memuaskan masing-masing pelanggan yang memang
khas.
Akan tetapi kebanyakan penjual tidak merasakan adanya manfaat
yang berarti dari segmentasi yang sempurna itu. Sebagai contoh ada penjual
yang mengelompokan pembeli hanya menurut pendapat.
2.1.1 Dasar-dasar Untuk Segmentasi Konsumen
Tidak ada cara tinggal untuk mensegmentasikan suatu pasar.
Seorang pemasar harus mencoba membedakan variabel segmentasi, secara
tunggal dan secara kombinasi, dengan harapan untuk mendapatkan suatu
cara yang bermanfaat guna melihat struktur pasar. Variabel-variabel utama
dalam segmentasi konsumen yaitu, geografik, demografik, psikografik, dan
perilaku.
1. Segmentasi Geografik
Segmentasi geografik menghendaki pembagian pasar menjadi unit-
unit geografik seperti Bangsa, Negara Bagian, Wilayah Propinsi, Kabupaten

4

atau tetangga, seperti General Foods, Maxwell House, kopi dijual secara
nasional tetapi dibumbui secara regional.
Sekarang banyak perusahaan yang melakukan program pemasaran menurut
wilayah-wilayah. Melokalisasi produk, periklanan, promosi dan usaha
penjualan untuk memenuhi daerah, kota dan bahkan wilayah hunian
tertentu.
2. Segmentasi Demokrasi
Segmentasi Demokrasi ialah suatu proses yang membagi-bagi pasar
menjadi kelompok-kelompok berdasarkan variabel-variabel demokrasi
seperti umur, jenis kelamin, ukuran keluarga, daur hidup keluarga,
pendapatan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras, dan kebangsaan. Faktor-
faktor demografik merupakan dasar yang paling popular untuk menentukan
kelompok-kelompok pelanggar. Mengapa/Alasan pertama ialah kebutuhan,
keinginan, dan tingkat pemakaian konsumen. Seringkali sangat erat
kaitannya dengan variabel-variabel demografik. Alasan kedua, variabel-
variabel demografik lebih mudah diukur daripada hampir semua jenis
variabel lainnya.
Kebanyakan perusahaan mengsegmentasikan suatu pasar dengan
menggunakan dua atau lebih variabel demografik. Untuk ilustrasi misalnya
pasar tersebut adalah pasar untuk sabun deodorant. Merk-merk sabun
deodorant yang penjualannya paling tinggi digunakan oleh banyak
konsumen tetapi tiga variabel demografik jenis kelamin, usia, daerah,
geografik paling bermanfaat untuk membedakan para pengguna suatu merk
dari para pengguna merk lainnya.
3. Segmentasi Psikografik
Dalam segmentasi ini pembeli dibagi menjadi beberapa kelompok
menurut kelas sosial, gaya hidup atau karakteristik kepribadian. Orang
dalam kelompok demografik yang sama bisa saja mempunyai profil
demografik berbeda.

5

4. Segmentasi Perilaku
Dalam segmentasi perilaku, pembeli dibagi menjadi kelompok-
kelompok berdasarkan pengetahuan sikap, kegunaan, tanggapan mereka
terhadap suatu produk. Banyak pemasar percaya bahwa variabel perilaku
adalah titik tolak terbaik untuk membentuk segmen-segmen pasar.
Pembeli dapat dikelompokan menurut kesempatan ketika mereka
mendapat ide melakukan pembelian atau menggunakan suatu produk,
sebagai contoh perjalanan lewat udara didorong oleh kesempatan yang
berkaitan dengan bisnis, liburan atau keluarga. Manfaat yang dicari suatu
bentuk segmentasi yang kuat adalah mengelompokan pembeli menurut
manfaat-manfaat yang mereka cari dari suatu produk. Riset menemukan
empat segmen manfaat: mereka yang mencari manfaat ekonomi,
perlindungan, kosmetik dan rasa. Masing-masing kelompok manfaat
mempunyai karakteristik demografik, perilaku dan psikografik tersendiri.
2.1.2 Persyaratan Bagi Segmentasi yang Efektif
Ada berbagai cara untuk mensegmentasikan suatu pasar, namun
tidak semua segmentasi efektif. Contohnya pembeli garam meja dapat
dibagi menjadi pelanggan berambut pirang dan coklat. Tetapi warna rambut
tidak relevan dengan pembelian garam. Dari sudut pandang pemasaran
pasar ini hanya dapat disegmentasi secara minimum.
Agar dapat berguna secara maksimal segmen-segmen pasar harus
menunjukan lima karakteristik:
- Dapat diukur : ukuran, daya beli dan profil segmen dapat diukur.
- Besar : segmen cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani
- Dapat dijangkau : segmen dapat dijangkau dan dilayani secara efektif
- Dapat dibedakan : segmen-segmen dapat dipisah-pisahkan konseptual dan
memberikan tanggapan yang berbeda terhadap elemen-elemen dan program-
program bauran pemasaran yang berbeda.

