Anda di halaman 1dari 5

ANALISIS SAKARIN PADA MINUMAN

A. PENDAHULUAN

Pengertian Sakarin
Sakarin adalah zat pemanis buatan dari garam natrium dari asam sakarin
berbentuk bubuk kristal putih, tidak berbau dan sangat manis. Pemanis buatan ini
mempunyai tingkat kemanisan 550 kali gula biasa. Oleh karena itu sangat populer dipakai
sebagai bahan pengganti gula.

Tak dapat diragukan bahwa bagi sebagian besar orang "manis" merupakan suatu
rasa yang disenangi, bahkan oleh sebagian binatang pun "manis" adalah rasa yang
mempunyai daya tarik sendiri. Selanjutnya daya tarik terhadap hal yang manis itu akan
terus meningkat, seperti ungkapan umum "lebih manis, lebih menarik". Kecenderungan
inipun untuk seorang anak bahkan orang dewasa sekalipun dapat merupakan kecanduan,
artinya keinginan akan makanan yang manis akan terus bertambah, jika tidak kita sendiri
yang membatasinya. Hal ini terutama sejak bayi, makanan-makanan tambahan yang
dikenal pertama telah diberi bahan pemanis.

Sejauh ini, bahan pemanis utama yang digunakan manusia adalah "gula",
kemudian selanjutnya berkembang bahan-bahan selain gula. Dengan bahan pemanis ini
banyak orang menggunakannya sebagai hadiah bagi anak-anak untuk suatu prestasi
tertentu atau sebagai ungkapan rasa cinta. Hal ini selanjutnya dimanfaatkan oleh para
industriawan yang khususnya bergerak dalam bidang makanan-makanan bergula
(convectionery), seperti permen, coklat, minuman, kue-kue dan sebagainya. Mereka
menghubungkan segi iklan (promosinya) antara "kemanisan" dengan cinta,
keberuntungan, pengertian, kemudahan dan berbagai daya tarik yang menyebabkan kita
lebih terpikat dengan produk-produk berkadar gula tinggi tersebut.
Bahan pemanis buatan adalah bahan pemanis yang dihasilkan melalui reaksi-
reaksi kimia organik di laboratorium atau dalam skala industri, boleh juga dikatakan
diperoleh secara sintetis, dan tidak menghasilkan kalori seperti halnya bahan pengganti
gula. Kebanyakan bahan pemanis itu campuran dari sakarin dan siklamat. Organisasi
Pangan Dunia (WHO) telah menetapkan batas-batas yang disebut ADI werte (kebutuhan
per orang tiap harinya), yaitu sejumlah yang dapat dikonsumsi tanpa menimbulkan
resiko. Nilai ini untuk orang dewasa tidak terlalu banyak berarti, tetapi bagi anak-anak
relatif menimbulkan kepekaan yang besar. Untuk sakarin batas tersebut adalah 5 mg per
berat badan, adapun untuk siklamat 11 mg per kg berat badan, artinya jika 1 tablet
mengandung 16,5 mg sakarin atau 70 mg siklamat, maka untuk seorang yang berberat
badan 70 kg jumlah yang disarankan untuk dikonsumsinya per hari tidak lebih dari 21
tablet sakarin atau 11 tablet siklamat.

Telah diketahui, tubuh manusia atau hewan terdiri dari berbagai alat tubuh dan
jaringan. Alat tubuh atau jaringan tersebut tersusun dari unit-unit yang sangat kecil,
disebut sel. Sel-sel ini mempunyai fungsi yang berlainan, akan tetapi mereka
memperbanyak jumlahnya dengan cara pembelahan yang sama. Dalam keadaan normal,
proses pembelahan itu diatur sedemikian rupa sehingga jumlah sel baru yang dibentuk
adalah sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan untuk menggantikan sel-sel yang sudah
usung atau mati, agar bentuk alat tubuh atau jaringan tersebut tetap tersusun dalam
proporsi yang seimbang dan serasi. Bilamana proses pembelahan sel itu menyimpang dan
tidak dapat dikendalikan, akan menimbulkan pertumbuhan yang abnormal. Pertumbuhan
abnormal ini disebut neoplasia atau tumbuh ganda. Penyebab dan atau faktor-faktor
penyelewengan proses pembelahan sel itu banyak macamnya, diantaranya yang sekarang
sering diperbincangkan ialah yang disebabkan oleh bahan-bahan bersifat kimia dan
mikotoksi.

Struktur Kimia Dan Rasa


Perubahan yang kecil dalam struktur kimia dapat merubah rasa dari senyawa
tersebut, misalnya rasa manis menjadi pahit atau hambar.

Contoh : efek substitusi dari sakarin (sakarin 500 kali lebih manis dari gula)
- Penambahan gugus nitro pada posisi meta akan membuat senyawa menjadi sangat
pahit.
- Substitusi gugus metil pada imino menghasilkan senyawa yang hambar.

C O2N C C

NH NH N-CH3

S S S

Manis Pahit Hambar

Gambar. Efek substitusi sakarin

Sedangkan sakarin dalam konsentrasi yang tinggi cenderung memberikan rasa pahit.
Rumus kimia sakarin sebagai berikut :

NH

Gambar. Sakarin

Sakarin merupakan pemanis rendah kalori yang sudah dikenal sejak lama.
Sakarin tidak mengandung kalori.

B. ALAT DAN BAHAN


1. Alat

a. Labu kocok (Labu Pemisah)

b. Gelas ukur

c. Penangas Listrik

d. Labu ukur 50 ml, 25 ml

e. Pengaduk gelas

f. Penangas air

2. Bahan

a. Larutan asam klorida, HCl

b. Larutan NH3 – bebas H2O

c. Eter

d. Air suling

e. Pereaksi Nessler

Larutkan 5 gram KI dalam 5 ml air ditambahkan merkuri klorida (1 : 20) sampai


endapan merah yang terbentuk tidak hilang bila dikocok. Saring dengan glass wool.
Filtrat dicampur dengan 15 gram KOH dalam 30 ml air, kemudian tambahkan air
sampai 100 ml. Biarkan mengendap, cairan dipisah dengan cara dekantasi.

C. CARA KERJA

a. Tambahkan ke dalam 50 ml sampel dan 2 ml HCl, ke dalam labu kocok, lalu ekstrak
2 kali dengan 50 ml eter.

b. Saring ekstrak eter dengan kapas dan cuci dengan 5 ml air suling yang mengandung 1
tetes HCl.
c. Pisahkan lapisan eter dan uapkan di atas penangas air.

d. Tambahkan kedalam residu 5 ml NH3 bebas H2O dan 6 ml HCl, kemudian uapkan
larutan sampaimenjadi kira-kira 1 ml diatas penangas listrik, aduk dengan konstan.

e. Tambahkan lagi 5 ml dengan NH3 bebas H2Odan 6 ml HCl dan uapkan

f. Encerkan sampai 50 ml dengan NH3 bebas H2O dan 2 ml larutan ini diencerkan
dengan NH3 bebas H2O menjadi 25 ml

g. Tambahkan 1 ml pereaksi Nessler

h. Bandingkan dengan standar NH4Cl, separti biasanya, 0,2921 g NH4Cl : 1 g sakarin


bentuk tidak larut (C7H5NO3S) dan 1,317 g garam natrium (C7H4N NaO3S.2H2O)

i. Sebaiknya buat standar NH4Cl yang setara dengan 200 ppm sakarin yang tidak larut