Anda di halaman 1dari 4

DAFTAR ISI

1. PENDAHULUAN............................................................................................................ 4
2. TUJUAN......................................................................................................................... 4
3. RUANG LINGKUP.......................................................................................................... 4
4. TANGGUNG JAWAB...................................................................................................... 4
5. KEBIJAKAN................................................................................................................... 5
6. IMPLEMENTASI............................................................................................................. 6
7. PENGAWASAN DAN KEPATUHAN...............................................................................6
8. REFERENSI.................................................................................................................... 6

1. PENDAHULUAN
1.1. Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang tepat waktu, akurat, lengkap, tidak ragu-ragu

dan
dimengerti oleh penerima instruksi akan mengurangi kesalahan-kesalahan dan akan
meningkatkan keselamatan pasien. Komunikasi dapat dilakukan secara elektronik, lisan atau
tertulis.
1.2. Kesalahan komunikasi yang sering terjadi adalah instruksi tindakan untuk perawatan pasien yang
diberikan secara lisan serta instruksi melalui telepon. Kesalahan komunikasi lain yang sering
terjadi adalah laporan hasil test yang kritikal, contohnya petugas laboratorium menelpon ruangan
untuk melaporkan hasil pemeriksaan Cyto.
2. TUJUAN
2.. !ujuan dari kebijakan ini adalah untuk meningkatkan efektifitas komunikasi diantara petugas
dengan memastikan bahwa instruksi dan petunjuk yang diberikan secara lisan atau melalui
telepon adalah jelas bagi penerima instruksi dan dikonfirmasi oleh pemberi instruksi. "elain itu
laporan hasil test suatu pemeriksaan yang dinyatakan kritikal harus dilakukan pembacaan ulang.
3. RUANG LINGKUP
3.1. Kebijakan ini berlaku untuk semua staf klinis dan semua bagian. "emua instruksi klinis #termasuk
tapi tidak terbatas pada instruksi pemberian obat, diet, terapi fisik$bicara% yang diberikan secara
lisan atau per telepon, pemeriksaan cito, nilai kritikal dan pemeriksaan diagnostik lain termasuk
pencitraan, elektrokardiogram, tes laboratorium yang membutuhkan respon segera. &al ini
mencakup semua tes yang dilaporkan secara 'erbal atau 'ia telepon. .
(.2. Kebijakan ini harus dibaca bersamaan dengan)
(.2.. Kebijakan test kritikal dan hasil yang kritikal
(.2.2. *anduan instruksi lisan $ per telepon dari seorang dokter
4. TANGGUNG JAWAB
+.. Dir!"#r U"$%$ &'E() dari ," "ehat "ejahtera bertanggung jawab untuk memastikan bahwa
mekanisme, implementasi, monitoring dan perbaikan secara keseluruhan dari kebijakan ini telah
berjalan sesuai dan kebijaksanaan ini yang dijalankan dengan menghormati hak pasien, dapat
diakses dan dimengerti oleh seluruh staf terkait.
+.2. Dir!"#r (*r$+i,-$. &'(() dari ,". "ehat "ejahtera bertanggung jawab untuk memastikan
bahwa -anajer *elayanan -edis, *erawatan dan *enunjang -edis)
+.2.. -enyebarkan kebijakan ini di bagian yang menjadi tanggung jawab mereka
+.2.2. -elakukan implementasi dari kebijakan ini didalam bagian yang menjadi tanggung jawab
mereka
+.2.(. -engidentifikasi dan mengalokasikan sumber daya yang sesuai agar terpenuhinya
kebijakan ini
+.2.+. -emastikan kebijakan ini diinformasikan kepada semua staf
+.(. K*$.$ U-i" yang terlibat dalam ruang lingkup kebijakan ini bertanggung jawab untuk
implementasi dari kebijakan ini dalam ruang lingkup pengelolaan mereka dan harus memastikan
bahwa)
+.(.. "emua staf baru dan lama mempunyai akses dan diinformasikan mengenai kebijakan ini
dan kebijakan lainnya yang terkait, ".*-".* dan formulir-formulir yang berhubungan
dengan kebijakan ini.
+.(.2. /danya ".*-".* tertulis yang mendukung dan memenuhi kebijakan ini serta dimonitor
untuk kepatuhan.
+.(.(. !ersedianya semua formulir yang berkaitan dengan kebijakan ini di bagian yang mereka
kelola.
&al. 2 dari 4
+.+. S%#$ +"$/ yang terlibat dalam ruang lingkup kebijakan ini bertanggung jawab untuk
mengimplementasikan kebijakan ini dan harus memastikan)
+.+.. -ereka memahami dan mematuhi kebijakan ini
+.+.2. !idak mematuhi kebijakan ini dapat mengakibatkan tindakan indisipliner.
+.+.(. "etiap anggota staf dapat mengisi 0incident report1 bila ditemukan adanya ketidak patuhan.