6

- Dapat diambil tindakan : program-program yang efektif dapat dirumuskan
untuk menarik dan melayani segmen-segmen yang bersangkutan.
2.2 MENETAPKAN PASAR SASARAN
Segmentasi pasar menyingkap peluang pasar yang dihadapi
perusahaan. Perusahaan sekarang harus mengevaluasi bermacam-macam
segmen dan memutuskan beberapa banyak dan mana yang akan dijadikan
sasaran. Kita sekarang akan mengamati kiat bagi evaluasi dan pemilihan
segmen pasar.
2.2.1 Mengevaluasi Segmen Pasar
Dalam mengevaluasi segmen pasar yang berbeda, perusahaan harus
memperhatikan tiga faktor, yaitu ukuran dan pertumbuhan segmen, daya
tarik structural segmen, serta tujuan dan sumber daya perusahaan.
a. Ukuran dan Pertumbuhan Segmen
Apakah segmen potensial memiliki karakteristik ukuran dan
pertumbuhan yang tepat. Ukuran yang tepat merupakan masalah relative.
Perusahaan besar lebih menyukai segmen dengan volume penjualan besar
dan sering meremehkan atau menghindari segmen-segmen kecil.
Perusahaan kecil sebaliknya menghindari segmen-segmen besar karena
mereka membutuhkan terlalu banyak sumber daya.
Pertumbuhan segmen biasanya merupakan karakteristik yang
diinginkan, karena perusahaan umumnya ingin meningkatkan penjualan dan
laba. Pada saat yang sama para pesaing dengan cepat akan memasuki
segmen-segmen yang berkembang dan menekan kemampulabaan mereka.
b. Daya Tarik Struktural Segmen
Suatu segmen mungkin mempunyai ukuran dan pertumbuhan seperti
yang didambakan akan tetapi tidak menarik dilihat dari segi profitabilitas
(kemampuan). Sebagai contoh, perusahaan harus menilai dampak pesaing
yang ada potensial. Para pemasar juga harus memperhatikan ancaman dari

7

produk pengganti atau barang substitusi. Produk-produk pengganti
merupakan ancaman terhadap harga dan laba potensial yang dapat diperoleh
dari suatu segmen. Yang terakhir, kemenarikan sgmen juga tergantung pada
daya tarik pemasok. Suatu segmen dikatakan kurang menarik jika pemasok
bahan mentah, peralatan, tenaga kerja, dan jasa di dalam segmen itu cukup
memilki daya yang kuat untuk menaikan harga atau mengurangi mutu atau
jumlah barang dan jasa yang dipesan. Pemasok cenderung memiliki
kekuasaan atau daya yang kuat apabila mereka memang besar dan terpusat.
c. Tujuan dan Sumber Daya Perusahaan
Beberapa segmen yang menarik dapat hilang karena mereka tidak
berkaitan dengan tujuan jangka panjang perusahaan. Bahkan jika segmen
tersebut sesuai dengan tujuan perusahaan, perusahaan harus
mempertimbangkan apakah ia memiliki keahlian dan sumber daya yang
dibutuhkan agar dapat berhasil dalam segmen itu. Masing-masing segmen
memiliki persyaratan keberhasilan tertentu dan tidak berada dalam keadaan
yang memungkinkan untuk memperoleh yang diperlukan, ia harus
mengembangkan beberapa keunggulan superior. Ia memasuki hanya
segmen pasar dimana ia dapat menawarkan nilai yang unggul.
2.2.2 Memilih Segmen Pasar
Setelah mengevaluasi berbagai segmen, mereka harus menetapkan
segmen-segmen yang mana dan berapa banyak untuk dilayani. Ini adalah
masalah pemilihan pasar sasaran. Pasar sasaran adalah sekelompok pembeli
(aktual dan potensial) yang mempunyai kebutuhan atau karakteristik yang
sama perusahaan tetapkan untuk dilayaninya. Perusahaan dapat menetapkan
salah satu dari tiga strategi peliputan pasar (pencakupan). Pemasaran yang
serba sama (pemasaran yang terdiferensiasi atau pemasaran yang tidak
membedakan),pemasaran serba aneka (pemasaran yang terdiferensiasi atau
pemasaran yang membedakan), pemasaran terpusat (pemasaran yang
terkonsentrasi).


