Anda di halaman 1dari 1

ANALISA BORAK PADA BAKSO

A. PENDAHULUAN

Bahan tambahan makanan (aditif makanan) digunakan agar makanan tampak


lebih menarik dan tahan lama, bahan tersebut dapat sebagai pengawet, pewarna,
penyedaprasa dan aroma, anti oksidan dan lain-lain. Jika bahan tersebut tidak bernilai gizi,
tetapi ditambahkan ke dalam makanan pada pembuatan atau pengangkatan untuk
mempengaruhi atau mempertahankan sifat khas, makanan tersebut.

Beberapa bahan tambahan makanan mempunyai pengaruh yang kurang baik


terhadap kesehatan manusia, karena itu pemerintah (departemen kesehatan) telah
mengatur/menetapkan jenis-jenis bahan tambahan makanan yang boleh dan tidak boleh
digunakan dalam pengolahan makanan.

Salah satu bahan tambahan yang dilarang digunakan dalam makanan adalah asam
borak dan garamnya natrium tetraborak (boraks). Namun, masih banyak ditemukan
penyalahgunaan boraks-boraks pada bakso.

Hasil penelitian tesebut menunjukkan bahwa meskipun pemerintah (departemen


kesehatan) telah melarang pengunaan boraks, ternyata sebagian masyarakat produsen
makanan tersebut masih menggunakannya. Hal ini disebabkan (salah satu) sebagai
pengawet makanan, antara lain terdapat dalam bakso.

Masih terdapatnya penyalahgunaan pmakaian boraks dan perlunya fungsi


pengawasan yang belum dapat dilakukan oleh Balai POM. Maka dilakukan penelitian
evaluasi keberadaan boraks pada beberapa jenis makanan yang beredar.