5. KEBIJAKAN
2.. *embacaan ulang
2... 3erifikasi pembacaan ulang instruksi yang lengkap dan hasil test yang kritikal oleh petugas
yang menerima instruksi secara lisan $per telepon atau hasil test yang kritikal
2..2. *embacaan ulang berbeda dengan pengulangan kembali. *ada saat pembacaan ulang
indi'idu yang menerima instruksi atau hasil test mendengarkan informasi yang diberikan,
mencatatnya ke dalam catatan medik pasien dan kemudian membaca ulang catatan
tersebut kepada orang yang memberi informasi dan mengkonfirmasikan bahwa penerima
instruksi menerima informasi yang telah dicatat kedalam catatan medik dengan tepat.
2..(. *enerima 0pengulangan kembali1 hanya mengulang informasi tanpa mendokumentasikan di
dalam bagian tertentu di rekam medis.
i. *ada keadaan tertentu pembacaan ulang mungkin tidak dapat dilaksanakan karena
penundaan dapat membahayakan keselamatan pasien, yaitu)
Kegawatan darurat yang jelas, seperti cardiac arrest
*ada saat dokter sedang melakukan tindakan steril sehingga penyampaian
instruksi tertulis dapat secara langsung mempengaruhi perawatan pasien
2..+. 4alam keadaan demikian maka petugas yang melaporkan $memberikan instruksi$informasi
harus melakukan pengulangan kembali
2.2. *roses penerimaan instruksi lisan dan per telepon
2.2.. *enerima instruksi akan mencatat instruksi tersebut kedalam formulir yang telah disetujui
2.2.2. *enerima instruksi akan membaca ulang instruksi tersebut kepada dokter yang memberi
instruksi
2.2.(. 4okter yang memberi instruksi akan melakukan 'erifikasi bahwa instruksi yang diberikan
telah diterima dan dicatat dengan tepat atau melakukan klarifikasi sehingga pembacaan
ulang harus dilakukan kembali
2.2.+. *enerima instruksi kemudian mencatat di dokumen 0read back1 dilakukan sebelum
ditandatangani untuk catatan tertulis atau sebelum sesi selesai untuk tandatangan secara
elektronik.
2.2.2. -erujuk pada) panduan untuk instruksi dokter yang diberikan secara lisan atau per telepon
2.(. *roses penerimaan hasil test yang kritikal
2.(.. "emua bagian yang menghasilkan hasil test yang kritikal akan menyampaikan kepada
dokter $ bagian yang memberi instruksi semua hasil test yang jauh diatas nilai normal yang
menunjukkan indikasi yang berbahaya bagi kondisi pasien sehingga memerlukan perhatian
segera dari dokter hasil test yang kritikal selalu dilaporkan melalui telepon.
2.(.2. 5ndi'idu yang menerima hasil test yang kritikal akan mencatat hasil tersebut kedalam
catatan medik
2.(.(. 5ndi'idu yang menerima hasil tersebut akan melakukan pembacaan ulang kepada indi'idu
yang menyampaikan hasil tersebut
2.(.+. *elapor akan melakukan 'erifikasi bahwa penerima laporan telah menerima dan mencatat
hasil dengan tepat atau pelapor akan melakukan klarifikasi dalam hal ini proses pembacaan
ulang harus diulang kembali.
2.(.2. 5ndi'idu penerima hasil kemudian melakukan dokumentasi bahwa pembacaan ulang telah
dilaksanakan yang menunjukkan bahwa pembacaan ulang hasil kepada yang melaporkan
telah dilaksanakan
2.(.6. "taf di bagian yang melaporkan hasil yang kritikal per telepon juga akan mencatat kedalam
buku untuk hasil test yang kritikal kepada siapa dan kapan mereka melaporkan hasil
tersebut, untuk itu pada saat menelepon mereka harus menanyakan nama penerima
telepon dan mencatat jam saat menelepon
2.(.7. "taf rumah sakit diminta untuk melakukan pembacaan ulang setiap melakukan komunikasi
hasil test yang kritikal secara lisan termasuk melalui telepon dan staf medis diharapkan
untuk menerima pembacaan ulang tersebut
&al. 3 dari 4
2.(.8. "emua hasil test yang dilaporkan per telepon akan dinyatakan sebagai hasil test yang
kritikal # termasuk hasil 0cyto1 test, laporan 0nilai kritikal1, dan hasil pemeriksaan diagnostik
lainnya yang memerlukan tanggapan segera %
2.(.9. -erujuk pada) kebijakan test kritikal dan hasil test yang kritikal
6. IMPLEMENTASI
6.. "emua staff baru akan dilatih pada saat program pengenalan : program orientasi
6.2. "emua staff akan dilatih setahun sekali
7. PENGAWASAN DAN KEPATUHAN
7.. *engawasan dan kepatuhan pelaksanaan kebijakan ini dilakukan melalui audit klinis.
8. REFERENSI
8.. ;C5. #2<<%. ;oint Commission international &ospital /ccreditation "tandards +th ed. ;oint
commission resources.
8.2. =eneral &ospital #2<<+% ,ead-back of 'erbal$telephone orders and critical test results. >,?
www.courtemanche-assocs.com$...$@*"=$...$3erbal.rder,eadAack2<<+.doc
8.(. *eraturan -enteri Kesehatan ,epublik 5ndonesia @omor 69$-B@KB"$*B,$3555$2< !entang
Keselamatan *asien ,umah "akit
&al. 4 dari 4