8

a. Pemasaran Serba Sama
Dengan menggunakan strategi pemasaran serba sama, perusahaan
tidak mengakui adanya perbedaan segmen pasar dan melayani keseluruhan
pasar dengan tawaran pasar. Mereka memfokuskan pada apa yang sama
dalam kebutuhan konsumen, bukan pada apa yang berbeda. Sebuah contoh
mengenai pemasaran serba sama adalah yang diterapkan oleh Hershey
Company dalam beberapa tahun yang lalu. Hershey Company hanya
menawarkan satu produk yaitu gula-gula coklat batang kepada setiap orang.
b. Pemasaran Serba Aneka
Dengan menggunakan strategi pemasaran serba aneka, perusahaan
memilih untuk melayani beberapa segmen pasar dan merancang tawaran
tersendiri untuk setiap segmen. Usaha untuk menjangkau berbagai segmen
pasar dengan program periklanan yang berlainan, akan meningkatkan biaya
promosi. Jadi perusahaan harus betul-betul mencari keseimbangan antara
meningkatnya penjualan dan meningkatnya biaya apabila ingin menerapkan
strategi pemasaran serba aneka.
c. Pemasaran Terpusat
Strategi ini sangat cocok bagi perusahaan yang sumber dayanya
terbatas. Daripada mengejar market share kecil pada sebuah pasar yang
besar, lebih baik perusahaan mencari market share yang besar pada sebuah
sub pasar atau beberapa sub pasar saja. Kita dapat menemukan banyak
contoh mengenai pemasaran terpusat ini.
Melalui pemasaran terpusat, perusahaan dapat mencapai posisi pasar
yang kuat dalam segmen yang dilayani. Karena pengetahuannya lebih luas
mengenai kebutuhan segmen itu dan reputasi khusus yang diperolehnya.
Strategi ini memungkinkan perusahaan dapat menikmati penghematan usaha
karena spesialisasi dalam produksi, distribusi dan promosi. Kalau segmen
itu betul-betul dipilih dengan baik, maka perusahaan akan dapat meraih
tingkat ROI (Return On Investment= Laba atas Investasi) yang tinggi.

9

2.2.3 Memilih Suatu Strategi Peliput Pasar
Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi
pencakupan pasar. Strategi mana yang terbaik tergantung pada sumber daya
perusahaan. Kalau sumber daya perusahaan terbatas, pemasaran terpusat
akan mempunyai arti terpenting. Strategi yang terbaik juga tergantung ada
tingkat homogenitas produk. Pemasaran serba sama lebih cocok untuk
produk homogeny seperti buah anggur dan baja. Produk yang dapat beda
dalam desainnya, seperti kamera dan mobil, lebih sesuai dengan pemasaran
serba aneka atau pemasaran terpusat. Tahap produk dalam daur hidup harus
pula dipertimbangkan dalam pemasaran terpusat akan paling berarti. Faktor
lainnya adalah variabilitas pasar. Kalau para pembeli mempunyai cita rasa
yang sama membeli dalam jumlah yang sama dan bereaksi sama terhadap
usaha pemasaran. Maka pemasaran serba sama dapat berarti bunuh diri.
Sebaliknya, kalau pesaing menggunakan pemasaran serba sama, maka
perusahaan dapat memperoleh manfaat dengan menggunakan pemasaran
serba aneka atau terpusat.

2.3 PENENTUAN POSISI PASAR
Posisi produk adalah bagaimana produk didefinisikan oleh
konsumen atas dasar atribut-atributnya yang penting. Wadah yang ditempati
produk dalam pikiran konsumen berkaitan dengan produk-produk yang
bersaing.
2.3.1 Strategi Penentuan Posisi Pasar
Pemasar dapat menjalankan beberapa strategi penentuan posisi
pasar. Produknya atas dasar atribut produk tertentu mengiklankan harga
yang murah : mempromosikan performanya atau produk dapat ditentukan
posisinya atas kebutuhan yang dipenuhinya atau manfaat yang diberikannya.
Caries mencegah gigi berlubang, air memberikan rasa yang enak. Dapat
juga produk diposisikan menurut kesempatan penggunaan. Pendekatan

10

lainnya ialah menentukan posisi produk menurut kelas-kelas pengguna
tertentu.
Posisi produk ditentukan secara langsung menghadapi pesaing.
Secara langsung membandingkan produk mereka dengan komputer pribadi
IBM. Terakhir, produk dapat diposisikan menurut kelas produk. Sebagai
contoh margarine diposisikan menghadapi mentega, sebagian lainnya
menghadapi minyak goreng.
2.3.2 Memilih dan Melaksanakan Strategi Penentuan Posisi
Beberapa perusahaan merasa mudah untuk memilih strategi
penentuan posisi. Perusahaan yang sudah terkenal karena mutu di segmen
lain, tetapi dalam banyak kasus dua atau lebih perusahaan akan memburu
posisi yang sama. Masing-masing harus mencari perbedaan lagi, seperti
mutu yang tinggi dengan harga yang rendah atau mutu tinggi dengan
layanan teknik yang lebih baik. Dengan kata lain tiap perusahaan harus
membangun sesuatu yang khas dalam keunggulan bersaing yang menarik
bagi kelompok yang cukup besar dalam segmen yang bersangkutan.

2.3.3 Mengidentifikasi Keunggulan Kompetitif Yang Mungkin
Konsumen biasanya memilih produk dan jasa yang memberikan
kepada mereka nilai terbesar. Jadi karena untuk memenangkan dan
mempertahankan pelanggan ialah memahami kebutuhan dan proses
pembelian mereka lebih baik daripada pesaing dan memberikan nilai yang
lebih besar. Jadi penentuan posisi berawal dengan mengadakan pembedaaan
(diferensiasi) atas tawaran pemasaran perusahaan sehingga ia memberikan
nilai lebih besar daripada tawaran pesaing.
a. Diferensiasi Jasa
Perusahaan meraih keunggulan kompetitif melalui penyerahan dan
pengiriman segera terandaikan dan cermat. Sebagai contoh, Deluxe telah

11

membangun suatu reputasi yang sangat mengesankan dengan jalan
mengirimkan pembayaran satu hari setelah pesanannya diterima. Tanpa
terlambat sedikitpun selama 12 tahun.
Maka banyak lagi cara lainnya bagi perusahaan menambah nilai
melalui diferensiasi jasa. Sebagai landasan untuk membedakan mereka
sendiri dari pesaing mereka.
b. Diferensiasi Personal
Diferensiasi personal (Diferensiasi pegawai atau pembedaaan
sumber daya manusia) menghendaki agar perusahaan menyeleksi orang-
orangnya dengan cermat dan melatih mereka secara sungguh-sungguh.
Orang-orang ini harus kompeten, mereka harus memiliki keterampilan dan
pengetahuan yang memang dibutuhkan.
c. Diferensiasi Citra
Perusahaan-perusahaan yang bersaing menawarkan produk dan
layanan yang menyertaipun kurang lebih sama. Maka pembeli akan melihat
perbedaan lain dengan landasan citra perusahaan atau citra merek.
Perusahaan dapat membangun citra yang membedakannya dari pesaingnya.
Menurut kreatifitas dan kerja keras, adalah mustahil kalau sebuah
perusahaan dapat menanamkan citra dalam public hanya dalam tempo satu
hari melalui beberapa iklan kecil misalnya.
Simbol atau lambang dapat merupakan diferensiasi yang kuat
mengenai pengakuan dan citra perusahaan dan merek. Lambang yang
terpilih harus dikomunikasikan melalui periklanan yang mencerminkan
kepribadian perusahaan atau merek, yang membuat public dengan segera
dapat membedakan perusahaan atau merek tersebut dari pesaingnya.
Perusahaan dapat juga menciptakan sebuah citra melalui jenis
peristiwa atau kejadian-kejadian khusus yang disponsorinya. Perrier
perusahaan air minum dalam botol menjadi sangat terkenal karena

12

menyelenggarakan lomba lari dan mensponsori peristiwa-peristiwa olahraga
sehat.
2.3.4 Memilih Keunggulan Kompetitif Yang Tepat
Ia harus menetapkan beberapa banyak perbedaan untuk
dipromosikan dan perbedaan yang aman. Kalau perusahaan menambah
banyaknya klaim mereka pada produknya (semakin banyak yang mereka
inginkan produknya). Maka hal itu bisa membawa risiko berupa tidak
dipercaya dan penentuan posisipun semakin kabur, perusahaan harus
menghindari tiga kesalahan besar dalam penentuan posisi. Ketiga kesalahan
itu adalah:
- Underposition. Perusahaan gagal sama sekali dalam penentuan posisinya.
Para pembeli hanya mempunyai pandangan yang samar-samar saja
mengenai perusahaan atau para pembeli sama sekali tidak tahu apa-apa yang
khas dari perusahaan tersebut.
- Overpositioning. Memberikan suatu gambaran yang sempit mengenai
perusahaan. Sebagai contoh konsumen berpikir bahwa perusahaan gelas
steuben hanya membuat gelas yang berharga $ 1 000 ke atas. Padahal
kenyataannya, steuben juga memproduksi gelas-gelas yang harganya
terjangkau konsumen yakni dengan harga mulai dari sekitar $ 50.
- Corfused positioning. Membiarkan pembeli berhadapan dengan sebuah
citra yang membingungkan mengenai perusahaan.
Oleh karena itu perusahaan harus dengan cermat menseleksi cara-
cara yang diterapkannya untuk membedakan dirinya dari para pesaing dan
perbedaan itu dipandang bermanfaat selama memenuhi criteria tersebut.
- Penting. Perbedaan ini memberikan nilai yang bermanfaat bagi pembeli.
- Khas. Perusahaan dapat menawarkan dengan cara yang khas (khusus)
- Superior. Perbedaan ulung atau unggul meskipun pelanggan memperoleh
manfaat yang sama dengan cara lain.

13

- Menguntungkan. Perusahaan dapat memproduksikan perbedaan itu secara
menguntungkan,
Mewujudkan dan mengkomunikasikan posisi yang dipilih
perusahaan memutuskan untuk membangun suatu posisi atas dasar mutu dan
layanan yang lebih baik maka ia harus mewujudkan posisi itu. Merancang
ramuan pemasaran produk, harga, tempat dan promosi dengan penuh taktik
perusahaan melaksanakan secara rinci strategi penentuan posisi. Ini
merupakan satu-satunya cara yang paling baik untuk membangun suatu
posisi. Mutu tinggi yang konsisten dan dapat dipercaya. Jika perusahaan
telah menetapkan posisi yang diinginkan, maka dengan mengambil langkah-
langkah yang cermat posisi itu harus dengan seksama dipantau dan
disesuaikan dari waktu ke waktu. Mengikuti perubahan kebutuhan
konsumen dan perubahan strategi pesaing secara berangsur-angsur
disesuaikan dengan lingkungan pemasaran yang selalu berubah.













14

BAB III PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Penjual berusaha bergerak menjauhi pemasaran missal dan
diferensiasi produk menuju kepada pemasaran sasaran karena yang terakhir
tersebut lebih membantu dalam menunjukan peluang pasar dalam
mengembangkan produk dan bahkan pemasaran unggulan.
Langkah kunci dalam pemasaran sasaran adalah segmentasi pasar.
Penetapan pasar sasaran dan penentuan posisi produk. Segmentasi pasar
adalah tindakan membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok pembeli
yang terpisah-pisah dengan kebutuhan dan tanggapan yang berbeda.
Pemasar berusaha membedakan variabel untuk melihat mana yang
menunjukan peluang segmentasi. Bagi masing-masing segmen
dikembangkan gambaran segmen pelanggan. Keefektifan segmentasi
tergantung pada pencapaian segmen yang dapat diukur, dijangkau,
dibedakan dan dapat diambil tindakan.
Penjual menetapkan sasaran segmen, ia harus memutuskan tentang
strategi penentuan. Posisinya yaitu posisi mana yang telah dipilihnya.
Perusahaan dapat pula menentukan posisinya dengan pesaing atau jauh dari
para pesaing. Penentuan posisi itu terdiri dari tiga langkah :
mengidentifikasikan keunggulan kompetitif yang mungkin atasnya
dibangun suatu posisi. Memilihn keunggulan yang tetap, secara efektif
mewujudkan dan mengkomunikasikan posisi yang telah dipilih itu kepada
pasar.






15

DAFTAR PUSTAKA
Kotler Philip. 2003. Manajemen Pemasaran Analisis Perencanaan
Implementasi, dan Pengendalian. Salemba Empat. Jakarta.
Kotler / Amstrong. 1996. Dasar-Dasar Pemasaran Edisi V. JJilid I Penerbit
Intermedia Prentice Hall.

Anda mungkin juga menyukai